http://ejurnal. id/index. php/photon Selection of Isolates of Local Endophytic Bacteria Cellulolytic Strains from Mangrove Roots Ceriops tagal (Per. Rob Itnawita. Silvera Devi*. Mukhlis. Alfika Sari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5. Jln Raya Soebrantas. Pekanbaru. Indonesia *Correspondence e-mail: silvera. devi@lecturer. Abstract Cellulose agricultural waste is a source of environmental pollution and an alternative solution to overcome it is to degrade this waste with the help of cellulolytic enzymes. The Biochemistry Laboratory of FMIPA Riau University has a number of endophytic bacterial isolates from the roots of Mangrove Ceriops tagal (Per. Rob in the Bengkalis area whose potential to produce cellulolytic enzymes is not yet known. Qualitative selection in carboxy methyl cellulose (CMC) solid media from 24 isolates of endophytic bacteria that were able to live because they produced cellulolytic enzymes, only 22 Quantitatively using the DNS (Dinitro Salicylic Aci. method, 3 of these 22 isolates had relatively higher activity than other isolates. The activity of isolate C-9 (LBKURCC. was 572x10-4A0. 0069U/mL, isolate C-23(LBKURCC. was 423x10-4A0. 0027U/mL and isolate C-30 (LBKURCC. was 384x10-4A 0. 0003 U/mL and statistically these 3 cellulolytic activities were significantly different Keywords: Bacteria. Endophytic. Cellulolytic Abstrak Produksi amilase dari Aspergillus sp LBKURCC304 dalam medium cair selama 11 hari pada suhu 50oC dengan sumber Limbah pertanian selulosa merupakan sumber pencemaran lingkungan dan alternatif solusi untuk mengatasinya adalah dengan mendegradasi limbah tersebut dengan bantuan enzim selulolitik. Laboratorium Biokimia FMIPA Universitas Riau memiliki sejumlah isolat bakteri endofit dari akar Mangrove Ceriops tagal (Per. Rob di daerah Bengkalis yang belum diketahui potensinya untuk menghasilkan enzim selulolitik. Seleksi kualitatif pada media padat karboksi metil selulosa (CMC) dari 24 isolat bakteri endofit yang mampu hidup karena menghasilkan enzim selulolitik, hanya 22 isolat. Secara kuantitatif dengan metode DNS (Dinitro Salicylic Aci. , 3 dari 22 isolat tersebut memiliki aktivitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan isolat lainnya. Aktivitas isolat C-9 (LBKURCC. sebesar 572x10-4A0,0069U/mL, isolat C-23(LBKURCC. sebesar 423x10-4A0,0027U/mL dan isolat C-30 (LBKURCC. sebesar 384x10-4A 0,0003 U/mL dan secara statistik ketiga aktivitas selulolitik ini berbeda nyata Kata kunci: Bakteri. Endofit. Selulolitik Pendahuluan Amilase merupakan enzim yang mampu menghidrolisis pati menjadi dekstrin, maltosa, dan glukosa (Simair et al. , 2. Amilase digunakan pada industri tekstil, farmasi, pulp dan kertas, pakan, detergen, dan juga industri makanan (Sindhu et al. , 2017. Tiwari et al. , 2. Amilase termofilik merupakan salah satu jenis enzim amilase yang banyak diminati dalam proses industri dan bioteknologi karena dapat beraktivitas pada suhu tinggi yakni 50AC atau lebih (Mohammad et al. , 2. , sehingga mampu memperkecil risiko terjadinya kontaminasi pada saat produksi (Dwianto, 2. Bakteri endofitik didefinisikan sebagai bakteri yang hidup berkoloni di dalam jaringan internal tanaman tanpa menimbulkan efek negatif terhadap tanaman inangnya (Ingle et al. , 2. Seluruh siklus hidup mikroorganisme ini terjadi di dalam inangnya tampa menyebabkan bahaya bagi inangnya dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan metabolit sekunder (Deshmukh et al. , 2014. Rafi & Cheah, 2. sehingga dapat memproteksi tanaman dalam melawan serangga dan mikroba pathogen (Pranoto et al. Bakteri endofit masuk ke dalam jaringan tumbuhan melalui daerah akar, bunga, batang dan kotiledon (Pimentel et al. , 2. dan dapat juga masuk dengan cara menghidrolisis dinding tanaman yang mengandung selulosa dengan mengeluarkan enzim selulolitik. Enzim selulolitik atau enzim selulase merupakan enzim ekstraseluler yang terdiri dari tiga Received: 31 Januari 2022. Accepted: 19 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon komponen enzim yaitu endo--1,4-glukonase (CMCase. Cx selulase endoselulase, atau carboxymethyl selulas. , kompleks ekso--1,4-glukonase . viselase,selobiohidrolas. , dan -1,4-glukosidase atau selobiase. Enzim selulase dapat menghidrolisis ikatan glikosida -. yang terdapat pada selulosa (Okunowo et al. sehingga enzim selulolitik ini dapat dimanfaatkan untuk mendegradasi limbah pertanian yang mengandung selulosa, menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi yaitu glukosa. Glukosa hasil degradasi ini, digunakan sebagai bahan baku untuk produksi alkohol (Qu et al. , 2. Aplikasi dari enzim selulolitik ini relatif sangat banyak dan secara komersial enzim ini dimanfaatkan dalam pengolahan kopi, industri tekstil, deterjen, kertas dan dalam industri farmasi (Kavitha & Nagarajan, 2. oleh karena itu Laboratorium Biokimia sejak tahun 1999 mulai fokus melakukan isolasi mikroorganisme yang mampu menghasilkan enzim selulolitik atau beberapa enzim lainnya dari beberapa daerah di Indonesia termasuk dari daerah Riau. Isolat mikroorganisme ini disimpan sebagai stock kultur dengan label LBKURCC . ab Biokimia Universitas Riau Collection Cultur. Pada tahun 2018 lab biokimia Fmipa Unri berhasil mengisolasi 67 isolat fungi dan 60 isolat bakteri endofitik dari akar Magrove yang tumbuh di sekitar Pantai Tangayun dan Sungai Pakning salah satunya adalah dari spisies Ceriops tagal (Per. Rob. Enam puluh isolat bakteri endofitik ini diduga mempunyi potensi untuk menghasilkan enzim selulolitik, oleh karena itu pada tahap pertama ini akan dilakukan seleksi 24 isolat dari 60 stok isolat yang ada menggunakan media padat selektif yang mengandung CMC 1%, sedangkan untuk produksi enzim selulolitiknya dilakukan dalam media cairnya. Aktivitas enzim selulolitik yang dihasilkan diukur menggunakan metode DNS dan diharapkan isolat bakteri endofitik yang berpotensi menghasilkan enzim ini, dapat dimanfaatkan sebagai pendegradasi beberapa limbah pertanian yang mengandung selulosa. Prinsip dari metode dinitrosalisilat (DNS) adalah gugus aldehid pada rantai polisakarida dioksidasi menjadi gugus karboksil, disaat yang bersamaan gugus aldehid gula akan mereduksi asam 3,5dinitrosalisilat menjadi asam 3-amino-5-nitrosalisilat. Reaksi akan berlangsung secara simultan selama terdapat gula pereduksi dalam larutan yang akan diujikan (Hasanah & Iwan, 2. Gula pereduksi pada sampel akan bereaksi dengan larutan DNS yang awalnya berwarna kuning akan menjadi warna jingga kemerahan atau membentuk senyawa asam 3-amino-5-nitrosalisilat berwarna kuning kecoklatan (Pratiwi et al. , 2. Satu unit enzim adalah jumlah enzim yang dibutuhkan untuk memecah 1 mol selulosa menjadi gula pereduksi per menit pada kondisi pengujian HOHO H OH D-glukosa H OH NH2 Asam 3,5-dinitrosalisilat 3-amino-5-nitrosalisilat Asam D-glukonoat Gambar 3. Reaksi antara pereaksi asam 3,5 dinitrosalisilat dan gula pereduksi Metodologi Alat dan Bahan Alat: autoklaf Electric Model No. 25X (Winconsin Aluminium Foundry Co. Inc. Monitowo. , shaking incubator model LSI 301 6R (Daihan Lab Tech Co. LTD), pH meter F1 83141 (HANNA), spektrofotometer UV-VIS Genesis 10 S (Thermo Scienstifi. , vortex mixer H-VM-300 (Healt. High-speed Micro Centrifuge Received: 31 Januari 2022. Accepted: 19 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Model CT15RE, sentrifugasi centific Model 228 (Fisher scientifi. , waterbath (GRANTH SUB. , incubator (Memmer. , dan peralatan umum laboratorium lainnya sesuai dengan prosedur kerja. Bahan: Nutrien Agar (NA) (Cat. No 1. CMC. MgSO4. 7H2O. KNO3. KH2PO4, FeSO4. 7H2O. CaCl2. 2H2O, yeast extract, agar batang, kertas saring Filter Glass Fiber GF/C Whatman (Cat. , reagen asam 3,5- dinitrosalisilat (DNS), mikroorganisme dan bahan-bahan lain sesuai dengan prosedur kerja. Tabel 1. Kode isolat bakteri endofit dari tanaman mangrove spesies Ceriops tagal (Per. Rob. Kode isolat Label Kultur C-9 LBKURCC332 C-10 LBKURCC333 C-11 LBKURCC334 C-12 LBKURCC335 C-13 LBKURCC336 C-14 LBKURCC337 C-15 LBKURCC338 C-16 LBKURCC339 C-17 LBKURCC340 C-18 LBKURCC341 C-19 LBKURCC342 C-20 LBKURCC343 C-21 LBKURCC344 C-22 LBKURCC345 C-23 LBKURCC346 C-24 LBKURCC347 C-25 LBKURCC348 C-26 LBKURCC349 C-27 LBKURCC350 C-28 LBKURCC351 C-29 LBKURCC352 C-30 LBKURCC353 C-31 LBKURCC354 C-32 LBKURCC355 Seleksi Bakteri Endofit Selulolitik Dua puluh empat . Isolat, masing-masing diremajakan di media agar miring pada suhu 37 AC selama 24 jam. Selanjutnya isolat ini diinokulasikan masing-masing ke atas media padat selektif (CMC 1%) selulolitik di dalam pertridish dan diinkubasi kembali pada suhu 37 AC selama 24 jam. Komposisi media padatnya adalah KNO3 0,075 g. K2HPO4 0,002 g. CaCl2. 2H2O 0,004 g. MgSO4. 7H2O 0,020 g. FeSO4. 7H2O 0,002 CMC 1 g, agar batang 1,500 g, dilarutkan dalam 100 mL buffer fosfat 0,05 M pH 7 kemudian disterilisasi dengan autoklaf ( 15 lb, 121 AC, 20 meni. Isolat-isolat bakteri yang hidup pada media ini adalah bakteri yang mampu menghasilkan enzim selulolitik Produksi dan Uji Aktivitas Enzim Selulolitik Received: 31 Januari 2022. Accepted: 19 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Isolat hasil seleksi masing-masing diinokulasikan kedalam erlenmeyer yang berisi 50 mL media Nutrient Broth (NB) steril. Selanjutnya diinkubasi di shaker incubator . gitasi 120 rpm, suhu 37 AC, 12 ja. Suspensi bakteri ini masing-masing diukur ODnya . pektrofotometer dengan 660n. Suspensi sel . ini selanjutnya dimasukkan ke media produksi selulolitik dengan nilai OD yang sama yaitu 0,1 sebanyak 10 %. Komposisi media produksi enzim selulolitiknya mengandung K2HPO4 0,002 g. MgSO4. 7H2O 0,020 KNO3 0,075 g. CaCl2. 2H2O 0,004 g. FeSO4. 7H2O 0,002 g, yeast extract 0,200 g dan CMC 1 g (Meryandini et , 2. dilarutkan dalam 100 mL buffer fosfat 0,05 M pH 7, dan disterilisasi menggunakan autoklaf ( tekanan 15 lb, 121 AC, 20 meni. Selanjutnya inokulum sebanyak 10% dengan OD 0,1 masing-masing diinokulasikan ke dalam media produksi enzim selulolitik dan diinkubasi di shaker incubator ( kecepatan agitasi 150 rpm, suhu 37 AC, 24 ja. Ekstrak kasar enzim dipisahkan dari isolatnya dengan sentrifugasi . ecepatan 9500 rpm, 10 meni. dan disaring dengan Filter glass fiber (Whatman GF/C). Jika ekstrak kasar enzim tidak langsung dianalisis aktivitas enzimnya, ditambahkan NaN3 hingga konsentrasi larutan 0,02 % . Aktivitas ekstrak kasar selulolitik dianalisis dengan menggunakan substrat CMC 1 % pada suhu 30 AC, pH 7 dan gula pereduksi hasil hidrolisis CMC oleh aktivitas enzim selulase ditentukan dengan metode DNS. Prosedurnya sebagai berikut: Tabung uji, kontrol, dan blanko dilakukan dengan tahap sebagai berikut: Tabung uji diisi dengan 1 mL substrat (CMC 1 %) yang dilarutkan ke dalam larutan buffer fosfat 0,05 M pH 7, kemudian ditambahkan ekstrak kasar enzim selulolitik sebanyak 1 mL, dikocok kuat dengan vortex, selanjutnya diinkubasi selama 30 menit pada suhu 30 AC, dan reaksi enzim dihentikan dengan pendidihan pada suhu 100 AC selama 15 menit. Setelah itu, campuran reaksi ditambahkan dengan 1 mL DNS, didihkan pada suhu 100 AC selama 15 menit. Selanjutnya absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer uv-vis pada 575 nm. Perlakuan kontrol dan blanko dilakukan secara bersamaan dengan metode dan tahapan yang sama. Pada kontrol, enzim yang akan direaksikan dengan substrat telah diinaktivasi terlebih dahulu dengan memanaskan enzim selama 15 menit dalam air mendidih. Pada blanko, larutan enzim diganti dengan akuades untuk direaksikan dengan substrat. Aktivitas selulase dinyatakan dalam satuan internasional yaitu U/mL. Satu unit merupakan jumlah enzim yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 mol gula pereduksi per menit pada kondisi pengujian. Standar glukosa dibuat pada berbagai konsentrasi. Pengukuran aktivitas enzim dilakukan masing-masing tiga kali pengulangan untuk setiap sampel. Absorbansi masing-masing larutan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis Genesis 10S pada panjang gelombang 575 nm. Data aktivitas enzim selulolitik yang diperoleh dari percobaan ini dianalisis secara statistik dengan Anova dan dilanjutkan dengan uji DuncanAos New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %. Kadar glukosa(AAg. mLOe1 ) Aktivitas enzim(U. mLOe1 ) ) = Oe1 Mr glukosa(AAg. AAmol ) x waktu inkubasi . x volume enzim. L) Hasil dan Pembahasan Seleksi Bakteri Endofit Selulolitik Bakteri endofit yang tumbuh pada media padat selektif selulase adalah bakteri yang mampu menghasilkan enzim selulolitik dan dari 24 isolat yang di seleksi hanya ada dua isolat yang tidak tumbuh dan datanya dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Aktivitas Selulolitik dari isolat bakteri endofit Received: 31 Januari 2022. Accepted: 19 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Kode Isolat Seleksi Aktivitas selulolitik ( x 10AA ) U/mL LBKURCC332 572 A0. C10 LBKURCC333 159 A0. C11 LBKURCC334 311 A0. C12 LBKURCC335 126 A0. C13 LBKURCC336 12 A0. C14 LBKURCC337 37 A0. C15 LBKURCC338 Tidak di deteksi C16 LBKURCC339 15 A0. C17 LBKURCC340 53 A0. C18 LBKURCC341 Tidak di deteksi C19 LBKURCC342 66 A0. C20 LBKURCC343 80 A0. C21 LBKURCC344 22 A0. C22 LBKURCC345 344A0. C23 LBKURCC346 423A0. C24 LBKURCC347 255 A0. C25 LBKURCC348 143 A0. C26 LBKURCC349 271 A0. C27 LBKURCC350 293 A0. C28 LBKURCC351 203A0. C29 LBKURCC352 282A0. C30 LBKURCC353 384A0. C31 LBKURCC354 243A0. C32 LBKURCC355 214A0. Catatan: pangkat huruf yang tidak sama menyatakan berbeda nyata pada tingkat 5% . Ou0,. Data pada Tabel 2. menginformasikan bahwa dari 22 isolat, ada 3 kelompok isolat dengan aktivitas sebagai berikut: kelompok ke-1, 3 isolat mempunyai aktivitas enzim selulolitik relatif lebih tinggi dari isolat lainnya yaitu berturut-turut C9. C23 dan C30 dengan aktivitas selulolitiknya 572 x 10AA A 0. 0069 > 423 x 10AA A 0. 0027 > 384 x 10AA A 0. 0003 dan secara statistik data ini berbeda secara nyata. Kelompok ke-2 adalah isolat C-22 aktivitas enzimnya 344 x 10AA A 0. 0001, tidak berbeda nyata dengan isolat C-11. C-24. C26. C-27. C-28. C-29. C-31. C-32. Kelompok ke-3 aktivitas selulolitik isolat C-10 sebesar 159 x 10-4 A 0,0002 U/mL yang tidak berbeda nyata dengan isolat C-12 dan C-25. Kelompok ke-4 adalah isolat C-20 aktivitas enzimnya sebesar 80 x 10-4 A 0,0001 U/mL tidak berbeda nyata dengan isolat C-13. C-14. C-16. C-17. C-19, dan C-21. Aktivitas senzim selulolitik yang dihasilkan dihitung berdasarkan jumlah gula pereduksi yang terbentuk dari proses hidrolisis substrat carboxymethyl cellulose (CMC) oleh enzim selulolitik. Satu unit (U) aktivitas enzim didefenisikan sebagai banyaknya AAmol gula pereduksi hasil 1 mL enzim permenit. Data aktivitas selulolitik ini dapat dilhat dalam bentuk grafik pada Gambar 1. Received: 31 Januari 2022. Accepted: 19 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon aktivitas selulase ( x 10AA U. mLAA) C-9 C-10 C-11 C-12 C-13 C-14 C-16 C-17 C-19 C-20 C-21 C-22 C-23 C-24 C-25 C-26 C-27 C-28 C-29 C-30 C-31 C-32 Kode isolat Gambar 1. Grafik aktivitas enzim selulolitik. Seleksi Bakteri Endofit Selulolitik Isolat bakteri endofitik yang diidentifikasi potensinya menghasilkan enzim selulolitik, berasal dari akar tumbuhan mangrove spesies Ceriops tagal (Per. Rob dari Dermaga Sei Pakning dan Pantai Tenggayun. Kabupaten Bengkalis. Riau. Bakteri yang mampu menghasilkan enzim selulase dapat juga disebut dengan kelompok bakteri selulolitik. Enzim selulase yang diproduksi oleh bakteri selulolitik pada umumnya merupakan enzim ekstraseluler (Saropah et al. , 2. Bakteri akan mensintesis enzim selulase selama dia tumbuh pada media selektif selulase (Yogyaswari et al. , 2. Pada penelitian ini untuk menyeleksi adanya aktivitas enzim ekstraseluler yang dihasilkan oleh bakteri endofit ini, dilakukan dengan cara meinokulasikan bakteri ke permukaan media padat yang mengandung CMC 1% dan kemudian diinkubasi pada suhu 37 AC selama 24 jam. Hasil Seleksi dari 24 bakteri endofit di dalam media padat selektif yang mengandung CMC 1% sebagai sumber karbonnya, ternyata ada 22 isolat yang dapat hidup, sedangkan 2 lainnya tidak hidup yaitu C-15 dan C-18 dan isolat ini diduga tidak mampu menghasilkan enzim selulolitik. Dua puluh dua . bakteri yang tumbuh pada media selektif ini, karena menghasilkan enzim selulolitik dan enzim ini selanjutnya akan menghidrolisis CMC pada media menjadi glukosa dan kemudian glukosa ini akan digunakan sebagai sumber karbon selama pertumbuhan berlangsung. Hal ini di konfirmasi oleh pernyataan (Nurrochman, 2. , bahwa bakteri selulolitik merupakan bakteri yang dapat menghidrolisis kompleks selulosa menjadi oligosakarida yang lebih kecil dan akhirnya menjadi glukosa. Glukosa tersebut digunakan sebagai sumber nutrisi dan karbon bagi pertumbuhan mikroba tersebut (Retno & Nuri, 2. Menurut (Hidayat, 2. , bakteri endofit pada tumbuhan umumnya berasal dari akar dan selanjutnya menyebar melalui jaringan xylem ke berbagai organ lain. Mekanisme bakteri endofit masuk ke dalam jaringan tanaman yaitu bakteri akan menempel pada permukaan tanaman dan melakukan penetrasi melalui luka, ruang intraseluler (Compant et al. , 2. atau dengan cara menghidrolisis tumbuhan yang kaya akan selulosa dengan bantuan enzim selulase (Kaga et al. , 2. Ke-22 isolat bakteri endofit yang positif tumbuh pada media padat CMC 1% diduga masuk ke dalam jaringan tumbuhan mangrove dengan cara mendegradasi selulosa dinding sel tumbuhan dengan bantuan enzim selulolitiknya. Pada saat melakukan penetrasi ke dalam jaringan tumbuhan enzim selulolitik akan mendegradasi dinding sel tumbuhan yang mengandung selulosa. Keberadaan ke dua isolat C-15 dan C-18 di Received: 31 Januari 2022. Accepted: 19 Juni 2022 - Jurnal Photon Vol. 12 No. DOI : https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon akar, dapat terjadi masuk ke dalam jaringan mangrove Ceriops tagal (Per. Rob melalui jaringan tumbuhan yang terbuka atau luka dan bukan karena adanya aktivitas selulase atau terjadinya penetrasi ke dalam jaringan tumbuhan karena jaringan dari dinding sel tumbuhan yang mengandung selulosa sudah rusak atau luka sehingga bakteri ini mudah masuk ke dalam jaringan tumbuhan mangrove. Produksi dan Uji Aktivitas Enzim Selulolitik Produksi enzim selulolitik dari isolat bakteri endofit ini dilakukan dalam media produksi cair menggunakan substrat CMC 1% sebagai sumber karbohidrat dan sekaligus sebagai induser. Enzim selulolitik/selulase pada umumnya merupakan jenis enzim ekstraseluler sehingga enzim yang dihasilkan berada dalam media produksi dan dengan mudah dapat dipisahkan dari sel dengan cara sentrifugasi. Ekstrak kasar enzim diperoleh dengan cara mensentrifugasi media produksi dalam keadaan dingin . AC) yang bertujuan agar enzim tidak terdenaturasi. Supernatan yang diperoleh kemudian disaring filter glass fiber (Whatman GF/C) agar ekstrak kasar enzim terpisah dengan susbtrat yang masih terdapat dalam Data aktivitas selulolitik pada Tabel 2. dan Gambar 1. setelah diuji secara statistic dengan metode Duncan jarak berganda, ternyata dari 22 isolat bakteri endofit dari akar mangrove Ceriosptagal (Per. Rob diperoleh ada 3 isolat yang aktivitas enzimnya relatif lebih tinggi dibandingkan isolat lainnya. Tiga isolat ini aktivitas selulolitiknya berbeda secara nyata dengan isolat yang lain yaitu isolat C-9. C-23 dan isolat C-30 dengan aktivitas selulolitik berturut-turut 572 x 10-4 A 0,0069U/mL, 423 x 10-4 A 0,0027U/mL, dan 384 x 10-4 A 0,0003 U/mL, sedangkan kelompok isolat lainnya yang aktivitas selulolitiknya secara statistik tidak berbeda nyata yaitu. isolat C-22 dengan aktivitas selulolitik sebesar 344 x 10-4 A 0,0001 U/mL tidak berbeda nyata dengan aktivitas isolat C-11. C-24. C-26. C-27. C-28. C-29. C-31. C-32. Kelompok lainnya yaitu isolat C-10 aktivitas enzim selulotiknya sebesar 159 x 10-4 A 0,0002 U/mL yang tidak berbeda nyata dengan isolat C-12, dan C-25. Selanjutnya kelompok isolate dengan aktivitas terendah yaitu isolat C20 sebesar 80 x 10-4 A 0,0001 U/mL tidak berbeda nyata dengan isolat C-13. C-14. C-16. C-17. C-19, dan C21. Ketiga isolat yang memiliki aktivitas selulolitik tertinggi yaitu C-9. C-23 dan C-30 dengan aktivitas selulotik yang berbeda secara nyata, dapat diduga bahwa ke-3 isolat ini spesies memang berbeda, sedangkan untuk isolat yang memiliki aktivitas secara statistik tidak berbeda secara nyata, ada beberapa kemungkinan antara lain, pertama isolat ini adalah isolat dengan spisies yang sama, atau spesiesnya berbeda tapi menghasilkan enzim selulolitik dengan aktivitas yang sama, oleh karena itu perlu dilakukan analisis botaninya untuk memastikan apakah isolat ini berbeda atau sama spesiesnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa hasil seleksi dari 24 isolat bakteri endofit dari akar tumbuhan mangrove Ceriops tagal (Per. Rob. pada media selektif diperoleh 22 isolat hidup positif menghasilkan enzim selulase dan aktivitas enzim selulase 3 tertinggi dari 22 isolat berturut-turut adalah isolat C-9 sebesar 572 x 10-4 A 0,0069 U/mL > isolat C23 sebesar 423 x 10-4 A 0,0027 U/mL> isolat C-30 sebesar 384 x 10-4 A 0,0003 U/mL aktivitas berbeda nyata dengan isolat yang lainnya. Daftar Pustaka