RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT MENGGUNAKAN METODE TOPSIS PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA TEGALMENGKEB I Dewa Putu Ade Permana Putra . Komang Tri Werthi . I Nyoman Purnama . Program Studi Sistem Informasi Akuntansi . Program Studi Sistem Informasi . STMIK Primakara. Denpasar. Bali. Adepermana83@gmail. ABSTRACT One organization that can utilize information technology to support its business activities is the Village Credit Institution. A credit that is given is said to be of customer quality to pay off the credit on time. However, if the LPD is unable to recover the principal installments of the loan, credit risk arises. This occurs because the decision making by the analysis staff always has a lot of stock, such as ineffective decision-making processes, human error, and collusion between prospective customers and LPD employees. In connection with the problems that occurred in the case of the Village Credit Institution, it is necessary to have a decision support system for credit granting at the Tegalmengkeb Village Credit Institution. The method that can be used is Technique For Order Preference By Similitary To Ideal Solution. The credit support system that will be created is in the form of a website-based system, where this credit support system can provide recommendations to LPD employees to select customers who deserve credit. Keywords: decision support system, credits. TOPSIS method. ABSTRAK Salah satu organisasi yang dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan usahanya adalah Lembaga Perkreditan Desa. Suatu kredit yang diberikan dikatakan bermutu apabila nasabah melunasi kredit tepat waktu. Namun, jika LPD tidak dapat memperoleh kembali cicilan pokok dari pinjaman yang diberikan maka muncul resiko kredit. Hal tersebut terjadi karena dalam pengambilan keputusan yang di lakukan oleh staf penganalisis selalu memiliki banyak kendala, seperti proses pengambilan keputusan yang tidak efektif, human error, dan adanya kolusi antara calon nasabah dengan pegawai LPD. Sehubugan dengan permasalahan yang terjadi dalam kasus Lembaga Perkreditan Desa tersebut diperlukan adanya sebuah sistem pendukung keputusan pemberian kredit pada Lembaga Perkreditan Desa Tegalmengkeb. Metode yang dapat digunakan adalah metode Technique For Order Preference By Similitary To Ideal Solution. Sistem pendukung pemberian kredit yang akan dibuat berupa sistem yang berbasis website, dimana dengan adanya sistem pendukung pemberian kredit ini dapat memberikan rekomendasi kepada pegawai LPD untuk memilih nasabah yang layak mendapatkan kredit. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing pada setiap fungsi-fungsi yang terdapat pada sistem ini, dimana hasil pengujian menunjukkan semuanya sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci : sistem pendukung keputusan, kredit, metode TOPSIS. 481 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 7. Nomor 3. Oktober 2021 PENDAHULUAN Teknologi informasi saat ini berperan dalam pemecahan masalah guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas suatu perusahaan atau organisasi. Tidak hanya itu, teknologi infor-masi juga dapat mempermudah dan mempercepat suatu proses bisnis di suatu perusahaan atau organisasi. Salah satu organisasi yang dapat memanfaatkan teknologi informasi un-tuk mendukung kegiatan usahanya adalah Lembaga Perkreditan Desa. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) keberadaannya diper-lukan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat adat Krama Desa Pakraman. Lembaga perkreditan desa telah memberikan manfaat ekonomi, sosial dan budaya kepada Krama Desa Pakraman, perlu ditingkatkan pengelolaannya sebagai lem-baga keuangan milik desa. Dalam Pasal 1 angka 9 Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa sebagaimana telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2002 tentang Lembaga Perkreditan Desa menyatakan bahwa Lembaga Perkreditan Desa adalah lembaga keuangan milik Desa Pakraman yang berkedudukan di wewidangan Desa Pakraman. Salah satu pelayanan dari Lembaga Perkreditan Desa ada-lah memberikan kredit berupa pinjaman berupa dana kepada nasabah. Kredit artinya kepercayaan dari kreditur . emberian pinjama. bahwa debiturnya . enerima pin-jama. akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai dari perjanjian kedua belah pihak . Begitu juga di Lembaga Perkreditan Desa Tegalmengkeb Kelod memberikan pelayanan berupa kredit ke nasabah. Suatu kredit yang diberi-kan dikatakan bermutu apabila nasabah melunasi kredit tepat waktu. Namun, jika LPD tidak dapat memperoleh kembali ci-cilan pokok dari pinjaman yang diberikan maka muncul resi-ko kredit. Hal tersebut terjadi karena dalam pengambilan keputusan yang di lakukan oleh staf penganalisis . selalu memiliki banyak kendala, seperti proses pengambilan keputusan yang tidak efektif, human error, dan adanya kolusi antara calon nasabah dengan pegawai LPD. Sehubugan dengan permasalahan yang terjadi dalam kasus Lembaga Perkreditan Desa tersebut diperlukan adanya sebuah sistem pendukung keputusan pemberian kredit pada Lembaga Perkreditan Desa Tegalmengkeb. Metode yang dapat digunakan adalah metode Technique For Order Preference By Similitary To Ideal Solu-tion (TOPSIS). TOPSIS merupakan metode pendukung keputusan yang didasarkan pada konsep berikut: alternatif terbaik bukan han-ya jarak terpendek dari solusi ideal positif, tetapi juga jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Konsep ini banyak digunakan untuk memecahkan masalah pengambilan keputusan praktis. Konsepnya sederhana dan mudah dipahami, kemampuan untuk mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan dalam bentuk ma-tematis yang sederhana . Dengan adanya masalah yang terjadi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) khususnya di desa Tegalmengkeb Kelod. Sistem pendukung pemberian kredit yang akan dibuat berupa sistem yang berbasis website, dimana dengan adanya sistem pendukung pemberian kredit ini dapat memberikan rekomendasi kepada pegawai LPD untuk memilih nasabah yang layak mendapatkan kredit. TINJAUAN PUSTAKA Lembaga Perkreditan Desa Lembaga Perkreditan Desa (LPD) adalah Lembaga yang didirikan oleh desa adat dan berfungsi sebagai wadah kekayaan desa adat yang melaksanakan fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa adat di Bali. Dalam mencapai tujuannya. LPD tidak semata menggunakan modal sosial da-lam struktur pengendaliannya . Menurut Peraturan Daerah Propinsi Bali No. 8 Tahun 2002 Tentang Lembaga Perkreditan Desa. LPD sebagai salah satu wadah kekayaan desa, menjalankan fungsinya dalam bentuk usaha-usaha kearah peningkatan taraf hidup krama desa dan dalam kegiatan menunjang pembangunan desa. Usaha-usaha LPD dilakukan dengan tujuan untuk: Putra. Werthi. Purnama. Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan PemberianA482 Mendorong desa melaui kegiatan menghimpun dana dalam bentuk ta-bungan dan deposito dari krama desa. Memberantas ijin, gadai gelap dan lain-lain yang dapat dipersamakan dangan itu. Menciptakan pemerataan kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja bagi krama desa. Meningkatan daya beli dan melancarkan lalu lintas pembayaran dan peredaran uang di desa . Kredit Kredit adalah uang atau tagihan . etara dengan uan. yang diberikan berdasarkan perjanjian pinjaman antara bank dengan pihak lain, dalam hal ini peminjam wajib melunasi utang dengan bunga yang telah ditentukan setelah jangka waktu tertentu . Berikut unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian kredit: Kepercayaan, permohonan kredit yang akan diberikan persyaratan yang disepakati bersama. Agunan, setiap kredit yang diberikan selalu disertai dengan barang yang dapat menjamin bahwa kredit yang diterima debitur akan lunas sehingga meningkatkan kepercayaan bank. Jangka waktu, pengembalian kredit didasarkan pada periode tertentu yang ditentukan, setelah jatuh tempo kredit harus sudah dilunasi. Risiko, jangka waktu pengembalian kredit termasuk risiko secara sengaja atau tidak sengaja, tertunda atau gagal membayar angsuran kredit, dan risiko ini menjadi beban bank. Bunga bank, setiap pinjaman selalu disertai dengan imbalan yang harus dibayarkan oleh calon debitur berupa bunga yang merupakan keuntungan yang diperoleh Sistem Pendukung Keputusan Sistem merupakan sistem informa-si interaktif berbasis komputer yang menggunakan berbagai model untuk mengolah data guna menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur sehingga dapat memberikan informasi yang dapat digunakan oleh pengambil keputusan untuk mengambil keputusan. Dalam sistem pendukung keputusan, kombinasi sumber daya intelektual dan keterampilan kom-puter seseorang dapat membantu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan adalah proses memilih tindakan dari berbagai alternatif, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai . Proses pengambilan keputusan terdiri dari empat fase . , yaitu: Penelusuran (Intelligenc. : Tahapan ini merupakan tahapan pendefinisian masalah dan penentuan infor-masi terkait masalah yang dihadapi dan pengambilan keputusan. Perancangan (Desig. : Tahapan ini merupakan proses penyajian model sistem berdasarkan asumsi yang te-lah ditentukan Pada tahap ini, model masalah akan dibuat, diuji, dan diverifikasi. Pemilihan (Choic. Tahapan merupakan proses pengujian dan pemilihan keputusan terbaik berdasar-kan kriteria tertentu yang telah ditentukan dan akhirnya mencapai tujuan. Implementasi (Implementatio. : Tahapan ini meru-pakan tahapan dimana keputusan telah dilaksanakan. Pada tahap ini, perlu dikembangkan serangkaian tin-dakan yang direncanakan agar hasil keputusan dapat dimonitor dan disesuaikan jika diperlukan Technique For Order Preference By Similitary To Ideal Solution (TOPSIS) TOPSIS dilihat dari segi geometris Euclidean, salah satu metode pengambilan keputusan multi kriteria atau alternatif pilihan adalah metode alternatif yang memiliki jarak terkecil dari solusi ideal positif dan jarak terbesar dari solusi ideal negatif. Namun, alternatif dengan jarak terkecil dari solusi ideal positif tidak harus jarak terbesar 483 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 7. Nomor 3. Oktober 2021 dari solusi ideal negatif. Oleh karena itu. TOPSIS mempertimbangkan jarak ke solusi ideal positif dan jarak ke solusi ideal negatif. Solusi terbaik dalam metode TOPSIS diperoleh dengan menentukan jarak relatif antara solusi alternatif dan solusi ideal positif. TOPSIS akan memberikan rangking terhadap alternatif berdasarkan nilai prioritas dari kedekatan relatifnya dengan solusi ideal Alternatif-alternatif yang telah dirangking kemudian dijadikan sebagai referensi bagi pengambil keputusan untuk memilih solusi terbaik yang diinginkan . Metode ini banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan. Secara umum, prosedur dari metode TOPSIS termodifikasi mengikuti langkahlangkah sebagai berikut . Menentukan matriks keputusan yang ycuycnyc ycycnyc = ocyco ycn=1 ycuycnyc Keterangan: ycycnyc : Nilai data ternormalisasi berdasarkan tiap kinerja dari setiap altrnatif. ycuycnyc : Nilai berdasarkan tiap kriteria dari setiap R : Matriks keputusan ternormalisasi i : 1,2,An merupakan jumlah alternative . j : 1,2,An merupakan jumlah alternatif . Berdasarkan persamaan di atas akan diperoleh matriks ternormalisasi (R) yaitu : Menghitung solusi ideal positif dan solusi ideal negative ycIyc = . c1 ,A,ycycu } = { ycoycaycoycycn ycycnyc , yc OO yaA ycoycnycuycn ycycnyc , yc OO ya ycIycOe = . c1Oe ,A,ycycuOe } = { ycoycaycoycycn ycycnyc , yc OO yaA ycoycnycuycn ycycnyc , yc OO ya Keterangan : ycyc : solusi ideal positif berdasarkan kriteria ycycOe : solusi ideal negative berdasarkan kriteria J : 1,2,An merupakan jumlah kriteria ycIyc : solusi ideal positif terhadap kriteria ke -j ycIycOe : solusi ideal negatif terhadap kriteria ke- j B : himpunan kriteria yang bersifat benefit C : himpunan kriteria yang bersifat cost Menghitung jarak antara nilai setiap alternative dengan matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negative. yaycn = ocycuyc=1 ycOyc . cycnyc Oe ycyc ) yaycnOe = ocycuyc=1 ycOyc . cycnyc Oe ycycOe ) Keterangan : i : 1,2,. m merupakan jumlah alternative j : 1,2,. n merupakan jumlah kriteria yaycn : jarak setiap alternatif dari solusi ideal positif (Sj ) yaycnOe : jarak setiap alternatif dari solusi ideal negatif (Sj-) ycOyc : nilai bobot kriteria ke Ae j ycycycn : nilai data ternormalisasi berdasarkan tiap kriteria dari setiap alternative Meghitung nilai coseness coficient untuk setiap alternatif. Tahap akhir dari metode TOPSIS adalah mencari nilai closeness coefficient yang merupakan nilai prefensi untuk setiap Nilai closeness coefficient diperoleh dari nilai jarak setiap alternative dari solusi ideal negatif . aycnOe ) dibagi dengan penjumlahan nilai jarak setiap alternative dari solusi ideal negatif . aycnOe ) dan solusi ideal positif yaycn seperti pada persamaan : Putra. Werthi. Purnama. Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan PemberianA484 yayaycn = yaycnOe Oe yaycn Oe yaycn Keterangan : 1,2,Am yayaycn : kedekatan tiap alternative terhadap solusi ideal yaycn : jarak Lternatif Ai dengan solusi ideal yaycn : jarak alternative Ai dengan solusi ideal Selanjutnya nilai dari clones coefficient digunakan untuk menetukan perengkingan dari alternatif dimana alternative dengan nilai CC terbesar merupakan solusi yang terpilih. Konsep Website Word Wide Web . atau biasa disebut dengan web, merupakan salah satu sumber daya internet yang berkembang pesat. Informasi web disebarkan melalui metode hypertext . etode menghubungkan berbagai dokumen di Interne. , yang memungkinkan teks pendek digunakan sebagai referensi untuk membuka dokumen lain . METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif Dimana dalam penelitian ini model digunakan adalah Linear Sequential Model (LSM). Pengembangan perangkat lunak dengan model LSM ini lebih efisien, penyelesaian satu set kegiatan menyebabkan dimu-lainya kegiatan berikutnya, karena prosesnya secara mengalir dari satu tahap ke tahap lainnya dalam mode ke bawah . Adapun tahapan-tahapan perancangan sistem menggunakan metode Linear Sequential Model (LSM) adalah sebagai berikut : Gambar 1. Linear Sequential Model (LSM) Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan data flow diagram (DFD) yang dapat digambarkan pada diagram konteks sebagai Gambar 2. Diagram Konteks Dalam pendukung keputusan pemberian kredit dengan menggunakan metode TOPSIS terdapat beberapa entitas yaitu pegawai, nasabah, dan kepala kantor. Pegawai dapat memasukkan data user, bobot kriteria dan data Nasabah dapat memasukkan data nasabah ke dalam sistem, sedangkan kepala menggunakan TOPSIS dan menerima laporan 485 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 7. Nomor 3. Oktober 2021 IMPLEMENTASI SISTEM Hasil Penelitian Berikut ini penjelasan dari hasil yang dilakukan pada penelitian tentang sistem pendukung keputusan pemberian kredit menggunakan metode TOPSIS pada Lembaga Perkreditan Desa Tegalmengkeb. Halaman Master User Pada halaman master user terdapat beberapa menu yai-tu: menampilkan data, menambah, update, dan hapus data barang. Tampilan halaman data user dapat dilihat pada Halaman Login Admin Pada halaman Login terdapat beberapa komponen yai-tu: input untuk memasukkan username dan password, serta tombol Login. Tampilan halaman Login dapat dilihat pada Gambar 5. Tampilan Halaman Master User Halaman Master Bobot Kriteria Pada halaman master bobot kriteria terdapat beberapa menu yaitu: menampilkan data, menambah, update, dan ha-pus data bobot kriteria. Tampilan halaman data bobot dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 3. Tampilan Halaman Login Halaman Utama Admin Pada halaman utama admin terdapat beberapa menu yaitu: home, master data . erdiri atas master user, master bobot kriteria, dan master nasaba. TOPSIS Proses . erdiri atas set nilai alternatif, perhitungan TOPSIS, dan hasil rekomendas. , serta menu untuk Tampilan halaman utama admin dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4. Tampilan Halaman Utama Gambar 6. Tampilan Halaman Master Bobot Kriteria Halaman Master Nasabah Pada halaman master nasabah terdapat beberapa menu yaitu: menampilkan data, menambah, update, dan hapus data nasabah. Tampilan halaman data nasabah dapat dilihat pada gambar 7. Putra. Werthi. Purnama. Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan PemberianA486 Halaman Hasil Rekomendasi Pada halaman hasil rekomendasi terdapat menu untuk menampilkan hasil rekomendasi dari perhitungan menggunakan metode TOPSIS. Tampilan halaman hasil rekomendasi dapat dilihat pada gambar 10. Gambar 7. Tampilan Halaman Master Nasabah Halaman Set Data Alternatif Pada halaman set data alternatif terdapat menu yaitu: menambah data nilai alternatif dari masing-masing kriteria yang dimiliki oleh pelanggan. Tampilan halaman set data alternatif dapat dilihat pada gambar 8. Gambar 8. Tampilan Halaman Set Data Alternatif Halaman Perhitungan TOPSIS Pada halaman perhitungan TOPSIS terdapat menu untuk menampilkan hasil perhitungan SPK menggunakan metode TOPSIS. Tampilan halaman perhitungan TOPSIS dapat dilihat pada gambar 9. Gambar 10 Tampilan Halaman Hasil Rekomendasi Pengujian Rank Consistency Untuk mengetahui tingkat konsistensi rekomendasi menggunakan metode TOPSIS, maka dilakukan dilakukan pengujian rank consistency dengan membandingkan hasil rekomendasi patokan . enggunakan 3 alternati. dengan hasil rekomendasi yang telah ditambahkan 1 alternatif . enggunakan 4 alternati. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali dengan menambahkan 1 kriteria baru dengan nilai bobot sama dengan salah satu kriteria awal. Hasil perhitungan rekomendasi awal dengan 3 alternatif ditampilkan pada gambar grafik di bawah ini: Gambar 11 Hasil Rekomendasi Awal Pengujian menambahkan satu data kriteria baru dengan nama Ni Ketut Anita 2, sehingga hasilnya Gambar 9 Tampilan Halaman Perhitungan TOPSIS 487 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 7. Nomor 3. Oktober 2021 Gambar 12 Hasil Rekomendasi setelah Ditambahkan Ni Ketut Anita 2 Pengujian menambahkan satu data kriteria baru dengan nama Dewa Kusuma Wijaya 2, sehingga hasilnya menjadi : Gambar 13 Hasil Rekomendasi setelah Ditambahkan Dewa Kusuma Wijaya 2 Pengujian menambahkan satu data kriteria baru dengan nama Dewa Ari Satya 2, sehingga hasilnya Gambar 14 Hasil Rekomendasi setelah Ditambahkan Dewa Ari Satya 2 Berdasarkan menunjukkan bahwa hasil perhitungan rekomendasi dengan metode TOPSIS sebelum dilakukan penambahan alternatif dan hasil perhitungan setelah dilakukan penambahan alternatif memiliki hasil yang sama. Ni Ketut Anita tetap menempati peringkat pertama dan Dewa Ari Satya menempati posisi terakhir. Meskipun nilai preferensi berubah, tetapi tidak mengubah peringkat alternatif. Jadi dapat dikatakan bahwa penerapan metode TOPSIS pada sistem pendukung keputusan pemberian Lembaga Perkreditan Desa Tegalmengkeb Kelod memiliki tingkat konsistensi yang baik karena tidak menghasilkan rank reversal pada saat pengujian rank consistency. SIMPULAN Hasil dari rancang bangun sistem pendukung keputusan pemberian kredit menggunakan metode TOPSIS ini menghasilkan beberapa menu, yaitu : menu master data, menu set data alternatif, perhitungan menggunakan TOPSIS, dan hasil rekomendasi. Pengujian yang dilakukan menggunakan metode rank consistency yaitu dengan membandingkan hasil rekomendasi patokan . enggunakan 3 alternati. dengan hasil rekomendasi yang telah ditambahkan 1 alternatif . enggunakan 4 alternati. memiliki tingkat konsistensi yang baik karena tidak menghasilkan rank reversal pada saat pengujian rank consistency. DAFTAR PUSTAKA