Journal of Humanities Community Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat JHCE Vol. 1 No. Desember 2023, hal. 2986-9986 (ISSN Onlin. | 2988-4756 (ISSN Prin. COACHING MODEL TO BUILD ENTREPRENEURSHIP AMONG YOUTH UNEMPLOYMENT MODEL COACHING UNTUK MEMBANGUN ENTREPRENEURSHIP DI KALANGAN PEMUDA PENGANGGURAN Syamsul Hadi1*. Tanzil Huda2. Insan Wijaya3. M Iwan Wahyudi4 Program studi Agribisnis. Universitas Muhammadiyah Jember. Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Inggri. Universitas Muhammadiyah Jember. Indonesia Program studi Agroteknologi. Universitas Muhammadiyah Jember. Indonesia Email: syamsul. hadi@unmuhjember. id1, tanzil_huda@yahoo. com2, insankarimata@yahoo. wahyudi@unmuhjember. *Penulis koresponden NO WhatssApp Aktiv Penulis (Wajib di is. : 08124000039 Recieve: 18 Mei 2023 Reviewed: 11 September 2023 Accepted: 25 Nopember 2023 Abstract: Partners often try to start building productive business, but empowerment still weak due to limited knowledge, skills, health insurance capital, technology and markets. The purpose of this program is to create a new young entrepreneurs reliable, independent and competitive among the youth unemployment. The method that used to solve the problems of these partners through the facilitation of productive economic activity based micro-scale engineering model of coaching in the form of technological and social skills through training with a participatory approach, stimulus funding and mentoring . upervision, monitoring and evaluatio. Result of the evaluation of the program show that the impact of the program on the social aspects of both partners is the entrepreneurial spirit is getting stronger which can be measured in absolute numbers with Likert scale indicates the value of a score of 3. so it can be concluded that both partners have an entrepreneurial spirit by 75%. The impact of technological engineering shows that partners have been able to increase the procurement of oyster mushroom baglog even by purchasing, increasing turnover and expanding their marketing reach and have even diversified their business in the form of selling oyster mushroom satay. As for the impact of other social engineering is both partners have started to master the techniques of business management reasonably well and being able to access market information, read the market opportunities, technology innovations through the internet facility and has begun marketing management including control of simple bookkeeping Keyword: Social Engineering. Engineering Technology, and Entrepreneurship Soul Abstrak. Mitra sering kali mencoba untuk mulai membangun usaha ekonomi produktif, namun keberdayaannya masih lemah akibat terbatasnya pengetahuan, keterampilan, askes modal, teknologi dan pasar. Adapun tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan wirausaha muda pemula yang baru yang handal, mandiri dan berdaya saing di kalangan pemuda pengangguran. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan mitra ini melalui fasilitasi kegiatan ekonomi produktif berskala mikro berbasis model coaching berupa rekayasa teknologi dan sosial melalui pelatihan dengan pendekatan partisipatif, pemberian dana stimulus dan pendampingan . upervisi, monitoring & evaluas. Hasil evaluasi atas pelaksanaan program menunjukkan bahwa dampak pelaksanaan program terhadap aspek sosial adalah spirit kewirausahaan kedua mitra semakin kuat yang dapat diukur secara angka mutlak dengan skala likert yaitu menunjukkan nilai skor 3,5 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua mitra memiliki spirit kewirausahaan sebesar 75%. Dampak rekayasa teknologi ditunjukkan bahwa mitra sudah mampu menambah Coaching Model To Build Entrepreneurship Among Youth Unemployment pengadaan baglog jamur tiram meskipun dengan cara membeli, omzet bertambah dan memperluas jangakauan pemasarannya bahkan sudah melakukan deversifikasi usaha berupa berjualan sate jamur tiram. Adapun dampak rekayasa sosial lainnya adalah kedua mitra sudah mulai menguasai teknik manajemen usaha dengan cukup baik dan mampu mengakses informasi pasar, membaca peluang pasar, teknologi inovasi baru melalui fasilitas internet dan manajemen pemasaran termasuk sudah mulai menguasai pembukuan sederhana. Keyword: Rekayasa Sosial. Rekayasa Teknologi, dan Jiwa Kewirausahaan Copyright A 2023. Penulis Syamsul Hadi. Tanzil Huda. Insan Wijaya. M Iwan Wahyudi 32528/jhce. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Upaya penciptaan wurausaha muda yang tangguh memerlukan sinergi dari seluruh pihak, baik kalangan pemerintah sebagai pembentuk kebijakan, kalangan perguruan tinggi sebagai centerfor excellence, dan lembaga-lembaga masyarakat sebagai motor penggerak pengembangan kewirausahaan pemuda. Para pemuda yang sudah berwirausaha namun keber-langsungannya tidak istiqomah . , maka selanjutya perlu dilakukan motivasi melalui penguatan enterpreneurship pada fungsi-fungsi manajemen. Adapun pemuda yang belum terjun ke dalam wirausaha atau masih sebagai calon wirausaha baru, maka diperlukan sebuah pengkodisian yang startegis, sinergis, efektif dan kondusif. Banyak program pemerintah atau perguruan tinggi yang ada saat ini baru sampai pada tahapan tersebut, yaitu membentuk wirausaha baru. Akan tetapi justru dalam perjalanannya belum dilakukan intervensi pendampingan . agar dapat berjalan berkesinambungan (Menpora, 2. Kondisi di atas menjadi peluang terbuka bagi terciptanya wirausaha baru dari kalangan pemuda yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Jember seperti di Kecamatan Jenggawah. Mereka bukan tidak mau berusaha dan bekerja, namun kondisi yang tidak kondusif untuk beraktivitas secara ekonomi. Mereka hanya butuh sentuhan motivasi dari berbagai pihak untuk menerima spirit wirausaha dan menfasilitasinya menjadi seorang wirausaha muda pemula yang handal, mandiri dan berdaya saing. Indikasinya antara lain bila ditawari pekerjaan mereka mau bekerja meskipun disguised unemployment atau keadaan setengah menganggur . yang terletak antara full employment dan sama sekali Pengertian yang digunakan ILO tentang Underemployment yaitu perbedaan antara jumlah pekerjaan yang betul dikerjakan seseorang dalam pekerjaannya dengan jumlah pekerjaan yang secara normal mampu dan ingin dikerjakannya (Bagus, 2. Program - program yang diinisiasi oleh pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi & UMKM. Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Permodalan. Dinas Pemuda dan Olahraga dan Disnakertrans & BLKI, merupakan upaya untuk memfasilitasi dan membina serta mendorong terciptanya wirausahawan baru terutama di kalangan pemuda. Keberadaan beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Jember menjadi variabel penting dalam melakukan fasilitasi dan mendukung upaya pemerintah dalam terciptanya kondisi dimaksud. Sinergitas antar lembaga tersebut selama ini memang belum tampak dibangun secara inten dan serius. Tetapi melalui program IbM ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan pengembangan pemuda dalam upaya menciptakan wirausahawan muda pemula baru yang handal dan mandiri secara ekonomi. Permasalahan yang dialami oleh pemuda pengangguran antara lain sering mencoba untuk mulai membangun usaha ekonomi produktif, namun keber-dayaannya masih lemah. Keterampi-lan berproduksi termasuk dalam pengelolaan usaha rendah, modal awal masih sangat terbatas. Mereka kesulitan mencari informasi tentang lembaga yang dapat memberikan pinjaman modal dengan jasa lunak tanpa angunan. Namun demikian lokasi usaha untuk membuka usaha ekonomi produktif sudah tersedia berupa lahan pekarangan dan halaman rumah yang strategis. Persoalan lainnya adalah institusi pemerintah dan non pemerintah termasuk kelompok peduli, kurang memiliki perhatian pada fenomena di atas. Program yang dijalankan hanya asalasalan dan tampak bersifat sporadis dan berjalan tanpa kegiatan pendampingan di lapangan. Berdasarkan 97 | JHCE Vol. 1 No. Desember 2023, hal. 2986-9986 (ISSN Onlin. | 2988-4756 (ISSN Prin. Syamsul Hadi. Tanzil Huda. Insan Wijaya. M Iwan Wahyudi konstelasi permasalahan mitra di atas, maka telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang membangun enterpreneurship bagi pemuda untuk menciptakan wirausahawan muda pemula baru yang mandiri dan berdaya saing melalui Model coaching . elatihan dan pendampinga. yang berkelanjutan. METODE Metode pelaksanaan yang digunakan adalah melalui pendekatan seperti partisipatif, pemberdayaan dan Enterpreneurship building untuk membangun jiwa kewirausahaan mitra berbasis model coahing pada aspek produksi dalam hal ini bidang perdagangan dan jasa serta manajemen usaha. Model Coaching memegang prinsip bahwa coachee . rang yang di-coac. secara alamiah kreatif, penuh sumberdaya dan merupakan manusia yang utuh. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengetahui jawaban paling tepat terhadap semua permasalahannya sendiri. Dengan pendekatan ini, coach tidak dilihat selalu sebagai expert . erba tahu dan mempunyai jawaban terhadap semua masala. dalam kehidupan coachee. Coach tidak mengartikulasikan proses pendampingan seperti antara murid dengan guru, akan tetapi dikondisikan sebagai mitra antara teman belajar. Prinsip-prinsip pendekatan demokratisasi, partisipatif, aksptabel, sustainabel, transparansi dan akuntabilitas menjadi landasan dalam menjalankan proses pendampingan agar transformasi knowledge, teknologi dan informasi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Selain prinsip-prinsip tersebut, nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, bersahaja, rendah hati, dan nilai-nilai luhur manusi lainnya dapat menjadi koridor bagi proses pendampingan agar intervensi program dapat berjalan sesuai harapkan dan tujuan program. Salah satu tugas pendamping yang terkait dengan prinsip dan nilai-nilai tersebut dia atas antara lain mengajukan sebuah pertanyaan yang tepat di saat yang tepat agar coachee bisa memulai suatu perjalanan menuju self discovery dan awareness . emahaman dan kesadaran mengenai keadaan diri sendir. dari perspektif baru yang berbeda. Atau dengan kata lain coaching adalah kegiatan kemitraan dengan klien melalui proses memprovokasi pikiran secara kreatif sehingga menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mitra. Menurut ICF (International Coach Federatio. dalam Hadi . bahwa apabila para coachee melaksanakan prinsip-prinsip hasil proses coaching mereka, maka akan menghantarkan kesuksesan mencapai target sebesar 88%. Model ini sangat efisien untuk meningkatkan kinerja bisnis bagi Wirausaha Muda Pemula yang baru terbangun Pendampingan dan Pemberian Dana Stimulan Pada pelaksanaan program. Mitra akan didampingi oleh Tim Pelaksana bersama tenaga pendamping . mahasiswa yang sudah terlatih. Strategi pendampingan pada saat implementasi program di lapangan seperti uraian berikut : Memiliki pemahaman tentang substansi kewirausahaan . Memiliki komitmen yang kuat pada proses pemberdayaan masyarakat. Disiplin, tekun dan tidak kenal menyerah. Bersikap sopan, tegas dan meyakinkan. Menyampaikan segala informasi tentang program secara jelas dan transparan. Guna memberikan motivasi dalam menjalankan program, maka kedua mitra diberikan dana stimulan berupa prasarana dan sarana . ahan dan ala. yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha ekonomi produktif yang baru rintisnya bersama Tim Pelaksana. Maksud pemberian dana stimulan ini adalah memebrikan modal awal untuk merintis usaha yang hendak dijalankan sesuai dengan kesepakatan antara mitra dengan Tim Pelaksana. Dengan modal awal diharapkan kedua mitra dapat dikembangkan sebagai bentuk pemupukan modal selain sebagai income. Supervisi. Monitoring dan Evaluasi Pada tahap ini agar maksud dan tujuan dapat tercapai, maka seiring dengan perkembangannya tidak menutup kemungkinan muncul masalah yang dihadapi oleh mitra di lapangan. Oleh karena itu perlu segera diketahui dan dicarikan pemecahannya, kemudian masalah itu akan segera diatasi sebelum masalahnya semkin Supervisi 98 | JHCE Vol. 1 No. Desember 2023, hal. 2986-9986 (ISSN Onlin. | 2988-4756 (ISSN Prin. Coaching Model To Build Entrepreneurship Among Youth Unemployment Dilakukan oleh pendamping dengan melakukan serangkaian kegiatan pembinaan meliputi : Bimbingan personal, baik melalui konsultasi maupun kunjungan lapangan, bimbingan berkelanjutan melalui diskusi. Monitoring dan Evaluasi Selanjutnya Tim Pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi sekurang-kurangnya dua kali selama program pendampingan berlangsung, yakni pada bulan keempat dan kedelapan. Tujuan kegiatan monev antara lain untuk mengetahui kondisi proses pelaksanaan pendampingan di lapangan dan sekaligus memberikan rekomendasi agar dilakukan upaya perbaikan terhadap kegiatan pendampingan, sehingga diharapkan indikator keberhasilan dapat dicapai sesuai target. Pelaporan Tenaga pendamping wajib melaporkan secara tertulis sesuai dengan petunjuk penyusunan laporan atas hasil pendampingannya termasuk di dalamnya progress perkembangan usaha kerajinan mitra yang meliputi laporan bulanan dan laporan akhir pendampingan. Pengukuran Capaian Indikator Keberhasilan Pada tahapan ini dilakukan selama proses pendampingan berlangsung secara bersamaan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi. Adapun yang diukur dalam capaian inikator keberhasilan program meliputi perubahan perilaku kedua mitra seperti kinerja jiwa kewirausahaan, omzet penjualan dan perubahan pendapatan yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Pelaksanaan Program Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Sejak tanggal 25 April 2014 tahapan persiapan pelaksanaan kegiatan IbM ini sudah dilaksanakan, yaitu dimulai dari rapat koordinasi tim pelaksana untuk merancang pola dan mekanisme kegiatan. Pada agenda ini tim bersepakat membagi tugas kegiatan dengan melibatkan mahasiswa untuk pelaksanaan di lapangan yang dirancang berjalan selama 8 bulan. Koordinasi dengan Pihak Terkait dan Sosialisasi Selanjutnya tim melakukan koordinai pada mitra untuk agenda sosialisasi program IbM ini yaitu pada tanggal 30 Apri 2016 kepada mitra budidaya jamur tiram dan pada tanggal 04 Mei 2016 juga dilanjutkan berkoordinasi dengan mitra Jasa Perbengkelan dan penjualan BBM dan olie pelumas. Namun mengingat waktu pelaksanaan relatif sempit, maka pada tanggal 09 Mei 2016 melakukan koordinasi persiapan pelaksanaan Tim pelaksana di aula lahan percobaan dan Tim pelaksana pada tanggal 10 Mei 2016 mendampingi perbaikan kios untuk penjualan BBM, olie pelumas. Tembel Ban dan Tambah Angin ban motor. Hal ini dialkukan sejak awalo karena prosesnya yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Demikian pula mulai tanggal 09 Mei 2016 Tim Pelaksanan telah menfasilitasi pembuatan kumbung jamur tiram hingga selesai pada tanggal 24 Mei 2016. Selanjutnya pada tanggal 25 Mei 2016 Tim pelaksana menfaslitasi terhadap pengadaan peralatan jasa perbengkelan dan penjualan BBM dan Olie pelumas. Adapun pengadaan seperangkat kompresor untuk mitra jasa perbengkelan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2016 sebelum pelaksanaan pelatihan kewirausahaan direalisasikan. Pada saat menyerahkan pengadaan barang bantuan dimaksud. Tim pelaksana didampingi oleh tim pendmping mahasiswa agar antara pendamping dengan mitra dapat terjalin hubungan selaras dan harmonis selama pelaksanaan program berlangsung. Kegiatan mendapat respon yang luar biasa dari peserta, karena selama ini belum ada pihak yang berinisiasi dan peduli pada pemuda pengangguran di lingkungannya. Mereka sangat merindukan kegiatan, perhatian, dan kepedulian para stake holders untuk menfasilitasi mereka dalam upaya mengurangi angka pengangguran khususnya di kalangan pemuda. Coaching Tenaga Pendamping Sebelum dimobilisasi, tenaga pendamping terlebih dahulu dilatih . untuk memahami substansi program IbM dan teknis implementasi di lapangan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan program, teknis pendampingan, makna seorang pendam-ping berikut tugas-tugas tenaga pendamping, teknis budidaya jamur tiram, filosofi pemberda-yaan masyarakat dan pola hubungan antara pendamping dengan komunitas yang didam-pinginya. Kegiatan coaching tenaga pendamping ini dilaksanakan pada tanggal 09 Mei 2016. 99 | JHCE Vol. 1 No. Desember 2023, hal. 2986-9986 (ISSN Onlin. | 2988-4756 (ISSN Prin. Syamsul Hadi. Tanzil Huda. Insan Wijaya. M Iwan Wahyudi Pelatihan Kewirausahaan Pelatihan jenis ini diikuti oleh mitra kelompok pemuda pengangguran yang baru taman SLTA dan berminat untuk berwirausaha dan medalami manajemen sebuah usaha khususnya budidaya jamur tiram dan jasa perbengkelan dan berjualan BBM serta Olie Pelumas sepeda motor. Pelatihan ini berlangsung pada tanggal 22 Juni 2016 bertempat di Musholla Al-Kautsar. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 9 orang, dan instruktur dari akademisi sebanyak 4 orang. Meskipun jumlahnya relatif sedikit namun dilakukan secara hikmad dan serius sehingga peserta sasaran . merasa puas dengan pengetahuan yang diterimanya. Pada kegiatan tersebut beberapa media dan alat bantu yang digunakan untuk melakukan transfer knowledge yaitu antara lain: Kertas Plano. Metaplan. LCD dan Layar. Papan Tulis, dengan perlengkapannya Spidol, selotip kertas dan lakban besar. Hasil evaluasi pelatihan disimpulkan bahwa para peserta pelatihan dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik secara kognitif dan bertekad untuk segera membuka sebuah usaha ekonomi produktif dengan spirit wirausaha yang tampak kuat. Selama ini mereka belum pernah mengenal bagaimana cara mengelola pengetahuan manajemen usaha dan pembukuan sederhana. Penerapan Model Jiwa Kewirausahaan (Enterpreneurshi. Dalam upaya penerapan model tersebut, kedua mitra didampingi oleh tim pendamping mahasiswa yang telah disiapkan oleh Tim Pelaksana selama dua bulan pertama sejak diterbitkannya surat kontrak kerja dengan LPPM Unmuh Jember agar kendala atau hambatan dalam proses pelaksanaan program oleh mitra dapat Selain bertujuan untuk mendampingi. Tim Pelaksana hendak mengetahui tingkat kesulitan dalam penerapan model oleh mitra sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan program lebih lanjut dan menggali informasi kemungkinan adanya masukan dan harapan mitra yang lain. Mitra mulai menerapkan program IbM ini yang ditandai dengan mualinya mengoperasikan usaha ekonomi produktifnya sejak 01 Juli 2016 khususnya bagi mitra jasa perbengkelan. Namun demikian bagi mitra budidaya jamur tiram pada tanggal 03 Juli 2016 baru melakukan pengadaan Baglog Jamur Tiram sebanyak 2500 unit @ Rp 2500,- yang didatangkan dari pemasok Solo meskipun di Kabupaten Jember sudah ada produsen baglog jamur tiram, namun harga belinya lebih murah. Khusus bagi mitra jasa perbengkelan, peralatan tembel ban sepeda motor sudah disediakan meskipun sklill operator masih belajar sambil jalan yang dipandu oleh pelatih yang pernah memiliki profesi yang sama yaitu jasa bengkel tambal ban. Hal ini masih menjadi kendala karena tiap kali ada calon konsumen yang membeli BBM, terkadang juga ingin menembel ban bocornya. Adapun untuk tambah angin ban motor berjalan lancar dengan jumlah pelanggan rata-rata 11 kasus per hari pada bulan pertama dan tidak jarang calon pelanggan menyarankan agar tembel ban segera dioperasikan pula. Sementara itu, bagi mitra budidaya jamur tiram tidak ada hambatan yang berarti dalam menjalankan Mengingat pada bulan ke 2 jamur baru bisa berproduksi dan saat Tim pelaksana melakukan monev dan supervisi ke lapangan posisi baglog jamur sudah mulai menunjukkan sporanya tumbuh yang ditandai baglog secara menyeluruh berubah menjadi warna putih, maka sambil menunggu panen tiba mitra mencari calon mitra pemasaran hingga ke luar wilayah kecematan setempat. Selain mencari calon pasar, mitra juga menggali informasi pasar mengenai harga jual di tingkat end user dan pengepul/tengkulak, pedagang besar dan pengecer sebagai referensi dalam menetapkan harga jual produksinya. Hasilnya ditetapkan harga jual bila sudah panen tiba, jamur tiram yang dihasilkan akan dijual Rp 10. 000 s. d Rp 12. 000,- per Kg pada tingkat lembaga pemasaran dan Rp 14. 000,- per kg pada konsumen akhir. Padahal di wilayah perkotaan harga jual jamur tiram di tingkat pengecer mencapai Rp 20. 000,- per kg. Pendampingan Mitra dan Pemberian Dana Stimulan Kedua Tiap minggu hingga dua minggu sekali Tim Pendamping Mahasiswa secara kontinyu turun lapang yang sebelumnya diberikan pembekalan berkala oleh Tim Pelaksana. Setiap turun lapang. Tim Pendamping diminta untuk melaporkan hasil pendampingannya di lapangan dan dibuat bahan evaluasi oleh tim Pelaksana. Hasil evaluasi dibuat untuk mereview program untuk selanjutnya dibuat bekal pendampingan pada minggu berikutnya dan demikian seterusnya. Hasil pendampingan selama satu minggu pertama sejak tim pendamping mahasiswa turun lapang pada tanggal 04 Juli 2016 terungkap bahwa mitra jasa perbengkelan melakukan kesalahan dalam memasukkan komponen transaksi pengeluaran dan pemasukan. Oleh karena itu, tim pendamping melakukan penguatan pembukuan sederhana bagi pemuda (Mitra Jasa Perbengkela. 100 | JHCE Vol. 1 No. Desember 2023, hal. 2986-9986 (ISSN Onlin. | 2988-4756 (ISSN Prin. Coaching Model To Build Entrepreneurship Among Youth Unemployment Selanjutnya minggu keempat yaitu saat tim pendamping turun lapang kembali yaitu pada tanggal 30 Juli 2016 untuk pendampingan mitra jasa perbengkelan terungkap bahwa pembukuan usahanya sudah mulai tertata rapi. Selain itu, peralatan tembel ban motor sudah tersedia namun masih berani beroperasi karena skillnya dirasa belum mumpuni, hanya dipraktikkan pada motor saudara terdekatnya sekaligus sebagai proses latihan Untuk memberikan dorongan lebih pada penguatan jiwa kewirausahannya, maka kedua mitra pada tanggal 23 dan 25 Agustus 2016 masing-masing diberikan dana stimulan kedua. Mitra pertama diberikan dana untuk pengadaan tambahan Baglog sebanyak 1000 unit @ 2000,- dan mitra kedua diberi tambahan dana rangsngan untuk pengadaan Peralatan tambahan untuk perbengkelan dan tambahan dana stimulan kulaan BBM. Alasan Tim pelaksana memberikan tambahan dana stimulan ini adalah bahwa kedua mitra sangat serius menjalankan usahanya yang dibuktikan dengan semakin kerasnya usaha kedua mitra dalam memperoleh omzet penjualannya, dan upaya inovasi lainnya seperti memproses jamur tiram menjadi produk olahan seperti sate jamur tiram dan gorengan . Monitoring. Evaluasi dan Supervisi Agar proses penguatan spirit kewirausahaan bagi mitra dapat semakin kuat, maka Tim Pelaksana melaksanakan monev dan supervisi pada tanggal 05 Agustus 2016 pada mitra budidaya jamur. Kondisi perkembangan jamur tiram sudah mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan dimana sporanya tampak tumbuh yang ditandai dengan memutihnya warna baglog hampir merata pada semua permukaan baglog. Pada saat turun lapang, tim pelaksana melakukan diskusi dengan mitra soal rencana tindak lanjut usaha ke depan mengingat peluang pasar jamur tiram di Kabupaten Jember dan sekitarnya sangat prospektif. Jika pengadaan baglog dilakukan dengan cara membeli pada produsen . emasok baglo. , maka tingkat keuntungan relatif kecil yang akan diperoleh. Guna memperkuat spirit kewirausahaan bagi mitra, maka model pendampingan model coaching ini diintervensi dengan terobosan inovasi strategi pengembangan usaha dimana pengadaan baglog dilakukan dengan cara memproduksi sendiri. Hal ini diinisiasi oleh tim pelaksanan seiring dengan ketersediaan bahan baku pembuatan baglog jamur tiram cukup melimpah di Kabupaten Jember. Serbuk gergaji kayu, dedak, bahan bakar kayu untuk oven baglog dan bahan-bahan organik pendukung lainnya mudah didapatkan dengan harga Demikian pula ketersediaan bibit jamur, plastik, reng dan tutup baglog, dan pelataran lainnya cukup tersedia di beberapa wilayah di Kabupaten Jember. Maka pada tahapan ini tim pelaksana memberikan panduan pembuatan baglog jamur tiram agar mitra dapat memahami pengetahuan secara teoritis mengenai hal Dampak Pelaksanaan Program Kewirausahaan Hasil pelaksanaan program IbM yang berupa rekayasa sosial yang dilakukan oleh tim pelaksana, indikator keberhasilan program sudah mulai tampak memberikan manfaat yang cukup signifikan. Artinya dari aspek semangat atau spirit kewirausahaannya kedua mitra semakin kuat. Apabila diukur dengan skala likert, maka dapat diberi nilai 3,5 pada saat laporan kemajuan ini disusun. Selain itu, jila diukur secara persentase, maka kedua mitra memiliki spirit kewirausahaan sebesar 75%. Hal ini perlu terus diberikan pendampingan model coaching agar semangat, motivasi dan kinerjanya semkain meningkat signifikan. Indikasi dari tingginya semangat wirausahanya antara lain: . kedua mitra selalu mengakses informasi untuk mencari dan memanfaatkan peluang pasar melalui pencarian di internet, . pemasaran Mitra Budidaya jamur tiram selain memperluas pemasaran produknya hingga ke luar wilayah kecamatan . ecamatan lain dan perkotaa. , juga melakukan diversifikasi usaha melalui inovasi produksi turunan jamur tiram yakni, sate jamur tiram yang kian digemari pasar, . Mitra budidaya jamur tiram dapat melakukan inisiasi kerjasama untuk pengadaan baglog dengan pihak produsen termasuk kerjasama dalam aspek pemasarannya, . Mitra budidaya jamur tiram sudah berani menambah volume produksinya sebesar 30% karena melihat peluang pasar yang prospektif, . Mitra jasa perbengkelan sudah menambah peralatan untuk tembel ban motor dan ganti oli, dan . Mitra Jasa perbengkelan memperluas usahanya melalui deversifikasi usaha dengan berjualan makanan ringan . berbasis bahan baku jamur tiram yang disediakan oleh mitra pertamabudidaya jamur tiram 101 | JHCE Vol. 1 No. Desember 2023, hal. 2986-9986 (ISSN Onlin. | 2988-4756 (ISSN Prin. Syamsul Hadi. Tanzil Huda. Insan Wijaya. M Iwan Wahyudi KESIMPULAN Rekayasa sosial melalui pelatihan kewirausahaan yang diikuti oleh 9 orang peseerta pemuda pengangguran sudah dilaksanakan denganhasil baik dan mitra mulai terbangun jiwa enterpreneurshipnya secara perlahan. Pelatihan manajemen usaha sudah dilakukan dengan hasil diantaranya peserta sudah dapat memahami manajemen usaha dengan baik dan siap ditindaklanjuti terhadap usaha yang hendak Pendampingan model coaching, kegiatan monitoring, evaluasi dan supervisi telah dilaksanakan oleh Tim pendamping Mahasiswa dan Tim pelaksana di lapangan. Hasil evaluasi menyimpul-kan bahwa dampak pelaksanaan program terhadap aspek sosial adalah spirit kewirausahaan kedua mitra semakin kuat yang dapat diukur secara angka mutlak dengan skala likert yaitu menunjukkan nilai skor 3,5. Jila diukur dengan angka relatif, maka kedua mitra memiliki spirit kewirausahaan sebesar 75%. Dampak rekayasa teknologi ditunjukkan bahwa mitra sudah mampu menambah pengadaan baglog jamur tiram meskipun dengan cara membeli, omzet bertambah dan memperluas jangakauan pemasarannya bahkan sudah melakukan deversifikasi usaha berupa berjualan sate jamur tiram. Adapun dampak rekayasa sosial lainnya adalah kedua mitra sudah mulai menguasai teknik manajemen usaha dengan cukup baik dan mampu mengakses informasi pasar, membaca peluang pasar, teknologi inovasi baru melalui fasilitas internet dan manajemen pemasaranmeningkatkan kapasitas pariwisata di lingkungan pedesaan. UCAPAN TERIMA KASIH