Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi NILAI EDUKASI KASIH SAYANG DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW. Hasanah1, Siti Salmi2 1) Program Studi PPkN, FKIP, Universitas Abulyatama Jl. Blang Bintang Lama Km 8,5 Lampoh Keude Aceh Besar, email: ana_210887@yahoo.co.id 2) Pesantren Terpadu Al-Munjiya Kuta Trieng Kec. Labuhan Haji Barat Aceh Selatan, email: sitisalmi_12@yahoo.com Abstract: This study entitled "The Education Value of Love in the Prophet Household Life". Love is a potential feeling that exists since a man was born but needs to be developed further in order to have a strong sense to love the people around and his family, it also have to be developed and mentored in order to improve human character. However the households nowadays do not reflect the Prophet teachings. Even husband and wife who were married themselves do not understand the meaning of marriage itself, marriage is supposed to a husband and wife should love each other, educating their children, because education should be implemented first in the family. Wives nowadays much complain to the material things, that should not be done by a wife, otherwise they had to be grateful for every pleasure given by Allah, as exemplified by Khadija, who never complained even though she lived in a shortage life. Based on the problems above, the research questions of this thesis are: How the analysis pattern of education in the Prophet household?. How forms of affection in relationship educational value ?. How affectionate behavior in the household and educational value ?. How the application values of the Prophet household affection in contemporary education ?. The Method that used in this research is a literature study (library research) using primary and secondary data sources, then the data were analyzed using descriptive method of analysis of the available data documentation. The results of the research in this study is the analysis patterns of education in the Prophet household which shows that education have to be applied first in the family, because family is the first foundation in forming children character. Keywords : edudacational value, household, rasulullah SAW Abstrak: Penelitian ini berjudul “Nilai Edukasi Kasih Sayang dalam Kehidupan Rumah Tangga Rasulullah saw”. Kasih sayang merupakan suatu potensi perasaan yang sudah ada dari lahir namun butuh dikembangkan lagi agar dapat memiliki rasa pengasih dan penyayang yang kuat kepada lingkungan dan keluarganya, kemudian di kembangkan dan dibimbing akan memperbaiki budi pekerti manusia. Namun kasih sayang dalam rumah tangga sekarang tidak mencerminkan sebagaimana ajaran Rasulullah saw. suami istri yang sudah menikah, mereka sendiri belum memahami arti penikahan, pernikahan seharusnya dimana suami istri harus saling menyayangi, mendidik anak-anaknya, karena pendidikan pertama seharusnya diterapkan dalam keluarga. Metode penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikan dalam rumah tangga Rasulullah bahwasanya pendidikan mulai diterapkan dari lingkungan keluarga, keluarga merupakan pondasi pertama dalam membentuk karakte anak. Bentuk-bentuk nilai kasih sayang dengan hubugan nilai edukasi bahwa dalam rumah tangga Rasulullah mengajarkan kesopanan, pergaulan, adab bertamu, dan adab ketika makan. Kata kunci : nilai edukasi, rumah tangga, rasulullah SAW Rumah tangga adalah tiang pertama dalam Pernikahan adalah suatu ikatan lahir batin antara membentuk baik atau buruk nya generasi penerus. laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama Rumah tangga juga merupakan pondasi pertama dalam suatu rumah tangga. Pernikahan dilakukan dalam mendidik generasi penerus, dengan cara untuk mendapatkan keturunan yang dilangsungkan menempuh jalur pernikahan terlebih dahulu. menurut Volume 1, No. 2, Juli 2017 ketentuan-ketentuan syariat islam. 184 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Dengan pernikahan terbentuklah rumah tangga binti Abu Sufyan, Shafiyyah binti Huyay bin yang di dalam nya terdapat berlimpahan kasih Akhthab, Maimunah binti al-Harits (Syaikh sayang. Rasulullah saw adalah orang yang Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, 2005: 720). mempunyai sifat kasih sayang. kasih sayang Beliau sangat menyayangi istri-istri beliau itu, adalah kelembutan hati dan kehalusan jiwa yang seperti Aisyah dan yang lainnya. Beliau sangat terdorong untuk mudah memaafkan dan berbuat menyayangi anak-anaknya. Beliau menyayangi baik,bukan berarti hanya sedekar kelembutan jiwa Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. saja yang tidak berdampak di luar, tetapi kasih Beliau menyayangi para menantunya, yaitu Abu sayang itu harus berdampak secara external. Hal al-Ash bin ar-Rabi’ yang menjadi suami Zainab, itu bisa dilihat dari perilaku seseorang sehari-hari Utsman bin Affan yang menjadi suami dua putri (Thaha Abdullah Al’afifi, 2007: 330). nabi yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum, dan Ali Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam bin Abi Thalib, yang menjadi suami Fatimah, menerapkan kasih sayang. Sebagaimana firman selain Ali sendiri adalah sepupu nabi, Muhammad Allah SWT dalam Al-Quran At-Taubah:128 SAW. Artinya: “sungguh telah datang kepadamu Pada suatu hari, Rasulullah SAW melihat seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa putrinya, Fatimah mengenakan kain yang terbuat olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan dari bulu unta. Pada saat itu Fatimah sedang (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas menumbuk gandum. Melihat keadaan putrinya kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang beliau menjadi iba dan menangis sambil berkata, mukmin.”( Q.S. At-Taubah 128). wahai Fatimah. Bersabarlah menghadapi kesulitan Rasulullah SAW, dikenal sebagai seseorang kehidupan dunia ini sampai engkau menikmati yang penyayang dan santun, hatinya lembut, baik, kebahagiaan di ahirat nanti (Muhammad Rusli ramah kepada orang lain, menyayangi hewan, Amin, 2013: 216.) mengobati orang sakit, dan membukakan pintu Rumah tangga paling ideal adalah rumah untuk kucing yang masuk ke rumahnya.Nabi tangga nabi Muhammmad SAW. Beliau adalah Muhammad SAW sangat menyayangi keluarga. suami terbaik bagi istri- istrinya dan ayah terbaik Beliau sangat mencintai istrinya, Khadijah binti bagi anak-anaknya. Nabi Muhammad SAW khuwailid, dan Khadijah pun sangat menyayangi pernah bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang beliau. Setelah Khadijah wafat dan beliau yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku memiliki beberapa istri, diantaranya: saudah binti adalah orang terbaik di antara kamu, terhadap zam’ah, aisyah binti abu bakar ash-Shiddiq, keluargaku.”istri-istri Hafshah binti Umar ibnu Khathab, Zainab binti terbaik, dan anak-anak beliau adalah anak-anak Khuzaimah, Ummu Salamah, Hindun binti Abi terbaik. beliau adalah istri-istri Umayyah, Zainab binti Jahsy bin Rabab, Didalam menjalankan rumah tangga sangat Juwairiyah binti al-Harits, Ummu Habibah Ramlah perlu adanya sikap kasih sayang lemah lembut 185 Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi baik dalam berinteraksi dan juga didalam mendidik itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anak. Akan tetapi apa yang kita lihat sekarang anggota sangatlah berbeda dengan apa yang telah diconto keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- hkan oleh Rasulullah SAW, rumah tangga masyarakat dapatlah mencapai tingginya ( Ki Hajar Dewantara,2005: 81). masa kini khusunya orang tua ayah dan ibu hanya Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa memerintahkan saja, tidak melakukan apa yang nilai pendidikan merupakan segala sesuatu yang diperintahkan, misalnya dalam hal ibadah, orang memberi makna dan menjadi acuan dalam tua hanya memerintahkan untuk melakukan shalat mendidik ke arah kedewasaan, bersifat baik kepada anak-anaknya, akan tetapi mereka sendiri maupun meninggalkannya. Padahal sebagaimana yang kita kehidupannya yang diperoleh melalui proses ketahui bahwa salah satu sifat yang harus dimiliki pendidikan. Proses pendidikan bukan berarti hanya oleh kepala keluarga adalah sifat kasih sayang, dapat dilakukan dalam suatu tempat dan sesuatu seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. waktu. Melainkan aktifitas pendidikan dapat buruk sehingga berguna bagi Di dalam rumah tangga Rasulullah terdapat dilakukan secara intitusi atau pendidikan formal, nilai-nilai pendidikan yang bisa diimplementasikan informal dan nonformal sehingga nilai edukasi dalam kehidupan rumah tangga pada era modern yang hendak disampaikan dapat diterima dengan ini. baik. Mengimplimentasikan pendidikan yang nilai sebenarnya dalalam merupakan Nilai edukasi merupakan segala sesuatu yang konsekuensi logis dari tujuan pendidikan untuk memberi makna dan menjadi acuan dalam membentuk atau menciptakan manusia yang baik, mendidik ke arah kedewasaan, bersifat baik adapun manusia yang baik adalah manusia yang maupun memiliki (M. kehidupannya yang diperoleh melalui proses ChabibThoha, 1996: 60). Secara etimologi nilai pendidikan. Edukasi menurut Hasan Langgulung pendidikan ( edukasi) terdiri dua kata yaitu nilai sebagai upaya pewarisan kebudayaan yang dan pendidikan. Menurut (Steeman, 2012: 56) nilai dilakukan oleh generasi tua kepada generasi muda adalah sesuatu yang memberi makna pada hidup, agar kehidupan masyarakat tetap berlanjut, juga yang memberi acuan, titik tolak dan tujuan hidup. sebagai upaya pengembangan potensi tersembunyi Nilai juga merupakan preferensi yang tercermin yang dimiliki manusia (Hasan Langgulung, 2011: dari perilaku seseorang, sehingga seseorang akan 19). kepribadian yang utama buruk sehingga berguna bagi melakukan atau tidak melakukan tergantung pada sistem nilai yang dipegangnya. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah KAJIAN PUSTAKA Pengertian Pernikahan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak Pernikahan berasal dari kata nikah yang adapun maksudnya pendidikan adalah menuntut menurut bahasa artinya mengumpulkan. Secara segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak terminologi Volume 1, No. 2, Juli 2017 ialah akad yang menghalalkan 186 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang Wanita-wanita Yang Haram Dinikahi Di antara wanita-wanita yang haram dinikahi bukan muhrim sehingga menimbulkan hak dan kewajiban diantara keduanya. sebagaimana telah dikemukakan dalam ayat di atas, ada yang haram untuk selama-lamanya dan Hukum pernikahan ada pula yang haram berifat sementara. Hukum pernikahan adalah mubah (boleh). Kemudian hukumnya bergantung pada kondisi Wanita atau keadaan orang yang bersangkutan, karena itu Selama-Lamanya. hukum nikah bisa wajib, sunnat, mubah, makruh, Dibagi mejadi : atau haram. Nikah yang hukumnya wajib adalah nikah Yang Haram Dinikahi Untuk Haram dinikahi karena hubungan nasab. 1. Ibu. Termasuk dalam pengertian ibu adalah bagi orang yang telah cukup sandang pangan dan nenek dan terus ke atas, baik dari pihak bapak dikhawatirkan terjerumus pada perzinaan. Nikah maupun dari pihak ibu. yang hukumnya sunnat adalah bagi orang ang 2. Anak perempuan. Termasuk dalam berkeinginan menikah serta cukup sandang pengertian anak perempuan adalah cucu pangan. Adapun nikah yang makruh adalah bagi perempuan dari anak laki-laki maupun dari orang yang tidak mampu. Sementara nikah anak perempuan dan terus ke bawah. hukumnya haram bagi orang yang berkehendak 3. maupun sebapak saja atau seibu saja. menyakiti orang yang dinikahinya. 4. Hikmah pernikahan Pernikahan merupakan sarana terbaik untuk Saudara perempuan, baik sebapak dan seibu, Bibi, yaitu saudara perempuan bapak dan ibu , baik sekandung maupun sebapak atau seibu. 5. Kemenakan (keponakan )perempuan, yaitu menyalurkan naluri seksual manusia. Pernikahan anak perempuan dan terus ke bawah. menjauhkan manusia dari rasa gundah dan gelisah, Haram dinikahi karena hubungan sesusuan menjaga pandangan dari sesutau yang diharamkan, 1. Ibu susuan, yaitu seorang wanita yang pernah dan mengarahkan hati kepada yang telah menyusui dihalalkan oleh Allah swt. dipandang sebagai ibu kandung, sehingga Perkawinan merupakan sarana terbaik untuk meperbanyak keturunan. Menjaga kelangsungan 2. 3. 187 tersebut Nenek susuan, yaitu ibu dari yang menyusui, Bibi susuan, yaitu saudara perempuan dari ibu susuan atau saudari perempuan dari suami pasangan, menumbuhkan jalinan kasih sesama masyarakat. Ibu atau ibu dari suami yang menyusui. Pernikahan menyatukan keluarga kedua mereka. Serta mempererat ikatan sosial di dalam anak. haram untuk dinikahi. hidup, serta menghindari keterputusan nasab. Islam sangat menekankan nasab dan melindunginya. seorang ibu susuan. 4. Keponakan perempuan, yaitu anak perempuan dari saudara ibu susuan. Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi 5. Saudara perempuan,baik saudara sebapak gambar, perilaku. Sumber data dalam penelitian ini kandung maupun seibu saja. terbagi dalam dua bagian yaitu data primer dan Haram dinikahi karena hubungan besan atau sumber data sekunder. Analisis data ialah upaya pernikahan. yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, 1. Mertua perempuan dan nenek perempuan istri, mengorganisasikan baik dari pihak bapak maupun ibu. data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, menemukan 2. Anak tiri, dengan ketentuan telah bermapur dengan ibu anak tiri itu. pola, menemukan apa yang penting, dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat 3. Menantu, yaitu istri anak, istri cucu dan terus ke bawah. diceritakan kepada orang lain. Penelusuran dokumentasi ini penting untuk mengumpulkan 4. Ibu tiri, yaitu bekas istri bapak. data-data guna menjadi bahan pertimbangan berkenaan dengan masalah nilai-nilai edukasi Haram dinikahi karena suadab dili’an (sudah melaksanakan sumpah li’an). kasih sayang yang terkandung dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah. Wanita yang haram dinikahi untuk sementara Memadu dua orang wanita yang bersaudara atau dengan bibinya. Di samping telah ditegaskan dalam ayat:23 surah an-nisa’ di atas, di dalam hadis Nabi SAW melarang menghimpun (memadu) seorang wanita dengan bibinya (saudara bapak) dan seorang wanita dengan uaknya (saudara ibu).” (HR. Bukhari dan muslim ) Wanita yang masih menjadi istri orang lain atau bekas istri orang lain yang masih dalam masa iddah. Wanita-wanita yang di talak oleh suaminya hendaknya menunggu tiga kali quru’(suci atau tangga Rasulullah di dalam pendidikan dibiasakan dan dilaksanakan dengan sepenuh hati maka akan terbiasa. Keluarga harus di didik dengan baik, tuntun ke jalan yang benar seperti firman Allah dalam surat At-Tahrim:6 Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjagaannya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu haid ). mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS. AtTahrim: 6) METODE PENELITIAN Jenis Mengaplikasikan nilai kasih sayang rumah kontemporer memang tidak mudah akan tetapi jika pun ditegaskan yang artinya : “sesungguhnya HASIL DAN PEMBAHASAN penelitian ini adalah penelitian Maka jelaslah bahwa ada tanggung jawab research) dengan besar yang berada di pundak orang tua untuk dan mendidik atau membina anak-anak mereka, agar deskriptif menjadi pribadi-pribadi yang beriman kepada analitik yaitu data yang diperoleh berupa kata-kata, Allah, yang beribadah dan memiliki akhlak mulia kepustakaan (library menggunakan pendekatan menggunakan metode kualitatif pendekatan Volume 1, No. 2, Juli 2017 188 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi serta berilmu pengetahuan. Diantara bekal penting (Abdullah Nashih Ulwan, 2007: 10) bagi anak agar kelak terpelihara dari kesusahan Kerjasama yang baik dalam mendidik anak hidup dunia dan kesengsaraan akhirat adalah iman, itu antara lain dalam bentuk sama-sama ilmu, ibadah dan akhlak mulia. Dan tempat paling meningkatkan keshalehan dirinya sebagai orang utama diletakkan pada dasar-dasar pembinaan tua karena mendidik anak itu harus dengan untuk memiliki bekal-bekal tersebut adalah keteladanan yang baik dan contoh-contoh yang keluarga, karena jika keluarga baik, masyarakat baik. secara keseluruhan akan ikut baik dan jika keluarga 2. Memfungsikan rumah tangga secara rusak, masyarakatpun ikut rusak (Mahmud optimal Muhammad Al-Jauhari, 2000: 3) Menurut Muhammad Al-Ghazali (Mustaqim, Mengaplikasikan nilai-nilai edukasi dalam 2003: 203) Generasi muda akan terbentuk sesuai rumah tangga Rasulullah ada beberapa tahap yang apa yang dibiasakan oleh ayahnya, dan Ibu adalah harus ditempuh diantaranya: lembaga 1. Memperkokoh rasa kasih sayang menyiapkannya berarti engkau telah menyiapkan Perkawinan akan menumbuhkan rasa cinta bangsa yang mempunyai generasi unggul. Peran dan kasih sayang antara kedua pasangan suami keluarga dalam pedidikan anak haruslah sangat istri. Dan dari hati mereka akan terpancar sumber- diperhatikan, bila anak tidak belajar jujur dalam sumber perasaan dan sentuhan yang mulia. Cinta keluarga, lantas dimana dia akan mempelajarinya, dan kasih sayang merupakan perekat dalam dan jika anak tidak berlatih setia, amanah, dan kekokohan kehidupan rumah tangga, bila rasa kasih sayang di dalam keluarga lantas dimana dia kasih sayang suami kepada isteri atau sebaliknya akan belajar, karena tugas rumah tangga tidak sudah hilang dari hatinya, maka maka kehancuran hanya mencukupi makan dan minum bagi rumah tangga akan sulit dihindari. Rasulullah penghuninya. Dalam memgfungsikan rumah sebagai seorang suami berhasil membagi dan tangga hal yang paling utama di tanamkan pada menumbuh-suburkan rasa cinta kepada semua diri anak adalah aqidah, lalu ajarkan ia shalat, isterinya sehingga isteri yang satu mengatakan berpuasa, dialah yang paling dicintai oleh Rasul, begitu juga membiasakan anak pergi ke masjid, dan juga dengan isteri lainnya. membiasakan 1. Kerjasama dalam keluarga perempuan (Khalilurrahman Al-Mahfani, 2012: Dengan perkawinan, suami istri akan bekerja 210). pendidikan yang mengajarkan memakai apabila membaca jilbab engkau Al-Quran bagi anak sama dalam membina rumah tangga dan memikul Kehidupan keluarga yang sakinah-tentram, tanggung jawab. keduanya akan menyempurnakan tenang, damai-bahagia, yang di dalamnya diwarnai pekerjaan yang lain. Istri mengerjakan tugasnya perilaku terpuji setiap anggota keluarga itu yang khusus sesuai kodrat kewanitaannya, yakni mendapat tempat yang tenang dan damai untuk mengurusi urusan rumah dan mendidik anak-anak menjalani kehidupan. Setiap anggota keluarga, 189 Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi terutama anak-anak menjadi betah tinggal di KESIMPULAN DAN SARAN rumah. Perilaku-perilaku suami yang baik seperti Kesimpulan Berdasarkan ramah. Lembut, murah senyum, suka memberi, pembahasan dalam uraian dan lain-lain, akan menjadi teladan bagi istri, diatas, maka bab penutup ini akan dikemukakan sehingga istri juga berperilaku terpuji seperti beberapa kesimpulan yang akan dirincikan sebagai suaminya. Bukankah kita sering mendengar berikut: sebuah 1. ungkapan “bagaimana istri sangat tergantung bagaimana suami.” Nilai kasih sayang yang Rasulullah ajarkan berupa kesopanan, tata cara beragul yang Nabi Muhammad adalah sosok suri tauladan baik, makan, menerima tamu dan bahkan yang sempurna, yang mana beliau tidak pernah dalam hal pengucapan juga harus selalu kita bersikap kasar dan tidak pernah berteriak di pasar jaga agar bertutur kata degan baik lembut dan tidak pernah membalas keburukan dengan serta penuh kasih sayang, yang tidak ada keburukan akan tetapi beliau selalu memaafkan ruginya jika diterapkan kedalam kehidupan dan tidak mengungkitnya. Demi terciptanya suatu modern seperti sekarang ini, dan memang tatanan keluarga yang sakinah mawaddah dan kita sangat butuh akan hal-hal yang seperti warahmah setidaknya harus mengaplikasikan apa Rasulullah contohkan dalam kehidupannya. yang telah yang telah dilakukan Rasulullah dalam 2. Kasih sayang yang Rasulullah contohkan hubungan berkeluarga. Baik dalam hubungan didalam rumah tangganya patut kita jadikan suami istri maupun orang tua dengan anak. sebagai contoh teladan yang baik, kehidupan Nabi SAW telah membicarakan rumah tangga tentu tidak lepas menjadi contoh dalam segala hal, yang banyak dan dari suami dan istri, semua dimulai dari sini, bermacam-macam. Pada semua sisi kehidupan ketika hendak memasuki ranah pernikahan, beliau. Keluarga Muhammad telah menanamkan maka pilihlah calon istri yang baik, karena ajaran-ajaran yang membimbing kita menuju istri yang baik (sholehah) akan menentukan kebehagiaan yang diimpikan semua orang bahkan masa depan yang baik pula. Sungguh lebih dari ini kita dapat mengambil faedah dari akhlak yang telah dijarkan Rasulullah dari keluarganya untuk berhias diri dengannya, memulai hidup dengan semua itu serta membentuk kepribadian kita pada sosok yang paling baik, paling cemerlang dan suci, nyaris menyamai jiwa dan pribadi para nabi (Musa Subaiti, 2003: 28) Saran Berdasarkan simpulan diatas, maka peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut: 1. kepada Menteri Keagamaan untuk menyeleksi calon suami istri yang hendak menikah, agar suami istri tidak sembarangan dalam menikah, melainkan suami istri sudah memiliki kesiapan baik itu dari agama, ilmu dan materi. 2. kepada calon suami istri yang ingin menikah hendaklah belajar dan mempersiapkan diri agar Volume 1, No. 2, Juli 2017 190 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi memantaskan diri. Calon suami harus memilih Muhammad istri yang solehah, karena istri yang solehah Wanita penentu kehidupan rumah tangganya menuju Mustaqim. jannah. Mahmud 3. kepada suami istri yang telah menikah untuk pekerti mulia kepada anak agar menjadi anak Abdullah Nashih Ulwan. (2007). Pendidikan Anak Dalam Islam. Jakarta: Pustaka Amani. (2008). Menahami Penelitian Kulitatif. Jakarta: Rineka Cipta. Al-Jauhari. (2000). Islam. Yogyakarta: Muhammad Rusli Amin. (2013). Rasulullah Subaiti. (2003). Akhlak Keluarga Muhammad Saw, Jakarta: Lentera Basritama. Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury. (2005). Sejarah Hidup Sirah Nabawiyah, Muhammad (Terj.Rahmat), Jakarta:Robbani Press Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta:Prenada Media Group. Steeman. (2012). Pembelajaran nilai Karakter. Ghufron-Dimyati.(2016).Blogspot.Co.Id (2011). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Dasar-Dasar Kependidikan, Bandung: Pustaka Setia. Khalilurahman Al-Mahfani. (2012). Wanita Idaman Surga, Jakarta: Wahyu Media. Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo. (2012). Thaha Abdullah. (2007). Al’afifi,Sifat dan Pribadi Muhammad Saw. Jakarta Selatan:Darul Afaq Al-‘Arabiyyah. Ulber Silalahi. (2009). Meode Penelitian Ki Hajar Dewantara. (2005). Tokoh-tokoh J.Moleong. Muhammad S. Margono. (2008). Metodologi Penelitian Burhan Bungin. (2010). Penelitian Kualitatif. Lexy Jakarta: PustakaPelajar, 1996. Musa Pembaharuan Modern. Sang Pendidik. Jakarta: Amp Press DAFTAR PUSTAKA Langgulung. Era Pendidikan yang berakhlak mulia. Hasan Di M. ChabibThoha. (1996). Kapita Selekta menanamkan nilai-nilai kasih sayang, budi Suwandi. Dilema Amzah. 4. kepada orang tua dan pendidik untuk selalu Basrowi, (2003). Membangun Keluarga Qurani. Jakarta: meneladani sikap Rasulullah dalam mendidik istri dan anak-anaknya dalam rumah tangga. Al-Ghazali. Sosial. Bandung:Refika Aditama. Zuhairini. (2011). Sejarah Pendidikan Islam, bandung: pustaka setia. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 191 Volume 1, No. 2, Juli 2017