Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Implementasi Media Pembelajaran Pojok Baca Terhadap Minat Baca Siswa Kelas II SDN Al-Washliyah Medan Tembung Jheni Yusuf Saragih1*. Maria Friska Nainggolan2. Asaaro Laia3 1,2,3Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Sari Mutiara Indonesia *Penulis Korepondensi : jheniyusufsaragih11146@gmail. Abstrak. Pengapdian Masyarakat mengeimplementasikan media pembelajaran pojok baca terhadap minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung. Responden dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah siswa kelas i SD yang berjumlah 20 siswa. Metode analisis yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakatini adalah uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, uji liniearitas dan uji hipotesis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil uji analisis regresi linier sederhana diketahui nilai t hitung sebesar 5,514. Nilai t tabel pada tabel statistik dengan signifikansi 0,05 dengan df = n-2 atau 20-2=18 adalah sebesar 2,100. Karena t hitung 5,514 > t tabel 2,100 maka hasil Pengabdian kepada Masyarakatini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara media pembelajaran pojok baca terhadap minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung. Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. This Community Service aims to implement reading corner learning media for the reading interest of class i students at SD Al-Washliyah Medan Tembung. Respondents in this Community Service were 20 grade i elementary school students. The analytical method used in Community Service is the prerequisite analysis test, namely the normality test, linearity test and hypothesis test using a simple linear regression test. The results of the simple linear regression analysis test show that the calculated t value is 5. The t table value in the statistical table with a significance of 0. 05 with df = n-2 or 20-2=18 is 2. Because t count is 5. 514 > t table 2. 100, the results of Community Service show that there is a significant influence between the reading corner learning media on the reading interest of class i students at SD Al-Washliyah Medan Tembung. Kata Kunci: Pojok Baca. Minat baca siswa PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdassan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan merupakan usaha sadar akan menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi perannya yang akan datang. Dunia pendidikan salah satu yang wajib dilakukan oleh peserta didik yaitu Membaca. Dalam membaca dapat menambahkan ilmu pengetahuan baik di kalangan pendidikan maupun di kalangan masyarakat. Menurut Crawley dan Mountain (Farida Rahim, 2005:. Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Membaca adalah suatu yang rumit dapat melibatkan banyak hal, tidak sekedar melafalkan tulisan, tapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik dan metakognitif. Untuk mencapai keberhasilan membaca yang baik yaitu adanya Minat. Sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan efisien. Di Indonesia minat membaca masyarakat saat ini masih memprihatinkan, terlihat dari berbagai Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan di Internasional Education Achiecment (IEA) melaporkan bahwa kemampuan membaca siswa SD di Indonesia berada pada urutan 38 dari 39 negara pesertaa studi. Dalam survei The Political and Economy Risk Country (PERC), sebuah lembaga konsultan di Singapura pada akhir 2001 menempatkan Indonesia di Urutan 12 dari 12 negara di Asia yang diteliti mengenai minat baca. Data itu menggambarkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anakanak Sekolah Dasar. Minat baca merupakan faktor utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya pemerintah dalam menunjang keberhasilan program pendidikan nasional yang mencerdakan kehidupan bangsa. Minat baca dapat diperoleh mulai usai dini dengan melakukan kegiatan membaca, dengan banyak membaca maka akan memiliki wawasan, pengetahuan yang luas dan kemampuan berbicara yang sistematis dan logis. Minat baca terkandung unsur perhatian, kemauan, dorongan dan rasa senang dalam membaca. Upaya pemerintah dalam memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa pada dunia pendidikan salah satunya dengan dilaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Maka sekolah dapat melakukan pelaksanaan suatu program seperti membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran. Budaya membaca di sekolah sangat diperlukan selain untuk meningkatkan juga dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam hal pemahaman sehingga lebih bermakna dan menyenangkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak sekolah perlu memfasilitasinya dengan suatu media pembelajaran seperti Pojok Baca dikelas. Pojok baca adalah sebuah sudut baca di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca siswa (Faradina,2017: . Pojok baca berfungsi sebagai perpanjangan dari fungsi perpustakaan Sekolah Dasar yaitu untuk mendekatkan buku kepada siswa, buku yang tersedia bukan hanya buku pelajaran tetapi terdapat juga buku non pelajaran dan Buku yang di pojok baca sebagian berasal dari perpustakaan sekolah. sudut baca merupakan sebuah ruangan yang terletak di sudut kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku dan berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan. Berdasarkan hasil observasi secara daring yang dilakukan bersama Ibu Murniati S. Pd di SD Al-Washliyah Medan Tembung, tim PkM mendapatkan informasi bahwa minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung memiliki tingkatan yang cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya jumlah media pembelajaran yang diberikan guru ke siswa sehingga berdampak pada pembelajaran yang sangat monoton dan kurang menarik perhatian siswa yang menyebabkan siswa jenuh pada pembelajaran. Sebelum tim PkM mengobservasi secara daring tim PkM sudah mengetahui permasalahan di SD Al-washliyah Medan Tembung yang dikarenakan tim PkM merupakan salah satu Guru dan telah mengajar. Oleh karena itu tim PkM melakukan Pengabdian kepada Masyarakatuntuk menumbuhkan minat baca siswa dengan menggunakan media pojok baca. Pojok baca merupakan sudut baca di kelas yang dapat memanfaatkan ruang sebagai menumbuhkan minat baca. Pojok baca dapat diakses dengan muda oleh para siswa dan guru. METODE PELAKSANAAN PKM Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Menurut Sugiyono . 5: . Secara umum metode Pengabdian kepada Masyarakatdiartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Maka lebih spesifik, metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakatini menggunakan metode Pengabdian kepada Masyarakat survei. Bahwa metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah . ukan buata. , tetapi tim PkM melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan angket, test, wawancara terstruktur dan sebagainya . ugiyono 2009: . HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Pengabdian kepada Masyarakatini yang bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh media pembelajaran pojok baca terhadap minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung. Pada bab ini tim PkM akan menyajikan dan memaparkan hasil dari Pengabdian kepada Masyarakatyang dilakukan pada bulan Mei di SD Al-Washliyah Medan Tembung Berdasarkan hasil dari jawaban angket media pembelajaran pojok baca dapat dideskripsikan melalui data yang diperoleh dari responden untuk mengetahui tingkat hubungan masing-masing variabel dalam Pengabdian kepada Masyarakatini. Berdasarkan hsil diketahui bahwa media pembelajaran pojok baca yang terdapat kriteria Tinggi sebanyak 2 siswa, sedangkan kriteria media pembelajaran pojok baca Sedang sebanyak 16 siswa, dan kriteria media pembelajaran pojok baca Rendah sebanyak 2 siswa. Dengan demikian secara umum dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran pojok baca termasuk kriteria Sedang. Berdasarkan hasil diketahui bahwa minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung yang termasuk kriteria Tinggi sebanyak 2 siswa, sedangkan kriteria minat baca siswa Sedang sebanyak 13 siswa, dan kriteria minat baca Rendah sebanyak 5 siswa. Dengan demikian secara umum dapat dinyatakan bahwa minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung termasuk kriteria tipe Sedang. Analisis Data Hasil Pengabdian kepada Masyarakatyang telah dilakukan dengan teknik memberikan angket kepada siswa kelas i SD Al-washliyah maka tahap selanjutnya tim PkM akan menjabarkan analisis data yang terdiri dari uji normalitas, uji linearitas, dan data yang telah memenuhi syarat maka dianalisis lebih lanjut dengan melakukan uji hipotesis untuk membuktikan HCa dan HCe Uji hipotesis yang digunakan pada Pengabdian kepada Masyarakatini yaitu analisis regresi linear Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi dengan normal atau Hasil uji normalitas dalam Pengabdian kepada Masyarakatini menggunakan uji normalitas kolmogoro-smirnov test yang dapat membandingkan distribusi normal yang diolah dengan menggunakan SPSS 25. Untuk mengambil keputusan apakah data normal atau tidak maka cukup membaca pada nilai signifikansi. Dasar pengambilan keputusan yaitu : Jika nilai Signifikasi > 0,05 maka kedua variabel berdistribusi normal. Jika nilai signifikansi< 0,05 maka kedua variabel tidak berdistribusi normal. Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas menunjukkan nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 karena nilai signifikat lebih besar dari 0,05 maka data media pembelajaran pojok baca dan minat baca berdistribusi normal. Uji Linearitas Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui linier atau tidaknya sebaran data angket pada tim PkMan. Uji yang digunakan untuk pengujian linearitas menggunakan SPSS 25. Untuk mengambil keputusan apakah dau variable mempunyai pengaruh linier atau tidak maka tim PkM melihat dasar pengambilan keputusan uji linearitas: Jika nilai Sig. Linearity > 0,05, maka berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh linier antara Variabel independendet (Variabel beba. dengan Variabel dependent (Variabel terika. Jika nilai Sig. Linearity < 0,05, maka berkesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh linear antara Varabel independent (Variabel beba. dengan Variabel dependent (Variabel Berdasarkan analisis data dengan bantuan program SPSS 25 dapat diketahui Uji linearitas antara variabel bebas (Media pembelajaran pojok bac. dengan variabel terikat (Minat baca sisw. dilihat dari Deviation From Linearity hasil perhitungan didapatkan sebesar 0,145. Karena tingkat signifikansi Deviation From Linearity lebih dari 0,05 berarti dalam data Pengabdian kepada Masyarakatmedia pembelajaran pojok baca terhadap minat baca siswa dinyatakan Uji Hipotesis Pengujian hipotesis ini berisi tentang variabel-variabel Pengabdian kepada Masyarakatyang akan di uji hipotesis. Ada dua hipotesis yang di uji yaitu pengaruh Media pembelajaran Pojok Baca (X) terhadap Minat Baca Siswa (Y). Pengambilan keputusan uji hipotesis regresi linier sederhana : Jikan nilai sig 0,05 atau t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh variable X terhadap variable Y. Jika nilai sig 0,05 atau t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh variable X terhadap variable Y. Pengaruh Media Pembelajaran Pojok Baca Terhadap Minat Baca Siswa Formulasi hipotesis: HCa : Terdapat Pengaruh Media Pembelajaran Pojok Baca Terhadap Minat Baca Siswa Kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung HCe : Tidak Terdapat Pengaruh Media Pembelajaran Pojok Baca Terhadap Minat Baca Siswa Kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung Berdasarkan hasil Coefficients kolom Unstandardized Coefficients B pada Tabel diatas bernilai 15,200 dan koefisien regresi bernilai 0,763. Persamaan regresi linier sederhana yang digunakan pada Pengabdian kepada Masyarakatini adalah: = a bX = 15,200 0,763X Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Hasil Persamaan regresi linier sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta Minat Baca (Y) sebesar 15,200 Yang artinya apabila nilai dari variabel lainnya tetap, maka minat baca siswa sebesar 15,200 satuan Nilai koefisien regresi Media Pembelajaran Pojok Baca (X) sebesar 0,763. Hal tersebut diartikan jika pojok baca ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka minat baca akan meningkat sebesar 0,763 satuan. Koefisien tersebut bernilai positif yang berarti terdapat hubungan yang positif antara media pembelajaran pojok baca terhadap minat baca. Berdasarkan table Coefficients di atas diketahui nilai t hitung sebesar 5,514 dan nilai t table pada table statistik dengan signifikansi 0,05 dengan df= 20-2=18 sebesar 2,100. Karena t hitung 5,514 > t table 2,100 maka HCe ditolak dan HCa diterima. Jadi kesimpulan dari Uji hipotesis regresi linier sederhana. Media Pembelajaran Pojok Baca berpengaruh terhadap Minat Baca Pembahasan Pengabdian kepada Masyarakatini bertujuan untuk mengetahui berpengaruh atau tidak berpengaruhnya media pembelajaran pojok baca terhadap minat baca siswa kelas i SD AlWashliyah Medan Tembung. Tim PkM melakukan pengambilan data dengan menggunakan angket yang di sebarkan ke siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung. Tim PkM melakukan analisis data dengan teknik uji normalitas, uji linearitas dan uji hipotesis regresi linier sederhana. Berikut penjambaran dan perhitungan data menggunakan SPSS 25. Hasil penghitungan yang dilakukan tim PkM menggunakan SPSS 25 dapat diketahui nilai signifikansi data media pembelajaran pojok baca dan minat baca siswa sebesar 0,200. Karena nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka data pojok baca dan minat baca berdistribusi normal dan Tim PkM melakukan uji linearitas dengan SPSS 25 yang diketahui nilai signifikansi Deviation From Linearity sebesar 0,145. Karena nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka pengaruh antara media pembelajaran pojok baca terhadap minat baca dinyatakan liniear. Selanjutnya tim PkM melakukan uji hipotesis dengan teknik analisis regresi linier sederhana melalui SPSS 25 maka didapatkan hasil nilai t hitung sebesar 5,514 dan nilai t table yang telah ditentukan pada table statistic dengan signifikansi 0,05 dengan df= 20-2 = 18 sebesar 2,100. Jadi nilai t hitung 5,514 > t tabel 2,100 maka HCe ditolak dan HCa diterima yang artinya media pembelajaran pojok baca dapat berpengaruh terhadap minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah. Hasil dari analisis data tersebut dapat dikemukakan dengan teori Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan . 6: . pojok baca adalah suatu sudut yang berada di dalam kelas yang digunakan untuk menata buku atau sumber belajar lainnya dalam rangka meningkatkan minat baca dan kegiatan membaca yang menyenangkan kepada peserta didik. Menurut Meity H. Idris & Izul Ramdani . 5: . minat baca adalah suatu rasa lebih suka dan rasa lebih ketertarikan pada kegiatan yang dilakukan dengan keinginan terhadap membaca, kecenderungan untuk memperhatikan aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh atau dilakukan dengan kesadaran dirinya, dan diikuti dengan rasa senang dalam melakukan kegiatan yang diminatinnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Jurnal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 08 Februari 2023. Vol. 4 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Berdasarkan hasil analisis data Pengabdian kepada Masyarakatyang dilakukan oleh tim PkM, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran pojok baca memberikan pengaruh yang positif terhadap minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah karena telah dibuktikan analisis data menunjukan t hitung 5,514 > t tabel 2,100 dengan taraf sig 0,05 dan jumlah n= 20 maka HCe ditolak dan HCa diterima yang artinya terdapat pengaruh media pembelajaran pojok baca terhadap minat baca siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung. Hasil yang dicapai ini mengindikasikan adanya pengaruh dan menunjukan bahwa semakin sering media pembelajaran pojok baca maka semakin tinggi minat baca siswa. Hal ini dapat digunakan sebagai acuan bagi guru untuk meningkatkan pembelajaran pada pojok baca sehingga minat baca siswa lebih baik lagi. Saran Berdasarka hasil kesimpulan di atas, maka penulis dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut: Bagi Siswa Bagi siswa kelas i SD Al-Washliyah Medan Tembung diharapkan lebih giat dan lebih bersemangat dalam membaca buku di pojok baca kelas. Bagi Guru Pendidik yang memiliki tugas sebagai kegiatan belajar mengajar hendaknya dapat merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar dengan meningkatkan minat baca siswa lebih maksimal. Bagi sekolah Bagi semua pihak SD Al-Washliyah penulis menyarankan tetap mempertahankan pelaksanaan media pembelajaran pojok baca dengan baik dan dapat mengoptimalkan media pojok baca agar dapat diikuti semua peserta didik dan terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya peserta didik terbiasa membaca buku. Bagi Orang Tua Untuk meningkatkan minat baca peserta didik, orang tua juga perlu ikut mengembangkan dan memberikan motivasi kepada anak untuk lebih giat dalam membaca buku. DAFTAR PUSTAKA