ABDI MAHOSADA Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Januari 2026. Hal. 1 Ae 6 e-ISSN 2985-3036 Peningkatan Pengetahuan Remaja dan Calon Pengantin melalui Konsultasi dan Konseling Pra Nikah serta Edukasi Kesehatan Reproduksi di Kecamatan Tabanan Imelda Rismayani Gampur1*. Siti Zakiah2 . Elisabet Sulastina3 1,2,3 STIKES Advaita Medika Tabanan * Penulis Korespondensi: imelda. rismayanigampur@gmail. Abstract This community service activity aimed to improve the knowledge of adolescents and prospective brides and grooms through premarital consultation and counseling as well as reproductive health education. The activity was conducted at the BKKBN Branch Office of Tabanan Subdistrict and involved adolescents and prospective couples as the target participants. The method employed an educative and participatory approach using a pre- and post-socialization design. The stages of the activity included preparation, delivery of educational materials, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results indicated an increase in participantsAo knowledge after the socialization activities related to premarital readiness and reproductive health. This community service activity demonstrates that integrated premarital counseling and reproductive health education are effective promotive and preventive efforts to prepare adolescents and prospective couples for a healthy and responsible married life. This program is expected to support BKKBN initiatives in developing quality families at the subdistrict level. Keywords: community service, premarital counseling, reproductive health, adolescents, prospective couples Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan calon pengantin melalui konsultasi dan konseling pra nikah serta edukasi kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Cabang BKKBN Kecamatan Tabanan dengan sasaran remaja dan calon pengantin. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan desain pre dan post Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan sosialisasi terkait kesiapan pra nikah dan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini membuktikan bahwa sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang terintegrasi dengan konsultasi pra nikah efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mempersiapkan remaja dan calon pengantin menuju kehidupan pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mendukung program BKKBN dalam pembangunan keluarga berkualitas di tingkat Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat, konseling pra nikah, kesehatan reproduksi, remaja, calon pengantin ABDI MAHOSADA Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Januari 2026. Hal. 1 Ae 6 e-ISSN 2985-3036 PENDAHULUAN Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini terjadi pematangan organ reproduksi sehingga remaja membutuhkan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan yang komprehensif dapat berdampak pada perilaku berisiko yang berujung pada masalah kesehatan reproduksi di masa kini maupun masa depan. Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan bahwa edukasi kesehatan reproduksi remaja merupakan bagian penting dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda (WHO, 2. Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu global dan nasional. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi menyebabkan remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diinginkan, serta infeksi menular seksual. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kurangnya akses informasi yang benar dan ramah remaja menjadi faktor utama rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan Edukasi yang tepat terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja dalam menjaga kesehatan reproduksinya (UNICEF, 2. Selain remaja, kesiapan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan pernikahan juga menjadi perhatian penting dalam pembangunan kesehatan keluarga. Konsultasi dan konseling pra nikah merupakan upaya preventif untuk mempersiapkan pasangan dari aspek kesehatan reproduksi, mental, emosional, dan sosial. Konseling pra nikah terbukti berperan dalam meningkatkan kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan berkeluarga serta mencegah terjadinya masalah kesehatan reproduksi dan konflik rumah tangga di kemudian hari (Kementerian Kesehatan RI, 2. Integrasi edukasi kesehatan reproduksi remaja dengan konsultasi dan konseling pra nikah menjadi strategi yang efektif dalam mempersiapkan generasi muda menuju kehidupan pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab. Pendekatan edukatif yang dilakukan sejak remaja diharapkan mampu membentuk pemahaman yang berkelanjutan hingga memasuki usia pernikahan. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi edukasi melalui sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan, terutama apabila disertai dengan metode evaluasi pre dan post kegiatan (BKKBN, 2. Tantangan dalam pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi dan konseling pra nikah di tingkat masyarakat masih cukup besar, terutama terkait keterbatasan kegiatan edukatif yang terstruktur dan berkelanjutan. Kurangnya kegiatan sosialisasi yang melibatkan remaja dan calon pengantin secara langsung menyebabkan informasi yang diterima sering kali tidak komprehensif dan bersumber dari media yang kurang dapat Pendekatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi langsung dinilai efektif karena mampu menjangkau kelompok sasaran secara langsung, memberikan ruang diskusi, serta memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang Kegiatan berbasis komunitas juga terbukti meningkatkan partisipasi dan penerimaan masyarakat terhadap pesan kesehatan reproduksi dan kesiapan pra nikah (Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, 2. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Desa Bongan. Kecamatan Tabanan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja dan calon pengantin melalui konsultasi dan konseling pra nikah serta edukasi kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dirancang ABDI MAHOSADA Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Januari 2026. Hal. 1 Ae 6 e-ISSN 2985-3036 menggunakan desain pre dan post sosialisasi untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta sebagai indikator keberhasilan kegiatan pengabdian. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Jl. Wanasara. Desa Bongan. Kecamatan Tabanan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang difokuskan pada upaya peningkatan pengetahuan remaja dan calon pengantin mengenai konsultasi dan konseling pra nikah serta kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi terstruktur yang disertai dengan pengukuran tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran perubahan pemahaman peserta sebagai dampak dari intervensi edukasi yang diberikan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: Tahap Persiapan. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak Kantor Kecamatan Tabanan, identifikasi kebutuhan materi, penyusunan bahan edukasi, serta penyusunan instrumen pre-test dan post-test yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Tahap Pelaksanaan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pemberian pre-test kepada peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi konsultasi dan konseling pra nikah serta edukasi kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan disampaikan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab untuk mendorong partisipasi aktif Tahap Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan dengan pemberian post-test kepada peserta setelah kegiatan sosialisasi selesai. Hasil pre-test dan post-test digunakan untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta sebagai indikator keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tabel 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Tahap Kegiatan Utama Persiapan Koordinasi dengan pihak di Balai Penyuluhan KB Desa Bongan. Kecamatan Tabanan dan penyusunan materi edukasi Pelaksanaan Pemberian pre-test kepada peserta Pelaksanaan Sosialisasi konsultasi dan konseling pra nikah serta edukasi kesehatan Pelaksanaan Diskusi dan tanya jawab Evaluasi Pemberian post-test Tujuan Menyiapkan pelaksanaan kegiatan agar berjalan terstruktur dan sesuai kebutuhan sasaran Keluaran Materi edukasi dan instrumen pre-test serta post-test Mengetahui tingkat pengetahuan awal remaja dan calon pengantin Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait kesiapan pra nikah dan kesehatan reproduksi Memperkuat pemahaman peserta serta menjawab permasalahan yang dihadapi Menilai perubahan tingkat Data pengetahuan awal peserta Peserta informasi dan Klarifikasi dan penguatan materi Data pengetahuan ABDI MAHOSADA Pelaporan kepada peserta Analisis hasil dan penyusunan laporan PkM Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Januari 2026. Hal. 1 Ae 6 e-ISSN 2985-3036 pengetahuan setelah sosialisasi Mendokumentasikan hasil kegiatan sebagai luaran akhir peserta Laporan Gambar 2. Pelaksanaan sosialisasi konsultasi dan konseling pra nikah serta edukasi Kespro di Balai Penyuluhan KB Desa Bongan Kec. Tabanan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Jl. Wanasari. Desa Bongan. Kecamatan Tabanan diikuti oleh remaja dan calon pengantin dengan tingkat partisipasi yang baik. Berdasarkan hasil pengisian pre-test, diketahui bahwa sebagian besar peserta masih memiliki tingkat pengetahuan yang terbatas mengenai konsultasi dan konseling pra nikah serta kesehatan reproduksi. Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan reproduksi dan kesiapan pra nikah masih perlu ditingkatkan pada kelompok sasaran. Temuan ini sejalan dengan laporan World Health Organization yang menyebutkan bahwa rendahnya pemahaman kesehatan reproduksi pada remaja dan dewasa muda masih menjadi permasalahan global (WHO. Setelah pelaksanaan sosialisasi, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta terkait materi yang disampaikan. Peserta mulai memahami pentingnya konsultasi dan konseling pra nikah sebagai upaya persiapan fisik, mental, dan reproduksi sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilaksanakan di lingkungan pelayanan BKKBN efektif dalam menyampaikan informasi yang relevan dan aplikatif bagi Hasil ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya edukasi pra nikah dalam mendukung kesehatan keluarga dan reproduksi (Kementerian Kesehatan RI, 2. Pelaksanaan diskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan permasalahan dan kebutuhan informasi yang mereka hadapi. Peserta aktif menanyakan isu seputar kesiapan mental menikah, perencanaan kehamilan, serta upaya menjaga kesehatan reproduksi sejak remaja. Pendekatan partisipatif ini terbukti meningkatkan keterlibatan peserta dan memperkuat pemahaman terhadap materi yang diberikan. Metode diskusi interaktif merupakan salah satu strategi efektif dalam edukasi kesehatan berbasis komunitas (UNICEF, 2. ABDI MAHOSADA Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Januari 2026. Hal. 1 Ae 6 e-ISSN 2985-3036 Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kesehatan reproduksi remaja dengan konsultasi dan konseling pra nikah yang difasilitasi oleh BKKBN memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menuju kehidupan pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab. Edukasi yang diberikan sejak usia remaja diharapkan mampu membentuk sikap dan perilaku yang positif dalam menjaga kesehatan reproduksi dan membangun keluarga berkualitas. Hal ini sejalan dengan program BKKBN yang menekankan pentingnya pendewasaan usia perkawinan dan kesiapan berkeluarga (BKKBN, 2. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB jl. Wanasari. Desa Bongan. Kecamatan Tabanan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan remaja dan calon pengantin. Meskipun evaluasi masih bersifat jangka pendek, hasil pre dan post sosialisasi menunjukkan adanya perubahan yang positif. Kegiatan ini dapat menjadi dasar bagi pelaksanaan program edukasi pra nikah dan kesehatan reproduksi yang berkelanjutan di tingkat kecamatan (Notoatmodjo, 2. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Desa Bongan. Kecamatan Tabanan melalui konsultasi dan konseling pra nikah serta edukasi kesehatan reproduksi remaja telah berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari peserta. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan remaja dan calon pengantin terkait pentingnya kesiapan pra nikah dan pemahaman kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Penerapan desain pre dan post sosialisasi menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah kegiatan dilaksanakan. Hal ini mengindikasikan bahwa metode sosialisasi dan edukasi yang digunakan efektif sebagai media peningkatan literasi kesehatan reproduksi dan kesiapan pra nikah di tingkat masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif model pengabdian kepada masyarakat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh instansi terkait, khususnya dalam mendukung program BKKBN mengenai pendewasaan usia perkawinan dan pembangunan keluarga berkualitas di tingkat kecamatan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Advaita Medika Tabanan atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada di Balai Penyuluhan KB Desa Bongan. Kecamatan Tabanan atas kerja sama dan dukungan selama pelaksanaan kegiatan. Selain itu, penulis mengapresiasi partisipasi seluruh remaja dan calon pengantin yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA