JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. Page:96-103 Homepage : https://jurnal. com/index. php/abdidalem STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA BERBASIS EDUKASI. EKONOMI SYARIAH. DAN KOLABORASI MASYARAKAT DALAM OPTIMALISASI PENGELOLAAN POHON COKELAT DAN UMKM DI DUSUN II SEI PARIT Putri Amanda* Perbankan Syariah. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara putriamanda301218@gmail. Pani Akhirudin Siregar Perbankan Syariah. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara paniakhiruddin@umsu. *Putri Amanda Received: 02 Oktober 2025 Revised: 03 Oktober 2025 Published: 06 Oktober 2025 Abstrak Dusun II Sei Parit. Kecamatan Sei Rampah memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan. Namun, pengelolaan UMKM buah cokelat masih terbatas pada produksi bahan mentah tanpa adanya diversifikasi produk bernilai tambah. Selain itu, masyarakat juga mengelola lahan perkebunan sawit, kangkung, dan singkong serta kolam ikan lele dalam skala kecil. Masalah utama yang dihadapi adalah minimnya edukasi pengolahan hasil, keterbatasan modal, dan belum adanya sistem ekonomi berbasis syariah yang mendukung keberlanjutan usaha. Melalui strategi pemberdayaan berbasis edukasi, ekonomi syariah, dan kolaborasi masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan UMKM cokelat dan usaha produktif lainnya. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan dalam pengolahan produk, penguatan kelembagaan koperasi syariah, serta membangun kemitraan dengan perusahaan sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengolahan cokelat, kesadaran akan prinsip ekonomi syariah, serta semangat kolaborasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya desa. Pemberdayaan ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. Kata kunci: UMKM cokelat. Ekonomi Syariah. Edukasi. Kolaborasi Masyarakat. Pemberdayaan Desa Abstract Dusun II Sei Parit. Sei Rampah District has great potential in community economic development through the plantation, agriculture, and fisheries sectors. However, the management of cacao fruit MSMEs is still limited to the production of raw materials without any diversification of value-added products. In addition, the community also Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa Berbasis Edukasi. Ekonomi Syariah. Dan Kolaborasi Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Pohon Cokelat Dan Umkm Di Dusun II Sei Pari. 96 Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. manages oil palm, water spinach, and cassava plantations and catfish ponds on a small The main problems faced are the lack of education on product processing, limited capital, and the absence of a sharia-based economic system that supports business Through an empowerment strategy based on education, sharia economy, and community collaboration, this activity aims to increase the capacity of the community in developing chocolate MSMEs and other productive businesses. The methods used include training, counselling, and mentoring in product processing, strengthening sharia cooperative institutions, and building partnerships with surrounding companies. The results showed an increase in chocolate processing skills, awareness of sharia economic principles, and the spirit of community collaboration in utilising village resources. This empowerment is expected to create sustainable village economic independence. Keywords: Brown MSMEs. Sharia Economy. Education. Community Collaboration. Village Empowerment PENDAHULUAN Pemberdayaan desa merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan nasional karena desa adalah basis utama kehidupan masyarakat Indonesia. Data menunjukkan bahwa lebih dari 40% masyarakat Indonesia hidup di wilayah pedesaan dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, serta usaha kecil menengah (UMKM) (Andriani, 2. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan desa dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan bangsa. Dusun II Sei Parit. Kecamatan Sei Rampah, memiliki potensi besar yang mencakup sektor perkebunan cokelat, sawit, dan singkong, pertanian kangkung, serta perikanan lele. Selain itu, aktivitas kreatif masyarakat dalam memanfaatkan daun sawit untuk pembuatan sapu lidi memperlihatkan adanya budaya kerja produktif yang dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi kreatif (Kartika, 2. Sayangnya, potensi besar ini belum dioptimalkan. UMKM cokelat, misalnya, masih terbatas pada penjualan biji kering yang harganya relatif rendah dan fluktuatif. Padahal, dengan pengolahan sederhana, produk cokelat dapat ditingkatkan menjadi bubuk, permen, hingga produk olahan bernilai tinggi (Rahman, 2. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat meliputi: Kurangnya Edukasi dan Keterampilan. Masyarakat belum memiliki pengetahuan memadai dalam mengolah hasil pertanian dan perkebunan. Minimnya pelatihan membuat inovasi usaha tidak berkembang (Fitriani. Keterbatasan Modal Usaha. Banyak pelaku UMKM masih bergantung pada modal pribadi atau pinjaman konvensional yang memberatkan karena bunga tinggi (Astuti, 2. Belum Optimalnya Sistem Ekonomi Syariah. Padahal, prinsip ekonomi syariah seperti bagi hasil dan bebas riba relevan untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkeadilan (Adawiyah, 2. 97 | Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa Berbasis Edukasi. Ekonomi Syariah. Dan Kolaborasi Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Pohon Cokelat Dan Umkm Di Dusun II Sei Parit abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kurangnya Kolaborasi Multipihak. Perusahaan sekitar yang berfokus pada sawit dan singkong belum banyak mendukung UMKM lokal, sehingga masyarakat berjalan sendiri tanpa dukungan eksternal (Syafri, 2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi edukasi, ekonomi syariah, dan kolaborasi multipihak dapat memperkuat ketahanan ekonomi desa. Edukasi menumbuhkan kapasitas masyarakat (Lestari, 2. , ekonomi syariah memberi sistem pembiayaan yang adil (Astuti, 2. , dan kolaborasi multipihak membuka peluang pasar dan akses modal (Arifin, 2. Berdasarkan kondisi tersebut, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat Dusun II Sei Parit melalui edukasi, ekonomi syariah, dan kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan UMKM berbasis cokelat serta mengoptimalkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. METODE Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Metode yang digunakan mencakup: Pendidikan Masyarakat (Edukas. Edukasi diberikan melalui penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta simulasi pengolahan hasil perkebunan. Misalnya, pelatihan pembuatan bubuk cokelat, permen cokelat, hingga produk turunan Pendidikan masyarakat tidak hanya menekankan aspek teknis produksi, tetapi juga mencakup pengetahuan tentang manajemen usaha, pemasaran digital, dan pengemasan produk agar lebih menarik (Lestari. Pelatihan dan Demonstrasi. Pelatihan dilakukan secara praktis agar masyarakat memperoleh keterampilan langsung. Contohnya, praktik membuat kolam lele sederhana dengan sistem bioflok, teknik perbanyakan bibit cokelat, serta pembuatan kerajinan sapu lidi dengan kualitas standar pasar. Metode ini efektif karena masyarakat dapat melihat, meniru, dan mempraktikkan keterampilan secara nyata (Andriani, 2. Pendampingan Kelembagaan dan Koperasi Syariah. Untuk menjawab keterbatasan modal, dibentuk koperasi syariah desa. Pendampingan dilakukan dalam bentuk edukasi literasi keuangan syariah, simulasi akad bagi hasil, serta pembinaan administrasi koperasi. Koperasi syariah diharapkan menjadi lembaga keuangan mikro desa yang transparan, adil, dan sesuai syariat Islam (Astuti, 2. Mediasi dan Kolaborasi dengan Perusahaan Sekitar. Tim pengabdian berperan sebagai mediator yang mempertemukan Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa Berbasis Edukasi. Ekonomi Syariah. Dan Kolaborasi Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Pohon Cokelat Dan Umkm Di Dusun II Sei Parit . Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. masyarakat dengan PT perkebunan sekitar. Diskusi dilakukan untuk membuka peluang kolaborasi, misalnya program CSR perusahaan yang dapat mendukung pengembangan UMKM cokelat dan kerajinan sapu lidi. Kolaborasi multipihak ini penting untuk memperkuat jejaring usaha dan memperluas akses pasar (Arifin, 2. Evaluasi dan Monitoring. Seluruh kegiatan disertai evaluasi partisipatif dengan melibatkan masyarakat. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan program, hambatan yang dihadapi, serta potensi perbaikan. Monitoring berkelanjutan diharapkan menjaga konsistensi usaha masyarakat dan mencegah program berhenti di tengah jalan (Maulana, 2. Dengan metode tersebut, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek berupa peningkatan keterampilan, tetapi juga membangun sistem keberlanjutan ekonomi desa melalui edukasi, pembiayaan syariah, dan kolaborasi yang kuat. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara umum, kegiatan pemberdayaan di Dusun II Sei Parit menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat baik dari sisi keterampilan, pemanfaatan sumber daya, maupun sistem kelembagaan. Masyarakat yang sebelumnya hanya bergantung pada penjualan hasil pertanian mentah kini mulai beralih pada usaha olahan bernilai tambah. Selain itu, terjadi pula diversifikasi usaha melalui pemanfaatan lahan, kerajinan rumah tangga, serta pembentukan koperasi syariah. Hal ini sejalan dengan teori pemberdayaan masyarakat yang menekankan pentingnya kombinasi antara peningkatan kapasitas individu, penguatan kelembagaan, dan dukungan eksternal (Andriani, 2. Jika ditinjau dari aspek kualitatif, terdapat perubahan pola pikir dan sikap masyarakat yang lebih terbuka terhadap inovasi usaha. Sementara dari aspek kuantitatif, beberapa indikator capaian dapat diamati, seperti jumlah peserta pelatihan, volume produksi, hingga tambahan pendapatan dari usaha Berdasarkan hasil program ini dapat dipahami melalui lima dimensi utama Peningkatan Kapasitas UMKM Cokelat Hasil pelatihan pengolahan cokelat menunjukkan bahwa masyarakat Dusun II Sei Parit mulai mampu memproduksi berbagai olahan sederhana seperti bubuk cokelat dan permen. Sebelum program dilaksanakan, masyarakat hanya menjual cokelat dalam bentuk biji kering dengan harga yang relatif rendah. Dengan adanya pelatihan, mereka menyadari bahwa produk olahan memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar, terutama jika dikemas secara modern dan dipasarkan dengan strategi digital (Rahman. Dampak dari diversifikasi produk ini bukan hanya pada peningkatan 99 | Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa Berbasis Edukasi. Ekonomi Syariah. Dan Kolaborasi Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Pohon Cokelat Dan Umkm Di Dusun II Sei Parit abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pendapatan, tetapi juga pada munculnya rasa percaya diri masyarakat. Mereka merasa memiliki kemampuan baru yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri. Temuan ini selaras dengan penelitian Maulana . yang menyatakan bahwa inovasi produk merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan UMKM berbasis komunitas. Jika strategi diversifikasi ini konsisten dilakukan. UMKM cokelat dapat menjadi ikon ekonomi desa yang mampu bersaing di tingkat regional. Namun, tantangan yang muncul adalah keterbatasan alat produksi dan minimnya jaringan pemasaran. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan kerjasama dengan koperasi syariah sebagai penyedia modal usaha dan dukungan pemerintah desa untuk membuka akses pasar. Dengan demikian. UMKM cokelat tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mampu menembus rantai distribusi yang lebih luas (Adawiyah, 2. Pemanfaatan Lahan Belakang Rumah Pemanfaatan lahan belakang rumah PT perkebunan menjadi langkah inovatif dalam meningkatkan produktivitas masyarakat. Lahan yang sebelumnya kosong kini digunakan untuk menanam kangkung, singkong, dan beternak lele. Usaha ini tidak hanya menambah sumber pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha kecil dengan risiko rendah. Kangkung, misalnya, dapat dipasarkan setiap minggu ke pasar tradisional, sedangkan lele dapat dipanen setiap dua hingga tiga bulan sekali (Sari. Selain itu, integrasi antara pertanian dan perikanan menciptakan sistem yang saling mendukung. Misalnya, sisa pakan lele dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman singkong atau kangkung. Model integrasi ini terbukti meningkatkan efisiensi dan ketahanan pangan masyarakat (Yusuf. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif. Sebelumnya, sebagian besar warga hanya mengandalkan pendapatan dari perkebunan sawit. Dengan adanya diversifikasi usaha melalui pemanfaatan lahan, masyarakat lebih resilien terhadap fluktuasi harga sawit dan singkong yang sering menurun. Kondisi ini mendukung teori diversifikasi usaha yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Pengembangan Kerajinan Sapu Lidi Ibu-ibu rumah tangga di Dusun II Sei Parit berhasil memanfaatkan daun sawit sebagai bahan baku pembuatan sapu lidi. Awalnya, kegiatan ini hanya dilakukan untuk kebutuhan rumah tangga, namun setelah diberikan pendampingan, mereka mulai melihat peluang pasar yang cukup besar. Produk sapu lidi dapat dijual ke pasar lokal dengan harga yang terjangkau, dan jika dikemas dengan baik, bahkan bisa masuk ke pasar regional (Kartika, 2. Pengembangan kerajinan ini memiliki dampak ganda. Pertama. Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa Berbasis Edukasi. Ekonomi Syariah. Dan Kolaborasi Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Pohon Cokelat Dan Umkm Di Dusun II Sei Parit . Volume 2. Nomor 2 (Oktober, 2. | pp. memberikan tambahan penghasilan bagi ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki kegiatan ekonomi. Kedua, meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pembangunan ekonomi desa. Hal ini sesuai dengan temuan Wulandari & Hasanah . yang menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam UMKM kreatif dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Namun, kendala utama dalam pengembangan kerajinan ini adalah kurangnya inovasi desain dan akses pemasaran. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan lanjutan mengenai strategi branding produk lokal dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Dengan demikian, produk kerajinan tidak hanya dikenal sebagai kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sebagai produk unggulan desa yang memiliki nilai estetika dan Pembiayaan Berbasis Ekonomi Syariah Pembentukan koperasi syariah di desa menjadi salah satu capaian penting dalam kegiatan pengabdian ini. Masyarakat kini memiliki lembaga keuangan mikro yang dikelola bersama dengan prinsip syariah. Sistem bagi hasil diterapkan sebagai pengganti bunga, sehingga masyarakat merasa lebih adil dan tidak terbebani hutang. Model ini juga memperkuat solidaritas karena keuntungan dan risiko ditanggung bersama. Koperasi syariah berfungsi tidak hanya sebagai penyedia modal usaha, tetapi juga sebagai pusat edukasi literasi keuangan syariah. Masyarakat diajarkan tentang akad-akad syariah seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah. Dengan demikian, koperasi syariah berperan sebagai lembaga pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi (Hidayat, 2. Hasil ini sejalan dengan penelitian Adawiyah . yang menekankan bahwa koperasi syariah mampu menjadi solusi keuangan bagi UMKM desa yang seringkali kesulitan mengakses perbankan formal. Dalam konteks Dusun II Sei Parit, koperasi syariah juga dapat menjadi fondasi keberlanjutan UMKM cokelat karena mampu menyediakan modal untuk pembelian alat produksi dan bahan tambahan. Kolaborasi dengan Perusahaan Sekitar Kolaborasi dengan perusahaan perkebunan di sekitar Dusun II Sei Parit menjadi aspek penting dari strategi pemberdayaan ini. PT perkebunan yang sebelumnya hanya berfokus pada sawit dan singkong mulai membuka diri untuk mendukung UMKM masyarakat melalui program CSR. Bentuk dukungan yang ditawarkan meliputi pelatihan manajemen usaha, bantuan modal kecil, serta akses jaringan pemasaran (Syafri, 2. Kolaborasi ini menciptakan hubungan simbiosis antara masyarakat dan Masyarakat mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha, sementara perusahaan memperoleh citra positif sebagai entitas yang peduli terhadap pembangunan desa. (Arifin & Suryanto, 2. menegaskan bahwa kolaborasi multipihak merupakan faktor kunci dalam 101 | Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa Berbasis Edukasi. Ekonomi Syariah. Dan Kolaborasi Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengelolaan Pohon Cokelat Dan Umkm Di Dusun II Sei Parit abdi dalem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pembangunan berkelanjutan, karena mampu mengintegrasikan sumber daya dari berbagai pihak. Meski demikian, kolaborasi ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan komitmen jangka panjang dari perusahaan. Oleh karena itu, pemerintah desa perlu berperan sebagai fasilitator untuk memastikan kerjasama ini berkelanjutan dan saling menguntungkan. Dengan adanya regulasi dan perjanjian formal, kolaborasi dapat menjadi instrumen yang konsisten dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa. KESIMPULAN Kegiatan pemberdayaan masyarakat di Dusun II Sei Parit. Kecamatan Sei Rampah, menunjukkan bahwa strategi berbasis edukasi, ekonomi syariah, dan kolaborasi masyarakat mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan desa. Pelatihan pengolahan cokelat berhasil mendorong diversifikasi produk yang meningkatkan nilai jual dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi usaha. Pemanfaatan lahan belakang rumah untuk menanam kangkung, singkong, serta beternak lele menciptakan diversifikasi sumber pangan dan pendapatan yang lebih berkelanjutan. Di sisi lain, keterlibatan ibu-ibu rumah tangga dalam kerajinan sapu lidi dari daun sawit memperlihatkan peran penting perempuan dalam mendukung ekonomi keluarga sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Pembentukan koperasi syariah desa menjadi solusi pembiayaan yang adil dengan sistem bagi hasil, sehingga masyarakat terbebas dari jeratan bunga pinjaman dan lebih memahami prinsip ekonomi Islam. Dukungan eksternal melalui program CSR perusahaan sekitar turut memperkuat keberlanjutan program melalui bantuan bibit, modal, dan akses pasar. Secara keseluruhan, hasil kegiatan dan pembahasan membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan terintegrasi dapat meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing desa secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA