Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan Dan Motivasi Berwirausaha Terhadap Minat Berwirausaha Dengan Self Efficacy Sebagai Variabel Intervening Pada Siswa Smk Negeri 1 Pati Linda Ayuk Sulistiowatia. Mamik Indaryanib. Dian WismarAoeinc a,b,c Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muria Kudus *Corresponding author: 202011309@std. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of entrepreneurship knowledge and entrepreneurial motivation on entrepreneurial interest with self-efficacy as an intervening variable in students of SMK Negeri 1 Pati. The population of this study amounted to 976 students and female students of SMK Negeri 1 Pati and the number of samples studied was 120 students using purposive sampling method, and the data were processed using AMOS 24. The results of this study indicate that there is a positive and significant influence between entrepreneurial knowledge variables on entrepreneurial interest. There is a negative but insignificant influence between entrepreneurial motivation variables on entrepreneurial interest. There is a positive and significant influence between self efficacy variables on entrepreneurial interest. There is a positive and significant influence between the variables of entrepreneurial knowledge and entrepreneurial motivation on self-efficacy. Keywords: Entrepreneurial knowledge. Entrepreneurial motivation. Entrepreneurial interest. Self Efficacy. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan Motivasi Berwirausaha Terhadap Minat Berwirausaha Dengan Self Efficacy Sebagai Variabel Intervening Pada Siswa SMK Negeri 1 Pati. Populasi penelitian ini berjumlah 976 siswa dan siswi SMK Negeri 1 Pati serta jumlah sampel yang diteliti sebanyak 120 siswa dengan menggunakan metode purposive sampling, dan data diolah menggunakan AMOS Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Terdapat pengaruh negatif tetapi tidak signifikan antara variabel motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel self efficacy terhadap minat berwirausaha. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap self efficacy. Kata Kunci: Pengetahuan kewirausahaan. Motivasi berwirausaha. Minat berwirausaha. Self Efficacy PENDAHULUAN Tunakarya atau Pengangguran menjadi sebuah permasalahan cukup serius bagi negara Indonesia. Pengangguran merupakan salah satu penyebab menurunnya tingkat perekonomian bagi suatu negara. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 7,99 juta pengangguran pada Februari 2023, meningkat 410 ribu jiwa dari Februari 2022 sejumlah 8,40 juta jiwa. Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa pengangguran terbesar didominasi oleh tamatan SMK/SLTA. Ditahun 2022 angka pengangguran pada tamatan SMK sebesar 9,42% mengalami kenaikan menjadi 9,60% pada bulan Februari 2023 . Tabel 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Berdasarkan Lulusan Pendidikan Tahun Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Sumber: Badan Pusat Statistik, 2022 Dari penjelasan tabel di atas dapat dilihat bahwa masih banyak lulusan SMK/SLTA Kejuruan yang belum memperoleh pekerjaan, sementara itu tujuan pembelajaran SMK/SLTA kejuruan yaitu mempersiapkan lulusannya untuk siap terjun didunia kerja. Hal ini dikarenakan pola pikir mereka yang masih terpaku pada mencari pekerjaan dilapangan dibandingkan untuk berwirausaha, namun realitanya ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada tidak bisa mencakup seluruh calon tenaga kerja. Pengangguran meningkat karena persaingan tenaga kerja yang semakin ketat dan kurangnya lapangan kerja. Berwirausaha menjadi alternatif yang tepat untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran pada lulusan SMK/SLTA Kejuruan. Hal ini selaras dengan pendapat Santoso & Afiyati . Kewirausahaan adalah keahlian yang sangat diperlukan pada abad ke- 21, melihat adanya keterbatasan sumber daya alam yang tersedia untuk kesejahteraan penduduk yang terus bertambah dan semakin kompetitif. Nengseh & Kurniawan . mendefinisikan minat berwirausaha merupakan seseorang yang berminat untuk gigih berusaha mengejar tujuannya dengan berbagai tantangan yang dilewati. Pengetahuan dalam kewirausahaan menjadi pemicu penting untuk menumbuhkan minat Selaras dengan gagasan Muhtarom et al. , . mengungkapkan bahwa seseorang dengan pengetahuan dalam berwirausaha akan menggunakan semua kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk sekarang dan di masa mendatang. Minat seseorang dalam melakukan atau menjalankan suatu usaha dapat dilihat dari upaya untuk meningkatkan usahanya. Selain pengetahuan kewirausahaan, motivasi berwirausaha juga dapat mempengaruhi minat berwirausaha. Sari et al. , . menyatakan bahwa motivasi berwirausaha menjadi faktor utama dalam mengembangkan ketertarikan berwirausaha pada siswa. Hal ini selaras dengan pernyataan Agusmiati & Wahyudin . yang berpendapat jika tingkat motivasi berwirausaha yang dimiliki oleh siswa tinggi, mengakibatkan peningkatan juga keinginan dalam Jadi, motivasi berwirausaha berperan penting dalam menggerakkan minat berwirausaha untuk siswa SMK/SLTA Kejuruan. Rasa takut akan menghadapi adanya risiko dan kegagalan saat berwirusaha adalah hal yang membuat siswa takut untuk memulai usaha sendiri. Sehingga diperlukan pengetahuan dan Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 motivasi berwirausaha untuk meningkatkan kepercayaan diri pada siswa untuk memulai usahanya Self efficacy mengacu pada keyakinan terhadap pengetahuan untuk berhasil dalam menjalankan bisnis atau usaha. Penelitian sebelumnya yang meneliti tentang minat berwirausaha. Namun masih terdapat adanya perbedaan hasil penelitian, sehingga memunculkan adanya research gap. Berdasarkan hasil penelitian Santoso & Afiyati . dan Sari et al. , . pengetahuan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Hal ini tidak selaras dengan hasil penelitian Agusmiati & Wahyudin . yang menyatakan ada pengaruh negatif tetapi tidak signifikan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian Putri & Syamwil . motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat Namun, ada perbedaan dengan penelitian Agustin & Trisnawati . yang menyatakan bahwa motivasi berwirausaha memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap minat berwirausaha. Penelitian Lestari & Sukirman . menunjukkan bahwa self efficacy berpegaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Berbeda dengan hasil penelitian dari Putry et al. yang menyatakan bahwa self efficacy berpegaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian Isma et al. , . menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan berpegaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy. Berbeda dengan hasil penelitian dari Srianggaeni et al. , . yang menyatakan bahwa pengetahuan kewirausahaan berpegaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap self efficacy. Hasil penelitian Nengseh & Kurniawan . menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha berpegaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy. Berbeda dengan hasil penelitian dari Andini & Pratama . yang menyatakan bahwa motivasi berwirausaha berpegaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap self Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk meneliti masalah yang dihadapi siswa SMA N 1 PATI. Ditinjau dari pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha melalui self efficacy sebagai variabel intervening. Dalam penelitian ini, variabel endogen adalah minat berwirausaha, dan variabel eksogen adalah pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha. Serta variabel intervening adalah self KERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS Secara umum, kerangka teori ini menjelaskan hubungan antara variabel eksogen yaitu pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha, serta variabel endogen yaitu minat berwirausaha melalui variabel intervening yaitu self efficacy. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Gambar 1. Kerangka Konseptual Berikut adalah hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini: HCA: Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat HCC: Motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat HCE: Self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. HCE: Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy. HCI: Motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, yang melibatkan data angka dan program statistik untuk menjawab pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha dengan self efficacy sebagai variabel intervening. Objek pada penelitian ini yaitu siswa dan siswi SMK Negeri 1 Pati. Penelitian ini menggunakan 4 variabel yang terdiri dari variabel eksogen yaitu pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha. Variabel endogen dalam penelitian ini yaitu minat berwirausaha, serta variabel intervening dalam penelitian ini yaitu self Populasi pada penelitian ini adalah 976 siswa dan jumlah sampel yang akan diteliti adalah 120 siswa SMK Negeri 1 Pati. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, dengan kriteria yang terdiri dari siswa dan siswi SMK Negeri 1 Pati yang telah mengambil mata pelajaran kewirausahaan yaitu kelas 11 dan 12. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan sumber data primer. Sementara, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisoner dan observasi. Serta analisis data dan pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) yang dianalisis menggunakan program AMOS versi 24. HASIL DAN PEMBAHASAN Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Hasil penelitian ini menyajikan hasil uji instrumen dan hasil uji hipotesis. Uji instrumen terdiri dari uji convegent validity, construct validity, average variance extracted (AVE), discriminant dan reliabilitas. Uji Convegent Validity Uji convegent validity dilakukan untuk engukur apakah konstruk atau indikator memiliki banyak perbedaan proporsional. Kriteria terpenuhi ketika AuLoading FactorAy maupun AuStandardized Loading EstimateAy > 0,5. Berdasarkan pada tabel 5 uji convegent validity menunjukkan bahwa setiap indikator mempunyai nilai loading factor > 0,50. Tabei 2. Uji Convegent Validity Uji Construct Validity Uji construct validity untuk mengevaluasi kemampuan indikator atau konstruk untuk menggambarkan variabel latennya. Hasilnya memenuhi kriteria penelitian satu sisi, yaitu nilai Rasio Kritis (CR) lebih dari 1,64 dan Probability (P) kurang dari 0,05. Tanda *** memiliki signifikansi <0,001. Dari tabel 6 menyatakan bahwa seluruh indikator memenuhi kriteria, yaitu nilai Rasio Kritis (CR) kurang dari 1,64 dan probabilitas (P) kurang dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator valid. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Tabel 3. Uji Construct Validity Uji Average Variance Extracted (AVE) Uji confimatory menggunakan rata-rata dari perbedaan yang diekstrak dari indikator variabel laten. Uji Average Variance Extracted (AVE) memenuhi syarat jika AVE lebih besar dari 0,5. Dari tabel 7 membuktikan bahwa seluruh variabel dan indikator memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,5, yang berarti lebih besar dari nilai yang disarankan. Oleh karena itu, konstruksi secara keseluruhan dinyatakan valid dan yang memenuhi syarat. Tabel 4. Uji Average Variance Extracted (AVE) Uji Discriminant Validity Discriminant validity adalah sejauh mana suatu struktur benar-benar berbeda dari yang Nilai yang tinggi pada discriminant validity menunjukkan bahwa struktur tersebut memiliki ciri khas dan mampu memahami fenomena yang diuji. Nilai akar kuadrat AVE (OoAVE) dibandingkan dengan nilai korelasi antar konstruk untuk mengujinya. (Ghozali, 2018:. Tabel 5. Uji Discriminant Validity Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dipergunakan untuk mengevaluasi seberapa andal indikator variabel dalam Uji Rabilitas ditentukan dengan menggunakan reliabilitas komposit . dengan nilai cut off reliabilitas konstruk minimal 0,70 sehingga dikatakan reliabel. Tabel 6. Uji Construct Relibiality (CR) Hasil Analsisi SEM Full Model Hasil olah data analisis model SEM dapat dilihat pada gambar 1 sebagai berikut ini: Gambar 2. Analisis SEM Full Model Sumber: Hasil Pengolahan Data menggunakan Amos Ver. Pada tabel 10 menunjukkan hasil uji Goodness of Fit analisis SEM full model. Tabel 7. Goodness of Fit Index Analisis SEM Full Model Goodness of Chi-Square CMIN/DF Probability GFI AGFI Cut-off Value Hasil Keterangan < 156. 508 (Nilai xA tabel ,05:. Ou 0,05 Ou 0,90 Ou 0,90 139,228 Good Fit 1,079 0,254 0,900 0,907 Good Fit Good Fit Good Fit Good Fit Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Goodness of Cut-off Value Hasil Keterangan TLI Ou 0,95 0,981 Good Fit CFI Ou 0,95 0,984 Good Fit RMSEA O 0,08 0,026 Good Fit Dari tabel 10 menunjukkan bahwa hasil pengujian Goodness of Fit dari 8 kriteria yang ada, terdapat 8 kriteria yang menunjukkan kondisi Good Fit sehingga pengujian Goodness of Fit dapat dikatakan Good fit dan dapat dilakukan uji selanjutnya. Uji Normalitas Uji normalitas diukur menggunakan rasio kritis A 2,58 dengan taraf signifikan 0,01 . %), untuk menghasilkan kesimpulan tidak adanya bukti bahwa distribusi data yang dipergunakan dalam penelitian ini tidak normal. Tabel 8. Uji Normalitas Pada tabel 11 diatas menunjukkan bahwa pada kolom c. untuk uji normalitas multivariate nilainya 0,311 maka tidak dijumpai nilai diluar rentang A 2,580. Dengan demikian data penelitian yang digunakan telah memenuhi persyaratan normalitas data atau dapat dikatakan bahwa data penelitian telah terdistribusi normal. Uji Hipotesis Tujuan dari pengkajian uji hipotesis adalah untuk menemukan usulan hipotesis yang secara teoritis sebanding dengan hasil dari program aplikasi AMOS. Nilai CR dan nilai p-value digunakan untuk menguji hipotesis. Jika nilai CR lebih besar dari 1,64 maka hipotesis tersebut Apabila p-value yang diperoleh O 0,05 sehingga mempengaruhi p-value. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Tabel 9. Uji Hipotesis Tabel 10. Uji Mediasi PEMBAHASAN Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan kewirausahaan siswa maka minat berwirausaha siswa juga semakin tinggi. Pada analisis deskripstif indikator yang paling tinggi pada variabel pengetahuan kewirausahaan adalah tanggungjawab. Seorang wirausaha memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi sehingga mampu untuk menjalankan usahanya dengan baik dan Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk memimpin belum mampu untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa SMK Negeri 1 Pati. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Saragih et al. , . Sari et al. , . , dan Suryaningsih & Agustin . yang menyatakan bahwa pengetahuan kewirausahaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap minat Sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang kewirausahaan maka semakin tinggi pula minat berwirausaha. Namun sebaliknya, jika pengetahuan tentang kewirausahaan rendah maka minat berwirausaha semakin rendah pula. Pengaruh motivasi berwirausaha Terhadap Minat Berwirausaha Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel motivasi berwirausaha berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Hasil ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi berwirausaha maka semakin rendah minat berwirausaha siswa. Hal ini disebabkan, siswa SMK Negeri 1 Pati takut menghadapi resiko dalam berwirausaha sehingga dapat menyebabkan kegagalan saat memulai usaha. Kurangnya modal juga membuat siswa SMK Negeri 1 Pati kurang termotivasi untuk berwirausaha. Karena, untuk memulai usaha sendiri membutuhkan modal yang cukup besar dan kondisi ekonomi yang kurang memadai sehingga orang tua lebih menyarankan untuk bekerja. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Hasil penelitian ini mendukung dengan hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Adam et al, . Nengseh & Kurniawan . , dan Agustin & Trisnawati . yang menyatakan bahwa motivasi berwirausaha berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap minat berwirausaha. Tidak mampu menguasai kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya menurunkan motivasi siswa untuk berwirausaha. Selain itu, siswa lebih memilih bekerja di pabrik karena mereka percaya bahwa mereka tidak perlu memikirkan bagaimana mengembangkan bisnis tanpa mengambil risiko. Pengaruh self efficacy Terhadap Minat Berwirausaha Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi rasa percaya diri siswa maka minat berwirausaha siswa juga semakin tinggi. Pada analisis deskripstif indikator yang paling tinggi pada variabel self efficacy yaitu pantang Hal ini menunjukkan bahwa adanya rasa pantang menyerah dalam diri siswa dapat menumbuhkan minat berwirausaha siswa pada SMK Negeri 1 Pati Rasa percaya diri dapat meningkatkan kemampuan untuk menjalankan usaha sehingga dapat menghadapi risiko dan mencapai tujuan diharapkan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Liu et al, . Lestari & Sukirman . , dan Dhitara & Ardiansyah . yang menunjukkan bahwa self efficcay memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Jika siswa memiliki tingkat self efficacy yang lebih tinggi dalam melakukan usaha, mereka akan memiliki minat yang lebih besar untuk berwirausaha. Sebaliknya, jika siswa memiliki tingkat self efficacy yang lebih rendah dalam melakukan usaha, minat mereka dalam berwirausaha akan Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan Terhadap self efficacy Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan kewirausahaan siswa maka self efficacy siswa juga semakin tinggi. Pada analisis deskripstif indikator yang paling tinggi pada variabel pengetahuan kewirausahaan adalah tanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa indikator yang digunakan dapat memberikan dukungan yang baik antara pengetahuan tentang kewirausahaan dan self Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Apiatun dan Prajanti . Atiningsih & Kristanto . , dan Isma et al, . menyatakan bahwa pengetahuan berwirausaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy. Pengetahuan kewirausahaan yang didukung oleh rasa percaya diri dan keyakinan diri, membentuk dan meningkatkan minat seseorang untuk berwirausaha. Self efficacy memberikan kepercayaan diri dan keyakinan terhadap pengetahuan yang dimiliki untuk dijadikan modal dalam memulai suatu bisnis. Pengaruh motivasi berwirausaha Terhadap self efficacy Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap self efficcay pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi berwirausaha siswa maka self efficcay siswa juga semakin tinggi. Pada analisis deskripstif indikator yang paling tinggi pada variabel motivasi berwirausaha adalah Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 impian individu. Impian individu berpengaruh tinggi untuk meningkatkan rasa kepercayaan dalam diri siswa. Sehingga kepercayaan diri dapat muncul karena adanya impian atau keinginan dari diri siswa. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh penelitian Nengseh & Kurniawan . Marzuki et al, . dan Dhitara & Ardiansyah . yang menyatakan bahwa motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap self Motivasi berwirausaha sangat penting untuk mendorong seseorang untuk memulai usaha sendiri Ini membutuhkan keyakinan diri dan kemampuan seseorang. Untuk terus mengembangkan usahanya, seseorang harus memiliki rasa tanggung jawab dan keberanian untuk Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Melalui self Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha melalui self efficacy pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Hal tersebut menunjukkan bahwa jika siswa SMK Negeri 1 Pati memiliki pemahaman yang memadai tentang kewirausahaan dan didukung oleh tingkat kepercayaan diri yang tinggi, maka diharapkan mereka akan menumbuhkan minat untuk berwirausaha dan menjadi wirausaha muda yang cerdas dan inovatif di masa depan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Indriyani & Subowo . Lestari & Sukirman . dan Atiningsih & Kristanto . yang menyatakan bahwa ditemukan berpengaruh positif dan signifikan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha melalui self efficacy. Dengan memperhatikan tingkat keyakinan dan kepercayaan diri yang mereka miliki, memiliki pemahaman yang baik tentang semua aspek kewirausahaan pasti akan meningkatkan atau membentuk minat mahasiswa untuk menjadi seorang wirausaha. Pengaruh motivasi berwirausaha Terhadap Minat Berwirausaha Melalui self efficacy Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha memlalui self efficacy pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Agar dapat mencapai tujuan tertentu, sangat penting untuk memiliki keyakinan dalam kemahiran yang ada pada diri seseorang. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Nengseh & Kurniawan . Agustin & Trisnawati . , dan Dhitara & Ardiansyah . menyatakan bahwa motivasi berwirausaha melalui self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Motivasi berwirausaha yang dimiliki seseorang dapat menetapkan tujuan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pribadi, menghasilkan pendapatan, dan menciptakan kebebasan berwirausaha. Untuk mencapai tujuan tersebut membutuhkan kepercayaan diri dan keyakinan. Seseorang akan termotivasi untuk berwirausaha dengan adanya self efficacy yang dimiliki, sehingga dapat mewujudkan tujuan dalam berwirausaha. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 KESIMPULAN Adapun kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut ini: Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Semakin tinggi tingkat pengetahuan kewirausahaan siswa maka minat berwirausaha siswa juga semakin tinggi. Motivasi berwirausaha berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Semakin tinggi tingkat motivasi berwirausaha siswa maka minat berwirausaha siswa akan semakin rendah. Self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Semakin tinggi tingkat self efficacy siswa maka minat berwirausaha siswa juga semakin tinggi. Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Semakin tinggi tingkat pengetahuan kewirausahaan siswa maka self efficacy siswa juga semakin tinggi. Motivasi Berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap self efficacy pada siswa SMK Negeri 1 Pati. Semakin tinggi tingkat motivasi berwirausaha siswa maka self efficacy siswa juga semakin tinggi. DAFTAR PUSTAKA