UN | PENMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri Volume 5. Number 2 . , pp. 138-148 e-ISSN 2810-000X PENMAS https://jurnal. id/index. php/un-penmas Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali Agustina Intan Niken Tari, 2Catur Budi Handayani, 3Novian Wely Asmoro UniversitasVeteran Bangun Nusantara . Sukoharjo. Indonesia e-mail: intanniken@gmail. com1*, caturjazuli41@gmail. novianwelyasmoro@gmail. *Coresponding Author 1*,2,3 Submit: 24 April 2025. revisi: 25 Oktober 2025, diterima: 30 November 2025 ABSTRAK Kewirausahaan merupakan salah satu tuntutan kompetensi lulusan siswa di SMK Negeri 1 Mojosongo. Kompetensi tersebut menjadi salah satu indikator kualitas sumber daya manusia lulusan SMK. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menanamkan minat kewirausahaan di kalangan siswanya, melalui konsep kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara. Konsep kerjasama ini berupa transfer keilmuan yang dikemas dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini memiliki beberapa tahapan dimulai dari identifikasi masalah mitra yaitu perlunya pemahaman konsep kewirausahaan, business plan, konsep desain dan inovasi produk jamu kekinian dan pemasaran usaha. Pada tahap awal kegiatan siswa diminta mengikuti pretest untuk mengetahui tingkat mula pemahaman. Tahap kedua paparan materi kewirausahaan dan diskusi, tahap ketiga penyuluhan tentang business plan, tahap keempat penyuluhan sekaligus demo / praktik langsung pembuatan inovasi produk jamu kekinian. Kegiatan diakhiri dengan post test dan testimoni hasil kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 25, 64% Kata kunci: Inovasi, jamu, kewirausahaan, potensi. ABSTRACT Entrepreneurship is one of the competency demands of graduates of SMK Negeri 1 Mojosongo. This competency is one of the indicators of the quality of human resources of SMK graduates. One of the efforts made is to instill an interest in entrepreneurship among its students, through the concept of cooperation with various parties, including the Agricultural Product Technology study program of Veteran Bangun Nusantara University. This concept of cooperation is in the form of knowledge transfer packaged in community service activities. This activity has several stages starting from identifying partner problems, namely the need to understand the concept of entrepreneurship, business plans, design concepts and innovations of contemporary herbal medicine products and business marketing. In the early stages of the activity, students were asked to take a pretest to determine the initial level of understanding. The second stage is the presentation of entrepreneurship material and discussion, the third stage is counseling on business plans, the fourth stage is counseling as well as a demonstration / direct practice of making contemporary herbal medicine product innovations. The activity ended with a post-test and testimonials on the results of the activity. The results of the community service showed an increase in knowledge of 25. Keywords: Innovation, herbal medicine, entrepreneurship, potential 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN SMK Negeri Mojosongo Boyolali kejuruan berbasis pertanian yang terletak di Kecamatan Mojosongo. Kabupaten Boyolali. Sekolah Raya Tegalwire. Mojosongo 57301. Boyolali. Jawa Tengah. Boyolali-Solo Km. Sekolah ini didirikan pada 10 Maret 1975 sebagai Sekolah Menengah Teknologi Pertanian (SMTP) Boyolali. Pada perkembangannya hingga tahun 2000. SMK Negeri 1 Mojosongo memiliki 4 jurusan yaitu THP. TPP . ekarang menjadi Mekanisasi Pertania. Teknologi Produksi sekarang menjadi ATPH (Agribisnis Tanaman Perkebunan dan Holtikultur. dan ATP (Agribisnis Tanaman Perkebuna. dan Peternakan . ekarang menjadi Agribisnis Ternak Unggas dan Ruminansi. Selanjutnya bertambah lagi jurusan di SMK ini yaitu Teknik Pemesinan dan pada 2007 dan Kimia Industri pada 2010. (Anonim, 2. Mayoritas lulusan SMK Negeri 1 Mojosongo bekerja di dunia usaha dan industri. PNS. TNI. Polri dan berwirausaha. Saat ini masyarakat mengharapkan lulusan SMK harus memiliki sumber daya manusia yang handal khususnya dalam menciptakan peluang usaha baru. Kompetensi lulusan SMK diharapkan sebagai indikator sumber daya manusia yang unggul di bidang kewirausahaan. (Anonim, 2. Salah satu upaya untuk menciptakan entrepreneur baru pada lulusan SMK yaitu dengan menumbuhkan minat dan kesadaran lulusan SMK untuk berwirausaha. Ketika minat berwirausaha rendah maka perilaku berwirausaha akan rendah, ini artinya tidak akan tercipta wirausaha dan lapangan kerja baru Wirausaha berperan penting dalam perekonomian suatu negara karena dapat menciptakan lapangan kerja baru. Wirausahawan yang terbukti berhasil untuk mengambil risiko kemudian menciptakan perusahaan rintisan akan mendapatkan keuntungan besar, ketenaran, dan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan (Retnowati et al. , 2. Mayoritas Lulusan SMK di Indonesia minat kewirausahaan yang dimiliki masih relatif kurang. (Puji Lestari et al. , 2. Siswa lulusan SMK memiliki mengaplikasikan pengetahuan secara teori dan keterampilan di dunia kerja. Sekarang ini Indonesia telah memasuki revolusi industri 4. 0 hal ini adalah tantangan yang perlu disiapkan untuk menciptakan wirausaha muda yang (Gustiana et al. , 2. Solusi usaha yang dapat direalisasikan untuk menghadapi hal tersebut adalah menciptakan lapangan kerja baru dengan kegiatan 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Upaya utama dalam menciptakan lulusan yang gemar berwirausaha adalah penanaman minat berwirausaha. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha yakni faktor dari dalam . dan luar . Faktor internal misalnya ketertarikan siswa terhadap dunia usaha yang diperoleh dari diri sendiri, saat menempuh pendidikan. Faktor eksternal misalnya pengaruh dari lingkungan dan teman bergaul. Jika pada diri sendiri sudah tumbuh jiwa berwirausaha maka akan lebih kuat tertanam dan dengan ketekunan akan terbuka keberhasilan (Gustiana et al. , 2. Pengertian jamu dalam Permenkes No. 003/Menkes/Per/I/2010 adalah ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan serian . , atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat (Putri Rahma Novitasari et al, 2. Jamu merupakan salah satu warisan bangsa Indonesia yang keberadaannya perlu dikembangkan lebih lanjut, karena jamu berfungsi tidak hanya sebagai obat tradisional, tetapi juga sebagai sumber daya nasional yang inklusif, karena bersinggungan dengan aspek sosial dan ekonomi Indonesia (Gede Rahma Wira Andini et al. , n. Bagi masyarakat Indonesia, minuman jamu merupakan resep peninggalan leluhur yang masih dipertahankan dan dikembangkan hingga saat ini. Jamu merupakan salah satu representasi kearifan lokal yang berkembang di masyarakat karena kebermanfaatan minuman tradisional ini masih dipercaya oleh masyarakat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tanpa menimbulkan efek samping. (Lia Isnawati, 2. Jamu inovasi adalah jamu kekinian yang rasanya enak diminum dan mudah untuk dibuat sendiri karena bahan untuk membuatnya mudah didapatkan dan tentunya aman di konsumsi setiap hari, juga baik untuk kesehatan dan kebugaran Di era modern saat ini minat masyarakat untuk meminum jamu sudah dinilai sudah langka, untuk itu perlu dibuat jamu inovasi dengan harapan supaya masyarakat bisa gemar minum jamu khususnya di kalangan anak muda. Oleh karena itu, perlu diciptakan suatu inovasi produk minuman jamu yang dapat meningkatkan citra dan nilai jual jamu di masyarakat (Sigap Rosadi et al. , 2. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menanamkan minat berwirausaha siswa SMKN 1 Mojosongo Boyolali dengan memperkenalkan jamu hasil inovasi yang bersifat milenial atau kekinian agar siswa-siswi SMK N 1 Mojosongo juga berminat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibantu oleh mahasiswa yang telah berhasil membawa PPKOrmawa Himateta ke tingkat nasional dalam Abdidaya 2024 di Bali dengan judul Aukonservasi kampung Toga di desa Kepatihan WonogiriAy dan mahasiswa direkoqnisi sejumlah 2 sks. 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. METODE Tahapan yang dilaksanakan untuk mendukung kegiatan transfer keilmuan dan meningkatkan sumber daya manusia siswa di SMK N 1 Mojosongo adalah sebagai Identifikasi Masalah Mitra (SMK N 1 Mojosong. Mitra adalah SMKN 1 Mojosongo yang mempunyai berbagai jurusan salah satunya APHP (Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertania. Kunjungan tim pengabdi untuk survei dan berdiskusi secara langsung dengan pihak sekolah membuahkan hasil. Berdasarkan diskusi tersebut teridentifikasi bahwa masalah sekolah antara lain : perlunya penanaman konsep kewirausahaan, business plan, dan inovasi produk Studi Literatur Literatur (Pustak. digunakan sebagai sumber referensi secara teoritis yang tentunya akan memperkuat materi yang akan di sampaikan. Selain itu pengalaman dan wawasan dari para dosen juga memberi warna dalam transfer keilmuan ini. Penyusunan Modul Penyusunan modul oleh tim pengabdi sebagai panduan siswa dalam mengikuti kegiatan peningkatan sumberdaya manusia dan inovasi produk Pelaksanaan Sosialsisasi dan praktik pembuatan jamu inovasi dari bahan rempah-rempah dilakukan oleh tim pengabdi dengan melibatkan siswa serta para guru sebagai pendamping. Pembuatan inovasi produk dipilih menggunakan bahan baku rempah-rempah, gula aren air dan susu atau bahan lainnya , diperoleh dari pasar Tradisional Boyolali. Jawa Tengah. Alat untuk demo pembuatan jamu dan praktik siswa disediakan oleh pihak sekolah. Partisipasi mitra dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai obyek pengabdian dan menyediakan tempat serta peralatan demo dalam pelaksanaan pembuatan inovasi jamu Instrumen evaluasi yang digunakan untuk menilai keberhasilan dan kemanfaatan kegiatan ini adalah dengan memberikan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan siswa di SMK N 1 Mojosongo. Selain itu, pada saat post-test ditambahkan saran dan kritik untuk mengetahui respon dan masukan dari peserta pelatihan untuk perbaikan di pelatihan Keberhasilan kegiatan ini apabila lebih dari 25% peserta pelatihan mengerti dan memahami mengenai materi yang telah disampaikan oleh tim 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dan Pendaftaran Peserta Setelah memperoleh ijin pelaksanaan kegiatan PMKBI dari Kepala SMK Negeri 1 Mojosongo Boyolali, tim PMKBI ( Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilm. Univet Bantara AuMeningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo BoyolaliAy, melakukan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada Hari Senin, tanggal 17 Februari 2025 pukul 08. 00 WIB. Peserta berjumlah sekitar 33 orang. Hal ini menunjukkan bahwa target jumlah peserta sejumlah 30 orang terpenuhi. Penyuluhan Pentingnya Kewirausahaan dan Jamu : Warisan Budaya Indonesia Pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu tahap pemberian teori dan demontrasi. Pemberian teori dilaksanakan 2 sesi secara paralel dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Sesi pertama diberikan oleh Bp. Novian Wely Asmoro. TP. dengan materi tentang Pentingnya Kewirausahaan bagi Siswa-Siswi SMK Negeri 1 . Mojosongo Boyolali. Materi ini berisi tentang kewirausahaan, aspek dalam kewirausahaan termasuk di dalamnya cara menentukan harga pokok produksi (HPP). Adapun contoh soal penyelesaian penentuan HPP sebagai berikut Contoh Perhitungan HPP Produk Pangan Misalkan sebuah industri kecil memproduksi 1. 000 botol jus buah, dengan rincian biaya sebagai berikut: Bahan Baku: Buah: Rp 500. Gula: Rp 200. Air dan kemasan: Rp 300. Total Biaya Bahan Baku: Rp 1. Tenaga Kerja Langsung: Rp 500. Biaya Overhead: Rp 300. Maka Total produksi = 1. 000 =1. HPP per botol = = 1. Jadi. HPP per botol jus adalah Rp 1. Jika ingin mendapatkan keuntungan, harga jual harus lebih tinggi dari HPP, misalnya Rp 2. 500 per botol Sesi ke-2 diisi Ir. Agustina Intan Niken Tari. MP dengan materi Jamu : Warisan Budaya Indonesia. Sesi ini membahas tentang sejarah jamu, bahan utama jamu jamu popular di Indonesia, simulasi pembuatan jamu kekinian. Adapun Inovasi jamu adalah jamu kekinian yang rasanya enak diminum dan mudah untuk dibuat sendiri karena bahan untuk membuatnya mudah didapatkan dan tentunya aman di konsumsi setiap hari, juga baik untuk kesehatan dan kebugaran 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Berikut racikan jamu tradisional dengan twist modern , cocok untuk gaya hidup sehat dan instagramable. Ngramu Mashita Sparkling Gambar 9. Ngramu Mashita Bahan Jamu temulawak 500 gr kunyit 500 gr asam Jawa 100 gr jeruk nipis 4 butir daun pandan 7 lembar gula aren secukupnya / gula pasir kayu manis 10 cm( beberapa batang boleh ) cengkeh 15 butir kapulaga 5 butir Merica hitam 1-2 sendok teh Air Aqua minimal 3 liter Air soda u tiap gelas /- 20 ml Cara membat Menjerang air sampai matanag Mencuci bersih semua bahan, dan mengiris tipis-tipis Memasukkan semua bahan jamu ke dalam air yang sudah mendidih dan mendidihkannya lagi /- 10 menit Menyaring bahan jamu Jamu siap disedu dan dinikmati dengan menambahkan air soda 20 ml tiap gelas Manfaat : booster imun, menyegarkan, mengurangi mual Sesi selanjutnya adalah tanya jawab. Sesi ini berlangsung hidup, selain karena respon peserta yang bertanya dan ingin mengetahui lebih banyak tentang kewirausahaan dan jamu, juga karena adanya reward yang diberikan kepada peserta yang aktif bertanya berupa goody bag yang berisialat tulis. Suasana pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada Gambar 1 sd 5 berikut ini. 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Gambar 1 Pembuakaan Kegiatan Pengabdian Gambar 2. Pelaksanaan Gambar 3. Pemaparan Materi 1 Kewirausahaan oleh bp Novian Wely A. TP. Gambar 4. Pemaparan Materi 2 : Jamu Warisan Budaya Indonesia Oleh Ibu Ir. Agustina Intan Niken T. Gambar 5 a, b, c Interaksi dan Tanya jawab dengan siswa-siswi SMKN 1 Mojosongo Boyolali Demontrasi dan Icip-Icip Jamu Kekinian Demonstrasi pembuatan jamu kekinian dilakukan oleh mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Univet yang telah berhasil membawa Himateta (Himpunan Mahasiswa 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Teknologi Pertania. ke kancah Nasional (Abdidaya tahun 2. melaui kegiatan PPK Ormawa. Adapun Jamu kekinian ini merupakan jamu untuk imunitas dan kebugaran Kegiatan demo ini sangat diminati para siswa, karena selain siswa diajak untuk aktif dalam kegiatan demo, juga dipersilahkan untuk mencicipi dan memberi penilaian. Adapun pelaksanaan demo dan icip-icip jamu kekinian dapat dilihat pada Gambar 6a,b,c dan 7a,b,c berikut ini. Gambar 6a,b,c Demo pembuatan Jamu Kekinian AuNgamu MashitaAy dibantu SiswaSiswi SMKN 1 Mojosongo Siswa-siswi SMKN 1 Gambar 7a,b,c Sesi Icipicip Jamu 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Kegiatan post test dan Penutup Kegiatan PMKBI dengan tema : AuMeningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo BoyolaliAy, diakhiri dengan mengerjakan post test. Soal post test sama dengan pretest, tujuan pembelian post test adalah untuk mengetahui apakah penyuluhan dan demonstrasi pembuatan jamu yang telah diberikan mampu menambah wawasan bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Mojosongo Boyolali. Penutup kegiatan ini dilakukan dengan doa penutup dan foto Bersama, seperti terlihat pada Gambar 8 dan 9. Gambar 8. Post test Gambar 9. Foto bersamaa Evaluasi peserta Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberi pretest dan post test kepada peserta. Dari 33 peserta Pelatihan, hanya 28 orang yang dinyatakan sah mengikuti evaluasi, hal ini terjadi karena tidak semua peserta mengerjakan pre test dan post test karena berbagai alasan . akit, ada acara lain dan mendapat hukuman karena terlambat mengikuti upacara bender. Hasil Evaluasi terlihat pada Tabel 1 Tabel 1. Nilai pretest, post test dan peningkatan pemahaman peserta pelatihan No Nama Pretest Post test % Peningkatan 1 Aisiyah Kusuma Wardani 2 Apriliana Wulandari 3 Arsy Kirana Zohrutussita 4 Aryandi Fadan F. 5 Atika Fatin I 6 Awla Marta 7 Bimas Aryo Seno 8 Febriana Dwi Sri Sularsih 9 Fitria Indrawati 10 Fitriana Oktafia Eka 11 Lulu Annafiah 12 Mayla Novitasari 13 Marwa Zullfa Alfatihah 14 Naila Khoirinisa 15 Nabila Hilya Azzahra 29138/un-penmas. Tari. et al. Meningkatkan potensi kewirausahaan dan inovasi produk jamu di SMKN 1 Mojosongo Boyolali. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Nana Ervina Desiyanti Neni Fadhilah Nurlinda Tri Rahayu Rina Aulia Cahayani Safitriyana Sella Dwi Rahmawati Shevia Nadila Shifa Anindya Sri Winasih Untari Valentain Febriana Vita Khairunisa Widya Cahya Windi Wahyuningsih Jumlah Peningkatan 25,64 Tabel 1 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara rerata nilai pretest dan post test peserta pelatihan. Selisih tersebut menyebabkan peningkatan rerata peningkatan yang mencapai 25,64 %. Sejumlah peserta tepatnya 10 orang peserta tmengalami peningkatan pengetahuan, diatas 25% Kemungkinan peserta tersebut semula kurang memahami tentang jamu dan ketika mengikuti kegiatan ini wawasannya menjadi meningkat. Peningkatan nilai pemahaman peserta menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman peserta baik secara teori maupun demontrasi Peningkatan pemahaman ini melebihi target luaran kegiatan berupa peningkatan pemahaman peserta lebih dari 25%, yaitu 25,64 % SIMPULAN Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara telah berhasil melakukan pelatihan kewirausahaan dan pembuatan jamu kekinian. Pengenalan dan inovasi jamu kekinian dapat meningkatkan tingkat kreativitas siswa SMK. serta melestarikan jam sebagai warisan budaya I n d o n e s i a k e w i r a u s a h a a n . kegiatan ini telah mampu mengasahwawasan dan keterampilan siswa dengan peninkatan 25,64% UCAPAN TERIMA KASIH