JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI Zaiyana1. Muhamad Helmi2. Nurul Mardiyyah Pratiwi3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama1,2,3 Email : zaiyanazainall25@gmail. com1, hm. helmi@gmail. com2, tiwikpratiwi661@gmail. ABSTRAK Akuisisi adalah kombinasi dengan membeli entitas yang diakuisisi, namun entitas yang diakuisisi tetap tetap berdiri hanya dikendalikan oleh pihak pengakuisisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan pengumpulan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh sampal sebanyak 5 perusahaan. Data penelitian yang digunakan adalah laporan keuangan selama 3 tahun sebelum akuisisi dan 3 tahun setelah akusisi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analisisis data komparatif. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan paired sample t-test. Hasil paired sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio likuiditas yang diproksikan dengan current asset sebelum dan sesudah akuisisi. Kemudian, pada rasio laverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio dan rasio profitabilitas yang diproksikan dengan return on asset menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah akuisisi. Kata kunci: Akuisisi. Kinerja Keuangan. Rasio Keuangan ABSTRACT An acquisition is a combination of purchasing an acquired entity, but the acquired entity remains solely controlled by the acquirer. This research aims to investigate the differences in financial performance of companies before and after acquisition among companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Based on sample collection using purposive sampling method, a total of 5 companies were selected as samples. The research data utilized financial reports for 3 years before the acquisition and 3 years after the acquisition. The research method employed in this study is quantitative with a comparative data analysis approach. Hypothesis testing was conducted using paired sample t-tests. The results of the paired sample t-tests indicate that there is no significant difference in liquidity ratios proxied by current assets before and after the acquisition. However, in terms of leverage ratios proxied by debt to equity ratio and profitability ratios proxied by return on assets, there are significant differences observed before and after the acquisition. Keywords: Acquisition. Financial Performance. Financial Ratios. PENDAHULUAN Memasuki era globalisasi, perusahaan di tuntut dapat meningkatkan daya saing dalam jenis produk, mutu, maupun pemasaran yang semakin beragam dan ketat. Peningkatan daya saing tersebut dilakukan agar perusahaan tetap bertahan hidup dan lebih meningkatkan eksistensinya. Agar perusahaan dapat terus bertahan perusahaan dapat melakukan berbagai macam strategi. Salah satunya strategi ekspansi yang dapat dilakukan melalui kegiatan Akuisisi ini selalu menjadi strategi yang dipilih perusahaan dalam mencapai tujuannya, seperti untuk mendorong pertumbuhan, melakukan sinergi, diversifikasi, untuk meningkatkan kinerja keuangan dan tujuan lainnya (Putri Rahmania and Rochdianingrum Ariestianti 2. Akuisisi (Stock Acquisitio. adalah kombinasi dengan membeli entitas yang diakuisisi, namun entitas yang diakuisisi tetap tetap berdiri hanya dikendalikan oleh pihak pengakuisisi (Dwi Martani, et al, 2016:. Tren akuisisi perlu menjadi perhatian penting bagi para manajer maupun para investor yang akan melakukan investasi. Dalam melakukan akuisisi para manajer maupun investor perlu memperhatikan kinerja perusahaan yang akan diambilalih. Apakah kinerja perusahaan yang akan diambilalih baik atau buruk, hal ini akan mempengaruhi keputusan akan melakukan akuisisi ataukah tidak. Kinerja perusahaan akan menjadi pertimbangan penting baik itu kinerja sebelum melakukan akuisisi maupun kinerjanya setelah melakukan akuisisi. Dengan melakukan akuisisi apakah dapat meningkatkan kinerja perusahaan ataukah sebaliknya (Putri Rahmania and Rochdianingrum Ariestianti 2. Kinerja keuangan perusahaan adalah kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar (Fahmi 2014:. Kinerja JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 pendapatan, mengelola biaya dan aset, serta mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan. Evaluasi kinerja keuangan melibatkan pengukuran, interpretasi, dan pemahaman terhadap laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya untuk memberikan wawasan tentang stabilitas keuangan, profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, efisiensi operasional, dan pertumbuhan bisnis. Kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan perusahaannya (Utari. Asriany, and Hamid 2. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ialah rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio laverage. Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang-hutang jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah current ratio (CR). Rasio Laverage merupakan variable dari keuangan yang digunakan untuk dibanding dengan asset yang dimiliki perusahaan. Semakin besar rasio ini mencerminkan bahwa perusahaan memiliki kewajiban yang semakin besar. Rasio Laverage yang digunakan dalam penelitian ini adalah Debt To Equity Ratio (DER). Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Rasio ini Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Assets (ROA). Perusahaan yang terdaftar di bursa efek adalah perusahaan yang terbuka untuk publik. Maksudnya, saham di perusahaan tersebut bisa dimiliki . Untuk prosesnya. Bursa Efek Indonesia akan memfasilitasi semuanya sehingga perusahaan tersebut bisa melantai di bursa (Kompas, 2. Perusahaan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar di BEI melakukan akuisisi tahun 2019. Tabel 1 Rata-rata Variabel CR. DER dan ROA Perusahaan Yang Melakukan Akuisisi Tahun 2019 alam %) Variabel Tiga Tahun Sebelum Akuisisi Tiga Tahun Sesudah Akuisisi DER ROA Sumber (Data Diolah, 2. Seperti yang tertera di tabel 1 diatas, masing-masing melakukan akuisisi mengalami dampak yang berbeda pada tiga tahun sesudah melakukan akuisisi tersebut. Terlihat dimana current ratio yang merupakan rasio kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya diharapkan mengalami peningkatan setelah melakukan Hal ini terjadi pada PT. Dharma Satya Nusantara Tbk yang mengalami kenaikan current ratio sesudah melakukan akuisisi. Selanjutnya rasio DER yang menunjukkan semakin tinggi rasio tersebut maka semakin banyak uang kreditur yang digunakan sebagai modal kerja untuk menghasilkan laba sekaligus mencerminkan risiko perusahaan yang tinggi. Beberapa perusahaan yang mengalami penurunan angka ini secara adalah PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Kemudian rasio profitabilitas yang diukur berdasarkan ROA dimana perusahaan seperti PT Bank Central Asia Tbk mengalami penurunan. Hal ini berarti setelah melakukan akuisisi perusahaan belum dapat memanfaatkan modal sendiri yang keuntungan maksimal. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan, ternyata menunjukkan hasil yang beragam dan cenderung kurang konsisten, apakah setelah akuisisi dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Banyak perbandingan kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi yang menggunakan beragam rasio Salah satunya yaitu penelitian yang dilakukan oleh (LyssaAoadah and Budiman 2. memberikan temuan yang sedikit berbeda. Mereka melakukan analisis perbandingan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi di sektor JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan kinerja keuangan setelah merger dan Meskipun terjadi peningkatan pendapatan perusahaan, namun profitabilitas dan likuiditas perusahaan mengalami penurunan yang signifikan setelah merger dan akuisisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa merger dan akuisisi di sektor keuangan cenderung menghadapi tantangan yang lebih kompleks dan risiko yang lebih tinggi, yang dapat berdampak negatif pada kinerja keuangan Penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Firdaus and Dara 2. dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kinerja keuangan setelah merger dan akuisisi. Beberapa perusahaan mengalami peningkatan kinerja keuangan yang signifikan setelah merger dan akuisisi, terutama dalam hal pendapatan dan profitabilitas. Dari penjelasan latar belakang dan didukung oleh berbagai penelitian terlebih dahulu penulis tertarik untuk melanjutkan penelitian-penelitian terdahulu untuk menemukan analisis perbandingan kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi. Oleh karena itu penulis mengambul judul Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Akuisisi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI. Berdasarkan dari penjelasan latar belakang diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai Untuk mengetahui perbandingan rasio likuiditas sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun Untuk mengetahui perbandingan rasio laverage sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun Untuk mengetahui perbandingan rasio profitabilitas sebelum dan sesudah akuisisi pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun II. METODOLOGI PENELITIAN Akuisisi Menurut (Sudana, 2011:. akuisisi adalah penggabungan dua perusahaan akuisitor membeli sebagian saham perusahaan yang di akuisisi,sehingga perusahaan yang di akuisisi berpindah kepada perusahaan akuisitor, sementara kedua perusahaan masingAemasing tetap beroperasi sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri. Dalam pengakuisisi perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang meliputi beberapa perusahaan yang akan diakuisisi, antara lain: aspek keuangan atau biaya akuisisi, pemahaman akan kompleksitas tahap integrasi serta integrasi setelah akuisisi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa akuisisi pengambilalihan saham oleh perusahaan lain sedangkan perusahaan yang sahamnya diambil alihkan akan menjadi anak perusahaan (Sudana, 2011:. Kinerja Keuangan Menurut (Hasan 2. kinerja diartikan sebagai Ausesuatu yang dicapai, prestasi yang . entang peralata. Ay. Kinerja keuangan adalah prestasi manajemen, dalam hal ini manajemen keuangan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai Kinerja keuangan adalah gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan Menurut Harahap (Harahap, 2012:. rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevam dan signifikan. Rasio keuangan atau financial ratio sangat penting yang digunakan untuk melakukan analisa terhadap kondisi keuangan Rasio keuangan yang digunakan dalam pengukuran kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi pada penelitian ini adalah rasio likuiditas, rasio leverage, dan rasio profitabilitas. Rasio Lancar (Current Rati. Rasio ini merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Sumber :(Harahap, 2012:. Debt to Equity Ratio Menurut (Sartono,2. didalam jurnal (Nurul et al. , 2. Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara jumlah hutang dan modal sendiri yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 Sumber : (Harahap, 2012:. Return On Asset Return On Asset sering disebut sebagai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Objek Penelitian Objek penelitian pada penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan yang melakukan akuisisi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sumber : (Harahap, 2012:. Locus Penelitian Locus penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan akuisisi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dan Sampel Menurut (Sugiyono, 2018:. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI dengan jumlah 833 perusahaan. Menurut (Sugiyono, 2018:. sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk sampel yang diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representative . Dalam penelitian ini sampel yang di peroleh dengan metode purposive Dari penelitian ini terdapat sampel sebanyak 5 perusahaan pada perusahaan yang melakukan akuisisi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019. Tabel 2 Daftar nama perusahaan yang dijadikan sampel penelitian Kode Saham Nama Perusahaan DSNG PT. Dharma Satya Nusantara Tbk INDR PT. Indo-Rama Synthetics Tbk AMRT PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk BBRI PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk BBCA PT. Bank Central Asia Tbk Sumber (Data Diolah 2. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data untuk penelitian ini adalah dengan cara, yaitu: Studi Pustaka Studi yang mempelajari teori-teori yang terdapat dalam literatur-litelatur ilmiah maupun bahan kuliah yang berhubungan erat dengan masalah yang di teliti. Dokumentasi Metode dokumentasi yaitu teknik pengambilan data dengan cara mengumpulkan, mencatat dan mengkaji data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Data dalam penelitian ini berupa laporan keuangan perusahaan yang melakukan akuisisi yang terdaftar di BEI melalui websitenya, yaitu w. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif yaitu metode yang membantu menggambarkan, menunjukkan atau meringkas data dengan cara yang konstruktif yang mengacu pada gambaran statistik yang membantu memahami detail data dengan meringkas dan menemukan pola dari sampel data tertentu. Melalui sampel, peneliti akan memperoleh angka absolut JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 yang tidak selalu menjelaskan motif atau alasan di balik angka-angka tersebut. Itu sebabnya diperlukan metode inferensial untuk analisa lebih lanjut. Dengan kuantitatif, peneliti dapat memahami karakteristik dasar dari data dan membuat kesimpulan yang lebih akurat tentang fenomena yang sedang diamati. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif. Dimana i. menurut (Hamdi 2. kata "komparatif" berasal dari bahasa latin, yaitu comparare yang berarti Dalam ilmu ekonomi, analisis komparatif sering digunakan untuk membandingkan antara dua atau lebih negara atau produk dalam hal keunggulan relatif mereka. Tujuan dari penelitian komparatif ini ialah untuk menganalisis antara dua variabel atau lebih dengan membandingkan antara salah satu nilai variabel terikat dengan variabel terikat lainnya dalam suatu kelompok yang berbeda. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistika Deskriptif Tabel 3 Statistika Deskriptif Variabel Untuk 3 Tahun Sebelum Akuisisi Descriptive Statistics CR SEBELUM Minimum Maximum Mean Std. Deviation DER SEBELUM ROA SEBELUM Valid N . Sumber (Data Diolah 2. Tabel 3 menunjukan hasil perhitungan yang dilakukan dengan SPSS untuk rasio Ae rasio keuangan yang meliputi Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER) dan Return On asset (ROA) tiga tahun sebelum aktivitas akuisisi. Current Ratio sebeIum meIakukan akuisisi menunjukkan niIai rata-rata . 906 dengan niIai standar deviasi 0. NiIai minimum 09 yang dimiki oIeh PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada tahun 2016 dan niIai maksimum sebesar 1. 39 yang dimiki oIeh PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada tahun Debt To Equity Ratio sebelum melakukan akuisisi menunjukkan nilai rata-rata . 4927 dengan nilai standar deviasi Nilai minimum sebesar 1. 31 dimiliki oleh PT. Indo-Rama Synthetic TBk (INDR) pada tahun 2018 dan nilai maksimum sebesar 6. dimiliki oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada tahun 2018. Return On Asset sebelum melakukan akuisisi menunjukkan nilai rata-rata . sebesar 0793 dengan nilai standar deviasi sebesar Nilai minimum sebesar 0. 01 dimiliki oleh PT Indo-Rama Synthetic Tbk (INDR) pada tahun 2016 dan 2017 serta nilai maksimum 34 dimiliki oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada tahun 2017 Tabel 4 Statistika Deskriftif Variabel Untuk 3 Tahun Sesudah Akuisisi Descriptive Statistics JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 CR SESUDAH Minimum Maximum Mean Std. Deviation DER SESUDAH ROA SESUDAH Valid N . Sumber (Data Diolah 2. Tabel 4 diatas menunjukan hasil perhitungan yang dilakukan dengan SPSS untuk rasio Ae rasio keuangan yang meliputi Current Ratio (CR). Debt To Equity Ratio (DER) dan Return On asset (ROA) tiga tahun sesudah aktivitas akuisisi. Current Ratio sebelum melakukan akuisisi menunjukkan niIai rata-rata . dengan nilai standar deviasi 0. NiIai minimum sebesar 0. 32 yang dimiliki oIeh PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada tahun 2022 dan nilai maksimum sebesar 1. 39 yang dimiliki oIeh PT. Indo-Rama Synthetic Tbk (INDR) pada Debt To Equity Ratio sebelum melakukan akuisisi menunjukkan nilai rata-rata . 8747 dengan nilai standar deviasi Nilai minimum sebesar 0. 87 dimiliki oleh PT. Indo-Rama Synthetic TBk (INDR) pada tahun 2022 dan nilai maksimum sebesar 6. dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada Return On Asset sebelum melakukan akuisisi menunjukkan nilai rata-rata . sebesar 1247 dengan nilai standar deviasi sebesar Nilai minimum sebesar 0. 01 dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada tahun 2020 serta nilai maksimum sebesar 37 dimiliki oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada tahun 2022. Tabel 5 Perbandingan Rata-Rata Variabel 3 Tahun Sebelum dan 3 Tahun Sesudah Akuisisi Variabel Rata Ae Rata Keterangan Sebelum Sesudah Meningkat DER Menurun ROA Sumber (Data Diolah 2. Meningkat Tabel 5 menunjukkan hasil dari rata -rata kinerja rasio-rasio keuangan yang meliputi CR. DER dan ROA. Variabel yang mengalami kenaikan sebelum dan sesudah akuisisi adalah rasio CR dan rasio ROA walaupun dengan peningkatan yang belum signifikan. Sedangkan rasio DER yang mengalami penurunan sebelum dan sesudah Uji Paired Sample T-test Paired Sample T-test adalah uji komparatif yang bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata . antara dua sampel yang saling berpasangan. Tabel 6 Hasil Uji Paired Simple T-test T-Test JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 Paired Samples Statistics Pair 1 Pair 2 Pair 3 CR SEBELUM Mean CR SESUDAH Std. Deviation Std. Error Mean DER SEBELUM DER SESUDAH ROA SEBELUM ROA SESUDAH Paired Samples Correlations Pair 1 Pair 2 Pair 3 CR SEBELUM & CR SESUDAH DER SEBELUM & DER SESUDAH ROA SEBELUM & ROA SESUDAH Correlation Significance One-Sided p Two-Sided p <,001 <,001 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Deviatio Error Mean Mean Lower Upper 12290 -. 17092 -. OneSided Two-Si Pair 2 DER SEBELUM - DER SESUDAH 14 <,001 <,001 Pair 3 ROA SEBELUM - ROA SESUDAH 02153 -. Pair 1 CR SEBELUM - CR SESUDAH Significance Sumber (Olahan SPSS 2. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 Pengujian pada tabeI 6 dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan Current Ratio. Debt To Equity Ratio dan Return On Assets sebelum dan sesudah perusahaan melakukan aktivitas akuisisi. Hasil pengujian menunjukkan untuk Current Ratio nilai signifikansi 0. 232 > 0. Dengan ini diperoleh nilai signifikansi lebih besar dari =0,05, maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan Current Ratio sebelum dan sesudah melakukan akuisisi. Hasil pengujian Paired Simple T-test untuk Debt To Equity Ratio menunjukan nilai signifikansi 001 < 0. Oleh karena itu didapat nilai signifikasi lebih keci. dari =0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan Debt To Equity Ratio sebelum dan sesudah melakukan Hasil pengujian Paired Simple T-test untuk Return On Asset menunjukan nilai signifikansi 027 < 0. Oleh karena itu didapat nilai signifikasi lebih kecil dari =0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan Return On Asset sebelum dan sesudah melakukan akuisisi. Pembahasan Hasil Analisis i. Terdapat Perbedaan Current Ratio Sebelum dan Sesudah Akuisisi Untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan Current Ratio sebelum dan sesudah akuisisi maka dilakukan uji beda dengan menggunakan Paired Sample T-test. Hasil pengujian Paired Sample T-test pada tabel 3 diperoleh nilai signifikansi 0. 232 > 0. ini diperoleh nilai signifikasi lebih kecil dari =0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan perbedaan current ratio sebelum dan sesudah aktivitas akuisisi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh (Nurfajria 2. yang menyatakan bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan profitabilitas > 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara dua kelompok Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak, hal ini terjadi karena hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada variabel CR pada perusahaan akusiator antara sebelum dan setelah akuisisi. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang (Indah Cahyarin 2. yang menyatakan bahwa Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukan nilai Sig. -taile. variabel CR pada periode sebelum dan sesudah merger dan akuisisi adalah sebesar 0,082. Hasil tersebut menunjukkan probabilitas > 0,05, yang artinya tidak terdapat perbedaan antara dua kelompok sampel. Terdapat Perbedaan DER Sebelum dan Sesudah Akuisisi Untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan Debt To Equity Ratio sebelum dan sesudah akuisisi maka dilakukan uji beda dengan menggunakan Paired Sample T-test. Hasil pengujian Paired Sample T-test pada tabel 3 diperoleh nilai signifikasi sebesar 0. 001 < 0. 05, dengan ini diperoleh nilai signifikasi lebih kecil dari =0,05, hingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perbedaan antara Debt To Equty Ratio sebelum dan sesudah aktivitas akuisisi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan terlebih dahulu oleh (Ainiyah 2. yang menyatakan bahwa uji paired sample t-test dilakukan pada perusahaan sebelum dan sesudah melakukan akuisisi. Hasil pengujian menunjukkan nilai thitung 0. 026 < 0. Berdasarkan hasil hipotesis, diperoleh nilai signifikansi lebih kecil dari =0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan tidak terdapat perbedaan debt to equity ratio sebelum dan sesudah melakukan akuisisi. Hal ini juga didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Ibrahim 2. menyata nilai Asymp. Sig. -taile. DER sebesar 0,5. Karena nilai 0,025 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak. Artinya ada perbedaan pada rasio DER dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah akuisisi. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan modal pada perusahaan pengakuisisi untuk membiayai akuisisi. Selain itu, terjadinya penurunan total hutang akuisisi juga diikuti dengan peningkatan total aktiva setelah melakukan akuisisi, sehingga menyebabkan perbandingan antara total hutang dan total aktiva perusahaan tidak berbeda antara sebelum dan sesudah akuisisi. Terdapat Perbedaan ROA sebelum dan Sesudah Akuisisi Untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan Return On Asset sebelum dan sesudah akuisisi maka dilakukan uji beda dengan menggunakan Paired Sample T-test. Hasil pengujian Paired Sample T-test pada tabel 3 diperoleh nilai 027 < 0. 05, dengan ini diperoleh nilai signifikasi lebih kecil dari =0,05, hingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perbedaan antara Return On Asset sebelum dan sesudah aktivitas akuisisi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Ainiyah 2. yang menyatakan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. ROA JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 sebesar 0,010. Karena nilai 0,010 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Artinya ada perbedaan profitabilitas pada rasio ROA dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah akuisisi. Hal ini berarti bahwa dengan adanya kegiatan akuisisi membuat aset-aset yang dimiliki perusahaan bertambah dan perusahaan dapat memanfaatkan aset-aset tersebut dengan baik sehingga dapat menghasilkan laba bersih yang lebih baik dari sebelum akuisisi. Hal ini didukung juga dengan penelitian yang dilakukan (Nurfajria 2. yang menyatakan bahwa hasil uji menunjukkan nilai sig. -taile. variabel pada periode sebelum dan setelah akuisisi adalah sebesar 0,001. Hasil tersebut menunjukkan profotabiltas <0,05, yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara dua sampel. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, hal ini terjadi karena hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel ROA pada perusahaan akusiator antara sebelum dan setelah akuisisi. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Tidak terdapat perbedaan Current Ratio perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi. Dapat dilihat dari hasil uji paired sample t-test diatas, diketahui nilai signifikansi adalah 232 > 0. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Ainiyah 2. yang menyatakan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. ROA sebesar 0,010. Karena nilai 0,010 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis Artinya ada perbedaan profitabilitas pada rasio ROA dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah akuisisi. Hal ini berarti bahwa dengan adanya kegiatan akuisisi membuat aset-aset yang dimiliki perusahaan bertambah dan perusahaan dapat memanfaatkan aset-aset tersebut dengan baik sehingga dapat menghasilkan laba bersih yang lebih baik dari sebelum akuisisi. Terdapat perbedaan Debt To Equity Ratio terhadap perusahaan sebelum dan sesudah Dapat dilihat pada nilai hasil Uji paired sampIe t-test dimana nilai signifikansi adalah sebesar 0. 001 < 0. Hal ini juga didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Ibrahim 2. dimana nilai Asymp. Sig. -taile. DER sebesar 0,5. Karena nilai 0,025 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak. Artinya ada perbedaan pada rasio DER dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah akuisisi. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan modal pada perusahaan pengakuisisi untuk membiayai Selain itu, terjadinya penurunan total hutang setelah akuisisi juga diikuti dengan peningkatan total aktiva setelah melakukan akuisisi, sehingga menyebabkan perbandingan antara total hutang dan total aktiva perusahaan tidak berbeda antara sebelum dan sesudah Terdapat perbedaan Return On Asset terhadap perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi Au . Hal tersebut dapat dilihat bahwa nilai nilai Uji Paired Sample T-test diatas mempunyai nilai signifikasi 0. 027 < 0. Hal ini didukung juga dengan penelitian yang dilakukan (Nurfajria 2. yang menyatakan bahwa hasil uji menunjukkan nilai sig. -taile. variabel pada periode sebelum dan setelah akuisisi adalah sebesar 0,001. Hasil tersebut menunjukkan profotabiltas <0,05, yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara dua sampel. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, hal ini terjadi karena hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel ROA pada perusahaan akusiator antara sebelum dan setelah akuisisi. Saran Berdasarkan hasil pengujian masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini, penulis berhubungan dengan penelitian ini yang diharapkan berguna bagi pihak terkait. Saran ini penulis ajukan Bagi Investor Bagi investor yang ingin melakukan investasi dalam bentuk saham hendaknya melakukan penelitian tentang kinerja keuangan perusahaan sesudah melakukan akuisisi. Agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Bagi Perusahaan Dapat keuangannya dengan cara lain apabila aktivitas akuisisi tidak memberikan dampak yang baik untuk perubahan kinerja keuangan. Bagi Pemerintah Dapat memberikan informasi terkait aktivitas akuisisi yang akan dilakukan oleh Bagi Peneliti Selanjutnya Variabel penelitian yang penulis teliti masih terbatas sehingga disarankan untuk JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 101-110 penelitian selanjutnya dapat menambah jumlah variabel yang akan diteliti, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu faktor fundamental, faktor ekonomi, dan sosial politik. Sehingga hasil penelitian akan semakin valid. DAFTAR PUSTAKA