Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 2025, 224-230 Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) https://journal. id/index. php/DBESTI P-ISSN: 3047-1028 E-ISSN: 3032-775X PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GOOGLE ADS DAN META BUSINESS ADS DALAM MENINGKATKAN LEADS PRODUK CRM PADA PT CIPTADRA SOFTINDO Afghan Hanif Adiyat1. Jemiro Kasih2 . Krisna Panji3 Sistem Informasi. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri Teknik Informatika. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri Business Digital. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri Jakarta Selatan. DKI Jakarta. Indonesia 12640 afgh21005si@student. id, jemiro. kasih@nurulfikri. id, panji@nurulfikri. Abstract PT Ciptadra Softindo utilizes two major advertising platformsAiMeta Business Ads and Google AdsAiin parallel to promote its Onebox CRM product. However, there has been no systematic evaluation of the relative effectiveness of each platform in generating high-quality leads within the B2B sector. This study aims to analyze and compare the effectiveness of both platforms in increasing the quantity and quality of leads for the Onebox CRM product. The research was conducted over a three-month period, measuring ten key performance parameters: impression, click-through rate (CTR), cost per click (CPC), link clicks, number of incoming leads, relevant leads, qualified leads ratio, spam rate, conversion rate, and cost per lead (CPL). quantitative method was employed using a controlled experimental approach, with statistical testing performed via independent samples t-test using GraphPad Prism software to compare campaign performance metrics. The results indicate that Meta Business Ads significantly outperformed Google Ads across most conversion-related parameters, particularly in the number of relevant leads, conversion rate, and cost efficiency (CPL). Meanwhile. Google Ads demonstrated stronger performance in awareness-oriented metrics such as CTR and link clicks, making it more suitable for the product awareness stage within search engine environments. This study concludes that Meta Business Ads is a more effective and efficient advertising platform for generating B2B conversion leads for CRM products in the context of PT Ciptadra SoftindoAos market. Keywords: B2B CRM. Cost per Lead. Digital Advertising. Google Ads. Meta Business Ads. Abstrak PT Ciptadra Softindo memanfaatkan dua platform periklanan utamaAiMeta Business Ads dan Google AdsAiuntuk mempromosikan produk Onebox CRM secara paralel. Namun, belum tersedia evaluasi sistematis mengenai efektivitas relatif masing-masing platform dalam menghasilkan leads berkualitas di sektor B2B. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas kedua platform dalam meningkatkan jumlah dan kualitas leads produk Onebox CRM. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan mengukur sepuluh parameter utama efektivitas: impression, click-through rate (CTR), cost per click (CPC), klik tautan, jumlah leads masuk, leads relevan, qualified leads ratio, spam rate, conversion rate, dan cost per lead (CPL). Metode kuantitatif digunakan dengan pendekatan eksperimen terkontrol dan pengujian statistik menggunakan ujiT . ndependent sample t-tes. menggunakan perangkat lunak GraphPad Prism untuk membandingkan parameter efektivitas Hasil pengujian menunjukkan bahwa Meta Business Ads unggul secara signifikan pada sebagian besar parameter, terutama dalam hal jumlah leads relevan, conversion rate, serta efisiensi biaya (CPL). Sementara itu. Google Ads terbukti lebih kuat pada parameter awareness, seperti CTR dan klik tautan, sehingga lebih tepat digunakan pada tahap pengenalan produk di mesin pencari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Meta Business Ads merupakan platform iklan yang lebih efektif dan efisien dalam menghasilkan konversi leads di segmen pasar B2B. Kata Kunci: Cost per Lead. CRM B2B. Google Ads. Iklan Digital. Meta Business Ads. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pemasaran konvensional menuju pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data. Dalam konteks Business-toBusiness (B2B), strategi pemasaran digital memiliki peran penting dalam menjangkau prospek yang relevan. Diterima 7 Juli 2025. Direvisi 4 Desember 2025. Diterima untuk publikasi 4 Desember 2025 225 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan calon pelanggan. Salah satu pendekatan yang umum digunakan oleh pelaku industri adalah pemanfaatan platform periklanan digital seperti Meta Business Ads dan Google Ads untuk mendukung kampanye Dalam konteks pemasaran digital, platform iklan seperti Meta Business Ads . ang mencakup Facebook dan Instagram Ad. dan Google Ads menjadi dua platform dominan yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan visibilitas produk dan layanan mereka, menurut laporan Digital 2024 yang dirilis oleh We Are Social dan Meltwater, platform Meta dan Google merupakan dua dari lima saluran digital paling dominan yang digunakan secara online, baik untuk keperluan pribadi maupun Business. Hal ini memperkuat relevansi pemilihan kedua platform sebagai objek dalam penelitian ini . Meta Business Ads menawarkan kemampuan penargetan audiens yang sangat terperinci berdasarkan demografi, minat, dan perilaku pengguna, sehingga memungkinkan personalisasi iklan yang mendalam . Sebaliknya. Google Ads lebih fokus pada penargetan pengguna yang sudah memiliki niat membeli melalui pencarian kata kunci spesifik di mesin pencari, sehingga efektif untuk konversi langsung . PT Ciptadra Softindo merupakan perusahaan pengembang perangkat lunak yang saat ini fokus memasarkan produk Onebox CRM. Produk ini ditujukan untuk segmen pasar B2B, seperti distributor, pelaku usaha menengah dan atas, yang membutuhkan sistem pengelolaan hubungan pelanggan berbasis cloud, dalam menjalankan strategi pemasarannya, perusahaan secara paralel memanfaatkan dua platform iklan digital Meta Business Ads dan Google Ads untuk meningkatkan akuisisi leads melalui media sosial dan hasil pencarian daring. Namun demikian, hingga kini belum tersedia kajian yang membandingkan secara sistematis efektivitas kedua platform tersebut dalam konteks kampanye produk B2B berbasis CRM. Beberapa penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti aspek umum dari efektivitas iklan digital, tanpa membedakan antara tujuan kampanye, segmentasi pasar, maupun perbedaan jalur konversi yang digunakan oleh masing-masing platform. Sebagai contoh, studi oleh Mulasih dan Saefullah . menekankan perbandingan Google Ads dan Facebook Ads secara umum, sementara penelitian oleh Hananto et al. lebih berfokus pada strategi pemasaran digital secara makro tanpa segmentasi pasar Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan untuk melakukan analisis komparatif terhadap Meta Business Ads dan Google Ads dalam mendukung kampanye pemasaran Onebox CRM. Penelitian ini memiliki empat tujuan utama: . menganalisis efektivitas masing-masing platform dalam menghasilkan leads, . mengevaluasi faktor-faktor metrik yang paling berpengaruh terhadap hasil kampanye, . mengevaluasi Cost per lead (CPL) pada konversi leads yang dihasilkan dari kedua platform dan . mengidentifikasi platform yang paling cost-effective untuk kampanye B2B dalam jangka Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan bukti empiris dan terukur atas performa masing-masing platform berdasarkan sepuluh parameter pengujian, seperti impression, click-through rate (CTR), cost per click (CPC), klik tautan, jumlah leads masuk, leads relevan, qualified leads ratio, spam rate, conversion rate, dan cost per lead (CPL). Selain itu, penelitian ini juga memberikan insight praktis bagi pelaku bisnis digital dalam merancang strategi kampanye berbasis data, khususnya untuk produk yang dipasarkan dalam model B2B. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen terkontrol. Tujuan utama dari desain ini adalah untuk membandingkan efektivitas dua platform iklan digital, yaitu Meta Business Ads dan Google Ads, dalam meningkatkan jumlah dan kualitas leads untuk produk Onebox CRM. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, dimulai pada bulan September hingga November 2024. 1 Metode Pengumpulan Data. Instrumen Penelitian, dan Metode Pengujian Data dikumpulkan melalui dua cara yaitu primer . ata yang diperoleh langsung dari hasil kampanye iklan yang dilakukan di kedua platfor. dan sekunder . ata sekunder dikumpulkan dari literatur terdahulu, seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan dengan strategi pemasaran digital, efektivitas iklan, dan studi terkai. Setiap kampanye yang berjalan dikonfigurasi dengan alokasi anggaran yang setara dan periode tayang yang sama. Instrumen yang digunakan untuk pengukuran performa kampanye mencakup sistem analitik dari masing-masing platform, yang kemudian dikompilasi ke dalam Google Looker Studio untuk proses rekapitulasi data. Selain itu, data mentah diekspor ke Microsoft Excel dan diolah menggunakan perangkat lunak statistik GraphPad Prism untuk keperluan pengujian hipotesis. Metode pengujian yang digunakan adalah independent sample t-test untuk membandingkan perbedaan rerata antar dua platform terhadap sepuluh parameter utama, yaitu: impression, click-through rate (CTR), cost per click (CPC), klik tautan, leads masuk, leads relevan, qualified leads ratio, spam rate, conversion rate, dan cost per lead (CPL). Pengujian dilakukan pada data mingguan, menghasilkan total 12 minggu data observasi pada setiap parameter. 2 Subjek dan Karakteristik Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah performa kampanye iklan digital dari produk Onebox CRM, yang merupakan solusi perangkat lunak untuk pengelolaan hubungan pelanggan 226 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 . ustomer relationship managemen. dengan segmen pasar Business-to-Business (B2B) . Target audiens dalam kampanye ini disesuaikan dengan segmentasi pasar Onebox, yakni pemilik usaha, manajer pemasaran, dan pelaku usaha di sektor distribusi yang berada di wilayah kota besar dan kawasan industri di Indonesia. Demografi target disesuaikan secara geografis dan perilaku pada masing-masing platform. Penargetan Meta Business Ads dilakukan melalui kriteria lokasi dan minat, sedangkan penargetan Google Ads menggunakan kata kunci pencarian dengan intensi tinggi terhadap solusi CRM . 3 Tahapan Penelitian Kesimpulan. Tahap ini dilakukan untuk menarik kesimpulan dari hasil analisa atas platform mana yang lebih efektif dalam menghasilkan leads Setiap tahapan memberikan gambaran menyeluruh atas perbandingan secara objektif terhadap efektivitas masingmasing platform. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Data Kampanye Iklan Digital Analisis kampanye iklan Onebox CRM periode September hingga Oktober 2024 dilakukan dengan membandingkan performa dua platform utama, yaitu Meta Business Ads dan Google Ads, menggunakan indikator utama seperti Nilai CTR. CPC. Jangkauan. Klik Tautan. Jumlah Leads Masuk. Qualified Lead Ratio. Spam Rate. Conversion Rate dan Cost Per Lead. Performa Umum Gambar 2. Performa Umum Gambar 1. Alur Penelitian Pada Gambar 1 di atas menunjukkan alur yang menggambarkan proses analisa terhadap efektivitas sebuah kampanye iklan, beberapa langkah prosedural sedang diselesaikan pada tahap ini dalam penelitian sesuai dengan tujuan yang dinyatakan. Penulis telah memberikan penjelasan terperinci tentang setiap langkah proses penelitian untuk setiap prosedur. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: Pada Gambar 2 di atas menunjukkan bahwa selama periode 3 bulan kampanye berjalan dengan total 177 line data Google Spreadsheet dengan rekap total anggaran yang digunakan mencapai Rp. 740 dengan total jangkauan sebesar 117. 201 pengguna. Jumlah klik tautan 406, dengan total leads masuk melalui WhatsApp sebanyak 518 dan jumlah leads relevan sebanyak 300, sementara jumlah spam mencapai 218 spam. CPC berada di angka Rp. 222, dan CTR tercatat sebesar 4,98%. Secara umum, kampanye menunjukkan performa yang cukup stabil dengan indikator CTR yang berada di atas ambang rata-rata industri, meskipun tingkat spam . ekitar 42% dari leads masu. tetap menjadi tantangan signifikan untuk terus Studi pendahuluan yang meliputi studi literatur terkait dengan teori-teori dan studi lapangan meneliti platform yang digunakan yaitu Meta Business Ads dan Google Ads. Analisa perencanaan. Tahap ini dilakukan untuk menyusun sebuah dokumen rancangan kampanye Implementasi. Tahap ini adalah tahap di mana kampanye iklan akan dijalankan pada kedua platform Pengujian. Pada tahap ini penelitian dilakukan untuk mendapatkan data rekap mengenai performa iklan Gambar 3. Analisis Data Berdasarkan Platform Pengkajian. Pada tahap ini peneliti melakukan pengkajian di mana data lengkap dari kinerja kedua platform dalam waktu 3 bulan dilakukan analisa Pada Gambar 3 di atas memberikan kesimpulan bahwa Meta Business Ads menunjukkan performa yang lebih efisien dalam mendatangkan leads relevan dibandingkan dengan . Analisis Berdasarkan Platform 227 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 Google Ads. Meskipun tingkat spam pada Meta lebih tinggi secara absolut, rasio kualitas leads (Qualified Leads Rati. juga lebih tinggi, yaitu 55,23% dibandingkan 29,13% pada Google Ads 2 Hasil Pengujian Efektivitas Kampanye Digital Pengumpulan data dilakukan selama periode 12 minggu, dari September hingga November 2024. Performa kampanye pada platform Meta Business Ads dan Google Ads dievaluasi berdasarkan sepuluh parameter utama. Seluruh data dianalisis menggunakan uji-T dua sampel tidak berpasangan . ndependent sample t-tes. dengan bantuan perangkat lunak GraphPad Prism. Pengujian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara kedua platform dalam hal efektivitas kampanye. Hasil Uji T-test dengan Parameter Impression Merupakan salah satu indikator utama untuk menilai sejauh mana iklan mampu menjangkau audiens . Gambar 6. Pengujian CPC Pada Gambar 6 dapat disimpulkan bahwa Meta Business Ads secara umum lebih efisien dibanding Google Ads dalam hal biaya per klik. Hasil Uji T-test dengan Parameter Click Through Rate (CTR) Merupakan indikator yang menunjukkan seberapa efektif sebuah iklan menarik perhatian audiens untuk mengeklik, dihitung dari rasio antara jumlah klik dengan jumlah impression . Gambar 7. Pengujian CTR Gambar 4. Pengujian Impression Pada Gambar 4 di atas dapat disimpulkan bahwa platform Meta Business Ads unggul secara konsisten dan signifikan dalam hal jangkauan iklan . dibandingkan Google Ads selama periode kampanye. Hasil Uji T-test dengan Parameter Klik Tautan Klik tautan mencerminkan tingkat ketertarikan audiens terhadap iklan yang ditampilkan, dan menjadi indikator awal dalam funnel konversi . Pada Gambar 7 dapat disimpulkan bahwa Google Ads unggul secara konsisten dalam hal CTR dibandingkan Meta Business Ads selama periode kampanye. Leads masuk . alam konteks ini merujuk pada jumlah pengguna yang menghubungi melalui WhatsApp setelah melihat atau mengeklik ikla. merupakan metrik penting untuk mengukur efektivitas transisi dari interaksi awal menuju tahapan komunikasi langsung . Gambar 8. Pengujian Leads Masuk Gambar 5. Pengujian Klik Tautan Pada Gambar 5 dapat disimpulkan bahwa Google Ads secara statistik lebih unggul dibanding Meta Business Ads dalam hal jumlah klik tautan selama periode kampanye. Hasil Uji T-test dengan Parameter Cost Per Click (CPC) Merupakan indikator penting dalam menilai efisiensi biaya dalam memperoleh interaksi awal . dari audiens . Hasil Uji T-test dengan Parameter Leads Masuk Pada Gambar 8 dapat disimpulkan bahwa Meta Business Ads lebih efektif dibandingkan Google Ads dalam menghasilkan jumlah leads masuk ke WhatsApp selama masa kampanye. Hasil Uji T-test dengan Parameter Qualified Leads Ratio & Leads Relevan Mengukur proporsi leads yang relevan dibandingkan dengan seluruh leads yang masuk . 228 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 Gambar 12. Pengujian CPL Pada Gambar 12 dapat disimpulkan bahwa Meta Business Ads secara umum lebih efisien dalam menurunkan biaya per lead dibandingkan Google Ads, terutama pada pertengahan hingga akhir masa kampanye. Gambar 9. Pengujian QLR Pada Gambar 9 dapat disimpulkan bahwa Meta Business Ads memiliki kemampuan lebih baik dalam menghasilkan leads yang relevan dibandingkan Google Ads. Hasil Uji T-test dengan Parameter Spam Rate Merupakan persentase leads yang tidak relevan atau tidak memenuhi kriteria prospek yang diharapkan dari total leads masuk. Gambar 10. Pengujian Spam Rate Pada Gambar 10 dapat disimpulkan bahwa Google Ads menunjukkan performa yang lebih baik dalam mengontrol spam rate, terutama di bulan September dan Oktober awal. Hasil Uji T-test dengan Parameter Conversion Rate Merupakan indikator yang menggambarkan efektivitas platform dalam mengubah klik atau impression menjadi tindakan nyata dalam konteks ini, berupa leads relevan . Tabel 1. Ringkasan Hasil Uji T-Test Perbandingan Meta Business Ads dan Google Ads Parameter Platform Unggul Signifikansi . < 0,. Impression Meta Click-Through Rate (CTR) Google Cost Per Click (CPC) Meta Klik Tautan Google Leads Masuk Meta Qualified Leads Ratio Meta Tidak Spam Rate Google Conversion Rate Meta Cost Per Lead (CPL) Meta Dari Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa Meta Business Ads unggul dalam enam dari sepuluh parameter utama, khususnya yang berkaitan dengan efisiensi biaya dan efektivitas konversi, seperti leads masuk, leads relevan, conversion rate, dan CPL. Sementara itu. Google Ads menunjukkan performa yang lebih baik pada parameter keterlibatan awal seperti CTR dan klik tautan, serta memiliki spam rate yang lebih rendah. 2 Interpretasi dan Diskusi Gambar 11. Pengujian Conversion Rate Pada Gambar 11 dapat disimpulkan bahwa Meta Business Ads secara signifikan lebih unggul dibandingkan Google Ads dalam aspek conversion rate. Hasil Uji T-test dengan Parameter Cost Per Leads (CPL) Mengukur efisiensi biaya iklan dalam menghasilkan satu prospek . yang masuk . CTR yang lebih tinggi pada Google Ads menunjukkan efektivitas platform tersebut dalam menarik minat pengguna melalui hasil pencarian berbasis intensi. Namun, tingginya CTR tidak sejalan dengan kualitas leads yang dihasilkan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai conversion rate dan CPL Google Ads yang lebih rendah dibandingkan Meta Business Ads. Sementara itu, meskipun Meta memiliki CTR yang lebih rendah, platform ini mampu menghasilkan jumlah leads yang lebih besar dan lebih relevan dengan biaya akuisisi yang lebih efisien. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Zumstein dan Oswald . yang menyatakan bahwa efektivitas platform iklan tidak hanya diukur dari keterlibatan awal, tetapi dari kemampuan mengonversi audiens menjadi prospek Penelitian ini juga mengonfirmasi hasil studi oleh Rahayuningrat et al. bahwa pemilihan saluran iklan digital harus mempertimbangkan tujuan akhir kampanye, bukan sekadar performa klik. 229 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 2 November 2025 KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas dua platform iklan digital, yakni Meta Business Ads dan Google Ads, dalam meningkatkan leads untuk produk Onebox CRM pada segmen pasar Business-to-Business (B2B). Melalui pengumpulan dan analisis data selama 12 minggu kampanye, serta pengujian statistik menggunakan uji-T pada sepuluh parameter utama, diperoleh beberapa simpulan penting sebagai berikut: Meta Business Ads terbukti lebih unggul dalam menghasilkan jumlah leads yang lebih banyak, relevan, dan dengan biaya akuisisi yang lebih rendah dibandingkan Google Ads. Hal ini ditunjukkan dari performa Meta Business Ads yang lebih baik pada parameter leads masuk, leads relevan, conversion rate, dan CPL. Google Ads memiliki keunggulan pada parameter keterlibatan awal seperti CTR dan klik tautan. Namun, performanya tidak berlanjut hingga tahap konversi, yang menunjukkan bahwa rasio klik tidak selalu mencerminkan efektivitas konversi dalam konteks B2B. Perbedaan hasil efektivitas ini dipengaruhi oleh konversi, strategi targeting, serta karakteristik audiens yang ditangkap oleh masing-masing platform. Dengan mempertimbangkan keseluruhan hasil. Meta Business Ads direkomendasikan sebagai platform utama untuk kampanye pemasaran digital produk CRM dalam konteks B2B, karena lebih konsisten dalam menghasilkan prospek berkualitas dengan efisiensi anggaran yang lebih tinggi. DAFTAR PUSTAKA