Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume 22 Nomor 2 Desember 2025. Halaman 421-428 https://uia. e-journal. id/guidance https://doi. org/10. 34005/guidance. MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING DI SMP NEGERI 57 PALEMBANG Rika Zahara1. Fadhlina Rozzaqyah2. Fatiah Qonita3 Universitas Sriwijaya. Sumatera Selatan. Indonesia E-mail: rikazahara221010@gmail. Info Artikel Accepted: Agustus 2025 Published: Desember 2025 Abstract This study aims to test the effectiveness of classical guidance services based on Problem-Based Learning (PBL) in improving students' learning motivation. The background of the study is based on the phenomenon of low student learning motivation despite having adequate academic abilities, which has an impact on participation and learning outcomes. The research method used Classroom Action Research (CAR) with two cycles, involving 30 students as samples. Data were collected through a learning motivation questionnaire and analyzed using the Paired Sample t-test. The results showed a significant increase in the average value of learning motivation from the pretest . to the post-test of Cycle I . and Cycle II . , with a significance value of 0. <0. These findings prove that PBL is effective in improving learning motivation through a contextual and problem-based approach. This study concludes that classical guidance services based on PBL can be an innovative strategy to create more meaningful learning and encourage active student involvement. Readers are expected to consider the integration of PBL in guidance and counseling practices to optimize student learning motivation. Keywords: classical guidance. learning motivation. problem-based learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena rendahnya motivasi belajar siswa meskipun memiliki kemampuan akademik yang memadai, yang berdampak pada partisipasi dan hasil belajar. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, melibatkan 30 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan dianalisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata motivasi belajar dari pretest . ke post-test Siklus I . dan Siklus II . , dengan nilai signifikansi 0,000 . < 0,. Temuan ini membuktikan bahwa PBL efektif meningkatkan motivasi belajar melalui pendekatan kontekstual dan berbasis masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis PBL dapat menjadi strategi inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Pembaca diharapkan mempertimbangkan integrasi PBL dalam praktik bimbingan konseling untuk mengoptimalkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: bimbingan klasikal. motivasi belajar. problem-based learning. p-ISSN1978-6794 e-ISSN 2715-5307 A2025 Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Alamat korespondensi: Kampus FKIP UIA. Jalan Jatiwaringin No. PENDAHULUAN Pendidikan belajar mendorong siswa untuk bisa penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu Seperti yang dijelaskan oleh faktor kunci dalam mencapai tujuan Ryan pendidikan adalah motivasi belajar siswa. yang mengatakan bahwa setiap Banyak sekali peserta didik yang memiliki manusia memiliki keinginan bawaan untuk kemaampuan belajar yang baik tetapi tumbuh, yang memanifestasikan dirinya kurang berprestasi yang disebabkan oleh ketika tiga kebutuhan psikologis dasar kurangnya motivasi dalam diri. Sehingga . ompetensi, otonomi, dan keterkaita. motivasi belajar merupakan salah satu Deci . alam Munawaroh. Dengan memiliki motivasi belajar pendidikan, baik motivasi dari dalam diri yang tinggi, siswa akan lebih terlibat aktif maupun motivasi dari lingkungan sekitar (Mitkovska, 2. belajar optimal, dan Motivasi belajar sangat penting kemandirian serta rasa ingin tahu dan hal bagi peserta didik karena jika peserta didik memiliki motivasi belajar maka proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik. learning (Novalinda et al,2020. Zebua Hal tersebut sejalan dengan pendapat yang dkk,2022. Tyera dkk,2. Bahri & Idris Kusnandar PBL bahwa motivasi dari dalam diri peserta mendorong peserta didik untuk mengenal pembelajaran bisa berjalan baik. Untuk kelompok untuk mencari penyelesaian mendapatkan motivasi tersebut terdapat masalah-masalah. beberapa hal ataupun dorongan yang bisa Sebelum memunculkan motivasi tersebut. Problem-Based Learning (PBL), banyak Motivasi belajar adalah perubahan perilaku permanen melalui praktik atau penguatan, dengan indikator seperti hasrat untuk berhasil, dorongan belajar, harapan ketidaktertarikan terhadap materi, dan hasil belajar yang berada di bawah standar. menarik, dan lingkungan belajar yang Motivasi belajar siswa rendah dikarenakan Dengan pembelajaran tersebut sehingga siswa berperan pasif dan membuat mereka jenuh disetiap kelompok. Sehingga usaha yang (Zebua. Zagoto, & Dakhi, 2022. Laoli et ,2020. Timor et al. ,2. Salah satu motivasi belajar siswa melalui layanan cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk bimbingan klasikal dengan menggunakan meningkatkan motivasi belajar peserta metode PBL. didik tersebut yaitu dengan memberikan Bimbingan layanan bimbingan klasikal menggunakan metode problem base learning. Pendekatan diberikan kepada siswa didalam kelas. PBL ini berpusat pada siswa. dengan memberikan layanan bimbingan Pendekatan PBL merupakan suatu klasikal dengan menggunakan metode pendekatan pembelajaran yang berbasis PBL pada masalah dengan adanya upaya guru memperoleh pengetahuan baru dan bisa dalam mengaitkan permasalahan yang ada untuk meningkatkan motivasi belajar. di kehidupan siswa dengan pembelajaran. Tujuan kebermanfaatan belajar dan siswa akan motivasi belajar siswa antara Siklus 1 dan memperoleh pengetahuan baru yang lebih Siklus 2 setelah penerapan PBL. Dengan menyelesaikan masalah METODE memperoleh pengetahuan baru yang lebih Metode nyata, tetapi juga merasa lebih termotivasi termassuk dalam jenis penelitian Tindakan karena melihat langsung dampak positif kelas (PTK) dengan sampel berjumlah 30 Teknik pengumpulan data pada kehidupan sehari-hari (Arief dkk,2016. penelitian tindakan kelas ini menggunakan Anggraini & Sukartono, 2. angket, yang diberikan setiap siklusnya Sugiyanto . alam Munawaroh, untuk mengukur motivasi belajar siswa. mengemukakan bahwa model Angket pembelajaran Problem-based learning ini menggunakan uji paired sample tes untuk lebih menekankan pada aktivitas peserta mengukur perbedaan signifikan antara motivasi belajar siswa sebelum dan setelah menghadapi suatu permasalahan. Peserta penerapan model pembelajaran Problem- didik dibagi menjadi beberapa kelompok Based Learning (PBL). Metode uji paired dan dihadapkan pada suatu masalah yang sample test digunakan dalam analisis data, yang peningkatan motivasi belajar siswa yaitu pada tahap pretest sebelum diberikan terhadap dampak intervensi yang telah PBL Uji rata-rata 46,06 membandingkan data yang dikumpulkan mengalami peningkatan pada post test pada dua waktu yang berbeda, tetapi dalam kelompok yang sama. bimbingan klasikal dengan metode PBL Penelitian ini terdiri dari dua dengan rata-rata 63,33. siklus, yaitu Siklus 1 dan Siklus 2. Pada Selanjutnya pada post test siklus II tahap pretest, angket diberikan untuk diberikan kembali layanan bimbingan mengukur motivasi belajar siswa sebelum klasikal dengan metode PBL dari hasil diberikan layanan bimbingan klasikal, dan tersebut diperoleh nilai rata-rata pretes hasilnya digunakan sebagai data awal. yaitu 46,06 dan mengalami peningkatan Setelah penerapan PBL pada Siklus 1, pada post tes siklus II yaitu 70,13. angket kembali diberikan untuk melihat perubahan motivasi belajar siswa. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian Tindakan Kelas. Sampel berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian Tindakan kelas ini menggunakan angket. Angket diberikan Gambar. 1 Tingkat setiap siklusnya untuk mengukur motivasi Belajar Angket tersebut akan dianalisis Dari Rata-rata Motivasi menggunakan uji Paired Sample Test. Uji menggunakan paired sample test diperoleh Paired Sample Test digunakan untuk hasil perbandingan rata-rata antara pretes mengukur perbedaan signifikan antara dengan post test dengan 2 siklus yang motivasi belajar siswa sebelum dan setelah Pada siklus I diperoleh rata-rata penerapan model pembelajaran Problem- Based Learning (PBL). peningkatan pada post test siklus I yaitu 46,06 sebesar 63,33. Pada siklus II hasil rata-rata HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan 46,06 peningkatan pada post test siklus II yaitu Dari hasil uji Paired Sample Test sebesar 70,13. diketahui bahwa jika nilai signifikansi . - Hasil ini menunjukkan adanya taile. 000 < 0. 05 menunjukkan adanya konsisten setelah intervensi, terutama pada variabel awal dengan variable akhir. Hal siklus kedua yang menunjukkan adanyan tersebut menunjukkan terdapat pengaruh dibandingkan dengan siklus pertama. perlakuan yang diberikan pada masingmasing variabel. Mean Pair 1 Pre-test post-test Mean Pair 1 Pre-test post-test Tabel 1. Post Test Siklus 1 Paired Samples Test Paired Differences 95% confidence Internal Std. of the Difference Std. Error Upper Deviation Mean Lower Tabel 1. Post Test Siklus II Paired Samples Test Paired Differences 95% confidence Internal Std. of the Difference Std. Error Upper Deviation Mean Lower d . Dari hasil Paired Sample Tes pada pemberian layanan bimbingan klasikal post test siklus I dan siklus II tersebut dengan menggunakan metode problem diketahui bahwa nilai signifikansinya yaitu 000 yang berarti nilai signifikansi . - motivasi belajar siswa. 000 < 0. 05 sehingga dari hasil Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat keefektifan metode problem base learning perubahan yang signifikan pada saat sebelum diberikan layanan bimbingan siswa dimana siswa lebih berpartisipasi klasikal dengan metode problem base aktif dalam memecahkan masalah yang learning dengan setelah diberikan layanan relevan dengan kehidupan siswa. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Ania problem based learning pada post tes Y,D. , dkk . bahwa pendekatan PBL siklus I. Hal tersebut menunjukkan bahwa dimana ttabel = 1,684 untuk n = 16 sehingga dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran problem based learning memecahkan masalah. dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA SMP Negeri 4 Satu Atap SIMPULAN MoroAoo Berdasarkan hasil penelitian, dapat 2021/2022 Temuan Problem- penelitian sebelumnya yang menyatakan Based Learning (PBL) efektif dalam bahwa PBL mampu memperkuat motivasi meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal intrinsik siswa melalui pembelajaran yang meningkat dan dapat di terima. disimpulkan bahwa layanan bimbingan Dengan signifikan nilai rata-rata motivasi belajar demikian, layanan bimbingan klasikal dari pretest . ke post-test Siklus I berbasis PBL dapat menjadi strategi yang . dan post-test Siklus II . Hasil uji Paired Sample Test pada siklus I belajar siswa dalam proses pembelajaran. dan II menunjukkan nilai signifikansi Selain peningkatan motivasi belajar 000 (< 0. , yang mengindikasikan bahwa perbedaan motivasi belajar sebelum problem based learning, terdapat pula PBL Hal tersebut membuktikan faktor-faktor PBL meningkatkan motivasi belajar siswa. motivasi belajar. Salah satunya adalah Pendekatan PBL ini mendorong kondusif, seperti keterlibatan aktif guru Faktor lain yang juga meningkatkan rasa ingin tahu, partisipasi, penting adalah keterkaitan materi dengan dan keterlibatan dalam pembelajaran. kehidupan nyata siswa, karena siswa akan Hal ini juga didukung dengan lebih termotivasi jika merasa bahwa apa penelitian yang dilakukan oleh Gulo. yang mereka pelajari relevan dengan . yaitu dengan pengujian hipotesis pengalaman mereka sendiri. Penelitian deskriptif dengan menggunakan statistik oleh Ayuningtyas dkk . menegaskan parametris di dapat thitung = 9,66 dengan bahwa motivasi belajar meningkat secara signifikan ketika siswa dilibatkan secara aktif dalam proses penemuan dan diskusi Oleh pelaksanaan layanan bimbingan klasikal di masa mendatang, guru disarankan untuk tidak hanya menerapkan metode PBL, pembelajaran yang memperkuat interaksi sosial, pemecahan masalah nyata, serta pemberian umpan balik yang konstruktif guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan memotivasi. DAFTAR PUSTAKA Anggraini. , & Sukartono. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di sekolah dasar. Jurnal basicedu, 6. , 5287-5294. Ania. Susanti. Avida. Ningsih. , & Setiawati. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Problem based learning (PBL) Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV. Berkala Ilmiah Pendidikan, 4. , 453-464. Arief. Maulana. , & Sudin. Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Problem-Based Learning (Pb. Jurnal Pena Ilmiah, 1. , 141-150. Ayuningtyas. Supardi. , & Hartini. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 3 Brebes: The Influence Of Group Guidance Services With Discussion Techniques To Improve Students Motivation Learning Motivation In Grade XI IPS High School. Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 5. , 1-10. Bahri. , & Idris. Pengembangan Strategi Pembelajaran PBL-RQA (Integrasi Problem based learning dan Reading. Questioning. Answerin. Untuk Memberdayakan Keterampilan Metakognitif Retensi Mahasiswa. Gulo. Penerapan Model Pembelajaran Problem learning Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPA. Educativo: Jurnal Pendidikan, 1. , 334-341. Kusnandar. Pengaruh Model Problem based learning Terhadap Hasil Belajar Kognitif Dan Motivasi Belajar IPA. MADRASCIENCE: Jurnal Pendidikan Islam. Sains. Sosial. Dan Budaya, 1, 17Ae30. Laoli. Kristian. Dakhi. Zagoto, . Implementasi Model Pembelajaran Jigsaw Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan BK Perkuliahan Filsafat Pendidikan. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4. , 4408-4414. Mitkovska. Motivation To Learn During A Pandemic. eAnumahuA/Vospitanie-Journal Of Educational Sciences. Theory And Practice, 578, 217Ae223. Munawaroh. Setyani. , & Susilowati, . Pembelajaran Model Elektronik Problem based learning (E-PBL) (Studi Empiris pada Gaya/Cara Belajar. Motivasi Belajar, dan Sikap Kewirausahaa. Novalinda. Dakhi. Fajra. Azman. Masril. Ambiyar, , & Verawadina. Learning Model Team Assisted Individualization Assisted Module to Improve Social Interaction and Student Learning Achievement. Universal Journal of Educational Research, 8. A), 7974-7980. Ryan. , & Deci. Intrinsic and Extrinsic Motivations: Classic Definitions and New Directions. Contemporary Educational Psychology, 25. , 54Ae67 Sugiyanto. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka