Pengaruh Manajamen dan Kinerja Pegawai Dinas Kopersi dan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah Terhadap Efektivitas Program Kopersi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Kabupaten Garut Cecep Surahmat1. Oktri Mohammad Firdaus2. Aceng Ulumudin3 1, 2 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut Program Studi Magister Administrasi Publik. Universitas Garut 24093120015@pasca. firdaus@uniga. ulumudin@uniga. Abstrak Penelitian ini didasarkan pada permasalahan mengenai efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut yang diindikasikan belum baiknya manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah dan kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah, kinerja pegawai dan efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis statistik dengan model analisis jalur . ath analysi. Populasi dan responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 66 responden dengan menggunakan teknik simple Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian bahwa manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah dan kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Temuan dilapangan salah satunya adalah pembagian tugas/beban pekerjaan dan dapat memberikan motivasi, proses pelaksanaan kerja dan hasil kerja yang belum optimal hal ini disebabkan oleh keterbatasan sumberdaya manusia yang Kata Kunci: Koperasi. Manajemen. Usaha Kecil. Usaha Menengah. Usaha Mikro. Pendahuluan Peran Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dalam pengembangan UMKM Unggulan yaitu dengan melakukan berbagai inovasi dan dorongan yang dapat meningkatkan UMKM Peran yang dilakukan merupakan pendidikan dan pelatihan bagi pelaku umkm, fasilitasi pengembangan usaha dan diversifikasi produk umkm, perluasan pemasaran, memberikan modal tambahan agar dapat meningkatkan hasil produksi, membina dalam kemasan produk agar dapat bersaing dengan produk-produk impor, memberikan sertifikat, melatih dalam meningkatkan sumber daya manusianya agar dapat menciptakan suatu inovasi dalam kualitas produk, temu bisnis yang mana dipertemukan antara retail, toko-toko modern, supermarket dan juga perbankan, serta promosi. Surahmat, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Menurut UU RI No. 17 tahun 12 tentang perkoperasian bahwa koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip sedangkan menurut Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 96/kep/M. KUKM/IX/2004 adalah suatu lembaga keuangan kepercayaan masyarakat yang harus dijaga kredibilitasnnya baik terhadap anggota, calon anggota maupun koperasi lain. Sehingga pemerintah berusaha untuk meningkatkan dengan menyuplai bantuan terhadap koperasi yang harus di kelola oleh koperasi itu sendiri sesuai dengan Peraturan Mentri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 19/Per/M. KUKM/i/2007, bahwa dalam penyelenggaraannya koperasi dibantu oleh pemerintah dengan tujuan untuk menguatkan koperasi dalam penyelenggaraanya sesuai dengan peruntukannya. Koperasi dan UMKM di Kabupaten Garut sebagai peranan penting dalam basis pembangunan ekonomi kerakyatan. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah adalah salah satu bagian penting dari perekonomian daerah yang ada di Indonesia. UMKM menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia. Sejak era tahun 1997-1998 indonesia mengalami krisis ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian di indonesia. Di sisi lain justru UMKM dapat bertahan dengan keterbatasan dan kemampuan di saat situasi krisis ekonomi pada tahun tersebut. Hal itu terjadi pada koperasi di Kabupaten Garut karena adanya kontradiksi dalam pemahaman tentang koperasi. Secara substansial koperasi adalah gerakan rakyat untuk memberdayakan Sebagai gerakan rakyat, maka koperasi tumbuh dari bawah . ottom-u. sesuai dengan kebutuhan anggotanya, salah satu bentuk koperasi yang ada di tataran paling bawah adalah Koperasi Unit Desa (KUD), yang pembentukannya KUD di bentuk oleh pemerintah. Padahal, rakyat sendiri belum paham akan gunanya KUD bagi mereka, sehingga akhirnya KUD itu tidak berkembang dan hanya menjadi justifikasi politik dari pemerintah agar timbul kesan bahwa pemerintah telah peduli pada perekonomian rakyat, atau dalam hal ini khususnya koperasi. Namun berbeda dengan kenyataan yang ada di Kabupaten Garut, yang kebanyakan koperasi melaksanakan suakelola sendiri untuk memajukan koperasinya, hal lain yang menandakan adanya kontradiksi tentang koperasi di Kabupaten Garut dengan aturan yang ditentukan oleh pemerinah. Perkembangan koperasi di Kabupaten Garut cukup signifikan, hasil dari observasi penulis dapat di lihat dalam tabel 1. Tabel 1: Perkembangan Jumlah dan Volume Usaha Koperasi di Kabupaten Garut Tahun Uraian Jumlah Koperasi Anggota Modal Usaha Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut 2021 Perkembangan Hal ini terlihat adanya perkembangan tentang koperasi di Kabupaten Garut, namun walaupun demikian tidak sebanding dengan penduduk yang ada di Kabupaten Garut karena dalam menjalankan kegiatanya Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sering mengalami kesulitan untuk memperoleh bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah berupa bantuan sosial atau sosialisasi kepada masyarakat secara menyuluruh yang diamanatkan dalam Undang-undang Surahmat, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. No 17 tahun 2012 tentang perkoperasian pasal 116 bahwa untuk mengembangkan koperasi harus adanya sosialisasi dan konsultasi kepada Koperasi dan mengembangkan serta mendorong kerjasama antar-Koperasi dan antara Koperasi dengan badan usaha lain, baik pada tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional. Dalam dunia koperasi kebijakan tentang perkoperasiaan merupakan hal yang penting untuk menertibkan administrasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dalam memberikan pelayanan yang optimal terhadap angota, karena produk utama dari koperasi adalah jasa untuk melayani transaksi keuangan anggota sehingga harus mengambil kebijakan-kebijakan yang menguntungkan ke dua belah pihak. Fenomena yang terjadi di lapangan terdapat masalah-masalah sebagai berikut: Kurangnya Sosialisasi dari pimpinan tentang kebijakan UU No. 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian kepada pegawai dan masyarakat dilingkungan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, sehingga masyarakat banyak yang belum mengetahui tentang manfaat dan keuntungan dari koperasi. Kurangnya penataan pegawai dari Pemerintah Pusat atau Daerah terkait tentang perkoperasian dilingkungan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut karena lemahnya pembinaan dan pelatihan bagi pegawai. Kurangnya sumberdaya manusia/Pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, yang saat ini hanya berjumlah 66 Orang pegawai sedangkan Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dengan jumlah 1. 361 karena idealnya satu pegawai membina 10 . epuluh Koperasi dan UMKM Kabupaten Garu. Kurangnya sarana dan prasarana yang memadai dalam menunjang kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sehingga di indikasi masih belum tertibnya Bertitik tolak dari latar belakang dan permasalahan yang ada, maka penting bagi koperasi untuk mengetahui kebijakan tentang perkoperasian di mata pegawai dan masyarakat , khususnya bagi pegwai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Metodologi Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu metode eksplanasi dengan teknik evaluasi sedangkan untuk Variabel Pada penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan satu variabel bebas, satu variabel antara dan satu variabel terikat yang hubungan antara variabelnya bersifat causal effectual. Adapun sasaran populasi . opulation targe. dari penelitian ini adalah populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 68 responden. Pengumpulan datanya dengan cara: studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari : observasi, wawancara, dan angket. Sedangkan Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Uji dan Reliabilitas serta Teknik Analisis Data menggunakanAnalisis Deskriptif dan Analisis Statistik. Surahmat, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian bahwa: Manajemen di Dinas Koperasi Dan UMKM Kabupaten Garut. Skor rata-rata minimal pada garis kontinum untuk variabel manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 34. Berdasarkan kondisi demikian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel manajemen program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut menurut persepsi responden termasuk ke dalam kategori Baik. Hal ini dapat di interpretasikan bahwa manajemen program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah dinilai sudah baik dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 4. 15 pada indikator Sasaran dari perencanaan yang artinya bahwa responden memahami Sasaran dari perencanaan dalam pelaksanaan program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, namun hasil dari pengolahan data bahwa masih terdapat kelemahan-kelemahan dalam manajemen program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut yang harus ditingkatkan pada indikator Pembagian tugas/beban pekerjaan dan Memberikan Motivasi terhadap pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dengan nilai rata-rata terendah sebesar 3. 65, hal ini menunjukan bahwa harus adanya perbaikan dalam Pembagian tugas/beban pekerjaan dan dapat Memberikan Motivasi dalam program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Kinerja Pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Skor rata-rata minimal pada garis kontinum untuk variabel manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 35. Berdasarkan kondisi demikian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dalam melaksanakan program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut menurut persepsi responden termasuk ke dalam kategori Baik. Hal ini dapat di interpretasikan bahwa kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garutdalam program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah dinilai sudah baik dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 4. 29 pada indikator Kesalahan Pekerjaan yang artinya bahwa responden memahami Kesalahan Pekerjaan dalam pelaksanaan program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, namun hasil dari pengolahan data bahwa masih terdapat kelemahan-kelemahan dalam kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dalam program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut yang harus ditingkatkan pada indikator Proses pelaksanaan kerja di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dengan nilai rata-rata terendah sebesar 3. 61, hal ini menunjukan bahwa harus adanya perbaikan dalam Proses pelaksanaan kerja dalam program koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Efektivitas Program Koperasi Usaha Mikro. Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Skor rata-rata minimal pada garis kontinum untuk variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dari 12 item pernyataan skor rata-rata maksimal sebesar 3. 61 artinya pada kriteria baik, sedangkan total jumlah kriteria hasil penelitian terhadap variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut ini sebesar 41,47 artinya pada kriteria baik. Berdasarkan kondisi demikian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut menurut persepsi responden termasuk ke dalam kategori Baik. Surahmat, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dinilai sudah baik dan scor tertinggi dalam variabel ini adalah sebesar 4. 11 dengan persentasi 82% pada indikator Menyesuaikan diri, hal ini menunjukan bahwa pegawai dapat Menyesuaikan diri dengan hal-hal yang baru terkait dengan program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Namun demikian masih terdapat kekurangan yang harus ditingkatkan dengan nilai terendah 79 pada indikator Hasil kerja hal ini menunjukan bahwa masih adanya tugas-tugas pegawai yang masih perlu di tingkatkan khususnya dalam program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Berdasarkan data diketahui bahwa nilai path coefficient antara variabel manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah terhadap variabel kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 0,847 dan nilai path coefficient antara variabel manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah terhadap variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut t sebesar 0,038 dan kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut terhadap variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 0,736. Artinya, path coefficient antara kedua variabel eksogen terhadap variabel endogen sama-sama berada di rentang angka nol sampai dengan angka 1 yang bermakna hubungan positif. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dapat dilihat pada tabel 4. 16 dimana nilai original sample untuk koefisien jalur manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah terhadap kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 0,173 yang dapat diartikan bahwa dengan nilai koefisien jalur bernilai positif menunjukkan semakin tinggi tingkat manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah maka akan meningkatkan kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Akan tetapi koefisien jalur tersebut memiliki nilai t-statistik sebesar 6. 083 dimana t-statistik nilainya lebih kecil dari nilai t-tabel . =35 =0,. , yaitu 6. 083 < 2,024. Dengan demikian, diperoleh keputusan H0 diterima dan H1 ditolak yang memiliki makna manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah berpengaruh kecil terhadap kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh Pengaruh manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah berpengaruh signifikan terhadap variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dapat dilihat pada 17 dimana nilai original sampel untuk koefisien jalur manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 0,460 yang dapat diartikan bahwa dengan nilai koefisien jalur bernilai positif menunjukkan semakin tinggi tingkat manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah maka akan meningkatkan efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Surahmat, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Koefisien jalur tersebut memiliki nilai t-statistic sebesar 1. 917 dimana t-statistic nilainya lebih besar dari nilai t-tabel . =35 =0,. , yaitu 1. 917 > 2,024. Dengan demikian, diperoleh keputusan H0 ditolak dan H1 diterima yang memiliki makna adanya pengaruh manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh Pengaruh kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut berpengaruh signifikan terhadap variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dapat dilihat pada tabel 4. 18 dimana nilai original sampel untuk koefisien jalur kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 2. 435 yang dapat diartikan bahwa dengan nilai koefisien jalur bernilai positif menunjukkan semakin tinggi tingkat kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut maka akan meningkatkan efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Koefisien jalur tersebut memiliki nilai t-statistic sebesar 2. 435 dimana t-statistic nilainya lebih besar dari nilai t-tabel . =35 =0,. , yaitu 2. 435 > 0. Dengan demikian, diperoleh keputusan H0 ditolak dan H1 diterima yang memiliki makna adanya pengaruh kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh Pengaruh kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut berpengaruh signifikan terhadap variabel efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut dapat dilihat pada tabel 4. 18 dimana nilai original sampel untuk koefisien jalur kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut sebesar 2. 435 yang dapat diartikan bahwa dengan nilai koefisien jalur bernilai positif menunjukkan semakin tinggi tingkat kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut maka akan meningkatkan efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Koefisien jalur tersebut memiliki nilai t-statistic sebesar 2. 435 dimana t-statistic nilainya lebih besar dari nilai t-tabel . =35 =0,. , yaitu 2. 435 > 0. Dengan demikian, diperoleh keputusan H0 ditolak dan H1 diterima yang memiliki makna adanya pengaruh kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Temuan penelitian berupa data lapangan diperoleh melalui penelitian kuantitatif yang bersifat Hal ini diperlukan sebagai perbandingan antara hasil temuan penelitian di lapangan dengan teori yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. Dalam hal ini, peneliti menganalisis tentang pengaruh manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah dan kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Adapun temuan dilapangan tekait dengan manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut adalah pada indikator pembagian tugas/beban pekerjaan dan dapat memberikan motivasi, artinya bahwa dalam merencanakan Surahmat, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. target kerja harus adanya pembagian tugas/beban pekerjaan dan dapat memberikan motivasi yang jelas serta mengukur kemampuan dan dukungan dari berbagai aspek, salah satunya adalah sumberdaya manusia yang memadai dan mempunyai kompetensi yang baik, kemudian temuan dalam kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut adalah pada indikator Proses pelaksanaan kerja harus sesuai dengan kemampuannya agar bisa berjalan dan dapat mencapai tujuan yang baik. Dan temuan dalam efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut adalah indikator Hasil kerja, artinya dalam efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut yang harus di titik beratkan pada penyelesaian tugas agar program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut lebih meningkat. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan bahwa kesimpulan sebagai berikut: Manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah dan kinerja pegawai memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah dan kinerja pegawai maka efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut semakin optimal. Manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut tetapi pengaruh yang menengah. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah maka lebih baik kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik manajemen program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah maka akan efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah akan lebih efektif. Kinerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik kinerja pegawai maka berdampak terhadap efektivitas program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut. Temuan dilapangan target kerja harus mengukur kemampuan dan dukungan dari berbagai aspek, salah satunya adalah Pembagian tugas/beban pekerjaan dan dapat Memberikan Motivasi yang belum optimal. Proses pelaksanaan kerja yang perlu ditingkatkan, serta Hasil kerja dari program koperasi usaha mikro, kecil dan menengah di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut belum optimal. Surahmat, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Daftar Pustaka