Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia Tentang Pemanfaatan Sosial Media Dikalangan Bisnis Umkm Kabupaten Bengkulu Tengah Willy Abdillah . Intan Zoraya . Afrima Widanti . Lydia Gustina Putri . 1,2,3,. Universitas Bengkulu Email: 1 willy@gmail. ARTICLE HISTORY Received . January 2. Revised . July 2. Accepted . July 2. KEYWORDS Human Resource Management. MSME. Banking Digital Technology. Micro KUR This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Kabupaten Bengkulu Tengah dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) di era digital dan bagaimana cara Pelaku Bisnis UMKM memanfaatkan tekhnologi Perbankan untuk meningkatkan usaha UMKM. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja nasional (Kementerian Koperasi dan UKM, 2. Namun, banyak UMKM yang menghadapi tantangan dalam akses terhadap pembiayaan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital perbankan dan memajukan usaha mikro dengan pemberian fasilitas pinjaman KUR Mikro. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini akan menganalisis dampak teknologi digital terhadap kinerja UMKM dan efektivitas program KUR Mikro dalam meningkatkan daya saing usaha mikro. ABSTRACT This Community Service (PKM) activity aims to increase the understanding and skills of MSME players assisted by the Central Bengkulu Regency Cooperative and Small Business Office in human resource management (HR) in the digital era and how MSME Business Actors utilize Banking technology to improve MSME businesses. Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. are the backbone of the Indonesian economy, contributing around 60% of the Gross Domestic Product (GDP) and absorbing more than 97% of the national workforce (Ministry of Cooperatives and SMEs, 2. However, many MSMEs face challenges in access to financing and technology. This research aims to develop MSMEs through the utilization of digital banking technology and advance micro businesses by providing KUR Mikro loan facilities. Using quantitative and qualitative approaches, this study will analyze the impact of digital technology on MSME performance and the effectiveness of the KUR Mikro program in improving the competitiveness of micro enterprises. PENDAHULUAN Dalam era digital yang terus berkembang. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan besar dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) secara efektif. Salah satu kendala utama yang sering ditemukan adalah kurangnya pemahaman tentang penggunaan tekhnologi dalam mengmbangkan usaha. UMKM di Indonesia merupakan pilar penting dalam perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 terdapat sekitar 64 juta UMKM yang beroperasi di Indonesia. Namun, hanya 20% dari UMKM yang memiliki akses ke layanan perbankan formal (OJK. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan dalam akses terhadap sumber daya keuangan yang dapat mendukung pertumbuhan usaha. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital perbankan menawarkan peluang besar bagi UMKM untuk mengatasi masalah akses keuangan. Dengan memanfaatkan aplikasi perbankan digital, pelaku UMKM dapat melakukan transaksi keuangan secara lebih efisien dan mengurangi biaya operasional. Menyadari tantangan tersebut. Program Doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Kabupaten Bengkulu Tengah untuk memberikan solusi nyata bagi UMKM. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola SDM dengan memanfaatkan teknologi digital, khususnya tekhnologi perbankan dan fasilitas kredit. Melalui pelatihan ini, diharapkan UMKM dapat lebih cepat produktif dalam menjalankan usahanya. Sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi, program pengabdian masyarakat ini menjadi bentuk nyata kontribusi Program Doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu dalam mendukung pengembangan UMKM di daerah. Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa doktoral, serta praktisi sebagai fasilitator, yang tidak hanya memberikan materi pelatihan, tetapi juga melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha agar dapat mengimplementasikan teknologi digital secara Sebelum pelaksanaan pelatihan, dilakukan survei dan diskusi langsung dengan pemilik UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan serta kendala yang mereka hadapi dalam mengelola SDM. Dari hasil Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 309 Ae316 | 309 survei, diketahui bahwa sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki pemahaman yang memadai tentang sistem manajemen SDM berbasis digital. Selain itu, masih banyak yang kesulitan mengadaptasi teknologi baru dalam operasional bisnis mereka. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Dari perspektif regulasi, pelaksanaan pelatihan ini sejalan dengan berbagai peraturan perundangundangan yang mendukung pengembangan UMKM dan penerapan teknologi dalam dunia usaha. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah mengamanatkan bahwa pemerintah wajib memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan pemberdayaan UMKM agar lebih berdaya saing. Selain itu. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menekankan pentingnya pengelolaan tenaga kerja yang lebih sistematis guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan. Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM juga menegaskan bahwa pelaku usaha harus didorong untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional mereka. Sementara itu. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja memberikan kemudahan bagi UMKM dalam mengadopsi sistem digital sebagai bagian dari transformasi usaha mereka. Dengan dasar hukum yang kuat ini, program pelatihan manajemen sumber daya manusia berbasis digital bagi UMKM menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait digitalisasi UMKM. Meskipun teknologi digital perbankan menawarkan banyak manfaat, banyak pelaku UMKM yang masih kesulitan dalam mengadopsi teknologi ini. Faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan digital, infrastruktur yang tidak memadai, serta ketidakpercayaan terhadap sistem perbankan menjadi hambatan utama. Menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2021, hanya 18% UMKM yang telah memanfaatkan platform digital untuk menjalankan usahanya. Selain itu, permasalahan dalam hal akses terhadap KUR juga menjadi tantangan. Banyak pelaku UMKM yang tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh bank, sehingga mereka terpaksa mencari pinjaman dari sumber yang lebih tidak resmi dengan bunga yang tinggi. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan kapabilitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital perbankan. Salah satu solusinya adalah dengan mengadakan pelatihan dan workshop tentang penggunaan teknologi digital bagi pelaku UMKM. Program ini dapat mencakup pengenalan aplikasi perbankan digital, manajemen keuangan, serta cara mengajukan KUR secara efektif. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan asosiasi UMKM sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung. Dengan adanya dukungan dari semua pihak, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih mudah mengakses layanan perbankan dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi usaha mereka. METODE Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan Metode kuantitatif akan digunakan untuk mengumpulkan data statistik mengenai jumlah UMKM yang mengadopsi teknologi digital dan memanfaatkan KUR. Sedangkan metode kualitatif akan digunakan untuk mendalami pengalaman dan pandangan pelaku UMKM mengenai digitalisasi dan akses Penggunaan kedua metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang situasi yang dihadapi oleh UMKM. akan dimulai dari identifikasi masalah, menentukan kebutuhan, dan pelaksanaan kegiatan pelatihan. Adapun tahapan selengkapnya adalah sebagai berikut: Adapun rincian langkah-langkah dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu: Identifikasi masalah, dilakukan dengan cara meninjau langsung situasi dan kondisi UMKM dan wawancara bersama para pelaku usaha UMKM di Kabupaten Bengkulu Tengah Dari hasil observasi,kemudiaan dilanjutkan dengan perencanaan aksi melalui kolaborasi dengan Universitas Bengkulu. Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah. Dinas Koperasi. Bank Bengkulu Rencana yang disusun, kemudian diimplementasikan pelaksanaan Pelatihan Manajemen Sumber Saya Manusia di Era Digital (Membuat Kalender Kerja Karyawan di Era Digita. pada UMKM Binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Kabupaten Bengkulu Tengah Setelah pelatihan, sebagai bentuk keberlanjutan program yakni mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan pembiayaan dari Bank Bengkulu dan system pembayaran mengunakan Qris Bank Bengkulu mendorong mendaftarkan produk agar memiliki sertifikat halal dan promosi melalui media sosial dan melalui web baik dinas koperasi dan pemerintahaan Bengkulu Tengah Di akhir program dilakukan penilaian dari seluruh rangkaian program yang telah dilaksanakan 310 | Willy Abdillah. Intan Zoraya. Afrima Widanti. Lydia Gustina Putri. Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia. Dari tahap di atas secara keseluruhan proses pemberdayaan dilaksanakan oleh dari dan bersama masyarakat kabupaten Bengkulu Tengah. Hal ini yang menjadi ciri utama dari sebuah metode yang berbasis pasrtisipasi mayarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyuluhan Pelatihan Peningkatan Kapabilitas Pelaku Usaha Mikro Dan Kecil Dalam Akses Sumber Pembiayaan Usaha Sebelum tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat mengusulkan pelatihan peningkatan kapabilitas pelaku usaha mikro dan kecil dalam akses pembiayaan usaha, tim terlebih dahulu melakukan identifikasi sumber daya yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah. Pada kegiatan ini dimulai dengan mengajukan surat permohonan ke beberapa instansi Pemerintahan Bengkulu Tengah. Dinas koperasi dan UMKM kemudiaan di lajutan diskusi Bersama melalui rapat beberapa instansi dan perwakila anggota pengabdiaan tentang kolaborasi pengabdiaan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pelatihan dan pendampingan. UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian lokal, namun sering menghadapi berbagai kendala dalam mengelola usaha dan meningkatkan daya saingnya. Untuk itu, program ini akan memberikan pelatihan yang komprehensif kepada UMKM dalam Pembiayaan Usaha UMKM. Gambar 1. Mengajukan surat permohonan ke Beberapa instansi Pemerintahan Bengkulu Pelatihan dan pendampingan UMKM Pelaku UMKM Kabupaten Bengkulu Tengah setelah diberikan penyuluhan dan diskusi oleh tim pengabdiaan, kemudiaan diberikan pelatihan bagaimana cara mengajukan pembiayaan usaha dari Bank BRI dan Bank Bengkulu khususnya Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dimana kredit kur ini memiliki spesifikasi seperti : Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI adalah program pembiayaan dari pemerintah yang bertujuan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. BRI sebagai salah satu bank penyalur terbesar KUR menyediakan berbagai jenis pinjaman dengan bunga ringan dan tenor fleksibel. Adapun Jenis Pinjaman KUR sesuai dengan skala usaha dan kebutuhan debitur: KUR Mikro Plafon hingga Rp. 000 (Seratus juta rupia. juta per debitur. Jenis Pinjaman : Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 309 Ae316 | 311 Kredit Modal Kerja (KMK): Tenor maksimal 3 tahun. Kredit Investasi (KI): Tenor maksimal 5 tahun. Suku Bunga: 6% efektif per tahun. Biaya: Bebas biaya administrasi dan provisi. Persyaratan : A Usaha produktif dan layak. A Usaha telah berjalan aktif minimal 6 bulan. A Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR. KKB, dan kartu kredit. A Dokumen: KTP. Kartu Keluarga (KK), dan surat izin usaha. KUR Kecil Plafon: Rp. 000,-(Seratus juta rupia. hingga Rp. 000, (Lima ratus juta rupia. /Debitur. Jenis Pinjaman: A Kredit Modal Kerja (KMK): Tenor maksimal 4 tahun. A Kredit Investasi (KI): Tenor maksimal 5 tahun. A Suku Bunga: 6% efektif per tahun. A Agunan: Sesuai dengan peraturan bank. Persyaratan : A Usaha produktif dan layak. A Usaha telah berjalan aktif minimal 6 bulan. A Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR. KKB, dan kartu kredit. A Memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin usaha lainnya yang dapat dipersamakan. Adapun cara pengajuan pinjaman KUR ini bisa langsung Kunjungi kantor cabang BRI/BPD terdekat dengan membawa dokumen persyaratan lengkap. Pastikan semua dokumen yang diperlukan telah disiapkan untuk mempercepat proses pengajuan. Suku bunga yang relatif lebih kecil yaitu 6 % dibandingkan dengan produk pinjaman yang lain dan diimbangi dengan p. rsyaratan yang relatif lebih mudah didapatkan oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil serta diberikan pelatihan cara mendaftar Qris Bank BRI dan Bank Bengkulu agar mempermudah layanan khususnya system pembayaran untuk memastikan produk halal di berikan pelatihan cara mendaftarkan produk agar memiliki sertifikat halal dan pelatihan digital melalui cara promosi salah satunya adalah memanfaatkan media sosial dan melalui web baik dinas koperasi dan pemerintahaan Bengkulu Tengah. Gambar 2 Pelatihan dan Pendampingan UMKM 312 | Willy Abdillah. Intan Zoraya. Afrima Widanti. Lydia Gustina Putri. Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia. Berdasarkan pengamatan yang telah kita lakukan dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Peningkatan Kapasitas MSDM melalui Pelatihan dan Pendampingan UMKM Kabupaten Bengkulu Tengah. Indikator yang dapat dicapai dari pelatihan ini dilihat dalam proses pelatihan ini yaitu peserta dapat mengerti materi yang disampaikan dengan jelas, peserta dapat mengikuti pelatihan praktik dengan baik mengenai digital marketing. Adapun faktor pendukung dalam kegiatan ini yaitu lingkungan tempat kegiatan pengabdian ini yang kondusif, masyarakat sekitar menyambut dengan baik kedatangan tim pelaksana pengabdian dengan baik dan tersedianya peralatan pendukung yang lengkap serta adanya dukungan jaringan yang bagus karena dalam pelaksanaan pelatihan yang di lakukan dengan praktik langsung harus menggunakan gadget yang terhubung dengan Faktor kendala beragamnya peserta yang berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda, menjadikan peserta sangat heterogen dengan berbagai kemampuan yang dimiliki peserta dan Keaktifan dalam setiap kelas sering didominasi oleh 3-5 peserta, sehingga tim pengabdiaan harus berusaha lebih inovatif dalam proses pelatihan Agenda Terakhir evaluasi atau penilaian seluruh kegiatan pemberdayaan mulai tahap pendataan pada kegiatan observasi dilanjutkan dengan kegiatan digital promosi dengan membuka mediasosial peserta dan media sosial Lembaga terakit dan mencoba mengaktifkan web pemda Bengkulu Tengah dan dan dinas koperasi UMKM. Hasil evaluasi di dapatkan bahwa melalui pemberdayaan ini Masyarakat pelaku UMKM di Kabupaten Bengkulu Tengah mulai tergerak untuk memasarkan produk usaha melalui plafon digital dan memahami cara mengajukan serttifikat halal. Gambar 3 Pendampingan UMKM Urgensi Aksi Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat melalui pendampingan berbasis digitalisas manajemen pemasaran syariah bagi parah pelaku usaha dan UMKM di Kabupaten Bengkulu Tengah tak lepas dari partisifasi pihak-pihak terkait pertama pemerintah Bengkulu Tengah melalui Dinas Koperasi dan UMKM mendorong kemajuan perekonomian di kabupaten Bengkulu Tengah sebagai pemangku kebijakan setempat yang berwenag dalam mengatur regulasi di Kabupaten Bengkulu Tengah Pemerintahan ini juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan pada setiap proses Pembangunan maupun pemberdayaan yang sedang berjalan. Selanjutnya, pemerintah juga menjadi pintu awal bagi para pihaak luar, fasilitator ataupun pihak swasta untuk masuk dalam kehidupan sosial Masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah seperti halnya yang berkaitan dengan izin operasional ataupun masalah keadministrasian lainya. Disamping itu pemerintah menjadi penyedia jasa sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan program pemberdayaan Masyarakat Kedua. Bank BRI dan Bank Bengkulu sebagai sponsor memberikan dukungan dalam kegiatan program pendampingan masarakat Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 309 Ae316 | 313 pelaku UMKM dengan memfasilitasi pelaku UMKM untuk pembiayaan usaha dan mengenalkan pembayaran melalui qris untuk mempermudah pelayanan guna meningkatkan kapasitas usaha yang lebih baik mewujudkan pengebangan sektor UMKM berkelanjutan. Berperan bagi perekonomian khususya Bengkulu Tengah pada kontribusi produk lokal. Ketiga dosen dan mahasiswa Universitas Bengkulu dan beberapa perguruaan tinggi di provinsi Bengkulu UIN. UMB dan IAIN sebagai pendamping Masyarakat dalam melaksanakan pengembangan diri dalam Masyarakat. Pada program pemberdayaan terkait digital manajemen pemasaran syariah ini fasilitator berasal dari dunia akademik. berperan sebagai pematik Masyarakat untuk bergerak malakukan perubahan Keempat dari Masyarakat dalam hal ini para pelaku usaha dan UMKM partisipasi Masyarakat terlihat dari berbagai kegiatan pemberdayaan mulai dari pendataan, pelaksanaan pelatihan, partisipasi Masyarakat menjadi pokok Masyarakat menjadi pokok hal dalam pelaksanaan Pembangunan dan pemberdayaan di wilayah Hal ini merupakan implementasi dari perinsip pemberdayaan sebagai Pembangunan berbasis kemasyarakatan yaitu dari oleh dan untuk Masyarakat. Pelakanaan pemberdayaan tidak akan berhasil apabilah Masyarakat tidak dulibatkan Bersama dalam setiap prosesnya. Untuk itu partisipasi Masyarakat ini menjadi hal vital dalam pelaksanaan program Pembangunan maupun pemberdayaan berbasis Dari penjelasan diatas tersebut sesuai dengan konsep yang dikemukan dalam jurnal penelitiaan sebelumnya terkait actor-aktor dalam pengembangan Masyarakat sebagai berikut: Gambar 4 Pihak terlibat dalam pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan gambar di atas terlihat jelas bahwa actor saling berkaitan satu sama lain. hal ini berkaitan dengan peran yang dimiliki oleh masing-masing. Kemudiaan dari uraian tersebut juga kita pahami bahwa Masyarakat bukan menjadi objek dari sebuah program Pembangunan maupun Namun, masyarakatlah yang menjadi subjek utama dari pelaksanaan program perubahan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, merupakan wilayah yang memiliki potensi UMKM yang beragam, meliputi industri kreatif, kuliner, dan kerajinan. UMKM di Kabupaten Bengkulu Tengah telah menunjukkan kapasitas produksi yang cukup baik bila dioptimalkan dapat membawa pengaruh besar dalam peningkatan ekonomi Masyarakat. Melalui Kapasitas peningkatan MSDM melalui pelatihan dan pendampingan UMKM Kabupaten Bengkulu Tengah memberikan banyak kebermanfaatan bagi Masyarakat utaman UMKM di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegaiatan pemberdayaan didasar pada kondisi yang akan di lapangan masih banyak pelaku usaha UMKM memasrkan produknya secara konvensional dan secara umum pelaku UMKM akan mengerti bagaimana cara pengajuan modal untuk usaha ybs. Oleh karena itu perlunya melibatkan beberapa instansi untuk mencapai tujuan maka Kegiatan 314 | Willy Abdillah. Intan Zoraya. Afrima Widanti. Lydia Gustina Putri. Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia. Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah kami lakukan ini merupakan hasil kerjasama antar tim pelaksana dengan Pemerintah Bengkulu Tengah berkolaborasi Universitas Bengkulu. Dinas Koperasi dan UMKM. Bank BRI. Bank Bengkulu serta Dosen perguruaan tinggi di Provinsi Bengkulu. Dengan pelatihan ini diharapkan pelaku usaha Mikro dan Kecil Bengkulu Tengah mempunyai kesadaran dan keinginan untuk memperluas segmen melalui pinjaman modal usaha dari perbankan yang menyalurkan pinjaman KUR serta pemasaran produk mereka, serta dapat memasarkan produknya melalui media Saran Perlu adanya pelatihan secara berkesinambungan tentang bagaimana cara mendapatkan modal usaha dari perbankan serta digitalisasi manajemen pemasaran. Pemerintah diharapkan dapat membantu kegiatan pengembangan usaha kecil melalui kegiatan pelatihan-pelatihan. Diharapkan adanya peran aktif dari institusi beserta akademisi untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat menjadi pematik para pihak terkait untuk membuat kebijakan ataupun agenda lanjutan terkaitpotensi ekonomi UCAPAN TERIMA KASIH Keberhasilan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dan penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan dan keterlibatan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat: Bupati Bengkulu Tengah Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah Ketua Program Studi Doktor Ilmu manajemen UNIB Pemimpin Cabang BRI Bengkulu Pimpinan Bank Bengkulu Cabang Bengkulu Tengah Semua pihak yang telah membantu terlaksananya pengabdian pada masyarakat ini. Semoga bantuan dan perhatian yang diberikan bermanfaat bagi kita semua. DAFTAR PUSTAKA