Vol. 13 No. 2 Desember 2024 Jurnal Ilmiah Hospitality 277 a. POTENSI DAN KARAKTERISTIK EKOWISATA DESA BONJERUK KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Oleh Rizal Kurniansah1. Mahmudah Budiatiningsih2. Siti Hamdiah Rojabi3. Baiq Nikmatul Ulya4. Hasnia Minanda5 & Ihyana Hulfa6 1,2,3,4,5,6 Program Studi D3 Pariwisata. Fakultas Ekonomoni dan Bisnis. Universitas Mataram. Indonesia Email: rizalkurniansah@unram. id, 2 mahmudahb@unram. 3 rojabish@unram. id , 4 bn_ulya@unram. id, 5 hasnia_minanda@unram. & 6 ihyanahulfa@unram. Abstrak Desa Bonjeruk merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Jonggat. Kabupaten Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat. Desa wisata Bon Jeruk memiliki konsep tentang ekowisata, hanya saja dalam penerapannya terdapat beberapa kekurangan seperti keterlibatan pemerintah dalam memberikan arahan terhadap masyarakat tentang pentingnya mengelolah sebuah destinasi yang memiliki potensi besar di wilaya Desa Bon Jeruk. Kurangnya kepekaan masyarakat terhadap lingkungan wisata. Serta keterlibatan masyarakat terhadap desa wisata masih minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian yang lebih mendalam lagi terkait karakteristik ekowisata di desa Bonjeruk, karena karakteristik desa wisata Bon Jeruk masih hanya berbasis alam dan belum melibatkan masyarakat sehingga potensi yang ada di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi Pustaka. Sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari hasil tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa desa wisata Bonjeruk memiliki karakteristik antara lain Nature Based. Ecologically Sustainable. Environmentally educative. Bermanfaat bagi masyarakat setempat, dan Kepuasan Wisatawan. Sedangkan potensi yang dimiliki antara lain Kegiatan Belajar Bahasa Inggris. Menyatu Dengan Alam dan Kegiatan lainnya, dan Berfoto di Bangunan Belanda. Kata Kunci: Desa. Bonjeruk. Ekowisata. Potensi PENDAHULUAN Pulau Lombok dikenal sebagai salah satu pulau di Indonesia yang menyimpan berbagai potensi wisata baik dari segi alam maupun budaya. Secara administratif. Pulau Lombok dibagi menjadi lima wilayah: Kota Mataram. Kabupaten Lombok Utara. Kabupaten Lombok Timur. Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten Lombok Tengah adalah salah satu Daerah Tingkat II atau kabupaten yang berada di pulau Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat. Ibu kota daerah ini ialah kecamatan Praya. Kabupaten Lombok Tengah memiliki luas wilayah 1. 095,03 kmA dengan populasi sebanyak 1. 042 jiwa. Kabupaten Lombok Tengah yang saat ini sedang di perbincangkan dengan memliki 15 destinasi wisata yang tidak kalah menariknya dengan destinasi wisata lainnya. Desa Wisata Bonjeruk termasuk Salah satu dari 15 destinasi wisata di Lombok Tengah. Desa Bonjeruk merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Jonggat. Kabupaten Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat. Bonjeruk bisa dikatakan memiliki lokasi yang strategis karena berdekatan dengan beberapa objek wisata terkenal seperti Taman Narmada dan pusat tenun tradisional Sukarara. Tidak hanya itu. Bonjeruk terbilang cukup dekat dengan beberapa lokasi strategis lainnya karena hanya membutuhkan waktu 25 menit dari bandara, a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 278 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. 30 menit dari Kota Mataram, dan 15 menit dari Kota Praya. Desa wisata bonjeruk dengan Branding Wisata Nostalgia mengembangkan Produk Wisata Budaya dan kesejarahan. Alam Pedesaan dan Kuliner yg akan memberikan kesan kepada para pengunjungan bagaimana hidup damai di pedesaan dengan Nuansa Alam yg Asri dan Budaya yg luhur sehingga akan merasa nyaman setelah selama ini sibuk dengan hiruk pikuk kehidupan di daerah Asal. Desa wisata bonjeruk di kelola oleh pokdarwis Bonjeruk Permai yg beranggotakan 25 orang yg telah menjalani berbagai latihan kompetensi di bidang penyedia layanan dan sangat optimis bisa memberikan service yg terbaik untuk para pengunjung seperti yg telah kami jalankan. Desa wisata Bon Jeruk memiliki konsep tentang ekowisata, hanya saja dalam penerapannya terdapat beberapa kekurangan seperti keterlibatan pemerintah dalam memberikan arahan terhadap masyarakat tentang pentingnya mengelolah sebuah destinasi yang memiliki potensi besar di wilaya Desa Bon Jeruk. Kurangnya kepekaan masyarakat terhadap lingkungan wisata. Serta keterlibatan masyarakat terhadap desa wisata masih minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian yang lebih mendalam lagi terkait karakteristik ekowisata di desa Bonjeruk, karena karakteristik desa wisata Bon Jeruk masih hanya berbasis alam dan belum melibatkan masyarakat sehingga potensi yang ada di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. LANDASAN TEORI Menurut Page dan Ross . Ekowisata adalah kegiatan pengusahaan wisata yang dapat memberikan banyak manfaat, seperti sumber pendanaan bagi kawasan konservasi, perlindungan kawasan pencaharian masyarakat lokal, pilihan untuk mempromosikan konservasi dan dorongan upaya konservasi secara khusus. Page dan Ross menjelaskantentangekowisata yang terdiri dari tiga prinsip utama, yaitu. prinsip konservasi, prinsip partisipasi masyarakat dan prinsip Adapun penjelasan prinsip-prinsip ekowisata adalah sebagai berikut: Prinsip Konservasi. Prinsip konservasi artinya memiliki kepedulian, tanggung jawab lingkungan alam dan budaya, melaksanakan kaidah-kaidah usaha yang bertanggung jawab dan ekonomi berkelanjutan. Prinsip konservasi alam memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pelestarian alam serta pembangunan yang mengikuti kaidah ekologis, sedangkan prinsip konservasi budaya adalah kepekaan dan penghormatan kepada nilai-nilai sosial budaya dan tradisi keagamaan masyarakat setempat. Prinsip Partisipasi Masyarakat. Perencanaan melibatkan masyarakat setempat secara Prinsip Ekonomi. Pengembangan ekowisata dilaksanakan secara efisien, dimana dilakukan pengaturan sumberdaya alam sehingga pemanfaatannya yang berkelanjutan dapat mendukung generasi masa depan. Jenis - Jenis Ekowisata menurut Page dan Ross . , berdasarkan tipe dan jumlah pengunjung serta sarana dan prasarana perjalanan, ekowisata dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: Self Reliant Ecotourism Ekowisata yang melibatkan individu atau kelompok kecil (A 10 oran. yang tidak atau menggunakan transportasi sangat sederhana . eperti berjalan kaki atau perahu/sampa. mengunjungi daerah yang relatif terpencil dan area yang masih alami. Small Group Ecotourism Ekowisata yang melibatkan individu atau kelompok kecil (A 15 oran. yang menggunakan transportasi sederhana . eperti kapal kecil atau boat keci. untuk mengunjungi suatu daerah minat khusus yang relatif masih sulit di- jangkau. Tipe ini umumnya cocok a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 279 a. untuk wisatawan semua umur dan tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus untuk kegiatan di lapangan. Popular Ecotourism Ekowisata yang melibatkan transportasi . eperti bus atau kapal boat besa. dan jumlah pengunjung yang banyak untuk mengunjungi daerah yang terkenal pada suatu negara atau lokasi dengan daya tarik wisata yang populer dikalangan wisatawan. Tipe ini tidak membutuhkan kemampuan diri wisatawan yang tinggi karena tantangan di alam relatif lebih rendah. Namun tipe ini memungkinkan infrastruktur dan pelayanan jasa, seperti pusat informasi pengunjung, penjual makanan dan minuman serta toilet. Tipe ini cocok untuk wisatawan segala usia. Hard and Soft Ecotourism Hard ecotourism adalah tipe ekowisata yang ideal bagi wisatawan yang menyukai petualangan, sifatnya perorangan dan umumnya membutuhkan waktu yang lama bagi wisatawan untuk menikmati petualangan alam tersebut. Tipe ini cocok untuk wisatawan segala usia. Pesertanya adalah orang-orang dengan minat khusus dan mempunyai komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Soft ecotourism adalah tipe ekowisata dengan melakukan perjalanan yang relatif singkat, interaksi dengan alam adalah salah satu dari beberapa komponen yang menjadi tujuan dalam pengalaman berwisata. Tipe ini bertempat di kawasan dengan sedikit berlatar alami, seperti di pusat taman interpretasi, melihat pemandangan di taman nasional yang telah difasilitasi dengan pelayanan dan jasa. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat. Kabupaten Lombok Tengah. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Metode Wawancara. Metode Observasi. Metode Dokumentasi dan Studi Kepustakaan. Untuk metode analisis data dalam penelitian permasalahan yang ada yaitu dengan menjelaskan atau menggunakan rincian penjelasan-penjelasan yang diperoleh dari responden dan narasumber. Data yang diklasifikasikan berdasarkan jenis data yang sesuai untuk menjawab pertanyaan, kemudian diinterpretasikan sesuai dengan konsep dan teori-teori yang digunakan, selanjutnya ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab kedua pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Bonjeruk merupakan salah satu desa tertua dikecamatan Jonggat yang kaya akan sejarahnya. Desa Bonjeruk juga memiliki keindahan alam berupa desa yang di kelilingi hamparan persawahan. Warga desa bonjeruk masih mempertahankan kearifan lokal yang menjadi salah satu daya tarik wisatwanuntuk berkunjung ke Desa Bonjeruk. Luas Wilayah Desa Bonjeruk 591,723 Ha. Sebelah Utara : Desa Sisik Kec. Pringgarata. Sebelah Selatan : Desa Bunkate. Sebelah Barat: Desa Ubung. Sebelah Timur : Desa Pengenjek. Berdasarkan profil desa tahun 2018, populasi penduduk berjumlah 10. jiwa dengan 3. 593 kepala keluarga dan dengan komposisi 4. 982 laki Ae laiki dan 161 perempuan. Jenis dan karakteristik ekowisata yang ada di bonjeruk ialah ekowisata agro, dimana ekowisata diwilayah desa wisata bonjeruk tersebut menawarkan pengalaman kepada tentang kehidupan daerah Pengunjung mendapat kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menikmati pemandangan alam & berpetualang disana baik dilihat dari segi potensi sejarah, budaya, pertanian, dan juga kuliner. Desa wisata bonjeruk memiliki karateristik ekowisata sebagai berikut: Nature Based Keberadaan desa wisata bonjeruk yang berada di tengah-tengah perkampungan a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 280 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. yang memiliki desa Ae desa betertangga, secara tidak langsung menjadikannya sebagai sebuah destinasi wisata berbasis ekowisata. Sesuai dengan pengertian ekowisata menurut Fennel . alam Arida, 2. yang menyatakan bahwa kegiatan ekowisata haruslah berbasis pada keaslian alam lingkungannya maka desa wisata bonjeruk sangatlah cocok untuk di jadikan desa wisata berbasis ekowisata. Selain wisata sejarah. Desa Wisata Bonjeruk juga punya potensi wisata agro berkat alamnya Bonjeruk pengalaman agrowisata yang beragam. Mulai dari kegiatan pertanian, perkebunan buah, persawahan, dan perdagangan hasil bumi yang juga bisa disaksikan langsung di Bonjeruk. Ecologically Sustainable Pelestarian hutan-hutan yang ada di desa wisata bonjeruk dan juga diadakan kegiatan melindungi peninggalan-peninggala Adanya kegiatan penanaman Kopi, menenun, adapun kegiatan pengenanlan tanaman yang hampir punah dan di hidupkan kembali oleh para pokdarwis yang ada di desa wisata bonjeruk. Environmentally educative Setibanya di desa wisata bonjeruk yang memiliki kekhasan akan budaya, wisatawan dapat menyaksikan keunikan dan kemegahan berbagi jenis wisata yang ada desa Seperti wisata kuliner, wisata budaya, wisata tebing purba. Keberadaan desa Bonjeruk semakin diperindah dengan memiliki wisatakuliner, ayam keranket yang menjadi budaya khas yang di desa bonjeruk dalam meminang pengantin wanita. Dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para Bermanfaat bagi masyarakat setempat Keberadaan desa wisata bonjeruk ini sangat bermanfaat bagi masyrakat setempat, dengan adanya wisata yang di kembangkan peningkatan akan Sumbet daya Manusia (SDM) dan juga kurangnya tingkat pengangguran bagi masyarakat setempat. Jadi dapat di simpulkan bahwa dengan adanya wisata di bonjeruk ini, tingkat kesulitan ekonomi masyarakat berkurang. Kepuasan Wisatawan Kegiatan ekowisata sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Bonjeruk adalah berkunjung ke berbgai wisata-wisata yang ada di bonjeruk. Desa wisata Bonjeruk selain keberadaan desa ini yang jauh dari keramaian, wisatawan dapat merasakan kehidupan masyarakat lokal yang masih menyatu dengan alam dan sangat terikat dengan kebudayaannya yang unik. Wisatawan yang berkunjung mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru mengenai struktur arsitektur dan fungsi dari masing-masing wisata yang ada di bonjeruk. Selain itu wisatawan juga dapat mempelajari kesenian masyarakat lokal yaitu menenun dan menanam bebrapa tanaman yang hampir Desa wisata yang sebagian besar penduduknya adalah Suku Sasak ini memiliki potensi wisata yang cukup berdaya saing, tak hanya keindahan alam, pengelolaan yang baik membuat Desa Wisata Bonjeruk menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat Desa Bonjeruk memiliki potensi besar karena persawahannya yang terbentang luas, alam yang masih sangat terjaga, juga kebudayaan desa yang masih sangat kental. Hal inilah yang sangat perencanaan konseptual pada desa ini, maka Desa Bonjeruk dapat lebih memaksimalkan potensi yang sudah sudah ada. Ada beberapa bentuk-bentuk kegiatan ekowisata di Desa Wisata Bonjeruk : Kegiatan Belajar Bahasa Inggris Desa Wisata Bonjeruk menawarkan kegiatan belajar Bahasa Inggris dengan suasana alam. para pengunjung maupun masyarakat setempat bisa belajar di taman bunga atau aula terbuka. Tidak hanya belajar, selama beraktivitas di Desa Wisata ini berkomunikasi pun harus dengan Bahasa Inggris, jadi jangan heran bila wisatawan menemukan petani kebun yang menyapa dengan Bahasa Inggris. Selain kelas Bahasa a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 281 a. Inggris, terdapat pula kelas edukasi UKM hingga kelasmemasak. Gambar 1. Kegiatan Belajar Bahasa Inggris. Menyatu Dengan Alam dan Kegiatan Di sini para wisatawan akan membentang luas dengan suasana pedesaan sehingga para wisatawan nyaman bersantai sambilmenikmati secangkir kopi sangrai khas Desa Wisata Bonjeruk. Kopi yang suguhkan bukan sembarang kopi tentunya, kopi sangrai ini terdiri dari tiga jenis, yaitu kopi sangrai pasir, kopi sangrai kayu manis, dan kopi sangrai beras. Kopi sangrai yang merupakan produk unggulan Desa Bonjeruk mampu terjual seharinya sebanyak 140 bungkus. Wisatwan juga bisa menyaksikan para petani sawah dan kebun serta peternak bekerja sekaligus mendapat pengetahuan lebih sembari mencicipi langsung hasil bumi yang masih segar. Gambar 2. Desa Wisata Bonjeruk. Para wisatawan juga akan Melintasi Areal Persawahan. Pembuatan Kopi Sangrai Khas Bonjeruk. Pembuatan Jajan Tradisional Renggi & Opak Belajar Membuat Jamu Tradisional. Serbat Menikmati Makanan Khas Desa Bonjeruk. Pertunjukan seni budaya (Gendang beleq/Pres. dan permainan Workshop UMKM (Edible flower. Jamu. Sangrai kopi,selain itu adapun spt produk penjualan kain, makanan. Pelestarian dari sanggar Seni Pertunjukan Wayang Kulit. Seni Gamelan Bambu. Seni Tari. Seni Peresean . ebih menonjol ke gendang belek ,karna biasanya untuk penyambutan kpd tamu2 besar yang datang ). Pembangunan Museum Sejarah . engumpulan data dan koleksi sejarah sebagai asset bersama yang nantinya menjadi daya tarik wisat. Pegembangan EventEvent Wisata . elestarikan budaya dan pelaksanaan event baik mingguan, bulanan, maupun tahunan denganmelibatkan seluruh Event berkolaborasi dengan budaya disana. Pemasarannya kerja sama langsung dengan travel, selain dari webset. Selain edukasi baik itu tentang pertanian dan sebagainya disana. Dengan tujuan mengkonservasi lingkungan kesejahteraan penduduk setempat. Berfoto di Bangunan Belanda Bonjeruk merupakan desa tertua di wilayah Lombok Tengah, desa ini berdiri tahun 1886 namun keberadaannya konon sudah ada sejak tahun 1852. Bila menjejakkan kaki di desa ini, para wisatawan juga akan menemukan beberapa bangunan tua masih berdiri kokoh terlihat mencolok di antara rumah penduduk. Salah satu yang menarik AoBondjeroek den 10 mei 1933Ao bangunan ini bernama Gedeng Beleq. Gapura ini sebagai gerbang menuju rumah bergaya art deco peninggalan Belanda. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 282 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. Gambar 3: Gapura Bonjeruk Di era kolonial, tempat ini adalah pusat pemerintahan tingkat Distrik Jonggat. Tidak heran jika Desa Wisata Bonjeruk memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan apalagi yang senang dengan wisata sejarah. Bangunan ikonik lainnya adalah Masjid Raden Nunu Unas yang dibangun tahun 1800-an. PENUTUP Berdasarkan dari hasil tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa desa wisata Bonjeruk memiliki karakteristik antara lain Nature Based. Ecologically Sustainable. Environmentally educative. Bermanfaat bagi Kepuasan Wisatawan. Sedangkan potensi yang dimiliki antara lain Kegiatan Belajar Bahasa Inggris. Menyatu Dengan Alam dan Kegiatan lainnya, dan Berfoto di Bangunan Belanda. Namun beberapa kendala yang menjadi poin penting dalam penerapan ekowisata berbasis kearifan lokal di desa wisata bonjeruk Seperti kurangnya kerja sama dengan Pentahelix, wisata alam yang ada di desa bonjeruk juga masih dalam tahap perencanaan pengembangan sehingga masih sangat kurang dalam memaksimalkan para wisatawan untuk datang dan pendapatan masyarkat yang terlibat, dan kurangnya kesadaran pihak pengelola terhadap desa wisata bonjeruk. DAFTAR PUSTAKA