Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 1 Januari 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 44 Ae 48 PENGARUH PROSEDUR PEMBAYARAN BIAYA RAWAT JALAN UMUM TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA RUMAH SAKIT SWASTA X DI KOTA BANDUNG Oleh : Reni Tawati ProgramStudi Manajemen Bisnis. Politeknik Piksi Ganesha. Jalan Gatot Subroto No. Bandung. Jawa Barat, 40274. Indonesia Email : renitagultom63@gmail. Eki Dudi Darmawan Politeknik Piksi Ganesha Bandung. Jalan Jendral Gatot Subroto No. Bandung. Jawa Barat, 40274. Indonesia Email : ekidudi@gmail. Article Info Article History : Received 03 Januari - 2022 Accepted 29 January - 2022 Available Online 31 Januari - 2022 Abstract As the number of patients at hospital x in the city of Bandung increases, it will automatically increase the number of people who will queue during the payment process. Therefore, the general outpatient payment procedure is very important. Considering that patients who are not well have to queue for a long time to take a prescription or pay for the services of a doctor. Good and efficient procedures must fix this. In order to create queues that are not too long and patients can make payment transactions faster. So that patients will be more satisfied with the services of the procedures that have been made. If the patient is satisfied, and the patient is sick again, then the patient is likely to return for treatment at hospital x in the city of Bandung. Good procedures in the system, whether hospital systems or company systems, will make the business flow or process flow easier, also reduce operational costs and improve service quality. The results of the study obtained that 90% of patient satisfaction could be explained by the outpatient fee payment procedure variable and 10% was influenced by variables that were not examined by the researcher. Keyword : Outpatient Fee Payment Procedure. Customer Satisfaction rumah sakit dengan sehat. Pada era globalisasi ini jasa-jasa pelayanan kesehatan dalam negeri mengalami persaingan dengan jasa-jasa pelayanan kesehatan dari luar negeri. Bahkan ada beberapa jasa pelayanan kesehatan dari negaranegara maju yang memiliki agen perwakilan di negara lain untuk memberikan jasa konsultasi mengenai PENDAHULUAN Karena begitu pentingnya kesehatan bagi masyarakat, baik dalam kalangan masyarakat atas maupun dalam masyarakat menengah kebawah, maka rumah sakit menjadi poin yang sangat penting untuk memberikan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang baik, agar pasien atau pengunjung pasien dapat dilayani dengan baik dan keluar dari pelayanan kesehatan yang berkualitas di negaranya. membayar biaya rumah sakit di kasir, maka penulis mempelajari proses demi proses prosedur yang ada di rumah sakit Swasta, di mulai dari proses pendaftaran sampai dengan pembayaran di kasir. Hal ini menuntut jasa-jasa kesehatan kesehatan yang memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan pelayanan kesehatan yang maksimal dari suatu jasa kenyamanan dari konsumen itu sendiri sehingga di kemudian hari konsumen kesehatan di jasa kesehatan tersebut. Jasa-jasa pelayanan kesehatan semakin hari semakin bersaing dalam segala hal dan konsumen juga semakin paham dan mengerti dengan jasa pelayanan kesehatan sehingga mereka semakin jeli dalam memilih jasa pelayanan kesehatan mana yang akan mereka ambil. Persaingan antara jasa-jasa kesehatan, salah satunya rumah sakit tidak hanya terjadi pada tenaga medis yang berkualitas ataupun fasilitas yang serba canggih di rumah sakit tersebut, namun perlu juga didukung oleh sistem operasional yang efektif dan efisien seperti kemudahan dan ketepatan layanan administrasi bagi pelayanan Dengan mempelajari dan menganalisa kepuasan Dalam hal ini penulis bekerja dalam ruang lingkup pelayanan kesehatan yang berada di rumah sakit Swasta bertempat di kota Bandung. Penulis bekerja di front liner atau kasir Swasta dengan status karyawan Maka daripada itu penulis mendapat inputan atau informasi masukan langsung dari beberapa pasien atau keluarga pasien yang merasa belum terpuaskan oleh pelayanan atau fasilitas di rumah sakit Swasta. Dengan informasi dan inputan dari beberapa pasien atau keluarga pasien yang hendak KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESISI Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Media yang digunakan untuk pemindahan nilai uang tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampai pada penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga berikut aturan Kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang dituangkan dalam Undang Undang Bank Indonesia. Dalam menjalankan mandat tersebut. Bank Indonesia mengacu pada empat prinsip kebijakan sistem pembayaran, yakni keamanan, efisiensi, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen. Aman berarti segala risiko dalam sistem pembayaran seperti risiko likuiditas, risiko kredit, risiko fraud harus dapat dikelola dan dimitigasi penyelenggaraan sistem pembayaran. Prinsip efisiensi menekankan bahwa penyelanggaran sistem pembayaran harus dapat digunakan secara luas sehingga biaya yang ditanggung masyarakat akan lebih murah karena meningkatnya skala ekonomi. Kemudian prinsip kesetaraan akses yang mengandung arti bahwa Bank Indonesia adanya praktik monopoli pada penyelenggaraan suatu sistem yang dapat menghambat pemain lain untuk Terakhir adalah kewajiban seluruh penyelenggara sistem pembayaran untuk memperhatikan aspek-aspek perlindungan konsumen. Secara garis besar Sistem pembayaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu Sistem Sistem pembayaran non-tunai. Perbedaan mendasar dari kedua jenis sistem pembayaran tersebut terletak pada instrumen yang digunakan. Pada sistem pembayaran tunai instrumen yang digunakan berupa uang kartal, yaitu uang dalam bentuk fisik uang kertas dan uang logam, sedangkan pada sistem pembayaran non-tunai instrumen yang digunakan berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, maupun uang Pengertian Kepuasan Pelanggan Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan mendapatkan produk atau pelayanan dari sebuah perusahaan. Perasaan tersebut timbul karena pelanggan membandingkan harapan mengenai produk atau jasa yang akan diperoleh dengan kenyataan. Oleh sebab itu kepuasan memang subjektif. Penilaian tergantung dengan pelanggan itu sendiri. Dalam melakukan bisnis, kepuasan pelanggan sangat penting karena akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Berikut ini merupakan manfaat-manfaatnya : Kepuasan merupakan landasan utama rasa suka terhadap produk atau jasa yang diberikan. Jika pelanggan suka terhadap jasa atau produk maka pelanggan tersebut memiliki kemungkinan yang besar untuk kembali membeli produk atau jasa. Seiring bekembangnya zaman, dengan berbagai produk atau jasa. Hal ini membuat keadaan pasar Setiap perusahaan saling bersaing untuk memperoleh target pasar. Salah satu yang dapat menjadi pembeda utama antara perusahaan atau rumah sakit dalam persaingan bisnis adalah kepuasan pelanggan. Perusahaan atau rumah sakit yang mampu menjadikan pelanggan sebagai kunci dalam menjalankan bisnisnya akan dapat bertahan dalam situasi bisnis kompetitif. Kepuasan konsumen terhadap permintaan yang memuaskan kepuasan ialah evaluasi terhadap keistimewaan suatu produk ataupun jasa yang konsumen yang berkaitan dengan (Zeithaml. Kepuasan konsumen yaitu tingkat perasaan senang atau kecewa ataupun produk yang diterima dan diharapkan (Zulkarnaen. ,Amin, , 2018:. Terdapat lima faktor yang bisa memberikan pengaruh kepuasan pelanggan yakni : (Ririn Tri, 2. Pengembangan Hipotesis Menurut (Sugiyono, 2. Hipotesis yaitu rumusan masalah yang sudah dinyatakan pada bentik kalimat pertanyaan dalam penelitian, yang merupakan jawaban dari rumusan masalah tetapi jawaban di dalam penelitian tersebut masih sementara. Dari pada itu, penelitian ini membentuk hipotesis penelitian sebagai berikut : Pengaruh Prosedur Pembayaran Biaya Rawat Pelanggan HASIL DAN PEMBAHASAN Kepuasan (Ghozali 2. mengemukakan uji T (Y ) digunakan buat memahami tiap-tiap (X . mempengaruhi terhadap Variabel Gambar. 1 Kerangka Pemikiran dependen. Misalnya thitung > dari ttabel ataupun nilai signifikansi uji t < METODE PENELITIAN dari0,05 sehingga bisa disimpulkan bahwa dari individual variabel Riset disini bisa diartikan agar independent akan mempengaruhi mengetahui bagaimana cara agar secara signifikan kepada variabel Rumus untuk pengujian Prosedur pembayaran biaya rawat jalan hipotesis uji t yakni: Dari hasil Uji T umum terhadap kepuadan pelanggan yang dihitung menggunakan rumus dengan itu penelitian yang digunakan atau formula t. /2. n-k-. = t. ,025. adalah dengan explanatory research = 1. 995 maka terlihat thitung memiliki ialah riset yang bertujuan untuk angka sebesar 4,038 dan memiliki nilai menjelaskan tiap tiap relasi kejadian atau angka sig, sebesar 0,001 < dari dengan variabel menggunakan uji 0,05. Dengan prolehan yang dimiliki hipotesis (Susanto 2. Pendekatan thitung lebih tinggi dari ttabel . ,038 > yang dilakukan adalah menggunakan 1,. maka dari itu hubungan variabel metode penelitian kuantitatif merupakan x tehadap variabel y terdapat pengaruh. data berupa angka yang diproses untuk Dari data tersebut dapat menyimpulkan menemukan pengetahuan yang ingin prosedur pelayanan rawat jalan umum mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dari pernyataan itu maka populasi yang Karena nilai ini berada pada rentang ada di Rumah Sakit X Bandung populasi angka nol . sampai satu. Dari pasien ialah berjumlah 30 orang pengertian tersebut berarti jika nilai Sedangkan koefesian mendekati angka nol contoh,yaitu bagian objek penelitian . maka kemampuan data variabel dari seluruh individu. Untuk itu sampel terikat menerangkan data tersebut juga bisa didefinisikan Sebagian dari sangat terbatas, sebaliknya nilai populasi penelitian untuk mewakili koefesien mendekati angka satu semua populasi. Maka dari itu untuk . maka keterampilan data variabel menjadi sampel penelitian ada 30 pasien yang ada di Rumah Sakit X. Bandung dengan pertimbangan sangat matang Berdasarkan hasil perhitiungan dari segi waktu, tenaga, dana ataupun dapat disimpulkan uji koefesien pengamatan yang di lakukan oleh determinasi dari pengaruh kepuasan sesuai dengan besar luasnya kerja terhadap kinerja karyawan wilayah penelitian dan seberapa kecil memiliki angka sebesar 90%. besarnya resiko yang akan diterima oleh SIMPULAN Melalui hasil penelitian dan pembahasan yang sudah peneliti dapatkan didalam judul pengaruh prosedur pembayaran biaya rawat jalan umum terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Sakit X di Jalan Umum Sugiyono. AyMetode Penelitian Manajemen. Alfabeta. Ay Sugiyono. AyMetode Penelitian Pendidikan Pendekata Kuantitatif,Kualitatif,dan R&D. Alfbeta. Ay Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang UNDIP. Mulyadi . Sistem Akuntansi pengendalian intern Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 159b/MEN. KES/PER/II/1998 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/2010 Zeithaml, & B. Service Marketing . th Mc Graw Hill. Ririn Tri. AuManajemen Pemasaran Jasa. Ghalia Indonesia. Ay Zulkarnaen. Amin. Pengaruh Strategi Penetapan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen. Ekonomi. Akuntans. , 2. , 106 Ae 128. Kota Bandung Dari temuan ini parsial terhadap kepuasan pelanggan hasil ini didasarkan pada nilai t hitung sebesar 4,038 dan ttabel sebesar 1,995 memiliki nilai sig sebesar 0,001 < dari0,05. Dengan perolehan thitung lebih besar dari ttabel . ,038>1,. koefesien determinasi nilai adjusted Rsquare menunjukan hasil 0,09 atau 90 % maka dari hasil nilai koefesien 90% berpengaruh sedangkan sisanya 10% dipengaruhi dengan factor REFERENSI