Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 282-296 Nahake sebagai Sebuah Komunikasi dalam Tradisi Pertanian Masyarakat Kaubele Yoseph Andreas Gual1. Marina de Olivera Kaesnube2 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira ABSTRAK Masyarakat Kaubele sebagai kelompok masyarakat agraris memiliki tradisi menjaga produktivitas lahan pertanian sawah mereka dengan mempraktekan tradisi ritual Nahake. Upaya melihat praktek komunikasi dalam tradisi Nahake merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan yakni etnografi komunikasi. Metode pengambilan data yang digunakan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan ikut berpartisipasi langsung dalam pelaksanaan ritual. Kajian ini menemukan bahwa Nahake sebagai sebuah ritual melewati tahapan perencaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan yang di dalamnya sarat dengan komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok dan komunikasi nonverbal. Dalam ritual Nahake, komunikasi berfungsi untuk menjembatani masyarakat dengan alam, sesama, leluhur dan Tuhan. Dalam menghubungkan warga, aliran komunikasi vertikal dan horizontal terlihat secara jelas dalam ritual Nahake. Selain itu, tradisi Nahake merupakan bagian dari siklus hidup untuk mempertahankan produktifitas lahan baik secara preventif maupun kuratif. Nahake juga turut menjaga integrasi sosial masyarakat setempat. Kata Kunci: Nahake. Komunikasi. Ritual. Budaya. Agraris Nahake is a Communicationvin The Agricultural Tradition of The Kaubele Community ABSTRACT The Kaubele people are an agrarian society who have a tradition of maintaining the productivity of their paddy fields by practicing the Nahake ritual tradition. This study aims to look at communication practices in the Nahake tradition. The method used in this study is ethnographic communication with in-depth interview data collection methods, observation, and direct participation in it. This study finds Nahake as a cultural ritual through the planning, implementation, and post-implementation stages. At stages, there is interpersonal communication, group, and nonverbal communication. In the Nahake ritual, communication plays a role in connecting people with nature, each other, ancestral spirits, and God. In addition, the Nahake tradition is part of the life cycle in maintaining land productivity for the survival of the Kaubele people. Nahake is a preventive and curative solution when experiencing rice farming problems. Nahake also helps keep the social integration of the local community. Keywords: Nahake. Communication. Rituals. Culture. Agriculture Korespondensi: Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira. Jalan San Juan Penfui Timur Ae Kupang NTT. Kode Pos: 85361. Email: yosephandreasgual@gmail. NAHAKE SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI DALAM TRADISI PERTANIAN MASYARAKAT KAUBELE (YOSEPH ANDREAS GUAL. MARINA DE OLIVERA KAESNUBE) PENDAHULUAN berupa hujan dan mencegah hama pada area Kampung Kaubele berada di Desa Oepuah pesawanan kepada Tuhan melalui arwah para Utara Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Berdasarkan wawancara awal dengan Timor Tengah Utara sekaligus berada di bawah sekretaris raja (Alluant. Bapak Marsel Uskenat. Biboki. Sebagian Kaubele wilayah Kaubele merupakan dataran luas yang dikelilingi oleh perbukitan berbatu, savana dan tepi dilaksanakan di perbukitan sekitar kampung dekat wilayah lainnya berbatasan langsung dengan garis lahan persawahan desa. Bagi suku Dawan/Atoin Kondisi ini membuat masyarakat Kaubele Meto lainnya, ritual merupakan rangkaian doa dan yang merupakan suku bangsa Dawan/Atoin Meto persembahan ternak terpilih serupa ayam, babi, bermata pencaharian petani sawah musiman/tadah kambing dan sapi berserta beras, sopi . inuman lokal beralkoho. , sirih pinang dan lilin (Manafe. Pola Kaubele Nahake. Ritual Demikian juga dalam ritual Nahake. menerapkan tradisi turun-temurun dari para leluhur Kebiasaan berkomunikasi dengan arwah seperti halnya cara pandang mereka terhadap para leluhur dan/atau berkomunikasi dengan yang manusia, alam, leluhur dan Tuhan. ilahi melalui perantaraan roh leluhur telah menjadi Dalam Pada Kaubele, relasi dengan Tuhan melalui perantara masyarakat Dawan ada tradisi Natoni yang merupakan salah satu bentuk media komunikasi Meskipun Katolik (Andung, 2. Di pulau Sumba ada kepercayaan berpegang teguh dan dipengaruhi oleh kepercayaan Marapu di mana pemeluknya meyakini arwah asli mereka yang percaya kepada Dewa Matahari leluhur mampu menghubungkan manusia dengan (Uis Nen. Dewa Air (Besimnasi. dan Dewa Sang Pencipta (Rahardian, 2. Pada masyarakat Bumi (Uis Pa. Dewa-dewa ini merupakan roh Dayak, sistem religinya mengandung dua prinsip yang berdiam pada pepohonan besar, bebatuan dasar yakni pemujaan kepada roh leluhur dan besar, puncak gunung/bukit. Hampir semua aspek percaya pada kekuasaan tertinggi yakni Tuhan (Dayakologi, 2. Tradisi Ngubat pada orang kematian, pertanian, peternakan dan aspek lainnya Kerinci merupakan ritual untuk mengundang roh selalu dihubungkan dengan Tuhan dan roh para leluhur (Setyawan, 2. Kaubele untuk menyampaikan pesan kepada para arwah leluhur dengan mengadakan berbagai ritual. Terkait Nahake sebagai sebuah budaya sekaligus sebagai sebuah fenomena komunikasi menarik sawah, masyarakat Kaubele melaksanakan ritual untuk dikaji terutama pada aspek bentuk dan Nahake sebagai upaya untuk meminta berkat fungsi komunikasi yang terkandung di dalamnya. Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 282-296 Dalam perspektif komunikasi. Nahake dapat dikategorikan ke dalam komunikasi ritual sebab dilaksanakan untuk menciptakan dan mempertahan dilakukan secara periodik setiap tahun dan kebersatuan dalam komunitas sehingga pesannya simbolik antara warga setempat dengan roh para tidak sekedar memberikan informasi tetapi juga Namun jika ditelisik lebih jauh, ritual Nahake komunitas bersangkutan dengan menggunakan kelompok oleh warga setempat dari proses simbol-simbol komunikasi yang berakar pada tradisi komunitas tersebut. Komunikasi ritual Selain itu, fenomena komunikasi dilakukan untuk memperteguh komitmen anggota yang ada dalam ritual ini pun belum pernah dikaji. kelompok akan tradisi keluarga, komuniktas, suku. Karena bangsam negara, ideologi atau agama kelompok mengidentifikasi bentuk dan fungsi komunikasi Komunikasi tersebut (Mulyana, 2. yang terkandung di dalam ritual Nahake. Komunikasi ritual biasanya dilaksanakan Budaya adalah komunikasi dan komunikasi secara kolektif oleh sebuah komunitas sepanjang merupakan budaya. Keduanya sulit dipisahkan tahun atau sepanjang hidup. Fungsi komunikasi seperti satu keping mata uang dengan dua sisi. ritual ini sering menggunakan berbagai simbol Budaya tidak akan ada tanpa komunikasi demikian aneh bagi kebudayaan lain. Ritualitas seringkali pun komunikasi tidak akan ada tanpa budaya sebab dilaksanakan secara ekspresif dan emosional entitas yang satu tidak akan berubah tanpa perubahan entitas yang lain (Sambas, 2. Pusat perhatian komunikasi dan kebudayaan ada pada Komunikasi ritual kadang-kadang bersifat mistis kode-kode pesan, makna, pola-pola tindakan, dan seringkali sulit dipahami oleh orang di luar komunitas tersebut (Mulyana, 2. pola-pola diartikulasikan dalam sebuah kelompok sosial. Tindakan budaya, proses komunikasi merupakan aksi turun-temurun yang pendidikan, bahkan lingkungan teknologi yang teregenerasi dan dilakukan secara resmi oleh melibatkan interaksi antarmanusia (Liliweri, 2. kelompok tersebut dan mengandung nilai-nilai Oleh karena itu, hanya manusia yang miliki budaya transendental (Couldry, 2. Dalam ritual, yang berkomunikasi dan manusia berkomunikasi komunikasi merupakan sebuah proses dimana dipengaruhi oleh kebudayaan (Liliweri, 2. budaya diciptakan, diubah dan diganti dengan Fenomena komunikasi dengan para leluhur menghadirkan kembali dan merayakan keyakinan- merupakan bagian dari perspektif ritual terpisah keyakinan ilusif yang dimiliki bersama oleh dari perspektif transmisionis, display, cipta makna, kelompok tersebut (Manafe, 2. Oleh karena ritual dan komunikasi sebagai wacana (Hamad, itu, jika dilihat dari perspektif komunikasi di atas NAHAKE SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI DALAM TRADISI PERTANIAN MASYARAKAT KAUBELE (YOSEPH ANDREAS GUAL. MARINA DE OLIVERA KAESNUBE) maka komunikasi yang terjadi dalam ritual-ritual banyak elemen inti yang menjadi ciri pandangan budaya masyarakat tergolong dalam perspektif ini. hidup budaya kelompok tersebut yang dapat Penelitian tentang komunikasi ritual dalam diamati, dipahami, dibandingkan, disusun, dan diteorikan dengan sudut pandang Auorang dalamAy dilakukan di Indonesia misalnya, ritual Slametan (Baillet. , 2. Dengan kata lain, etnografer musim tanam padi di Ngemplak. Sambikerep, bekerja "dari dalam" agar lebih siap untuk Surabaya (Handayani, 2. tradisi Maddoja Bine menyelidiki pola komunikasi yang terjadi secara di desa Anabanua Kabupaten Wajo (Nurhalisa, ritual Maccera Darame di desa Tombekuku kelompok tersebut. Kabupaten Konawe Selatan (Kearifan et al. , 2. Penelitian sehari-hari Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Kaubele desa Oepuah Utara. Kecamatan Biboki masyarakat Dawan/Atoin Meto pun sudah ada Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) seperti ritual Fua Ton pada suku Leosikun (Badj et Provinsi Nusa Tenggara Timur. Informan utama , 2. Penelitian-penelitian tersebut sama penelitian ini sebanyak 11 orang. Informan dipilih dengan penelitian ini terkait dengan ritual adat menggunakan teknik purposive sampling yakni dalam dunia pertanian dengan menggunakan memilih mereka yang menguasai informasi dan pendekatan komunikasi ritual yang di dalamnya turut terlibat dalam ritual Nahake. Informan membicarakan makna, tahapan dan simbol-simbol tersebut terdiri atas sekretaris raja, amaf (Kepala dalam tradisi tersebut. Metode yang digunakan pun ada. dan Amnasi (Orang yang dituaka. dan sama yakni etnografi. Namun penelitian ini penelitian-penelitian di Wawancara dipergunakan untuk mengumpulkan data dalam Penelitian ini juga menambah objek kajiannya penelitian ini. Data kemudian dianalisis menjadi terutama lokasi dan ritualnya yang mengakibatkan kelompok dan fungsi komunikasi yang terdapat di diinterpretasi menggunakan referensi relevan untuk dalam ritual Nahake. mencari makna yang lebih luas. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan HASIL DAN PEMBAHASAN kualitatif dengan metode etnografi komunikasi dan HASIL PENELITIAN datanya dipaparkan secara deskriptif. Etnografi Nahake sebagai Ritual Permohonan Hujan dan komunikasi merupakan metode penelitian untuk Pengusiran Hama menelaah budaya dan atau komunikasi rutin Nahake berasal dari kata bahasa Dawan sebuah kelompok masyarakat dengan mencari AuhaekAy yang berarti AuberdiriAy. Kata ini kemudian Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 282-296 Nahake gagal panen. Untuk mengatasinya, masyarakat AukesiapsediaanAy. Jika dihubungkan dengan konteks geografis di mana masyarakat Kaubele yang diselenggarakan dengan upacara adat lain. Acara tinggal yakni dekat pesisir pantai, kondisi curah adat yang dilaksanakan di halaman gereja pada Biboki Nahake persawahan tadah hujan yang cukup luas maka Sejak saat itu, masyarakat Kaubele secara AuNahakeAy . bermakna kecekatan dan rutin menjalankan ritual Nahake. kewaspadaan dalam mengantisipasi situasi alam ketika curah hujan dan atau hama menyerang area Proses Penyelenggaraan Ritual Nahake Dengan kata lain. Nahake merupakan Kaubele Nahake adalah langkah preventif sekaligus kuratif masyarakat Kaubele mengatasi masalah bersahabatnya alam. kekeringan dan hama pada lahan persawahan. Menurut Bapak Marius Tnesi (Amnasi atau Sebagai sebuah ritual. Nahake melewati beberapa orang yang dituaka. Nahake merupakan ritual tahap dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap yang dilakukan masyarakat secara kolektif kepada Setiap tahap pelaksanaan mengandung Tuhan melalui roh para leluhur agar Pencipta alam makna khusus namun mendukung keseluruhan Dalam membasmi hama di area persawahan mereka. komunikasi yang dijalankan masyarakat Kaubele. Namun sebelum menghadap roh para leluhur. Berikut ini tahapan pelaksanaan ritual Nahake. masyarakat perlu meminta izin dan restu raja yang Mengundang dan mengumpulkan warga/ToAoen masih hidup. Menurut masyarakat Kaubele, raja Pada adalah tuhan kedua di dunia maupun di akhirat. Setiap Kaubele Kaubele untuk mendiskusikan pelaksanaan melaksanakan ritual Nahake. Ritual ini biasanya ritual Nahake. Pada tahap ini. Amnasi atau tua dilaksanakan pada puncak musim hujan yakni adat diundang juga untuk membicarakan bulan Januari hingga Februari. Pada rentang waktu berbagai kebutuhan pelaksanaan ritual seperti ini, padi telah ditanam dan hama mulai hadir. hewan kurban . yam, babi dan kambin. , sopi. Ritual Nahake dilaksanakan di bukit Oepuah yang sirih pinang, beras, uang dan lain sebagainya. dianggap sakral karena di sana mendiang Raja Pada tahap ini juga Amnasi memilih utusan Biboki pertama pernah menetap dan dimakamkan. untuk memberitahukan dan meminta izin Bukit Oepuah berada di sekitar area persawahan. pelaksanaan ritual Nahake Menurut Bapak Hilarius Kaesnube (Amnas. , tahun Biboki. 2015 ritual ini tidak diselenggarakan akibatnya belalang menyerang lahan persawahan hingga Memberi tahu dan meminta izin kepada raja/TahuAou kepada raja NAHAKE SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI DALAM TRADISI PERTANIAN MASYARAKAT KAUBELE (YOSEPH ANDREAS GUAL. MARINA DE OLIVERA KAESNUBE) Utusan yang menghadap raja membawa satu Tahapan pelaksanaan ritual Nahake dimulai di botol sopi . inuman lokal beralkoho. , satu sumur tempat mandi (Oe niAo. almarhum raja bungkus rokok dan sirih pinang. Benda-benda Biboki pertama (Bahaen Naijuf. Hanya ini adalah simbol penghormatan masyarakat kaum pria saja yang mengikuti tahapan ini kepada raja. sebab yang memegang tanggung jawab dan Mengumpulkan uang atau bahan-bahan syarat adat (Bua loe. Perempuan dilarang terlibat karena dianggap Masyarakat yang memiliki lahan sawah akan Auorang luarAy setelah menikah. Wanita akan diminta keikutsertaannya baik secara langsung meninggalkan sukunya dan masuk dalam suku maupun melalui sumbangan dana. Setelah Masyarakat Kaubele percaya jika uang terkumpul Amnasi mengutus beberapa orang untuk mencari (Taem mui. dan membeli bahan-bahan yang menjadi syarat mendapat anak . Lokasi sumur raja ritual yakni ayam, babi, kambing, sopi, beras, dipilih sebagai awal pelaksanaan Nahake, sirih pinang (Manus pua. , rokok, gelang karena bagi masyarakat Kaubele dan Biboki, (Nit. , kalung (Mut. , uang logam (Loi. dan sarung adat/selendang (Bet. dan wadah kecil menyelamatkan dari bahaya, menyuburkan dari lontar (Kasu. dan menyembuhkan. Jemput tua adat (Seun Amnas. Pada tahap ini. Amnasi mempersembahkan Warga menjemput Amnasi di rumahnya seekor ayam betina berbulu hitam sebagai merupakan komunikator yang akan mewakili lambang kegelapan yang perlu dibersihkan masyarakat Kaubele menyampaikan pesan dalam diri pelaku ritual. Amnasi mengambil pelaksanaan Nahake. Tokoh ini perlu memiliki menerawang apakah Nahake bisa dilanjutkan garis keturunan bangsawan yakni punya atau masih ada halangan. Jika terdapat halangan. Amnasi akan mencari tahu jenis Alasannya, mereka yang bertemu raja harus halangan lalu menyelesaikan masalah tersebut memiliki status yang sama. Perlu kesetaraan dengan pengorbanan baru dilanjutkan ke tahap antara pembawa permohonan dengan yang Amnasi akan mericiki tempat pengorbanan Tindakan Saat mendiang raja. menghitung hingga tujuh kali. Hitungan ini Pembersihan Diri melambangkan hari-hari yang dilewati oleh Beras merupakan simbol makanan Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 282-296 para leluhur serta lambang kelimpahan dan Masyarakat Kaubele sampai pada kemakmuran yang diharapkan masyarakat. Tuhan melalui para leluhur. Membuka jalan dan memanggil leluhur Memohon pada Roh Raja Biboki Usi Tabesi Tahap selanjutnya dilakukan di tempat yang Boko bernama TokAoa. Masyarakat Kaubele percaya Pada makam Raja Biboki pertama Usi Tabesi TokAoa merupakan pintu gerbang menuju Boko makam raja dan lokasi tinggal para leluhur mempersembahkan seekor ayam jantan putih baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat yang darahnya diriciki pada makam raja serta Upacara di tempat ini untuk meminta bahan persembahan lain seperti pada tahap izin para leluhur membuka pintu ke makam sebelumnya dengan beralaskan kain adat raja serta mengundang seluruh leluhur terlibat . dalam ritual sekaligus meminta dukungan penghormatan kepada raja. Pada tahap ini mereka agar permohonan mereka diteruskan Amnasi akan mengucapkan doa adat kepada kepada raja. Pada tahap ini, masyarakat raja Biboki dalam bahasa Dawan. mengorbankan satu ekor babi berbulu hitam (Son Mais Tindakan Oka. Amnasi Pengusir hama (Tapoen Ball. sambil memohon agar awan gelap membawa Upacara pengusiran hama dilaksanakan secara simultan di dua tempat yang berbeda yakni di dikorbankan di tempat yang sama. Ayam ini sungai dekat area persawahan dan di tengah menjadi simbol panas yang akan membakar Binatang yang dikorbankan di sungai berbagai macam hama. adalah kambing belang sebagai lambang rupa- Media lain dalam pada tahap ini adalah kasui rupa hama di sawah dan seekor ayam berbulu yakni wadah kecil tempat menyimpan uang Sedangkan binatang yang dikorbankan (Loi. , gelang perak (Nit. , kalung (Mut. , sirih di tengah sawah adalah ayam yang juga pinang (Manus pua. dan sopi. Semua media berbulu warna-warni dengan makna yang ini merupakan simbol penghormatan kepada sama seperti kambing. Sebelum melakukan para leluhur yang berada di tempat tersebut. Selain itu, terdapat kayu bercarang dua yang menyiapkan uang logam tujuh keping, sirih tidak sama panjang. Carang paling tinggi dan pinang buah, beberapa bulir beras, tujuh melambang Tuhan pencipta alam semesta helai bulu kambing dan berbagai jenis hama sementara carang yang lebih pendek mewakili yang diambil di sawah. Hama-hama tersebut leluhur masyarakat Kaubele yang berada di dimasukan ke dalam ketupat yang di dalamnya tempat tersebut. Bagi masyarakat Kaubele, diisi dengan abu sisa bakaran. Abu bersifat Tuhan lebih tinggi derajatnya dari para panas dan dapat mengusir hama. Semua bahan Selain Kaubele dimasukan ke dalam sampan kecil dengan NAHAKE SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI DALAM TRADISI PERTANIAN MASYARAKAT KAUBELE (YOSEPH ANDREAS GUAL. MARINA DE OLIVERA KAESNUBE) Nahake nahkoda sampan. Sampan beserta isiannya antarwarga Kaubele menyiasati lingkungannya diriciki dengan darah ayam dan kambing yang tidak bersahabat. Dalam ritual ini, terdapat kemudian dihanyutkan ke laut yang tidak jauh jejak komunikasi yang digunakan oleh masyakat dari area persawahan. Bentuk komunikasi yang paling dominan Pemberian AuUpetiAy kepada Raja (TaAotam selama proses perencanaan, pelaksanaan hingga Mau. akhir ritual Nahake adalah komunikasi antarpribadi Ada konsekwensi moral dari ritual Nahake dan komunikasi kelompok. kepada mendiang raja Biboki dan raja yang Komunikasi masih hidup. Bagi mendiang raja, setelah Nahake dapat dilihat pada . Masyarakat Kaubele Nahake digelar daging bintang yang telah berkomunikasi satu sama lain ketika melihat dibakar akan disajikan bersama nasi dalam piring di makam raja dan tempat para arwah. Sesajen ini merupakan bagian dari perjamuan mengikuti rapat persiapan pelaksanaan ritual. syukur bersama warga dengan roh para Amnasi sebagai utusan masyarakat bertemu raja Sementara bagi raja yang masih hidup, masyarakat Kaubele akan memberikan menginformasikan AuupetiAy. pengumpulan AuupetiAy (TaAotam Mau. dalam bentuk padi uang dan bahan untuk pelaksanaan ritual Nahake. hasil panen. Jumlah AuupetiAy tidak ditentukan Penggunaan komunikasi antarpribadi dalam ritual tapi minimal satu balek (Takaran satu balek Nahake bukan saja menunjukkan interaksi umum padi sama dengan 10 kg bera. Upeti ini bersifat sukarela. Amnasi akan mengumpulkan AuupetiAy kemudian menghadap raja untuk menunjukkan dalam ritual Nahake, komunikasi menginformasikan maksud pemberian AuupetiAy antarpribadi mengandung banyak fungsi bagi Raja akan menentukan waktu yang masyarakat setempat. tepat untuk penyerahan AuupetiAy. Penentuan Selain . waktu ini penting sebab raja akan menyambut komunikasi kelompok juga terlihat jelas dalam warganya dengan jamuan besar. Padi yang ritual Nahake. Komunikasi kelompok yang terlihat dalam ritual Nahake yakni pada tahap . rapat kepentingan pribadi raja di istana Tamkesi dan bersama antarwarga untuk mempersiapkan ritual kepentingan publik misalnya, menjamu tamu Nahake. seluruh tahapan pelaksanaan ritual atau acara besar dalam kerajaan. Nahake. perencanaan dan penyerahan AuupetiAy Bentuk Komunikasi dalam Ritual Nahake Dalam Nahake masyarakat melepaskan sebagian identitas diri Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 282-296 untuk membentuk identitas kelompok. Kerelaan mereka untuk memberi/menyumbang merupakan pelaksanaan Nahake, anak-anak dan orang muda bentuk pengakuan individual atas tradisi, nilai dan terlibat aktif. Fungsi pembuatan keputusan norma kelompok yang sudah berlangsung lama. terlihat dalam proses awal perencanaan ritual Oleh karena itu. Nahake yang merupakan ritual Nahake dan pemberian AuypetiAy kepada raja di bagi kelompok pemilik lahan sawah di kampung mana sebelumnya masyarakat pemilik lahan Kaubele memiliki beberapa fungsi. Fungsi dengan Amnasi bermusyawarah untuk memutuskan tugas termanifestasi dalam distribusi tugas dari waktu dan sumber daya yang dibutuhkan. persiapan, pelaksaanan hingga akhir ritual. Fungsi pemecahan masalah terlihat jelas dalam Fungsi hubungan terlihat ketika anggota kelompok seluruh aspek perencanaan hingga pelaksanaan. menyalurkan berbagai emosi dan perasaan juga Esensi Nahake adalah perayaan solusi atas terlihat dalam doa-doa adat yang diungkapkan oleh Amnasi kepada di sungai. Pada Komunikasi antarpribadi dan komunikasi AuHom nao nai neo ho pah ma ho nifu, es taes aluAou ma niuf aluAou hemium meo nae ma muah meonae. Ho sisi nok ho makAoa bo Nao musaitan ih neo ho kolo ho manu he nait nah ma niun. Bi pah biboki ma funan biboki bi in human ma in matan. Hai muetuAob ona ih ma mutusib ona IhAy. kelompok dalam ritual Nahake yang dipraktek masyarakat Kaubele mengandung komunikasi Komunikasi ditunjukkan dengan penggunaan bahasa lisan sementara penggunaan bahasa nonverbal dapat Artinya, ditemukan dalam simbol-simbol yang dipakai AuKamu jalan ke tempat tinggal kamu yang sebenarnya di laut. Makanan dan minumanmu ada disana. Tinggalkan kami di sini dengan makanan dan minuman kami. Hanya ini yang bisa kami sampaikan bersama Oepuah dan Funan BibokiAy. selama ritual. PEMBAHASAN Kampung Kaubele merupakan bagian dari wilayah kerajan Biboki di Kabupaten Timor Doa di atas mengungkapkan harapan dan Tengah Utara (TTU). Masyarakat dari wilayah ini keinginan masyarakat pemiliki sawah agar hama tidak dapat melepaskan diri dari lahan pertanian segera pergi dari sawah mereka. Fungsi terapi Hal tersebut tergambar dalam ungkapan, terlihat ketika Amnasi tidak menyebutkan nama AuHit lo luman, kalu on hit naijana kuk, a fun le ije para pemilik sawah yang tidak terlibat dalam ritual onle hit haelka ma tnanka/Kita tidak ada apa-apa. Masyarakat Kaubele percaya, mereka yang jika kita tidak memiliki tanah, tanah adalah hal tidak terlibat sawahnya tidak akan kebal dari mendasar bagi kehidupan kita,Ay (Neonbasu, 2. serangan hama. Fungsi pendidikan lebih terarah Ungkapan ini didasari oleh pandangan dan pemahaman manusia Dawan/Atoin Meto tentang NAHAKE SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI DALAM TRADISI PERTANIAN MASYARAKAT KAUBELE (YOSEPH ANDREAS GUAL. MARINA DE OLIVERA KAESNUBE) nilai tanaman. Bagi masyarakat Dawan/Atoin sebuah masyarakat sebab dengannya individu dan Meto, tanaman merupakan bagian alam yang kelompok berhubungan sosial (Emmert & Emmert, memiliki hubungan erat dalam sistem religi dan Dengan komunikasi antarpribadi juga, diungkapkan melalui mitos sebagai sebuah cara individu dan kelompok dalam sebuah masyarakat untuk menjaga dan meregenerasinya (Manafe, dapat saling memahami, memberi dan menerima. Dan bagi masyarakat Kaubele. Nahake adalah cara menjaga tanah dan tanaman agar tetap produktif saat alam kelihatannya memberi masalah memastikan kepatuhan, menunjukkan kepatuhan bagi mereka. dan bersikap lebih baik (Liliweri, 2. Nahake sebagai peristiwa budaya tidak bisa Dalam perspekti komunikasi kelompok, lepas dari peristiwa komunikasi yang terjadi dalam Nahake masyarakat Kaubele. Komunikasi dan budaya masyarakat Kaubele atas lingkungan alam mereka. Ae Ini mengindikasikan terjadi komunikasi intens komunikasi manusia membentuk budaya dan pada antarwarga Kaubele untuk menghasilkan ritual pola-pola Ritual komunikasi manusia (Brent & Stewart, 2. melewati tahapan-tahapan tertentu (Badj et al. Dengan demikian budaya adalah komunikasi sebab Dalam komunikasi sosial, dialog warga budaya muncul melalui komunikasi namum pada memiliki pola yang dipelajari, terikat konteks, multimodal dan multifungsi (Hurwits, 2. Sementara tanggapan masyarakat Kaubele atas (Sambas, 2. Dengan kata lain, budaya dan lingkungan mereka dalam perspektif antropologis komunikasi merupakan satu mata uang dengan dua dapat dipahami sebagai sebuah proses penciptaan sisi yang tidak bisa dipisahkan. Pada tataran ritual seperti data di atas, gagasan, rangkaian tindakan dan berbagai karya Nahake hadir, hidup dan terus diregenerasikan manusia dalam rangka kelangsungan hidupnya dan komunikasi antarpribadi, dijadikan milik kelompok tersebut melalui proses kelompok dan nonverbal. Penggunaan komunikasi belajar (Koentjoroningrat, 2. Dalam dialog antarpribadi dalam ritual Nahake bukan saja dan dalam terus-menerus Kaubele pedesaan yang komunikasi dominannya adalah Banunaek, rela melepaskan identitas individunya tatap muka tetapi juga menunjukkan bahwa dalam dan masuk dalam perilaku kelompok untuk Komunikasi (Banunaek et al. , 2. Dan sebagai anggota antarpribadi menjadi dasar kelangsungan sosial kelompok, individu mengizinkan sebagian dari Nahake. Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 282-296 identitas dan tujuan pribadi menjadi bagian dari yakni fungsi identifikasi, fungsi relasi, fungsi kelompok tersebut baik terkait dengan makna, emosi dan fungsi pengiriman (Remland, 2. batasan, tujuan, struktur, dan norma yang koheren Fungsi (Gastil. Komunikasi mengarah pada identitas diri. Dalam ritual Nahake tercermin pada pilihan lokasi pelaksanaan ritual. Kaubele dalam ritual Nahake menyetir pandangan Nahake dikenal di hampir semua wilayah Biboki Jatmika, berujung pada upaya penciptaan tujuan dan setiap kampung memiliki tempat tersendiri personal Ae hubungan sosial, penyaluran, terapi untuk melakukan ritual ini. Masyarakat Kaubele pendidikan serta tujuan yang berkaitan dengan melaksanakan ritual Nahake di bukit Oepuah. tugas Ae pembuatan keputusan dan pemecahan Ketika masyarakat lain melihat hal itu, mereka masalah (Jatnika, 2. dengan segera mengetahui masyarakat Kaubele. Setiap budaya memiliki bentuk komunikasi . Fungsi relasi komunikasi nonverbal diarahkan nonverbal yang unik walaupun ada sebagian sama. untuk bertahan hidup dan reproduksi. Ritual Lingkungan budaya mempengaruhi terbentuknya Nahake yang dipenuhi dengan simbol nonverbal komunikasi melalui suara, sentuhan, jarak, waktu, difungsikan juga untuk hal ini. Bertani adalah bahasa tubuh, pakaian maupun berbagai atribut pekerjaan pokok masyarakat Kaubele di mana lain (Littlejhon&Foss, 2. Ritual Nahake pada dengan bertani masyarakat dapat mempertahankan masyarakat Kaubele dipenuhi dengan berbagai kelangsungan hidupnya dengan menghasilkan Nahake dipercaya telah, sedang dan akan peralatan yang digunakan. Tahapan ritual di tempat membantu proses bertahan hidup dan reproduksi mandi (Oe niAo. Bahaen Naijufa misalnya, di masyarakat Kaubele melalui ketersediaan air hujan mana perempuan tidak boleh hadir merupakan satu bentuk komunikasi nonverbal yakni ruang (Spac. musnahnya hama. Setiap bentuk komunikasi Hal Ini menunjukkan bahwa perilaku nonverbal dapat memiliki arti yang berbeda tergantung pada mengekspresikan emosi tertentu (Baron & Byrne, peran yang dijalani dan atau status yang sedang Ritual Nahake melalui berbagai prosesi dan diperani oleh subjek Ae sebab banyak isyarat simbol yang digunakan masyarakat Kaubele nonverbal yang diasosiasikan dengan satu jenis mengekspresikan hal yang sama yakni emosi. kelamin sehingga jika lawan jenis berperilaku Misalnya, kekhawatiran nampak di raut wajah demikian maka dianggap tidak maskulin atau mereka saat perut binatang persembahan tidak feminan (Emmert&Emmert, 1. menunjukkan hal yang baik. Syukur dan gembira Ragam diekspresikan dengan makan bersama setelah ritual ditunjukkan oleh seseorang atau sekelompok orang selesai dilaksanakan. Fungsi pengiriman dalam dari satu budaya memiliki empat fungsi mendasar komunikasi nonverbal bararti dapat dipertukarkan NAHAKE SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI DALAM TRADISI PERTANIAN MASYARAKAT KAUBELE (YOSEPH ANDREAS GUAL. MARINA DE OLIVERA KAESNUBE) dengan bahasa verbal. Dalam Nahake, masyarakat memahami air sebagai sumber kehidupan dan Kaubele mengganti nama hama dengan warna binatang persembahan yang dipakai. Mereka juga dibasmi (Neonbasu, 2. Oleh karena itu, menghadirkan raja melalui simbol parang, gelang dan kalung muti. komunikasi masyarakat dengan alam yang Dalam ritual Nahake komunikasi berfungsi Kaubele Jika dihubungkan dengan sumber alam, sesama, leluhur yang pada akhirnya dengan masyarakat Dawan/Atoin Meto memiliki air Tuhan. Ketiga fungsi komunikasi itu terjadi secara keramat sebagai sumber pemberi kehidupan, monologis dan dialogis. Komunikasi monologis terlihat pada fungsi menghubungkan masyarakat Karena itu, komunikasi di sumber mata air dengan alam dan leluhur di mana, respon balik merupakan upaya menggapai kecukupan air, kesuburan tanaman dan pemusnahan hama. beberapa lama setelah ritual Nahake dilakukan. Peristiwa ketiga, terjadi di sungai. Dalam Respon tertunda tersebut dapat berupa jawaban untaian doa adat. Amnasi berkata kepada terkabul atau tidak terkabul Ae hujan turun dan hama-hama yang akan dihanyutkan di aliran Kaubele Sementara sungai bahwa tempat mereka berada di laut. Mereka harus meninggalkan lahan pertanian Kaubele menerima umpan balik langsung ketika Dalam Hal ini terlihat saat anggota Kaubele alam/hama masyarakat Kaubele saling berkomunikasi. Komunikasi berfungsi untuk menghubungkan dapat berdialog dengan mereka. Dengan masyarakat dengan alam Masyarakat Kaubele berkomunikasi dengan merupakan cara manusia berhubungan dengan alam dalam ritual Nahake terlihat dalam dalam lingkungan yang pada akhirnya mempengaruhi persepsinya akan lingkungan, diri sendiri dan . Masyarakat Kaubele lingkungan sekitar saat puncak musim hujan (Heldi, bulan Januari dan Februari. Dalam rentang . Komunikasi berfungsi untuk menghubungkan waktu ini, masyarakat melihat perkembangan curah hujan dan perkembangan hama. Nahake Dalam stratifikasi sosial masyarakat Kaubele, akan dilaksanakan sebagai jawaban atas situasi raja/Usi Koko berada pada level tertinggi lingkungan ini. Di tempat pemandian raja, kemudian diikuti oleh sekretaris/juru bicara raja/Alluanta. Amaf yakni para sesepuh suku Biboki Kaubele Jurnal Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi. Volume 12. No. Juli 2023, hlm 282-296 yang memahami adat dan terakhir masyarakat Dalam perencanaan, pelaksanaan dan makhluk gaib (Yuhanda, 2. Komunikasi pascaritual Nahake, komunikasi antarsesama warga terjadi dalam kerangka statifikasi sosial. mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat Bentuk komunikasi atas bawah, bawah atas pelakunya (Soulisa, 2. Dalam ritual dan komunikasi horizontal dapat ditemui Nahake, komunikasi ini dilaksanakan untuk menghubungkan masyarakat Kaubele dengan Faules, 2. leluhur raja, leluhur bangsawan maupun (Pace & Karena itu, komunikasi antarwarga Kaubele Nahake Tuhan Bahaen Naijufam, komunikasi vertikal . op down dan buttom u. membuka jalan dan memanggil leluhur di dan komunikasi horizontal. Komunikasi TokAoa dan memohon pada Roh Raja Biboki vertikal berarti komunikasi antara warga Usi Tabesi Boko di Son Mais Okan. Pesan Kaubele kepada para leluhur ini diharapkan diteruskan Komunikasi ini ditemui ketika masyarakat kepada Tuhan sehingga permohonan mereka menemui Amnasi untuk merencanakan ritual Nahake. Amnasi menemui raja mewakili masyakat untuk melapor, meminta izin dan Bagan 1. berkat dari raja serta setelah panen saat warga Fungsi Komunikasi dalam Ritual Nahake Amnasi pemberian AuupetiAy kepada raja serta saat Amnasi menginformasikan kegiatan tersebut. Dalam antaran AuupetiAy, raja juga berkomunikasi Amnasi Sementara komunikasi horizontal memiliki kedudukan sama dalam stratifikasi sosial masyarakat Kaubele. Hal ini terjadi pascapelaksanaan ritual Nahake. SIMPULAN Komunikasi berfungsi untuk menghubungkan Nahake adalah respon manusia Kaubele masyarakat dengan roh yang tidak kelihatan (Transendenta. Komunikasi atas tantangan alam yang mereka hadapi melalui NAHAKE SEBAGAI SEBUAH KOMUNIKASI DALAM TRADISI PERTANIAN MASYARAKAT KAUBELE (YOSEPH ANDREAS GUAL. MARINA DE OLIVERA KAESNUBE) komunikasi intens dengan lingkungan, manusia DAFTAR PUSTAKA