Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani1. M Yusri2 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bayan Makassar1 Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar2 Email: anrisweet83@gmail. myusrirk@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian diri guru yang relevan dan kontekstual dalam mendukung pelaksanaan supervisi akademik pengawas SMK Negeri di Kota Makassar. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan sarana refleksi sistematis bagi guru serta memperkuat fungsi supervisi akademik sebagai proses pembinaan profesional yang kolaboratif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengawas dan guru SMK, telaah dokumen supervisi akademik, serta validasi kualitatif oleh pengawas dan praktisi Prosedur penelitian meliputi analisis kebutuhan, penyusunan draf instrumen penilaian diri guru, validasi kualitatif, dan revisi instrumen berdasarkan masukan yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik belum sepenuhnya didukung oleh instrumen penilaian diri guru yang terstruktur, sehingga refleksi guru cenderung belum sistematis. Instrumen penilaian diri guru yang dikembangkan dinilai relevan, mudah digunakan, dan mampu mendukung dialog reflektif antara guru dan pengawas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa integrasi instrumen penilaian diri guru dalam supervisi akademik berpotensi memperkuat peran guru sebagai subjek reflektif serta meningkatkan kualitas pembinaan dan mutu pembelajaran di SMK. Kata Kunci: Supervisi. Penilaian. Refleksi. Instrumen. SMK. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik dan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha. Kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditentukan oleh mutu proses pembelajaran yang berlangsung di kelas, yang pada akhirnya bergantung pada profesionalisme (Putri. Sujarwanto, & Khamidi, 2. Guru SMK dituntut tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik dan mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik kejuruan. Kompleksitas tuntutan tersebut mengharuskan guru memiliki mengevaluasi kinerja pembelajaran yang dilakukan serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 142-150, 2025 | 142 Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani. M Yusri peserta didik dan dunia kerja (Antika. Widayatsih, & Fitriani, 2. Refleksi diri merupakan bagian penting dari profesionalisme guru karena mendorong guru untuk secara sadar menilai kelebihan dan kelemahan praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan. Melalui refleksi diri, guru dapat mengidentifikasi masalah pembelajaran, merancang strategi perbaikan yang lebih efektif pada pembelajaran berikutnya (Panadero, 2017. Boud & Falchikov, 2. Dalam konteks pembinaan profesional guru, supervisi akademik menjadi salah satu instrumen penting yang dilaksanakan oleh pengawas sekolah. Supervisi akademik bertujuan membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran melalui proses pembimbingan yang sistematis, terencana, dan berkesinambungan (Hidayat. Hasanudin, & Kholisoh, 2. Idealnya, dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif, di mana guru dilibatkan secara aktif dalam proses evaluasi dan pengembangan pembelajaran. Pendekatan ini menempatkan guru sebagai mitra profesional yang memiliki peran penting dalam menentukan arah perbaikan pembelajaran, bukan sekadar sebagai objek pengawasan (Suarniti, 2. Namun, menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik di banyak sekolah masih sering bersifat administratif dan berorientasi pada penilaian eksternal. Supervisi akademik kerap dipahami sebagai kegiatan observasi dan penilaian semata sehingga kurang memberikan ruang bagi guru untuk melakukan refleksi diri yang mendalam Kondisi tersebut menyebabkan supervisi akademik belum sepenuhnya berfungsi sebagai sarana pembinaan profesional guru yang berkelanjutan. Guru cenderung bersikap pasif dalam proses supervisi dan hanya berfokus pada pemenuhan administrasi pembelajaran, tanpa menjadikan supervisi sebagai momentum refleksi kritis dan peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dinilai mampu memperkuat fungsi supervisi akademik adalah penerapan penilaian diri . elf-assessmen. Penilaian diri memberikan kesempatan kepada guru untuk mengevaluasi kinerjanya secara mandiri, jujur, dan bertanggung jawab berdasarkan indikator yang telah ditetapkan secara sistematis (Masuwai, 2. Penilaian diri guru berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran profesional karena guru tidak hanya menilai berdasarkan persepsi pihak lain, tetapi juga berdasarkan refleksi terhadap pengalaman pembelajaran yang dialaminya sendiri. Dengan demikian, penilaian diri dapat menjadi dasar yang kuat dalam merancang perbaikan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Dalam perspektif evaluasi pendidikan, penilaian diri merupakan bagian dari asesmen formatif yang berorientasi pada perbaikan proses pembelajaran. Penilaian diri tidak bertujuan untuk menghakimi kinerja guru, tetapi untuk memberikan umpan balik yang konstruktif bagi pengembangan profesional secara berkelanjutan. Meskipun memiliki potensi yang besar, penerapan penilaian diri guru dalam supervisi akademik masih menghadapi berbagai Salah satu kendala utama adalah belum tersedianya instrumen penilaian diri guru yang terstandar, valid, dan sesuai dengan konteks pembelajaran SMK. Instrumen penilaian diri yang digunakan selama ini cenderung bersifat umum dan karakteristik pembelajaran kejuruan yang menekankan keterpaduan antara kompetensi pedagogik dan kompetensi keahlian. Akibatnya, penilaian diri guru belum mampu memberikan gambaran yang komprehensif tentang kualitas pembelajaran di SMK. Selain itu, instrumen penilaian diri guru juga belum terintegrasi secara sistematis dengan pelaksanaan supervisi akademik oleh Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 142-150, 2025 | 143 Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani. M Yusri pengawas sekolah. Penilaian diri sering kali dilakukan secara terpisah dan tidak dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pembinaan dalam supervisi akademik. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pelaksanaan supervisi akademik pengawas SMK Negeri di Kota Makassar, di mana refleksi diri guru belum difasilitasi secara sistematis melalui instrumen yang baku dan Berdasarkan kesenjangan antara kondisi ideal dan realitas tersebut, diperlukan pengembangan instrumen penilaian diri guru yang dirancang secara khusus untuk mendukung pelaksanaan supervisi akademik pengawas SMK. Instrumen ini diharapkan mampu memfasilitasi refleksi diri guru secara sistematis serta memberikan informasi yang objektif bagi pengawas dalam melaksanakan pembinaan profesional. Kebaruan . penelitian ini terletak pada pengembangan instrumen penilaian diri guru yang tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi individual, tetapi juga terintegrasi secara langsung dengan pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas SMK. Instrumen ini disusun dengan mempertimbangkan karakteristik pembelajaran kejuruan serta kebutuhan supervisi akademik yang bersifat kolaboratif. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian diri guru yang valid, reliabel, dan praktis dalam mendukung pelaksanaan supervisi akademik pengawas SMK Negeri di Kota Makassar, sehingga dapat profesionalisme guru dan mutu pembelajaran di SMK. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan fokus pada pengembangan instrumen penilaian diri guru dalam pelaksanaan supervisi akademik pengawas SMK. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali kebutuhan, merancang, dan menyempurnakan instrumen berdasarkan masukan para ahli dan praktisi. Penelitian dilaksanakan pada SMK Negeri di Kota Makassar pada tahun ajaran Subjek pengawas SMK dan guru SMK Negeri, yang dipilih secara purposive sebagai informan utama karena keterlibatan langsung dalam pelaksanaan supervisi akademik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara, telaah dokumen supervisi akademik, serta masukan dan saran dari pengawas dan guru terhadap draf instrumen yang dikembangkan. Instrumen penelitian berupa draf angket penilaian diri guru dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi, dan review ahli/praktisi terhadap instrumen penilaian diri guru. Prosedur penelitian meliputi analisis kebutuhan, penyusunan draf instrumen, validasi kualitatif oleh pengawas dan ahli, serta revisi instrumen berdasarkan hasil masukan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil analisis digunakan sebagai dasar penyempurnaan instrumen penilaian diri guru agar sesuai dengan kebutuhan supervisi akademik di SMK Negeri Kota Makassar. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Kebutuhan Instrumen Penilaian Diri Guru Hasil analisis kebutuhan yang diperoleh melalui wawancara dengan pengawas SMK Negeri di Kota Makassar menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik selama ini masih didominasi oleh instrumen penilaian dari pihak pengawas. Guru belum difasilitasi secara optimal untuk melakukan refleksi diri secara sistematis sebelum dan sesudah supervisi akademik dilaksanakan. Pengawas sebagian besar guru belum terbiasa Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 142-150, 2025 | 144 Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani. M Yusri melakukan penilaian diri terhadap kinerja pembelajaran yang dilaksanakan. Refleksi yang dilakukan guru masih bersifat informal dan tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga sulit digunakan sebagai bahan pembinaan dalam supervisi akademik. Selain itu, hasil telaah dokumen supervisi akademik menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan cenderung bersifat umum dan berfokus pada aspek administratif Indikator-indikator reflektif yang mendorong guru untuk menilai pengelolaan kelas, dan ketercapaian tujuan pembelajaran belum terakomodasi secara Temuan ini mengindikasikan adanya pengembangan instrumen penilaian diri guru yang terstruktur dan relevan dengan konteks pembelajaran SMK. Instrumen tersebut melakukan refleksi diri secara sistematis melaksanakan supervisi akademik yang bersifat pembinaan. Lebih lanjut, pengawas mengungkapkan bahwa ketiadaan instrumen penilaian diri akademik kurang didukung oleh data reflektif yang bersumber langsung dari pengalaman Kondisi ini membuat supervisi lebih banyak bertumpu pada hasil observasi sesaat, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan dinamika pembelajaran yang terjadi di kelas secara utuh dan berkelanjutan. Dari perspektif guru, tidak tersedianya instrumen penilaian diri yang baku juga berdampak pada rendahnya kesadaran reflektif terhadap praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru cenderung menilai keberhasilan pembelajaran secara subjektif tanpa indikator yang jelas, sehingga potensi untuk mengidentifikasi kelemahan dan merancang perbaikan pembelajaran secara terarah menjadi terbatas. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan instrumen penilaian diri guru tidak hanya dibutuhkan sebagai pelengkap supervisi akademik, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran reflektif bagi guru. Instrumen yang terstruktur diharapkan mampu menjembatani kebutuhan guru dan pengawas dalam pelaksanaan supervisi akademik yang lebih kolaboratif, berorientasi pada pembinaan, dan berkelanjutan sesuai dengan karakteristik pembelajaran di SMK. Hasil Penyusunan Draf Instrumen Penilaian Diri Guru Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, peneliti menyusun draf instrumen penilaian diri guru yang memuat indikator-indikator supervisi akademik. Indikator tersebut mencakup aspek perencanaan pembelajaran, pembelajaran, serta refleksi dan tindak lanjut Draf instrumen dirancang dengan menggunakan pernyataan reflektif yang mendorong guru untuk menilai kinerjanya secara jujur dan kritis. Setiap indikator disusun dengan bahasa yang sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami oleh guru SMK. Pengawas yang terlibat dalam proses review awal menyatakan bahwa draf instrumen telah sesuai dengan kebutuhan supervisi akademik di SMK. Instrumen dinilai mampu memberikan gambaran awal mengenai kondisi pembelajaran sebelum supervisi dilakukan. Penyusunan draf instrumen penilaian diri guru juga mempertimbangkan prinsip keberlanjutan supervisi akademik. Instrumen dirancang agar dapat digunakan secara berulang dalam siklus supervisi, sehingga guru dapat membandingkan hasil refleksi pada waktu yang berbeda dan memantau perkembangan kinerjanya secara bertahap. Selain itu, draf instrumen disusun dengan memperhatikan keseimbangan antara Jumlah membebani guru secara administratif, namun Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 142-150, 2025 | 145 Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani. M Yusri tetap mampu menggambarkan kondisi pembelajaran secara komprehensif. Dalam penyusunan indikator, peneliti berupaya menghindari pernyataan yang bersifat normatif dan evaluatif semata. Setiap pernyataan dirumuskan untuk mendorong guru berpikir analitis terhadap praktik pembelajaran yang dilaksanakan, termasuk dalam mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran. Draf instrumen juga memberikan ruang bagi guru untuk mengaitkan hasil refleksi dengan kebutuhan pengembangan diri. Melalui kolom refleksi terbuka, guru diarahkan untuk merumuskan rencana perbaikan pembelajaran sebagai tindak lanjut dari hasil penilaian diri yang dilakukan. Dengan karakteristik tersebut, draf instrumen penilaian diri guru tidak hanya berfungsi sebagai alat pengumpulan data supervisi, tetapi juga sebagai sarana Instrumen ini berpotensi memperkuat budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan supervisi akademik di SMK. Hasil Validasi Kualitatif oleh Pengawas dan Praktisi Hasil validasi kualitatif menunjukkan bahwa secara umum instrumen penilaian diri guru dinilai layak digunakan dalam pelaksanaan supervisi akademik. Pengawas menilai bahwa indikator-indikator yang disusun telah mencerminkan aspek penting dalam pembelajaran SMK. Namun demikian, pengawas juga memberikan masukan terkait penyempurnaan redaksi beberapa pernyataan agar lebih penafsiran ganda. Selain itu, disarankan agar instrumen dilengkapi dengan kolom refleksi terbuka untuk menampung pengalaman subjektif guru. Masukan tersebut digunakan sebagai dasar untuk merevisi dan menyempurnakan instrumen penilaian diri guru sehingga lebih aplikatif dan kontekstual. Hasil menunjukkan bahwa instrumen penilaian diri guru dipandang mampu memperjelas fokus supervisi akademik. Pengawas menilai bahwa instrumen ini membantu memetakan area pembelajaran yang memerlukan pembinaan secara lebih spesifik, sehingga supervisi dapat dirancang secara lebih terarah dan berbasis kebutuhan guru. Selain memperkuat peran pengawas, instrumen yang divalidasi dinilai berpotensi menghadapi supervisi akademik. Guru tidak lagi berada pada posisi pasif sebagai objek supervisi, melainkan menjadi subjek yang telah melakukan refleksi awal terhadap praktik pembelajaran yang dilaksanakan. Pengawas penggunaan instrumen penilaian diri guru dapat mengurangi kesenjangan persepsi antara guru dan pengawas dalam menilai kualitas pembelajaran. Refleksi yang dilakukan guru melalui instrumen ini menjadi titik awal dialog profesional yang lebih terbuka dan konstruktif dalam proses supervisi akademik. Dari aspek keterpakaian, instrumen penilaian diri guru dinilai fleksibel untuk digunakan pada berbagai mata pelajaran Indikator yang disusun dianggap cukup umum namun tetap relevan untuk praktik dan teori yang menjadi ciri khas SMK. Validasi kualitatif juga menegaskan bahwa instrumen ini berpotensi mendukung perubahan paradigma supervisi akademik. Supervisi tidak lagi dipahami semata sebagai kegiatan penilaian kinerja, tetapi sebagai proses pembelajaran profesional yang berkelanjutan bagi guru. Masukan praktisi supervisi menunjukkan bahwa instrumen penilaian diri guru dapat menjadi bagian dari dokumen pendukung supervisi akademik yang terdokumentasi dengan baik. Hasil penilaian diri guru dapat disimpan dan digunakan sebagai rujukan dalam supervisi berikutnya. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 142-150, 2025 | 146 Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani. M Yusri sehingga proses pembinaan menjadi lebih Secara keseluruhan, hasil validasi kualitatif mengindikasikan bahwa instrumen penilaian diri guru memiliki potensi strategis untuk memperkuat kualitas supervisi akademik di SMK. Instrumen ini tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga mendukung pengembangan budaya refleksi dan kolaborasi antara guru dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik di SMK Negeri Kota Makassar masih memerlukan penguatan dari sisi keterlibatan guru dalam proses refleksi Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa supervisi akademik yang efektif harus mendorong partisipasi aktif guru dalam sendiri (Sergiovanni & Starratt, 2. Ketiadaan instrumen penilaian diri yang terstruktur menyebabkan refleksi guru cenderung bersifat sporadis dan tidak Padahal, refleksi diri yang sistematis merupakan elemen penting dalam pengembangan profesional peningkatan kualitas pembelajaran (Panadero. Pengembangan instrumen penilaian diri guru dalam penelitian ini memperkuat fungsi Instrumen ini berfungsi sebagai alat bantu refleksi yang memungkinkan guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran sebelum supervisi akademik Temuan ini mendukung teori supervisi modern yang menekankan pendekatan kolaboratif dan reflektif. Supervisi tidak lagi dipahami sebagai proses kontrol, tetapi sebagai dialog profesional antara guru dan pengawas (Glickman. Gordon, & RossGordon, 2. Keberadaan instrumen penilaian diri guru juga memberikan manfaat bagi pengawas dalam merencanakan supervisi akademik secara lebih terarah. Informasi awal yang diperoleh dari penilaian diri guru pembinaan pada aspek-aspek pembelajaran yang benar-benar membutuhkan perbaikan. Dalam konteks pembelajaran SMK, instrumen penilaian diri yang dikembangkan pembelajaran kejuruan yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Hal ini menjadi pembeda utama dengan instrumen penilaian diri guru yang bersifat umum pada penelitian sebelumnya (Prasojo & Sudiyono, 2. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi instrumen penilaian diri guru dengan pelaksanaan supervisi akademik Penilaian diri tidak diposisikan sebagai aktivitas individual yang terpisah, tetapi sebagai bagian integral dari proses supervisi akademik. Hasil penelitian ini juga memperkuat temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa penilaian diri dapat meningkatkan kesadaran profesional guru dan mendorong perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan (Boud & Falchikov, 2. Selain itu, penyusunan indikator reflektif dalam instrumen penilaian diri guru memberikan ruang bagi guru untuk menilai aspek-aspek pembelajaran yang selama ini jarang tersentuh dalam supervisi akademik, seperti refleksi atas respon peserta didik dan efektivitas metode pembelajaran. Penggunaan bahasa yang kontekstual dan komunikatif dalam instrumen juga instrumen oleh guru. Hal ini penting agar penilaian diri tidak dipersepsikan sebagai beban administratif tambahan. Secara konseptual, instrumen yang supervisi akademik berbasis refleksi yang menempatkan guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Guru didorong untuk secara aktif mengembangkan profesionalismenya melalui refleksi yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi pengawas sekolah, khususnya dalam merancang supervisi akademik yang Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 142-150, 2025 | 147 Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani. M Yusri lebih humanis dan memberdayakan guru. Instrumen penilaian diri dapat digunakan sebagai bahan diskusi reflektif antara guru dan pengawas. Dari sisi teoretis, penelitian ini pengembangan model supervisi akademik yang mengintegrasikan penilaian diri guru sebagai komponen utama pembinaan Meskipun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan data kualitatif dan belum menguji efektivitas instrumen secara Penelitian mengembangkan instrumen ini melalui uji validitas dan reliabilitas statistik. Dari perspektif kebijakan pendidikan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan supervisi akademik tidak cukup hanya melalui regulasi dan pedoman formal, operasional yang mendorong keterlibatan aktif guru. Instrumen penilaian diri guru yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara kebijakan supervisi dan praktik pembelajaran di kelas, sehingga implementasi supervisi akademik menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Selain itu, pengembangan instrumen penilaian diri guru berimplikasi pada pembentukan budaya organisasi sekolah yang reflektif. Ketika refleksi diri menjadi bagian dari rutinitas supervisi akademik, sekolah berpotensi mengembangkan iklim keterbukaan, saling percaya, dan perbaikan berkelanjutan antarwarga sekolah. Peran pengawas dalam konteks ini tidak hanya sebagai evaluator, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran profesional guru. Instrumen penilaian diri memberikan dasar yang lebih objektif bagi pengawas untuk instruksional, terutama dalam memfasilitasi pembinaan yang berorientasi pada kebutuhan nyata guru. Pembahasan ini juga menunjukkan bahwa instrumen penilaian diri guru memiliki potensi untuk diintegrasikan dengan program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Hasil refleksi guru dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kompetensi yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMK. Dengan demikian, kontribusi penelitian ini tidak hanya terletak pada pengembangan instrumen secara teknis, tetapi juga pada penguatan ekosistem supervisi akademik yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. Instrumen penilaian diri guru menjadi bagian dari strategi sistemik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di SMK. Secara pengembangan instrumen penilaian diri guru merupakan inovasi yang relevan dan kontekstual dalam mendukung pelaksanaan supervisi akademik di SMK Negeri Kota Makassar. Pembahasan ini juga menegaskan bahwa pengembangan instrumen penilaian diri guru merupakan langkah strategis untuk akademik dari waktu ke waktu. Ketika sistematis, hasil supervisi tidak berhenti pada satu siklus observasi, tetapi menjadi dasar ditindaklanjuti secara terencana. Dengan demikian, supervisi akademik tidak hanya bersifat responsif terhadap permasalahan sesaat, melainkan berkembang menjadi proses pembinaan yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan di SMK. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas SMK Negeri di Kota Makassar belum sepenuhnya memfasilitasi refleksi diri guru secara sistematis karena belum Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 142-150, 2025 | 148 Pengembangan Instrumen Penilaian Diri Guru pada Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas SMK Negeri di Kota Makassar Anriani. M Yusri didukung oleh instrumen penilaian diri yang terstruktur dan kontekstual. Supervisi akademik masih cenderung berorientasi pada penilaian administratif, sehingga peran guru pengembangan profesional belum optimal. Pengembangan instrumen penilaian diri guru dalam penelitian ini memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan Instrumen yang dikembangkan mampu mengakomodasi kebutuhan supervisi akademik dengan menempatkan guru sebagai Instrumen ini disusun sesuai dengan SMK, menggunakan indikator yang relevan, serta mudah dipahami dan digunakan oleh guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi instrumen penilaian diri guru ke dalam pelaksanaan supervisi akademik Penilaian diri tidak diposisikan sebagai kegiatan individual yang terpisah, melainkan sebagai bagian dari proses supervisi akademik yang bersifat kolaboratif dan berorientasi pada pembinaan profesional Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan berpotensi memperkuat fungsi peningkatan mutu pembelajaran di SMK. Pengawas SMK disarankan untuk memanfaatkan instrumen penilaian diri guru yang dikembangkan dalam penelitian ini sebagai bagian dari tahapan supervisi akademik, khususnya dalam memfasilitasi dialog reflektif dan pembinaan profesional guru secara berkelanjutan. Guru SMK juga diharapkan dapat menggunakan instrumen penilaian diri ini secara konsisten sebagai sarana refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalismenya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan instrumen ini melalui pendekatan kuantitatif guna menguji validitas, reliabilitas, dan efektivitas instrumen secara empiris, sehingga instrumen penilaian diri guru dapat diimplementasikan secara lebih luas dalam pelaksanaan supervisi akademik di berbagai konteks satuan pendidikan DAFTAR PUSTAKA