Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS Vi MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK Muhammad Subhi1. Khairuddin Lubis2. Hotni Sari Harahap2 Universitas Al Washliyah Medan Email, muhammadsubhihasibuan@gmail. com 1, khairuddinlbs82@gmail. 2, hotnisari46@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media grafis dalam pembelajaran Akidah Akhlak, bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan media grafis pada mata pelajaran Akidah serta bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam menggunakan media grafis di MTs Al-Manar Medan Johor. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan doumentasi. Pada teknik analisa data yaitu mengumpulkan, mencatat, menyajikan, dan menyimpulkan hasil data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Siswa-siswi lebih memahami karena disajikan melalui gambar, poster, sehingga media grafis sangat efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar . Nilai akademik siswa Vi MTs Al-Manar menggunakan media grafis, nilai rata-rata kelas yaitu 82. 62 melampaui KKM. Faktor pendukung dalam penggunaan media grafis adalah . kompetensi professional guru, . atensi peserta didik dalam menerima mari pelajaan. Sedangkan faktor pnghambatnya adalah minimnya sarana prasaran sekolah dan alokasi waktu pembelajaran. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu dan pendidikan terutama yang berhubungan dengan penggunaan media grafis dalam proses belajar mengajar guna menyampaikan pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas belajar materi di sekolah. Kata Kunci: Media Grafis. Hasil Belajar. Akidah Akhlak. PENDAHULUAN Belajar mengajar merupakan kegiatan menginternalisasikan aspek pengetahuan, keahlian serta nilai-nilai hidup yang baik, sebagai manusia sosial yang membutuhkan orang lain, sebab hubungan bukan hanya dibangun atas dasar horizontal tetapi juga vertikal. Di dalam interaksi ini tidak terlepas dari faktor komunikasi sebagai penyampaian informasi. Artinya tidak hanya bersumber dari guru, tetapi juga dapat dilakukan melalui pelantara sumber yaitu alat atau media pembelajaran menyampaikan pesan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. dari guru ke peserta didik, tentunya media yang tepat akan sesuai dengan materi dan indikator capaian belajar yang telah ditentukan sebelumnya. (Sadiman 2003, . Belajar membutuhkan hasil belajar, tanpa hasil belajar kita tidak akan tahu sampai dimana keberhasila npembelajaran yang telah kita capai, dengan menggunakan tes formatif. (Purwanto 2010, . Proses belajar mengajar yang diselenggarakan di pendidikan formal yaitu sekolah, bertujuan untuk perubahan tingkahlaku, perubahan pengetahuan yag semaikn berkembang serta meningkatkan keahlian peserta didik (Muhaimin 2010, . Ini menunjukkan bahwa tujuan utama pembelajaran adalah pembelajar itu sendiri (Munir 2012, . Oleh sebab itu, hasil belajar sagat ditentukan oleh berbagai faktor, yang saling berkaitan hingga tercapainya tujuan pembelajaran. (Hamalik 2010, . Faktor di atas, di bagi manjadi 2, meliputi eksternal . ingkungan keluarga, sekolah, teman, masyarakat dl. dan internal . akat, minat, motivasi. IQ) (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono 2009, . Namun, nyatanya secara faktual terdapat problematika yang cukup kompleks mengenai hal ini. , salah satunya ialah rendahnya keahlian atau kemampuan guru dalam menyampaikan materi dengan berbagai variasi mengajar sehingga lebih dominan bersifat verlisme. Hakikatnya meteri haru disampaikan secara konkrit, karena dapat memunculkan iman sehingga membangkitkan motivasi belajar dan akhirnya mencapai tingkat pemahamman yang memuaskan bagi siswa. pembelajaran yang tidak menggunakan media, lebih dominan menggunakan Maka besar kemungkinan peserta didik sulit untuk memahami dan memaknai materi yang dijelaskan pada saat itu oleh guru. (Wina Sanjaya 2009, . Setiap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan antara guru dan peserta didik, tentunya memiliki tujuan sebagaimana yang telah dijelaskan di Tujuan itu berupa hasil belajar (Gunawan 2012, . Hasil belajar menjadi tolak ukur ketercapaian pembelajaran siswa yang telah dilaksanakan melalui tes formatif pada setiap semester ganjil maupun genap(Purwanto 2011, . , yang berpedoman pada kurikulum capaian pembelajaran pada setia materi yang diajarkan. (Purwanto 2010, . Dalam perkembangan IPTEK yang semakin canggih seharusnya guru dapat menyesuaikan dengan konteks saat ini, dan karakteristik atau gaya belajar yang cenderung lebih dominan diinginkan oleh siswa. sebab, guru merupakan sumber belajar utama dan pertama bagi siswa yaitu pemberi motivasi, pembimbing, pengarah, pengayomi dan sebagainya. Jadi, harus sejalan dengan era dunia revolusi industry 4. 0 yang dimana pengalaman belajar itu harus berpusat kepada siswa, dan guru harus kreatif dan inovatif dalam penggunaan sumber, metode dan media pembelajaran. Media merupakan perantara dalam menyampaikan pesan (Rusman 2012, . , dan dapat juga di artikan sebagai komunikasi elektronik yang Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. kompleks (Oemar Hamalik 2008, . Seperti, alat-alat grafis, photografi. OHP, video, film, dan sebagainya. (Azhar Arsyad, 2007, p. Dengan menyampaikan pesan-pesan pembelajaran, guna membangun motivation, interest, serta stimulasi/rangsangan dalam belajar yang berkaitan dengan aspek mental peserta didik. Karena itulah, media pembelajaran merupakan salah satu alat pendidikan. (Tatang 2012, . Kemampuan guru dalam penggunaan media inovatif akan membangun semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran, sehingga meningkatkann pemahaman pada materi pembelajaran. Oleh karena itu, sajikan contoh-contoh dengan media melalui pengembangan dari berbagai sumber belajar, agar hasil belajar siswa lebih meningkat (Suparwoto 2004. Sebab itu, guru diharapkan selalu berusaha merancang serta menerapkan berbagai alternatif pendekatan dan pengelolaan pembelajaran agar dapat menciptakan pembelajaran yang inovatif dan kreatif terutama dengan menggunakan media. Adapun media yang menjadi pembahasan pada penelitian ini yaitu media grafis dengan kategori media visual non proyeksi, dimana pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual (Arief S. Sadiman 2010, . Media ini dapat digunakan untuk menampilkan kata/kalimat/angka/symbol, yang bertujuan merangsang atensi peserta didik, sehingga informasi tersimpan di memory jangka panjang. (Riyana 2011, . Adapun kelebihan media grafis yaitu dapat mempermudah penyajian guna pemahaman, lebih menarik, pembuatan mudah dengan harga murah. Sedangkan kelemahannya yaitu membutuhkan skill dalam perancangannya, serta penyajian bersifat visual. Media grafis sendiri terdiri dari foto, diagram, bagan/chart, grafik dan poster. (Rivai 2013, . Pembelajaran yang inovatif dengan mengunakan meedia grafis diharapkan mampu meningkatkan kualitas peserta didik (Suparwoto 2004. Khususnya pada mata pelajaran aqidah akhlak yang merupakan cabang dari pendidikan Agama Islam. Mata pelajaran Aqidah Akhlak dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan pemahaman, dan penghayatan tentang keimanan dan nilai-nilai Akhlak yang merupakan dasar utama dalam pembentukan kepribadian muslim, dengan mengarahkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Tanpa penggunaan media,maka pengajar akan lebih sulit dan akan mempengaruhi hasil belajar serta pemahaman dari siswaAy. (Amri 2013, . Pembelajaran Akidah Akhlak bertujuan untuk membangun karakteristik yang ideal bagi seorang muslim. Artinya memiliki akhlakul karimah, karena itu materinya meliputi pembinaan moral, pekerti, aql, agar menjadi manusia yang bukan hanya cerdas secara intelegtual tetapi juga secara emosional, serta cerdas secara spritual. Sehingga memiliki adversity Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. question yang baik, khususnya ketika di hadapkan pada tantangan atau pilihan hidup maka dapat bertahan atau mengambil keputusan secara tepat dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian, media grafis dapat menarik minat siswa pada materi yang sedang di jabarkan, sebab dapat menampilkan gambaran materi secara konkrit sehingga mudah untuk dimengerti oleh para siswa dan tentunnya ini akan mempengaruhi memory jangka panjangnya dalam menerima informasi, khususnya pada pelajaran akidah akhlak. Nah, tentunya kualitas pembelajaran dari hari ke hari akan semakin baik, sebab tidak bersifat konvesional atau tradisional lagi. Hal ini akan menciptakan pembelajaran yang PAIKEM, sebab berpusat pada siswa. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di MTs Al Manar medan Johor. Rabu 26 Mei 2021 pada pembelajaran Akidah Akhlak di kelas Vi, dengan guru Akidah Akhlak Siti Aisyah,beliau menyatakan bahwa kurikulum yang digunakan disekolah ini sudah menggunakan K13. Tetapi untuk media pembelajaran yang dilakukan menggunakan media grafis dan media cetak berupa buku cetak Lembar Kerja Siswa (LKS) siswa yang dimiliki pula oleh tiap-tiap siswa dikelas. Untuk menguji kemampuan siswa setelah guru menerangkan materi, siswa diberikan soal melalui buku LKS, pembelajaran akan dianggap selesai apabila siswa telah mengerjakan soal yang diberikan guru dan tidak ada lagi siswa yang bertanya tentang materi yang telah dajarkan pada hari itu. Hal ini kemudian berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang memuaskan, khususnya pada pelajaran Akidah Akhlak di kelas Vi MTs AlManar yang hasil belajarnya masih dibawah nilai Kriteria Ketentuan Minimal (KKM) yaitu 75. Dengan demikian, keberhasilan peserta didik dalam mata pelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan media grafis, ternyata memiliki dampak secara langsung terhadap perubahan perilakunya dalam belajar, yag ditunjukka dari meningkatka pemahaman siswa, dapat membedakan nnilainilai kehiduan yang postisf maupun negatif sehingga digunnaka penentua pengambilan keputusan yang tepat serta perilaku-perilaku yang menunjukka akhlak mulia sebagai seorang muslim. Jadi, penggunaan media grafis sangat tepat, apalgi anak-anak diarahkan untuk belajar secara mandiri dalam mmenemukan pengetahua, tentunya tetap di bawah bimbingan guru. Melihat dari latar belakang secara keseluruhan maka peneliti ingin melakukan penelitian untuk mengetahui tentangAuPenggunaan Media Grafis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Vi Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Al-Manar MedanAy. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media grafis dalam pembelajaran Akidah Akhlak, bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan media grafis pada mata pelajaran Akidah serta bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam menggunakan media grafis di MTs AlManar Medan Johor. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu dan pendidikan terutama yang berhubungan dengan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. penggunaan media grafis dalam proses belajar mengajar guna menyampaikan pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas belajar materi di sekolah. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yakni berusaha memberikan data secara sistematis dan cermat tentang fakta-fakta yang aktual. (J 2009, . Penelitian field researce, mengangkat data yang sesuai dengan data di lapangan (Roni 2007, . , dalam menggali informasiinformasi yang berkaitan untuk dengan permasalahan yang sedang di kaji oleh peneliti di MTs. Al Manar Medan Johor. Subjek penelitian ini ialah kepala sekolah dan wakil sekolah, guru dan siswa Madrasah MTs. AlManar Medan Johor. Objek penelitiannya berupa Penggunaan Media Grafis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas Vi Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Al-Manar Medan. Adapun metode pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan doumentasi, setelah data terkumpul, selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis data yang bersifat kualitatif, artinya mengumpulkan dan mencatat data yang telah diperoleh, menyajikanya dalam bentuk uraian, diagram dan tabel dan membuat kesimpulan dari data yang HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan media grafis dalam pembelajaran Akidah Akhlak Penggunaan grafis sebagai media pembalajaran dalam pembelajaran Akidah Akhlak mampu mendukung proses pembelajaran dua arah antar siswa dengan guru. Dimana kegiatan belajar mengajar di MTs Al-Manar Medan johor dapat berjalan dengan lancar karena setiap guru pendidik pada umumnya telah dibekali dengan kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang baik dengan pedoman pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013. Adapun langkah-langkahnya, yaitu . tahap pertama, persiapan dengan membuat RPP, menyiapkan media, dan menyimpan agar siap pakai. tahap kedua, pelaksanaan atau penyajian media dalam pembelajaran dengan cara menyajikan media, menjelaskan tujuan pembelajaran yang disajikan dengan media, menjelaskan media, menjelaskan tugas siswa dalam mengamati atau menerima media pembelajaran, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengomentari isi media, bersama-sama siswa mengulas materi yang tersampaikan dalam media pembelajaran, dan mengklarifikasi atau meluruskan dan menambah pesan yang diterima siswa dari media. tahap terakhir, melakukan evaluasi media dan tindak lanjut dengan melakukan evaluasi hasil belajar dan juga mengevaluasi penyajian media Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. apakah sudah sesuai dengan rencana atau persiapan yang telah dibuat atau belum untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi media dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penutup dengan memberikan tugas kepada siswa dan dikumpulkan pada hari sabtu. Hasil pengamatan respon siswa terhadap penggunaan media grafis dalam pembelajaran akidah akhlak perhatian siswa menjadi terpusat pada pembelajaran sehingga siswa tingkat pemahaman menjadi tinggi, wawancara dengan Rayyan Habila Hidayat siswa kelas Vi, pada 7 Oktober 2021, sebagai AuPenggunaan media membuat saya lebih berminat dan mendengarkan materi yang disampaikan guru, saya lebih mudah memahami materi pelajaran dengan memakai media gambar karena dengan jelas dilihat Dengan demikian, penggunaan media grafis dapat membawa hasil dengan adanya perubahan pada diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, perubahan itu ditunjukkan dengan adanya keinginan dan minat baru, motivasi dan rangsangan dalam mengikuti kegiatan proses belajar mengajar secara aktif dan pemahaman siswa menjadi meningkat. Karena disajikan melalui gambar, poster, atensi siswa juga berfokus pada pembelajaran, dengan durasi waktu 30 menit penggunaan media grafis sangat efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar masa pandemi covid-19 ini. Di dalam menentukan media seorang guru harus mempunyai media yang sangat menarik, agar seorang anak lebih semangat dan bertambah keingintahuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh gurunya dan tertarik untuk terus mempelajarinya. Ini sesuai dengan konsep metode Proses Belajar Mengajar yang menganjurkan seorang anak untuk berfikir aktif. Hasil belajar siswa dengan menggunakan media grafis pada mata pelajaran Akidah Akhlak Hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak mengalami peningkatan dengan menggunakan media grafis, hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru pengampu mata pelajaran serta pernyataan bapak Drs. Nasiruddin. Pd. I selaku kepala sekolah MTs Al-Manar Medan Johor yang menyatakan bahwa nilai-nilai pada tugas harian dan nilai ujian siswa kelas Vi untuk mata pelajaran akidah akhlak rata-rata lulus kriteria ketuntasan minimum (KKM). Sejalan dengan pernyataan bapak Drs. Nasiruddin. Pd. selaku kepala sekolah MTs Al-Manar Medan Johor pada Kamis. Oktober 2021: AuSebenarnya ada dua bagian utama dalam penilaian keberhasilan belajar siswa yang pertama, dinilai dari nilai akademik di sekolah sedangkan yang kedua, pada perilaku keseharian siswa itu sendiri baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Ay Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Nilai akademik siswa Vi MTs Al-Manar Tahun Pembelajaran 2021/2022 dengan menggunakan media grafis berupa slide power point dan menggunakan poster dapat dilihat dalam tabel 1. Tabel 1. Daftar Nilai Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Nama Nilai UTS Keterangan Abdul Tino Fadillah Aida An NafaAou Ananda Bahaqi Apit Prataama Apil Lia Badra Rizki Ananda Harahap Beby Nafsah Ghaizani Mazaya Bunga Syifa Aquinsha Den Paati Ari Dini Syahptri Dwi Sardi Padang Ezqil Kurniansyah Fadhilah Zhafitri Kayla Azzahra Putri Keisyaa Hanifa Aulia Khairul Fikri Rafli Andika Parinduri Ilham Pratama Muhammad Raditiya Putra Muammad Said Abdullah Mutia Az-Zahra Br Tahihoran Nurul Balqis Rayyan Habila Hidayat Sarah Sasmita Sasikirana Satria Pratama Vidia Irawan Zahy Ammar Arif Jumlah Rata-rata 82,62 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Pada tabel di atas, diketahui hasil belajar siswa sangat baik dan memuaskan, dengan persentase siswa yang tuntas yaitu 97% dan dengan nilai rata-rata kelas yaitu 82. 62 nilai yang sangat bagus dan melampaui KKM. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar dengan menggunakan media grafis memiliki dampak positif dalam meningkatkan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. hasil belajar siswa kelas Vi di MTs AlManar Medan Johor. Hal ini dapat dilihat dari nilai harian ulangan siswa terhadap materi yang disampaikan Faktor Pendukung dan Penghambat dalam menggunakan media grafis di MTs AlManar Medan Johor. Dalam memanfaatkan media pembelajaran oleh guru terdapat faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan media grafis. Adapun faktor pendukung meliputi: . kompetensi guru, yang dalam penggunaan media pembelajaran yang inovatif dibutuhkan kompetensi atau kemampuan guru dalam memanfaatkan media dan terbukti terbilang cukup baik. Peserta didik, yaitu atensi peserta didik sangat dibutuhkan untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran, pendidik diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih bermakna, memfasilitasi proses interaksi antar peserta didik dengan pendidik, sesama peserta didik, dan peserta didik dengan ahli bidang ilmu yang relevan dimana saja, serta memperkaya pengalaman belajar siswa. Adapun faktor penghambatnya yaitu: Pertama: sarana prasarana yang kurang memadai artinya keterbatasan sarana dan prasararana sekolah khususnya media yang menjadi alat bantu dalam pembelajaran (OHP, computer, dl. yang masih minim adaya. Sehingga ini menjadi fakto penghambat guru dalam menyampaikan materi pelajaran yang lebih manarik, apalagi mata pelajaran akidah akhlak sangat menuntut mediamedia pembelajaran yang demikian. Padahal media grafis sangat tepat untuk digunakan dalamm menyampaikan pesan-pesan pada materi pembelajaran karean lebih konkrit. Dalam menampilkan gambar dapat divariasikan sesuai keinginan guru dan permintaan peserta didik. Biasanya , ukuran gambar yang 100x80cmA dengan menggunakan kertas A3, sedangkan ukuran ukuran kelas /- seluas 700x1000cmA. ukuran ini hakikatnya tidak sesuai dengan jarak pandang peserta didik dalam penyajianya saat pembelajaran. Kedua: tidak ada anggaran dari sekolah maupun dari komite media yang disediakan oleh sekolah tetap di anggaran dari dana Bos, oleh karena itu, kebijakan pemanfaatan media pembelajaran kepala sekolah memberikan wewenang penuh kepada semua guru untuk menjaga dan merawat media yang ada ketika memakai media tidak ada kerusakan. Kebijakan yang diberikan dalam memanfaatkan media pembelajaran oleh kepala sekolah memberikan wewenang. PENUTUP Dari hasil analisa yang telah peneliti paparkan, maka peneliti menyimpulkan bahwa: . Siswa-siswi lebih memahami karena disajikan melalui gambar, poster, sehingga media grafis sangat efektif dan efisien Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. dalam kegiatan belajar mengajar . Nilai akademik siswa Vi MTs a-Manar menggunakan media grafis, nilai rata-rata kelas yaitu 82. 62 melampaui KKM. Faktor pendukung dalam penggunaan media grafis adalah . kompetensi professional guru, . atensi peserta didik dalam menerima mari pelajaan. Sedangkan faktor pnghambatnya adalah minimnya sarana prasaran sekolah dan alokasi waktu pembelajaran. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu dan pendidikan terutama yang berhubungan dengan penggunaan media grafis dalam proses belajar mengajar guna menyampaikan pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas belajar materi di sekolah. Referensi