PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . PENGUATAN KETRAMPILAN MENGAJAR DALAM UPAYA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA SWASTA PGRI KUPANG Hermolinda Lakafing Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: hermolindalakafing@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengamati penguatan keterampilan mengajar guru, memberi penguatan meliputi upaya meningkatkan ketrampilan mengajar guru, di SMA Swasta PGRI Kupang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru sosiologi kelas XII IPS. Informan dalam penelitian ini adalah guru sosiologi dan perwakilan siswa kelas XII IPS. Objek penelitian ini berupa keterampilan memberi penguatan. Setting penelitian mengambil tempat di kelas XII IPS Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan member check dan triangulasi teknik. Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha guru sosiologi dalam upaya meningkatkan ketrampilan mengajar di kelas. Keterampilan memberi penguatan dalam pembelajaran yang mencangkup penguatan verbal dan penguatan non-verbal. Penguatan verbal diterapkan dengan memberikan pujian dengan kata-kata dan kalimat. Penerapan penguatan non-verbal dilakukan gerakan mimik dan gerakan badan. Kata kunci: Penguatan keterampilan. Strategi peningkatan hasil belajar ABSTRACT The goal of this study was to observe the strengthening of teachers' teaching skills, which included skills to improve teachers' teaching skills at SMA PGRI Kupang. This study implemented a qualitative approach with a descriptive design. The participants in this study were sociology teachers and some representatives from XII IPS. Observation, interviews, and documentation studies were used to collect the data. Besides, data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Member checks and triangulation techniques are used in data validity checking techniques. This study showed that skills to reinforce learning including verbal reinforcement and non-verbal reinforcement. Verbal reinforcement is applied by giving praise with words and sentences. The application of nonverbal reinforcement is carried out by facial movements and body movements. Keywords: Strengthening Skills. Strategy Enhancement Results Study PENDAHULUAN Menurut Undang -Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun . Pasal 3. Nomor 20 menjelaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang beradab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Melalui pendidikan, siswa diarahkan untuk dapat mengetahui potensinya dan melakukan sesuatu berdasarkan minat dan bakatnya yang sesuai dengan potensi diri masing-masing. (Maswi et al. Syahrul et al. , 2021. Syahrul. Zahrawati, et al. , 2023. Syahrul. Yusuf, et al. , 2023. Zahrawati et al. , 2. (Balawala & Idris, 2021. Birhan et al. , 2021. Doherty et al. , 2013. Downey et EISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. , 2019. Ferreira & Serpa, 2017. Garcya-Carriyn et al. , 2020. Harley & Natalier, 2013. Klaran, 2023. Nnebedum, 2019. Raden & Nurdin, 2021. Simanjuntak & Lien, 2021. Tomlinson et al. , 2. Sejalan dengan pendapat di atas. Oemar Hamalik . , menjelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk dapat berfungsi dalam kehidupan masyarakat. Pengajaran bertugas mengarahkan proses ini agar sasaran dari perubahan dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan. Guru . enaga pendidi. merupakan faktor yang memegang peranan terpenting di dalam melaksanakan proses belajar mengajar, merancang, mengatur dan mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu berlangsung. Dalam fungsi sebagai pendidik, guru bertanggung jawab dalam memberikan arahan, bantuan dan berbagai fasilitas bagi berkembangnya siswa secara utuh dalam setiap proses pembelajarannya. Tugas guru harus selalu berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran secara sistematis dan terkendali. Sukses tidaknya suatu pembelajaran mencapai target dan tujuan pendidikan banyak ditentukan oleh kualitas guru. Dan untuk mengukur kualitas guru setidaknya dapat ditinjau dari dua aspek yaitu aspek proses dan aspek hasil. Undang-undang Tahun ( 2. Nomor 14 Pasal 1, tentang guru dan dosen yang mengatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal pendidikan dasar, dan pendidikan Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang pada akhirnya berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Guru berperan sebagai pengelola pembelajaran, bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan pembelajaran yang efektif, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuantujuan pendidikan yang harus mereka capai. Kompetensi yang harus dimiliki setiap calon guru yaitu kemampuan melaksanakan program pengajaran. Keterampilan dasar mengajar guru diperlukan agar dapat melaksanakan perannya dalam pengelolaan proses pembelajaran. Keterampilan dasar mengajar merupakan syarat mutlak agar guru bisa mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun . , tentang guru, bahwa AuKompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalanAy. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Guru sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran di setiap jenjang sekolah, dan dituntut untuk lebih kreatif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar yang bertugas menciptakan situasi dan kondisi yang lebih efektif dan efisien, serta merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis, sehingga dapat terampil dalam proses belajar mengajar. Menurut pendapat Asep Jihad dan Abdul Haris, . , pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh siswa dan mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Dalam proses pembelajaran, baik guru maupun siswa bersama-sama menjadi pelaku terlaksananya tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai hasil yang maksimal apabila pembelajaran berjalan secara efektif. Untuk itu guru diharapkan memiliki dan dapat menguasai keterampilan mengajar khususnya pada pemberian penguatan kepada siswa. Penguatan dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal, penguatan secara verbal berupa kata-kata dan kalimat pujian seperti bagus, tepat. Sedangkan secara nonverbal dapat dilakukan dengan, gerakan mendekati peserta didik, sentuhan, acungan jempol dan kegiatan menyenangkan lainnya. Mulyasa, . Dalam proses pembelajaran guru dan siswa menjadi pelaku terlaksananya tujuan Guru dituntut memiliki dasar - dasar keterampilan mengajar untuk dan mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Salah satu cara menciptakan suasana yang menyenangkan tersebut adalah dengan memberikan penguatan atau reinforcement terhadap peserta didik. Menurut pendapat Barnawi dan Mohammad Arifin . penguatan adalah respon positif dalam pembelajaran yang diberikan guru terhadap perilaku peserta didik dengan tujuan mempertahankan dan meningkatkan perilaku tersebut. Keterampilan memberi penguatan mempunyai dua jenis penguatan yaitu penguatan verbal dan non verbal, penguatan verbal dinyatakan melalui kata-kata dan melalui kalimat. Sedangkan penguatan non verbal dapat diungkapkan dengan berbagai cara seperti gerak isyarat, pendekatan, sentuhan, melalui kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda, serta penguatan tidak penuh dan penuh. Sedangkan menurut Menurut pendapat Hamid Darmadi,( 2. , penguatan adalah respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali perilaku tersebut. Pendapat senada juga disampaikan oleh J. Hasibuan dan Sulthoni, . mengemukakan bahwa penguatan merupakan tingkah laku guru dalam merespon secara positif suatu tingkah laku tertentu siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebut muncul Penghargaan mempunyai pengaruh positif bagi peserta didik, yakni mendorong peserta didik memperbaiki tingkah laku serta meningkatkan kegiatannya atau usahanya. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Berdasarkan hasil observasi masih banyak yang di temukan guru disekolah SMA Swasta PGRI Kupang hanya menggunakan beberapa keterampilan mengajar saja dalam proses belajar Keterampilan mengajar, seperti: keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran. Terutama sebagian guru dalam proses belajar mengajar keterampilan mengajarnya tidak dikembangkan seperti keterampilan menjelaskan, mengelola kelas, dan mengadakan variasi. Tentu hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran guru akan pentingnya keterampilan mengajar yang digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. METODE PENILITIAN Jenis Penilitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena menyajikan data dalam bentuk kata-kata. Jenis penelitian yang digunakan oleh penelitian adalah peneliti kualitatif ingin mengetahui dan memberikan gambaran secara apa adanya gambaran penguatan keterampilan mengajar guru dalam upaya pembelajaran berdasarkan hasil observasi, wawancara dan studi Menurut Sugiyono, . Penelitian kualitatif adalah suatu metode penelitian yang berlandaskan filsafat positifisme naturalisme, digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan informasi dengan teknik penentuan informasi secara purposive. Dengan penelitian dengan pendekatan kualitatif ini penelitian mengambil yang didapat dari hasil pengamatan, wawancara, dokumentasi, analisis, catatan lapangan disusun penilitian di lokasi penilitian tidak dalam bentuk angkaangka. Tempat penelitian ini dilakukan di SMA Swasta PGRI Kupang. Penelitian mengambil lokasi di SMA Swasta PGRI Kupang ini untuk mengetahui penguataan ketrampilan mengaja guru dalam upaya pembelajaran sosiologi. Subjek Penelitian. Subjek penelitian merupakan sumber data yang meberikan informasi dalam penelitian kualitatif bisa berupa orang, kegiatan dan atau ,dokumentasi. Yang menjadi subjek penelitian adalah guru mata pelajaran sosiologi dan salah satu siswa di SMA Swasta PGRI Kupang , yang pemberian keterangan mengenai informasi-informasi atau data-data yang menjadi sasaran Teknik Pengumpulan Data Menurut pendapat Sugiyono . mengemukakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data dilakukan dalam berbagai setting. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. sumber, dan berbagai cara. Menurut pendapat Sugiyono, . Pengemukakan macammacam teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif, diantaranya: Observasi, wawancara. Observasi: Menurut pendapat Nana Syaodih Sukmadinata, . Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Peneliti akan melakukan pengamatan tehadap penerapan keterampilan memberi penguatan dalam pembelajaran di kelas x Sma Swasta PGRI Kupang menggunakan alat bantu pedoman observasi. Observasi yang digunakan oleh peneliti adalah observasi non partisipatif. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan 2. pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu Moleong, . Jenis wawancara dalam penilitian ini wawancara secara struktur yakni wawancara yang memperhatikan unsur 5 W 1 H. Dengan demikian maka wawancara pada kepalah sekolah dan guru SMA Swasta PGRI Kupang . Wawancara semi struktural adalah proses wawancara yang menggunakan paduan wawancara yang berasal dari pengembangan topik dan penggunaanya lebi fleksibel dari pada wawancara sebelum melakukan proses wawancara , penilitian dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut. Analisis Data Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dilakukan untuk penelitian deskriptif adalah penelitian yang didasarkan data deskriptif dari, status, keadaan, sikap, hubungan, atau sistem pemikiran suatu masalah yang menjadi objek penelitian. Setelah mendapatkan data-data yang diperoleh dalam penelitian ini maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengolah data yang terkumpul dengan menganalisis data, mendeskripsikan data, serta mengambil kesimpulan. Untuk menganalisis data ini menggunakan teknik analisis data kualitatif, karena data-data yang diperoleh merupakan kumpulan keterangan-keterangan. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu, pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari Apabila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu sehingga datanya tidak jenuh. Aktivitas dalam menganalisis data kualitatif antra lain: Reduksi Data . eduction dat. Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemisahan, perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. tertulis atau data yang diperoleh dari lapangan. Akan dituangkan dalam bentuk uraian yang lengkap dan terperinci. Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya akan cukup banyak, sehingga perlu dicatat secara teliti dan terperinci. Mereduksi data samadengan merangkum, memilih hal-hal pokok memfokuskan pada halhal yang penting serta dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian dituangkan dalam uraian laporan lengkap dan terperinci. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal pokok , difokuskan pada hal-hal penting kemudian dicari tema atau polanya. Penyajian Data . ata displa. Penyajian data dilakukan dengan tujuan untuk mepermudah peneliti dalam melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian. Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil wanwancara yang dituangkan dalam bentuk uraian dengan teks naraif, dan didukung oleh dokumen-dokumen, serta foto-foto, maupun gambar sejenisnya untuk diadakannya suatu kesimpulan. Penarikan Kesimpulan (Conculting Drawin. Penarikan kesimpulan yaitu melakukan verifikasi secara terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung, yaitu selama proses pengumpulan data. Peneliti berusaha menganalisis dan mencari pola, tema, hubungan persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagiannya yang dituangkan kedalam kesimpulan yang tentatif. Dalam penelitian ini, penarikan kesimpulan dilakukan dengan pengambilan intisari dari rangkaian kategori hasil penelitian berdasarkan observasi. HASIL PENILITIAN DAN PEMBAHASAN Untuk meningkatkan ketrampilan mengajar guru di kelas. Dari hasil penilitian dapat di ketahui bahwa peran guru sosiologi dalam meningkatkan ketrampilan mengajar guru di SMA Swasta PGRI Kupang suda membaik hal ini di liat dari upya meningkatkan ketrampilan pembelajaran dikelas tersebut. Pada peneliti menekankan pengamatan pada dua sub indikator, yaitu membahas keterampilan memberi penguatan dengan kata kata dan keterampilan memberi penguatan dengan menggunakan kalimat. Berdasarkan hasil observasi selama belajar mengajar pembelajaran dapat disimpulkan bahwa guru menerapkan keterampilan memberi penguatan dengan kata-kata dalam pembelajaran. Guru memberikan pujian pada siswa yang berani maju mengungkapkan pendapatnya dan siswa yang menjawab soal dengan benar. Penguatan atau pujian yang digunakan guru PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. bervariasi dari kata bagus, pintar, hebat, dan lain sebagainya. Berikut kutipan wawancara dengan bapak guru sosiologi kelas XII IPS di SMA Swasta PGRI Kupang atas nama bapak Zeth Boling Pak . awancara,3 Agustus 2. AuAnak-anak yang mendapatkan prestasi yang baik itu saya selalu merikan motofasi,dukungan dan juga dorongan kepada mereka agar mereka selalu semangat untuk mencapai cita-cita mereka. Ay Kutipan wawancara di atas menyatakan bahwa guru mata pelajaran sosiologi menggunakan penguatan dengan kata-kata untuk merespon tingkah laku siswa. Pujian yang sering digunakan guru mata pelajaran sosiologi misalnya hebat, dan bagus. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan perwakilan siswa di kelas XII yaitu. Semua siswa sepakat bahwa guru sosiologi sering memberikan pujian dengan kata-kata. Pernyataan tersebut didukung dengan percakapan peneliti dengan kelima siswa sebagai berikut. Menurut Hamzah . , mengemukakan pengertian penguatan sebagai berikut. Ketrampilan memberikan penguatan merupakan ketrampilan yang arahnya untuk memberikan dorongan, tanggapan, atau hadia bagi siswa agar dalam mengikuti pelajaran merasa di hormati dan diperhatikan. Penghargaan mempunyai pengaruh positif dalam kehidupan manusia sehari-hari, yaitu mendorong seseorang memperbaiki tingka laku serta meningkatkan kegiatannya atau Menurut Mulyasa . , penguatan merupakan respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulagnya kembali perilaku tersebut. Berikut wawancara dengan siswa kelas XII IPS di SMA Swasta PGRI kupang atas nama Margarita Lodo . awancara 5 Agustus 2022 ). AuIa kami perna mendapatkan rengkin disekolah dan ibu ,bapak guru memberikan motifasi dan memberikan semangat belajar kepada kami. Ay Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa guru menerapkan keterampilan memberi penguatan dengan kata-kata dalam pembelajarannya. Pujian berupa kata yang biasa digunakan guru mialnya: tepat, betul, bagus, rapi, good, dan hebat. Selanjutnya pada sub indikator keterampilan memberi penguatan dengan kalimat, berdasarkan hasil observasi selama satu minggu pembelajaran guru sudah tampak menerapkan keterampilan memberi penguatan dengan kalimat untuk merespon tingkah laku siswa saat pembelajaran. Guru memberikan pujian pada siswa yang berani menyampaikan pendapat maupun yang menjawab pertanyaan dari guru dengan benar. Guru memberikan penguatan berupa pujian pada siswa maupun mendoakan siswa dengan sungguh-sungguh dan nada suara yang lembu. Selain dari hasil observasi, peneliti juga mendapatkan data dari hasil wawancara guru Sosiologi dan perwakilan siswa. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Berikut kutipan wawancara dengan guru sosiologi kelas XII IPS di SMA PGRI Kupang bpk Zeth Boling . awancara 6 Agustus 2. AuKalian adalah murid yang teladan, murid yang cerdas maka itu bapak harapkan kepada kalian belajar yang rajin,jangan malas sekolah,dan jagan melawan ibu bapak guru di sekolah. Ay Kutipan wawancara tersebut menegaskan bahwa guru sering memberikan penghargaan dengan kalimat berupa pujian maupun mendoakan anak mejadi sukses. Hasil wawancara dan observasi didukung oleh studi dokumentasi pada saat peneliti melakukan observasi berupa gambar. Guru Sosiologi dan peniliti sedang memberika Penerapan ketrampilan mengajar guru Dalam pembahasan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai hasil penelitian dari penerapan keterampilan memberi penguatan guru dalam pembelajaran yang meliputi usaha guru sosiologi dalam upaya meningkatkan ketrampilan mengajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan informen utama dan kegiatan observasi lapangan tentang penguatan ketranpilan mengajar guru dalam upaya pembelajaran sosiologi di SMA Swasta PGRI kupang dijelaskan sebagai berikut penguatan ketrampilan mengajar guru di kelas X SMA Swasta PGRI kupang ketrampilan diri semakin besar bila guru memiliki visi dan misi yang jelas ,mereka memiliki gambaran mental yang sangat jelas dari kondisi yang diharapkan dan keinginan untuk mencapai juga cukup besar. Hanya dengan penguatan dirilah yang menyebapkan mereka melangka untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penguatan ketrampilan diciptakan kesuksesan pada diri sendiri agar diri menjadi semakin kuat, maka ketahuilah apa yang harusnya diinginkan kemudian seorang bisa meningkatkan energy dari keinginan tersebut untuk diwujudkan menjadi kenyataan bukan hanya angan- angan saja. Karena penguatan sangat eratnya dengan kaitan dengan keinginan seseoran maka ada kalahnya mencapainya sering kegagalan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penilitian dilapangan guru memberikan penguatan ketrampilan di kelas. berusaha lebi keraslagi dalam membuat suasana kelas agar lebi hidup ,interasksi siswa didalam kelas pada saat pembelajara berlangsung juga kuran hidup. Guru menggunakan variasi dalam memberikan pujian dengan sungguh-sunguh dan relevan sesuai konteksnya agar siswa tidak merasa jenuh. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip saat memberikan Menurut Barnawi dan Mohammad Arifin . bahwa dalam pemberian penguatan yang penting harus sesuai dengan tindakan yang dilakukan oleh siswa tersebut, pemberian penguatan yang berlebihan akan berakibat fatal. Untuk itu guru harus memperhatikan prinsipprinsip dalam pemberian penguatan. Selama delapan kali pertemuan guru selalu membuat PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. variasi dalam memberikan penguatan dengan cara menggabungkan beberapa jenis penguatan untuk diberikan pada siswa maupun sekelompok siswa. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa guru sosiologi XII sudah menerapkan keterampilan memberi penguatan dengan baik, serta menerapkan cara penggunaan kepada pribadi tertentu, penguatan dilakukan dengan segera dan bervariasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa guru sosiologi sudah berupaya menerapkan keterampilan memberi penguatan di sekolah SMA Swasta PGRI Kupang dengan baik. Penghargaan diberikan sebagai respon guru terhadap hasil perilaku siswa siswa, seperti siswa memperoleh nilai tertinggi di kelas, siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat, siswa berani maju ke depan kelas. Penerapan komponen keterampilan memberi penguatan guru dalam pembelajaran di kelas XII IPS di SMA Swasta PGRI Kupang terdiri dari penguatan verbal dan nonverbal penguatan verbal dilakukan dengan memberikan pengharhgaan atau pujian kepada tingkah laku siswa dengan kata-kata maupun kalimat pujian dengan memperhatikan pada prinsip pemberian penguatan. DAFTAR PUSTAKA