JURNAL PENDIDIKAN KARAKTER Volume 15 Nomor 2 Tahun 2024 p-ISSN: 2089-5003 Halaman. e-ISSN: 2527-7014 DOI. 21831/jpka. Submitted: 07-06-2024 | Revised: 11-07-2023 | Accepted: 27-08-2024 | Published : 30-11-2024 Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T (Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihar. Di SD Daarut Tauhiid Lilim Halimah Universitas Pendidkan Indonesia. Indonesia lilimhalim@upi. edu | Jl. Setiabudi No. Isola. Sukasari. Bandung. Jawa Barat *Corresponding Author Abstrak: Ketidakdisiplinan siswa SD terlihat bahwa masih terdapat siswa yang tidak menaati tata tertib dan tidak peka terhadap kebersihan lingkungan. BR3T merupakan salah satu program yang dapat menumbuhkan kedisiplinan siswa. Dengan itu, penelitian ini ingin mengungkap bagaimana upaya guru dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa melalui program BR3T. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru, siswa, dan orangtua dengan total subjek wawancara 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BR3T merupakan budaya khas yang sudah melekat pada setiap warga sekolah di SD Daarut Tauhiid, sehingga dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran, guru selalu membiasakan setiap siswa untuk melaksanakan BR3T. Upaya yang dilakukan guru dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa diantaranya menyiapkan dokumen, membuat aturan, memberi motivasi atau teladan, memberi reward dan punishment, serta melaksanakan evaluasi bersama siswa maupun bersama guru lainnya. Beberapa upaya yang dilakukan guru tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan karakter disiplin siswa, dimana tergambar bahwa siswa telah disiplin dalam tempat, waktu, dan aturan Kata Kunci: Profil Karakter Disiplin. Upaya Guru. Program BR3T Abstract: The indiscipline of elementary school students can be seen that there are still students who do not obey the rules and are not sensitive to environmental cleanliness. BR3T is one of the programs that can foster student discipline. With that, this study wants to reveal how teachers' efforts in fostering student discipline through the BR3T program. This research is qualitative with a case study design. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. The subjects in this study are teachers, students, and parents with a total of 25 interview subjects. The results of the study show that BR3T is a distinctive culture that has been attached to every school resident at SD Daarut Tauhiid, so that from the beginning of learning to the end of learning, teachers always familiarize each student to carry out BR3T. Efforts made by teachers in fostering the character of student discipline include preparing documents, making rules, motivating or setting an example, giving rewards and punishments, and carrying out evaluations with students and with other teachers. Some of the efforts made by the teacher have a positive impact on the growth of students' discipline character, where it is illustrated that students have been disciplined in place, time, and rules Keywords: Disciplinary Character Profile. Teacher Efforts. BR3T Program Pendahuluan Karakter merupakan seperangkat nilai yang melekat atau tertanam dalam jiwa seseorang, serta menjadi landasan dan pedoman pemikiran, sikap, dan tindakannya. Dengan begitu, setiap manusia, sejatinya memiliki karakter masing-masing yang dapat berpengaruh terhadap cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak (Ali. , 2. Dengan adanya karakter yang tumbuh dalam setiap diri individu, maka mereka akan memiliki ciri khas yang dapat membedakan diri mereka dengan diri orang lain di sekitarnya, serta tiap individu akan merasakan manfaat tersendiri dari karakter dimilikinya dalam kehidupannya yang telah teratur sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu karakter yang melekat pada pribadi manusia yaitu disiplin. Disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang harus dipupuk. Disiplin adalah sikap moral yang tercipta melalui serangkaian perilaku berdasarkan aturan yang telah ditetapkan dan menunjukkan nilai-nilai ketaatan, keteraturan, dan ketertiban. Disiplin juga diartikan sebagai sikap dan perilaku di mana seorang individu selalu mengikuti aturan-aturan yang ada dalam masyarakat di mana orang tersebut tinggal dan tindakan tersebut dilakukan atas dasar kesadaran yang muncul dari dalam diri. Disiplin Jurnal Pendidikan Karakter by Institute of Research and Community Service (LPPM - UNY) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Lilim Halimah berfungsi sebagai alat pendidikan yang dapat mempengaruhi, mengembangkan, dan membentuk perilaku seorang individu agar sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditetapkan (Musbikin. , 2. Memiliki kepribadian yang disiplin sangat penting agar seseorang dapat mengembangkan sifat-sifat positif lainnya. Penguatan karakter di lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan lingkungan masyarakat perlu diupayakan agar mencegah terjadinya kemerosotan moral. Penguatan karakter pada siswa Sekolah Dasar menjadi tanggung jawab dari seorang guru. Guru adalah salah satu orang yang memiliki peran dalam berinteraksi langsung dengan siswa khususnya dalam lingkup pendidikan (Subakri. , 2. Guru adalah orang yang menjalankan profesi mengajar, dan memiliki tugas untuk membimbing dan mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Guru juga dapat berperan sebagai mentor atau teladan bagi siswa dan memfasilitasi siswa dalam membentuk karakter dan sikapnya. Usia Sekolah Dasar . -12 tahu. merupakan masa yang penting dalam menumbuhkan pendidikan karakter, anak pada usia ini sedang mengalami perkembangan perkembangan fisik dan motorik, termasuk pesatnya pertumbuhan kepribadian, watak emosi, watak intelektual, bahasa, budi pekerti, dan budi pekerti (Hulu. , 2. Sejalan dengan hal tersebut, maka masa usia Sekolah Dasar menjadi masa yang cocok untuk seorang guru atau orang dewasa dalam menanamkan atau menumbuhkan karakter disiplin bagi siswa, dengan harapan karakter tersebut akan tertanam dan melekat pada diri siswa. Di sisi lain, faktanya masih terdapat siswa yang melakukan tindakan-tindakan yang melangar aturan dan tidak menecerminkan karakter disiplin. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti pada saat pra penelitian, terlihat bahwa siswa masih melakukan kegiatan yang menggambarkan kedisiplinan itu hanya sebatas karena diberi arahan oleh guru saja, belum ada kesadaran dari diri sendiri, terutama dalam kedisiplinan tempat. Kemudian, pada kasus lain, pada saat kegiatan P3K di salah satu SD di kota Bandung dapat dilihat bahwa kedisiplinan siswa disana masih kurang. Terlihat bahwa masih terdapat beberapa siswa yang terlambat datang ke sekolah, terlambat mengumpulkan tugas, tidak mengikuti sholat dhuha berjamaAoah, membuang sampah sembarangan, dan tidak mengikuti piket. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi diantaranya karena adanya faktor internal, yaitu kurangnya kepekaan, seperti anak masih harus diberi perintah terlebih dahulu baru taat terhadap aturan atau kurang peka terhadap diri sendiri dan lingkungan, serta faktor eksternal, baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan Pernyataan tersebut sejalan dengan (Yuvi, 2. dalam B. Ed Second Year Notes English Medium yang mengemukakan bahwa secara umum, contoh dari permasalahan disiplin di sekolah diantaranya: berperilaku kasar, tidak dapat diatur, bersikap gaduh, tidak mengerjakan tugas, selalu membeda-bedakan teman, tidak dapat menata barang dengan rapi, merusak atau tidak menjaga lingkungan, dan berbicara kasar. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan pembahasan mengenai upaya guru dalam menumbuhkan karakter disiplin pada siswa yang penting untuk diteliti, seberapa penting karakter disiplin itu diterapkan, dan apa sajakah yang bisa guru terapkan agar para siswa memiliki karakter disiplin yang kuat. Salah satu Sekolah Dasar yang telah menerapkan satu program yang dapat menumbuhan karakter disiplin yaitu SD Daarut Tauhiid yang berlokasi di Bandung. Program yang diterapkan di SD tersebut adalah program BR3T yang merupakan singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. Dengan adanya karakter disiplin yang melekat pada diri siswa diharapkan mereka dapat menjadi pribadi yang taat dan tertib dalam melaksanakan kegiatan khsususnya di lingkungan sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi warga sekolah utamanya guru terkait program yang bisa diterapkan kepada siswa terkait dengan karakter disiplin waktu, disiplin tempat, dan disiplin aturan. Berdasarkan uraian di atas, peneliti mengusung judul AyUpaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T (Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihar. di SD Daarut TauhiidAy Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Menurut Sugiyono . 8, hlm. mengemukakan bahwa penelitian kualitatif merupakan suatu pendekatan untuk mempelajari keadaan yang memiliki sifat natural atau alami. Peneliti merupakan instrumen utama dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi . ombinasi observasi, wawancara, dan dokumentas. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi dan atau pengalaman natural dan alami mengenai gambaran, fenomena, dan fakta di lapangan terkait dengan implementasi program BR3T, upaya 126 https://journal. id/index. php/jpka/ Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T guru dalam menumbuhkan karakter disiplin dalam program BR3T, serta karakter disiplin siswa yang tercermin dalam pelaksanaan program BR3T, dimana tempat keberlangsungan program tersebut yaitu di SD Daarut Tauhiid Bandung. Penelitian studi kasus adalah metode atau pendekatan penelitian yang berfokus pada sebuah kasus tertentu, dimana yang menjadi pusat perhatian yaitu objek yang akan dikaji secara menyeluruh untuk menemukan alasan di balik fenomena tertentu (Bado. , 2022, hlm. Penelitian ini termasuk ke dalam metode studi kasus karena tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi khusus secara menyeluruh mengenai bagaimana upaya guru dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa serta mendeskripsikan bagaimana kedisiplinan siswa yang tampak melalui program BR3T yang dilaksanakan di SD Daarut Tauhiid. Penelitian ini berlokasi di SD Daarut Tauhiid Bandung dan subjek pada penelitian ini berjumlah 25 orang, diantaranya: 10 orang siswa, 5 orang guru, dan 10 orang wali siswa ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil dan Pembahasan Makna BR3T Menurut Siswa BR3T merupakan singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. Dalam BR3T ini siswa dibiasakan untuk disiplin dalam hal kebersihan dan ketertiban, mulai dari hal-hal yang kecil. Dengan disiplin dari hal-hal yang kecil, maka akan membuat mental siswa terbangun untuk hidup disiplin dalam urusan lainnya. Maka dari itu, peneliti ingin melihat terlebih dahulu bagaimana pemahaman BR3T menurut siswa kelas 1 s. Berikut makna BR3T menurut siswa dari tiap jenjang kelas di SD Daarut Tauhiid: Siswa Kelas 1 Nama Makna Menurut Siswa KHU (Siswa Laki-lak. BR3T adalah bersih-bersih. (WL1. BR3T yaitu Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WL1. BR3T yaitu Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WP1. AHR (Siswa Perempua. Siswa Kelas 2 Nama RAB (Siswa Laki-lak. SKA (Siswa Perempua. Makna Menurut Siswa BR3T yaitu Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WL2. BR3T yaitu Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WP2. Siswa Kelas 3 Nama IYM (Siswa Laki-lak. ASL (Siswa Perempua. Makna Menurut Siswa BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WL3. Bersih artinya piket dan membersihkan kelas. (WL3. Rapi artinya selalu merapikan kembali barang yang telah digunakan. (WL3. Tertib artinya ketika belajar maka harus tertib. (WL3. Teratur artinya kondisi kelas selalu terlihat teratur. (WL3. Terpelihara artinya tidak merusak fasilitas. (WL3. BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WP3. Bersih artinya tidak ada debu. (WP3. Rapi artinya setiap barang disusun dengan rapi. (WP3. Tertib artinya setiap barang disusun dengan tertib. (WP3. Teratur artinya segala sesuatu diatur sesuai dengan tempatnya. (WP3. Terpelihara artinya setiap benda dirawat agar tidak rusak. (WP3. Siswa Kelas 4 Nama ARZ (Siswa Laki-lak. Makna Menurut Siswa BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WL4. https://journal. id/index. php/jpka/127 Lilim Halimah RFI (Siswa Perempua. Bersih artinya tidak kotor dan tidak banyak sampah. (WL4. Rapi artinya tidak berantakan. (WL4. Tertib artinya taat saat waktu sholat dan saat BR3T. (WL4. Teratur artinya ketika belajar harus menurut pada aturan. (WL4. Terpelihara artinya menjalani aktivitas yang berkaitan dengan (WL4. BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WP4. Siswa Kelas 5 Nama FRW (Siswa Laki-lak. SIN (Siswa Perempua. Makna Menurut Siswa BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WL5. Bersih artinya ketika suatu tempat terlihat bersih, maka akan terasa nyaman untuk ditempati. (WL5. Rapi artinya tempat yang nyaman untuk ditempati. (WL5. Tertib artinya mudah untuk diatur. (WL5. Teratur artinya tidak berantakan, baik dalam hal barang ataupun shaf dalam shalat. (WL5. Terpelihara artinya menjaga kebersihan. (WL5. BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. (WP5. Bersih artinya tidak kotor dan terhindar dari najis. (WP5. Rapi artinya tidak berantakan. (WP5. Tertib artinya disiplin. (WP5. Teratur artinya setiap barang tersusun dengan rapi. (WP5. Terpelihara artinya menjaga dan memelihara suatu barang agar tidak rusak. (WP5. Dapat diketahui bahwa kelas 1 dan kelas 2 berada pada perkembangan moral tingkat 1 prakonvensional tahap 1 . rientasi hukuman dan kepatuha. , dimana pemahaman siswa yang terbatas belum sepenuhnya memahami makna sebab akibat dari melaksanakan BR3T, mereka masih sebatas melakukan disiplin karena adanya penghargaan dan hukuman. Sedangkan untuk kelas 3 s. kelas 5, mereka cenderung telah masuk pada tingkat 2 konvensiaonal, dimana siswa menunjukkan perilaku disiplin karena telah sadar akan sebab akibat, kemudian agar mendapat kepercayaan dari orang dewasa disekitarnya, juga telah sadar akan dampak baik dari dirinya jika telah disiplin. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan Asrori . alam Ibda, 2. bahwa pada perkembangan moral tingkat 1 prakonvensional tahap 1 . rientasi hukuman dan kepatuha. , siswa bersikap seolah-olah hanya untuk menghindari hukuman, kemudian pada tingkat 2 konvensiaonal, siswa cenderung mengikuti aturan atas kepekaan dari diri sendiri, namun tetap yang utama atas dasar pengaruh lingkungan, seperti guru dan orangtua. Di samping adanya para siswa melaksanakan kegiatan BR3T atas dasar adanya kepekaan pada dirinya, ternyata ada faktor eksternal yang mendorong para siswa untuk membiasakan melaksanakan BR3T, yaitu dari tokoh pimpinan yayasan Daarut Tauhiid, guru kelas, dan orangtua. Tokoh pimpinan dari Daarut Tauhiid menghimbau langsung kepada guru bahwasannya BR3T wajib dibiasakan untuk dilaksanakan oleh siswa di sekolah. Maka dari itu, guru melakukan segala upaya agar siswa terbiasa melaksanakan BR3T. Selain itu, orangtuapun berperan dalam kedisiplinan siswa pada penerapan BR3T ketika siswa sedang berada di luar lingkungan sekolah. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Anwaroti & Humaisi, 2. bahwa karakter disiplin akan terbentuk salah satunya karena faktor eksternal yang berasal dari luar diri seseorang, meliputi faktor teladan atau role model, nasehat, lingkungan dimana ia berada, serta faktor pengaruh dari anggota dalam suatu kelompok. Perilaku Disiplin Siswa (Disiplin Waktu. Disiplin Tempat. Disiplin Atura. Pada Program BR3T Disiplin Waktu 128 https://journal. id/index. php/jpka/ Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T Berdasarkan hasil observasi, dapat dilihat bahwa seluruh siswa wajib untuk tiba di sekolah tepat waktu, yaitu pukul 07. 00 WIB. Kegiatan dalam BR3T yang menunjukkan siswa dapat disiplin dalam waktu, yaitu ketika siswa tiba di sekolah tepat waktu, siswa melaksanakan BR3T 30 menit sebelum pembelajaran dimulai. Dapat diketahui bahwa bagi siswa yang tiba tepat waktu di sekolah, ia dapat mengikuti kegiatan BR3T selama 30 menit sebelum pembelajaran dilaksanakan. Berikut gambar disaat siswa sedang melakukan BR3T sebelum memulai pembelajaran: Gambar 1 BR3T Sebelum Memulai Pembelajaran (Disiplin Wakt. Guru dan siswa saling bekerja sama dalam membersihkan ruangan kelas maupun halaman sekolah, serta merapikan barang di kelas maupun di luar kelas, dengan begitu siswa pun dapat mencontoh perilaku positif dari guru dalam disiplin waktu sekaligus memelihara lingkungan. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Rahman dkk. , 2024, hlm. bahwa keteladanan merupakan salah satu unsur penting yang dapat ditunjukkan oleh guru dalam memperkuat pengembangan karakter siswa, sehingga pemberian contoh kepada siswa akan membantu siswa dalam melakukan pembiasaan disiplin sesuai dengan peraturan yang ada. Bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan BR3T tersebut akan diberikan teguran atau sanksi oleh guru masing-masing kelas. Untuk kelas rendah, guru hanya memberi peringatan dan teguran Sedangkan untuk di kelas tinggi, selain diberi nasihat dan terguran, mereka diberi tugas tambahan seperti: siswa yang tidak mengikuti kegiatan BR3T 30 menit sebelum pembelajaran dimulai wajib mengikuti piket kelas di hari yang bukan jadwal dirinya. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Sekarrini dkk. , 2022, hlm. bahwa setiap peraturan yang telah dibuat oleh sekolah harus dipatuhi oleh warga yang berada di lingkungan sekolah tersebut khususnya siswa, serta sekolah akan memberi sanksi jika salah satu dari siswa tersebut melanggar peraturan dengan memberi sanksi, seperti melakukan operasi semut dan memberi tugas tambahan guna mengevaluasi kepatuhan mereka terhadap aturan. Selain dari kegiatan BR3T, terdapat kegiatan lain yang dapat menumbuhkan disiplin waktu siswa, diantaranya makan siang bersama dan sholat berjamaAoah. Seluruh siswa kelas 1 s. wajib mengikuti makan siang bersama pukul 11. 00 siang sampai sebelum adzan berkumandang, terkecuali untuk siswa yang sedang berpuasa. Dengan adanya makan siang yang telah ditentukan waktunya, siswa dilatih disiplin dalam waktu untuk dapat mengikuti makan siang di waktu yang telah ditentukan. Jika siswa tidak mengikuti makan siang di waktu yang telah ditentukan, maka ia tidak mempunyai waktu lain lagi untuk makan siang dan akan merasakan lapar. Dikarenakan, setelah jam makan siang selesai, siswa harus mencuci piringnya masing-masing dan membersihkan kelas dan selasar, agar ketika guru dan siswa akan melanjutkan pembelajran, kondisi kelas sudah bersih dan rapi. Kemudian, setelah makan siang seluruh siswa akan melaksanakan sholat dzhuhur berjamaAoah, sehingga tidak ada waktu lagi siswa untuk makan siang. Selanjutnya untuk kelas 1 dan 2 wajib mengikuti sholat sunnah duha dan sholat dzuhur berjamaAoah. Kemudian, untuk kelas 3, 4, dan 5, diwajibkan mengikuti sholat sunnah duha, sholat dzuhur, dan sholat asar berjamaAoah. Seluruh siswa di SD Daarut Tauhiid, setiap hari dilatih dan dibiasakan oleh guru untuk mengikuti sholat berjamaAoah, baik itu sholat sunnah maupun sholat Terkecuali, untuk siswa yang sedang berhalangan sholat, mereka menunggu di dalam ataupun di luar kelas. Dengan siswa melaksanakan BR3T 30 menit sebelum pembelajaran dimulai, makan siang di waktu yang telah diberikan, dan melaksanakan sholat tepat pada waktunya, menunjukkan bahwa siswa telah disiplin dalam memanfaatkan waktu yang ada. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Nurrita. , 2018, hlm. bahwa disiplin waktu menunjukkan bahwa siswa dapat memanfaatkan dan mengatur waktu dengan baik, serta dapat melakukan kegiatan sesuai dengan https://journal. id/index. php/jpka/129 Lilim Halimah jadwal atau waktu yang sudah ditetapkan, siswa akan merasakan dampak yang positif terhadap kegiatan yang dilaksanakannya. Disiplin Tempat Berdasarkan hasil wawancara, siswa kelas 1 s. kelas 5 menyatakan bahwa mereka selalu melaksanakan kegiatan BR3T yang berdampak positif pada kebersihan dan kerapian di lingkungan sekitar siswa. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan orangtua, siswa diberi tugas atau dibiasakan untuk melakukan BR3T di rumah. Berikut ini merupakan temuan hasil wawancara peneliti dengan siswa dan orang tua siswa mengenai kegiatan yang dilakukan oleh siswa di kelas dan di rumah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan terpelihara: Siswa Kelas 1 Nama Inisial KHU (Siswa Lakilak. AHR (Siswa Perempua. Perilaku Disiplin Tempat di Sekolah Sebelum belajar: merapikan bangku. Saat snack time: membuang sampah pada tempatnya. Setelah makan: mencuci piring atau alat makan. Sebelum pulang sekolah: memungut Melaksanakan piket sesuai dengan Sebelum belajar: membersihkan kaca, membersihkan papan tulis, dan membereskan kursi. Saat pergantian mata pelajaran: membereskan loker. Saat snack time: membuang sampah bekas makanan. Setelah makan: mencuci piring atau alat makan. Sebelum pulang sekolah: menyapu lantai dan membereskan kursi. Melaksanakan piket sesuai dengan Perilaku Disiplin Tempat di Rumah Menyapu lantai. Membereskan tempat tidur. Membereskan mainan. Menyapu lantai. Mengepel lantai. Mencuci pakaian. Membereskan tempat tidur. Merapikan kembali mainan. Membersihkan alat makan. Siswa Kelas 2 Nama Inisial Perilaku Disiplin Tempat di Sekolah RAB (Siswa Laki- 1. Sebelum belajar: merapikan tas ke dalam loker, merapikan buku dan kotak makan. Saat pergantian mata pelajaran: merapikan buku ke dalam loker. Saat snack time: memungut sampah. Saat makan dan setelah makan siang: memunguti remah nasi yang terjatuh dan mencuci piring. Sebelum pulang sekolah: menyapu lantai dan memungut sampah. Melaksanakan piket sesuai dengan SKA (Siswa 1. Sebelum belajar: menyapu lantai, mengepel lantai, dan melap kaca. Perempua. Saat pergantian mata pelajaran: membereskan loker. 130 https://journal. id/index. php/jpka/ Perilaku Disiplin Tempat di Rumah Menyapu lantai. Membereskan tempat tidur. Merapikan alat sholat. Merapikan alat mandi. Membuang sampah pada Membereskan Menyapu lantai. Mengepel lantai. Mencuci pakaian. Membereskan tempat tidur. Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T Saat snack time: menyapu lantai. Setelah makan siang: mencuci piring atau alat makan. Saat setelah sholat: memasukkan mukena ke dalam loker. Sebelum pulang sekolah: menyapu Melaksanakan piket sesuai dengan Merapikan kembali mainan. Membersihkan alat makan. Perilaku Disiplin Tempat di Sekolah BR3T sebelum belajar: menyapu lantai, mengepel lantai, dan melap kaca. BR3T setelah snack time: merapikan BR3T sebelum istirahat: menyapu lantai dan memastikan segala sesuatu bersih dan rapi. BR3T menyimpan alat makan di rak piring. BR3T sebelum pulang sekolah: menyapu lantai dan merapikan meja. Melaksanakan piket sesuai dengan BR3T sebelum belajar: menyapu lantai. BR3T saat pergantian mata pelajaran: merapikan buku ke kolong meja. BR3T setelah snack time: merapikan tempat makan. BR3T setelah makan siang: menyapu lantai, membuang sampah pada tempatnya, dan mencuci piring. BR3T saat setelah sholat: memasukkan mukena ke dalam loker. BR3T sebelum pulang sekolah: menyapu lantai dan menaikkan kursi ke atas meja. Melaksanakan piket sesuai dengan Perilaku Disiplin Tempat di Rumah Menyapu lantai. Mencuci piring. Merapikan tempat tidur. Merapikan mainan. Perilaku Disiplin Dalam BR3T di Sekolah BR3T sebelum belajar: memungut sampah, menyapu lantai, dan mengepel BR3T setelah snack time: membuang sampah pada tempatnya. BR3T setelah makan saing: menyapu lantai, memungut remah nasi, dan mencuci alat makan. BR3T sebelum pulang sekolah: menyapu dan mengepel lantai Melaksanakan piket sesuai dengan Perilaku Disiplin Dalam BR3T di Rumah Menyapu lantai. Merapikan mainan. Membuang . Siswa Kelas 3 Nama Inisial IYM (Siswa Lakilak. ASL (Siswa Perempua. Menyapu lantai. Mencuci piring. Membereskan mainan. Membersihkan tempat tidur. Membuang . Siswa Kelas 4 Nama Inisial ARZ (Siswa Lakilak. https://journal. id/index. php/jpka/131 Lilim Halimah RFI (Siswa Perempua. BR3T sebelum belajar: menyapu lantai. BR3T setelah snack time: membuang sampah pada tempatnya. BR3T saat pergantian mata pelajaran: membereskan meja dan menghapus papan tulis. BR3T setelah makan siang: menyapu lantai dan mencuci piring. BR3T sebelum pulang sekolah: menyapu lantai dan mengepel lantai. Melaksanakan piket sesuai dengan Menyapu lantai. Mencuci piring. Membersihkan dan merapikan tempat tidur. Siswa Kelas 5 Nama Inisial FRW (Siswa Laki-lak. SIN (Siswa Perempua. Perilaku Disiplin Dalam BR3T di Sekolah BR3T sebelum belajar: menyapu lantai, menyemprot kaca, dan mengelap meja. BR3T setelah snack time: membuang sampah pada tempatnya. BR3T setelah makan saing: mengambil remah nasi, mengambil bekas semangka, menyapu lantai, dan mencuci alat makan. BR3T sebelum pulang sekolah: menyapu lantai, mengepel lantai, dan memastikan setiap barang harus rapi. Melaksanakan piket sesuai dengan jadwal. BR3T sebelum belajar: menyapu lantai, mengelap jendela, dan mengepel lantai BR3T setelah snack time: menyapu lantai. BR3T saat pergantian mata pelajaran: membereskan meja dan menghapus papan tulis. BR3T sebelum dan setelah makan siang: merapihkan bangku, merapikan buku, menyapu lantai, dan mencuci alat makan. BR3T sebelum pulang sekolah: menyapu lantai. Melaksanakan piket sesuai dengan jadwal. Perilaku Disiplin Dalam BR3T di Rumah Merapikan kasur. Membersihkan mainan. Menyapu daun kering yang Merapikan perlengkapan Mencuci alat makan. Menata kembali mainan Menyapu lantai. Mengepel lantai. Merapikan mainan. Merapikan tempat tidur. Hasil temuan melalui wawancara dengan siswa kelas 1 s. kelas 5 di atas sesuai dengan hasil observasi bahwa setiap siswa kelas 1 s. kelas 5 mencerminkan karakter disiplin tempat, dikarenakan secara umum mereka sudah terbiasa untuk menyapu lantai dan mengepel lantai terutama sebelum masuk pembelajaran dan setelah pembelajaran berakhir. memungut sampah jika terlihat ada sampah sekecil apapun, mencuci alat makan seperti piring, garpu, sendok, dan gelas setelah makan dan disimpan dengan rapi di rak piring. meluruskan meja dan kursi. piket sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sehingga, dengan dilakukannya kegiatan tersebut, lingkungan yang ditempati siswa menjadi bersih, rapi, dan terpelihara. Tidak hanya di lakukan di lingkungan sekolah, ternyata siswa pun melakukan kegiatan BR3T di lingkungan rumah masingmasing. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Subiyakto. , & Ayu. , 2023, hlm. bahwa kegiatan yang dapat membuat lingkungan rapi, resik, dan terawat diantaranya: meletakkan barang di tempat yang semestinya dan memilah barang yang sudah tidak terpakai, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lantai di dalam ruangan, membersihkan barang dari debu dan kotoran, serta memegang prinsip untuk selalu membuat lingkungan resik dan rapi, karena dengan kondisi ruangan seperti itu, maka akan tercipta pengerjaan yang baik dari setiap individu didalamnya. Berikut merupakan contoh gambar yang menunjukkan siswa memiliki perilaku disiplin tempat: 132 https://journal. id/index. php/jpka/ Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T Gambar 2 Kegiatan BR3T (Disiplin Tempa. Maka dari itu, pelaksanaan BR3T di SD Daarut Tauhiid ini lebih mengarah kepada praktek siswa secara langsung dalam kegiatan sehari-hari bukan hanya sekedar teori saja. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Salsabila dkk. , 2020, hlm. bahwa disiplin dapat mendorong siswa mempelajari cara-cara konkret dan praktis dalam menjalani kehidupan yang bersifat positif di lingkungan sekolah, serta akan tercegah dari hal-hal yang bersifat negatif, serta kedisiplinan siswa terlihat dari bagaimana mereka patuh terhadap peraturan dan menjalankan peraturan sekolah. Dengan dilaksanakannya BR3T secara konsisten setiap harinya, kondisi kelas terlihat bersih dan rapi, karena guru maupun siswa meminimalisir adanya debu dan kotoran berlebih di ruangan kelas, serta memastikan setiap barang tersusun dengan rapi sesuai dengan tempatnya, sehingga siswa dan guru merasa nyaman ketika sedang melaksanakan pembelajaran di kelas. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Nurrita. , 2018, hlm. bahwa ketika siswa siswa disiplin dalam membersihkan dan menjaga lingkungan, maka akan tercipta lingkungan yang segar dan bersih, sehingga siwa akan merasa nyaman dan dapat menyerap ilmu dengan seksama. Disiplin Aturan Disiplin aturan dilihat dari sejauh mana siswa dapat tertib dalam melaksanakan BR3T secara rutin sesuai dengan ketetapan yang telah disepakati. Berdasarkan hasil wawancara dan obervasi, siswa kelas 1 s. kelas 5 terlihat tertib melaksanakan BR3T mulai dari 30 menit sebelum pembelajaran dilaksanakan, di sela-sela kegiatan tertentu seperti pergantian mapel, snack time, dan makan siang, dan setelah pembelajaran selesai. Siswa sudah terbiasa untuk selalu disiplin melalui pembiasaan BR3T. Budaya BR3T ini selalu dilakukan terus-menerus setiap harinya, sehingga menjadi suatu kebiasaan yang melekat pada diri Karena pembiasaan yang terus dipaksakan ini, seiring berjalannya waktu, siswa menjadi terbiasa dan nyaman dengan lingkungan yang BR3T, sampai kemudian sebagian dari siswa terlihat merasa risih ketika melihat kondisi lingkungan yang tidak BR3T. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Putri. , & Mufidah. , 2021, hlm. bahwa lingkungan sekolah yang tertata, tertib, dan tenang akan membantu siswa menjadi lebih aktif, tekun, serius, dan kompetitif dalam kegiatan pembelajaran yang diikutinya. Apabila kedisiplinan di sekolah diterapkan secara konsisten dan terencana maka akan berdampak positif terhadap perilaku dan pola hidup siswa. Selain siswa dapat melaksanakan BR3T dengan tertib, mereka juga dituntut untuk melaksanakan piket sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, karena hal tersebut termasuk ke dalam aturan utama yang umum diterapkan di setiap jenjang kelas. Setiap siswa dapat berperan dan membagi pekerjaan dalam menjaga lingkungan di sekitarnya agar dapat nyaman untuk ditempati baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dengan begitu, selain dari tergambarnya disiplin waktu dan disiplin aturan dari siswa, ia juga menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Nantara, 2022, hlm. bahwa pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah merupakan salah satu indikator yang dapat mengembangkan karakter peduli terhadap lingkungan. Kemudian, berkaitan dengan aturan, terdapat kegiatan selain BR3T dan piket yang dapat menumbuhkan disiplin aturan siswa, diantaranya makan siang dan sholat wajib tepat waktu. Siswa diberi aturan oleh guru untuk makan siang pukul 11. 00 WIB dan wajib mengikuti sholat wajib secara https://journal. id/index. php/jpka/133 Lilim Halimah berjamaAoah. Jika, siswa tidak makan tepat waktu, maka ia akan terburu-buru untuk makan, dikarenakan nantinya akan berhimpitan dengan tibanya waktu sholat dzuhur. Dengan begitu, siswa dilatih untuk taat dan disiplin terhadap aturan tersebut yang sudah ditetapkan oleh guru, agar siswa juga dapat terbiasa dan beradaptasi dengan lingkungan yang sudah diatur sedemikian rupa. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Nurrita, 2018, hlm. bahwa siswa harus melaksanakan peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan, dengan itu, siswa dapat menjadi pribadi yang bersikap tertib dan teratur. Makna BR3T Menurut Guru Peneliti ingin melihat bagaimana pemahaman BR3T menurut guru kelas 1 s. Berikut makna BR3T menurut guru dari tiap jenjang kelas di SD Daarut Tauhiid: Tabel 1 Makna BR3T Menurut Guru Kelas 1, 2, 3, 4, dan 5 Jabatan Guru Kelas 1 Nama Inisial IMAMG Guru Kelas 2 AOPM Guru Kelas 3 Guru Kelas 4 AKP Guru Kelas 5 Makna Menurut Guru BR3T merupakan singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. Bersih artinya kelas terlihat bersih dan tidak ada debu. Rapi artinya menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Tertib artinya ketika sedang berada dalam suatu barisan, maka harus Teratur artinya setiap barang yang disimpan di suatu tempat, harus mengurut dari yang kecil ke yang terbesar. Terpelihara artinya diharapkan lingkungan itu bukan hanya bersih disaat itu saja, tetapi bisa terjaga dan dirawat dengan benar. BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. Bersih artinya tidak ada debu dan tidak ada sampah. Rapi artinya menempatkan barang pada tempatnya. Tertib artinya disiplin. Teratur artinya setiap barang tersusun dengan rapi. Terpelihara artinya menjaga dan memelihara suatu barang agar tidak BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. Bersih artinya tidak ada kotoran. Rapi artinya suatu barang tersusun dengan rapi sesuai dengan posisi awal. Tertib artinya harus teratur. Teratur artinya setiap barang tersusun dengan rapi. Terpelihara artinya bertanggung jawab atas kerapian suatu tempat. BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. Bersih artinya tidak ada debu dan kotoran, serta piket menjadi salah satu aktivitas yang membuat kelas menjadi bersih. Rapi artinya menyusun barang dengan rapi sesuai dengan denah kelas. Tertib artinya menaati aturan. Teratur artinya sesuai dengan urutan. Terpelihara artinya melaksanakan BR3T secara rutin. BR3T singkatan dari Bersih Rapi Tertib Teratur Terpelihara. Bersih artinya tidak ada debu, tidak ada kotoran, dan tidak ada noda. Rapi artinya suatu barang tertata dengan baik sesuai pada tempatnya. Tertib artinya sesuai dengan aturan. Teratur artinya menyimpan sesuatu pada tempatnya. Terpelihara artinya menjaga dan memelihara lingkungan agar tetap bersih. Berdasarkan hasil wawancara di atas, terlihat bahwa guru telah memahami BR3T secara teoretis, yaitu dengan guru mengemukakan pendapat mengenai makna dari setiap aspek BR3T yaitu bersih, rapi, tertib, teratur, dan terpelihara. Sehingga, dengan memahami makna dari setiap aspek tersebut, guru dapat menentukan dan menerapkan upaya yang tepat untuk diterapkan di kelasnya masing-masing dalam pelaksanaan program BR3T, guna mewujudkan lingkungan yang nyaman. 134 https://journal. id/index. php/jpka/ Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Rahman. , 2022, hlm. menyatakan bahwa dalam kompetensi profesional, guru harus mampu menguasai ilmu atau teori secara mendalam. Upaya Guru Dalam Perencanaan Program BR3T Program BR3T merupakan salah satu program sekaligus budaya yang sudah masuk ke dalam kurikulum khas Daarut Tauhiid. Dalam perencanaan program secara umum, sekolah mencantumkan tabel khusus untuk nilai BR3T sendiri di dalam rapor setiap siswa. Selain itu, pihak yayasan pun membuat aturan untuk setiap guru kelas, yaitu wajib melaporkan kegiatan BR3T siswa melalui platform yang telah ditentukan. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Irmanto, , & Ridwan. , 2021, hlm. bahwa di dalam perencanaan terdapat proses yang melibatkan berbagai tindakan guna menuju kepada target yang akan dicapai. Untuk dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, sebagian guru selalu membuat RPP untuk diterapkan dalam satu hari pembelajaran dengan menyisipkan kegiatan BR3T ke dalam RPP di awal kegiatan. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Setiawan dkk. , 2023, hlm. bahwa sekolah memasukkan karakter tertentu ke dalam kurikulum, kemudian guru mengintegrasikan karakter tersebut ke dalam RPP yang nantinya karakter tersebut memiliki nilai Berdasarkan hasil temuan, berikut merupakan upaya guru kelas 1 s. kelas 5 SD dalam perencanaan program BR3T: Tabel 2 Upaya Guru dalam Perencanaan Program BR3T Jabatan Guru Kelas 1 Nama Inisial IMAMG Guru Kelas 2 AOPM Guru Kelas 3 Guru Kelas 4 AKP Guru Kelas 5 Upaya yang Dilakukan Guru Menyiapkan media berupa Power Point atau video animasi terkait dengan gambaran BR3T. Membagi tugas untuk siswa dalam BR3T. Menyiapkan alat kebersihan yang akan digunakan. Menyusun RPP. Membuat aturan kelas. Menentukan indikator khusus dalam BR3T. Menentukan target khusus dalam BR3T. Menyiapkan alat kebersihan yang akan digunakan. Menentukan peraturan sebelum pelaksanaan kegiatan BR3T. Menyiapkan alat kebersihan yang akan digunakan. Menyusun RPP yang memuat kegiatan BR3T di awal pembelajaran. Menyiapkan alat kebersihan yang akan digunakan. Menentukan standar BR3T dan peraturan untuk disepakati oleh warga di kelas. Menentukan target kelas di awal. Menyiapkan alat kebersihan yang akan digunakan. Berdasarkan hasil temuan di atas, terlihat bahwa guru berpersan sebagai fasilitator bagi siswa di kelas, dimana sebelum BR3T dilaksanakan, setiap guru kelas memiliki cara masing-masing dalam menyiapkan media, alat, sarana, serta menentukan strategi dan aturan sendiri untuk diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan BR3T, dimulai dari menyiapkan RPP. Power Point, alat kebersihan, sampai strategi dan aturan yang akan diterapkan. Sehingga, dengan proses perencanaan dan persiapan yang matang, kegiatan yang akan dilaksanakan, diharapkan akan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Di dalam RPP, dimasukkan kegiatan BR3T 30 menit sebelum pembelajaran dimulai, sehingga dengan tercantumnya aturan tersebut, guru dapat memberi arahan untuk BR3T 30 menit sebelum pembelajaran. Kemudian, dengan adanya Power Point yang membahas mengenai BR3T, siswa dapat memahami dan melihat bagaimana cara membuat lingkungan menjadi bersih dan rapi. Alat kebersihan yang memadai pun, dapat menunjang guru maupun siswa dalam melaksanakan BR3T agar hasil nantinya sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya, dengan adanya strategi dan aturan yang telah ditetapkan, guru menjadi lebih siap untuk menerapkan treatment dalam mengarahian siswa menjadi terbiasa untuk disiplin, baik disiplin waktu, disiplin tempat, maupun disiplin aturan. Pernyataan temuan diatas sesuai dengan pernyataan Hamid. 0, hlm. bahwa guru sebagai pendidik merupakan kunci utama sebagai manusia yang bertanggung jawab secara penuh terhadap terselenggaranya proses https://journal. id/index. php/jpka/135 Lilim Halimah pembelajaran siswa di sekolah, sebab guru merupakan orang pertama yang paling dekat dengan aktivitas keseharian peserta didik dalam proses pembelajaran, serta guru menjadi operator, fasilitator, sekaligus motivator dalam keberhasilan proses peserta didik dalam mencapai tujuan yang akan dicapainya. Upaya yang dilakukan oleh guru dalam proses perencanaan program BR3T yang berdampak terhadap disiplin siswa dalam disiplin waktu, disiplin tempat, dan disiplin aturan, yaitu dengan dibuatnya peraturan atau tata tertib kelas yang disepakati oleh seluruh warga kelas, dengan begitu siswa akan terbiasa untuk menghargai waktu dan menggunakan waktu tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat, salah satunya melaksanakan BR3T. pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Nugroho dkk. , 2020, hlm. bahwa tata tertib berperan sebagai penuntun siswa untuk melangkah ke arah yang sesuai dengan apa yang diharapkan, membentuk perilaku disiplin siswa, serta berdampak positif bagi individu dan lingkungan sekitar yang ditempati oleh siswa sendiri. Selain dengan dibuatnya aturan, guru pun menyiapkan peralatan yang memadai di setiap kelas, seperti sapu, lap pel, lap kaca, ember, kemoceng, kanebo, dan pengki yang dapat dipakai siswa dalam membersihkan dan merapikan kelas. Setiap kelas memiliki jadwal piket masing-masing, dimana setiap individu memiliki peran masing-masing dalam kegiatan piket tersebut. Upaya Guru Dalam Pelaksanaan Program BR3T Program BR3T dilaksanakan setiap hari dimulai saat 30 menit sebelum waktu pembelajaran dimulai dan diakhiri saat setelah selesai pembelajaran. Sebagaimana diketahui dari hasil wawancara dengan guru kelas 5 . ampiran 26/WG5. yang mengatakan: AuBR3T itu sebenernya budaya teh. Budaya Daarut Tauhiid. Semua sekolah disini menerapkan itu, dan itu sudah masuk ke dalam kurikulum Daarut Tauhiid. Jadi, itu nanti ada kaitannya dengan karakter dan budaya tersebut memang harus dilakukan setiap hari. Ay (WG5. Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa di setiap harinya, setelah melaksanakan sholat dhuha berjamaAoah, siswa dan guru selalu bersama-sama melaksanakan BR3T sebelum belajar selama 30 menit agar tempat yang akan dipakai untuk belajar terasa nyaman dan Sehingga, siswa pun tidak akan terganggu dengan kondisi kelas yang tidak bersih dan tidak Dengan begitu, guru sebagai teladan dan fasilitator, selalu berada di kelas bersama para siswa selama kegiatan belajara mengajar dan BR3T berlangsung. Berikut merupakan upaya guru kelas 1 kelas 5 SD dalam pelaksanaan program BR3T: Tabel 3 Upaya Guru dalam Pelaksanaan Program BR3T Jabatan Guru Kelas 1 Nama Inisial IMAMG Guru Kelas 2 AOPM Guru Kelas 3 Upaya yang Dilakukan Guru Mengaitkan materi yang dipelajari dengan konsep BR3T. Memberikan sanksi terhadap siswa yang tidak melaksanakan BR3T, yaitu dengan memberi pekerjaan lebih dalam BR3T. Mendampingi siswa dan ikut melaksanakan BR3T. Memberi contoh BR3T yang baik dan benar. Menyampaikan sebuah hadits terkait dengan kebersihan. Memberi tahu manfaat dari kegiatan BR3T. Memberi arahan untuk memulai melaksanakan BR3T. Memberi pujian ketika siswa telah melaksanakan BR3T, yaitu berupa ucapan. AyTerima kasihAy dan AyAlhamdulillahAy. Memberi tahu manfaat dari BR3T. Memberi teladan kepada siswa dengan mencontohkan BR3T yang baik dan benar. Menegur siswa, jika siswa melakukan kesalahan, lalu merangkulnya. Memberi pemahaman kepada siswa mengenai makna BR3T. Memberi penghargaan kepada siswa berupa awan putih dan dihitung sebagai poin. Memberikan hukuman ketika siswa tidak melaksanakan BR3T, yaitu dengan menambah hari untuk melaksanakan piket. Memberi contoh BR3T yang baik dan benar. Mendampingi dan mengawasi siswa. 136 https://journal. id/index. php/jpka/ Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T Guru Kelas 4 AKP Guru Kelas 5 Memberi kalimat pujian. Memberi sanksi kepada siswa yang tidak melaksanakan BR3T dengan mengingatkan dari hati ke hati. Menggunakan media berupa poster, untuk mengingatkan kepada siswa mengenai BR3T. Mendampingi siswa dan memberi contoh BR3T. Menerapkan standar BR3T tersendiri. Memberi sanksi, ketika siswa tidak melaksanakan BR3T. Memberi reward sesuai dengan kondisi dan bersifat fleksibel. Memberi motivasi dan teladan. Berdasarkan hasil temuan, diketahui bahwa mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pmbelajaran, guru selalu mendampingi dan memonitoring kegiatan BR3T siswa di kelas. Tidak hanya memberi contoh dan teladan saja, tetapi guru juga ikut terjun langsung bersama-sama untuk melaksanakan BR3T. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Nurrita, 2018, hlm. bahwa guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi siswa, dengan begitu siswa dapat mencontoh perilaku positif yang ditunjukkan oleh guru. Setiap waktu sholat sunnah maupun sholat wajib tiba, setiap wali kelas selalu mendampingi siswa dan ikut melaksanakan ibadah. Kemudian, tidak hanya mencontohkan bagaimana BR3T yang baik dan benar, guru pun selalu terjun langsung untuk ikut membersihkan kelas maupun merapikan barang bersama dengan siswa-siswanya. Dengan begitu siswa dapat melihat bahwa guru dapat digugu dan ditiru, dapat di teladani sikapnya guna mengarahkan pribadi mereka ke arah yang positif, serta mampu menumbuhkan kebiasaan disiplin siswa terutama dalam menghargai waktu, menjaga lingkungan, dan patuh terhadap aturan yang ada. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Arfandi. , & Samsudin. , 2021, hlm. bahwa sebagai seorang guru, dalam kegiatan belajar mengajar, guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dan membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan. Selain memberi motivasi dan menyiapkan sarana, guru juga memberi sebuah reward dan punishment dalam keberlangsungan kegiatan BR3T, kegiatan beribadah, dan ketaatan dalam mematuhi peraturan. Reward atau hadiah yang diberikan oleh guru terhadap siswa yang telah melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut dengan benar, diantaranya berupa kalimat pujian, poin berbentuk awan putih, atau alat tulis. Diharapkan dengan diberikannya reward atau hadiah kepada siswa yang telah melaksanakan kegiatan tersebut, siswa akan merasa dihargai oleh guru atas tugas dan tanggung jawab yang telah ia kerjakan dengan benar, juga bisa termotivasi untuk terus membiasakan diri dengan beratnggung jawab untuk membuat lingkungan tetap dalam kondisi BR3T. Berikut contoh gambar salah satu bentuk reward yang diberikan oleh guru, yaitu poin berupa awan putih: Gambar 3 Awan Putih (Reward untuk sisw. Selain pemberian reward atau hadiah, guru juga selalu memberi punishment atau hukuman kepada siswa yang tidak tertib. Punishment yang biasanya diberikan oleh guru, diantaranya berupa kalimat teguran dan tambahan pekerjaan lebih dalam membersihkan lingkungan kelas. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Rustam. , & Pautina. , 2021, hlm. bahwa pemberian reward atau hadiah digunakan ketika siswa telah selesai mengerjakan atau menyelesaikan tugas dengan baik, hadiah tersebut dapat berupa ekspresi senyum, kalimat pujian, dan barang yang dapat membuat siswa senang, juga pemberian punishment atau hukuman digunakan ketika siswa tidak menaati tata tertib yang telah disepakati. Dengan adanya reward dan punishment yang diberikan guru kepada siswa, diharapkan siswa dapat lebih peka dalam https://journal. id/index. php/jpka/137 Lilim Halimah memanfaatkan waktu dengan baik, membuat lingkungan menjadi bersih, rapi, dan teratur, serta lebih tertib dalam menjalankan aturan yang telah ditetapkan. Upaya Guru Dalam Evaluasi Program BR3T Berdasarkan hasil temuan, dalam proses evaluasi program BR3T di SD Daarut Tauhiid, guru kelas 1 s. guru kelas 5 selalu melaksanakan evaluasi di kelas setelah pembelajaran berakhir. Sebagaimana diketahui dari hasil wawancara dengan guru kelas 1 . ampiran 22/WG1. yang AuKalau terkait sama siswa biasanya evaluasinya di kelas, tapi kalau misal yang unit kaya guru-guru gitu biasanya kita suka dapet nilai gitu, kalau kurang dari standar biasanya suka ada evaluasi, kaya yang kurang apa atau apa ada barang yang hilang atau ngga, lalu kita juga selalu ngirim laporan BR3T setiap saat. Ay (WG1. Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa ketika guru dan siswa melakukan evaluasi di kelas setelah pembelajaran selesai dilaksanakan, setiap siswa akan berkata jujur terkait kesalahan yang telah dilakukan sebelum pembelajran, selama pembelajaran dan kegiatan BR3T berlangsung. Kemudian, setiap wali kelas akan mendapat laporan evaluasi langsung dari pihak yayasan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan kedepannya. Berikut gambar kegiatan siswa dan guru saat melaksanakan evaluasi bersama di dalam ruang kelas. Hasil evaluasi yang dilaksanakan antara guru dengan siswa di dalam kelas setelah pembelajaran berlangsung dapat bermanfaat guna meminimalisisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi lagi di hari-hari berikutnya. Selain itu, sikap disiplin siswa yang tercermin pada saat itu juga dapat menjadi umpan balik bagi guru atas upaya yang telah guru terapkan kepada siswa. Gambar 4 Kegiatan Evaluasi Selain itu, guru selalu melaporkan kegiatan BR3T siswa melalui media sosial, lalu dari pihak Dikdasmen pun selalu ada pengecekan setiap bulannya, dimana hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi yang nantinya disampaikan langsung oleh pihak yayasan Daarut Tauhiid kepada pihak SD Daarut Tauhiid sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. Sebagaimana diketahui dari hasil wawancara dengan guru kelas 4 . ampiran 25/WG4. dan guru kelas 5 . ampiran 26/WG5. yang AuCuman dari yayasan, itu suka ada supervisi tentang kebersihan, jadi yang menilai langsung dari yayasan untuk BR3T iniAy. (WG4. AuEvaluasinya tadi yah, yang ada qiusi. Itu salah satu biasanya nanti setelah ada qiusi dari pimpinan atas itu, nanti udah ada laporan hasil. Misal, ini ada barang sudah tidak layak pakai, ini ada meja yang harus udah diganti misalnya, nah ketika ada qiusi itu yang mendampingi tim sarana, nah nanti mereka yang akan koordinasi ke kita lewat rapat. Biasanya ketika BR3T itu ada setiap hari senin halaqah gitu, nah, itu semua informasi yang berkaitan dengan BR3T disampaikan disitu. Untuk hari-harinya pun ada, tadi setiap pagi kalau yang pagi-pagi itu ada laporannya khusus kesana bahwa sudah melaksanakan BR3T dan tetep nanti gitu aja terus. BR3T, qiusi. BR3T, qiusi, tindak lanjut, gitu ajaAy. (WG5. Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa guru menerima umpan balik dari pihak yayasan atas kegiatan dan sarana yang setiap harinya guru laporkan ke dalam grup yang berada di media sosial. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Purnomo. , dkk. , 2022, bahwa evaluasi dari sebuah program dapat dijadikan bahan perbaikan untuk kegiatan kedepannya, serta dari hasil evaluasi tersebut dapat dilihat sampai sejauh mana program yang dijalankan dapat mencapai target. 138 https://journal. id/index. php/jpka/ Upaya Guru Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Melalui Program BR3T Kemudian, terdapat penilaian BR3T di dalam sebuah dokumen bernama MY. MY merupakan singkatan dari MutabaAoah Yaumiyah. Berikut gambar halaman dalam dokumen yang berisi nilai BR3T: Gambar 5 Laporan Penilaian BR3T Di dalam dokumen tersebut berisi hasil monitoring guru terhadap kegiatan siswa yang meliputi sholat 5 waktu, sholat sunnah dhuha, ikrar, bersedekah, dan BR3T. Sebagaimana diketahui dari hasil wawancara dengan guru kelas 2 . ampiran 23/WG2. 13 dan WG2. yang mengatakan: Ay MutabaAoah YaumiyahAy. (WG2. Ay Jadi kita nanti memantau ibadah siswa. Nanti di dalam MY tuh isinya ada monitoring sholat 5 waktu, sholat duha, sedekah. BR3T, dan murajaAoah biasanya. Jika mereka melakukan nanti di ceklis dan dikasi paraf sama orang tuanyaAy. (WG2. Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan siswa dilaporkan dalam dokumen yang bernama MutabaAoah Yaumiyah atau biasa disingkat MY. Di dalam MY tersebut, berisi laporan perkembangan kegiatan siswa selama di sekolah yang nantinya dapat dibaca oleh orangtua siswa untuk melihat sejauh mana kedisiplinan siswa selama mereka berada di sekolah. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan Arikumto . alam Suardipa & Primayana, 2020, hlm. bahwa salah satu tujuan dari diadakannya kegiatan evaluasi yaitu untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan oleh orangtua dan yayasan terkait dengan kemajuan siswa. Terbukti bahwa dengan adanya aturan bagi siswa wajib tiba di sekolah tepat waktu dan diusahakan untuk hadir setiap hari, dengan hadirnya siswa di sekolah, otomatis kehadiran siswa tersebut sudah mewakili nilai BR3T, karena telah dipastikan bahwa jika siswa masuk sekolah maka siswa pun telah mengikuti kegiatan BR3T pada hari itu. Dengan dilaksanakannya kegiatan evaluasi, guru dapat mengetahui sejauh mana kedisiplinan siswa dalam melaksanakan ibadah, menjaga kebersihan lingkungan, serta melaksanakan BR3T. Dimulai dari lingkup yang kecil, yaitu evaluasi di dalam kelas bersama siswa, dimana hasil dari evaluasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada humas yayasan Daarut Tauhiid. Selanjutnya, dari pihak yayasan akan memberikan feedback kepada guru terkait dengan kedisiplinan siswa dalam BR3T setiap satu bulan sekali yang diberi nama qiusi. Dari hasil qiusi tersebut guru dapat menyesuaikan kembali strategi seperti apa yang dapat diterapkan kedapa para siswa guna membiasakan kedisiplinan siswa khususnya dalam melaksanakan BR3T di lingkungan kelas. Pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan (Asrul dkk. , 2022, hlm. bahwa informasi terkait dengan hasil penilaian berkala dapat menjadi pedoman sekolah apakah strategi yang diaplikasikan dapat memenuhi standar dan mencapai target atau belum memenuhi, kemudian dari hasil penilaian yang didapat, guru pun dapat mengetahui apakah metode yang diterapkan dapat membuat siswa mendapat hasil yang baik atau masih kurang, dengan begitu guru dapat mencoba alternatif atau metode lain dalam proses pemberian treatment terhadap siswa. https://journal. id/index. php/jpka/139 Lilim Halimah Simpulan Penelitian ini menggambarkan penerapan kegiatan BR3T yang menunjukkan karakter disiplin Adapun kesimpulan berdasarkan rumusan masalah yang telah dirumuskan, yaitu: Karakter disiplin siswa tercermin melalui upaya guru dalam penerapan program BR3T. Siswa selalu membiasakan diri dengan lingkungan yang BR3T. Pada disiplin waktu, terbukti bahwa siswa tiba di sekolah tepat waktu agar dapat mengikuti BR3T 30 menit sebelum pembelajaran dimulai, makan siang di waktu yang telah ditentukan, serta ibadah tepat waktu. Kemudian, pada disiplin tempat, terbukti bahwa siswa selalu melakukan kegiatan yang berdampak pada kebersihan dan kerapian lingkungan yang siswa tempati. Selanjutnya, pada disiplin aturan, dengan siswa menunjukkan dapat disiplin dalam waktu, dengan begitu siswa pun telah menunjukkan dapat disiplin dalam aturan yang berlaku, seperti tiba di sekolah pukul 7 pagi, mengikuti makan siang bersama, mengikuti ibadah berjamaAoah, melaksanakan BR3T dengan teratur, serta mengikuti piket kelas. Secara garis besar, upaya guru yang dilakukan pada proses perencanaan program BR3T, diantaranya: membuat aturan, membuat target, dan menyusun bahan ajar. Kemudian, upaya guru yang dilakukan pada proses pelaksanaan program BR3T, diantaranya: memberi motivasi dan teladan, memberi arahan, memberi sanksi dan penghargaan, mendampingi, serta ikut serta langsung dalam melaksanakan BR3T. Selanjutnya, upaya yang dilakukan guru pada evaluasi program BR3T, diantaranya: melaksanakan evaluasi antara guru dengan siswa dan melaksanakan evaluasi antara guru dengan guru. Upaya yang dilakukan guru dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program BR3T ini terbukti dapat menumbuhkan disiplin waktu, disiplin tempat, dan disiplin aturan siswa. Dengan membiasakan siswa selalu melakukan kegiatan BR3T secara rutin, kedisiplinan siswa perlahan tumbuh dengan sendirinya, dapat terbukti bahwa kondisi ruangan yang selalu bersih, barang yang berada di dalam maupun di luar ruang kelas tersusun rapi, dikarenakan siswa maupun guru telah memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan yang BR3T Referensi