Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 2722-7898 DAWUH: Vol. No. Juli 2023. Hal 39-46 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH DaAowah & Education Journal Pengaruh Stereotipe Dan Kemandirian Terhadap Konsep Diri Remaja Di SMK 5 Kota Bengkulu MuzaroAoah1. Agung Rahmat2. Siti Rismawati3 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu123 roahmuza68@gmail. com1, agungRahmat@gmail. com2, sitirismawati@gmail. Abstract This research aims to see the influence of stereotypes and independence on the self-concept of teenagers at SMKN 5 Bengkulu City. This research uses quantitative methods, with data collection techniques by distributing a 30-item The samples taken in this research were teenagers at SMKN 5 Bengkulu City. Data collection totaled 101 This research was analyzed using quantitative analysis using SPSS by testing Correlations Regression. Normality Test. Reliability Test. Hitosgram, and R Square. Based on this research, it shows that the influence of stereotypes and independence on self-concept at SMKN 5 Bengkulu City is in the weak category, namely 3. Keywords: stereotypes. self-concept. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh stereotipe dan kemandirian terhadap konsep diri Remaja di SMKN 5 Kota Bengkulu. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif,dengan teknik pengumpulan datanya dengan menyebarkan angket pertanyaan sebanyak 30 item. Sampel yang diambil didalam penelitian ini adalah remaja di SMKN 5 Kota Bengkulu. Pengambilan data berjumlah 101 Respondend. Penelitian ini dianalisis dengan analisis kuantitatif menggunakan SPSS dengan menguji Regresi Correlations. Uji Normalitas,Uji Reabilitas,Hitosgram,dan R Square. Berdasarkan penelitian ini menunjukan pengaruh stereotipe dan kemandirian terhadap konsep diri di SMKN 5 Kota Bengkulu berada pada katagori lemah yaitu sebesar 3,3 %. Kata Kunci: Stereotipe. Kemandirian. Konsep diri. PENDAHULUAN Setiap individu memiliki pandangan tentang diri seseorang, karna dalam setiap individu itu pasti ada pandangan tentang sisi positif dan negatifnya. Maka dari itu, pandangan seseorang individu itu harus pada hakikat nya, dan mempunyai karakter dan sifat yang berbeda di dalam diri masing-masing individu untuk memban-tu dirinya sendiri. tidak banyak orang dapat mengetahui bagaimana presepsi tentang diri sendiri yang membuat individu berpikir. kita adalah pribadi yang sangat baik sedangkan, orang lain belum tentu menganggap sebagai presepsi kita itu sesuai dengan yang kita pikirkan. Konsep diri merupakan prilaku individu dalam memandang dirinya. Manfaat dari mengetahui konsep diri adalah individu menjadi lebih optimis, percaya diri dan senantiasa berpikir positif. Selain itu mengenal konsep diri individu bisa melakukan perubahan positif guna mencapai kehidupan yang lebih baik. Dan membantu individu memahami cara berfikir dan bertindak lalu membuat pola fikir individu menjadi lebih kreatif dan menghubungkan ide-ide yang ada dalam pemikiran individu tersebut. Dalam penelitiannya. Samuels menemukan bahwa pelaku kekerasan mempunyai konsep diri positif dan diri ideal yang lebih tinggi. Pemakai narkoba memiliki citra diri negatif yang lebih tinggi dan tidak ideal (Mamesha & Nuralifya, 2. Untuk mencapai kehidupan sosialnya individu memerlukan konsep diri yang baik sebagai cara individu dalam berinteraksi dengan lingkunganya, melalui stereotipe atau cara pandang satu individu dengan individu lain akan menghasilkan penilain 40 | DAWUH: Vol. No. Juli 2023. Hal 39-46 tentang norma, sikap serta tingkah laku. Dalam lingkungan sosial sikap streotipe akan memberikan banyak dampak positif dan negatif bagi individu. Penilaian ini berkaitan dengan pandangan seorang individu terhadap lingkungan, sosial, tingkah laku, dan cara pandang hidup. sikap strotipe ini menjadi pola penilaian positif serta negatif dalam hal tingkah laku yang dilakukan , tingkah laku yang positif akan menghasilkan penilaian yang positif sebaliknya dengan tingkah laku yang negatif akan menghasilkan pandangan yang negatif. Sebagai seorang makhluk sosial remaja memerlukan lingkungan yang baik agar dapat menghasilkan pandangan penilaian diri yang positif, pada masa sekarang banyak remaja yang memiliki tingkah laku negatif sehingga tak heran dapat merugikan orang orang di remaja dengan konsep diri yang baik akan memiliki kualitas hidup yang baik sebaliknya dengan remaja yang memiliki konsep diri yang buruk. Konsep diri akan membentuk sebuah moral yang baik remaja dengan moral yang buruk akan mendapat pandangan negatif dari orang orangdisekelilginya. Pada remaja, kemandirian sebagai pembentuk kebiasaan, remaja yang lemah mandiri menimbulkan rasa malas dalam dirinya, kemalasan tersebut menimbulkan kebiasaan-kebiasaan negatif dalam dirinya. Bagaimana kehilangan tanggung jawab atas tugas yang seharusnya dilakukan. Menurut liliweri mengungkapkan bahwa stereotipe dapat diasosiasikan dengan hal positif atau negatif, stereotip dapat baik atau buruk, dan stereotip dapat dikaitkan dengan individu atau Menurut Liliweri, aspek dari stereotipe terutama berasal dari orang tua, saudara, atau Kedua, berdasarkan pengalaman pribadi. Ketiga, komunikasi. Meski kita hidup di era milenium, stereotipe tetap tidak berubah dan tidak mudah diubah. Kata stereotip diartikan sebagai gambaran di otak kita. Stereotip yang lebih dalam diartikan sebagai persepsi atau kepercayaan individu terhadap seseorang atau kelompok sosial. Liliweri membagi aspek setereotipe ke dalam beberapa dimensi misalnya dalam konteks Indonesia lili-weri menyebutkan beberapa aspek 1. kelas social 3. Agama sebagai factor yang mempengaruhi stereotype (Ammna & Aflah, 2. Steoreotipe menurut myers merupakan suatu hal keyakinan yang didasari oleh sesuatu yang di ketahui yang belum tentu benar, yang dilakukan terhadap suatu kelompok tanpa pengecualian. Prasangka yang paling umum terjadi di masyarakat adalah prasangka rasial dan gender. Prasangka rasial, disebut juga prasangka etnis, adalah prasangka yang terkait dengan sikap seseorang terhadap orang lain yang dianggap sebagai anggota kelompok etnis tertentu. Bias gender berkaitan dengan gagasan tentang peran sosial perempuan dan laki-laki dalam masyarakat. Prasangka mungkin terjadi. Frustrasi dan agresi, atau seringkali teori kambing hitam. Menurut Myers, aspek-aspek stereotip adalah sebagai berikut: komponen afektif adalah perasaan atau emosi yang berhubungan dengan objek sikap. Komponen konatif . adalah suatu kecenderungan . untuk berperilaku negatif terhadap anggota atau kelompok sosial tertentu melalui berbagai bentuk perilaku yang berbeda (Srisayekti. Setiady, & Sanitioso. Menurut Steinberg menyatakan bahwa kemandirian sebagai kemampuan menguasai diri. Kemampuan untuk menguasai diri bukan hanya diperlukan oleh orang dewasa saja melainkan kemampuan tersebut sangat penting dikembangkan oleh remaja agar tidak selalu bergantung pada orang tua atau orang dewasa dan mampu mengambil keputusan sendiri dan konsisten terhadap keputusan tersebut, ada beberapa aspek kemandirian menurut Sainberg . Kemandirian emosional merupakan aspek kemandirian yang berhubungan dengan perubahan kedekatan individu dengan orang lain, terutama orang tua, . kemandirian perilaku adalah kemampuan individu untuk mengambil keputusan secara mendiri dan bertanggung jawab atas pilihan yang di ambilnya, 3. ) Kemandirian nilai merupakan pengembangan suatu keyakinan yang akan membimbing pemikiran dan perilaku seseorang tentang benar dan salah (Husna & Esti, 2. Menurut Havighurst kemandirian merupakan dimana sikap dimana seorang individu itu secara relatif tidak terhalang dari pengaruh evaluasi tentang kehidupannya,pendapat,dan This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International MuzaroAoah1. Agung Rahmat2. Siti Rismawati3 | 41 kepercayaan orang lain agar bisa lebih bertanggung jawabterhadap dirinya sendiri, menurut Havighurts memilki 4 aspek: 1. )aspek intelektual (Kemauan untuk berpikir dan menyelesaikan masalahnya yang sedang terjadi itu sendir. , 2. )aspek sosial ( kemauan untuk membina relasi secara akti. , 3. ) aspek emosi (Kemauan seorang individu itu untuk menglola atau mengontrol emosinya sendir. , 4. ) Aspek ekonomi . emauan untuk bisa mengatur dan mengelola ekonomi secara individual tanpa berkeinginan untuk meminta bantuan kepada pihak manapu. (Utami. Nasirun, & Mona, 2. Mead menjelaskan konsep diri sebagai opini, penilaian, dan perasaan individu terhadap dirinya yang muncul sebagai akibat interaksi sosial. Konsep diri mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku individu, yaitu individu berperilaku sesuai dengan konsep dirinya. Konsep diri dapat diartikan sebagai aspek-aspek dalam diri individu seperti perasaan, pikiran, peran dan nilai-nilai yang bersifat internal dalam dirinya (Noviilita dan Suharnan, 2. Konsep diri yang baik akan menumbuhkan rasa kemandirian dalam diri seseorang, sehingga timbullah stereotip yang positif, jika individu tidak mempunyai kemandirian maka perkembangan konsep diri individu tersebut tidak akan berkembang dengan baik dan akan timbul stereotip/pandangan yang buruk. Diciptakan oleh lingkungan disekitarnya, dalam perawatannya, diyakini bahwa masyarakat harus memiliki kualitas hidup yang baik untuk mengembangkan kebiasaan yang baik. Menurut Yapona Konsep diri merupakan pengetahuan yang dimiliki individu ke kedalaman diri sendiri, yang membimbing seseorang untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari. menyatakan bahwa konsep diri adalah sesuatu yang memiliki efek langsung pada setiap orang untuk dapat menerima diri sendiri sebagai orang yang dipengaruhi oleh keberadaan keyakinan, perasaan, dan penilaian seseorang membentuk pola perilaku di lingkungannya. Perkenalan seseorang berkembang seiring berjalannya waktu seiring berjalannya waktu, semakin panjang pula kronologi kehidupan seseorang semakin Anda mengenal diri sendiri, semakin Anda mengenal diri Siswa yang menjalani pendidikan khusus untuk mahasiswa semester satu tahap akhir perkembangan remaja yang disebut remaja akhir adalah orang-orang yang u/murnya kira-kira usia 18-21 tahun. Pada titik ini, kemampuan manusia ada informasi, ada penerimaan dan harga diri (Batoran & Sukmawati, 2. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitaf dengan jenis Variabel penelitian ini merupakan variabel stereotipe,kemandirian, dan konsep diri yang diukur berdasarkan stereotipr teori liliweri , kemandirian teori Stein-berg,dan konsep diri teori burns sedang mengikuti penelitian sebelumnya yang menganalisis pengaruh stereotipe dan kemandirian terhadap konsep diri remaja yang dilakukan di SMK 5 Kota Bengkulu. Pada sampel penelitian kali ini sebanyak 101 siswa,dalam pengambilan data menggunakan angket pertanyaan yang dilakukan dengan cara survei,dengan 30 item. Penelitian ini dianalisis menggunkan analisis kuantitatif dan deskriftif dengan menguji correlations,normalitas, model summary, anova, histosgram dan reabilitas nya. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini adalah hasil data yang diperoleh dari kuesioner dengan sampel penelitian sebanyak 101 orang siswa di SMKN 5 Kota Bengkulu yang bertujuan untuk melihat ada apa tidaknya pengaruh stereotipe dan kemandirian terhadap konsep diri siswa di SMKN 5 Kota Bengkulu. Pertama yang dilakukan ialah menguji normalitas terhadap penelitian ini yang digunakan untuk mengetahui normal apa tidaknya penelitian maka harus melakukan uji normalitas nya terlebih dahulu agar dapat dilihat hasilnya. Berikut adalah hasil dari uji normalitas yang terdapat pada tabel 1 dibawah ini. Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu 42 | DAWUH: Vol. No. Juli 2023. Hal 39-46 Tabel 1 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Menurut penelitian ini nilai yang terdistribusi normal dengan nilai dengan nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 dari asumsi dasar maka berdasarkan tabel diatas penelitian menguji Uji Normalitas dengan menggunakan rumu one sampel kolmograv smimov test, dan dari penelitiam ini dinyatakan atau didistribusi dengan nilai signifikansi 0,093 yang dinyatakan tidak normal karena nilainya kurang dari 0,05. Tabel 2 uji corelations antara pengaruh stereotipe dan kemandirian terhadap konsep diri Correlations TOTAL TOT. TOT. TOTAL TOTAL TOT. TOT. TOT. TOT. Sig. -taile. TOTAL TOT. TOT. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International MuzaroAoah1. Agung Rahmat2. Siti Rismawati3 | 43 Dari table diatas menunjukan bahwa antara stereotipe, kemandirian dan konsep diri. Adapun pengaruh konsep diri dengan stereotipe terdapat koefisien korelasi . sebesar -0,117 dengan nilai signifitkansi 0,090. Sedangkan pengaruh konsep diri terhadap kemandirian terdapat koefisien korelasi . sebesar 0,135 dengan nilai signifikansi 0,090 Dan pengaruh stereotipe dengan kemandirian terdapat koefisien korelasi . sebesar 0,043 dengan nilai signifikansi yang sama sebesar 0,090. Hal tersebut berarti bahwa ada korelasi positif dan negatif antara stereotipe dan kemandirian terhadap konsep diri remaja dengan tingkatan rendah atau lemah, dan korelasi tersebut signifikan karena p < 0,05 . ,090 <0,. Tabel 3 Uji Regerensi Model Summary Model Summaryb Change Statistics Model R Square Adjusted R Std. Error of R Square Square the Estimate Change F Change df1 Sig. Chang Predictors: (Constan. TOT. TOT. Tabel diatas ini menjelaskan tentang nilai korelasi ganda (R). Koefisien determinasi (R Squar. koefisien determinasi yang disesuaikan dengan . djusted R Squar. dan ukuran kesalahan prediksi (Std. Error of the estimat. seperti yang terlihat dalam model summary nilai pada kolom R adalah 0,182 nilai kesuluruhannya. Adapun nilai R Square sebesar 0,033 yang artinya 3,3% yang artinya nilai ini lebih kecil dari nilai R akibat adanya penyesuaian namun demikian sebagai catatan nilai tersebut tidak selalu lebih kecil tetapi aka nada juga yang lebih besar dari R. Untuk melihat nilai yang lebih akurat nya prediksi pengaruh dapat juga dilihat dari nilai adjusted R Square yaitu nilai R Square yang sudah lebih disesuaikanvdan lazimnya ini yang paling akurat. Terlihat bahwa nilai adjusted R Square-nya sebesar 0,014 atau 1,4% pengaruh variable independent terhadap variable Tabel 4 Uji Analisis Anova ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu Sig. 44 | DAWUH: Vol. No. Juli 2023. Hal 39-46 Total Dependent Variable: TOTAL Predictors: (Constan. TOT. TOT. Pada tabel anova ini menjelaskan pengujian secara Bersama-sama (Uji F). Sedangkan signifikansi mengukur Tingkat signifikansi dari Uji F,ukurannya jika signifikansi kurang dari 0,05 maka ada pengaruh secara Bersama-sama antara variable independent terhadap variable Tabel 5 Hasil Uji Reabilitas item Konsep Diri Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based Standardized Items N of Items Pada tabel uji reabilitas diatas yang berjumlah 10 item yang menghasilkan nilai reabilitas Cronbach,s Alpha sebesar 0,634. Tabel 6 Hasil Uji Reabilitas Item Stereotipe Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based Standardized Items N of Items Pada tabel uji reabilitas diatas yang berjumlah 10 item yang menghasilkan nilai reabilitas Cronbach, s Alpha sebesar 0,110. Tabel 1. 7 Hasil Uji Reabilitas Item Kemandirian Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based Standardized Items N of Items This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International MuzaroAoah1. Agung Rahmat2. Siti Rismawati3 | 45 Pada tabel uji reabilitas diatas yang berjumlah 10 item yang menghasilkan nilai reabilitas Cronbach, s Alpha sebesar 0,320. Penelitian ini melibatkan 101 orang siswa remaja yang diperoleh dari SMKN 5 Kota Bengkulu. Dalam penelitian inni sebanyak 101 siswa tersebut telah dilakukan penelitian tentang pengaruh stereotipe dan kemandirian terhadap konseop diri remaja,jadi dari hasil penelitan yang dilakukan terdapat terkaitan pengaruh stereotipe dan kemandirian dengan konsep diri remaja sebesar 3,3% yang mana dinyatakan lemah. Adapun hasil data yang diperoleh dari 101 remaja tersebut bertujuan untuk mengetahui terkaitnya pengaruh stereotipr dan kemandirian terhadap konsep diri remaja. Setelah dilakukan nya penelitian ini terdapat pengaruh stereotipe terhadap konsep diri memiliki pengaruh yang sangat lemah karena dikitnya pengaruh kompetensi,karir,atribut,dan lingkungan dengan keyakinan dan emosional yang terdapat didalam konsep diri remaja. Berdasarkan penelitian lainnya stereotipe merupakan suatu yang membahas tentang keyakinan yang terlalu digeneralisasikan dapat membuat mudah,sederhana,atau yang dilebihlebihkan yang melibatkan orang -orang tertentu . nismar, 2. Menurut liliweri mengungkapkan bahwa stereotipe dapat diasosiasikan dengan hal positif atau negatif, stereotip dapat baik atau buruk, dan stereotip dapat dikaitkan dengan individu atau kelompok. Menurut Liliweri, aspek dari stereotipe terutama berasal dari orang tua, saudara, atau lingkungan. Kedua, berdasarkan pengalaman pribadi. Ketiga, komunikasi. Meski kita hidup di era milenium, stereotipe tetap tidak berubah dan tidak mudah diubah. Kata stereotip diartikan sebagai gambaran di otak kita. Sedangkan konsep diri itu sendiri memiliki aspek -aspek yang meliputi didalam nya. Havighurts memilki 4 aspek: 1. ) aspek intelektual (Kemauan untuk berpikir dan menyelesaikan masalahnya yang sedang terjadi itu sendir. , 2. ) aspek sosial . emauan untuk membina relasi secara akti. , 3. ) aspek emosi (Kemauan seorang individu itu untuk menglola atau mengontrol emosinya sendir. , 4. ) Aspek ekonomi . emauan untuk bisa mengatur dan mengelola ekonomi secara individual tanpa berkeinginan untuk meminta bantuan kepada pihak manapu. konsep diri sangat lah penting bagi remaja karena memiliki peran penting dalam menyesuaikan diri merka dengan lingkungan, agar mereka dapat diterima dengan baik didalam lingkungannya. (Syahraeni, 2. Selain pengaruh stereotipe terhadap konsep diri, ada juga pengaruh kemandirian terhadap konsep diri yang dinyatakan sedang karena terdapat korelasi yang cukup tinggi antara adapula aspek -aspek kemandirian seperti yang dijelaskan Sainberg . Kemandirian emosional merupakan aspek kemandirian yang berhubungan dengan perubahan kedekatan individu dengan orang lain, terutama orang tua, . kemandirian perilaku adalah kemampuan individu untuk mengambil keputusan secara mendiri dan bertanggung jawab atas pilihan yang di ambilnya, 3. ) Kemandirian nilai merupakan pengembangan suatu keyakinan yang akan membimbing pemikiran dan perilaku seseorang tentang benar dan salah. Selain itu Steinberg juga mendefinisikan kemandirian adalah suatu yang dilihat dari kemampuan individu dalam bertingkah laku, merasakan sesuatu,dan mengambil Keputusan berdasarkan kemamuannya sendiri. (Pratikno H, 2. Jadi dapat dikatakan pengaruh stereotipe dan kemandirian itu lemah karena hampir tidak memiliki keterkaitan antara ketiga nya. Kemandirian menurut Steinberg secara psikososial tersusun dari tiga aspek. pertama aspek emosional yang menyatakan akan Adaya perubahan pendekatan hubungan emosional antar orang lain. seperti hubungan emosional orang tua dengan anak yang sedang melakukan iteraksi. Yang kedua ialah mandiri yang dilihat disaat seseorang mampu memutuskan sesuatu secara bebas dan tersendiri. Ketiga kemandirian dalam berpikir yaitu Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu 46 | DAWUH: Vol. No. Juli 2023. Hal 39-46 mampu memaknai prinsip yang benar dan yang salah, baik dan buruk ya sesuautu yang digunakan untuk dirinya sendiri. (Komalasari S. , 2. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa dari 101 siswa remaja diS-MKN 5 Kota Bengkulu terdapat pengaruh stereotipe dan kemandirian terhadap konsep diri di SMKN 5 Kota Bengkulu,memiliki pengaruh yang sangat lemah yaitu sebesar 3,3% dengan adjusted R Square sebesar 0,014 atau 1,14% dengan nilai R sebesar 0,182 yang artinya lemah . Jadi hamper tidak ada pengaruh stereotipe dan kemandirian ter-hadap konsep diri sesorang,tetapi ada sedikit pengaruh kemandirian dalam factor yang mempengaruhi nya itu melibatkan lingkungan dan emosional sesorang dalam konsep diri nya. DAFTAR PUSTAKA