Putro. Brilianti dan Sugianto Ai Pengembangan Video Edualert Sebagai Media Penyuluhan Keselamatan Berkendara Bagi Pengemudi Bus PENGEMBANGAN VIDEO EDUALERT SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN KESELAMATAN BERKENDARA BAGI PENGEMUDI BUS (DEVELOPMENT OF EDUALERT VIDEO AS AN EDUCATIONAL MEDIA FOR PROMOTING DRIVING SAFETY AMONG BUS DRIVERS) Dimas Nugroho Putro. Dani Fitria Brilianti. Sugianto . 1,2,. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Jl. Perintis Kemerdekaan. Slerok. Tegal Timur. Kota Tegal, 52122 . 351061 e-mail: putrodimas43@gmail. , d_fiabrilianti@pktj. , sugianto@pktj. ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus trayek kerap disebabkan oleh rendahnya pemahaman pengemudi terhadap prinsip keselamatan mengemudi . afety drivin. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan video edualert sebagai media penyuluhan keselamatan bagi pengemudi bus di PO Sudiro Tungga Jaya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 82,75% . ategori Ausangat layakA. Evaluasi efektivitas dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 40 pengemudi, dengan peningkatan skor dari 47,96 menjadi 84,25 . enaikan 75,96%, kategori AubaikA. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek manajemen bahaya di jalan . ,19%), diikuti rencana perjalanan . ,13%) dan manajemen kelelahan . ,70%). Hasil menunjukkan bahwa video edualert efektif meningkatkan pemahaman pengemudi terhadap safety driving. Kata Kunci: Keselamatan Mengemudi. Video Edukasi. Media Penyuluhan. Pengemudi Bus. ADDIE. ABSTRACT Traffic accidents involving intercity buses often result from driversAo limited understanding of safety driving This study aims to design and develop an edualert video as an educational media tool to promote safety driving among bus drivers at PO Sudiro Tungga Jaya. The research adopts the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Media validation by subject and media experts yielded an average feasibility score of 82. 75% (Auhighly feasibleAy categor. Effectiveness was evaluated using pre-test and post-test on 40 drivers, showing an increase from 47. 96 to 84. 96% improvement, categorized as AugoodA. The highest improvement occurred in road hazard management . 19%), followed by trip planning . 13%) and fatigue management . 70%). The results indicate that the edualert video is a feasible and effective tool for enhancing bus driversAo understanding of safety driving. Keywords: Safety Driving. Educational Video. Extension Media. Bus Drivers. ADDIE. PENDAHULUAN erusahaan Otobus bergerak di bidang jasa transportasi darat dengan menyediakan layanan bus sebagai angkutan umum untuk mempermudah mobilitas dalam menghubungkan berbagai daerah . Moda transportasi bus berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi, mendukung berbagai aspek kehidupan, serta mempermudah mobilitas sehingga membawa manfaat bagi masyarakat . Semakin dengan meningkatnya frekuensi perjalanan bus angkutan umum, risiko kecelakaan juga akan bertambah . Dukungan dari pengemudi yang memiliki pemahaman tentang keselamatan mengemudi sangat diperlukan untuk menekan risiko Dengan begitu sebuah potensi kerugian bagi semua pihak dapat diminimalisir . Pengemudi berarti seseorang yang mempunyai tugas mengemudikan kendaraan serta memastikan keselamatan diri, penumpang, dan orang lain selama perjalanan. Sementara itu, kesalahan manusia sering kali menjadi faktor utama dalam investigasi kecelakaan, dengan kontribusi sebesar TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 183 Ae 192 61% . Karakteristik pengemudi bus di Indonesia berperan signifikan dalam menentukan tingkat keselamatan dan kenyamanan dalam layanan transportasi umum . Kemampuan mengemudi dan pemahaman tentang keselamatan mengemudi menjadi hal yang menentukan kualitas layanan di sektor angkutan umum bus. Keselamatan mengemudi merupakan pemahaman untuk memberikan keamanan serta kenyamanan terhadap penumpang dengan pengemudi yang memahami segala peraturan di jalan dan standar operasional sebuah kendaraan. Safety driving mengacu pada serangkaian pemahaman meliputi praAemengemudi, saat mengemudi, pasca Ae mengemudi, serta pemahaman yang dimiliki oleh pengemudi untuk keselamatan diri, penumpang, dan pengguna jalan lainnya. Karakteristik seorang pengemudi dengan pemahaman yang diterimanya memiliki peran yang kuat, dan sangat dibutuhkan dalam mengemudikan sebuah kendaraan . Kecelakaan yang melibatkan bus dalam trayek menjadi perhatian karena dapat mengakibatkan banyak korban dalam satu insiden. Salah satu penyebab utama kecelakaan dengan korban luka serius adalah rendahnya pemahaman pengemudi mengenai keselamatan berkendara. Kurangnya pemahaman keselamatan mengemudi menjadikan salah satu faktor utama dalam kecelakaan, tidak hanya menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum tetapi juga berdampak pada citra perusahaan otobus. Pemahaman keselamatan yang tidak memadai di kalangan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Upaya meningkatkan sistem manajemen diwajibkan untuk menerapkan standar yang mencakup kebijakan keselamatan, identifikasi pengendalian risiko, audit, serta evaluasi berkelanjutan. Untuk mendukung penyegaran SMK PAU khususnya pada elemen manajemen bahaya dan risiko, serta pengembangan keterampilan dan pelatihan dalam peningkatan pemahaman pengemudi terkait safety driving di perusahaan Sudiro Tungga Jaya. Peningkatan pemahaman keselamatan mengemudi menjadi salah satu faktor dalam menciptakan keselamatan yang lebih baik dalam operasional maupun layanan selama perjalanan. Peningkatan pemahaman mengenai safety driving dapat didukung dengan penggunaan media visual dalam penyampaian materi. Salah satu metode efektif yang dapat digunakan adalah audio visual video edukasi yang mempermudah proses pemahaman. Penyampaian informasi yang dirancang dengan menarik akan mendorong partisipasi pengemudi bus, terutama di PO Sudiro Tungga Jaya, dalam seminar penyuluhan yang mengintegrasikan media video edukasi. Melalui pendekatan ini, pengemudi dapat lebih memahami tentang isi materi dalam video edukasi meliputi manajemen kelelahan dan kesehatan, strategi mengatasi bahaya di jalan, serta perencanaan perjalanan sebelum, saat, dan setelah mengemudi . Pemahaman yang baik akan mendorong pengemudi untuk menerapk an prinsip safety driving, yang tidak hanya berdampak positif bagi keselamatan penumpang bus, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan rancang bangun video edualert safety driving bagi pengemudi bus PO Sudiro Tungga Jaya dan menganalisis Tingkat pemahaman pengemudi bus tentang safety driving setelah dilakukan penyuluhan menggunakan media video edualert safety driving. II. STUDI PUSTAKA Penelitian yang berjudul AuPengembangan Video Edualert Sebagai Media Penyuluhan Keselamatan Berkendara Bagi Pengemudi BusAy didasari oleh beberapa penelitian sebelumnya dan penulis merangkum dalam beberapa bagian sebagai Penelitian yang dilakukan oleh penulis (Sarah Alni Walewangko Jootje M. Finny Warouw, 2. dengan judul FaktorFaktor yang Berhubungan dengan Safety Driving pada Supir Bus Trayek ManadoAeTondano Terminal Karombasan. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku safety driving pada pengemudi bus, dengan fokus pada masa kerja dan tingkat pengetahuan pengemudi. Penelitian ini memiliki poin utama di antaranya pentingnya penerapan safety driving, hubungan antara masa kerja dan pengetahuan dengan perilaku berkendara, serta perlunya edukasi berkelanjutan bagi sopir trayek. Adapun hasil dari penelitian ini adalah tidak ditemukannya hubungan yang signifikan antara masa kerja maupun pengetahuan dengan praktik safety driving. Putro. Brilianti dan Sugianto Ai Pengembangan Video Edualert Sebagai Media Penyuluhan Keselamatan Berkendara Bagi Pengemudi Bus Penelitian yang dilakukan oleh penulis M. (Fajriati & N. Rhomadhoni, 2. dengan judul Sosialisasi Safety Driving Pada Pekerja PT. Gresik. Penelitian ini membahas tentang upaya peningkatan pemahaman keselamatan berkendara melalui kegiatan sosialisasi kepada para pekerja. Penelitian ini memiliki poin utama di antaranya pentingnya pengetahuan tentang safety driving, rendahnya kesadaran berkendara aman di lingkungan kerja, pemanfaatan media video dan presentasi PowerPoint sebagai alat bantu edukasi. Adapun hasilnya adalah meningkatnya pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab, yang ditunjukkan melalui respons positif peserta setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh penulis (N. Putu. Putri. Santosa. Bagus, & K. Yudha, 2. dengan judul Video Pendek Sebagai Media Informasi dalam Kampanye Yuk Nge-Bus. Penelitian ini membahas penggunaan video pendek sebagai media kampanye untuk menggunakan transportasi bus. Penelitian ini memiliki poin utama yaitu pentingnya penyampaian informasi yang menarik, keunggulan media visual singkat, proses Adapun hasil dari penelitian ini adalah video pendek dinilai efektif dalam menyampaikan pesan kampanye dan meningkatkan kesadaran serta minat masyarakat terhadap penggunaan bus sebagai transportasi umum. Penelitian yang dilakukan oleh penulis (Washul. Widjanarti & Fauzi, 2. dengan judul Website Edukasi untuk Perubahan Pengetahuan dan Perilaku Defensive Driving Operator Head Truck. Penelitian ini membahas pemanfaatan website edukatif sebagai media untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku defensive driving pada operator head truck. Penelitian ini memiliki poin utama di antaranya rendahnya pemahaman awal operator, pengembangan website interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan signifikan pengetahuan dan perilaku defensive driving pada kelompok yang menggunakan website edukasi, menunjukkan bahwa media ini efektif digunakan sebagai sarana pelatihan berbasis digital. Penelitian yang dilakukan oleh penulis (Camelia. Fitri. Fujianti & Munawarah, 2. dengan judul Peningkatan Budaya Keselamatan Transportasi di Lingkungan Kampus Unsri melalui Pengembangan Media Edukasi Digital. Penelitian transportasi melalui pemanfaatan media edukasi digital di lingkungan kampus Universitas Sriwijaya. Penelitian ini memiliki poin utama di antaranya tingginya angka kecelakaan di lingkungan kampus, mahasiswa, pengembangan media digital seperti video dan infografik, serta pengukuran tingkat pengetahuan sebelum Hasil penelitian ini adalah meningkatnya kesadaran dan pengetahuan mahasiswa tentang keselamatan transportasi, dari 74% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, menunjukkan bahwa media edukasi digital efektif dalam menumbuhkan budaya keselamatan berkendara di lingkungan i. METODE PENELITIAN Gambar 1. Bagan Alir Mulai Tahap Mulai merupakan langkah awal dalam penelitian atau pengembangan yang TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 183 Ae 192 menjadi dasar bagi proses selanjutnya. Pada fase ini, peneliti menentukan fokus kajian, merumuskan latar belakang masalah, serta mengkaji urgensi topik. Studi literatur awal juga dilakukan untuk memperkuat pemahaman teoritis, sehingga arah penelitian dapat tersusun secara terstruktur dan ilmiah. Indentifikasi Masalah Penelitian mengidentifikasi permasalahan dalam proses penyampaian sosialisasi safety driving perlu membuat para pengemudi bus mau, mampu, tertarik, dan ikut dalam penyelenggaraan seminar penyuluhan yang terintegrasi dengan media video edukasi sehingga dapat meningkatkan pemahaman para pengemudi bus Sudiro Tungga Jaya. Permasalahan tersebut diatasi dengan membuat video edukasi safety driving. Pengembangan dalam media penyuluhan menggunakan metode ADDIE. Model Pengembangan Dalam penelitian ini menggunakan R&D (Research and Developmen. dengan model pengembangan ADDIE. Model ADDIE adalah akronim yang merupakan singkatan Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Analysis (Analisi. dilakukan untuk menyelesaikanya dengan mencari informasi, model media penyuluhan yang dapat memberikan kemudahan dalam pemahaman isi materi yang disampaikan. Design (Perancanga. untuk merancang sebuah media video edukasi berdasarkan materi Ae materi safety driving . Development (Pengembanga. mengembangkan dan menyusun rancang bangun dengan fitur yang telah tersedia berupa perangkat lunak dan keras untuk membuat sebuah video edukasi safety . Implementation (Penerapa. untuk menguji coba media yang telah dibuat apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Evaluation (Evaluas. untuk mengukur keberhasilan media penyuluhan yang telah dibuat serta tingkat pemahaman para Percobaan Video edualert safety driving yang telah dibuat akan di uji coba kepada para pengemudi bus di PO Sudiro Tungga Jaya sebagai penerima Para pengemudi tidak hanya menerima materi pembelajaran tetapi juga melaksanakan pre-test dan post-test untuk menilai pemahaman para pengemudi. Dalam percobaan ini dengan menggunakan penyuluhan berbentuk seminar keselamatan pengemudi. Analisis Percobaan Analisi percobaan untuk mengevaluasi video edualert menggunakan hasil dari pre-test dan post-test yang dinilai dari aspek pemahaman yang sudah dibuat. Gambar 2. Model Metode ADDIE Gambar di atas menunjukkan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Setiap tahap saling terhubung dan dievaluasi secara berkala, dengan kemungkinan revisi jika ditemukan Proses ini bersifat sistematis dan iteratif untuk memastikan media yang dikembangkan, seperti video edualert, dapat efektif dan sesuai tujuan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan diambil berdasarkan hasil analisis dan saran berisi usulan kepada Po Sudiro Tungga Jaya yang berkaitan dengan pemahaman pengemudi. Putro. Brilianti dan Sugianto Ai Pengembangan Video Edualert Sebagai Media Penyuluhan Keselamatan Berkendara Bagi Pengemudi Bus IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pembuatan Konsep Video Konsep dari pembuatan video edualert ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengemudi bus dalam trayek yaitu angkutan antar kota dalam provinsi dan angkutan antar kota antar mengemudi kendaraan bus. Video yang dibuat akan berdurasi sekitar 10. 00 menit dengan bentuk video edukasi atau kombinasi dari berbagai video mentahan . dan infografis yang menarik, serta narasi yang jelas. Isi video mencakup tiga aspek yaitu manajemen kelelahan, manajemen bahaya di jalan dan rencana manajemen perjalanan. aplikasi capcut. Elemen tersebut bertujuan untuk memperkaya dan meningkatkan kualitas video yang sedang dalam proses pengeditan. Gambar 4. Visual Video Edukasi Pembuatan Video Materi pada penyuluhan mencakup pemahaman mengenai manajemen kelelahan pengemudi bus, manajemen bahaya di jalan, dan rencana manajemen perjalanan. Ketiga topik tersebut disampaikan secara runtut agar mudah dipahami oleh para audiens. Penyusunan naskah dimulai dengan bagian pembukaan yang berisi ucapan selamat datang kepada audiens. Pada bagian ini juga disampaiakan gambaran umum mengenai pentinya topik yang akan dibahas, serta pemberitahuan singkat tentang isi video edukasi. Pada pembuatan visual di video edukasi safety driving ini berperan dalam mendukung narasi dan membatu para audeins untuk mudah memahami pesan yang disampaikan. Pada bagian isi digunakan berbagai jenis visual seperti ilutrasi digital dan motion graphic untuk menjelaskan tentang materi safety driving yang akan disampaikan. Berikut merupakan visual dari video safety driving yang terdapat tiga materi utama yaitu manajemen kelelahan, manajemen bahaya di jalan dan manajemen rencana perjalan. Development atau pengembangan dilakukan dengan membuat video edualert dengan mengedit pada software adobe after afect dan capcut dengan tiga materi yang akan disampaikan yaitu manajemen kelelahan, manajemen bahaya di jalan, dan rencana manajemen perjalanan untuk para pengemudi bus dalam trayek PO Sudiro Tungga Jaya. Tabel 1. Tampilan Video Gambar 3. Bahan Video Footage Bahan video yang digunakan dalam proses pengeditan di dapatkan dari beberapa pletfom media sosial seperti tiktok, instragram, threads, serta facebook. Bahan ini meliputi berbagai elemen seperti rekaman video, suara latar, musik, efek suara, dan lainya untuk dimasukan ke dalam No. Tampilan Video Manajemen Kelelahan Manajemen Bahaya di Jalan Gambar Rencana Manajemen Perjalanan TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 183 Ae 192 Implementation (Penerapa. Implementasi video edukasi sefaty driving dilakukan untuk uji coba kepada para pengemudi bus agar memahami tentang keselamatan Pelaksanaan implementasi uji coba di PO Suidiro Tungga Jaya dikemas dalam bentuk seminarAyMenjaga Keselamatan diri dan orang lain di jalan dengan Pemahaman Pengemudi yang BerkeselamatanAy. Dalam seminar tersebut jumlah peserta sebanyak 40 orang pengemudi. Tahapan seminar diawali dengan registrasi peserta dan berakhir pada sesi penutupan Gambar 5 Pemaparan video dalam kegiatan seminar Gambar 8 Rencana manajemen perjalanan pada gambar diatas menjelaskan implementasi video dalam kegiatan seminar dengan tiga materi utama yaitu manajemen kelelahan, manajemen bahya di jalan dan rancana manajemen perjalanan. Runtutan saat mengimplementasikan video edukasi safety driving dilakukan untuk diuji coba kepada para pengemudi bus Sudiro Tungga Jaya agar memahami tentang keselamatan mengemudi. Evaluation (Evaluas. ) Soal pre test dan post test berjumlah 20 soal dengan bobot nilai benar mendapatkan skor 5 dan jika jawaban salah menerima skor 0. Peningkatan nilai dapat dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test yang telah dibagikan kepada responden berjumlah 40 orang pengemudi dengan jenis pertanyaan adalah sebagai berikut ini: Jenis Pemahaman No Soal Manajemen Kelelahan Pengemudi Bus Pengemudi memahami Faktor Penyebab Kelelahan Pengemudi. Dampak Kelelahan Keselamatan Berkendara. Strategi Manajemen Kelelahan bagi Pengemudi 1,2,3,4,5 ,6. Manajemen bahaya saat di jalan Pengemudi paham akan mengemudi, pemahaman dengan aman dalam menangani situasi kritis saat berkendaraan serta yang tepat ketika berada di jalan atau keadaan darurat 7,8,9,10, 11,12,14 Gambar 6 Manajemen kelelahan Gambar 7 Manajemen bahaya di jalan Indikator Putro. Brilianti dan Sugianto Ai Pengembangan Video Edualert Sebagai Media Penyuluhan Keselamatan Berkendara Bagi Pengemudi Bus Rencana Mempersiapkan kendaraan dengan baik, pengelolaan kecepatan, mengemudi, pemahaman berkeselamatan setelah melakukan perjalanan. 13,15,16 ,17,18,1 9,20 Hasil Nilai Kusioner 75,96% Didapatkan hasil dari implemetasi dalam kegiatan seminar dengan jumlah responden 40 pengemudi adalah sebagai berikut ini: Pre test Post test Kenaikan Gambar 9. Hasil Kuesioner cIcacca - ccacca cAcncocacn cEcce - cNcecc cAcncocacn cocacoccncocaco y 100 % cIcacca - ccacca 47,88 y 100 % = 47,88 % cAcncocacn cEcucc - ccecc cIcacca - ccacca = y 100 % cAcncocacn cocacoccncocaco 84,25 cIcacca - ccacca = y 100 % cIcacca - ccacca = 84,25 % Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh skor pre test sebesar 47,88 dan skor post test sebesar 84,25. Dengan menggunakan rumus peningkatan presentase dapat diketahui sejauh mana peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan seminar. Besarnya persentase peningkatan dapat dilihat pada perhitungan di bawah ini. cAcncocacn cEcucc ccecc - cEcce ccecc acecucacncocacu = cAcncocacn cycce ccecc 84,25 - 47,88 acecucacncocacu = 47,88 acecucacncocacu = 75,96 % Berdasarkan gambar diagram batang di atas menunjukkan hasil dari kuesioner yang telah dikerjakan oleh para pengemudi PO Sudiro Tungga Jaya dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebelum penyampaian penyuluhan dan sesudah penyuluhan dilaksanakan. Secara keseluruhan diagram batang yang menyajikan hasil dari skor pre-test dan post-test terdapat peningkatan yang tinggi antara pemahaman awal peserta . re-tes. dan setelah kegiatan selesai dilaksanakan . Pada tahap evaluasi penelitian ini mencangkup penilain ahli media dan ahli Penilaian dari kedua ahli tersebut menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat kesesuaian atau kesetujuan dari beberapa pertanyaan yang sudah disampaiakan ke ahli media dan ahli materi. Tabel 2 Kriteria Kelayakan Materi dan Media Persentase (%) Keterangan P O 50% Tidak valid/Tidak Layak 50%