TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 Model Pembelajaran Morfologi Isim Musytaq Dalam Kitab Al-Taqrib Pada Santri Pondok Pesantren Al-Masyithoh Manbail Futuh Beji Jenu Tuban Nurul Fahmi Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan Email: fahmifahriza08@gmail. Abstract Article Info Abstract: Studying Arabic cannot be separated from linguistic sciences including Article History syntax, morphology, semantics and phonology. The substance of the study of morphology discusses word forms. This change and turning away of words is what is called AtTashrif. The results of At-Tashrif were what produced wazan or scales which later became the standard for word formation in Arabic. This research discusses the method of learning the morphology of Isim Musytaq in the book al-Taqrib in students at the AlMasyithoh Manbail Futuh Islamic Boarding School using the Sorogan learning model or The aim of this research is . To find out how Isim Musytaq's Morphology Learning Model in the book Taqrib applies to students using the Sorogan method. To determine the supporting and inhibiting factors in learning Isim Musytaq's morphology using the sorogan method. Researchers used a type of qualitative descriptive research that used the case study method. With observation and interview instruments, the results of this research are: . Isim Musytaq Morphology Learning using the book al-Taqrib using the sorogan method is carried out after the morning prayer, and the sorogan method is only specifically for sorogan class students. The aim of learning morphology using the sorogan method is to improve the students' ability to understand the morphological phenomena of the Arabic language in the yellow book and in the Koran. Supporting and inhibiting factors. The advantage factor is that teachers can directly understand the abilities of each student. Abstrak: Dalam mempelajari bahasa Arab tidak terlepas dari ilmu-ilmu kebahasaan termasuk sintaksis, morfologi, semantic, dan fonologi. Substansi kajian ilmu morfologi membahas tentang bentuk-bentuk kata. Perubahan dan pemalingan kata inilah yang disebut dengan At-Tashrif. Hasil dari At-Tashrif inilah yang menghasilkan wazan atau timbangan yang kemudian menjadi standar dalam pembentukan kata dalam bahasa Arab. Penelitian ini membahas tentang metode pembelajaran morfologi Isim Musytaq dalam kitab al-Taqrib pada santri Pondok Pesantren Al-Masyithoh Manbail Futuh dengan model pembelajaran atau metode Sorogan. Tujuan penelitian ini adalah . Untuk Mengetahui Bagaimana Model Pembelajaran Morfologi Isim Musytaq dalam kitab Taqrib pada santri dengan metode Sorogan. Untuk Mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pembelajaran Morfologi Isim Musytaq dengan metode sorogan. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Dengan instrumen observasi dan wawancara Hasil penelitian ini yaitu: . Pembelajaran Morfologi Isim Musytaq menggunakan kitab al-Taqrib menggunkan metode sorogan dilaksanakan setelah shalat shubuh, dan metode sorogan hanya khusus santri kelas sorogan. Tujuan Pembelajaran Morfologi dengan metode sorogan yakni untuk meningkatkan kemampuan santri dalam memahami fenomena morfologi bahasa arab yang ada pada kitab kuning maupun dalam al-QurAoan. Faktor Pendukung dan penghambat. Faktor kelebihannya pengajar langsung bisa memahami kemampuan masing-masing Received : 17-11-2023. Revised : 25-11-2023. Accepted : 29-12-2023 Keywords: morfologi, isim musytaq, kitab al-taqrib Kata kunci: morfologi, isim musytaq, kitab al-taqrib Pendahuluan Bahasa adalah alat komunikasi yang paling penting dalam berinteraksi dengan siapapun di dunia ini, banyak sekali bahasa yang tercipta, semua itu untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan yang lainnya. Bahasa juga merupakan alat komunikasi yang utama. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 kreatif, dan cepat bagi manusia untuk menyampaikan ide, pikiran, dan perasaannya. Bahasa tidak mungkin terpisahkan dari kehidupan manusia, karena manusialah yang menggunakan bahasa itu sendiri untuk berinteraksi. Bahasa merupakan sistem yang menganut sistem tertentu dalam tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Karena bahasa merupakan sistem, tentu saja bahasa bersifat sistemis atau mempunyai aturan-aturan yang khas. Bahasa Arab berasal dari rumpun bahasa-bahasa semit, yakni bahasa yang dipergunakan kabilah-kabilah Arab purba yang mendiami daerah Asia Barat. Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang mayor di Dunia yang di tuturkan oleh lebih 000 umat manusia. Bahasa ini mempunyai kekayaan etimologi dan mufrodat yang Terbukti dengan banyaknya kata-kata serapan dinegara-negara lain yang berasal dari bahasa Arab. Di antara semua bahasa yang ada, bahasa Arab adalah bahasa yang banyak dipakai dan Salah satu ilmu alat yang penting dalam bahasa Arab adalah ilmu Nahwu selain ilmu Sharaf. Ilmu Nahwu adalah kajian kajian yang menitikberatkan pada tata kalimat dan harakat akhir pada setiap kata. Ilmu itu muncul karena munculnya fenomena berbahasa yang disebut dengan Lahn atau sejenis kekeliruan gramatikal berbahasa oleh penutur asli . ative speake. Karena bahasa Arab sangat erat kaitannya dengan agama maka harus ada penafian atau pemberantasan Lahn yang ada. Selain itu, keterbukaan bahasa Arab untuk berkembang dari aspek kekayaan kosakata dan keilmuan. Hal ini dikarenakan jika terjadi kesalahan berbahasa maka akan terjadi pula kesalahan interpretasi atau penafsiran dalam bahasa tersebut. Salah satu sub sistem kajian bahasa adalah morfologi. Secara etimologi istilah morfologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu berasal dari gabungan kata morphe yang berarti AubentukAy dan logos yang berarti AuilmuAy. Dalam linguistik, ilmu morfologi digunakan untuk menganalisis satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari tentang morfem dan kata. Selain itu, morfologi juga mempelajari seluk beluk kata serta pengaruhnya terhadap perubahanperubahan bentuk kata pada golongan dan arti kata. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa morfologi adalah ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukannya. Dalam kajian sejarah Linguistik Arab dalam hal ini ilmu Nahwu terdapat dua Aliran pemikiran . yang mainstream sampai sekarang yakni Madrasah Basrah dan Madrasah Kufah. Keduanya merupakan Aliran yang menjadi rujukan bagi penutur, peneliti, dan pegiat bahasa Arab. Perbedaan pendapat dua Madrasah ini bahkan termaktub dalam karya Al Syaikh Al Imam kamal Al Din Abi Al Barakat Abdu Al Rahman Ibnu Muhammad Bin Abi SaAid Al Anbary Al Nahwi. Al inshaf fi masail al khilaf baina al nahwiyin al bashriyin wa al kufiyin dan karya Nasyatun nahwi karya Ahmad Thonthowi. Selain mufrodat, yang termasuk dari Aoanasirul lughoh adalah qowaid atau gramatikal. Dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya salah satu cabang ilmu bahasa yang berpengaruh besar terhadap pembelajaran bahasa Arab adalah pembelajaran qawaAoid. 6 Qowaid dalam bahasa Arab mencakup dua ilmu, yaitu ilmu nahwu dan ilmu sharaf. Ilmu nahwu dan sharaf merupakan induk dari segala ilmu, nahwu merupakan bapaknya dan sharaf dikatakan induknya. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan. Dan dengan cara 1 Nandang Sarip Hidayat. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab. Journal Pemikiran Islam. Vol. No. Januari-Juni 2012, 82. 2 Dewi Masyitho. Proses Morfologi Isim Musytaq dan Maknanya Dalam Kitab Fathul Qarib (Skripsi. Universitas Negeri Malang, 2. , 404-405. 3 Mas Tajuddin Ahmad. AuIsytiqaq Perspektif Aliran Basrah dan KufahAy (Indonesian Journal of Arabic Studies, vol. Issue. May 2. , 74. 4 Dewi Masyitho,Ay Proses Morfologi Isim MusytaqAy, 405. 5 Mas Tajuddin Ahmad. AuIsytiqaq Perspektif Aliran Basrah dan Kufah, 74-75. 6 Muhbib Abdul Wahab. Epistimologi dan Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian kualitatif ini secara spesifik lebih diarahkan pada penggunaan metode studi Dalam hal ini bahwa studi kasus . ase stud. merupakan studi penelitian yang dilakukan terhadap suatu kesatuan sistem. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa atau sekelompok individu yang terkait oleh tempat, waktu, atau ikatan tertentu. Singkatnya, studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Peneliti akan menggunakan metode studi kasus untuk mengungkap tentang pembelajaran morfologi isim muytaq dan maknanya dalam kitab al-Taqrib. Dengan memahami dan memaknai pandangan serta kejadian pada subyek penelitian dalam rangka menggali manfaat yang telah didapat oleh subyek. Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar dapat mempermudah pengerjaannya dan hasilnya lebih baik, lengkap, dan sistematis. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa instrument berikut: . Observasi. Cara paling efektif dalam menggunakan teknik observasi salah satunya melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. 10 Yaitu dengan melakukan penelitian di tempat yang sudah disebutkan, yaitu di Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban, . Wawancara. Dalam penelitian ini, yang berperan sebagai pewawancara adalah peneliti Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya. Dengan wawancara terstruktur ini pula, pengumpulan data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. Pada proses wawancara tersebut diajukan pada narasumber atau informan yakni pengajar. Hasil Penelitian dan Pembahasan Morfologi Pengertian Morfologi Morfologi menurut Ramlan ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Tarigan membagi morfologi menjadi dua tipe analisis yaitu . morfologi sinkronik, . morfologi diakronik. Morfologi sinkronik menelaah morfem-morfem dalam satu cakupan waktu tertentu, baik waktu lalu maupun waktu kini. Morfologi diakronik menelaah sejarah atau asal-usul kata, dan mempermasalahkan mengapa misalnya pemakaian kata ini berbeda dengan pemakaian kata pada masa lalu. Adapun proses morfologis, pengertian yang diberikan oleh M. Ramlan ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Dalam bahasa Arab morfologi itu disebut dengan ilmu as-sharf, yaitu ilmu yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata dalam bahasa Arab. Al-Ghalayani memaparkan definisi ilmu as-sharf sebagai ilmu yang mengkaji akar kata untuk mengetahui bentuk-bentuk kata Arab dengan segala hal-ihwalnya di luar IAorab dan binaA. Hasan berbeda kajiannya tentang Sharaf, dia mengkaji Sharaf dari segi nizam sharfy yang melahirkan tiga kelompok kajian. yaitu kajian makna, kajian bentuk, dan kajian hubungan antara keduanya. Adapun dalam dunia pendidikan, ada beberapa pokok inti dalam bahasa Arab yang Pokok yang diperdalam ada dua, yaitu Aoanasirul lughoh . nsur-unsur kebahasaa. dan istikhdamul lughoh . enggunaan bahas. Dalam Aoanasirul lughoh . nsur-unsur kebahasaa. secara umum terdapat 4 ilmu yang dipelajari. Ilmu-ilmu tersebut antara lain . Ilmu Ashwat . engajarkan tentang makhorij dan sifat-sifat huru. , . Ilmu QowaAoid . eperti nahwu, sharaf, 7 Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Remaja Rosdakarya. Bandung, 2. , 6 8 Nana Syaodih Sukmadinata. Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 4 9 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 203. 10 Ibid. , 272. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 dan imlaA. , . Mufradat, . Ilmu MaAoani . 11 Dalam hal ini pembelajaran morfologi isim muytaq itu termasuk salah satu dari tiga unsur bahasa Arab yakni pada QowaAoid yang membahas tentang nahwu dan sharafnya. Tujuan Pembelajaran Morfologi Ilmu shorof adalah ilmu yang membahas dasar-dasar pembentukan kata, termasuk di dalamnya imbuhan. Sharaf memberikan aturan pemakaian masing-masing kata dari segi bentuknya yang dikenal dengan Morfologi. Dengan kata lain bahwa shorof memberikan aturan pemakaian dan pembentukan kata-kata sebelum digabung atau dirangkai dengan kata-kata yang lain. Bahasa Arab adalah bahasa yang pola pembentukan katanya sangat beragam dan fleksibel, baik melalui cara derivasi . ashrif isytiqaq. maupun dengan cara infleksi . ashrif iAorab. Dengan dua cara tersebut, bahasa Arab menjadi sangat kaya dengan Dalam bahasa Arab, satu kata bisa mempunyai banyak bentuk. Bentuk-bentuk itu diakibatkan perubahan-perubahan yang terjadi padanya, baik berupa terjadinya pergantian salah satu huruf, pemindahan atau pembuangan, dan juga perubahan harakat-harakatnya. Adapun manfaat atau tujuan dari mempelajari ilmu sharaf sebagai tolok ukur dalam mempelajarinya adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui bentuk dasar suatu kata dengan segala perubahan-perubahannya, misalnya dari bentuk fiAil madhi ke Masdar. Untuk mengetahui perubahan-perubahan makna dari perubahan-perubahan bentuk dasar kata. Misal aA a a, dari bentuk tsulatsi diubah menjadi beberapa bentuk, seperti Ua e a A a aAUA e aA eA . Untuk mengetahui perubahan fungsi suatu kata misalnya yang semula bentuknya kata kerja lazim . berubah menjadi mutadi . , contoh a a aA( aEAdudu. diubah menjadi a e . a aAEA . Untuk membantu seseorang dalam rangka melacak makna atau arti suatu kata dalam Misalnya dalam suatu kalimat kita temukan kata AIIA, maka dengan ilmu sharaf dapat kita lacak bentuk dasarnya dari fiAil madhinya. Tsulatsi. RubaAI mujarrod atau . Untuk membantu penerjemahan agar menemukan makna / arti yang tepat, seperti asalA AAdariA( AAmengampun. berarti meminta ampunan. Dan menemukan asal kata dengan benar, seperti A(CAjagala. dan fiAil tsulatsi mujarrod ACOOA. Evaluasi Pembelajaran Morfologi Evaluasi pembelajaran nahwu dan sharaf di pondok pesantren salaf pada umumnya dilakukan dalam bentuk hafalan terhadap kaidah-kaidah nahwu dan sharaf yang berbentuk syair bait ataupun non bait. Teknik memberikan kewajiban hafalan menjadi alat kontrol terhadap tingkat ketekunan, intelektualitas, dan keseriusan santri terhadap pelajaran yang sedang ditempuhnya. Pembelajaran bahasa Arab di pesantren salaf, khususnya bidang nahwu dan sharaf, menjadi kajian yang unik jika ditilik dari perspektif kajian akademis di perguruan tinggi. Menjadi unik karena di tengah arus kuat atas tuntutan yang modern dalam pembelajaran bahasa di beberapa lembaga modern, pesantren salaf tetap mempertahankan tradisionalitas pembelajarannya. Ini bisa ditilik dari model pembelajaran bahasa Arab yang Muh Nahidhislami. AuLuasnya Bahasa ArabAy. Artikel. Diakses Pada 12 Januari 2023, http://w. 12 Muhajirunnajah. AuPenerapan Pembelajaran Shorof Bagi Pembelajar Tingkat Pemula Menggunakan Metode Pemerolehan BahasaAy, . urnal al MahAra Jurnal Pendidikan Bahasa Arab. Vol. No. Juni 2019/1440H), 13 Muhammad Reza. AuManfaat Mempelajari Ilmu SarafAy, artikel. Diakses pada 1 Nopember 2023 https://w. com/2019/06/manfaat-mempelajari-ilmu-sharaf. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 lebih menekankan pada aspek penguasaan bidang tertentu yaitu dengan apa yang ada dalam ilmu linguistik disebut dengan semantik, morfologi dan sintaksis. Tuntutan dunia akademis modern dalam pembelajaran bahasa Arab adalah penguasaan keempat keterampilan bahasa. menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Dalam bahasa Arab keempatnya diistilahkan dengan maharah istimaAo, qiraah, kitabah, dan Keempat keterampilan ini kemudian disistematisasi dalam metode all in one system atau istilah Arabnya adalah nadhariyah al-wahdah. Sistem ini tersubstitusi dalam beberapa kurikulum yang mendukung agar pembelajar bahasa Arab bisa menguasai keempat keterampilan melalui silabus yang dirancang sedemikian rupa sehingga targetnya adalah kemahiran berbahasa secara komplit bisa membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Sementara itu di banyak pondok pesantren salaf, termasuk lembaga yang akan diteliti ini, lebih menekankan pada penguasaan satu atau dua aspek kemahiran berbahasa, atau yang secara prinsip tidak ada tuntutan untuk menguasai keempat keterampilan tersebut. Kemahiran berbahasa yang banyak diajarkan adalah aspek penguasaan atas gramatika bahasa Arab, atau yang sering disebut dengan kemahiran atas nahwu dan sharaf. Isim Musytaq Pengertian Isim Musytaq Isim musytaq adalah isim yang terambil atau terbentuk dari fiAoilnya. 15 Dengan memperhatikan pengertian tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa isim musytaq itu adalah bentuk-bentuk kata arab yang diambil dari fiAoilnya . alam hal ini yang dimaksud yakni fiAoil madh. melalui proses morfologis . Oleh karena itu isim musytaq juga bisa disebut dengan isim muttashorif. Dalam bahasa Arab ada 11 . shighot kalimah dan dijelaskan pula wazan-wazan sebagai rumus untuk membuat ke sebelas shighot kalimat itu. shighot kalimat itu adalah kalimat fiAil dan 7 . shighot lainnya adalah shighot isim. Kesebelas shighot itu diantaranya adalah: . FiAil Madhi, . FiAil MudhoreA, . FiAil Amar, . FiAil Nahy, . Masdar ghoiru mim, . Masdar mim, . Isim faAil, . Isim mafAul, . Isim zaman, . Isim Makan, . Isim alat. Proses Isytiqaq Isim Musytaq & Pembagiannya Isytiqaq adalah merubah sebuah kalimah kedalam shighat yang berbeda dengan makna dasar yang sama. Contoh: perubahan lafadz aA( a eE UIAshighat masda. menjadi aA( aEa aIAshighat fiAoil madh. , aA Oa eEa aIAdan seterusnya. Musytaq minhu adalah kalimat yang menjadi objek dalam proses isytiqaq . sal mula sebuah kat. Musytaq Minhu itu ada dua pendapat: . Masdar . enurut UlamaA Basra. , . FiAoil Madli . enurut UlamaA Kufa. Musytaq adalah kalimah yang dihasilkan dari proses isytiqaq, contoh: aA( aEe UIAmusytaq minh. aA aEa aIAatau aA Oa eEa aIAdan seterusnya . asing-masing dinamakan lafadz musyta. Musytaq itu ada 2: FiAil: FiAil Madhi. FiAil MudhoreA. FiAil Amar . emua fiAi. Isim: Masdar ghoiru mim selain tsulatsi mujarrod. Masdar mim, isim faAil, shighat mubalaghah, sifat musyabbihat, isim mafAul, afAalu tafdhil, isim zaman, isim makan, isim Semua bentuk isytiqaq hukumnya simaAoI kecuali isytiqq shaghir. Apabila ada kata isytiqaq secara mutlak, maka yang di kehendaki adalah isytiqaq shaghir. Proses perubahan sebuah kalimat isytiqaq shaghir ada 3 macam: Menambahkan huruf, contoh: a U A aEAmenjadi a U AaEA Mengurangi huruf, contoh: a U aA aAmenjadi a a a Merubah harakat, contoh: aUA e aA IAmenjadi a a aAIA Sri Guno Najib Chaqoqo. AuEvaluasi Pembelajaran Nahwudalam Bentuk Munaqasyahdi PP AlLuqmaniyyah YogyakartaAy, (Lisania: Journal of Arabic Education and Literature Vol. No. , 18-19. 15 Musthafa al Ghalayaini. JamiAoal-Durus al-Arabiyah (Beirut: Dar al-Fikr, 1. , 20. 16 Ali Asrun Lubis. AuSTUDY TENTANG ISIM MUSYTAQAy, (Jurnal Thariqoh Ilmia. Vol. No. Januari 2014, 47-48. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 Dalam satu kalimat bisa terdapat perubahan lebih dari satu, contoh: a a menjadi a a . erubah harakat dan menambahkan huruf ) U A eA U A aA aA eaI UIAmenjadi aA( aIAmerubah harakat dan mengurangi huruf ) Cara mengetahui adanya qolbu makani. Melihat tashrifan dari lafadz-lafadz lain yang huruf asal dan makna kalimatnya sama, contoh: a aaIAmenjadi a OaIaAberasal dari kata A aIaOAkarena Masdar yang berlaku adalah aAOA a eAEIacA, sementara a aaIAtidak punya Masdar. Terdapat huruf ilat yang yang semestinya di IAolal, tapi dalam lafadz tersebut tidak di IAolal, contoh: a a A aOAberasal dari a a A OaAkarena lafadz a a A aOAsemestinya di IAolal menjadi sebab a terdapat yaA berharakat jatuh setelah harakat fathah. Memandang sedikit banyaknya penggunaan dalam dua lafadz yang semakna, contoh: a berwazan aA Aa a aEAberasal dari A aaOAberwazan aA Aa a aEAkarena A aAlebih sedikit digunakan dalam bahasa Arab dibanding AaOA. Akan terjadi beratnya kumpul dua hamzah di akhir kalimat ketika tidak dipindah salah a aA AAmenurut UlamaA Sharaf dan Imam satu hurufnya, contoh: aA a sAasalnya aA aaOAberwazan aA UEA Khalil pada lafadz ini hamzah dipindah pada tempatnya yaAo sehingga menjadi aOA a aA AAkemudian harakat dhammah dan yaAo dibuang menjadi aA sAdi IAolal dengan berwazan aA UEA pengiA lalan isim manqush. Andaikan hamzah tidak dipindah, maka yaAo diganti hamzah menjadi a. adapun UlamaA nahwu selain Imam Kholil berpendapat tidak terjadi perpindahan tempat, tetapi hamzah yang ke dua pada lafadz a diganti yaAo karena kumpulnya dua hamzah di akhir kalimat menjadi aA aOAkemudian harakat dhammah dan yaA dibuang menjadi aA( a sAdi IAolal dengan pengiAo lalan isim manqus. Kitab al-Taqrib Identitas Kitab TAQRIB Kitab ini disusun oleh Syekh Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Asfihyni atau dikenal dengan al-Qydhi Abu SyujaA . -593 H). Dalam sebagian naskah, kitab ini dinamakan dengan AuMatan TaqrybAy, dan sebagian naskah lainnya dinamakan AuGhyyatul IkhtishyrAy, oleh sebab demikian Syekh Ibn Qysim al-Ghyzi memberikan dua nama untuk kitab syarah Taqryb yang beliau tulis: Fathul Qaryb al-Mujyb fy Syarh Alfydz at-Taqryb dan Al-Qawl al-Mukhtyr fy Syarh Ghyyah al-Ikhtishyr. 18 Sesuai dengan namanya, kitab ini disusun dengan sangat ringkas, bahasanya tidak terlalu sulit, tidak memuat banyak perbedaan pendapat. Sang pengarang kitab ini berdoa semoga Allah mengganjarnya dengan pahala, dan memberinya taufik kepada kebenaran, sebab sesungguhnya Allah Mahakuasa atas apa yang Ia kehendaki dan Maha Lemah Lembut serta Maha Mengetahui hambahamba-Nya. Matan Taqryb ini sudah berusia ratusan tahun. Meski demikian, ia tetap eksis hingga saat ini, tak hanya dikaji oleh para pelajar tapi juga diberi syarah . enjelasan atas isi kita. oleh banyak para ulama. Kemudian dari syarah tersebut, para ulama lain memberikan hasyiah . enjelasan atas syara. , bahkan sebagian ulama lainnya menjadikannya nadham atau uraian dalam bentuk syair. Di antara syarah Matan Taqryb adalah Fathul Qaryb alMujyb karya Ibn Al-Qasim al-Ghyzi. Kifyyatul Akhyyr fy Halli Ghyyatu al-Ikhtishyr karya alHishni, an-Nihyyah fy Syarh Al-Ghyyah karya Muhammad Waliyuddin Al-Bashiri, al-IqnyA fy Halli Alfydzi Aby SyujyA karya Al-Khytib As-Syirbini. Selain berupa syarah, ada juga di 17 Muhammad Syukron. As Sharful Mukhtar, (Rembang: Maktabah Al Anwariyah, 2. , 62-64. 18 Ibn Qysim al-Ghyzi. Fathul Qaryb (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2. , 19. 19 al-Qydhi Abu SyujyA. Matan al-Ghyyah wa at-Taqryb (Beirut: Dar el-MasyyriA, 1. , 5. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 antara para ulama yang memberi penegasan dasar argumentasi Matan Taqryb, seperti yang dilakukan Dr. Mushtafa Dieb Al-Bugha. Beliau menulis kitab berjudul Auat-Tadhyb fy Adillati Matni Ghyyah at-TaqrybAy yang isinya adalah dalil-dalil dari pembahasan dalam Matan Taqryb. Beberapa syarah Matan Taqryb diberi hasyiah atau komentar atas penjelasan oleh para ulama, di antaranya adalah. Hysyiah al-Barmywi Aala Syarh Ibn Qysim karya alBarmywi. Hysyiah Al-Baijuri Aala Syarh Ibn Qysim al-Ghyzi karya Syekh Ibrahim al-Baijuri. Qytul Habib Al-Gharyb Tawsyyh Aala Fathil Qaryb al-Mujyb karya Syeikh Nawawi AlBantani. Juga sebagian ulama membuatnya dalam bentuk nadhom, salah satunya adalah karya Syekh Syarafuddin al-AImrythy. Nihyyah at-Tadhrib fy Nadhmi Ghyyah at-Taqryb. Dengan kemasyhuran dan manfaatnya yang banyak bagi lintas kalangan. ulama maupun pelajar, kitab ini mendapat banyak pujian Al-Khathyb asy-Syirbyni mengungkapkan dalam mukaddimahnya. AuSesungguhnya Allah Tala telah mengetahui keikhlasan niat Syekh Abu SyujaA ketika menyusun kitab ini, sebab keikhlasannya manfaat kitab ini menyebar, maka sedikit sekali dari para penuntut ilmu melainkan akan membaca terlebih dahulu kitab ini, entah dengan menghafal atau membacanyaAy20 Pengarang Kitab al-TAQRIB Abu SyujaA adalah pengarang kitab matan fikih yang populer di dalam mazhab Syafi'i yang berjudul Al-Ghayah wa At-Taqrib (Matan Abu Syuj. Namanya adalah Ahmad bin alHusain bin Ahmad Al-Ashfahani yang dikenal dengan nama Al-Qadhi Abu Syuja' (Bapak para pemberan. Sebutan dan Kunyah Abu SyujaA disandangkan kepadanya, karena dia adalah seorang ulama yang pemberani dalam menegakkan kebenaran dan tidak takut dengan cacian orang lain di dalam menegakkan keadilan. Ayahnya berasal dari Asfahan. Persia . ekarang Ira. namun dia dilahirkan di Basrah. Irak pada tahun 533 H. Dia belajar dan mengajar fikih Imam asy-SyafiAi di Basrah selama 40 tahun kemudian hijrah ke kota Madinah dan wafat disana pada tahun 593 H dalam usia 60tahun. Pembelajaran Morfologi Isim Musytaq dan Maknanya dalam Kitab Taqrib pada santri Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAoil Futuh Beji Jenu Tuban Penerapan Pembelajaran Morfologi Isim Musytaq dan Maknanya dalam Kitab Taqrib pada santri kelas Sorogan di Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAoil Futuh Beji Jenu Tuban. Untuk memperoleh data tentang bagaimana penerapan pembelajaran morfologi isim musytaq dan maknanya dengan model pembelajaran Sorogan di Pondok Pesantren AlMasyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban yang sebelumnya mendapatkan informasi tentang adanya pembelajaran tersebut di Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban dari seorang alumni Pondok Pesantren tersebut yang bernama Himmatul Hasanah yang mengungkapkan bahwa: AuPenerapan Pembelajaran morfologi dengan model pembelajaran sorogan di Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban dilakukan dengan salah satu dari sekian santri menyodorkan bacaan kitabnya dengan kitab yang kosong tanpa harakat dan makna jawa kepada seorang kyai selaku pendidik, kemudian santri tersebut menjelaskan setiap lafadz yang dibacanya yang ada dalam kitab, pada saat menjelaskan, santri juga mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari kyaiAy22 Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas apakah penerapan pembelajaran morfologi isim musytaq dan maknanya dengan model pembelajaran sorogan benar diterapkan di Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban, maka peneliti menuju obyek penelitian. Pada bab ini disajikan data yang sesuai dengan tujuan Penyajian data dimaksudkan untuk menyajikan atau memaparkan data yang 20 Ibn Qysim al-Ghyzi. Fathul Qaryb. , 6. 21 https://id. org/wiki/Abu_Syuja. Diakses pada 06 Juni 2023. 22 Wawancara dengan Himmatul Hasanah alumni Pon. Pes. Al-Masyithoh Manbail Futuh pada 01 Nopember TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 diperoleh dari tempat penelitian Dalam pengamatan . yang dilakukan adalah mengamati proses pelaksanaan penerapan pembelajaran morfologi isim musytaq dan maknanya pada santri kelas sorogan pondok pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban. Berikut ini hasil observasi peneliti: Tabel 1 Observasi pelaksanaan pembelajaran No. Aspek yang diamati Tahap Awal Pembelajaran Pendidik membuka pelajaran dengan doAa bersama. Pendidik membacakan maqroA yang akan diberikan makna jawa serta menjelaskan maqroA tersebut. Pendidik menunjuk kelompok yang mendapatkan giliran maju menyodorkan bacaan kitabnya. Pendidik memberikan waktu pada santri untuk belajar dimalam harinya, kemudian disodorkan di hari berikutnya pada pagi hari setelah jamah sholat shubuh. Tahap Pertengahan Pembelajaran Pendidik memfokuskan pada proses morfologi pada maqroAo dalam kitab Taqrib. Pendidik memberikan pertanyaan seputar proses morfologi yang terjadi disetiap lafadz yang ada di maqroAo pada santri yang mendapatkan giliran membaca. Pendidik meminta santri yang mendapat giliran maju untuk menjelaskan kepada teman-temannya. Tahap Akhir Pembelajaran Pendidik menyimpulkan dan menjelaskan lagi maqroA yang telah dibacakan oleh santri yang mendapat giliran maju. Pendidik memberikan tambahan sedikit materi seputar Nahwu dan Sharaf. Pendidik merencanakan pertemuan selanjutnya dengan membacakan maqroA yang diberikan makna jawa dan Pendidik memberikan motivasi kepada santri-santri sebelum menutup pelajaran. Pendidik mengakhiri pelajaraan dengan berdoAa bersama. Dari hasil observasi, peneliti dapat menyimpulkan bahwasannya pelaksanaan penerapan pembelajaran morfologi isim musytaq dan maknanya dalam kitab taqrib pada santri kelas sorogan Pondok Pesantren Al-Masyithoh Manbail Futuh Beji Jenu Tuban dalam hal ini pendidik atau lebih tepatnya oleh pengasuh pondok sendiri menggunakan model pembelajaran sorogan kitab sebagai cara agar tercapainya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran tersebut dilakukan oleh pendidik melalui cara memberikan makna jawa, memberikan penjelasan disetiap kalimat yang telah diberi makna jawa, pendidik tidak hanya memberikan penjelasan seputar nahwu dan sharaf nya akan tetapi pendidik juga memberikan penjelasan seputar ilmu fiqih nya. Model pembelajaran dengan sorogan ini merupakan cara pendidik menyampaikan materi pembelajaran ilmu nahwu. Sharaf, dan fiqih dengan penuturan lisan secara langsung kepada santri-santrinya. Dengan model pembelajaran seperti ini pendidik dapat mengetahui secara langsung bagaimana santrisantrinya dalam menguasai ilmu nahwu dan sharaf juga penguasaan santri dalam membaca kitab kuning, bahkan Al-QurAan dan Hadits. Dan lebih meninhgktkan kualitas santri dalam menguasai perkitaban. Selain peneliti melakukan observasi terkait pelaksanaan pembelajaran, peneliti juga melakukan observasi terkait proses penerapan pembelajran morfologi isim musytaq TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 dalam kitab al-taqrib pada santri pondok pesantren Al-Masyithoh Manbail Futuh Beji Jenu Tuban. Berikut hasil observasi peneliti terkait proses morfologi isim musytaq dan aa a maknanya dalam kitab Taqrib fasal aOA a AaIaaOaeE aIaEIe a a A aOaE acEA: Tabel 2 Proses Morfologi Isim Musytaq dan Maknanya dalam kitab Taqrib Halaman: 45 a AaEIeaOaIa C aaOIa aOaA a UAaIIaOa aOaOaaEe aOaaIeEa aCUaOaI aCOac aA acs aaOaO aOA e a a e a a a a a a a a AaIaaOae aE aIA e aA(AA a a a e a a U a a a e a aaOaauaa a aEIA a A)aOaE acEA a AA UEA aEaOaE aeI ea eOaaCeO aI aNaOa eOaIaaEaA aNA e AaIA a UA aI eOIaA Artinya: dan segala sesuatu yang bisa diambil manfaatnya beserta tetapnya barang maka diperbolehkan untuk dipinjamkan jika manfaatnya itu berupa atsar . aya gun. , dan sah melakukan transaksi pinjam-meminjam secara mutlak dan dibatasi dalam waktu tertentu, dan ditanggung oleh orang yang meminjam untuk menggantinya dengan uang seharga benda tersebut pada hari terjadinya aa aEIe a Artinya: mengambil manfaat Jenis Isim: Isim Makna: "A. OI a" acaAfaAil Wazan: AAEA Muthobaqoh: AOIA-AIA Asal FiAil: AIaeaOIAA BinaA: BinaA Shohih asal fiAi. Proses Morfologi a EIe aberasal dari fiil tsulasi mujarrod aAOaIe aA aA-aA Ia aA aAyang mengikuti wazan a a aEaOa eA a aEA. a mendapatkan tambahan huruf alif. Kalimat aEIea Wazan: aI aA ac UEA Muthobaqoh: aAcOA a a aAOaA-aAcOA a aa AA Asal FiAil: aAOa aCOc aA-aACaOac aA UaI aCOac aA Artinya: dibatasi Jenis: isim mafAul Makna: AEacOacA BinaA: Ajwaf YaAi Proses Morfologi Kalimat UaA aI aCOac aAmendapatkan tambahan huruf mim diawal kalimah, berasal dari rubaAI lazim mutadi biharfin , masdarnya Aa eCOaeO UA Wazan:aUAaI eA a eOEA Muthobaqoh:aAOa eEa aIA-aEa aIA Asal FiAil:aA aI aIA e aAOA-A aIIA UaA aI eOIaA e AaIA Artinya: ditanggungkan Jenis: isim mafAul Makna: AIa BinaA: Shohih Proses Morfologi KalimataA aI eOIaA AIA huruf mim diawal kalimah, berasal dari e a fiAil tsulatsi mujarrod aAE aeI eaa eaOA Artinya: orang yang meminjam Jenis: Isim FaAil Wazan:AA Makna: aeA( aacOEAberubah atau pindahnya faAil Muthobaqoh:AOcOA-AIA BinaA: Ajwaf YaAi pada asal fiAi. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 Asal FiAil:AOOA-AA Proses Morfologi A E aeI ea eaaOAberasal dari fiil sudasi mutadi biharfin, masdarnya AA Halaman: 43 aa a a a a a a AIaEacAacA a A. E)aOaE acEaIa aaEa aeEIeA aU aaOEa aE scE aaIeI aN aIa e a aNA a a aaEaOa eIaOa aOacE aEaaeOaOaa aOacE aEaAeOO aaOE aeOaEEaA a Aa eC UA a aeOOaIa eAOA a a a Ue aOEaOa eOa eIaOaaeO aaOOa eaA caOaEA ca a A aI aIauEaaEac eAOeA e aOaaOEaOA a AaIaA a AcOaAeO aIaaOa eCA Ue AaOE aeOEeO aEaaIA e aAOa aaOAeO aIaOA a a aaOa eI aA aeOaA a aNA a a aOOaa eIaOaOaaIIaIa eA a aO aaOEaO aCacaEaOaIOcEaEa aOaEca a eIaOA a a a aEa e a e a a e aa a eIaOaOe a aIIaEeIeE aaOa eIaOa aE eO aIaIa eC UaIa eCaea aaOEA aa a a Artinya: Setiap urusan yang bagi seseorang boleh untuk melakukannya sendiri, maka boleh baginya untuk mewakilkannya . ada orang lai. atau menerima perwakilan . ari orang lai. Wakalah adalah akad yang jaiz . ari kedua belah Setiap dari keduanya . uwakkil dan waki. boleh merusak akad wakalah kapan pun dia mau. Akad wakalah bisa rusak . disebabkan salah satu dari keduanya meninggal. Wakil merupakan orang yang Amanah terhadap apa yang ia terima dan apa yang ditransaksikan. Dan seorang wakil tidak menanggung kecuali dengan adanya kecerobohan terhadap apa yang diwakilkan kepadanya. Seorang wakil tidak diperbolehkan menjual atau membeli kecuali dengan tiga syarat: 1. Menjual dengan harga umum, 2. Harus dibayar secara kontan . ibayar uang langsun. , 3. uang yang diterima harus berupa uang negaranya. Seorang wakil dilarang menjual secara mutlak kepada dirinya sendiri. Seorang wakil tidak boleh ikrar atas nama muwakkilnya kecuali atas izinnya. a a AacAacA a AaEA Artinya : membelanjakan Jenis: Isim Masdar Wazan: Ua aA acEA Makna: AaEEOcA Muthobaqoh:aOaa aE acaA-a aE acaA BinaA: BinaA Shohih Asal FiAil: a AA AOA Ae a AA a AA ca a acA a a Proses Morfologi: a a AacAacA a acA a acA a A EAberasal dari fiil rubaAi Mutaddi a a aOaA-a a aA Ayang mengikuti wazan a-a aEA aAOaa aA ac aEA. Kalimat a AA AacAA AEA Masdar. a ca a aEOEEA Artinya : Perwakilan Jenis: Isim Masdar Wazan:aUAa aA acEA Makna:aAEEOcA aa BinaA:a AOA AEaOA AIA Muthobaqoh:acA a AOaa aOA-acA a Aa aOA Asal FiAil:aAOaa aOacE aEA-a aOacE aEA Proses Morfologi: aEOEEA fiAil rubaAi Mutaddi, huruf wawu pada lafadz A bisa dikasroh juga bisa difathah, akan tetapi qoul yang ashoh adalah dengan difathah. aeI aOauEOOA e AaEOacEEaOa acOA e AOCa eOEaOaaOAaEEaaEac eA aOOeaOaAOOaEA a a eAacaINauOEaONaOIIOaa aOacEEA Artinya : Boleh, diperkenankan a a Jenis: Isim Fail Wazan: aA UEA Makna:aEaEIA BinaA:a AOA AOA Muthobaqoh:a eO aIA a ae a aAOA-aIA Asal FiAil:aA aOa eOaA-AA aa a Proses Morfologi: Kalimat aA aUAmendapatkan tambahan alif setelah faA fiAil, berasal dari fiAil tsulatsi TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 mujarrod, ikut pada wazan aAOa eA a aEA-aA( Aa a aEAbab . Masdarnya Aa aO UA aAEOEaeO aEA Artinya: orang yang menerima perwakilan atau orang yang mewakili Jenis: isim mafAul Wazan:aOEA Makna:aEaEIA BinaA:aAOA AOA aAIEA Muthobaqoh:aAOA-AOA Asal FiAil: A OcEEAdan a aOacE aEA Proses Morfologi: aOEA U AEOEaEOaOIA U AOA Bermakna isim mafAyul jika dari fiAil tsulatsi mujarrod dan ini hukumnya simaAi walaupun demikian banyak menggantikan / bermakna isim mafAul aAcOA Ue AIA Artinya: jujur, dapat dipercaya Jenis: Isim sifat Makna: Wazan: aOEA Muthobaqoh:a a -a a AOA a A a BinaA: AINIOa Asal FiAil:aAOI aIA a -AaIIA Proses Morfologi: AEAOA Wazan: Muthobaqoh: Asal FiAil: Jenis: BinaA: Makna: Proses Morfologi: Wazan: Muthobaqoh: Asal FiAil: Jenis: BinaA: Makna: Proses Morfologi: Berdasarkan hasil observasi peneliti, peneliti menemukan suatu model pembelajaran Sorogan di Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban, santri dengan sangat antusias mengikuti pembelajaran Sorogan ini. Santri berkumpul secara berkelompok-kelompok, mendengarkan, menyimak bacaan dari seorang guru yang duduk di depan para santri yang mendengarkan bacaan-bacaan isi kitab yang dibacakan. Santri begitu tanggap dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh pendidik. Santri yang mendapatkan giliran maju menyodorkan bacaan kitabnya di hadapan guru serta mempresentasikan perubahan yang terjadi di setiap lafadz yang ada pada maqroA yang dibaca. Berikut ini hasil wawancara peneliti dengan guru sorogan tentang penerapan pembelajaran morfologi dengan model pembelajaran Sorogan dan bagaimana Prosesnya, yang mengungkapkan: AuKemampuan santri pada awalnya itu biasa-biasa saja, sebagian belum pernah belajar nahwu dan sharaf dan belum pernah diajarkan sistem pembelajaran sorogan. Pada saat setelah diterapkannya sistem pembelajaran sorogan ini, alhamdulillah kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab kuning menjadi lebih Karena salah satu faktor yang mempengaruhi adalah seringnya pendidik memberikan pertanyaan pada waktu sorogan, tidak hanya itu, pendidik juga memberikan hukuman ketika santri pada waktu sorogan itu tidak bisa menjawab pertanyaan lebih dari tiga kali, maka dari itu mau tidak mau para santri TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 pada malam harinya mereka akan lebih giat belajarnya dalam mempersiapkan sorogan baca kitab. Ada beberapa proses pembelajaran sorogan diantaranya Proses awal pembukaan . , kemudian santri dibagi menjadi 2 kelompok. Proses kedua santri di suruh membaca kitab kosongan serta mempresentasikan per lafadz itu bisa jadi akan muncul jawaban sekitar tiga jawaban dan mempresentasikan minimal 10 kalimah . Dan santri di setiap kelompok itu diundi / ditunjuk oleh guru pengampu sampai undian tersebut habis. Tidak hanya membaca dan presentasi saja, akan tetapi santri juga diberikan pertanyaan seputar nahwu dan shorof nya. Setelah itu selesai dan ganti giliran santri berikutnya sampai waktu pembelajaran habisAy. Pernyataan tersebut juga dipertegas dari hasil wawancara peneliti dengan salah satu santri putri Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban sebagai berikut: AuSantri-santri merasa sangat senang bisa belajar memahami kitab kuning dengan sistem sorogan, karena dengan sistem sorogan seperti ini kita yang dulunya masih kesulitan menentukan jabatan, perubahan disetiap kalimat menjadi lebih mudah dalam praktiknya. Karena dimalam harinya kita menjadi lebih semangat belajarnya dibandingkan dulu sebelum diterapkannya sistem sorogan ini. Dengan adanya sistem pembelajaran sorogan ini kami para santri merasa lebih mudah mengerti dan memahami teori tentang nahwu shorof yang telah diajarkan dilembaga Yang mana awalnya santri kebingungan dengan contoh yang diberikan saat diajarkan teori kemudian ketika praktik didalam kitabnya langsung, kami para santri bisa lebih mudah mengerti. Jika praktik langsung di kitab santri akan menemukan banyak perubahan lafadz seperti perubahan isim musytaq, bentuk madhi dari diil yang berbentuk fiil mudhoreA dan lain sebagainya. Ay24 Model Pembelajaran Morfologi Isim Musytaq Sistem atau pembelajaran morfologi yang digunakan di pondok pesantren alMasyithoh Manbail Futuh Beji Jenu Tuban itu ada dua macam. Yang pertama yakni dengan cara penyampaian materi yang disampaikan oleh guru nahwu dan shorof kepada santri-santri pada waktu malam hari, kemudian untuk mendukung dari keberhasilan dalam memahamkan santri tentang nahwu shorof pengasuh memberikan sistem pembelajaran yang kedua yakni dengan sistem pembelajaran sorogan. Menurut pengasuh sorogan merupakan model pembelajaran nahwu shorof yang berpotensi tinggi terhadap keberhasilan santri dalam belajar nahwu dan shorof, lebih tepatnya dalam mengasah kemampuan maharah qiraAoah . embaca kitab kunin. Karena dengan adanya sorogan santri akan mudah memahami juga bisa langsung mempraktikan teori yang sudah diajarkan pada malam harinya. Kemudian dengan sorogan santri akan lebih bersemangat untuk belajar membaca kitab kuning, santri yang awalnya hanya mengetahui teori-teorinya saja nanti ketika sorogan mereka akan dapat lebih paham lagi tentang teori yang sudah diajarkan dengan adanya model pembelajaran sorogan. Dengan model pembelajaran seperti ini santri juga dapat melatih keberanian diri mempresentasikan apa yang akan dia baca, dan mereka juga akan lebih terbiasa membaca kitab-kitab yang masih gundulan . elum ada harakat dan iAorabny. Dalam proses pembelajaran sorogan itu ada beberapa proses. Proses awal pembukaan . , kemudian santri dibagi menjadi 2 kelompok. Proses ke dua santri di suruh membaca kitab kosongan serta mempresentasikan per lafadz itu bisa jadi akan muncul jawaban sekitar tiga jawaban dan mempresentasikan minimal 10 kalimah . Dan majunya 23 Wawancara dengan Ust. Jumawal, guru sorogan pada 13 Oktober 2023. 24 Wawancara dengan Mahsunah Hasanah, salah satu santri Pondok Pesantren Al-Masyithoh Manbail Futuh Beji Jenu Tuban pada 2 Nopember 2023. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 itu diundi/ditunjuk oleh guru pengampu. Tidak hanya membaca dan presentasi saja, akan tetapi santri juga diberikan pertanyaan seputar nahwu dan shorof nya. Setelah itu selesai dan ganti giliran santri berikutnya sampai waktu pembelajaran habis. Dalam upaya pengembangan model pembelajaran di pesantren. Model pembelajaran sorogan di Pondok Pesantren Al-masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban menjadi pilihan utama. Sebab belajar kitab dengan sorogan, para santri akan lebih cepat untuk memahami dan mampu membaca kitab secara cepat. Hal ini karena para santri dipaksa untuk belajar di malam harinya sebelum melaksanakan sorogan dihadapan kyai atau guru yang mengajarnya, supaya ketika sorogan para santri dapat membaca kitab gundulan dengan maksimal. Pembelajaran berlangsung dalam kesehariannya seperti apa yang telah diungkapkan oleh Ust. Jumawal guru pembimbing sorogan: Ausaya menggunakan sistem pembelajaran sorogan dengan menerima sorogan bacaan kitab para santri yang mana maqroA yang dibaca itu sudah saya bacakan makna serta penjelasannya dipertemuan pertama, jadi dipertemuan berikutnya para santri sudah harus menyodorkan bacaan kitabnya dihadapan saya, seperti aa a aa contoh AEA. a A aOA a AaIaaOaeE aI aEIe a e aA AAlafadz a EIe aitu kalimah apa? Dibaca apa? Semisal a AA UE aaOaE acEA dijawab dibaca rofaA, kenapa dibaca rofaA? apa jabatannya? tanda isimnya apa? aa a EIe atermasuk kalimah isim apa? Coba ditasrif! Begitu seterusnya sampai selesai Ay 25 Jadi, proses pembelajaran morfologi di Pondok Pesantren Al-Masyithoh Manbail Futuh Beji Jenu Tuban pendidik menggunakan metode sorogan. Kesimpulan dan Saran Setelah dilakukannya kegiatan penelitian, maka didapatkan kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran morfologi isim musytaq dan maknanya dalam kitab taqrib pada santri kelas sorogan Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban dalam hal ini pendidik atau lebih tepatnya oleh pengasuh pondok sendiri menggunakan model pembelajaran sorogan kitab sebagai cara agar tercapainya tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran tersebut dilakukan oleh pendidik melalui cara memberikan makna jawa, memberikan penjelasan disetiap kalimat yang telah diberi makna jawa, pendidik tidak hanya memberikan penjelasan seputar nahwu dan Sharaf nya akan tetapi pendidik juga memberikan penjelasan seputar ilmu fiqih nya. Model pembelajaran dengan sorogan ini merupakan cara pendidik menyampaikan materi pembelajaran ilmu nahwu. Sharaf, fiqih dengan penuturan lisan secara langsung kepada santrisantrinya. Dengan model pembelajaran seperti ini pendidik dapat mengetahui secara langsung bagaimana santri-santrinya dalam menguasai ilmu nahwu dan sharaf juga penguasaan santri dalam membaca kitab kuning, bahkan Al-QurAan dan Hadits Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: Untuk kegiatan penerapan pembelajaran morfologi dengan sistem sorogan yang ada di Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji Jenu Tuban alangkah baiknya jika dipertahankan untuk meningkatkan kualitas santri dalam menguasai keilmuan nahwu Sharaf dalam baca kitab kuning yang telah berjalan dengan baik. Serta terus mempertahankan dan mengembangkan model pembelajaran yang dapat mendukung dari kegiatan sorogan. Karena dapat mengasah kemampuan santri dalam mempelajari dan memahami setiap perubahan yang terjadi disetiap lafadz serta pengaruh perubahan-perubahan kata terhadap golongan arti kata. 25 Wawancara dengan Ust. Jumawal, guru sorogan Pondok Pesantren Al-Masyithoh ManbaAil Futuh Beji-Jenu- Tuban pada 3 Nopember 2023. TAAyLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi peneliti berikutnya dan diharapkan dapat mengembangkan dan menyempurnakan lagi penelitian ini, dikarenakan peneliti sadar akan masih banyaknya kekurangan dalam penelitian ini. Daftar Pustaka