PENDUKUNG ANALISA KEPUTUSAN MEDIA PROMOSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS BANTEN JAYA MENGGUNAKAN METODE AHP Ahmad Fatoni 1. Maksum 2 Program Studi Teknik Informatika,Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Banten Jaya Jl. Ciwaru Raya No37 Warung Pojok Kota Serang Ae Banten. Indonesia Email : ahmadfatoni@unbaja. id1, masum@unbaja. ABSTRAK Decision support systems as a computer-based system consisting of component components include language system components, knowledge system components and problem processing system components that interact with one Decision support system is an interactive system, which helps decision makers through the use of data and decision models to solve semi-structured and unstructured problems. AHP is a decision support model developed by Thomas L. Saaty. This decision support model will describe complex multi-factor or multi-criteria problems into a hierarchy, according to Saaty . , hierarchy is defined as a representation of a complex problem in a multi-level structure where the first level is the goal, followed by the factor level, criteria, sub criteria, and so on down to the last level of alternatives. With a hierarchy, a complex problem can be broken down into groups which are then arranged into a hierarchical form so that the problems will appear more structured and systematic. From the results of the study showed that the use of Analytical Hierarchy Process (AHP) as a model of decision support system determines the media promotion of new student admission at Banten Jaya University can help the work of the promotion team and the leadership in determining the priority of promotional media that is most appropriate for the promotion through the criteria and alternative weighting process with faster, more accurate and more effective. Keywords : Decision Support System. Promotion. Analytical Hierarchy Process PENDAHULUAN Dampak dari globalisasi yang berimbas pada dunia pendidikan tinggi dan perguruan tinggi di Indonesia gejala tersebut semakin kuat dan tidak terbendungkan lagi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan salah satu aspek penting dalam globalisasi khususnya di bidang pendidikan tinggi. Dengan demikian kita perlu mengantisipasi tantangan yang dihadapi paling tidak ada tiga bidang persaingan yaitu dalam pengelolaanperguruan tinggi, proses belajar mengajar dan pendidikan nilai. Setiap tahun ajaran baru. PTS selalu bersaing dengan PTN dan PTS lain dalam memperebutkan jumlah mahasiswa. Agar bisa survive, setiap PTS harus memahami hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan atau daya tarik calon mahasiswa baru memilih Perguruan tinggi (PT) tertentu, dan keunikan tersebut sekaligus dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif. Pengambilan keputusan yang dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan global di waktu Memiliki banyak informasi saja tidak cukup, jika tidak mampu meramunya dengan cepat menjadi alternatif terbaik di dalam proses pengambilan keputusan. Akan tetapi, sebelum dilakukan proses pengambilan keputusan dari berbagai alternatif yang ada maka dibutuhkan adanya suatu kriteria. Setiap kriteria harus mampu menjawab satu pertanyaan penting mengenai seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Sejak Banten resmi menjadi Provinsi, perkembangan perguruan tinggi khususnya PTS semakin menunjukan peningkatan, salah satunya adalah Universitas Banten Jaya (UNBAJA). Setiap tahunnya Universitas Banten Jaya (UNBAJA) melakukan kegiatan promosi penerimaan mahasiswa baru, yang menjadi prioritas utama dari promosi tersebut adalah mendapatkan mahasiswa sesuai dengan daya tampung yang telah disediakan. Untuk mendapatkan calon mahasiswa sesuai dengan target capaian yang diharapkan. Universitas Banten Jaya (UNBAJA) melakukan promosi ke berbagai tempat baik didalam maupun diluar provinsi. Dalam melakukan promosi ini diperlukan media promosi yang tepat seperti: brosur, spanduk, pamflet, pameran pendidikan, media elektronik, baik melalui radio ataupun TV swasta untuk setiap lokasi yang Namun untuk menentukan media promosi secara cepat dan tepat bukanlah hal yang mudah, ada banyak hal yang harus diteliti dan dipertimbangkan sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan metode yang cocok untuk diterapkan dalam pengambilan keputusan dengan berbagai kriteria, khususnya dalam penentuan media promosi secara cepat dan tepat. Prinsip kerja Analitical Hierarchy Process (AHP) adalah penyederhanaan suatu permasalahan kompleks yang tidak terstruktur, strategis, dan dinamik menjadi bagian-bagiannya serta menatanya dalam suatu hirarki. Kemudian tingkat kepentingan semua variabel diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif dibandingkan dengan variabel lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman baik dari segi teknologi maupun dari segi lainya, khususnya dibidang pendidikan maka dibutuhkan sebuah trobosan atau inovasi baru dalam membantu seorang siswa-siswi dalam 2 Permasalahan Penelitian Permasalahan penelitian akan dijabarkan dalam 3 . sub bab, yaitu Identifikasi Masalah. Ruang Lingkup Masalah, dan Rumusan Masalah. 1 Identifikasi Masalah Dari uraian latar belakang permasalahan di atas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Belum ada metode untuk pemilihan media promosi, sehingga pemilihan media promosi yang tidak tepat akan mengakibatkan tidak tepat sasaran dan membutuhkan jumlah dana yang besar. Diperlukan adanya metode untuk pemilihan media promosi, termasuk lokasi dan 2 Ruang Lingkup Masalah Ruang lingkup masalah meliputi fokus penelitian, waktu penelitian, tempat penelitian dan metode analisis. Ruang lingkup permasalahan dalam penelitian ini adalah sistem pendukung keputusan pemilihan media promosi di perguruan tinggi untuk pengambil keputusan . menggunakan metode AHP. Adapun waktu penelitian dilakukan pada semester II. IV dan VI tahun akademik 2013 / 2014. Data penelitian ini menggunakan kuestioner dari mahasiswa/ mahasiswi, dan beberapa bagian yang terkait. Lokasi penelitian ini dilakukan di Universitas Banten Jaya (UNBAJA) berlokasi di Jl. Ciwaru II No 73 Warung Pojok Kota Serang Provinsi Banten. 3 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah AuBagaimana penerapan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam pengambilan keputusan untuk menghasilkan penentuan media promosi yang tepat bagi pimpinan pada penerimaan mahasiswa baru pada tahun mendatang?Ay. 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian Penelitian ini tentu memiliki tujuan dan manfaat. Berikut adalah penjabaran tujuan dan manfaat penelitian. 1 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Dari penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan sistem pendukung keputusan (DSS) dengan pemodelan AHP yang tepat untuk memberikan rekomendasi pemilihan media promosi yang tepat berdasarkan hasil kuestioner. 2 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini sebagai berikut: Bagi peneliti, penelitian ini digunakan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi, sebagai sarana dalam menerapkan teoriteori yang telah dipelajari selama masa perkuliahan dan melatih berfikir kritis dalam melakukan analisis permasalahan yang berkenaan dengan teknologi informasi, khususnya mengenai tingkat penerimaan teknologi informasi bagi pengguna. Bagi STMIK ERESHA dapat menambah jumlah koleksi karya ilmiah, yang digunakan menjadi salah satu referensi atau acuan dalam pemanfaatan teknologi informasi pada meningkatkan kualitas penerimaan mahasiswa baru, khususnya dalam menentukan media promosi yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnyadalam penelitian sejenis yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan lebih rinci pada masa yang akan datang. 3 Konsep Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970 oleh G. Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton dalam jurnal AuA Framework for Management Information SystemAy. Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat menajemen dari Robert N. Anthony yang menggunakan istilah strategic planning, management control dan operational control . erencanaan strategis, kontrol manajemen, dan kontrol operasiona. Berikut ini beberapa definisi tentang Sistem Pendukung Keputusan : Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model. (Turban, 2005 : p. Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui akses secara mudah untuk memecahkan masalah yang semi (Ravindranath, 2003 : p. Sistem Pendukung Keputusan merupakan sistem berbasis komputer yang mendukung proses pengambilan keputusan bagi manajer atau pengambil keputusan dalam organisasi melalui pemilihan keputusan dengan dukungan data organisasi dan proses pemodelan. (Sauter, 2010 : p. Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang membantu menajer atau sekelompok kecil manajer memecahkan suatu masalah. Misalnya DSS yang dirancang untuk membantu manajer penjualan untuk menentukan tingkat komisi terbaik bagi para tenaga penjualannya. (McLeod , 2007 : p. 4 Analytical Hierarchy Process (AHP) AHP diperkenalkan oleh Dr. Thomas L. Saaty di awal tahun 1970. Pengambilan keputusan dilakukan secara bertahap dari tingkat terendah hingga puncak. Pada proses pengambilan keputusan dengan AHP, terdapat tujuan . dengan beberapa level kriteria dan Masing-masing alternatif dalam satu kriteria memiliki skor. Skor diperoleh dari eigen vektor matrix yang diperoleh dari perbandingan berpasangan dengan alternatif yang lain. Skor yang dimaksud ini adalah bobot masing-masing alternatif terhadap satu kriteria. Masing-masing kriteria pun memiliki bobot tertentu . ang diperoleh dengan cara yang sam. Selanjutnya perkalian matriks alternatif dan kriteria dilakukan di tiap level hingga naik ke puncak level. Dalam menyelesaikan persoalan AHP, terdapat beberapa prinsip yang perlu dipahami, diantaranya adalah : decomposition, comparative judgment, synthesis of priority dan logical Metode ini adalah sebuah kerangka untukmengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1. 5 Prinsip Decomposition Dalam AHP Setelah persoalan didefinisikan, maka perlu dilakukan decomposition yaitu memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan juga dilakukan terhadap unsur-unsur sampai tidak mungkin dilakukan pemecahan lebih lanjut sehingga didapatkan beberapa tindakan dari persoalan tadi. Karena alasan ini, maka proses analisis dinamakan hirarki. (Saaty, 2008 : . 6 Prinsip Comparative Judgment Dalam AHP Prinsip ini berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu yang dalam kaitannya dengan tingkat diatasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena ia akan berpengaruh terhadap prioritas elemen-elemen. Hasil dari penilaian ini akan tampak lebih enak bila disajikan dalam bentuk matriks yang dinamakan matriks pairwise (Saaty, 2008 : p. Pemberian comparative judgment ini didasarkan pada seberapa jauh perbandingan antara satu kriteria dengan kriteria lain yang ditunjukkan pada Tabel 2. berikut ini : Tabel 1 skala Penilaian dalam AHP (Bhushan : 2004, p. AHP sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut : Struktur yang berhirarki, sebagaikonsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan. Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan. METODE 1 Analisa Kebutuhan Sistem Pendukung Keputusan pemilihan media promosi yang tepat dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) akan berfungsi sebagai sarana untuk mempercepat pengambilan keputusan di lingkungan manajemen Universitas Banten Jaya (UNBAJA). Dalam mengembangkan SPK tersebut penulis menemukan beberapa masalah dalam pemilihan media promosi yang tepat, antara lain: Pemilihan media promosi yang tidak tepat pada saat pembuatan dan pemasangan media promosi di beberapa lokasi, akan berpengaruh terhadap jumlah media promosi yang harus disediakan, sehingga membutuhkan sejumlah dana yang besar. Output yang dihasilkan berupa media promosi yang tepat pada beberapa lokasi memiliki potensi-potensi tinggi untuk mendapatkan calon mahasiswa yang diinginkan 2 Perancangan Penelitian Setelah melakukan analisa kebutuhan dilakukan kegiatan penelitian, langkah selanjutnya perlu dilakukan perancangan penelitianProses, dengan melakukan beberapa tahapansebagai Penetu Pengolaha Hierar Perngolahan Kriteria . emboboAlternatif Perhitunga ta. (Pembobota Kriteria &Alternatif Penent Gambar 1Tahapan AHP Media Promo Hasil Dan Pembahasan 1 Hasil Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai hasil penelitian berdasarkan data yang telah dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Metode buku-buku danmencarigambar-gambar Adapuntahap-tahap Metode Pengamatan (Observatio. Metode observasi merupakan perbandingan dari semua aplikasi yang saya buat dengan aplikasi yang ada sebelumnya. MetodeWawancara (Intervie. Teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang terkait seperti guru, dengan masalah yang diteliti yaitu dengan cara Tanya jawab langsung dan sistematis dengan pengguna. MetodeStudiPustaka (Librar. Suatu metode yang digunakan untuk memperoleh data dengan cara mengumpulkan data yang dilakukan secara teoritis untuk mendapatkan data dan informasi-informasi yang diperlukan dengan cara membaca, mempelajari literature yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini, penulis memperoleh data dari buku-buku, berkas-berkas, diangkatsebagaireferensi dari jurnal, internet dan buku yang berhubungan dengan pengumpulan data penulis butuhkan sebagai bahan perlengkapan analisa perbandingan Metode Pengembangan Sistem yaitu suatu cara yang digunakan untuk melakukan suatu pendekatan sistem dasar dalam memecahkan suatu masalah. 2 Tahapan perhitungan metode Analytichal Heirarchy Process (AHP) Dalam merancang suatu sistem berbasis metode AHP untuk pengambilan keputusan maka langkah awal yang harus dilakukan adalah mendefinisikan permasalahan dan penentuan tujuan dengan menyusunnya kedalam hierarki, selanjutnya menentukan kriteria yang akan diberikan bobotnya. Kemudian setelah kriteria didapatkan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan alternatif yang akan digunakan. Penentuan Bobot Kriteria dengan cara pair wire comparation Penentuan bobot kriteria dilakukan dengan melakukan pengisian matriks perbandingan berpasangan . airwise compriso. (Saaty, 2008 : yang dilakukan oleh manajemen Universitas Banten jaya dan berdasarkan hasil pengisian questioner oleh mahasiswa. Dalam penelitian ini, langkah awal adalah menentukan kriteria dan bobot masing-masing kriteria, dalam penelitian ini memiliki 5 kriteria . okasi promos. yakni : Kriteria 1 (K. : Kabupaten Serang. Kriteria 2 (K. : Kota Serang. Kriteria 3 (K. : Kabupaten Pandeglang. Kriteria 4 (K. Kabupaten Lebak. Kriteria 5 (K. : Kota Cilegon DISKUSI