Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 DETEKSI DINI BAHASA BICARA DAN KEMAMPUAN DASAR PADA ANAK PRASEKOLAH DI KECAMATAN NANGGALO Rahmi Khalida1. Ulfy Marsyah2. Okta Bima Hasanah3 Universitas Mercubaktijaya/Prodi D3 Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya/Prodi S1 Pendidikan Khusus E-mail korespondensi: amikhaliddias@gmail. Abstrak: Latar Belakang : Deteksi dini kemampuan bahasa bicara dan dasar pada anak prasekolah krusial untuk mencegah dampak jangka panjang pada kognitif dan sosial. Deteksi dini yang dilakukan berhubungan dengan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif anak serta kemampuan dasar anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan subjek memiliki masalah kurangnya pengetahuan orangtua dalam melakukan pemantauan perkembangan anak sehingga terlambat memberikan intervensi dini yang seharusnya dapat mencagah gangguan menjadi permanen. Melalui kegiatan deteksi dini akan ditemukan kondisi kemampuan anak prasekolah dan dilanjutkan mengkonsultasikan kondisi anak kepada orangtua. Metode : Metode pelaksanaan yaitu dengan melakukan deteksi dini kepada anak usia prasekolah di taman-taman kanak wilayah kerja Kecamatan Nanggalo dan konsultasi orangtua tentang kondisi perkembangan anak. Sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah anak usia prasekolah dan orang tua di Kecamatan Nanggalo. Hasil : Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei sampai 7 Juni 2024 di Taman Kanak-kanak wilayah kerja kecamatan Nanggalo. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini 10 anak, 10 orang tua anak. Didapatkan hasil 20% anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa ekspresif serta kemampuan dasar prasekolahnya. Kegiatan dilanjutkan dengan mengkonsultasikan kondisi anak ke orangtua dan menyarakan program intervensi yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menstimulasi perkembangan anak. Kata Kunci: Deteksi Dini. Anak Usia Prasekolah. Perkembangan Bahasa Bicara Abstract: Background: Early detection of speech, language, and foundational skills in preschool children is crucial to prevent long-term impacts on cognitive and social development. This detection is related to the child's receptive and expressive language abilities, as well as their core preschool skills. Through early detection activities, the developmental status of a preschooler can be identified, followed by consulting the child's condition with the parents. Method: The implementation method involved conducting early detection for preschool-aged children at kindergartens within the operational area of Nanggalo District and providing parental consultation regarding child developmental conditions. The target participants of this community service activity were preschool children and their parents in Nanggalo District. Result: This community service activity was conducted on June 7, 2024, at kindergartens within the operational area of Nanggalo District. The participants in this activity comprised 10 children and their respective 10 parents. The results indicated that 20% of the children exhibited delays in expressive language development as well as foundational preschool skills. The activity proceeded with a consultation session to discuss each child's developmental profile with their parents, followed by recommendations for home-based intervention programs to stimulate the child's development. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 Keywords: Early Detection. Preschoolers. Speech and Language Development Pendahuluan Anak usia prasekolah atau preschool-aged children umumnya didefinisikan sebagai anak-anak yang berada dalam rentang usia 3 hingga 5 atau 6 tahun, berada pada periode setelah masa balita . dan sebelum memasuki tahap pendidikan dasar formal . ekolah dasa. Usia prasekolah menekankan pada tahap perkembangan daripada sekadar usia kronologis. Ciri utama tahap ini adalah pesatnya perkembangan dalam aspek kognitif . emikiran simboli. , bahasa, keterampilan sosial-emosional serta kemandirian fisik, yang mempersiapkan mereka untuk menghadapi lingkungan sekolah yang lebih terstruktur. (Maya Oktavian, 2. Deteksi dini kemampuan bahasa bicara dan dasar pada anak prasekolah krusial untuk mencegah dampak jangka panjang pada kognitif dan sosial. Referensi ilmiah menekankan intervensi awal meningkatkan outcome perkembangan secara signifikan. (Danna Maria, 2. Kegiatan deteksi dini tidak hanya menemukan penyimpangan pada bahasa reseptif . atau ekspresif . , tetapi juga mencegah dampak jangka panjang pada perkembangan kemampuan kognitif dan emosional anak. Pada pendapat lain deteksi dan penanganan dini dapat mencegah masalah tambah memburuk, mengurangi dampak negatif di masa depan seperti keterbatasan belajar. (Rizky Auliani, 2. Ditemukan banyak balita yang mengalami keterlambatan perkembangan, karena kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kurangnya stimulasi perkembangan ibu tentang stimulasi anak dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan pada anak. Stimulasi sangat penting untuk menghasilkan respon anak terhadap lingkungannya. Sebagian besar anak yang mengalami keterlambatan perkembangan tidak teridentifikasi sampai usia prasekolah atau usia sekolah sehingga membuat anak kesulitan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Perkembangan anak usia prasekolah merupakan periode emas yang menentukan fondasi kognitif, sosial, dan emosional seumur hidup. Stimulasi tepat waktu pada fase ini membentuk koneksi saraf optimal dan mempersiapkan transisi ke pendidikan formal. Otak anak berkembang pesat, dengan kemampuan photographic memory yang memudar setelah usia 5 tahun. prasekolah merangsang keterampilan dasar seperti berhitung, membaca awal, dan bahasa melalui bermain. (Yaswinda, 2. Proses pembelajaran yang optimal di usia keemasannya juga bisa memberi banyak manfaat yang akan dibawa anak hingga beranjak dewasa. Pada anak usia prasekolah terkadang bisa mengalami regresi dan fluktuasi normal. Regresi yang terjadi pada anak ditandai dengan kemunduran signifikan, seperti anak usia 2-3 tahun tiba-tiba kehilangan 5-10 kata yang dulu dipakai, berhenti kontak mata, atau mundur dari bermain sosial menjadi soliter. Ini sering terjadi mendadak . alam 1-3 bula. dan bertahan >2 minggu, memerlukan intervensi dokter untuk cek autisme atau Sedangkan fluktuasi biasa muncul saat transisi . ekolah baru, adik lahi. , di mana anak sementara pendiam atau rewel tapi keterampilan dasar pulih dalam 1-2 minggu tanpa hilang total. Tidak ada kehilangan milestone utama seperti kata pertama atau senyum sosial. ini dipengaruhi lingkungan sementara. (Baiq Nurul Hidayati, 2. Bahasa merupakan fondasi interaksi pada setiap anak. Keterlambatan bahasa dialami 5-19% anak prasekolah, sering akibat stimulasi kurang atau faktor lingkungan. deteksi dini via KPSP memungkinkan identifikasi risiko seperti speech delay sejak usia 36 tahun untuk intervensi tepat waktu. (Putri Azzahroh, 2. Pengawasan seimbang ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 mendorong kemandirian . andi sendiri, bermain kooperati. sambil membatasi gadget yang memicu keterlambatan bicara hingga 60%, serta merangsang kemampuan dasar seperti kalimat 2-3 kata dan menghitung 1-10. Pelatihan orang tua via penyuluhan meningkatkan stimulasi, dapat menghasilkan generasi berkualitas dengan kognitif dan emosional matang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas Mercubaktijaya berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan kota Padang. Dinas Kesehatan kota Padang. Kecamatan Nanggalo, dan Puskesmas Nanggalo Padang didapatkan permasalahan yaitu kurangnya pelaksanaan deteksi dini pada perkembangan kemampuan anak di usia prasekolah diakibatkan keterbatasan pengetahuan orangtua atau guru. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan deteksi dini perkembangan anak usia prasekolah agar mencegah keterlambatan perkembangan dan masalah dalam kegiatan akademik dan non akademik di tahap berikutnya. Adapun asesmen bahasa bicara yang dilakukan meliputi perkembangan bahasa reseptif dan bahasa Asesmen kemampuan dasar anak usia prasekolah meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa dan bicara, kognitif awal, serta sosial-emosional. Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di sekolah Taman kanakkanak wilayah kerja Kecamatan Nanggalo dengan metode pelaksanaan sebagai berikut : Tabel 1. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kegiatan Rincian kegiatan Hari/ Waktu Tanggal 27 Ae 28 08. 00 WIB Penyusunan instrumen 1. Persamaan persepsi Mei 2024 dengan anggota TIM meliputi kemampuan bahasa bicara dan perkembangan anak usia prasekolah Pembagian tim kerja yaitu tim penyusun instrumen asesmen kemampuan dasar penyusun laporan dan luaran ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 Mempersiapkan bicaradan kemampuan Mempersiapkan alat kemampuan dasar. Kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif diukur menggunakan Receptive One-Word Picture Vocabulary Test (ROWPVT) dan Expressive One-Word Picture Vocabulary Test (EOWPVT). Asesmen dilakukan terapis wicara di TK wilayah kecamatan Nanggalo. Durasi tes berkisar antara 10-15 menit per anak per Skoring menghitung jumlah jawaban benar . kor kemudian dikonversi menjadi skor standar berdasarkan norma. Anak dikategorikan skor standarnya. Mei 14. 00 WIB ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 Koordinasi Tim pengabdi akan mendatangi kantor Nanggalo Tim pengabdi akan segala kebutuhan untuk pengabdian kepada masyarakat Pelaksanaan Melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat meliputi kegiatan deteksi dini kemampuan dasar bahasa bicara dan Pemberian anak usia prasekolah Konsultasi kepada Orangtua tentang 31 Mei 10. 00 Wib Juni Wib Ae Evaluasi hasil bersama tim dam mitra 13 Juni WIB Ae Evaluasi Menyusun laporan Hasil Tahap Persiapan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan serta evaluasi. Persiapan dilakukan dengan kegiatan pembuatan proposal, mengurus perizinan dan mempersiapkan kegiatan pengabdian masyarakat dalam pemberian deteksi dini kemampuan bahasa bicara dan kemampuan dasar anak usia prasekolah berupa instrumen asesmen dan pemeriksaan serta alat-alat yang lainnya yang dibutuhkan untuk kegiatan pengabdian masyarakat. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan dilakukan terlebih dahulu dilakukan dengan pemberian edukasi kepada orang tua tentang tahapan kegiatan deteksi dini, dilanjutkan tahap asesmen kepada anak dan konsultasi perkembangan anak bersama orangtua. Orangtua nampak antusias banyak meminta saran dalam hal mengoptimalkan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 perkembangan anak. Dengan adanya keinginan orangtua untuk mengetahui lebih banyak tentang cara menstimulasi perkembangan anak maka diharapkan lebih sedikitnya anak yang mengalami hambatan perkembangan. Hasil yang didapatkan melalui kegiatan ini yaitu ditemukan dua anak memiliki hambatan perkembangan dengan masalah pada perkembangan motorik halus, bahasa dan bicara serta sosial emosional. Hal ini dilanjutkan dengan konsultasi perkembangan kepada orangtua dan mendapatkan program intervensi serta menstimulasi perkembangan anak. Orangtua yang memiliki anak-anak dengan tahap perkembangan normal juga diberikan pemaparan tentang tetap menstimulasi dan mengawasi perkembangan anak agar tidak terjadi gangguan perkembangan yang tidak diinginkan. Pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilakukan di sekolah TK wilayah kerja kecamatan Nanggalo sebagai berikut : Melakukan penjelasan kegiatan asesmen kepada orangtua yang akan diberikan kepada anak (Orang tua dari anak yang akan diberikan deteksi din. Melakukan Deteksi Dini sebagai berikut : Melaksanakan deteksi dini pada perkembangan bahasa dan bicara anak pada perkembanagn bahasa reseptif dan ekspresif Melaksanakan deteksi dini pada kemampuan dasar anak usia prasekolah meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa dan bicara, kognitif awal, serta sosial-emosional. Melakukan konsultasi orangtua tentang kondisi perkembangan anak setelah dilakukan deteksi dini. Gambar 1. Foto Bersama dengan siswa dan Orang Tua Siswa ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 Gambar 2. Pelaksanaan Deteksi Dini dan Konsultasi Orang tua Berikut hasil Deteksi kemampuan perkembangan bahasa bicara dan kemampuan dasar anak usia prasekolah : Tabel 1. Hasil Asesmen Reseptive One-Word Picture Vocabulary Test (ROWPVT) Nama Anak (Inisia. 5 tahun 6 bulan Abnormal DFS 5 tahun 7 bulan Normal 5 tahun 5 bulan 5 tahun 7 bulan 5 tahun 8 bulan Normal Normal Normal YMR 5 tahun 7 bulan Abnormal GHF 5 tahun 9 bulan TRF 5 tahun 8 bulan Jenis Kelamin Usia Total Skor 5 tahun 7 bulan 5 tahun 6 bulan Normal Normal Skor Sesuai usia Sesuai usia Dibawah Sesuai usia Usia Bahasa Normal Normal Abnormal Normal Normal Normal Normal Normal Sesuai usia Sesuai usia Sesuai usia Dibawah Sesuai usia Sesuai usia Normal Abnormal Normal Tabel 2. Hasil Asesmen Expressive One-Word Picture Vocabulary Test (EOWPVT) Nama Anak (Inisia. Jenis Kelamin DFS YMR GHF TRF Usia Total Skor 5 tahun 7 Normal 5 tahun 6 Normal 5 tahun 6 Abnormal 5 tahun 7 Normal 5 tahun 5 Normal 5 tahun 7 Normal 5 tahun 8 Normal 5 tahun 7 Abnormal 5 tahun 9 bulan Normal 5 tahun 8 Skor Usia Bahasa Sesuai usia Normal Sesuai usia Normal Dibawah Abnormal Sesuai usia Normal Sesuai usia Normal Sesuai usia Normal Sesuai usia Normal Dibawah Abnormal Sesuai usia Normal Sesuai usia Normal ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 Tabel 3. Hasil Skrinning Kemampuan Dasar Anak Prasekolah Kode Anak Motorik Motorik Halus Bahasa & Bicara Kognitif Awal Sosial Emosinal A10 Ket Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Deteksi Dini Kategori Anak Anak terindikasi gangguan Anak terindikasi normal Jumlah . Persentasi (%) Diskusi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa deteksi dini perkembangan bahasa bicara dan kemampuan dasar anak usia prasekolah telah terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari orang tua serta pihak Deteksi dini dilakukan melalui observasi, dan skrining sederhana sesuai usia perkembangan anak dan konsultasi orangtua. Perkembangan anak usia prasekolah . -6 tahu. merupakan periode emas yang menentukan fondasi kognitif, sosial, dan emosional seumur hidup. Pada anak prasekolah otak memiliki plastisitas yang sangat tinggi. Sirkuit saraf berkembang paling pesat sebagai respons terhadap pengalaman. Stimulasi tepat waktu pada fase ini membentuk koneksi saraf optimal dan mempersiapkan transisi ke pendidikan formal. Oleh karena itu, membangun sistem deteksi dini yang kuat bukan hanya masalah klinis, tetapi merupakan strategi fundamental untuk memastikan setiap anak memiliki fondasi neurologis yang optimal bagi kehidupannya di masa depan. (Jorge Luis Garcya, 2. Berdasarkan hasil skrining, sebagian besar anak menunjukkan perkembangan bahasa dan kemampuan dasar yang sesuai dengan tahapan Namun, ditemukan 2 anak yang mengalami gangguan perkembangan, khususnya pada aspek motorik halus, sosial-emosional dan bahasa bicara, seperti keterbatasan kosakata, kesulitan menyusun kalimat sederhana, dan kesulitan memahami instruksi sederhana. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelaksanaan deteksi dini sebagai upaya preventif untuk mengidentifikasi hambatan perkembangan sejak awal sehingga intervensi dapat diberikan lebih cepat, tepat, dan optimal. Keterlibatan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/bcs7y873 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 197 Ae 205 orang tua selama kegiatan juga menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan pemantauan tumbuh kembang anak. Bahasa merupakan fondasi interaksi pada setiap anak. Keterlambatan bahasa dialami 5-19% anak prasekolah, sering akibat stimulasi kurang atau faktor lingkungan deteksi dini via KPSP memungkinkan identifikasi risiko seperti speech delay sejak usia 3-6 tahun untuk intervensi tepat waktu. (Putri Azzahroh, 2. Kesimpulan dan Saran Kegiatan pengabdian ini sangat diperlukan untuk melakukan pencegahan dan memberikan intervensi dini sesuai dengan kondisi permasalahan anak. Adanya konsultasi dengan orangtua merupakan peluang bagi orangtua untuk berbagi dan diskusi tentang perkembangan anak, serta memberikan program stimulasi perkembangan anak yang bisa dilaksanakan guru dan orangtua. Ucapan Terimakasih