METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. IMPLEMENTASI ISO/IEC 25010 UNTUK ANALISIS KUALITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KERJA PRAKTIK (SIM-KP) Rosanti DewiA. Diema Hernyka Satyareni. Eddy Kurniawan Program Studi Sistem Informasi. Universitas Pesantren Tinggi Darul AoUlum. Jombang. Indonesia Email: rosantidewi@unpdu. DOI: https://doi. org/10. 46880/jmika. Vol9No1. ABSTRACT The rapid development of technology has influenced various sectors, including education, where technology supports academic processes such as the Internship Management Information System (SIM-KP) at Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang. Despite its benefits, several issues have been identified, such as user interface complexity and unused features, necessitating a quality analysis. This study aims to analysis the quality of SIM-KP using the ISO/IEC 25010 standard. Compared to other methods. ISO/IEC 25010 offers the most comprehensive approach to analysis software system quality, focusing on aspects such as usability, functional suitability, reliability, efficiency, security, portability, compatibility, and maintainability. Data collection was conducted through questionnaires distributed to 53 Information Systems students via WhatsApp, using a Likert scale for assessment criteria. The research results show an average quality score of 71. 3%, categorized as good. Performance efficiency achieved the highest score . 7%), followed by functional suitability . 2%), while maintainability . 2%) and usability . 0%) scored lower. Other scores include security . 2%), portability . 3%), and compatibility . 2%). These findings indicate that the eight variables of ISO/IEC 25010 used in the analysis of SIM-KP achieved a good score. Keyword: SIM-KP. ISO/IEC 25010. System Quality. Information System. Analysis. ABSTRAK Perkembangan teknologi yang pesat telah memengaruhi berbagai sektor, termasuk pendidikan, di mana teknologi mendukung proses akademik seperti Sistem Informasi Manajemen Kerja Praktik (SIM-KP) di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang. Meskipun memiliki manfaat, ditemukan beberapa masalah seperti kompleksitas antarmuka pengguna dan fitur yang tidak terpakai, sehingga memerlukan analisis kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas SIM-KP menggunakan standar ISO/IEC 25010. Dibandingkan dengan metode lain. ISO/IEC 25010 memberikan pendekatan yang paling komprehensif untuk analisis kualitas sistem perangkat lunak dengan fokus pada aspek kegunaan, kesesuaian fungsi, keandalan, efisiensi, keamanan, portabilitas, kompatibilitas dan kemudahan pemeliharaan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 53 mahasiswa program studi Sistem Informasi melalui media sosial whatsapp, dengan kriteria penilaian menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan skor kualitas ratarata 71,3% tergolong dalam kategori baik. Efisiensi kinerja dengan skor tertinggi . ,7%) dan kesesuaian fungsi . ,2%), sementara kemudahan pemeliharaan . ,2%) dan kegunaan . ,0%), kemudian aspek keamanan dengan skor 70,2%, portabilitas dengan skor 74,3%, dan skor kompatibilitas sebesar 69,2%. Hal ini menyatakan bahwa delapan variabel ISO/IEC 25010 yang digunakan dalam anaisis SIM-KP mendapatkan skor baik. Kata Kunci: SIM-KP. ISO/IEC 25010. Kualitas Sistem. Sistem Informasi. Analisis. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat manusia harus siap mengadapi tantangan zaman yang semakin maju. Teknologi telah banyak mengubah aspek dari kehidupan, bahkan dalam kegiatan sehari-hari pun tidak luput dari teknologi karena teknologi dapat memepermudah pekerjaan Saat ini hampir semua sektor menggunakan teknologi tak terkecuali pada bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan peran teknologi merupakan peran yang sangat krusial, hingga saat ini mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi menggunakan Pada tahun 2022 Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Fakultas Sains dan Teknologi menerapkan sebuah sistem berbasis website yaitu Sistem Informasi Manajemen Kerja Praktik (SIM-KP) yang digunakan mahasiswa khususnya program sudi Halaman 76 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. Sistem Informasi dalam proses pelaksanaan kerja praktik, mulai dari pendaftaran, absensi harian, dan bimbingan mahasiswa selama kerja praktik hingga seminar laporan kerja praktik. SIM-KP merupakan salah satu upaya untuk membantu proses bisnis dalam pelaksanaan Kerja Praktik yang sangat dibutuhkan sebagai sarana untuk menunjang efektifitas dan mempermudah proses berlangsungnya Kerja Praktik. Dalam kondisi ideal, sebuah sistem informasi manajemen harus mampu memberikan kemudahan akses dan penggunaan kepada setiap penggunanya. Sistem tersebut diharapkan memiliki fitur-fitur yang relevan dan bermanfaat untuk seluruh proses kerja praktik, sehingga dapat mempercepat proses administratif serta meningkatkan efisiensi waktu dan Memahami peran SIM-KP yang begitu besar dalam efektivitas proses Kerja Praktik mahasiswa, sebaiknya SIM-KP dapat memenuhi kriteria berdasarkan kualitas sebuah sistem akademik. Keberhasilan suatu sistem dapat diukur melalui tiga komponen utama yang meliputi: kualitas sistem, manfaat yang dihasilkan oleh sistem, dan tingkat kepuasan penggunanya. Oleh karena itu sistem dapat di katakan berhasil jika sebuah sistem informasi tersebut memiliki kualitas yang tinggi dan mampu memberikan kepuasan kepada penggunanya. Selain itu menurut penelitian terdahulu lainnya, menyatakan bahwa kualitas website yang baik memiliki beberapa kriteria yang meliputi interaktif antara publik dengan pengelola, representatif dalam menyampaikan informasi kepada publik, ringkas dan sederhana, aman dan terjamin dari ancaman dan gangguan, serta desain yang menarik (Nur Sasongko & Rusgiyono, 2. ISO/IEC 25010 telah banyak digunakan dalam penelitan dalam analisis sebuah sistem salah satunya dalam penelitian (Rumabar & Maria, 2. yang menganalisis kualitas Shopeepay. Namun dalam penelitian ini penulis meniliti dengan objek yang berbeda yaitu Sisem Informasi Manajemen Kerja Praktik (SIM-KP) pada program studi sistem informasi Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang. Sementara itu, setelah melakukan observasi secara langsung kepada pengguna SIM-KP ternyata masih terdapat beberapa permasalahan, seperti kompleksitas tampilan, kemudian beberapa fitur tidak digunakan seperti form penilaian. Pada sisi lain beberapa pengguna merasa kebingungan saat pertama kali menggunakan SIM-KP karena pengguna kurang Berdasarkan permasalahan tersebut sehingga diperlukan adanya analisis terhadap kualitas SIM-KP. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas SIM-KP menggunakan ISO/IEC 25010. Penggunaan ISO/IEC 25010 untuk analisis kualitas sistem dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa alasan yang kuat. Pertama. ISO/IEC 25010 memiliki karakteristik yang cukup lengkap untuk menentukan kualitas suatu sistem atau aplikasi dibandingkan dengan metode lainnya (Mulyawan et al. , 2. , seperti functionality . , reliability . , usability . , efficiency . , compability . , . emudahan perawata. , dan portability . Kedua. ISO/IEC 25010 sangat relevan dengan kebutuhan evaluasi sistem informasi modern, sehingga cocok diterapkan pada berbagai jenis sistem, termasuk aplikasi web dan mobile. Selain itu, penggunaan ISO/IEC 25010 juga didukung oleh banyak penelitian akademik, sehingga mempermudah pembandingan hasil penelitian serta meningkatkan kredibilitas dari penelitian ini. Adapun faktor-faktor yang akan dianalisis dalam penelitian ini sesuai dengan pendekatan yang ada pada ISO/IEC 25010. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi rekomendasi untuk meningkatkan kualitas SIM-KP. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan dan perbaikan SIM-KP, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengguna dalam menjalani proses kerja praktik. TINJAUAN PUSTAKA Standar ISO/IEC 25010 ISO/IEC (International Standardization for Organization and International Electrotechnical Commissio. 25010 merupakan model kualitas sistem dan perangkat lunak yang menggantikan ISO/IEC 9126 tentang sofware engineering (As Saidah et al. , 2. Dalam melakukan penilaian kualitas terhadap sistem informasi agar lebih terukur maka digunakan sebuah standar atau sebuah kriteria penilaian yang menggunakan suatu metode dalam mengolahnya sehingga objektif dan relevan. ISO/IEC 25010 terdiri dari dua model kualitas yaitu software product quality model dan quality in use (Susanti & Tarigan, 2. Product quality model . ualitas produ. memiliki variabel functional Suitability . esesuaian fungsiona. performance efficiency . fisiensi kinerj. dan portability . Model quality in use . ualitas dalam penggunaa. memiliki variabel diantaranya: effectiveness . Halaman 77 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. freedom from risk . ebas dari risik. context coverage . akupan ISO/IEC 25010 memungkinkan pengembang dan organisasi untuk mengukur, memahami, serta meningkatkan produk perangkat lunak mereka secara Standar ini membantu dalam memberikan panduan yang jelas mengenai aspek-aspek yang harus dipertimbangkan dalam proses pengembangan, sehingga memudahkan identifikasi potensi risiko yang mungkin muncul lebih awal dalam siklus hidup perangkat lunak. ISO/IEC 25010 memainkan peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas sebuah sistem, komprehensif dan terstandarisasi untuk evaluasi kualitas sebuah sistem. Standar ini telah diterapkan untuk menilai kualitas pada berbagai sistem, seperti sistem informasi akademik, sistem informasi pemerintah, lembaga swasta, aplikasi game, aplikasi mobile, dan lain sebaganya. Hasil evaluasi kualitas menggunakan ISO/IEC 25010 ini dapat membantu untuk membuat keputusan terkait pengembangan dan perbaikan dalam sebuah sistem atau aplikasi di masa Website SIM-KP Website merupakan kumpulan halamanhalaman yang saling terhubung dan diakses melalui internet, biasanya diidentifikasi dengan nama domain. Website dapat berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, menyediakan layanan, atau memfasilitasi interaksi antar pengguna, tergantung pada tujuannya. Salah satu contoh website adalah website Sistem Informasi Manajemen Kerja Praktik (SIM-KP) yang merupakan sebuah produk sistem informasi website yang dirancang khusus dalam mengelola dan memantau pelaksanaan kerja praktik sesuai alur di prodi SI mulai awal pendaftaran hingga tahap seminar dan penilaian (Choirudin et al. , 2. Analisis Kualitas Sistem Informasi Analisis merupakan suatu proses investigasi dan pemahaman mendalam terhadap suatu objek atau fenomena, yang bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerjanya, alasan terjadinya, serta dampak yang ditimbulkan. Terdapat beberapa indikator untuk menilai kualitas sistem, yaitu kemudahan penggunaan, keandalan, kecepatan, dan keamanan. Sistem harus mudah digunakan dan ramah bagi pengguna, informasi ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. yang dihasilkan harus sangat akurat dan dapat dipercaya, akses informasi harus cepat, serta sistem harus aman dari virus dan menjaga kerahasiaan data agar tidak tersebar. Analisis kualitas sistem informasi merupakan proses evaluasi dan pengukuran untuk menentukan sejauh mana suatu produk, layanan, atau sistem tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan. Analisis kualitas bertujuan untuk menilai aspek-aspek seperti fungsionalitas, kehandalan, efisiensi, kegunaan, keamanan, dan pemeliharaan sistem, guna memastikan bahwa sistem tersebut dapat bekerja sesuai dengan harapan pengguna serta memenuhi kebutuhan bisnis atau operasional. METODE PENELITIAN Tahapan Penelitian Menggunakan ISO/IEC 25010 Gambar 1. Tahapan Penelitian Identifiksi Masalah Dalam mengidentifikasi masalah dilakukan guna mengetahui permasalahan apa yang menjadi dalam objek yang akan diteliti. Pada penelitian ini objek permasalahan yang diangkat adalah kualitas dari SIM-KP. Studi Literatur Studi literatur dilakukan dengan cara mencari dan membaca berbagai refensi berdasarkan artikel, jurnal, buku dan sebagainya. ISO/IEC 25010 Penelitian ini menggunakan ISO/IEC 25010 yaitu software product quality untuk menganalisis kualitas SIM-KP dengan menggunakan delapan Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data populasi diambil dari mahasiswa aktif program studi sistem informasi. Halaman 78 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Kemudian dalam pengumpulan data juga termasuk dalam penentuan indikator-indikator yang digunakan pada peneletian ini. Pengolahan Data Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan cara menjelaskan hasil dari analisis berdasarkan pengumpulan data yang telah Kesimpulan Kesimpulan merupakan tahap akhir dalam penelitian ini, yang berisi pernyataan singkat dari hasil dan pembahasan yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini kuesioner disusun dengan delapan karakteristik sesuai dengan standar ISO/IEC Pada pengukuran kuesioner penelitian ini menggunakan skala likert dengan skor 1-5. Dengan 1 yang berarti Sangat Tidak Setuju (STS), skor 2 untuk Tidak Setuju (TS), 3 Kurang Setuju (KS), 4 untuk Setuju (S), dan 5 BERARTI Sangat Setuju (SS). Pada tabel 1 dibawah merupakan sajian kuesioner dalam penelitian ini. Penentuan Sampel Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pengguna SIM-KP yaitu mahasiswa aktif program studi sistem informasi angkatan 2021 dan angkatan 2022 dengan total populasi sebanyak 112 orang, dengan margin of error 10% menggunakan rumus Slovin. Berikut perhitungan dari pengambilan sampel menggunkaan rumus Slovin . dengan n= ukuran sampel. N = jumlah populasi, dan e = margin of error 10% atau 0,1 (Sugiyono, 2. US1 n = 1 . cA ycU yce. US2 US3 US4 US5 n = 1 . ycU 0,. n = 1 1,12 US6 n = 2,12 n = 52,83 FS1 Hasilnya, ukuran sampel minimal adalah 53 orang . ibulatkan ke atas sesuai aturan umum dalam Instrumen Penelitian Dalam sebuah penelitian proses pengukuran merupakan hal yang tergolong penting guna mengetahui hasil yang relevan, selain itu instrumen penelitian juga dapat mempermudah dalam pengumpulan data. Pada penelitian ini penyusunan instrumen menggunakan delapan variabel ISO/IEC FS2 FS3 RL1 RL2 Gambar 2. Variabel ISO/IEC 25010 Tabel 1. Variabel & Pernyataan Karakteristik & Indikator Pernyataan Usability SIM-KP mudah Accessibility dipelajari oleh pengguna Tata letak dan navigasi Appropriateness pada pada SIM-KP Recognizability mudah untuk diingat SIM-KP dapat User pesan/notifikasi ketika terjadi kesalahan . pada saat digunakan Saya merasa senang dan User interface puas terhadap tampilan yang ada di SIM-KP Semua fungsi dan fitur Operability yang ada pada SIM-KP SIM-KP dapat iakses Accessibility berkali-kali dalam waktu yang bersamaan Functional Suitability Informasi atau data yang Completeness ada di SIM-KP sudah sesuai dengan kebutuhan selama kerja praktik Setiap fungsi yang ada Correctness dalam SIM-KP bekerja Tombol navigasi yang Appropriateness ada di SIM-KP selalu sesuai dengan halaman yang dituju Reliability SIM-KP selalu berjalan Availability dengan stabil dalam kondisi apapun SIM-KP dapat berjalan Fault tolerance tanpa kesalahan atau error dalam periode waktu yang panjang Halaman 79 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. RL3 RL4 PE1 PE2 PE3 SC1 SC2 SC3 SC4 SC5 PB1 PB2 CP1 CP2 MT1 Karakteristik & Indikator Pernyataan SIM-KP dapat di akses Maturity SIM-KP dapat Recoverability memulihkan data jika terjadi kegagalan . ata tersimpan otomati. Performance Efficiency SIM-KP memproses data Time behavior dengan cepat tanpa waktu tunggu yang lama SIM-KP tidak memakan Resource terlalu banyak sumber utilization daya perangkat (CPU, memori, dll. SIM-KP dapat Avoidance penginputan data yang sama lebih dari sekali Security SIM-KP dapat Accountability menyimpan history login setiap pengguna SIMKP dapat Integrity atau data dari akses yang tidak sah Data-data yang telah di Confidentiality unggah tidak pernah hilang atau terhapus dari SIM-KP Akses log-in pada SIM- Authenticity KP dibatasi dengan sistem otentikasi yang NIM dan Password Nonhanya dibagikan kepada repudiation mengikuti kerja praktik. Probability SIM-KP dapat Adaptability digunakan di browser yang berbeda-beda SIM-KP dapat Replaceability yang lama Compatibility SIM-KP dapat Co-existance PC/Smartphone Pada jam sibuk sistem Interoperability SIM-KP tidak terjadi down dan dapat diakses. Maintainability SIM-KP tidak pernah Modularity terjadi error MT2 MT3 MT4 MT5 ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Karakteristik & Pernyataan SIM-KP digunakan lebih dari satu Kesalahan . yang ada di SIM-KP dapat diketahui dengan mudah Halaman SIM-KP dapat kebutuhan pengguna SIM-KP kriteria penggunaan bagi para penggunanya Indikator Reusability Analyzability Modifiability Testability Analisis Deskriptif Dalam penelitian ini analisis dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan dua cara pengolahan. Pertama yaitu melakukan uji validitas dan uji reliabilitas tujuan dari kedua uji ini yaitu untuk menentukan apakah kuesioner dalam penelitian ini layak atau tidak untuk digunakan. Uji validitas dapat dikatakan valid juka r-hitung > dari r-tabel, dan dinyatakan reliabel jika Cronbach Alpha > 0,60 (Rosita et al. , 2. Kemudian, langkah selanjutnya atau yang kedua dalam mengukur kualitas SIM-KP menggunakan persamaan . (Rumabar & Maria, 2. berikut Y = P/Q y 100% . Q=RySy5 . Keterangan: Y = Variabel yang dinilai. P = Skor total. Q = Skor maksimal. R = Total Responden. S = Total pertanyaan, 5 = Skor tertinggi pada kuesioner. Kemudian perhitungan dari hasil yang telah dilakukan akan diinterpretasikan menggunakan tabel kriteria skor yang ditampilkan dalam tabel 2 (Mustari S et al. , 2. Tabel 2. Kriteria Interpretasi Skor Skor% Keterangan 0 Ae 20 Sangat Tidak Baik 20 Ae 40 Tidak Baik 40 Ae 60 Cukup Baik 60 Ae 80 Baik 80 - 100 Sangat Baik HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Responden Dalam penelitian ini sampel diambil dari populasi yaitu mahasiswa aktif proram studi sistem informasi yang telah menggunakan SIMKP selama satu Berdasarkan dari profil responden yang telah didapatkan terdapat sebanyak 53 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2021 sebanyak 32 Halaman 80 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. orang dengan presentase sebesar 60% dan mahasiswa angkatan 2022 sebanyak 21 orang dengan presentase sebesar 40%. Responden keseluruhan sebayak 37 lakilaki dengan presentase 70% dan 16 mahasiswa perempuan dengan presentase sebesar 30%. Cronbach Alpha Angkatan 2021 Angkatan 2022 Laki-laki Perempuan A Gambar 3. Klasifikasi Angkatan & Gender Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel 3 di bawah ini menunjukan hasil uji validitas dan reliabilitas. Pada penelitian ini ditemukan nilai signifikasi dengan sampel (N) sebanyak 53 atau df = . = 51 yang berarti nilai signifikasi dapat diketahui sebesar 0,2706. Kemudian dalam uji reliabilitas telah dilakukan diketahui reliabel karena nilai pada Cronbach Alpha > 0, 60. Dalam penelitian ini nilai rata-rata Cronbach Alpha 0,839. Tabel 3. Uji Validitas dan Reliabilitas Item rCronbach Keterangan Alpha US1 0,411 Valid dan reliabel US2 0,429 Valid dan Reliabel US3 0,438 Valid dan Reliabel US4 0,567 Valid dan Reliabel US5 0,324 Valid dan Reliabel US6 0,433 Valid dan reliabel FS1 0,306 Valid dan Reliabel FS2 0,289 Valid dan Reliabel FS3 0,390 Valid dan Reliabel RL1 0,351 Valid dan Reliabel RL2 0,307 Valid dan reliabel RL3 0,538 Valid dan Reliabel RL4 0,492 Valid dan Reliabel PE1 0,386 Valid dan Reliabel PE2 0,307 Valid dan Reliabel PE3 0,366 Valid dan reliabel SC1 0,495 Valid dan Reliabel SC2 0,420 Valid dan Reliabel SC3 0,600 Valid dan Reliabel SC4 0,387 Valid dan reliabel SC5 0,299 Valid dan Reliabel PB1 0,289 Valid dan Reliabel Item PB2 CP1 CP2 MT1 MT2 MT3 MT4 MT5 0,422 0,285 0,350 0,413 0,586 0,537 0,591 0,522 Keterangan Valid dan Reliabel Valid dan Reliabel Valid dan reliabel Valid dan Reliabel Valid dan reliabel Valid dan Reliabel Valid dan Reliabel Valid dan Reliabel Hasil Evaluasi Kualitas SIM-KP Menggunakan ISO/IEC 25010 Pada pembahasan ini SIMKP dinilai kualitasnya dari sisi pengguna menggunakan ISO/IEC 25010 dengan delapan karakteristik yaitu usability, functional suitability, reliability, efficiency, security, portability, compability dan maintainability. Hasil perhitungan kualitas berdasarkan lima aspek tersebut disajikan dalam tabel 4 sampai tabel 12. Variabel Usability Tabel 4 menyajikan tabulasi respon dari pengguna SIM-KP berdasarkan aspek usability. Skor US1 US2 US3 US4 US5 US6 Total Respon Total Skor Tabel 4. Usability 118 142 46 40 472 426 92 Total Dalam penilaian variabel usability dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan berikut: Y = P/Q y 100% = 1034/1590 y 100% = 65% Q = RySy5 = 53 y 6 y 5 = 1590 Berdasarkan hasil perhitungan dalam aspek usability. Sistem Informasi Manajemen Kerja Praktik (SIMKP) dengan perhitungan menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5. P adalah total skor yaitu 1034. R adalah jumlah responden yang berjumlah 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam setiap variabel dan 6 adalah skala penilaian tertinggi dalam skala Skor usability didapatkan sebesar 65%, menempatkan SIMKP dalam kategori "baik" yang Halaman 81 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. menunjukkan bahwa sistem ini sudah mampu memenuhi aspek kegunaan yang dibutuhkan untuk mendukung pengguna dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Mulyawan et al. , 2. Nilai ini juga menunjukkan bahwa SIMKP telah berhasil memenuhi ekspektasi pengguna dari segi kemudahan penggunaan, aksesibilitas, dan efektivitas dalam menjalankan fungsinya. Dengan demikian, sistem ini dapat dianggap memiliki tingkat kegunaan yang memadai untuk mendukung kerja praktik pengguna sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Variabel Functional Suitability Tabel 5 merupakan tabulasi dari respon pengguna SIM-KP berdasarkan aspek functional Tabel 5. Functional Suitability Skor FS1 FS2 FS3 Total Respon Total Skor 125 364 117 8 Total penilaian variabel functional suitability dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan Y = P/Q y 100% = 614/795 y 100% = 77,2% Q = RySy5 = 53 y 3 y 5 = 795 Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada aspek functional suitability menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5. P adalah total skor yaitu 614. R adalah jumlah responden sebanyak 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam variabel functional suitability adalah 3, dan 5 adalah skala penilaian tertinggi dalam skala likert. Skor functional suitability didapatkan sebesar 77,2%. Berdasarkan skor ini, aspek functional suitability dari Sistem Informasi Manajemen Kerja Praktik (SIM-KP) dinilai berada pada kategori "baik. " Artinya, sistem ini telah menyediakan fungsi dan fitur yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna dengan baik, sesuai kriteria yang diharapkan. Hasil ini menunjukkan bahwa SIM-KP telah berhasil menyediakan layanan yang sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan pengguna, sejalan dengan penelitian (Dako & Ridwan, 2. yang menilai kesesuaian fungsi sebagai faktor penting dalam kualitas sistem. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. Variabel Reliability Tabel 6 merupakan tabulasi dari respon pengguna SIM-KP berdasarkan reliability. Skor RL1 RL2 RL3 RL4 Total Respon Total Skor Tabel 6. Reliability 45 284 330 64 Total penilaian aspek reliability dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan berikut: Y = P/Q y 100% = 728/1060 y 100% = 68,6% Q = RySy5 = 53 y 4 y 5 = 1060 Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada aspek reliability menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5 di mana P adalah total skor yaitu 728. R adalah jumlah responden sebanyak 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam setiap variabel yaitu 4, dan 5 adalah skala penilaian tertinggi dalam skala likert. Skor reliability didapatkan sebesar 68,6%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem tergolong dalam kategori AubaikAy. Artinya sistem mampu beroperasi dengan konsisten sesuai fungsinya dalam jangka waktu dan kondisi yang telah ditetapkan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mulyawan et , 2. serta menunjukan tingkat keandalan yang memadai, minim kesalahan dalam berbagai kondisi hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Liulliyah & Pribadi Subriadi, 2. Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa SIMKP memiliki keandalan yang cukup untuk mendukung kebutuhan pengguna dan menjaga keberlangsungan operasi sistem. Variabel Performance Efficiency Tabel 7 merupakan tabulasi dari respon pengguna SIM-KP berdasarkan aspek performance Tabel 7. Performance Efficiency Skor PE1 PE2 PE3 Total Respon Total Skor 120 324 183 14 1 Total Halaman 82 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. penilaian aspek performance efficiency dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan Y = P/Q y 100%= 642/795 y 100% = 80,7% Q = RySy5 = 53 y 3 y 5 = 795 Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada aspek performance efficiency menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5 di mana P adalah total skor yaitu 642. R adalah jumlah responden sebanyak 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam setiap variabel yaitu 3, dan 5 adalah skala penilaian tertinggi. Skor efficiency didapatkan sebesar 80,7%. Artinya SIM-KP dalam aspek performance efficiency termasuk dalam kategori AubaikAy. Persentase ini mengindikasikan bahwa SIM-KP mampu memberikan respon yang cepat dalam memproses data yang diinputkan pengguna. Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan bahwa sistem telah mampu memenuhi ekspektasi pengguna terkait efisiensi waktu dan pemrosesan, yang menjadi indikator penting dalam mendukung kelancaran operasional kerja praktik mahasiswa sehingga dapat mengetahui tingkat performa dalam sistem sesuai dengan penelitian yang dilakukan (Wattiheluw et al. Variabel Security Tabel 8 merupakan tabulasi dari respon pengguna SIM-KP berdasarkan aspek security. Skor SC1 SC2 SC3 SC4 SC5 Total Respon Total Skor Tabel 8. Security 18 124 100 90 496 300 Total penilaian aspek security dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan berikut: Y = P/Q y 100%= 930/1325 y 100% = 70,2% Q = RySy5 = 53 y 5 y 5 = 1325 Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada aspek security menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5 di mana P adalah total skor yaitu 930. R adalah jumlah responden sebanyak 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam setiap variabel yaitu 4, dan 5 adalah skala penilaian tertinggi. Skor security didapatkan sebesar 70,2%. Nilai ini ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. menempatkan aspek keamanan sistem dalam kategori "baik. " Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa sistem telah mampu memberikan perlindungan yang memadai terhadap informasi dan data pengguna, termasuk data pribadi, serta memastikan otorisasi yang efektif dalam menjaga keamanan data sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Mulyawan et al. , 2. Secara keseluruhan, pencapaian ini mencerminkan keamanan sistem dalam melindungi informasi sensitif pengguna, menjadikan sistem tersebut sebagai sarana yang aman bagi penggunanya. Variabel Portability Tabel 9 merupakan tabulasi dari respon pengguna SIM-KP berdasarkan aspek portability. Skor PB1 PB2 Total Respon Total Skor Tabel 9. Portability 85 200 93 16 Total penilaian aspek probability dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan berikut: Y = P/Q y 100%= 394/530 y 100% = 74, 3% Q = RySy5 = 53 y 2 y 5 = 530 Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada aspek security menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5 di mana P adalah total skor yaitu 394. R adalah jumlah responden sebanyak 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam setiap variabel yaitu 2, dan 5 adalah skala penilaian tertinggi. Pada variabel ini mendapat nilai 74, 3% hal ini menunjukan bahwa aspek ini teridentifikasi dalam kategori AubaikAy. Artinya SIM-KP dapat digunakan dalam hardware yang berbeda-beda, dan dapat memproses kerja praktik lebih efektif daripada sebelum adanya sistem ini. Hal tersebut menunjukan bahwa aspek portability telah mendukung proses kerja praktik dengan efisien. Variabel Compability Tabel 10 merupakan tabulasi dari respon pengguna SIM-KP berdasarkan aspek compability. Skor CP1 CP2 Total Respon Total Skor Tabel 10. Compability 40 192 111 22 Total Halaman 83 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. ISSN: 2598-8565 . edia ceta. ISSN: 2620-4339 . edia onlin. penilaian aspek compability dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan Y = P/Q y 100%= 367/530 y 100% = 69,2% Q = RySy5 = 53 y 2 y 5 = 530 pada satu fungsi maka sistem dapat mengidentifikasi dan tidak mengganggu fungsi lainnya. Meskipun begitu halaman dashboard SIM-KP tidak bisa dikustomisasi atau di ubah sesuai keinginan penggunanya hal ini berbeda dari penelitian (Ratnaduhita et al. , 2. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada aspek security menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5 di mana P adalah total skor yaitu 367. R adalah jumlah responden sebanyak 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam setiap variabel yaitu 2, dan 5 adalah skala penilaian tertinggi. Hasil analisis pada aspek compability pada SIM-KP mendapatkan presentase sebesar 69,2% yang artinya sistem terindikasi AubaikAy. Hal dapat di artikan bahwa SIM-KP dapat berjalan diberbagai lingkungan dan sumber daya yang sama tanpa mengganggu fungsionaliatas sistem yang lain, dan dapat di akses oleh banyak penguna dalam waktu yang sama. Hal ini menunjukan bahwa aspek compability telah berjalan dengan baik. Rata-rata Variabel ISO/IEC 25010 Berikut merupakan tabel rata-rata skor yang didapatkan dari setiap aspek yang dinilai: Variabel Maintainability Tabel 11 merupakan tabulasi dari respon pengguna SIM-KP berdasarkan aspek maintainability. Tabel 11. Maintainability Skor MT1 MT2 MT3 MT4 MT5 Total Respon 9 Total Skor 45 428 294 94 Total penilaian aspek Maintainability dapat diketahui kualitasnya dengan menggunakan rumus persamaan Y = P/Q y 100%= 865/1325 y 100% = 65,2% Q = RySy5 = 53 y 5 y 5 = 1325 Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada aspek security menggunakan rumus Y = P/Q y 100% dengan Q = RySy5 di mana P adalah total skor yaitu 865. R adalah jumlah responden sebanyak 53. S adalah jumlah pertanyaan dalam setiap variabel yaitu 5, dan 5 adalah skala penilaian tertinggi. Hasil analisis pada aspek maintainability berada pada skor 65,2%. Nilai ini menunjukan bahwa kualitas SIMKP pada aspek maintainability dalam kategori AubaikAy yang merujuk pada sistem bahwa jika terjadi kesalahan Tabel 12. Rata-Rata Setiap Variabel Variabel Prosentase Keterangan Usability 65,0% Baik Functional 77,2% Baik Suitability Reliability 68,6% Baik Efficiency 80,7% Baik Security 70,2% Baik Probability 74,3% Baik Compability 69,2% Baik Maintainability 65,2% Baik Total 71,3%. Baik Berdasarkan hasil analisis kualitas SIM-KP menggunakan delapan variabel dari ISO/IEC 25010, diperoleh rata-rata skor sebesar 71,3%, nilai ini termasuk dalam kategori "baik" berdasarkan kriteria intterpretasi skor yang telah disebutkan sebelumnya. Dari hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang performa dan efektivitas sistem, menunjukkan bahwa SIM-KP berhasil mendukung aktivitas pengguna dengan optimal di berbagai aspek yang diukur. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa sistem memiliki kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pengguna terlepas dari permasalahan yang disebutkan di latar belakang sistem ini dapat di andalkan dalam pengelolaan kerja praktik pada program studi sistem informasi, meskipun tetap terbuka untuk peningkatan lebih lanjut guna mencapai hasil yang lebih optimal di masa depan. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan skor kualitas ratarata 71,3% yang tergolong dalam kategori baik. Performance efficiency dengan skor tertinggi . ,7%), functional suitability . ,2%), probability . ,3%), security . ,2%), sementara itu compability . ,2%) maintainability . ,2%) dan skor terendah usability . ,0%). Hal ini menyatakan bahwa delapan variabel ISO/IEC 25010 yang digunakan dalam anaisis SIM-KP Halaman 84 METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 1 (April 2. mendapatkan skor baik meskipun terdapat beberapa aspek perlu di tingkatkan. Pengujian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengunakan metode-metode lainnya. Karena, beberapa permasalahan dalam observasi yang diangkat dalam penelitian ini tidak dapat di buktikan, oleh karena itu penulis dapat memberikan saran agar peneliti selanjutnya dapat menganalisis menggunakan metode yang berkaitan dengan kualitas, kinerja maupun kepuasan pengguna sistem seperti menggunakan metode FURPS. McCall's Quality Model. Boehm's Quality Model. Delone & Mclean dan lain sebagainya untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan DAFTAR PUSTAKA