JURNAL ABDI INSANI Volume 13. Nomor 4. April 2026 http://abdiinsani. e-ISSN : 2828-3155. p-ISSN : 2828-4321 PENDIDIKAN POLITIK DAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA DI SMA NEGERI 2 TOBOALI BANGKA SELATAN Political Education and Digital Entrepreneurship Skills as an Effort to Improve the Leadership Capacity of the Young Generation at State Senior High School 2 Toboali. South Bangka Novendra Hidayat1*. Abdul Fatah2. Willa Fatika Sari3. Feni Yulianti1. Siti Nisaussangadah1 1Program Studi Ilmu Politik. Universitas Bangka Belitung, 2Program Studi Ilmu Hukum. Universitas bangka Belitung, 3Program Studi Manajemen. Universitas Bangka Belitung Gedung Babel I. Kampus Terpaudu UBB Balunijuk. Kabupaten Bangka. Kepulauan Bangka Belitung *Alamat korespondensi : willa@ubb. (Tanggal Submission: 4 November 2025. Tanggal Accepted : 27 April 2. Kata Kunci : Abstrak : Generasi Muda. Kepemimpinan. Kewirausahaan Digital. Pendidikan Politik Penguatan kapasitas generasi muda menjadi strategi penting dalam menciptakan SDM unggul dan berdaya saing. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Toboali dengan tujuan meningkatkan literasi politik, membangun kepemimpinan berbasis mental-spiritual, serta menumbuhkan keterampilan kewirausahaan digital. Metode kegiatan terdiri atas pra-pelaksanaan, pelaksanaan interaktif, dan evaluasi melalui kuesioner serta wawancara terhadap 65 siswa. Hasil kuesioner menunjukkan lebih dari 75% siswa menilai pendidikan politik dan kewirausahaan digital sangat penting, 84,4% menilai pemasaran kombinasi tradisional-digital paling efektif, serta 96,9% menegaskan kekuatan mental penting dalam membangun usaha. Selain itu, 81,2% siswa menyatakan berminat melanjutkan pendidikan tinggi. Wawancara memperlihatkan peluang usaha digital potensial, seperti kuliner khas daerah, fashion online, dan kursus digital. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan politik, penguatan karakter mental-spiritual, dan kewirausahaan digital efektif membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta mandiri secara ekonomi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Bangka Belitung. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 83 Key word : Abstract : Young Generation. Leadership. Digital Entrepreneurshi p. Political Education Strengthening the capacity of the younger generation is an important strategy in creating superior and competitive human resources. This service activity was carried out at SMA Negeri 2 Toboali with the aim of improving political literacy, building mental-spiritual-based leadership, and fostering digital entrepreneurship skills. The activity method consisted of pre-implementation, interactive implementation, and evaluation through questionnaires and interviews with 65 students. The results of the questionnaire showed that more than 75% of students considered political education and digital entrepreneurship to be very important, 84. 4% rated traditional-digital combination marketing as the most effective, and 96. 9% emphasized that mental strength is important in building a business. In addition, 81. 2% of students stated that they were interested in continuing higher education. The interviews show potential digital business opportunities, such as regional cuisine, online fashion, and digital courses. These findings confirm that the integration of political education, strengthening mental-spiritual character, and digital entrepreneurship is effective in forming a young generation that is characterful, competitive, and economically independent to support sustainable development in Bangka Belitung. Panduan sitasi / citation guidance (APPA 7th editio. Hidayat. Fatah. Sari. Yulianti1. , & Nisaussangadah. Pendidikan Politik dan Keterampilan Wirausaha Digital Sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Generasi Muda di SMA Negeri 2 Toboali Bangka Selatan. Jurnal Abdi Insani, 13. , 83-97. https://doi. org/10. 29303/abdiinsani. PENDAHULUAN Kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkompeten. Untuk mendorong dan mengakselerasi kemajuan, dibutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat di berbagai ruang pembangunan. Generasi muda menjadi elemen strategis yang berperan penting dalam mempercepat kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan, pelatihan, dan aktivitas pengembangan kapasitas pemuda perlu dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan, kesadaran, serta kepemimpinan yang berkarakter cinta tanah air. Sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, penting untuk menanamkan nilai kepemimpinan dan memberikan pelatihan dasar sejak dini. Pendidikan politik memiliki fungsi vital dalam membentuk jiwa nasionalisme, meningkatkan kesadaran berpartisipasi, dan melahirkan regenerasi calon pemimpin baru (Nugrahaningsih et al. , 2. Indrawan & Yuliandri . menambahkan bahwa pendidikan politik melalui ranah digital sangat relevan bagi generasi muda, karena media sosial dan ruang siber telah menjadi saluran utama informasi politik, sehingga literasi politik digital dapat meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula. Namun, fakta menunjukkan adanya tantangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2024 mencatat skor aspek hak memilih dan dipilih hanya 47,59%, dan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA menurun dari 88,28% . menjadi 87,02% . (BPS Hal ini menunjukkan krisis dalam kepemimpinan dan pendidikan, serta rendahnya kesadaran politik generasi muda. Rendahnya motivasi belajar juga menjadi masalah serius. Fauzan & Yulianti Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 84 menegaskan bahwa motivasi belajar merupakan faktor kunci dalam pembentukan SDM unggul di era milenial, yang tanpa itu siswa akan kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Di sisi lain, dimensi kewirausahaan digital kini menjadi kebutuhan utama. Husnah et al. menunjukkan bahwa literasi digital dan literasi kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan bisnis digital siswa SMK, terutama dalam hal kreativitas, pemasaran digital, dan kemandirian ekonomi. Selaras dengan itu. Rauf . menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan berbasis transformasi digital dapat meningkatkan sikap kewirausahaan generasi muda, meskipun tantangan masih ada berupa kesenjangan literasi digital di berbagai daerah. Selain aspek ekonomi, kepemimpinan berbasis nilai spiritual juga berperan penting. Wibowo . , menekankan bahwa spiritualitas dalam pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan niat berwirausaha mahasiswa Muslim, karena nilai spiritual memperkuat motivasi dan sikap untuk berwirausaha. Albustomi & Baharun . , juga menambahkan bahwa spiritual leadership berperan penting dalam membentuk budaya kualitas berkelanjutan dengan menanamkan nilai amanah, keadilan, dan integritas dalam lembaga pendidikan. Dengan demikian, integrasi pendidikan politik, kewirausahaan digital, motivasi belajar, dan kepemimpinan spiritual merupakan strategi yang komprehensif untuk menjawab tantangan pembangunan SDM di Bangka Belitung. Generasi muda, khususnya pemilih pemula, tidak hanya perlu memiliki kesadaran politik dan nasionalisme, tetapi juga keterampilan wirausaha digital untuk menghadapi era disrupsi, serta kepemimpinan spiritual yang berlandaskan nilai moral untuk menjaga kualitas pembangunan berkelanjutan. SMA Negeri 2 Toboali sebagai mitra program dipandang tepat untuk melaksanakan kegiatan ini karena memiliki misi melahirkan siswa yang terdidik, kreatif, mandiri, dan berkarakter. METODE KEGIATAN Persiapan kegiatan pengabdian di SMA Negeri 2 Toboali dimulai sejak bulan Juli 2025 dengan melakukan koordinasi bersama Kepala Sekolah beserta jajarannya. Pertemuan formal dengan pihak sekolah dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2025 untuk menyepakati teknis pelaksanaan kegiatan. Terdapat tiga tahapan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu: pra pelaksanaan, pelaksanaan, serta pengisian kuesioner dan wawancara. Identifikasi kebutuhan siswa/siswi dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang memahami kondisi, karakteristik, serta tantangan yang dihadapi peserta didik. Melalui proses ini dapat diketahui strategi pembelajaran dan kegiatan kepemimpinan yang telah berjalan, kendala yang dihadapi siswa/siswi, serta potensi pengembangan keterampilan digital yang relevan untuk diterapkan. Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan sebagai berikut: Pra Pelaksanaan, 29 Juli 2025 Tahap awal kegiatan pengabdian dimulai dengan menganalisis permasalahan yang dihadapi siswa/siswi SMA Negeri 2 Toboali. Berdasarkan hasil diskusi awal dengan pihak sekolah, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki keterbatasan dalam memahami pentingnya kepemimpinan, pendidikan politik, dan keterampilan wirausaha digital. Kurangnya literasi politik membuat siswa belum sepenuhnya memahami peran mereka sebagai pemilih pemula maupun dalam kehidupan berdemokrasi sehari-hari. Selain itu, keterbatasan keterampilan digital menyebabkan siswa belum optimal dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas, membangun jejaring, maupun merancang ide-ide Kondisi ini juga berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Oleh karena itu, tahap pra pelaksanaan ini Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 85 berfungsi sebagai fondasi penting untuk menyusun strategi pembelajaran yang relevan. Melalui identifikasi masalah dan koordinasi dengan guru, ditetapkan bahwa kegiatan pengabdian akan difokuskan pada 65 siswa SMA Negeri 2 Toboali, dengan materi yang mencakup pendidikan politik, pengembangan kepemimpinan, dan pelatihan kewirausahaan digital. Tahap ini juga memastikan kesiapan instrumen berupa kuesioner, pedoman wawancara, serta penyesuaian metode pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Pelaksanaan, 26 Agustus 2025 Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 65siswa/siswi SMA Negeri 2 Toboali melalui rangkaian pembelajaran interaktif yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu pendidikan politik, penguatan mental dan spiritual, serta kewirausahaan digital. Pada aspek pendidikan politik, siswa diperkenalkan dengan pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara, urgensi kepemimpinan dalam demokrasi, serta pentingnya peran generasi muda sebagai pemilih pemula yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab. Pada aspek mental dan spiritual, siswa dibekali dengan materi tentang pentingnya memiliki mental tangguh di era digital, seperti kemampuan menghadapi kritik, konsistensi dalam berbuat kebaikan, keberanian mengambil keputusan, serta keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritualitas untuk membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas. Sementara itu, pada aspek kewirausahaan digital, siswa dikenalkan dengan peluang berwirausaha di era media sosial, strategi membangun bisnis digital, serta praktik sederhana dalam merancang ide usaha yang relevan dengan potensi lokal, seperti produk kuliner, kerajinan, maupun jasa digital kreatif. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan prinsip partisipatif, terpadu, dan berbasis teknologi. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi, simulasi kepemimpinan, serta praktik pembuatan konten digital untuk memperkuat pemahaman mereka. Pendekatan ini memastikan bahwa pembelajaran tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi sehingga mampu menghasilkan pengalaman yang utuh dan bermakna. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas secara politik, tangguh secara mental dan spiritual, serta mandiri secara ekonomi melalui kewirausahaan digital. Pengisian Kuesioner dan Wawancara, 26 Agustus 2025 Tahap terakhir dari kegiatan pengabdian ini adalah pengisian kuesioner dan wawancara yang dilakukan terhadap 65siswa/siswi peserta kegiatan. Kuesioner disusun untuk mengukur pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan, mencakup aspek pendidikan politik, kepemimpinan, mental-spiritual, dan kewirausahaan digital. Pertanyaan dalam kuesioner dirancang untuk menggali sejauh mana siswa memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, pentingnya partisipasi politik, kemampuan membangun mental tangguh dan spiritualitas dalam kepemimpinan, serta keterampilan merancang ide usaha berbasis digital. Selain kuesioner, wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai pengalaman dan persepsi siswa setelah mengikuti kegiatan. Melalui wawancara, diperoleh informasi tentang kendala yang mereka hadapi, motivasi yang muncul, serta saran pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang. Tahap ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi keberhasilan program, tetapi juga memberikan umpan balik yang berharga untuk penyempurnaan strategi pengabdian masyarakat berikutnya. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan program dapat memberikan dampak nyata berupa peningkatan kesadaran politik, penguatan karakter kepemimpinan, dan keterampilan kewirausahaan digital pada generasi muda di Bangka Belitung. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 86 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Pembelajaran, 26 Agustus 2025 Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa siswa/siswi SMA Negeri 2 Toboali masih menghadapi keterbatasan dalam pemahaman politik, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi digital secara produktif. Media sosial umumnya digunakan hanya sebagai sarana hiburan, belum dimaksimalkan untuk kepentingan pembelajaran, pengembangan diri, maupun kewirausahaan. Kondisi ini mengindikasikan urgensi pelaksanaan program pengabdian yang berfokus pada peningkatan literasi politik, penguatan mental-spiritual, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan digital sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di masa depan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui tiga muatan utama, yaitu pendidikan politik, kepemimpinan berbasis mental-spiritual, dan kewirausahaan digital. Pertama, penguatan mental dan spiritual leadership dipandang krusial karena generasi muda perlu memiliki ketangguhan psikologis dan basis moral yang kokoh di era digital. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya resiliensi dalam menghadapi kritik, keberanian dalam pengambilan keputusan, serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai religius. Aspek ini sejalan dengan temuan (Daud et al. , 2. yang menegaskan bahwa pembinaan kepemimpinan generasi muda harus diarahkan pada penguatan moral, intelektual, dan sosial dalam rangka menyiapkan Indonesia Emas 2045. Kedua, kewirausahaan digital menjadi fokus yang diarahkan untuk melatih keterampilan praktis siswa dalam merancang ide usaha dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana Peserta diperkenalkan dengan strategi bisnis berbasis media sosial serta praktik pembuatan konten menggunakan aplikasi seperti Canva dan CapCut. Temuan ini konsisten dengan hasil pengabdian sejenis yang menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan digital dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, serta kontribusi pemuda terhadap pembangunan ekonomi lokal (Ainun & Astuti et al. , 2. Ketiga, pendidikan politik diberikan untuk menumbuhkan kesadaran siswa mengenai hak dan kewajiban warga negara, pentingnya partisipasi politik, serta urgensi peran generasi muda dalam Materi ini mempertegas bahwa kepemimpinan tidak sekadar berkaitan dengan jabatan formal, melainkan terkait dengan integritas, teladan, dan kemampuan memobilisasi masyarakat menuju tujuan bersama. Hal ini sejalan dengan (Sahlan & Nurdin, 2. , yang menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan berbasis nilai mampu mencegah apatisme dan membangun karakter politik yang konstruktif. Pendidikan politik memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sadar, kritis, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi siswa SMA, pendidikan politik menjadi sarana awal untuk memahami nilai-nilai demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya partisipasi aktif dalam proses politik. Melalui pendidikan politik, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan sosial seperti kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu publik. Pendidikan politik juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, dan kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman. Dengan demikian, pendidikan politik menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan siap menjadi agen perubahan bagi masa depan demokrasi Indonesia. Kesadaran politik ini membuat generasi muda memahami bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban politik. Mereka belajar bahwa ikut memilih dalam pemilu, berorganisasi, dan menyuarakan aspirasi bukan sekadar hak, melainkan tanggung jawab Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 87 moral sebagai warga negara. Tanpa pendidikan politik, banyak generasi muda yang tumbuh dengan sikap apatis . cuh tak acu. terhadap urusan publik, karena tidak memahami makna partisipasi dalam demokrasi. Dengan demikian, pendidikan politik berfungsi sebagai sarana untuk membangun kewarganegaraan aktif . ctive citizenshi. sejak dini. Generasi muda di era digital hidup dalam arus informasi yang sangat deras, termasuk informasi politik yang sering kali bercampur antara fakta dan opini. Pendidikan politik membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan rasional dalam menanggapi isu-isu sosial-politik. Dengan dasar pendidikan politik yang baik, siswa dapat membedakan antara berita benar dan hoaks, memahami konteks kebijakan publik, dan tidak mudah terprovokasi oleh sentimen SARA atau politik identitas. Sikap kritis ini akan membentuk generasi muda yang cerdas dalam berpendapat dan objektif dalam menilai kebijakan pemerintah. Lebih dari itu, kemampuan berpikir rasional membuat mereka tidak mudah diseret dalam fanatisme buta terhadap partai politik atau tokoh tertentu, melainkan menilai berdasarkan program, visi, dan integritas calon Pendidikan politik juga berperan penting dalam memperkuat nasionalisme dan rasa kebangsaan di kalangan generasi muda. Melalui pembelajaran tentang ideologi Pancasila, konstitusi, dan sejarah perjuangan bangsa, siswa diajak untuk memahami bahwa politik bukan semata-mata perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, keadilan, dan persatuan menjadi landasan moral dalam berpolitik. Siswa yang memahami hal ini akan tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap sesama, menghargai perbedaan, serta berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara. Dalam konteks keberagaman Indonesia, pendidikan politik membantu mencegah munculnya sikap intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan nasional. Dengan kata lain, pendidikan politik juga berfungsi sebagai benteng ideologis bagi generasi muda. Dengan demikian jelaslah bahwa pendidikan politik bagi generasi muda, khususnya di tingkat SMA, memiliki peran strategis dalam membangun fondasi demokrasi yang kuat. Melalui pendidikan ini, siswa tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai moral, tanggung jawab sosial, dan semangat nasionalisme. Dengan kesadaran politik, kemampuan berpikir kritis, serta semangat partisipatif, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan . gent of chang. yang membawa politik Indonesia ke arah yang lebih bersih, rasional, dan berkeadaban. Oleh karena itu, pendidikan politik tidak boleh dianggap sekadar materi pelajaran, tetapi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan peradaban bangsa. Gambar 1. Diskusi dengan Siswa/I SMA Negeri 2 Toboali Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 88 Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam seluruh rangkaian Diskusi kelas memperlihatkan peningkatan ketertarikan pada isu politik dan kepemimpinan, sementara praktik kewirausahaan digital menghasilkan konten kreatif yang relevan dengan potensi lokal. Hal ini selaras dengan penelitian (Hastuti et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa integrasi pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan berimplikasi positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, motivasi, dan inovasi generasi muda. Temuan ini diperkuat oleh (Tri Prakoso & Herawati, 2. , yang menegaskan bahwa pendidikan politik berbasis literasi digital mampu memperluas partisipasi generasi muda dalam demokrasi. Demikian pula, (Ramadhani, 2. , menekankan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi katalis integrasi sosial dan inovasi digital, sebuah hasil yang relevan dengan program pengabdian di SMA Negeri 2 Toboali. Penelitian (Baskoro et al. , 2. bahkan menunjukkan bahwa meskipun kepercayaan publik terhadap kepemimpinan pemuda sangat tinggi, aksesibilitas mereka dalam sistem politik masih terbatas, sehingga pembekalan berbasis politik-digital seperti ini menjadi langkah strategis. Selain itu, berbagai studi mendukung urgensi pendekatan yang diimplementasikan dalam kegiatan ini (Sjoraida, 2023. Nugraha, 2. menemukan bahwa sosialisasi pendidikan politik pada generasi Z efektif meningkatkan kesadaran politik pemilih pemulan (Sajidin et al. , 2. menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk mengurangi angka golput, sementara (SaAoban et al. , 2. menekankan peran sekolah sebagai wahana strategis pendidikan politik Lebih lanjut, (Yanda et al. , 2. dan (Tamrin et al. , 2. menegaskan bahwa pendidikan politik berbasis digital-interaktif dapat meningkatkan literasi politik generasi muda sekaligus berfungsi sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan demokrasi. Tabel 1. Pertanyaan Peserta No. Nama Pertanyaan Intan Lilia Sari Kenapa mental yang kuat dan spiritual itu penting kalau mau jadi pemimpin? Apa hubungannya sama kehidupan kita sehari-hari sebagai siswa? Tasya Gesela Kalau mau mulai usaha online, contohnya di Instagram atau TikTok, apa langkah paling sederhana yang bisa anak SMA Open access article under the CCAeBY-SA license. Jawaban Mental yang kuat bikin kita tidak gampang menyerah, berani ambil keputusan, dan bisa menghadapi tekanan. Sementara spiritual membantu kita punya pegangan hidup, nilai moral, dan sikap jujur. Kalau digabung, keduanya jadi bekal penting untuk memimpin orang lain dengan baik. Langkah sederhana bisa dimulai dengan mengenalkan produk atau karya kecil yang dibuat sendiri, misalnya makanan ringan atau kerajinan. Buat konten foto atau video singkat yang menarik, lalu bagikan lewat media sosial. Yang penting berani mencoba dan konsisten, meskipun usahanya masih kecil. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 89 Fathur Ihsan Apa manfaatnya kalau kita sebagai pelajar ikut tahu tentang politik sejak Dengan memahami politik sejak dini, pelajar bisa lebih sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Hal ini juga membantu agar tidak mudah terpengaruh berita hoaks, serta bisa lebih siap berpartisipasi saat menjadi pemilih pemula di pemilu. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Toboali terbukti berkontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran politik, memperkuat karakter mental dan spiritual, serta menumbuhkan minat kewirausahaan digital. Integrasi ketiga aspek tersebut tidak hanya relevan dalam konteks lokal Bangka Belitung, tetapi juga selaras dengan praktik terbaik pengabdian masyarakat di tingkat nasional, serta didukung oleh hasil penelitian mutakhir yang menekankan pentingnya pendidikan politik, kepemimpinan berbasis nilai, dan kewirausahaan digital sebagai fondasi pembangunan generasi muda yang berdaya saing dan berkarakter. Gambar 2. Tim Pengabdian dan SMA Negeri 2 Toboali Pengisian Kuesioner dan Wawancara, 26 Agustus 2025 Di akhir sesi, peserta diminta untuk mengisi kuesioner dan mengikuti wawancara singkat guna memperoleh gambaran mengenai pemahaman mereka setelah kegiatan berlangsung. Hasil kuesioner dan wawancara menunjukkan bahwa sebagian siswa sebelumnya masih memiliki pandangan bahwa politik bukanlah sesuatu yang penting untuk dipelajari di usia muda, dan kepemimpinan dianggap hanya sebatas posisi formal di sekolah. Namun, setelah mengikuti kegiatan, mereka mulai menyadari pentingnya memahami politik sebagai bagian dari kehidupan berbangsa, serta melihat kepemimpinan sebagai sikap dan tanggung jawab yang dapat dilatih sejak dini. Hal ini sejalan dengan temuan (Tamrin et al. , 2. yang menegaskan bahwa pendidikan politik berbasis literasi digital mampu meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memahami demokrasi, serta (Baskoro et al. , 2. yang menunjukkan perlunya akses politik yang lebih inklusif bagi pemuda. Dalam aspek mental dan spiritual, wawancara mengungkapkan bahwa sebagian siswa merasa mudah menyerah ketika menghadapi tantangan akademik maupun sosial. Melalui materi yang diberikan, mereka memahami bahwa mental tangguh dan spiritualitas dapat menjadi Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 90 bekal menghadapi era digital yang penuh tekanan. Hasil ini sejalan dengan , yang menekankan pentingnya pembinaan karakter moral, intelektual, dan sosial sebagai fondasi kepemimpinan, serta (Hastuti et al. , 2. , yang menemukan bahwa integrasi pelatihan kepemimpinan dan spiritualitas mampu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi generasi muda. Sementara itu, dalam aspek kewirausahaan digital, banyak siswa mengaku sebelumnya hanya menggunakan media sosial untuk hiburan. Dari hasil diskusi dan praktik, mereka mulai memahami bagaimana media sosial dapat dijadikan sarana untuk berwirausaha, membangun brand awareness, serta merancang konten sederhana yang menarik. Hal ini konsisten dengan (Ainun & Astuti et al. , 2. yang membuktikan bahwa program EntrepreZ efektif meningkatkan kreativitas dan kesiapan generasi muda dalam berwirausaha digital, serta (Sjoraida, 2023. Nugraha, 2. , yang menegaskan bahwa sosialisasi pendidikan politik maupun ekonomi berbasis digital mampu meningkatkan partisipasi aktif generasi Z. Tantangan yang teridentifikasi dari hasil wawancara adalah keterbatasan keterampilan teknis siswa dalam membuat konten digital, serta rendahnya kepercayaan diri untuk memulai usaha berbasis media sosial. Namun, hal ini justru menjadi dasar bagi perlunya keberlanjutan program pelatihan. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala dapat membantu menyesuaikan metode pembelajaran sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, dosen pendamping, dan mitra eksternal juga menjadi penting untuk memperluas wawasan serta memberikan dukungan praktis kepada siswa dalam mengembangkan kepemimpinan, literasi politik, dan kewirausahaan digital secara Tabel 2. Kuesioner Siswa/I SMA Negeri 2 Toboali No. Pertanyaan Pilihan Jawaban Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Usia 15 Tahun 16 Tahun 17 Tahun 18 Tahun Kelas XII Jurusan IPA IPS Lainnya Aktivitas Ekonomi Tidak punya usaha Membantu usaha orang Punya usaha kecil sendiri . ualan online, makanan. Seberapa sering Anda menggunakan < 2 jam media sosial (TikTok. Instagram, 2Ae4 jam YouTube, dl. dalam sehari? >4 jam Belum Pernah Open access article under the CCAeBY-SA license. Persentase (%) Copy right A 2026. Hidayat et al. , 91 Sudah pernahkah Anda mencoba Pernah, tapi masih cobaberjualan atau memanfaatkan media coba sosial untuk usaha kecil? Pernah, dan berjalan cukup serius Seberapa penting menurut Anda Sangat Penting bagi Penting peningkatan ekonomi masyarakat Tidak Penting Apa kendala utama yang Anda hadapi Keterbatasan Modal jika ingin memulai usaha digital? Tidak tahu cara memulai Kurang keluarga/lingkungan Produk lokal Bangka Selatan menurut Secara Anda lebih baik dijual secara? . asar/warun. Secara digital (Shopee. TikTok. Instagra. Kombinasi keduanya Jika ada program pelatihan digital di Sangat Bersedia sekolah, apakah Anda bersedia ikut? Bersedia Tidak Bersedia Seberapa sering Anda terlibat dalam Selalu aktif atau Kadang-kadang di Tidak pernah sekolah/lingkungan? Menurut Anda, sifat apa yang paling Disiplin penting dimiliki seorang pemimpin Bertanggung jawab Rajin ibadah Berani Seberapa penting Pendidikan politik Sangat Penting menurut Anda? Penting Tidak Penting Seberapa penting menurut Anda Sangat Penting kekuatan mental . ahan kritik, tidak Penting dalam Tidak Penting membangun usaha atau pekerjaan? Apakah nilai spiritual . badah, doa. Sangat Membantu dziki. membantu Anda tetap Membantu semangat menghadapi kesulitan Tidak Membantu belajar/berusaha? Apakah Anda berminat untuk Sangat Berminat Pendidikan ke Berminat Perguruan Tinggi? Ragu-Ragu Tidak Berminat Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 92 Tabel 3. Wawancara Siswa/i SMA Negeri 2 Toboali No. Nama Siswa/i Pertanyaan Wahyu Prahasada Menurut Anda, peluang usaha digital apa yang paling cocok dikembangkan oleh generasi muda di Bangka Selatan? Revita Jawaban Menurut saya usaha kuliner khas toboali atau terasi khas toboali secara online cocok, karena banyak anak muda suka jajan dan bisa dipasarkan lewat aplikasi. Pernahkah Anda Saya menggunakan media sosial Instagram untuk jualan keciluntuk hal yang produktif, kecilan makanan ringan. misalnya belajar, berbisnis, atau membuat konten positif? Menurut Anda, bagaimana Generasi muda bisa aktif kepemimpinan generasi muda membuat komunitas kreatif dapat berkontribusi pada yang mendukung ekonomi peningkatan ekonomi dan lokal. kemajuan daerah? Bagaimana pengalaman Anda Saya pernah jadi ketua dalam memimpin . isalnya di kelompok organisasi sekolah, kelompok mengatur pembagian tugas. belajar, atau kegiatan lai. ? Menurut Anda. Apakah Masih ada yang belum sesuai pemimpin politik di Bangka dengan harapan, terutama Selatan sudah sesuai dengan kurang melibatkan anak muda. harapan generasi muda? Menurut Anda, apa arti Berani menghadapi kritik dan memiliki mental tangguh di era tidak mudah menyerah saat digital saat ini? gagal di dunia digital. Menurut Anda, peluang usaha Fashion online dan thrift shop digital apa yang paling cocok sangat cocok karena anak dikembangkan oleh generasi muda sekarang peduli gaya. muda di Bangka Selatan? Pernahkah Anda Saya sering pakai TikTok untuk menggunakan media sosial membuat konten edukasi untuk hal yang produktif, singkat. misalnya belajar, berbisnis, atau membuat konten positif? Menurut Anda, bagaimana Kepemimpinan anak muda kepemimpinan generasi muda bisa memberi ide-ide baru dapat berkontribusi pada untuk memajukan desa. peningkatan ekonomi dan kemajuan daerah? Bagaimana pengalaman Anda Saya pernah memimpin OSIS dalam memimpin . isalnya di saat perpisahan sekolah. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 93 Shirli Cahya Erdina Hanif Fadhlurrahman organisasi sekolah, kelompok belajar, atau kegiatan lai. ? Menurut Anda. Apakah pemimpin politik di Bangka Selatan sudah sesuai dengan harapan generasi muda? Menurut Anda, apa arti memiliki mental tangguh di era digital saat ini? Menurut Anda, peluang usaha digital apa yang paling cocok dikembangkan oleh generasi muda di Bangka Selatan? Pernahkah Anda menggunakan media sosial untuk hal yang produktif, misalnya belajar, berbisnis, atau membuat konten positif? Sebagian pemimpin sudah cukup baik, tapi perlu lebih mendengar suara generasi Mampu mengendalikan diri agar tidak terpengaruh hal negatif di media sosial. Pendidikan online dan kursus digital bisa dikembangkan untuk bantu siswa lain. Saya belum pernah membuat konten edukatif di sosial media, tapi saya cukup sering belajar menggunakan sosial informastif dan update. Menurut Anda, bagaimana Anak muda bisa jadi teladan kepemimpinan generasi muda dengan mengajak temandapat berkontribusi pada temannya produktif. peningkatan ekonomi dan kemajuan daerah? Bagaimana pengalaman Anda Saya pernah jadi koordinator dalam memimpin . isalnya di kelas untuk kegiatan bakti organisasi sekolah, kelompok sosial. belajar, atau kegiatan lai. ? Menurut Anda. Apakah Masih pemimpin politik di Bangka perubahan Selatan sudah sesuai dengan transparan. harapan generasi muda? Menurut Anda, apa arti Berarti bisa tetap positif memiliki mental tangguh di era walaupun banyak tantangan di digital saat ini? dunia digital. Menurut Anda, peluang usaha Gaming dan e-sport punya digital apa yang paling cocok peluang besar untuk anak dikembangkan oleh generasi muda. muda di Bangka Selatan? Pernahkah Anda Saya sering gunakan media menggunakan media sosial sosial untuk belajar dan untuk hal yang produktif, berbagi informasi positif. misalnya belajar, berbisnis, atau membuat konten positif? Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 94 Menurut Anda, bagaimana kepemimpinan generasi muda dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan kemajuan daerah? Bagaimana pengalaman Anda dalam memimpin . isalnya di organisasi sekolah, kelompok belajar, atau kegiatan lai. ? Menurut Anda. Apakah pemimpin politik di Bangka Selatan sudah sesuai dengan harapan generasi muda? Menurut Anda, apa arti memiliki mental tangguh di era digital saat ini? Generasi muda bisa membawa membangun ekonomi kreatif. Saya pernah jadi ketua tim futsal di sekolah. Belum semua sesuai, masih banyak kepentingan pribadi. Tidak mudah putus asa ketika menghadapi kegagalan. Hasil wawancara pada Tabel i menunjukkan bahwa siswa SMA Negeri 2 Toboali melihat peluang usaha digital seperti kuliner khas daerah, fashion online, kursus digital, hingga gaming dan esport sebagai sektor strategis yang dapat dikembangkan. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dengan transformasi digital mampu menumbuhkan entrepreneurial intention generasi muda (Rauf, 2. Sebagian siswa juga telah memanfaatkan media sosial untuk kegiatan produktif, meski masih terbatas, sehingga dukungan literasi digital menjadi penting. Penelitian (Husnah. Winarno, & Wardana et al. , 2. menegaskan bahwa literasi digital dan literasi kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan bisnis digital siswa dengan kontribusi 62% melalui mediasi pendidikan Dalam hal kepemimpinan, siswa menekankan pentingnya membangun komunitas kreatif, memimpin kegiatan sekolah, dan menjadi teladan, yang selaras dengan literatur tentang kepemimpinan adaptif dan inovatif di era digital (Husnah et al. , 2025 . Siregar, 2. Sementara itu, pandangan siswa terkait pemimpin politik di Bangka Selatan memperlihatkan harapan agar lebih transparan dan responsif, sejalan dengan (Fadhilah et al. , 2. yang menyatakan pendidikan politik dan keterlibatan masyarakat penting untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula. Hal ini diperkuat oleh (Nugrahaningsih et al. , 2. yang menegaskan peran pendidikan politik bagi generasi muda dalam memastikan partisipasi demokratis. Lebih jauh, konsep mental tangguh yang dimaknai siswa sebagai kemampuan menghadapi kritik dan tidak menyerah konsisten dengan literatur mengenai adversity intelligence dan kesiapan generasi muda menghadapi disrupsi digital (Husnah et al. , 2025. Naiborhu & Susanti, 2. Selain itu, (Fauzan & Yulianti, 2. menekankan pentingnya motivasi belajar dalam membentuk SDM unggul sejak dini. Dengan demikian, wawancara ini mempertegas perlunya sinergi literasi digital, kewirausahaan, motivasi belajar, dan pendidikan politik generasi muda sebagai investasi strategis bagi pembangunan berkelanjutan. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 2 Toboali berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran politik, memperkuat karakter mental-spiritual, dan menumbuhkan keterampilan kewirausahaan digital pada generasi muda. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 78,1% siswa menilai pendidikan politik sangat penting, 93,8% menilai tanggung Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Hidayat et al. , 95 jawab sebagai sifat utama pemimpin, 96,9% menganggap kekuatan mental sangat penting dalam membangun usaha, serta 84,4% menilai nilai spiritual membantu menghadapi kesulitan. Selain itu, 84,4% siswa menyatakan produk lokal lebih baik dipasarkan dengan kombinasi cara tradisional dan digital, sedangkan 81,2% menyatakan berminat melanjutkan pendidikan tinggi. Hasil wawancara memperlihatkan bahwa peluang usaha digital potensial di Bangka Selatan meliputi kuliner khas, fashion online, kursus digital, hingga gaming dan e-sport. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan keterampilan teknis dan rasa percaya diri, temuan ini mempertegas perlunya program lanjutan dan dukungan kolaboratif. Dengan demikian, integrasi pendidikan politik, penguatan kepemimpinan moral-spiritual, serta kewirausahaan digital terbukti efektif membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, mandiri secara ekonomi, dan siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih disampaikan kepada Universitas Bangka Belitung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung yang telah memberikan alokasi dana untuk skema Pengabdian Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) dengan Keputusan Rektor Universitas Bangka Belitung Nomor 11. 23/UN50/SP/V/2025 tentang Daftar Penerima Hibah Internal Pengabdian Masyarakat Universitas Bangka Belitung Tahun 2025. Selain itu, ucapan terima kasih juga diucapkan kepada SMA Negeri 2 Toboali dan mahasiswa yang terlibat yang proses pelaksanaan kegiatan ini serta seluruh Tim Pengabdian Universitas Bangka Belitung yang sudah berkontribusi waktu, tenaga, dan pikiran agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. DAFTAR PUSTAKA