JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 PENGARUH KETIDAKPATIAN LINGKUNGAN TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (STUDI KASUS PADA CV. PRIMARY INDONESIA) Oleh: Yulyana Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana Bandung Email: yulyana1@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menguji bahwa dengan adanya ketidakpastian lingkungan dapat mempengaruhi negatif terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen yang berdampak terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini dilakukan di CV. Primary Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di CV. Primary Indonesia. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan penyebaran kuisioner secara langsung dan diperoleh jumlah sampel 38 responden dari tingkat administrasi hingga direksi. Metode pengambilan data primer yang digunakan adalah metode Metode Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan penaksiran Partial Least Square (PLS). Metode statistik yang digunakan adalah analisis melalui permodelan persamaan struktural . nner model & outer mode. untuk menguji hipotesis dengan menggunakan program SmartPLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketidak pastianlingkungan tidak berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen dan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Kata kunci: ketidakpastian lingkungan, kualitas sistem informasi akuntansi manajemen, kinerja manajerial ABSTRACT This research was conducted to examine that with the the existence of environmental uncertaty can negatively influence the quality of management accounting information system and can impact on managerial performance. This research was conducted in CV. Primary Indonesia. Population in this research is employees in the CV. Primary Indonesia. The sampling technique was done by purposive sampling with direct quizisoner spreading and obtained sample number 38 respondents from the administrative level to the board of The primary data retrieval method used is the questionnaire method. Analysis method used to test the hypothesis is Structural Equation Modeling (SEM) by estimating Partial Least Square (PLS). The statistical method used analysis trought structural equation modeling . nner model & outer mode. by using the program SmartPLS. The results showed no effect of environmental uncentainty to the quality of management accounting information system (SIAM) and the quality of management accounting information system (SIAM) influence of managerial performance. Keywords: environmental uncertainly, quality of management accounting information system (SIAM), managerial performance PENDAHULUAN Kemajuan perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan yang bersifat internal dan eksternal. Sejauh mana tujuan perusahaan telah tercapai dapat dilihat dari seberapa besar perusahaan memenuhi tuntutan lingkungannya. Memenuhi tuntutan lingkungan berarti dapat memanfaatkan kesempatan dan atau mengatasi tantangan atau ancaman dari lingkungan perusahaan tersebut (Veithzal Rivai, 2011:. Organisasi dan lingkungan saling mempengaruhi satu sama lain dalam berbagai cara. Pengaruh lingkungan terhadap JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 organisasi dapat muncul melalui ketidakpastian, kekuatan kompetisi, dan pergolakan (Griffin, 2013:. Salah satu pengaruh lingkungan adalah adanya ketidakpastian lingkungan, dalam fenomena mengenai ketidakpastian lingkungan diungkapkan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Bernardus Djonoputro . , perkembangan lingkungan strategis seperti melemahnya nilai rupiah membuat ketidakpastian berkepanjangan. Informasi akuntansi manajemen hendaknya memiliki karakteristik kualitatif tertentu agar informasi tersebut berfaedah untuk para pemakai, khususnya para manajer pada berbagai tingkatan organisasi (Supriyono,2004:. Salah satu tujuan umum dari sistem akuntansi manajemen yang bermanfaat bagi perusahaan diantaranya adalah menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mengidentifikasi masalah, menyelesaikan masalah dan mengevaluasi kinerja (Kautsar Riza Salman: 1,2. Dalam fenomena mengenai kualitas sistem informasi diungkapkan Sekretaris Perusahaan RZ. Muhammad Trieha . menjelaskan pada masa-masa awal berdiri, pengelolaan ZIS dilakukan secara manual dan belum terintegrasi. terintegrasinya sistem informasi juga memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan serta respons atas apa yang berkembang di cabang-cabang. Dalam kegiatan bisnis semua tingkatan manajer dalam suatu perusahaan membutuhkan informasi untuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi itu dibangun dari transaksi bisnis yang dicatat, diklasifikasi, diringkas, disajikan dalam laporan keuangan, dianalisis dan dijadikan dasar untuk membuat keputusan bagi para manajer (Dewi Utari, 2016:. Dalam fenomena kinerja manajerial diungkapkan oleh Dr. Kurtubi . Pengajar Ekonomi Energi FE Universitas Indonesia tersebut menegaskan buruknya kinerja DESDM karena kegagalan dalam mengelola manajemen energi nasional. Penyebab kegagalan tersebut bersumber tidak singkronnya perencanaan pengelolaan kekayaan energi primer nasional dengan pengelola kelistrikan nasional yang dikelola DESDM. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang diuraikan diatas, maka peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut: Berapa besar pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen ? Berapa besar pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial ? Hipotesis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka hipotesis yang dapat disajikan adalah sebagai berikut : H1 : Adanya Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. H2 : Adanya Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan atau statement tentang ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan (Ahmad Taufik Nasution, 2016: . Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan antara lain untuk: Mengetahui berapa besar pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Mengetahui berapa besar pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. Manfaat Penelitian Menurut Ahmad Taufik Nasution . manfaat atau kegunaan penelitian mengungkapkan nilai-nilai manfaat dari hasil penelitian baik secara akademik praktis bagi kepentingan penyelesaian atau permintaan lembaga, kepentingan sosial masyarakat JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 ataupun pengembangan konseptual bagi kepentingan perkebangan ilmu pengetahuan yang relevan. Oleh karena itu, dari data dan informasi yang telah dikumpulkan dari hasil penelitian, maka diharapkan penelitian ini dapat berguna dan bermanfaat untuk: Pengembangan Ilmu Pengetahuan Penelitian juga berfungsi dan bertujuan inventif, yakni terus-menerus memperbaharui lagi kesimpulan dan teori yang telah diterima berdasarkan fakta-fakta dan kesimpulan yang telah ditemukan (Anton Bakker, 1990:. Pengembangan ilmu dalam penelitian ini yaitu hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan dapat digunakan sebagai bahan referensi, pembanding, serta tambahan pengetahuan yang berguna bagi peneliti lain yang ingin meneliti masalah ini. Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pihak akdemisi, penelitian ini dapat menjadi dokumen akademik yang diharapkan dapat bermanfaat untuk dijadikan acuan bagi rekan-rekan mahasiswa. Pemecahan Masalah Menurut Sekaran . yang menyatakan bahwa Research is process of finding solution to a problem after a through study and analysis of the situational factor, secara garis besar penelitian adalah proses menemukan solusi untuk masalah melalui studi dan analisis faktor situasional. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran dan masukan kepada perusahaan dalam menetukan kebijakan selanjutnya yang berhubungan dengan ketidakpastian lingkungan, kualitas sistem akuntansi manajemen, dan kinerja manajerial. KAJIAN PUSTAKA Ketidakpastian lingkungan . nvironmental uncentaint. menurut Benyamin Harist . dinyatakan sebagai interaksi antar variasi sejumlah kompleksitas dan perubahan di dalam lingkungan. Kemudian Griffin . yang di alih bahasakan oleh Gina Garia menyatakan bahwa ketidakpastian sendiri adalah sesuatu kekuatan pendorong yang disebabkan oleh laju perubahan dan kompleksitas dan memepengaruhi banyak keputusan Sedangkan menurut Sutapa dan Ervina . ketidakpastian lingkungan adalah kondisi lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi operasionalisasi Dari definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ketidakpastian lingkungan merupakan sebagai suatu kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi kondisi suatu perusahaan atau organisasi sebagai akibat dari laju perubahan dan kompleksitas lingkungan. Adapun dimensi dan pengertian dari masing-masing dimensi ketidakpastian lingkungan dalam penelitian ini menganut pada teori yang dikemukakan Bateman & Snell . yang dialih bahasakan oleh Ali Akbar yang dijelaskan sebagai berikut : Dinamisme lingkungan, adalah tingkat perubahan diskontinu . yang terjadi dalam industri. Sebagai contoh, industri dengan pertumbuhan tinggi dengan berbagai produk dan teknologi yang berubah cepat cenderung menjadi lebih tidak pasti daripada industri-industri yang stabil, yang perubahannya kurang drastis dan lebih mudah diramalkan. Kompleksitas lingkungan, adalah jumlah persoalan yang harus diselesaikan oleh seorang manajer, begitu pula saling keterkaitannya. Sebagai contoh banyak perusahaan yang berbeda bersaing dengan cara-cara yang sangat berbeda, cenderung menjadi lebih kompleks dan tidak pasti dibandingkan industri-industri yang pesaing kuncinya hanya sedikit. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Menurut Mulyadi . manajemen memerlukan informasi, baik yang berupa informasi kuantitatif maupun informasi nonkuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Kemudian Hansen & Mowen . yang dialih bahasakan oleh Ancella menyatakan bahwa JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 informasi akuntansi manajemen dapat membantu manajer mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaiakn masalah dan mengevaluasi kinerja . nformasi akuntansi dibutuhkan dan digunakan dalam semua lingkup manajemen, meliputi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusa. Dinyatakan oleh Supriyono . bahwa karakteristik kualitatif akuntansi manajemen bermanfaat untuk mencapai sifat-sifat atau kualitas informasi akuntansi manajemen yang penting. Maka dalam penelitian ini kualitas sistem informasi akuntansi manajemen menjadikan karakteristik informasi akuntansi manajemen yang bermanfaat menurut persepsi para manajer menjadi dimensi dari kualitas sistem informasi akuntansi Adapun karakteristik tersebut menurut Chenhall dan Morris . antara lain adalah broadscope, aggregation, integration, timeliness. Dan pengertian dari masing-masing karakteristik tersebut menurut Edisah Putra . dijelaskan sebagai berikut : Broad Scope Mempunyai tiga sub dimensi yaitu: fokus, kuantifikasi, dan waktu. Fokus berkaitan dengan informasi yang berasal dari dalam atau luar organisasi, kuantifikasi berkaitan dengan informasi keuangan dan non keuangan, dan waktu berkaitan dengan estimasi peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Aggregation Merupakan ringkasan informasi menurut fungsi, periode waktu, dan model Informasi menurut fungsi akan menyediakan informasi berkaitan dengan hasil keputusan dari unit-unit yang lain. Integration Informasi terintegrasi berperan sebagai koordinator dalam mengendalikan pengambilan keputusan yang beraneka ragam dan memberikan sarana koordinasi antar segmen dalam sub unit atau antar sub unit dalam organisasi. Timeliness Berkaitan dengan tenggang waktu antara kebutuhan akan informasi dengan tersedianya informasi. mempunyai dua sub dimensi yaitu frekuensi pelaporan dan kecepatan pelaporan. Frekuensi berkaitan dengan seberapa sering informasi disediakan untuk para manajer. Sedang kecepatan berkaitan dengan tenggang waktu antara kebutuhan akan informasi dengan tersedianya informasi. Kinerja Manajerial Kinerja merupakan suatu proses yang mengolah input menjadi hasil kerja (Moeheriono,2012:. Selanjutnya Veithzal Rivai . 1: . menyatakan bahwa Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. sedangkan menurut Malayu . manajerial adalah orang-orang yang mempunyai bawahan, sehingga sebagian dari pekerjaan dapat didelegasikan kepadanya. Manajer menghasilkan kinerja dengan mengerahkan bakat dan kemampuan, serta usaha beberapa orang lain yang berada didalam daerah wewenangnya. Kinerja manajerial merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan keefektifan organisasi (Aida Ainul & Listianingsih,2005: . Adapun dimensi dan pengertian dari masing-masing dimensi kinerja manajerial berdasarkan teori Mahoney et al. dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut : Dimensi Perencanaan, dengan indikatornya adalah membuat pedoman dan tata cara pelaksanaan tujuan, membuat kebijakan, prosedur pelaksanaan, penganggaran, membuat program kerja. Dimensi investigasi, dengan indikatornya yaitu mengumpulkan dan mempersiapkan informasi untuk catatan, laporan dan rekening, mengukur hasil, menentukan persediaan, analisis pekerjaan. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 . Dimensi koordinasi, indikatornya adalah tukar menukar informasi dengan dengan orang dibagian lain, memberitahukan kepada bagian lain, hubungan dengan manajer bagian lain. Dimensi staffing, dengan indikatornya adalah mempertahankan angkatan kerja, melakukan perekrutan pegawai, mewawancarai calon pegawai, memilih pegawai, menempatkan pada bagian yang sesuai, mempromosikan pegawai. Dimensi negosiasi, dengan indikatornya adalah melakukan pembelia, melakukan penjualan, perjanjian kontrak barang dan jasa, menghubungi pemasok, melakukan tawar menawar. KERANGKA PEMIKIRAN Gambar 1 Kerangka pemikiran HIPOTESIS PENELITIAN Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat disajikan adalah sebagai berikut: H1 : Adanya Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. H2 : Adanya Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial METODE PENELITIAN Desain penelitian menurut Husein Umar . research design adalah suatu rencana kerja yang terstruktur dan komprehensif mengenai hubungan-hubungan antar variabel yang disusun sedemikian rupa agar hasil risetnya dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan riset. Dalam perencanaan tersebut tercakup halhal yang akan dilakukan periset mulai dari membuat hipotesis dan implikasinya secara operasional sampai pada analisis akhir. Kemudian menurut Bambang dan Rati . rancangan penelitian JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 atau desain penelitian adalah strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakterisik variabel dan tujuan penelitian. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat dikatakan bahwa desain atau rancangan penelitian merupakan pemaparan proses pelaksanaan penelitian mulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan penelitian sesuai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Adapun desain penelitian ini mencakup : Merumuskan masalah penelitian yaitu ketidakpastian lingkungan (X) sebagai variabel bebas, kualitas sistem informasi akuntansi manajemen (Y) dan kinerja manajerial (Z) sebagai variabel terkait. Memilih serta memberi pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu pengukuran dengan menggunakan skala ordinal karena data yang diukur berbentuk ordinal. Memilih prosedur dan teknik yang digunakan untuk mengubah data-data kualitatif yang diperoleh menjadi suatu urutan data kuantitatif. Menyusun alat serta teknik untuk pengumpulan data menggunakan kuisioner. Ukuran yang diigunakan untuk menilai jawaban yang diberikan dalam menguji variabel yang diteliti yaitu 5 . Pengujian kuisioner menggunakan uji validitas dan realibilitas. Membuat coding serta mengadakan editing dan processing data dari hasil sebaran Menganalisa data menggunakan statistik hitung dan membandingkn statstik uji t hitung dengan t tabel untuk uji statistik Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian dan diskusi serta interpretasi data Dikemukakan oleh Sugiyono . bahwa metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk menemukan gambaran dari setiap variabel. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih . ariabel yang berdiri sendir. dengan tidak membuat perbandingan variabel pada sampel dan mencari hubungan variabel satu dengan variabel lain Sugiyono . Kemudian dilihat dari jenis study . ype of investigatio. jenis penelitian ini bersifat verifikatif . erificative researc. dan kausalitas . ausal stud. yang menjelaskan hubungan sebab akibat . antara variabel melalui pengujian hipotesis atau yang sering disebut Explanatory Research. VARIABEL Ketidakpastian Lingkungan Tabel 1 Operasional Variabel DIMENSI INDIKATOR Adanya Dinamisme Adanya perubahan sosial (Robins Lingkungan pada masyarakat Judge . Robins (Bateman & Snell. Adanya . Griffin Benyamin Adanya Harist . , kebijakan pemerintah SKALA ITEM JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Bateman Kompleksitas Snell Lingkungan . Robbins Coulter (Bateman & Snell, . ) Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (Mulyadi . Supriyono Hansen Mowen , oleh Kautsar Riza Salman . Steffi Sigilipu Zainuddin Iba Erna . Diah Setya Utami . Atria Maharani . ) Kinerja Manajerial (Moeheriono . Veithzal Rivai . Malayu . Ismail Nawawi Uha . , . Ginandjar Kartasamita . Irham Cakupan luas (Broadscop. (Chenhall dan Morris,1986 dan Edisah Putra. Agregasi (Aggregatio. (Chenhall dan Morris,1986 dan Edisah Putra. Integrasi (Integratio. (Chenhall dan Morris,1986 dan Edisah Putra. Ketepatan Waktu (Timelines. (Chenhall dan Adanya yang semakin Adanya terobosan dilakukan pesaing Informasi yang berasal dari dalam atau luar organisasi Informasi keuangan dan non estimasi peristiwa yang akan Model keputusan informasi bermanfaat masukan dalam pengambilan keputusan Informasi berkaitan dengan hasil keputusan dari unit-unit Informasi . sebagai alat koordinasi antar subunit frequensi pelaporan atas penyajian informasi kepada Morris,1986 kecepatan pelaporan dan Edisah Putra, tenggang waktu antara kebutuhan informasi dengan ketersediaanya informasi. Kemampuan rencana dalam menentukan pelaksanaan, kebijakan, dan Perencanaan . ahonery et al. 1963 dalam Aida Ainul 2. Investigasi . ahonery et al. 1963 dalam Aida Ainul 2. Pengkoordinasian . ahonery et al. 1963 dalam Aida Ainul 2. Investigasi pengukuran hasil Pertukaran informasi dengan bagian lain n a l 16 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Fahmi . Aida Ainul Mardiyah Listianingsing, . ) Staff . ahonery et al. 1963 dalam Aida Ainul 2. Mempertahankan angkatan mempromosikan pegawai Negosiasi . ahonery et al. 1963 dalam Aida Ainul 2. Tawar menawar dengan pihak luar . itra kerja. Uji Validitas Instrument yang valid menurut sugiyono . berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data . engukur itu vali. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pengujian validitas dilakukan dengan melakukan korelasi bilvariate antara masing masing skor indikator dengan total skor Hasil analisis korelasi bilvariate dengan melihat output Pearson Correlation (Ghozali, 2. Apabila Nilai r hitung > r kritis maka instrumen yang digunakan dinyatakan Korelasi yang digunakan adalah korelasi Pearson Moment yang menggunakan rumus Setelah menghitung rhitung, selanjutnya bandingkan rhitung dengan rtabel dengan taraf signifikasi Jika rhitung > rtabel = instrument penelitian valid, sebaliknya jika rhitungO rtabel = instrumen penelitian tidak valid. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Kuisioner Penelitian Variabel Dimensi Ketidakpastian Kinerja Kualitas SIAM Lingkungan Manajerial Dinamisme Lingkungan 0,946 Kompleksitas Lingkungan 0,974 Broad Scope 0,819 Agregation 0,692 Integration 0,644 Time lines 0,746 Kinerja Perencanaan 0,840 Kinerja Koordinasi 0,694 Kinerja Negosiasi 0,780 Kinerja Staffing 0,763 Kinerja Investgasi 0,757 Ket. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Instrumen yang reliabel adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. ugiyono, 2015:. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Adapun metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas pada penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan Cronbach Alpha, dengan model matematisnya adalah sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Uji reliabilitas Kuisioner Penelitian Variabel Nilai Reliabel Ketidakpastian Lingkungan 0,959 Kinerja Manajerial 0,878 Kualitas Sistem Manajemen Informasi Akuntansi 0,817 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Di dalam SEM-PLS terdapat dua spesifikasi model, yaitu spesifikasi model pengukuran atau Inner model yang menspesifikasi hubungan antar variabel laten . tructural mode. dan spesifikasi model structural atau Outer model yang menspesifikasi hubungan antara variabel laten dengan indikator atau variabel manifestnya . easurement mode. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. dari uji kecocokan model ini akan dapat menjelaskan mulai convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masingmasing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang dari 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Kemudian dalam model pengukuran juga akan diketahui t-value, dimana apabila t-value lebih besar dari 1,96 hal tersebut berarti bahwa variabel manifes dapat merefleksikan dengan baik variabel latennya. Selanjutnya dari discriminant validity akan diketahui nilai average variance extracted (AVE) dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel manifest yang mampu merefleksikan variabel latennya. nilai average variance extracted (AVE) yang baik adalah lebih besar dari 0,5 sedangkan composite reliability (CR) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,7. Untuk menguji hipotesis dilakukan dengan metode structural equation modeling (SEM) yang berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software Smart-PLS. Analisis data dimulai dengan menggunakan nilai-nilai variabel-variabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berikut hasil penaksiran parameter model yang diolah menggunakan Smart-PLS: KSIAM Gambar 2 Diagram jalur JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Penelitian ini pada PLS-SEM algorithm mempunyai maximum number iteration adalah 300 dan the stop criterion adalah 10-5 . serta skema pembobotan menggunakan path dengan initial weight adalah 1,00. Berdasarkan hasil penaksiran yang diperlihatkan gambar 2 diatas, terlihat semua indikator memiliki loading factor lebih dari 0,5 sehingga tidak diperlukan pengeliminasian dalam model pengukuran. Model Pengukuran Ketidakpastian Lingkungan Variabel ketidakpastian lingkunngan diukur menggunakan dua dimensi yaitu dinamisme lingkungan dan kompleksitas lingkungan. Dimensi ini adalah dimensi reflektif. Hasil estimasi parameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan pada gambar 4. Gambar 3 Diargram Jalur Ketidakastian Lingkungan Tabel 4 Hasil Perhitungan Model Pengukuran Variabel Ketidakpastian Lingkungan LOADING INDICATOR ITEM FACTOR RELIABILITY T-HITUNG P-VALUE Dinamisme Lingkungan Kompleksitas Lingkungan Average Variance (AVE) Composite Reliability (CR) Tabel 5 Cross Loading (Konstruk Ketidakpastian Lingkunga. ITEM KSIAM Dinamisme Lingkungan Kompleksitas Lingkungan Model Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen diukur menggunakan empat dimensi yaitu Broad Scope. Aggregation. Integration. Timelines. Dimensi ini adalah dimensi Berikut estimasi parameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan pada gambar JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 KSIAM Gambar 4 Diargram Jalur Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Tabel 6 Hasil Perhitungan Model Pengukuran Variabel Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen LOADING INDICATOR ITEM T-HITUNG P-VALUE FACTOR RELIABILITY Broad Scope Agregation Integration Time lines Average Variance (AVE) Composite Reliability (CR) Tabel 7 Cross Loading (Konstruk Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajeme. ITEM KSIAM KM Broad Scope Agregation Integration Time lines Model Pengukuran Kinerja Manajerial Variabel kinerja manajerial diukur menggunakan lima dimensi yaitu kinerja perencanaan, kinerja koordinasi, kinerja negosiasi, kinerja staffing, kinerja investigasi. Dimensi ini adalah dimensi reflektif. Berikut estimasi parameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan pada gambar 4. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Gambar 5 Diargram Jalur Kinerja Manajerial Tabel 8 Hasil Perhitungan Model Pengukuran Variabel Kinerja Manajerial LOADING INDICATOR ITEM T-HITUNG P-VALUE FACTOR RELIABILITY Kinerja Perencanaan Kinerja Koordinasi Kinerja Negosiasi Kinerja Staffing Kinerja Investgasi Average Variance (AVE) Composite Reliability (CR) Tabel 9 Cross Loading (Konstruk Kinerja Manajeria. ITEM KSIAM Kinerja Perencanaan Kinerja Koordinasi Kinerja Negosiasi Kinerja Staffing Kinerja Investigasi Dalam penelitian ini, pengujian collinearity dilakukan pada model struktural yang mempresentasikan hubungan antara variabel-variabel laten ketidakpastian lingkungan, kualitas sistem informasi akuntansi manajemen, dan sebagai prediktor untuk variabel kinerja Hasil perhitungan nilai VIF masing-masing variabel disajikan dalam tabel 10, nilainilai VIF diluar nilai toleransi . 20 atau kuran. untuk keberadaan problem collinearity, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat tingkat collinearity yang signifikan antar variabel prediktor tersebut. Dengan demikian evaluasi model structural dapat direalisasikan yang meliputi pengujian terhadap empat buah hipotesis penelitian. Tabel 10 Penilaian Collinearity KONSTRUK VIP Ketidakpastian Lingkungan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Pengujian Hipotesis Tabel 11 Hasil Pengujian Hipotesis HIPOTESIS KOEFISIEN P-VALUE KETERANGAN STATISTIK JALUR H0 : A11 = 0 H1 : A11 O 0 H0 diterima H0 : 21 = 0 H1 : 21 = 0 H0 ditolak JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Hasil Pengujian Hipotesis 1 Berdasarkan table 11 dapat dilihat nilai thitung variabel ketidakpastian lingkungan . lebih kecil dari tkritis . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah H 0 diterima, sehingga kesimpulan statistiknya adalah ketidakpastian lingkungan tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Hasil Pengujian Hipotesis 2 Berdasarkan tabel 11 dapat dilihat nilai thitung variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen . lebih besar dari tkritis . yang berarti hasil uji hipotesis 2 adalah H0 ditolak, sehingga kesimpulan statistiknya adalah kualitas sistem informasi akuntansi manajemen memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. KESIMPULAN Didasari dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sesuai rumusan masalah yang dicari sebagai berikut : Ketidakpastian lingkungan tidak berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen pada CV. Primary Indonesia. ketidakpastian lingkungan tersebut walaupun dikategorikan sangat banyak meski belum 100% dan masih ada anggota organisasi yang menyatakan bahwa hanya ada sedikit yang mempengaruhi dalam pekerjaan hal ini berarti keadaan ketidakpastian masih dapat terkondisikan dan tidak berdampak apapun terhadap kinerja manajerial. Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial pada CV. Primary Indonesia. Walaupun kinerja manajerial sudah dikategorikan baik tetapi belum sepenuhnya berjalan dengan baik disebabkan oleh tingkat agregasi yang masih belum berjalan sempurna. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang ada maka penulis dapat memberi saran-saran sebagai Mengingat lingkungan kerja berubah dengan cepat dan dinamis, hendaknya CV. Primary Indonesia selalu menganalisis dan selalu memperhatikan pengaruh dari lingkungan eksternal dalam pembuatan kebijakan agar perusahaan dapat terus berjalan mencapai tujuannya. Kesesuaian antara sistem informasi akuntansi manajemen dengan pembuat keputusan dapat meningkatkan kinerja manajerial perusahaan dan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil. Agar dapat meningkatkan kinerja manajerial dalam pengambilan keputusan sebaiknya tingkat agregasi informasi dapat lebih ditingkatkan guna memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan yang menjadi tanggung jawab manajer sesuai fungsinya masing-masing terutama keputusan yang akan berdampak dan berkaitan dengan unit lain. DAFTAR PUSTAKA Achmad Solechan dan Ira Setiawati. Pengaruh Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen dan Desentralisasi Sebagai Variabel Moderating Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Di Kabupaten Semaran. Fokus Ekonomi Vol. 4 No. 1 Juni 2009 : 64 Ae 74. Ahmad Taufik Nasution. Filsafat Ilmu (Hakikat Mencari Pengetahua. Deepublish. Aida Ainul Mardiyah dan Listianingsih. Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja. Sistem Reward dan Profit Center Terhadap Hubungan Antara Total Quality Management dengan Kinerja Manajerial. Prosiding SNA Vi Solo, 15 Ae 16. Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair. Metodelogi Penelitian Filsafat. Kanisius. Anwar Nasution. BPK: Laporan Keuangan Pemerintah Buruk. Jakarta. Kompas. Com JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Bambang Dwiloka dan Rati Riana. Teknik Menulis Karya Ilmiah. PT. Rineka Cipta. Jakarta Bateman. Thomas S dan Snell. Scott A. Alih Bahasa Oleh Ali Akbar. Manajemen . epemimpinan dan kolaborasi dalam dunia yang kompetiti. Salemba Empat. Benyamin Harist. Teori Organisasi Jilid 1 cetakan ke-2. Insani Press. Bernandet Dwita Sulistiyowati. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Dan Desentralisasi Terhadap Sistem Akuntansi Manajemen. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 2 No. Bernardus Djonoputro . Investor Butuh Kepastian. Jokowi Harus Segera Teken Perpres SDA Baru. Jakarta. Kompas. Com Dewi Utari. Akuntansi Manajemen (Pendekatan Prakti. Mitra Wacana Media. Edisah Putra Nainggolan. Pengaruh Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Organisasi Dengan Tingkat Desentralisasi Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis. Volume 15 No. 1/Maret2015. Faisal Basri. MEA, "Lahan Basah" Bisnis Internasional. Kompas. Com Ginandjar Kartasamita. Reinterventing Local Goverment: Pengalaman Dari Daerah. Pt. Elex Madia Komparindo Kompas Gramedia. Griffin. Ricky W. Alih Bahasa oleh Gina Garia. Manajemen Jilid 1 Edisi 7. Erlangga. Gun Gunawan Rachman. Pengaruh Implementasi Pengendalian Intern Sistem Informasi Akuntansi. Budaya Organisasi. Komitmen Organisasional Terhadap Kuaitas Sistem Informasi Akuntansi (Survei Pada Bank Umum Nasional Di Indonesi. Hair. F Joseph. Hult G. Thomas M. Ringle Cristian M. Sarstedt Marko. A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). SAGE Publications. Inc. Hanif Al Fatta. Analisis & Perangcangan System Informasi. CV. Andi Ofset. Hansen. Dor R dan Mowen. Maryane R. Alih Bahasa oleh Ancella. Akuntansi Manajemen Jilid 1 Edisi 4. PT. Gelora Aksara Pratama Erlangga. Happy. Susanto. Panduan Praktis Menyusun Proposal. Jakarta: Transmedia Haryajid Ramelan. Selama Ada Intervensi Pemilik. Saham Group Bakrie Tetap Buruk. Tribunnews. Com Ifah Lathifah. Peran Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen Sebagai Mediator Hubungan Antara Ketidakpastian Lingkungan Dengan Kinerja Manajerial. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan. ISSN: 2088-0685 Vol. 2 No. Oktober 2012 Pp Imam Ghozali. Partial Least Squares Konsep. Teknik, dan Aplikasi menggunakan program SmartPLS 3. Universitas Diponegoro Semarang. ISBN: 979. 2 Irham Fahmi. Manajemen Kinerja (Teori dan Aplikas. Alfabeta. Kautsar Riza Salman dan Mochamad Farid. Akuntansi Manajemen (Alat Pengkuran dan pengambilan keputusan manajerial. Indeks Jakarta. Kurtubi. Krisis Listrik Akibat Buruknya Kinerja DESDM. Antaranews. Lina Wiryana. Pengaruh Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Variabel Moderasi Strategi Bisnis. Perceived Environmental Uncertainty (Pe. Ketidakpastian Tugas Dan Desentralisasi. EJournal Magister Akuntasi Trisakti Volume. 1 Nomor. 2 September 2014 Hal. Malayu S. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara. Jakarta. Moeheriono. Indikator Kinerja Utama (IKU). Rajawali Pers. MS Hidayat. Dipegang Indonesia. Kinerja Inalum Menurun. Jakarta. Kompas. Com Muhammad Trieha. Agar Lebih Amanah dalam Mengelola Dana Umat. Mulyadi. Akuntansi Manajemen. Salemba Empat. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Murtini dan Taryadi. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Variabel Moderasi Strategi Bisnis dan Persepsi Ketidakpastian Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Teknologi. Nasim Khan. Garuda Tak Seperti Dulu Lagi. Manajemennya Buruk dan Banyak Delay. Tribunnews. Com Nurmala Sari. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Di Kota Padan. id/students/index. php/akt/. /1185 Pramita Diah Setya Utami . Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan dan Desentralisasi Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Sebagai Variabel Intervening. http://eprints. id/38733/1/UTAMI. Pustaka.