AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 1. Februari 2023. Hal. 46 Ae 58 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: x-x Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Syamsul Rizal IAI Hamzanwadi Pancor Email: syamsulrizalrensing@gmail. Received: 29 Januari, 2023 Accepted:3 Februari 2023 Published: 6 Februari, 2023 Abstrak: Beranjak dari kesejahteraan dan kelayakan hidup ini, dari jumlah penduduk yang kurang sejahtera dan menikmati hidup layak di Indonesia jumlah terbesar berada di daerah pedesaan. Dari segi terpenuhinya sarana dan prasarana, masyarakat yang hidup di daerah pedesaan jauh tertinggal dari masyarakat yang hidup di kota. Masyarakat kota lebih mudah mengakses segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, dilihat dari sosialisasi dan pendidikan yang tidak merata merupakan salah satu faktor pembuat masyarakat desa kurang memahami betapa pentingnya pendidikan, sehingga banyak masyarakat memiliki kondisi ekonomi rendah, karena kurangnya skill dan pengetahuan untuk menunjang kreativitas. Penduduk desa bermata pencarian sebagai petani, peternak, perkebunan, dan usaha-usaha lain yang hasilnya tidak bisa dipastikan. Jadi masyarakat di desa lebih memilih bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya daripada belajar di bangku sekolah. Anak-anak juga kurang mendapatkan perhatian dari orang tua sehingga mereka hidup dengan cara mereka sendiri. Dari beberapa program yang telah dilaksanakan tersebut. Tim Pengabdian-PAR melakukan evaluasi terkait dengan perubahan prilaku masyarakat. Secara umum masyarakat Dusun Bangket Punik Desa Golong mengalami perubahan perilaku berpikir dan bertindak dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan. Hal ini ditandai dengan kesadaran masyarakat dalam memandang akan pentingnya pendidikan, kebersihan lingkungan, kreatifitas dan dalam hal kekompakan pada kegiatan gotong royong. Meskipun segala program yang telah dilaksanakan belum semuanya maksimal dalam pelaksananaanya, akan tetapi setidaknya ada suatu gebrakan untuk meyakinkan diri masyarakat untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka untuk hidup yang lebih baik lagi ke depannya. Kata Kunci: Angka Pernikahan Dini. Sosialisasi. Penyuluhan Abstract: Moving on from the welfare and adequacy of life, the largest number of people who are less prosperous and enjoy a decent life in Indonesia are in rural areas. In terms of the fulfillment of facilities and infrastructure, people living in rural areas are far behind from people living in cities. City people have easier access to everything to fulfill their life needs. In addition, judging from the uneven socialization and education, it is one of the factors that makes the village community less understand how important education is, so that many people have low economic conditions, due to a lack of skills and knowledge to support creativity. Villagers have livelihoods as farmers, ranchers, plantations, and other businesses whose results cannot be ascertained. So people in the village prefer to work hard to meet their needs rather than studying at school. Children also receive less attention from their parents so they live in their own way. Of the several programs that have been implemented, the PAR-Service Team conducts evaluations related to changes in people's behavior. In general, the people of Dusun Bangket Punik in Golong Village experienced changes in their thinking and acting behavior in responding to various life problems. This is marked by public awareness in viewing the importance of education, environmental cleanliness, creativity and in terms of cohesiveness in mutual cooperation activities. Even though not all of the programs that have been implemented have been maximized in their implementation, at least there is a breakthrough to convince the community to be able to maximize the potential that exists in them for a better life in the future. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Keywords: Early Marriage Rate. Socialization. Counseling PENDAHULUAN Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan bertujuan untuk mencapai masyarakat adil dan merata berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, karena luasnya wilayah Indonesia pembangunannya belum dapat dilakukan oleh setiap lapisan Hal tersebut terbukti dengan tidak meratanya status sosial dalam lapisan Sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kesejahteraan, serta hidup jauh dari kata layak. Beranjak dari kesejahteraan dan kelayakan hidup ini, dari jumlah penduduk yang kurang sejahtera dan menikmati hidup layak di Indonesia jumlah terbesar berada di daerah pedesaan. Dari segi terpenuhinya sarana dan prasarana, masyarakat yang hidup di daerah pedesaan jauh tertinggal dari masyarakat yang hidup di kota. Masyarakat kota lebih mudah mengakses segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan Selain itu, dilihat dari sosialisasi dan pendidikan yang tidak merata merupakan salah satu faktor pembuat masyarakat desa kurang memahami betapa pentingnya pendidikan, sehingga banyak masyarakat memiliki kondisi ekonomi rendah, karena kurangnya skill dan pengetahuan untuk menunjang kreativitas. Penduduk desa bermata pencarian sebagai petani, peternak, perkebunan, dan usahausaha lain yang hasilnya tidak bisa dipastikan. Jadi masyarakat di desa lebih memilih bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya daripada belajar di bangku Anak-anak juga kurang mendapatkan perhatian dari orang tua sehingga mereka hidup dengan cara mereka sendiri. Permasalahan tersebut perlu mendapat perhatian dari semua pihak untuk mendapatkan pemecahan masalah yang terbaikyang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia serta pemberdayaan segala potensi yang ada di desa tersebut melalui penyuluhan dan pembekalan skill. Penanganan ini tidak hanya cukup dilakukan oleh pemerintah daerah saja, akan tetapi oleh semua pihak yang merasa peduli dan mampu. Berkaitan dengan hal ini, dosen dan mahasiswa sebagai kaum intelektual serta merasa bertanggung jawab untuk ikut membantu pemberdayaan sumber daya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Selain itu, sering kita mendengar simbol yang sering diberikan kepada dosen dan mahasiswa yakni agen of change dan agen of social control. Dimana agen of change merupakan agen perubahan yang maknanya bahwa salah satu fungsi dari tentunyaperubahan yang bersifat positif. Karenasesungguhnya dosen dan mahasiswa itu adalah manusia idealis yang bersifat netral, sehingga seharusnyalah dosen dan mahasiswa itu mampu menelurkan ide-ide cemerlanguntuk membangun masyarakat, bangsa, dan agama. Sedangkan kaitanya dengan ikon yang kedua yakni agen of sosial control. Seyogyanya mahasiswa itu terjun ke masyarakat untuk melihat perkembangan yang ada di masyarakat untuk menemukan permasalahan yang ada di masyarakat untuk dipecahkan dan dicarikan solusinya bersama masyarakat tersebut, sehingga permasalahan-permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Maka kaitannya dengan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga yakni Pengabdian Kepada Masyarakat, maka dosen dan mahasiswa tersebut diamanatkan suatu tugas yaitu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Dimana kegiatan ini merupakan dasar pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta berorientasi kepada masyarakat. Terlebih Pengabdian yang diadakan oleh Institiut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor berbasis PAR. Dimana makna dari Participatory Action Research (PAR) menyelesaikan pekerjaan dan permasalahan yang ada di masyarakat tersebut yang dimulai dengan observasi kepada masyarakat untuk mencari permasalahan dan bersama-sama mencari solusinya setelah itu kita melakukan suatu aksi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kalau selama ini. Pengabdian yang bersifat konvensional hanya meninggalkan kesan-kesan yang bersifat tersurat, maka diharapkan Pengabdian- PAR mampu meninggalkan kesan-kesannya bersifat tersirat . aitu pembangunan Indeks Prestasi Masyaraka. yang dapat dilaksanakan Sehingga ditinggalkan akan mengalami perubahan karena sudah ada ide-ide cemerlang yang ditinggalkan bukan hanya meninggalkan tulisan-tulisan belaka seperti apa yang telah dilakukan Pengabdian konvesional. Dari model Pengabdian yang dilakukan sekarang ini adalah Pengabdian berbasis PAR (Participatory Action Researc. Model yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Pengabdian ini memiliki variabel kunci yaitu participatory, action dan research. Sedangkan berdasarkan metodologi kerja PAR, ketiga variabel tersebut dirumuskan sebagai berikut: Researchataupenelitian, tahap ini merupakan penelitian tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat, permasalahan tersebut dipahami sedemikian mendalam dan mendetail sehingga masalah tersebut bisa diketahui dengan jelas penyebab dan akibatnya. Action atau aksi, setelah mengetahui masalah-masalah tersebut secara mendalam dan mendetail, barulah masuk dalam langkah yang kedua yaitu pencarian alternatif untuk memecahkan masalah tersebut yang kemudian diterjemahkan dalam beberapa item dalam program kerja yang akan dilaksanakan. Participatory, kedua item di atas dilaksanakan secata partisipasi artinya dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam melakukan identifikasi masalah serta teknik untuk mencari solusi secara bersama-sama dan melakukan secara bersama-sama pula bukan saja sebagai penonton atau gaya bos yang hanya bisa memerintah tetapi tidak bisa bekerja . alk less do mor. Dari ketiga prinsip Pengabdian-PAR, dosen dan mahasiswa bersama-sama dengan masyarakat melakukan identifikasi masalah perencanaan dan aksi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mereka hadapi. Disamping itu, nuansa penelitian serta kritik yang konstruktif terhadap kondisi masyarakat tersebut menjadi tugas independen dosen dan mahasiswa sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban atas keterlibatan mereka atas proses perubahan yang dilakukan bersama mayarakat. Walaupun pilihan Pengabdian-PAR masih dipertentangkan karena bertolak belakang dengan paradigma positifistik, dimana keterlibatan masyarakat dalam proses Pengabdian ini sangat tampak jelas dan memiliki peran yang signifikan. Masyarakat tidak lagi menjadi objek tetapi masyarakat bersama dosen dan mahasiswa adalah merupakan subjek dari proses tersebut tetapi peran mereka sangat Masyarakat disini berperan sebagai seorang yang telah menentukan masalahnya, meneruskan, merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang pendorong. , dinamisator, fasilitator, katalisator dan pendamping METODE PELAKSANAAN Proses Perkenalan Dengan Masyarakat yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Sebagian orang luar yang kemudian datang kesuatu daerah dengan tujuan untuk melakukan perubahan terhadap pola kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Maka seharusnya kita terlebih dahulu memperkenalkan siapa kita, apa maksud dan tujuan kita serta dari mana kita datang. Hal itulah yang dilakukan oleh peserta Pengabdian-PAR yang ada di Dusun Bangket Punik Desa Golong. Perkenalan tersebut penting dilakukan agar kedatangan kita bisa diterima dan juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Langkah awal yang dilakukan oleh peserta Pengabdian-PAR adalah kami mencari tahu sendiri kondisi masyarakat Dusun Bangket Punik Desa Golong melalui staf-staf yang bekerja di Kantor Desa Golong itu sendiri, diantaranya Pak Sekdes. Pak Kades, dan beberapa orang staf desa di Bid. Kesra. Selain itu, kami juga mendatangi langsung para sesepuh , pemuka agama dan pemuka masyarakat yang ada di Desa Golong. Setelah melakukan intervew dengan pihak terkait barulah kami akan langsung berkenalan dengan masyarakat Dusun Bangket Punik Desa Golong, karena di desa inilah Visi dan Misi kami akan lakukan, maka ada beberapa orang yang terlebih dahulu kami temui untuk memperkenalkan diri. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Dari beberapa rencana program yang telah kami susun bersama masyarakat, ada beberapa program yang menjadi skala prioritas yang akan dilaksanakan, program tersebut direncanakan bersama warga yang memiliki kaitan terhadap permasalahan-permasalahan dan menjadikan program tersebut sebagai suatu solusi adapun program tersebut adalah: Pernikahan dini Isbat Nikah Kerajinan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Lansia Pelaksanaan Pernikahan Dini Kehidupan remaja yang kawin diusia dini tidak jarang terjadi ketegangan antara suami istri seperti tidak terkendalinya emosi yang dilatar-belakangi kekurangsiapan mental dari pasangan usia dini tersebut yang pada akhirnya dapat menimbulkan tekanan sosial maupun ekonomi dalam rumah tangga. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Perkawinan merupakan suatu peristiwa yang sangat penting dan tak pernah terlupakan dalam perjalanan hidup seseorang dalam membentuk dan membina Untuk yang matang mempersiapkan segala sesuatunya meliputi aspek fisik, mental dan sosial ekonomi. Perkawinan akanmembentuk suatu keluarga yang merupakan unit terkecil yang menjadi sendi dasar utama bagi kelangsungan dan perkembangan suatu masyarakat bangsa dan negara. Perkawinan yang baik adalah perkawinan yangsah dan tidak dibawah tangan. Karena perkawinan adalah sakral dan tidak dapat dimanipulasikan dengan apapun. Kenapa perkawinan bisa gagal?Salah satu penyebabnya, mungkin suami atau istri kena gangguan neurotik sehingga tidak mampu lagi menoleransi kelemahan Biasanya penderita neurosis tidak mampu mengatasi ketegangan sarafnya karena mengalami ketidakdewasaan emosional. Memasuki suatu perkawinan dituntut untuk melibatkan diri secara emosional atau batin, dalam hal ini bahwa individu telah memasuki lembaga perkawinan harus mampu mengendalikan dan mengembangkan kebutuhan emosional dengan pasangan hidupnya agar tercapai sebuah suasanarumah tangga yang bahagia, seperti yang menjadi tujuan dari dilaksanakan perkawinan. Karena perkawinan yang disyariatkan oleh Islam mempunyai tujuan yang sangat agung dan mulia, yaitu untuk mewujudkan terbentuknya rumah tangga yang bahagia dan sejahtera yang diliputi oleh rasa cinta dan kasih sayang yang melahirkan generasi manusia yang soleh dan solehah sehingga perkawinan bahagia dan kekal perlu disiapkan dengan sungguhsungguh agar perkawinan menjadi Ausurga kehidupanAy dan bukan sebaliknya. Usia dini adalah anak yang ada pada masa peralihan diantara masa anak-anak dan masa dewasa dimana anak-anak mengalami perubahan cepat disegala bidang. Mereka bukan lagi anak-anak,baik untuk badan, sikap dan cara berfikir dan bertindak, tetapi bukan orang dewasa yang telah matang. Faktor-faktor penyebab perkawinan dini : Faktor pendidikan Peran pendidikan anak-anak sangat mempunyai peran yang sangat besar. Jika seorang anak putus sekolah pada usia lanjut sekolah, kemudian mengisi waktu dengan bekerja. Saat ini anak tersebut sudah merasa mandiri sehingga merasa mampu untuk meneghidupi diri sendiri. Hal yang sama juga jika anak yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB putus sekolah tersebut menganggur. Dalam kekosongan waktu tanpa pekerjaan membuat mereka akhirnya melakukan hal-hal yang tidak Salah satunya menjalin hubungan dengan lawan jenis, yang jika diluar kontrol membuat kehamilan di luar nikah. Faktor lingkungan Alasan orang tua segera menikahkan anaknya dalam usia muda adalah untuk segera mempersatukan ikatan kekeluargaan antara kerabat mempelai laki-laki dan kerabat mempelai perempuan yang mereka inginkan bersama. Faktor ekonomi . Untuk sekedar memenuhi kebutuhan/kekurangan pembiayaan hidup orang tuanya, khususnya orang tua mempelai wanita. Untuk menjamin kelestarian ataupun keluasan usaha orang tua mempelai laki-laki diselenggarakan perkawinan anaknya dalam usia muda dimaksudkan agar kelak si anak dari kedua belah pihak itu yang sudah menjadi suami istri, dapat menjamin kelestarian serta perkembangan usaha dari kedua belah pihak. Faktor sosial Di dalam melangsungkan suatu perkawinan disini wanita tidak mengukur usia berapa dia dapat melangsungkan perkawinan. Hal ini berdasarkan pada suatu keriteria yaitu apakah dia sudah mencapai tingkat tertentu. Faktor agama Agama untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia sepanjang Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia juga disertai dengan pedoman agama,hal ini untuk menjaga agar manusia tidak hancur kedalam perbuatan maksiyat,dan disamping itu dibekali oleh akal sebagai alat untuk berpikir dan menalar segala permasalahan yang dihadapinya, salah satu aspek yang diatur oleh agama adalah lembaga perkawinan. Dampak Negatif . Segi kesehatan Dilihat dari segi kesehatan,perkawinan usia dini dapat berpengaruh kepada tingginya angka kematian ibu yang melahirkan,kematian bayi serta berpengaruh kepada rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB . Segi fisik Pasangan usia dini belum mampu dibebani suatu pekerjaan yang fisik,untuk penghasilan,dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Faktor ekonomi adalah salah satu faktor yang berperan dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah . Segi mental/jiwa Pasangan usia dini belum siap untuk bertanggung jawab secara moral,pada setiap apa saja yang merupakan tanggung jawabnya. Mereka sering mengalami kegoncangan mental,karena masih memiliki mental yang labil dan belum matang emosionalnya. Segi kependudukan Perkawinan usia dini,ditinjau dari segi kependudukan mempunyai tingkat pertilitas . yang tinggi,sehingga kurang mendukung pembangunan dibidang kesejahteraan. Segi kelangsungan rumah tangga Perkawinan usia dini adalah perkawinan yang masih rawan dan belum stabil,tingkat kemandiriannya masih rendah serta menyebabkan banyak terjadinya perceraian Mengingat masih tingginya angka pernikahan dini di Dusun Bangket Punik Desa Golong, kami dari tim Pengabdian-PAR dengan dukungan dari pemerintah desa serta tokoh-tokoh masyarakat berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan sosialisasi Pernikahan Dini. Dalam kegiatan ini kami mengundang Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Narmada Kab. Lombok Barat yakni Bapak H. Nasri untuk memberikan pemaparan tentang dampak dari pernikahan dini sekaligus sosialisasi tentang penerbitan buku nikah serta program-program pemerintah lainnya yang dalam hal ini terkait dengan berbagai macam program dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Program sosialisasi ini dilaksanakan pada hari jumAoat pukul 02. bertempat di Madrasah Al-Ittihadiyah NW Bangket Punik dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat terutama kaum muda-mudi sebagai target utama dalam kegiatan sosialisasi ini. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Gambar 1. Kegiatan pengabdian Kerajinan dan Seminar Milagross Kerajinan adalah cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan lebih tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kerajinan tumbuh atas dasar desakan kebutuhan praktis dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia berdasarkan pengalaman yang diperoleh disetiap harinya. Adapun seni kerajinan tangan yang kami jadikan program dan kami terapkan kepada masyarakat di Dusun Bangket Punik adalah pembuatan tas Dimana bahan-bahannya cukup sederhana dan cara pembuatannya juga tidak terlalu rumit, tidak membutuhkan alat-alat yang lain,cukup dengan kerajinan tangan saja. Sebelum kepembahasan pokok cara pembuatannya,tidak ada salahnya terlebih dahulu apa sih tali kur itu? Memang sudah tidak aneh lagi namun banyak pula sebagian orang diluar sana yang belum mengetahui jenis bahan dari tali kur itu sendiri. Tali kur atau juga sering kita sebut dengan tali melamin jika dilihat dari segi fisiknya hanyalah seutas rangkaian panjang berbentuk tali,tali kur ini berasal dari dua kata yaitu tali dan kur,tali merupakan sejenis kain berbentuk panjang berbagai diameter yang beragam dan jenis seratnya yang keras dan kaku. Sedangkan untuk kurnya itu sendiri berasal dari kata Cara pembuatan anyaman dari tali kur . Alat dan bahan yang digunakan: Ae Tali kur dua warna /lebih Ae Gunting Ae Lighter/korek api yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB . Cara pembuatannya Ae Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan setelah semua bahan siap,kemudian anda bakar ujung dari tali kur tersebut dengan menggunakan korek api,tujuannya agar sisi talitidak gampang lepas dan Ae Ikat kedua tali tersebut dengan simpul mati dengan kencang,kemudianukur tali yang akan dibuat dengan besar pergelangan tangan. Ae Lilitkan tali putih dengan tali pink dengan cara memasukkan ujung tali putih ketali pink. Ae Ikatkan kedua tali ini dan lihat hasil ikatannya,kemudian lanjutkan dengan melilitkan tali hijau ketali pink yang anda buat lilitan longgar lakukan halhal yang sama hingga selesai sampai ujung tali kur. Ae Gunting ujungtali yang tersisa dan rapikan lilitan beserta ujungnya dengan membakar ujung dari tali lilitan. Kegiatan pelatihan kerajinan kami laksanakan di beberapa tempat seperti Aula kantor desa, rumah kepala dusun serta di beberapa masjid dan musholladengan bekerja sama dengan ibu-ibu PKK serta Karang Taruna yang ada di Desa Golong. Secara kebetulan salah seorang dari anggota tim Pengabdian-PAR kali memiliki skill yang mumpuni dalam hal kerajinan. Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk memulai mengembangkan jenis-jenis kerajinan lainnya sehingga kedepannya mereka bisa mengembangkannya dalam skala lebih besar sebagai cara mereka untuk meningkatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhannya. Berikut adalah gambar kegiatan pelatihan yang sudah kami laksanakan: yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Gambar 2: Kegiatan Pelatihan Keterampilan bersama Ibu-Ibu PKK Selain Pelatihan Kerajinan, kami juga mengadakan seminar Milagros yang bertempat diaula kantor desa. Kegiatan seminar ini merupakan kegiatan yang sudah lama direncanakan oleh pihak desa. Dalam kegiatan ini, narasumber yang dihadirkan adalah Member Product Milagros yang memberikan banyak hal terkait dengan kelebihan dari produk tersebut. Gambar 3: Kegiatan seminar product Milagros Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Lansia Sebelum dilakukannya pemeriksaan dan pengobatan gatis terlebih dahulu dilakukan sosailisasi tentang pola hidup sehat,oleh Dr. NASRI dimana masyarakat dijelaskan bagaimana cara menjaga agar lingkungan tetap bersih dan terhindar dari berbagai penyakit. Dimana pak dokter menyampaikan berbagai macam penyakit dan penyebab-penyebabnya diantaranya yaitu penyakit DBD (Demam Berdara. dan TBC. Penyakit ini banyak terjadi didesa Golong,dimana penyakit DBD merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan sampai saat ini belum ada Karena penyakit ini bisa menyebabkan terjadinya kematian. Penyebab DBD yaitu kurang menjaga kesehatan dan karena banyaknya sarang Ciri-ciri penyakit DBD berupa Panas yang tinggi, gatal-gatal kemudian keluar bintik-bintik yang berair, dan HD-nya menurun/menjadi Cara mengatasi DBD dengan menanam barang-barang bekas, menjaga lingkungan untuk tetap bersih, menguras bak mandi seminggu sekali, melakukan 3 M (Menguras. Menutup. Mengubu. Penyakit TBC juga banyak terjadi didesa Golong ini,dimana penyebab penyakit ini tidak jauh berbeda dengan penyakit DBD dan penyakit yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB ini merupakan penyakit yang menular dan merupakan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV . Menjaga kebersihan itu adalah yang paling utama agar terhindar dari segala penyakit. Program ini kami laksanakan secara berkala dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kab. Lombok Barat dan Puskesmas Kec. Narmada. Dalam melakukan program ini,masyarakat sangat anthusisas dan cukup merasa Gambar 4: Kegiatan Sosialisasi Pola Hidup Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Evaluasi Dari beberapa program yang telah dilaksanakan tersebut. Tim PengabdianPAR melakukan evaluasi terkait dengan perubahan prilaku masyarakat. Secara umum masyarakat Dusun Bangket Punik Desa Golong mengalami perubahan perilaku berpikir dan bertindak dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan. Hal ini ditandai dengan kesadaran masyarakat dalam memandang akan pentingnya pendidikan, kebersihan lingkungan, kreatifitas dan dalam hal kekompakan pada kegiatan gotong royong. Meskipun segala program yang telah dilaksanakan belum semuanya maksimal dalam pelaksananaanya, akan tetapi setidaknya ada suatu gebrakan untuk meyakinkan diri masyarakat untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka untuk hidup yang lebih baik lagi ke depannya. Dikarenakan waktu yang begitu singkat karena durasi waktu yang telahditentukan oleh kampus hanya dua bulan maka kami belum melihat bisa melihat perubahan secara menyeluruh. Untuk itu kami berharap ada tindak lanjut dari pihak pemerintah desa untuk mengatasi segala permasalahan yang selama masyarakat alami. KESIMPULAN yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 1 Februari 2023. Rizal. Penyuluhan dan Sosialisasi dalam Upaya Mengurangi Angka Pernikahan Dini di Dusun Bangket Punik Desa Olong Kec. Narmada Kab. Lombok Barat - NTB Dari semua pemaparan diatas, dapat kami simpulkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Dusun Bangket Punik . erdasarkan skala priorita. adalah masalah pernikahan dini yang marak terjadi di kalangan masyarakat, terutama di kalangan para remaja atau para pelajar dan kurangnya kesadaran terhadap betapa pentingnya pendidikan. Adapun yang sudah kami identifikasi namun belum sempat kami pecahkan tentang permasalahan dimana sebagian masyarakat Busun Bangket Punik yang sudah menikah ataupun yang baru menikah, baik dari kalangan orang tua, hingga remaja sampai saat ini belum memiliki buku nikah . ukti pernikaha. DAFTAR PUSTAKA