PERILAKU SOSIAL MAHASISWA IPTS ANAK KOST DALAM PANDANGAN MASYARAKAT KAMPUNG SELAMAT Oleh: Ilsuenji Habeahan1. Riswandi Harahap2. Sahruddin pohan3. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Intitut Pendidikan Tapanuli Selatan. !*, 2*, 3* DOI: 10. 37081/kwn. ilsuenji12habeahan@gmail. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sosial mahasiswa IPTS anak kost di Kampung Selamat, pandangan masyarakat terhadap perilaku tersebut, serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala lingkungan, masyarakat, mahasiswa, dan anak kost. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum menyambut baik kehadiran mahasiswa karena dianggap membawa suasana baru dan aktif dalam kegiatan sosial seperti gotong royong dan pengajian. Mahasiswa dinilai sopan, santun, dan memiliki semangat belajar Mereka juga mampu menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Namun, berdasarkan pengakuan mahasiswa, keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial masih minim karena kesibukan akademik dan perbedaan gaya hidup. Meski demikian, sebagian mahasiswa tetap berusaha menyesuaikan diri dan menunjukkan sikap positif terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Masyarakat pun memberikan apresiasi atas sikap dan kontribusi mahasiswa yang dianggap memberikan dampak positif di lingkungan Kampung Selamat. Hal ini menunjukkan adanya hubungan sosial yang cukup harmonis antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Kata Kunci: Masyarakat. Mahasiswa Anak Kost. Prilaku sosial PENDAHULUAN Perilaku sosial merupakan tindakan dan interaksi individu dalam konteks sosial. Perilaku sosial ini mencakup bagaimana individu berinteraksi dengan orang lain, bagaimana mereka merespons situasi sosial, dan bagaimana mereka berperilaku dalam kelompok atau masyarakat. Perilaku sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk norma sosial, nilai-nilai budaya, harapan masyarakat, dan faktor psikologis individu. Perilaku sosial dapat bervariansi dari perilaku yang sesuai dengan norma sosial hingga perilaku yang melanggar norma-norma yang ada. Perilaku sosial yang sesuai dengan norma sosial sering kali dianggap sebagai perilaku yang diterima atau diharapkan oleh masyarakat, sementara perilaku yang melanggar norma sosial dapat dianggap tidak pantas atau bahkan merugikan. Perilaku sosial juga dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis individu, seperti kepribadian, sikap, keyakinan, dan emosi. Misalnya, individu yang memiliki kepribadian ekstrovert mungkin lebih cenderung terlibat dalam interaksi sosial dan mencari perhatian dari orang lain, sementara individu yang memiliki kepribadian introvert mungkin lebih suka menghabiskan waktu sendiri atau dalam kelompok kecil yang akrab dengannya. Memahami perilaku sosial penting dalam berbagai bidang, termasuk psikologi, sosiologi, antropologi, dan ilmu politik. Dengan memahami perilaku sosial, kita dapat lebih baik memahami bagaimana individu berinteraksi dalam masyarakat, bagaimana kelompok terbentuk dan berfungsi, dan bagaimana budaya dan norma sosial mempengaruhi perilaku individu. Perilaku sosial yang seharusnya dan sesuai dengan norma masyarakat sangat bervariansi tergantung pada budaya, nilai-nilai dan harapan masyarakat tempat individu tersebut tinggal. Namun, ada beberapa prinsip umum yang dapat membantu kita memahami bagaimana seharusnya perilaku sosial yang dianggap baik dan diterima yaitu seperti : . Menghormati orang lain, termasuk . sopan santun, . menghargai perbedaan: menerima perbedaan pendapat, keyakinan, suku, ras, dan agama dan . empati: mampu merasakan dan memahami perasaan orang lain, serta bersedia membantu jika ada yang . Mematuhi aturan dan norma. Seperti . norma hukum, . norma sosial, dan . etika: bertindak sesuai dengan etika yang berlaku dilingkungan tempat individu berinteraksi, seperti etika pergaulan, etika kerja, dan etika bisnis. Bertanggung jawab, termasuk . Tanggung jawab pribadi: melaksanakan kewajiban diri sendiri dengan baik, seperti belajar, bekerja, dan menjaga kesehatan. Tanggung jawab sosial: berpartisipasi dalam kegiatan sosial, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, serta membantu sesama yang membutukan. Tanggung jawab moral: bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang baik, seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Berinteraksi secara positif , termasuk . Komunikasi yang baik, . Kerja sama, . Menghindari konflik: berusaha menghindari konflik dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik dan Kehidupan mahasiswa anak kost sering kali mengambarakan berbagai perilaku sosial yang khas. Sebagai individu yang tinggal jauh dari orang tua, mereka sering kali belajar untuk mandiri dan menghadapi berbagai tantangan sosial dilingkungan kampus atau tempat tinggal mereka. Perilaku sosial mahasiswa merupakan salah satu aspek yang penting dalam proses pembentukan pribadi individu, terutama bagi mahasiswa yang merantau dalam melanjutkan studi. Mahasiswa yang tinggal diluar daerah, seperti mahasiswa anak kost, seringkali dihadapkan pada dinamika sosial yang berbeda dengan kehidupan dikampung halaman. Kehidupan mahasiswa kost, terutama yang ada disekitar kampus, memiliki karakteristik tersendiri yang mencerminkan pergaulan sosial, adaptasi budaya, dan interaksi dengan masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 18 desember 2024 di kampung selamat padangsidimpuan utara, kota padangsidimpuan, mahasiswa yang tinggal di kostkostan jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan bisa dilihat dari segi komunikasi mereka,dikarenakanrendanya nilai sosial atau keramaham yang ada pada diri mahasiswa anak kost, yang memang tentangga dekatnya kurang kenal, padahal sudah bertahun-tahun tinggal di lingkungan dengan masyarakat kampung selamat yang ada Mahasiswa juga memiliki budaya sendiri, sehingga mahasiswa atau masyarakat berbeda cara hidupnya maka sosialisasi pun kurang di sekitar lingkungannya. Masyarakat kampung selamat yang mayoritas berpenduduk lokal, memiliki nilai budaya, norma, dan kebiasaan sosial yang kuat dan mereka sering melihat perilaku sosial mahasiswa dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Mahasiswa anak kost sering dipandang sebagai seseorang yang datang dari luar daerah dan memiliki cara hidup yang berbeda dengan masyarakat setempat. Keberadaan mahasiswa sering menimbulkan berbagai persepsi dan penilaian dari masyarakat, baik yang positif dan negatif. Persepsi masyarakat kampung terhadap mahasiswa anak kost ini dapat mempengaruhi hubungan sosial antara kedua pihak dan membentuk citra yang berbeda. Sementara upaya yang dilakukan masyarakat kepada mahasiswa yaitu dengan menasehati dan menegor mahasiswa secara halus agar mahasiswa dapat sadar bahwa seorang pendatang baru harus menumbuhkan didalam dirinya yaitu jiwa nilai sosial dan keramahan supaya apabila ada masalah atau kendala yang dihadapi mahasiswa dilingkungan sekitarnya dapat dibantu dengan masyarakat sekitar. Masyarakat juga melakukan pendekatan kepada mahasiswa dengan berusaha dalam berkomunikasi secara langsung untuk menjalin hubungan yang lebih baik. Membagun kesepahaman, atau bahkan untuk memberikan dukungan dalam berbagai aspek. Hasil dari lewat pendekatan yang dilakukan masyarakat kepada mahasiswa kurang memuaskan menurut masyarakat karena tetap saja mahasiswa jarang-jarang bersapaan dengan masyarakat yang berada dilingkungansekitarntya. Dan ini bisa dilihat dari cara mahasiswa itu keluar dari lingkungan kostnya, serta cara mereka berinteraksi dengan sesama mahasiswa lainnya dilingkungan kost-kostannya. Akibat yang terjadi yaitu keterasingan sosial, mahasiswa bisa merasa terasing dari masyarakat, dan sebaliknya, masyarakat juga bisa merasa kurang terhubung dengan Hal ini dapat mengurangi rasa saling pengertian dan solidaritas antara kedua belah pihak. Kurangnya pemahaman terhadap isu sosial, mahasiswa yang tidak berinteraksi dengan masyarakat cenderung kurang memahami masalah-masalah sosial yang ada dilapangan. Meningkatnya potensi konflik, tanpa interaksi yang cukup, ketidaktahuan dan kesalahpahaman antara mahasiswa dan masyarakat bisa berkembang menjadi konflik atau ketsenjangan sosial, misalnya masyarakat mungkin merasa mahasiswa tidak peduli terhadap kondisi mereka, sementara mahasiswa merasa kurang dukungan atau di mengerti oleh masyarakat. Fenomena ini juga berhubungan dengan proses integrasi sosial yang terjadi di antara mahasiswa anak kost IPTS dan masyarakat sekitar. Mahasiswa yang tinggal di kostkostan diharapkan dapat beradaptasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan identitas mereka sebagai mahasiswa. Di sisi lain, masyarakat kampung selamat juga perlu memahami bahwa mahasiswa merupakan bagian dari komunitas pendidikan yang memiliki tujuan dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, pentingnya dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana persepsi dan penilaian masyarakat terhadap perilaku sosial mahasiswa anak kost, serta bagaimana hubungan sosial antara keduanya. Penelitian ini di lakukan Dalam mengkaji bagaimana masyarakat kampung selamat melihat perilaku sosial mahasiswa anak kost baik dari segi cara bergaul, cara berpakaian, cara komunikasi, maupun sikap terhadap nilai-nilai sosial yang ada dimasyarakat sekitar. Persepsi tersebut bisa di pengaruhi oleh banyak faktor, seperti pengaruh budaya, pendidikan, serta latar belakang sosial ekonomi mahasiswa dan masyarakat setempat. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti karena interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat kampung selamat dapat mendeskripsikan tentang proses adaptasi sosial yang terjadi di antara keduanya. Penelitian ini penting untuk dilakukan guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika hubungan sosial antara mahasiswa anak kost IPTS dengan masyarakat kampung selamat di kota padang sidimpuan. Dengan mengetahui persepsi masyarakat terhadap perilaku sosial mahasiswa, diharapkan dapat tercipta hubungan yang lebih harmonis dan saling memahami antara kedua pihak. Selain itu, peneliti ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak mahasiswa dalam membangun hubugan yang lebih harmonis dengan masyarakat serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial di lingkungan sekitar kampus. Berdasarkan permasalahan-permasalahan terkait dengan perilaku sosial mahasiswa IPTS anak kost, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul AuPerilaku Sosial Mahasiswa Anak Kost IPTS Dalam Pandangan Masyarakat Kampung Selamat Kota PadangsidimpuanAy. LANDASAN TEORI Pengertian Perilaku Sosial Menurut Rahmayanty, . Auperilaku sosial diartikan sebagai perilaku yang secara khusus ditunjukan kepada orang lain Dalam pergaulan sosial, ditemukan perilaku khusus yang ditunjukkan oleh individu atau kelompok atau golongan kepada orang diluar dirinya. Ay Kemudian menurut panggabean . Auperilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan cara-cara yang berbeda-beda. Ay Prinsip-Prinsip Perilaku Sosial Norma Sosial Menurut Lesmana,. Norma sosial adalah seperangkat aturan yang berfungsi mengarahkan, menentukan, mempengaruhi dan mengatur tindakan sosial dalam kehidupan masyarakat. Interaksi Sosial Menurut Mulyadi, dkk . menyatakan interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Konformitas Menurut Vatmawati,. konformitas adalah fenomena sosial dimana terdapat perubahan perilaku individu yang menampilkan perilaku tertentu karena dipengaruhi oleh individu lain. Peran Sosial MenurutKholifah,dkk. peran sosial adalah aspek dinamis dari status sosial yang saling berjalan beriringan, ketika seseorang menduduki suatu status maka di saat itu juga orang tersebut menjalankan suatu peran di dalam Penyimpangan Sosial Menurut Mulyadi. penyimpangan sosial adalah suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Solidaritas Sosial Pettalogi,. Solidaritas sosial merupakan menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara individu dengan kelompok yang didasarkan pada perasaan moral serta kepercayaan yang di anut bersama yang di perkuat oleh pengalaman emosional bersama. Jenis-Jenis Perilaku Sosial Rahmayanty, . mengatakan sifat perilaku sosial dapat di jelaskan sebagai berikut: pertama, kecenderungan peranan . ole dispositio. didalam interaksi sosial seseorang memiliki kecenderungan perilaku sosial sesuai dengan tugas, kewajiban, dan posisi yang dimiliki. Kedua, kecenderungan sosiometrik . osiometrik dispositio. perilaku sosial seseorang terhadap orang lain yang disukai berbeda dengan orang lain yang kurang disukai atau tidak disuaki. Ketiga kecenderungan ekspresi ( expression disposition ) yang bertautan dengan denganeskpresi diri. Ciri-Ciri Perilaku Baik Jujur,menurut Rachmad, dkk . mengatakan kejujuran merupakan seperti berkomunikasi dan bertindak dengan kebenaran baik dalam kata-kata maupun tindakan. Bertanggung jawab, menurut Rachmad,dkk . mengungkapkan tanggung jawab adalah menerima atas tindakan pribadi, termasuk kesalahan atau kegagalan. Sopan santun. Menurut Iwan,. Sopan santun adalah sikap atau tingkah laku yang baik, hormat dan beradab serta diiringi oleh rasa belas kasihan dan berbudi halus yang tercermin dalam tingkah laku, tutur kata, cara berpakaian, dan lain sebagainya. Pengertian Pandangan Masyarakat Menurut. Alaslan, . Persepsi masyarakat merupakan tanggapan atau pengetahuan lingkungan dari kumpulan individu- individu yang saling bergaul berinteraksi karena mempunyai nilai- nilai, norma-norma, cara-cara dan prosedur merupakan kebutuhan bersama berupa suatu sistem adat-istiadat yang bersifat kontinue dan terikat oleh suatu identitas bersama yang diperoleh melalui interpretasi data indera. Perilaku Dari Sudut Pandang Agama . Islam : dalam islam, perilaku yang baik sangat ditekankan, kerena segala tindakan atau perbuatan akan diminta pertanggungjawaban dihadapanallah. Perilaku baik mencakup tentang kejujuran, ramah, sabar, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengormati orang tua, membantu yang membutukan, dan menjaga amanah. Kristen: agama kristen mengajarkan untuk mengikuti teladan yesus kristus dalam segala aspek kehidupan, yang mencakup kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan pelayanan kepda sesama. Hindu : agama hindu, perilaku yang baik merupakan bagian dari menjalankan dharma/kewajiban moral. Ajaran tentang karma, yaitu hukum sebab-akibat, menekankan pentingnya tindakan yang baik dan benar, yang akan membawa hasil yang positif. Buddha : ajaran buddha perilaku yang benar dapat membantu seseorang mencapai pencerahan. Perilaku yang baik juga melibatkan pengendalian pikiran dan kebijakan. Perilaku Dari Sudut Pandang Masyarakat Adat Beberapa aspek yang penting dari perilaku ini meliputi: Kepatuhan terhadap adat istiadat Masyarakat adat memiliki aturan tersendiri yang sangat ketat, terkait dengan tata cara hidup, termasuk pernikahan, berkebun, berburuh, atau cara menghormati orang tua dan memimpin adat. Gotong royong Solidaritas dan kerja sama antara anggota masyarakat sangat di junjung tinggi. Mereka cenderung bekerja bersama dalam kegiatan seperti pertanian, pembagunan rumah adat, atau upacara adat. Keseimbangan dengan alam Banyak masyarakat adat yang menyakini hubungan erat antara manusia dan Mereka seringkali memiliki kebiasaan atau ritual yang berkaitan dengan pelestarian alam, seperti larangan berburu hewan tertentu atau praktik pertanian yang berkelanjutan. Kepemimpinan adat Pemimpin adat atau tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam mengatur dan menegakkan perilaku masyarakat. Mereka dihormati karena kebijaksanaan dan pengetahuan mereka tentang tradisi dan nilai-nilai adat. Penghormatan terhadap leluhur Banyak masyarakat adat yang memperlakukan leluhur mereka sebagai sumber petunjuk moral dan spritual. Ritual-ritual penghormatan terhadap leluhur atau dewa dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap asal-usul mereka, dan penting untuk menjaga keseimbangan serta berkelanjutan hidup komunitas. METODE PENELITIAN Lokasi Sesuai dengan fokus masalah yang dikaji maka penelitian ini dilaksanakan di Kampung Selamat Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Kota Padangsidimpuan. Adapaun pelaksanaan penelitian dalam perkiraan sekitar bulan desember 2024 sampai april Objek penelitian yang akan dilakukan yaitu kepada ketua lingkungan. Kemasyarakat, dan kepada mahasiswa. Adapaun objek penelitian ini adalah Perilaku sosial mahasiswa anak kost IPTS dalam pandangan masyarakat kampung selamat, kecamatan padangsidimpuankotapadangsidimpuan. Dalam penelitian kualitatif tidak dikenal adanya populasi dan sampel. Oleh karena itu dibutuhkan informan yang akan memberikan informasi yang diperlukan selama proses Berikut informan dalam penelitian yaitu kepala lingkungan, masyarakat, mahasiswa anak kost. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Selanjutnya adapun sumber data dalam penelitian ini antara Sumber data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber utama melalui berbagai metode seperti wawancara, angket, observasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Data ini bersifat asli dan langsung dari subjek Sumber data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumber kedua yang telah dikumpulkan sebelumnya, seperti dokumentasi, arsip, atau naskah. Data ini dapat digunakan sebagai referensi tambahan untuk mendukung atau membandingkan temuan dari data primer. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik. Peneliti partisipatif, wawancara mendalam, dan dokurnentasi untuk surnber data yang sarna secara serernpak. Triangulasi sumber berarti, untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sarna. HASIL PENELITIAN Gambaran Perilaku Sosial Mahasiswa IPTS Anak Kost di Kampung Selamat. Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Kota Padangsidempuan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dengan kepala lingkungan serta beberapa warga dan mahasiswa sekitar, dapat disimpulkan bahwa perilaku sosial mahasiswa yang tinggal sebagai anak kost di lingkungan Kampung Selamat Padangsidimpuan secara umum cukup baik. Kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian sosial adalah beberapa aspek yang menjadi penilaian utama dalam membentuk citra mahasiswa di lingkungan tersebut. Kejujuran mahasiswa dinilai cukup terbuka dalam mengakui kesalahan mereka, baik dalam situasi merusak fasilitas atau terlambat membayar iuran kost. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa di lingkungan tersebut telah memahami pentingnya komunikasi yang jujur dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan warga sekitar. Tanggung jawab mahasiswa terlihat jelas dalam kepatuhan terhadap aturan kost serta partisipasi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan. Banyak mahasiswa yang aktif ikut serta dalam kegiatan kerja bakti yang diadakan oleh warga, yang mencerminkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Sopan santun menjadi salah satu aspek yang lebih dominan dalam penilaian Sebagian besar mahasiswa menunjukkan sikap hormat dan ramah kepada warga sekitar, seperti menyapa ketika bertemu, berinteraksi dengan sopan, serta menunjukkan sikap terbuka terhadap warga. Sejalan dengan penelitian relevan Mulyadi. yang menyatakan bahwa Interaksi sosial mereka cenderung terbatas pada sesama mahasiswa, sementara keterlibatan dalam kegiatan masyarakat lokal relatif rendah. Hal ini dipengaruhi oleh faktor budaya, waktu, dan perbedaan peran sosial. Mahasiswa mengalami proses sosialisasi sekunder yang membentuk identitas dan pola perilaku baru, yang dapat dianalisis melalui teori interaksionisme simbolik dan teori sosialisasi. Di sisi lain, terdapat potensi munculnya perilaku menyimpang yang dapat dijelaskan melalui teori disorganisasi sosial, terutama jika tidak ada kontrol sosial yang memadai. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa, pihak kampus, dan masyarakat setempat untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat guna menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan mendukung perkembangan mahasiswa secara positif. Berdasarkan beberapa hasil wawancara dan penelitian yang relevan dapat disimpulkan bahwa gambaran perilaku sosial pada mahasiswa dapat dilihat dari dalam hal kejujuran, mahasiswa cenderung bersikap terbuka dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Tanggung jawab mereka juga terlihat dari kepatuhan terhadap aturan kost dan partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dari segi sopan santun, mayoritas mahasiswa menunjukkan sikap hormat dan ramah kepada warga sekitar. Pandangan Masyarakat Kampung Selamat Terhadap Perilaku Sosial Mahasiswa IPTS Anak Kost Dikampung Selamat Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kampung Selamat pada tanggal 20 hingga 22 Maret 2025, perilaku sosial mahasiswa IPTS yang tinggal sebagai anak kost di lingkungan tersebut secara umum dapat dikatakan cukup baik dan dapat diterima dengan positif oleh masyarakat sekitar. Pandangan ini sejalan dengan temuan dari wawancara dengan kepala lingkungan dan beberapa warga, yang menyatakan bahwa mahasiswa di lingkungan ini dikenal sebagai individu yang sopan, jujur, dan bertanggung jawab. Keberhasilan dalam Menjaga Kebersihan dan Menghormati Aturan Salah satu aspek yang sangat dihargai oleh masyarakat adalah kebiasaan mahasiswa yang menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Dalam observasi, mahasiswa terlihat aktif menjaga kebersihan kost dan lingkungan sekitar, serta mematuhi aturan yang ada, seperti pembayaran sewa dan ketertiban umum. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya mematuhi peraturan, baik di dalam kost maupun di masyarakat. Sikap bertanggung jawab terhadap lingkungan ini menciptakan kesan positif di mata masyarakat, yang merasa nyaman dengan keberadaan mahasiswa tersebut. Sikap Ramah dan Interaksi dengan Warga Dari hasil wawancara dan observasi, mayoritas mahasiswa menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam berinteraksi dengan warga sekitar. Mereka tidak hanya berfokus pada aktivitas pribadi, tetapi juga menunjukkan keterbukaan dalam hubungan sosial, yang mempermudah terciptanya ikatan antara mahasiswa dan masyarakat. Masyarakat mengapresiasi sikap mahasiswa yang selalu menghargai dan menghormati norma serta kebiasaan yang ada di kampung tersebut. Mahasiswa yang sopan dalam berbicara dan bertindak membuat masyarakat merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berinteraksi dengan mereka. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial Selain itu, mahasiswa juga terlihat berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti kerja bakti dan pengajian. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan budaya sosial di sekitar mereka. Keterlibatan dalam kegiatan sosial ini memberikan gambaran bahwa mahasiswa tidak hanya tinggal di lingkungan sebagai pemukim sementara, tetapi juga peduli terhadap perkembangan dan kesejahteraan komunitas di sekitarnya. Sikap Tertutup Mahasiswa Salah satu catatan yang muncul dari hasil observasi adalah keberadaan mahasiswa yang cenderung tertutup. Beberapa mahasiswa lebih memilih untuk tidak terlalu terlibat dalam kegiatan sosial dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas pribadi mereka. Hal ini sempat menjadi perhatian sebagian warga, yang menyatakan bahwa beberapa mahasiswa tidak terlalu dikenal oleh masyarakat sekitar dan tidak menunjukkan kepedulian yang besar terhadap kegiatan sosial. Meskipun demikian, sikap tertutup ini tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap kehidupan masyarakat, karena secara keseluruhan mahasiswa tersebut tetap menjaga sikap sopan dan tidak meresahkan. Pandangan Masyarakat Secara Umum Secara keseluruhan, pandangan masyarakat Kampung Selamat terhadap mahasiswa yang tinggal sebagai anak kost di lingkungan mereka bersifat positif. Masyarakat menilai bahwa mahasiswa yang tinggal di sana sebagian besar mampu menyesuaikan diri dengan baik, menjaga perilaku yang sesuai dengan norma lokal, dan berperan sebagai bagian dari komunitas. Kehadiran mereka dianggap sebagai hal yang positif, terutama apabila mereka menjaga sikap, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan masalah. Meskipun ada beberapa mahasiswa yang kurang aktif dalam kegiatan sosial, hal ini tidak menurunkan penilaian positif yang diberikan oleh Faktor Yang Mempengaruhi Pandangan Masyarakat Terhadap Mahasiswa IPTS Anak Kost Di Kampung Selamat. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala lingkungan, masyarakat dan beberapa mahasiswa kost, dapat disimpulkan bahwa pandangan masyarakat terhadap mahasiswa kost sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor utama yang memengaruhi adalah sikap dan perilaku mahasiswa itu sendiri, termasuk bagaimana mereka menjaga ketertiban, kebersihan, serta kemampuan beradaptasi dengan norma dan budaya lokal. Selain itu, perilaku mahasiswa kost sebelumnya turut membentuk prasangka awal masyarakat terhadap penghuni baru. Gaya hidup mahasiswa yang terlihat mencolok atau tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat setempat juga berpotensi menimbulkan penilaian negatif. Di sisi lain, keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial atau interaksi positif dengan warga dapat memperbaiki dan membangun citra baik mahasiswa di lingkungan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa kost untuk menunjukkan sikap yang sopan, bertanggung jawab, dan menghargai nilai-nilai lokal agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Upaya Yang Dilakukan Masyarakat Untuk Membentuk Perilaku Mahasiswa Menjadi Lebih Baik Upaya pembinaan terhadap mahasiswa anak kost di Kampung Selamat dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan nilai kekeluargaan, komunikasi yang terbuka, dan interaksi langsung. Masyarakat, terutama tokoh masyarakat dan pemilik kos, berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan empati melalui interaksi sehari-hari. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial, seperti kerja bakti dan acara keagamaan, turut memperkuat pembentukan karakter Selain itu, teguran atau nasihat yang disampaikan dengan cara yang santun dan bersahabat membantu mahasiswa memahami pentingnya mengikuti norma sosial dan berperilaku baik di lingkungan sekitar. Pendekatan yang dilakukan tidak bersifat memaksa, tetapi lebih menekankan pada keteladanan, kepedulian, dan saling menghargai Hal ini membuktikan bahwa lingkungan sosial yang mendukung, baik dari tokoh masyarakat, pemilik kos, maupun warga sekitar, memiliki peran besar dalam mendidik karakter mahasiswa meskipun mereka jauh dari keluarga. Pembinaan yang dilakukan secara kekeluargaan dan komunikatif ini menciptakan suasana yang harmonis dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai individu yang lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan. IMPLIKASI HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kampung Selamat. Kota Padangsidimpuan, implikasi dari perilaku sosial mahasiswa anak kost terhadap pandangan masyarakat menunjukkan hubungan yang saling memengaruhi. Pertama, dari aspek perilaku sosial mahasiswa, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa menunjukkan sikap sopan santun, memiliki rasa hormat terhadap warga, serta bersedia berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti gotong royong dan pengajian. Hal ini tercermin dari pernyataan kepala lingkungan dan masyarakat yang menyambut baik kehadiran mahasiswa dan menilai mereka sebagai pribadi yang ramah, tertib, dan memiliki semangat belajar tinggi. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk terus mempertahankan dan meningkatkan perilaku sosial yang baik seperti kejujuran, empati, dan kesopanan dalam berinteraksi dengan warga sekitar. Hal ini penting untuk memperkuat citra positif mahasiswa anak kost di mata masyarakat serta menciptakan hubungan yang harmonis antara keduanya. Kedua, dari sisi pandangan masyarakat Kampung Selamat, dapat dilihat bahwa masyarakat memiliki pandangan yang cukup positif terhadap mahasiswa anak Pandangan ini tentu terbentuk dari pengalaman langsung masyarakat dalam berinteraksi dengan mahasiswa, serta pengamatan mereka terhadap perilaku dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan lingkungan. Meskipun demikian, beberapa mahasiswa mengakui bahwa keterlibatan sosial mereka masih terbatas karena kesibukan akademik dan perbedaan gaya hidup. Oleh karena itu, perlu adanya upaya lebih lanjut agar mahasiswa dapat lebih aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan begitu, pandangan masyarakat yang sudah baik akan semakin kuat, dan keberadaan mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap kehidupan sosial di Kampung Selamat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diklakukan diperoleh kesimpulan bahwa: Dari Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala lingkungan menyampaikan bahwa secara umum, masyarakat menyambut baik kehadiran para mahasiswa karena dianggap membawa suasana baru dan turut menggerakkan aktivitas sosial di lingkungan sekitar. Banyak mahasiswa yang dinilai sopan, santun, serta memiliki rasa hormat terhadap warga setempat. Beberapa dari mereka bahkan aktif mengikuti kegiatan masyarakat seperti gotong royong, kerja bakti lingkungan, kegiatan keagamaan seperti pengajian. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat secara umum masyarakat memiliki pandangan yang cukup positif terhadap keberadaan mahasiswa anak kost di lingkungan Mayoritas warga menilai mahasiswa sebagai individu yang sopan, ramah, dan memiliki semangat belajar tinggi. Mereka juga diapresiasi karena mampu menjaga ketertiban dan kebersihan, serta tidak jarang ikut serta dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti gotong royong dan pengajian. Berdasarkan wawancara dengan mahasiswa mereka mengakui bahwa keterlibatan dalam kehidupan sosial lingkungan memang masih minim, yang disebabkan oleh kesibukan akademik dan perbedaan gaya hidup. DAFTAR PUSTAKA