Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6. E 2684-9569 Vol. No. Desember 2024 | Hal. This Article is licensed under a Creative Commons AttributionSharelike 4. 0 Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Keterampilan Berbicara pada Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Al-Fikhi Desa Bakal Dalam Kec. Talo Kecil Kab. Seluma Revi Novia Sari1. Asiyah2. Wiji Aziz Harimukti3 Universitas Dehasen Bengkulu, 3STIESNU Bengkulu revinoviasarirevi@gmai. asiyah@gmail. wiji@mail. Abstract This research was based on children aged 5-6 years in PAUD Al-Fikhi Bakal Village in Talo Kecil District. Seluma Regency, because there are still some children who are not 5-6 years old from the total number of 16 children, and the children also have Difficulty in responding and lack of stimulation means that children's speaking skills do not develop well. The aim of the research is to determine whether there is an influence of the role-playing method on speaking skills in children aged 5-6 years in PAUD Al-Fikhi. Bakal Dalam Village. Talo Kecil District. Seluma Regency. This research uses quantitative research with a type of experimental research, namely pre-experiment The data collection technique uses the paired sample t-test formula (T Tes. and is processed using the SPSS program. Because there are still external variables that influence the formation of the dependent variable. Based on the research results, it was found that there was an influence of the role-playing method on speaking skills in children aged 5-6 years in PAUD AlFikhi. Bakal Dalam Village. Talo Kecil District. Seluma Regency, with a significance value of 0. value, namely 0. The play method is a learning method for pre-school age children where children are invited to carry out activities together in the form of activities using tools or carrying out activities . either individually or together, which bring joy, pleasure and fun to children. Keywords: Role playing method. speaking skills. How to cite this article: Sari. Asiyah. Harimukti. Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Keterampilan Berbicara pada Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Al-Fikhi Desa Bakal Dalam Kec. Talo Kecil Kab. Seluma . AlBahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9. , 194-206. Received: 8/7/2024 Revised: 11/5/2024 Accepted: 11/25/2024 Vol. No. Desember 2024 | Hal. 194-206 | 195 PENDAHULUAN Pendidikan menjadi hal penting dalam perjalanan suatu bangsa. Semakin baik kualitas pendidikan maka semakin meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memajukan bangsa tersebut. Pendidikan memang menjadi tombak di setiap Melalui pendidikan akan ditetapkan langkah-langkah yang dipilih masa kini sebagai upaya mewujudkan harapan di masa yang akan datang. Pendidikan pula lah yang akan menentukan nasib bangsa ke masa depan. Sejalan dengan hal itu, menurut UU N0. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 telah ditetapkan antara lain bahwa AuPendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Ay 1 Dijelaskan dalam UU N0. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang berperan di masa yang akan datang. Melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan maka pendidikan dapat mewujudkan harapan bangsa untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik dari sebelumnya (Suyadi & Dahlia 2. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih untuk itu, pendidikan anak usia dini sangat penting sebagai dasar pengembangan segala aspek perkembangan anak sebagai upaya menyiapkan anak untuk memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut. Pemberian pendidikan pada anak usia dini merupakan hak anak sebagai Sesuai dengan undang-undang nomor 22 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 9 ayat 1 yaitu setiap anak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode yang kreatif dan menyenangkan untuk melatih keterampilan berbicara peserta didik. Metode tersebut adalah metode bermain Metode bermain peran adalah peserta didik diajak untuk mensimulasikan kejadiankejadian saat ini, masa lalu atau mungkin masa yang akan datang. Metode ini juga mengharuskan peserta didik terampil dalam berbicara untuk menceritakan peristiwa yang disimulasikan serta metode ini juga mengharuskan peserta didik untuk memerankan peran yang mereka perani. Dengan demikian, anak yang bermain adalah anak yang menyerap berbagai hal baru di sekitarnya seperti kosakata. Pemilihan jenis permainan yang cocok sesuai dengan perkembangan anak menjadi penting agar pesan edukatif dari permainan dapat ditangkap anak dengan mudah dan menyenangkan. Jenis permaian yang dapat dipilih untuk mengembangkan kemampuan berbicara pada anak adalah bermain peran. Pada saat anak memilih peran dan memainkan perannya, kosakata baru yang dimiliki anak Bermain peran dipahami sebagai bentuk permainan yang memerankan karakter seseorang dalam hubungannya dengan ide cerita. Pemain bertanggung jawab untuk berakting sesuai dengan peran yang dimainkan, baik melalui acting benar-benar maupun melalui proses membuat Keputusan (Septi Yani, 2. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharelike 4. 0 Interntional Lincese 196 | Revi Novia Sari1. Asiyah2. Wiji Aziz Harimukti3 Dilihat dari jenisnya bermain peran terdiri dari bermain peran makro dan bermain peran mikro. Bermain peran makro adalah bermain yang sifatnya kerja sama lebih dari 2 orang bahkan lebih khususnya untuk anak usia Taman kanak-kanak, sedangkan bermain mikro adalah awal bermain kerja sama dilakukan hanya 2 orang saja bahkan sendiri. Jenis bermain peran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bermain peran makro. Di Desa Bakal dalam. Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma, terdapat PAUD AlFikhi yang berperan sebagai lembaga pendidikan formal bagi anak-anak usia 5-6 tahun. Meskipun pendidikan ini memiliki potensi untuk membantu dalam pengembangan keterampilan berbicara anak-anak, belum ada penelitian yang cukup mendalam yang mengevaluasi metode pembelajaran yang digunakan, terutama metode bermain peran, dan pengaruhnya terhadap keterampilan berbicara anak-anak di PAUD Al Ae Fikhi. Keterampilan berbicara yang berkualitas pada usia dini akan membawa dampak positif dalam proses pendidikan anak di kemudian hari. Oleh karena itu, penelitian ini akan memberikan kontribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Desa Bakal dalam. Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma, serta menjadi acuan bagi lembaga pendidikan serupa dalam mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun. Desa Bakal dalam yang terletak di Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma, memiliki PAUD Al-Fikhi yang berperan sebagai lembaga pendidikan formal bagi anak-anak usia 5-6 Meskipun PAUD ini memiliki potensi besar untuk membantu dalam pengembangan keterampilan berbicara anak-anak, belum ada penelitian yang cukup menyeluruh yang mengevaluasi metode pembelajaran yang digunakan di PAUD Al-Fikhi dan dampaknya pada keterampilan berbicara anak-anak di lokasi tersebut. Keterampilan berbicara yang berkualitas pada usia dini akan membawa dampak positif yang signifikan dalam proses pendidikan anak di masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini dianggap sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Desa Bakal dalam Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi berharga bagi lembaga-lembaga pendidikan serupa dalam mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 Metode bermain peran sudah diterapkan pada setiap lembaga PAUD baik pada model pembelajaran sentra maupun area, namun terdapatnya para guru yang masih belum secara maksimal menerapkan metode bermain peran ini di sekolahnya. Hal ini terlihat dari persiapan guru untuk mengajar belum mampu untuk mengambil hati dan ketertarikan anak saat mencontohkan peran tersebut. Dalam bentuk bermain peran ini kegiatan hanya terjadi pada beberapa topik saja, misalnya memainkan peran dokter, meskipun metode bermain peran dapat dilakukan pada topik apa saja dan didukung oleh kreativitas guru. Adapun ayat alquran yang menjelaskan tentang agar pandai berbicara tercantum pada: Alquran surah Ar-Rahman ayat 1-4 menjelaskan bahwa alquran mengajarkan agar pandai berbicara yang berbunyi: Aa ac Ie oaI a aIacE eE aC e aI a aE aC eIa oaI a aIacE aN eE a aO aIA A A AaeE A AA AEA Artinya: Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Hal. 194-206 | 197 (Alla. Yang Maha Pengasih, 2. telah mengajarkan Al-QurAoan. Dia menciptakan Dia mengajarinya pandai menjelaskan. (QS Ar-Rahman 1-. Ayat di atas menjelaskan bahwa didalam alquran telah dikatakan agar kita pandai berbicara maksudnya agar kita dapat berbicara dengan baik, sopan santun dan perkataan kita tidak menyakiti hati orang lain. Didalam alquran ini juga berbicara yang dimaksud ialah agar kita dapat membaca ayat-ayat alquran dengan lafal yang benar, jelas dan sesuai dengan tanda bacanya. Jadi keterampilan berbicara itu sangat penting salah satunya dalam membaca ayatayat alquran agar sesuai dengan tanda baca atau nadanya. Berdasarkan ayat di atas dijelaskan bahwa kita sebaiknya mengucapkan perkataan yang benar yaitu berbicara jujur, lembut, dan tidak mengeluarkan perkataan yang tidak Apalagi berbicara didepan anak usia dini karena pada masa ini anak meniru apa yang kita lakukan dan apa yang kita ucapkan semua akan tersimpan dimemori mereka maka kita harus berhati-hati berbicara kepada anak jangan sampai kita berbicara yang tidak sopan dan tidak layak didengar. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong keterampilan berbicara anak, tidak hanya cerita, tetapi dengan berdiskusi dan menceritakan kembali apa itu bermain peran. Peneliti telah melakukan observasi selama 2 minggu 2023. Pada kenyataannya ketika dilakukannya observasi peneliti menemukan bahwasanya ada beberapa anak yang belum dapat mengungkapkan suatu hal yang dirasakannya dalam berbicara. Penelitian ini memfokuskan pada penerapan Metode Bermain Peran agar mengetahui pengaruh Metode Bermain Peran terhadap keterampilan berbicara anak khususnya dalam berbicaranya anak. Dengan latar belakang masalah di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat menjadi sebuah penelitian yaitu. Pengaruh metode bermain peran terhadap keterampilan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di Paud Al-Fikhi Desa Bakal Dalam Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma. Penelitian ini dibatasi hanya pada anak usia 5-6 tahun yang dikarenakan ada sebagian anak Ae anak di Paud Al-Fikhi yang memiliki umur 5-6 tahun hanya ada 10 orang anak saja dari 16 orang anak di Paud Al-Fikhi Desa Bakal Dalam Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen yaitu Pre-experimental Design. Dikatakan sebagai Pre-experimental Design, karena merupakan penelitian yang sangat penting. Karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel control, dan sampel tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Bermain peran adalah metode yang penaliti gunakan untuk mengembangkan perkembangan bahasa yang dimana bermain peran merupakan bermain dengan pemanfaatan benda untuk mempresentasikan sesuatu, mengembangkan imajinasi dan This Article is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharelike 4. 0 Interntional Lincese 198 | Revi Novia Sari1. Asiyah2. Wiji Aziz Harimukti3 kemampuan berbahasa. Melalui bermain peran ini anak-anak mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakan dan diskusi sehingga secara bersamasama para peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 20 Maret sampai 20 2024 dengan judul AuPengaruh Metode Bermain Peran terhadap Keterampilan Berbicara pada Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal Dalam Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma". Peneliti melakukan penelitian Di Paud Al - Fikhi desa bakal dalam. Paud Al - Fikhi memiliki 1 kelas dengan jumlah seluruh siswanya 16 orang anak. Jumlah tenaga pekerja sebanyak 2 Penelitian ini di lakukan di kelas B yang berjumlah 10 anak yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 6 anak perempuanperempuan yang berumur 5-6 tahun. Berikut proses penelitian yang dilakukan dapat dilihat sebagai berikut: Adapun pengambilan data pada penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi yang terdiri dari 10 item pernyataan yang masin Ae masing satu pertanyaan, kemudian setelah lembar observasi terkumpul semua untuk semua anak maka hasilnya ditabulasikan, setelah itu hasil tabulasi dikategorikan sesuai dengan kriterianya yaitu: = Belum berkembang Skor 1 = Mulai Berkembang Skor 2 BSH = Berkembang Sesuai Harapan Skor 3 BSB = Berkembang sangat baik Skor 4 Uji Pra Syarat Normalitas Data Uji normalitas ini merupakan hasil uji yang didapatkan dari perhitungan hasil penelitian pengisian kuesioner oleh responden yang diolah menggunakan program SPSS Dalam hal ini uji normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Normalitas data pre test Uji normalitas ini merupakan hasil uji yang didapatkan dari perhitungan hasil penelitian pengisian kuesioner oleh responden yang diolah menggunakan program SPSS Tabel 1. Normalitas data pre test Pretest Normal Parametersa Mean 12,95 Std. Deviation Asymp. Sig. -taile. Adapun hasil uji kolmogorov smirnov dari nilai pre test kelas eksperimen menunjukkan bahwa signifikansi 0,137 dapat dilihat bahwa lebih tinggi dari 0,05 yang berarti bahwa nilai post test dari kelas eksperimen berdistribusi normal. Dalam kasus ini. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Hal. 194-206 | 199 nilai Asymp. Sig. -taile. adalah 0,137, yang lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, kita tidak menolak hipotesis nol bahwa data pre-test adalah normal. Normalitas data post test Uji normalitas ini merupakan hasil uji yang didapatkan dari perhitungan hasil penelitian pengisian kuesioner oleh responden yang diolah menggunakan program SPSS Tabel 2. Normalitas data post test Post test Normal Parametersa Mean 17,15 Std. Deviation Asymp. Sig. -taile. Dengan hasil uji kolmogorov smirnov dari nilai pre test kelas eksperimen menunjukkan bahwa signifikansi 0,227 dapat dilihat bahwa lebih tinggi dari 0,05 yang berarti bahwa nilai post test dari kelas eksperimen berdistribusi normal. Hasil Homogenitas Uji homogenitas ini merupakan hasil uji yang didapatkan dari perhitungan hasil penelitian pengisian kuesioner oleh responden yang diolah menggunakan program SPSS Hasil uji homogenitas dapat dlihat pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Lavene Statistic Nilai Pretest Nilai Posttest Sig. Uji homogenitas varians digunakan untuk menentukan apakah dua sampel berbeda secara signifikan. Dalam kasus ini, kita memiliki dua sampel: nilai pretest dan posttest. Nilai p-value untuk pretest adalah 0,338 dan untuk posttest adalah 0,058. Jika p-value kurang dari 0,05, kita akan menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan antara dua sampel. Namun, dalam kasus ini, p-value untuk posttest . lebih besar dari 0,05, yang berarti kita tidak dapat menolak hipotesis nol. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest Analisis Uji Hipotesis . Hasil Pengisian Lembar Obervasi Pre Test Hasil pengisian lembar observasi didapatkan dari masil penelitian dimana jumlah hasil pengisian lembar observasi dipaparkan sesuai dengan kategorinya. Alat ukur yang digunakan adalah hasil pengisian lembar observasi anak dengan kriteria sebagai berikut: This Article is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharelike 4. 0 Interntional Lincese 200 | Revi Novia Sari1. Asiyah2. Wiji Aziz Harimukti3 = Belum berkembang = Mulai Berkembang BSH = Berkembang Sesuai Harapan BSB = Berkembang sangat baik Adapun hasil observasi sebagai berikut: Tabel 4. Pengisian lembar Penilaian Kelas Eksperimen pre test Nama Anak Hasil Kategori Al Gibran Syahputra Mulai Berkembang Alvino Azam Winata Belum Berkembang Andika Syahputra Mulai Berkembang Rio Muhammad Mulai Berkembang Arsyla Vefillia Assyfa Mulai Berkembang Fadillah Keynara Markiza Mulai Berkembang Faiza Dwi Ansela Mulai Berkembang Kara Andesta Belum Berkembang Laura Cyntia Mulai Berkembang Faiza Trivansela Mulai Berkembang Jumlah Rata-rata Mulai Berkembang Sumber: Hasil Pengisian Lembar Penilaian Anak Hasil penelitian akan diuraikan sebagai berikut: Rentang setiap kategori: Rentang setiap kategori = = 36 - 22 : 4 = 14 : 4 = 3,5 dibulatkan menjadi 4 Dari data diatas, maka dapat dikategorikan keterampilan berbicara pada anak usia 5 6 tahun di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal dalam Kecamatan talo Kecil kabupaten Seluma dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. Kategori keterampilan berbicara pada anak usia 5 - 6 tahun di PAUD Al Fikih Desa Bakal dalam Hasil Frekuensi Persentase Kategori Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Berkembang sangat baik Adapun grafik hasil perhitungan dapat dilihat pada grafik berikut: Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Hal. 194-206 | 201 Gambar 1. Grafik Hasil Perhitungan Berdasarkan grafik perhitungan di atas, maka terdapat 5 anak yang dengan kategori belum berkembang, 8 anak mulai berkembang, 3 anak berkembang sesuai harapan dan 7 anak berkembang sangat baik. Hasil Pengisian Lembar Obervasi Kelas Eksperimen Post Test Hasil pengisian lembar observasi didapatkan dari masil penelitian dimana jumlah hasil pengisian lembar observasi dipaparkan sesuai dengan kategorinya. Alat ukur yang digunakan adalah hasil pengisian lembar observasi anak dengan kriteria sebagai berikut: = Belum berkembang = Mulai Berkembang BSH = Berkembang Sesuai Harapan BSB = Berkembang sangat baik Berdasarkan grafik perhitungan di atas, maka terdapat satu orang siswa dengan kategori belum berkembang, 6 orang mulai berkembang, 3 orang belum berkembang dan 8 orang berkembang sangat baik. Statistik Hasil Analisis Menggunakan Uji-t Uji statistic uji-t ini merupakan hasil uji yang didapatkan dari perhitungan hasil penelitian pengisian kuesioner oleh responden yang diolah menggunakan program SPSS versi 20: Tabel 6. Hasil Uji T hasil Eksperimen pre test dan post test Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. Error Deviation Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper T Pair Pre test - Post 1 Test Sumber: Hasil penelitian, diolah menggunakan program SPSS Sig. df taile. Hasil paired sampel t-test (Uji T), rata-rata antara pretest dan posttest adalah 10,182 dengan standar deviasi 3,430 dan t-obtained adalah 9,846. Pada tingkat signifikan 0,05 This Article is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharelike 4. 0 Interntional Lincese 202 | Revi Novia Sari1. Asiyah2. Wiji Aziz Harimukti3 derajat kebebasan 10. Dapat dilihat bahwa t-obtained diperoleh nilai lebih tinggi daridapa t-tabel. Dapat disimpulkan ada pengaruh metode bermain peran terhadap keterampilan berbicara pada anak usia 5 - 6 tahun di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal Dalam Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma dengan nilai signifkansi 0,000 < nilai yaitu 0,05. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa terdapat pengaruh metode bermain peran terhadap keterampilan berbicara pada anak usia 5 - 6 tahun di PAUD Al - Fikhi desa bakal dalam kecamatan talo Kecil Kabupaten Seluma. Terdapat beberapa karakteristik dalam bermain peran diantaranya: bermain peran merupakan sesuatu yang menyenangkan, memiliki nilai positif bagi anak untuk memilih tokoh yang diperankan, melibatkan peran aktif anak, memiliki hubungan sistematik dengan perkembangan kreativitas, pemecahan masalah, belajar bahasa, perkembangan sosial dan sebagainya. kekayaan dan keunikan kesempatan main peran yang disediakan dalam ruang kelas hanya dibatasi oleh keterbatasan daya cipta orang dewasa. Pada saat saya melakukan penelitian dan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal dalam Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma, pada saat itu respon kepala sekolah dan guru-guru sangat baik. Setelah dijelaskan kepala sekolah langsung menentukan kelas mana saja yang akan di jadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol, kemudian langsung berbincang dengan wali kelas yang di tentukan oleh kepala sekolah. Disini peneliti akan melakukan penelitian menggunakan metode bermain peran makro yang dimana bermain peran makro memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan pengertian tentang dunia disekitarnya. Tujuan khususnya yaitu mengembangkan kemampuan interaksi sosial dan berbahasa, membangun rasa empati, dan lainnya. Kegiatan di main peran makro memainkan peran-peran yang dekat dengan anak, seperti: peran ayah, ibu, profesi, binatang-binatang, dan tumbuhan. Pada saat melakukan penelitian anak-anak sangat senang untuk bermain karena penasaran dengan apa yang saya bawa, tidak lain yang saya bawa saat itu adalah media yang akan di gunakan untuk bermain peran di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal dalam Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma. Kepala sekolah dan guru-guru yang berkaitan sepakat untuk melaksanakan bermain peran di hari senin, setelah menyetting kelas peneliti dan guru mempersiapkan segala hal keperluan untuk bermain peran dari media yang digunakan dan lain-lainnya. Respon anak untuk minggu pertama yaitu anak-anak sangat antusias untuk bermain peran, namun anak-anak masih bingung bagaimana cara bermain menggunakan media tersebut, kemudian diminggu kedua dan minggu selanjutnya anak-anak sudah mulai mengerti bagaimana cara bermain peran menggunakan media masak-masak, namun anak-anak di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal dalam Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma masih sedikit kesulitan untuk berbicara menggunakan bahasa indonesia yang dikarenakan guru-guru di paud tersebut juga masih menggunakan bahasa daerah setempat. Sebelum kegiatan bermain peran, anak-anak membaca doa-doa dan lagu-lagu seperti biasanya, setelah itu anak-anak bersiap untuk melakukan kegiatan bermain peran sementara peneliti menjelaskan sedikit tentang profesi. Terlihat dari beberapa anak yang memberikan respon baik dan beberapa anak lainnya masih kebingungan dengan apa yang disampaikan peneliti, itu menandakan bahwa perkembangan bahasa anak-anak di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal dalam Kecamatan Talo Kecil. Kabupaten Seluma tersebut masih belum berkembang dengan baik. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Hal. 194-206 | 203 Hal ini sesuai dengan teori Dhieni bahwa metode bermain peran sangat baik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, baik secara ekspresif maupun reseptif. Dalam kegaitan bermain peran terjadi aktivitas berbahasa melalui dialog atau percakapan serta pertunjukan ekpresi karakter peran yang dimainkan. Karena pada saat dialog terjadi komunikasi timbal balik. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Indrawati yang menyebutkan bahwa hasil penelitian menunjukan pada tahap sebelum perlakuan terdapat 5 anak yang memiliki keterampilan berbicara nya mendapat 8 poin. Akan tetapi setelah diberikan perlakuan bermain peran ke 5 anak tersebut mendapatkan poin antara 12 sampai 17 artinya perkembangan bahasa anak lebih baik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bermain peran dapat mempengaruhi tingkat keterampilan berbicara pada anak kelompok B. Pada penelitian ini, kegiatan Bermain Peran di Paud disamping fantasi dan emosi yang menyertai permainan itu, anak belajar berbicara sesuai dengan peran yang dimainkan, belajar mendengarkan dengan baik, dan melihat hubungan antar berbagai peran yang dimainkan bersama. Sebagaimana sesuai dengan teori Dhieni bahwa bermain peran dalam pengembangan bahasa di Taman Kanak-kanak memiliki tujuan yang dicapai dalam perkembangannya. Salah satu tujuan metode bermain peran dalam mengambangkan bahasa di Taman kanak-kanak adalah melatih anak berbicara Metode bermain peran dikategorikan sebagai metode mengajar yang yang berumpun pada perilaku yang ber urutan, konkret dan dapat diamati. Secara eksplisit dapat dikatakan bahwa bermain peran dapat ditujukan untuk memecahkan masalahmasalah yang menyangkut hubungan antar manusia . uman relation problem. terumata yang berkaitan dengan anak didik. Hal ini sesuai dengan teori Santoso . alam Dhien. yang menjelaskan bahwa metode bermain peran merujuk pada dimensi pribadi dan sosial. Ditinjau dari dimensi pribadi, metode bermain peran diupayakan untuk membantu anak dalam menemukan makna dari lingkungannya dan dapat memecahkan problem yang tengah dihadapi dalam kelompok sebayanya. Untuk dimensi sosial, metode ini memberi kesempatan kepada anak untuk bekerja sama dalam menganalisis situasi sosial dalam hubungan pribadi antar mereka. Hal ini sesuai dengan penelitian Utami yang menyebutkan bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa anak yang mampu dalam bermain peran dari 10 siswa dengan presentase 50%. Anak yang mampu ada 7, hasilnya meningkat dengan presentase 80%. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Bermain Peran Dapat Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak. Dalam penelitian ini, juga sejalan dengan teori Dhieni dan Santoso yang menyebutkan bahwa Metode Bermain Peran dalam penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak. sehingga diperoleh jawaban bahwa adanya pengaruh yang signifikan setelah diberikan perlakuan berupa metode bermain peran terhadap kemampuan berbicara anak. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dari perhitungan hasil paired sampel t-test (Uji T), rata-rata antara pretest dan posttest adalah 10,182 dengan standar deviasi 3,430 dan t-obtained adalah 9,846. Pada tingkat signifikan 0,05 derajat This Article is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharelike 4. 0 Interntional Lincese 204 | Revi Novia Sari1. Asiyah2. Wiji Aziz Harimukti3 Dapat dilihat bahwa t-obtained diperoleh nilai lebih tinggi daridapa t-tabel. Dapat disimpulkan ada pengaruh metode bermain peran terhadap keterampilan berbicara pada anak usia 5 - 6 tahun di PAUD Al - Fikhi Desa Bakal dalam Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma dengan nilai signifkansi 0,000 < nilai t yaitu 0,05. Dalam penelitian ini menggunakan metode bermain peran karena banyak anak-anak yang menyukai bermain jadi disini peneliti mengajak anak belajar sambil bermain peran sebagai perlakuan. Dalam bermain peran anak melakukan dialog atau berkomunikasi dengan lawan mainnya, hal ini dapat mengembangkan kemampuan dalam penggunaan kosa kata menjadi suatu kalimat dan berkomunikasi dengan orang lain. Metode bermain peran merupakan metode yang menarik dan menyenangkan untuk anak usia dini dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan komunikasi dengan lawan bicaranya. DAFTAR PUSTAKA