Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Edukasi Pengelolaan Sampah Organik dengan Pembuatan Komposter untuk Mitigasi Bahaya Penumpukan Sampah di SMP IT Ar-Raudhoh Albantani Haris Triono Sigit1. Muhammad Labid Mawahib 2. Aqil Hayyan Shidqi 3 1 Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Jl Raya Serang-Cilegon Km 5 Taman Drangong. Serang Banten 2,3 Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Jl Raya Serang- Cilegon Km 5 Taman Drangong. Serang Banten haristrionosigit@unsera. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa SMP IT Ar-Raudhoh Albantani. Kecamatan Baros. Kabupaten Serang-Banten, dalam pengelolaan sampah organik melalui penggunaan komposter. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, edukasi pengelolaan sampah dan demonstrasi pembuatan kompos. Peserta kegiatan terdiri dari 85 siswa yang terdiri dari kelas 7 dan kelas 8. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengolahan sampah organik serta keterampilan dalam mengoperasikan Dampak positif dari kegiatan ini antara lain berkurangnya volume sampah organik di lingkungan sekolah dan terbentuknya kebiasaan baru dalam mengelola sampah secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan berkelanjutan dan penyebarluasan pengetahuan pengomposan kepada masyarakat sekitar. Kata kunci: edukasi, sampah organik, komposter. SMP IT Ar-Raudhoh, pengabdian ABSTRACT This community service activity aims to improve the awareness and skills of students at SMP IT ArRaudhoh Albantani. Baros District. Serang Regency. Banten, in managing organic waste through the use of composters. The methods implemented included counseling, waste management education, and composting demonstrations. The participants consisted of 85 students from grades 7 and 8. Evaluation results showed an increase in participants' understanding of the importance of organic waste processing as well as their skills in operating composters. Positive impacts of this activity included a reduction in organic waste volume within the school environment and the development of new independent waste management habits. This initiative is expected to encourage sustainable implementation and dissemination of composting knowledge to the surrounding community. Keywords: Education. Organic Waste. Composters. SMP IT Ar-Raudhoh. Community Services SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Permasalahan penumpukan sampah, khususnya sampah organik, menjadi Indonesia. Berdasarkan catatan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), volume sampah di Indonesia tahun 2023 tercatat sebesar 56,63 juta ton. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 22,09 juta ton . ,01%) yang menerima penanganan sesuai standar. Sebagian besar residu sampah masih berakhir di tempat pembuangan akhir dengan sistem open dumping yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan negatif dan tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan sampah Penumpukan sampah organik di TPA telah dikaitkan dengan peningkatan emisi rumah kaca seperti metana, pencemaran air lindi, serta risiko kebakaran dan gangguan kesehatan masyarakat akibat bau dan penyebaran patogen (Kurniawan et al. , 2021. Sutrisno & Hadi, 2. Oleh karena itu, mitigasi terhadap bahaya penumpukan sampah menjadi bagian penting dari strategi Merespons tantangan serius terkait mitigasi terhadap bahaya penumpukan pengelolaan sampah organik yang terus meningkat dan menjadi penyumbang Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tim pengabdian masyarakat Universitas Serang Raya yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 57, menginisiasi sebuah program edukatif yang bertujuan untuk Program ini dilaksanakan di SMP IT Ar-Raudhoh Albantani sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap isu lingkungan serta kontribusi dalam terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk mengubah persepsi masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan tenaga pendidik, terhadap sampah organik yang selama ini dianggap tidak berguna. Sampah organik tersebut diolah menjadi kompos yang memiliki nilai guna tinggi, baik sebagai pupuk alami untuk tanaman maupun sebagai bentuk pemanfaatan limbah yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan diharapkan dapat diterapkan secara luas, baik di rumah tangga, sekolah, maupun komunitas masyarakat. Melalui menyampaikan materi pelatihan secara teoritis, tetapi juga melibatkan peserta secara aktif dalam proses pembuatan dan Hal bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan serta kelestarian Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai edukatif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang pemerintah dalam pengurangan sampah nasional, serta membangun kesadaran kolektif akan peran individu dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Studi terbaru menunjukkan bahwa pendekatan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dan pengomposan dapat menjadi solusi efektif untuk masalah ini. Penelitian Wulandari & Suryani . membuktikan bahwa implementasi program 3R di sekolah mampu mengurangi timbunan sampah hingga 30% dalam waktu tiga Rahmawati et al. juga menemukan bahwa edukasi berbasis praktik tentang pengelolaan sampah siswa sebesar 40%. Dalam konteks pengomposan. Febriani et al. melaporkan bahwa pelatihan pembuatan komposter skala rumah tangga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengolahan sampah organik sebesar 45%. Hasil serupa diperoleh oleh Nguyen et al. yang menunjukkan bahwa komposter sederhana dapat mengurangi volume sampah organik hingga 60% di lingkungan sekolah. Studi Putra et al. menambahkan bahwa Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program Penelitian terbaru oleh Singh et al. mengungkapkan bahwa integrasi konsep 3R dan pengomposan dalam kurikulum sekolah memberikan dampak jangka panjang terhadap Sementara Kusumawardani et al . menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam program pengelolaan sampah untuk memastikan adopsi yang luas di Berdasarkan temuan-temuan tersebut, program pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tiga tujuan utama yang saling terkait. Pertama, meningkatkan pemahaman warga sekolah tentang prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dan teknik pengomposan melalui pendekatan edukasi interaktif. Kedua, memberikan pelatihan praktis pembuatan komposter sederhana dengan memanfaatkan bahan lokal yang mudah diperoleh, sehingga Ketiga, menumbuhkan kesadaran berkelanjutan siswa terhadap kepedulian lingkungan melalui pembiasaan pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan budaya Adapun manfaat yang diharapkan dari program ini bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, program ini akan langsung mengurangi volume sampah organik di kesadaran lingkungan warga sekolah. Sedangkan program ini dirancang untuk menciptakan model pengelolaan sampah berbasis sekolah yang tidak hanya efektif tetapi juga mudah direplikasi di lingkungan lain. Model ini mencakup aspek teknis pembuatan komposter dan manajemen pengelolaan sampah yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan lainnya di wilayah sekitar. Dengan demikian, dampak program diharapkan dapat meluas dan berkontribusi pada solusi permasalahan sampah yang lebih besar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini partisipatif dan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam mengelola sampah organik melalui penerapan Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan sebagai berikut: Persiapan Kegiatan Tahap awal meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan dewan guru, untuk menyusun jadwal kegiatan serta menyiapkan kebutuhan logistik seperti alat bantu penyuluhan, bahan praktik, dan media edukasi. Selain itu, dilakukan identifikasi awal terhadap kondisi lingkungan sekolah terkait penanganan sampah organik. Penyuluhan dan Edukasi Kegiatan penyuluhan kepada 85 siswa peserta pengelolaan sampah organik. Materi yang disampaikan mencakup jenisjenis sampah, dampak sampah organik terhadap lingkungan, serta manfaat kompos bagi pertanian dan kebersihan Demonstrasi Pembuatan Komposter dan Pengomposan Setelah dilanjutkan dengan sesi demonstrasi menggunakan ember bekas dan bahanbahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Peserta diajak secara langsung untuk mempraktikkan proses pembuatan komposter dan mengisi bahan organik seperti sisa makanan dan daun kering sebagai bahan kompos. Pendampingan dan Monitoring Ringan Selama kegiatan berlangsung, tim memfasilitasi sesi tanya jawab agar METODE PELAKSANAAN Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 mengatasi kendala dalam proses Evaluasi Evaluasi dilakukan melalui diskusi reflektif untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta serta efektivitas penggunaan komposter. Selain itu tim juga mempersiapkan formulir pretest yang diberikan sebelum penyuluhan dan formulir posttest yang diberikan pembuatan komposter untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap pengelolaan sampah dan pembuatan komposter untuk mengolah sampah organik serta manfaatnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam pengelolaan sampah organik melalui penggunaan komposter dilaksanakan dalam beberapa menunjukkan hasil positif baik dari segi keterampilan teknis peserta. Pada tahap persiapan kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim pengabdian dan pihak SMP IT Ar-Raudhoh Albantani, yang melibatkan kepala sekolah dan dewan guru. dan media edukasi. Tim juga melakukan pengamatan awal terhadap kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, yang diketahui belum terorganisir secara optimal, terutama dalam hal pengolahan sampah organik. Kegiatan pemberian penyuluhan kepada 85 siswa dari kelas 7 dan 8. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenisjenis sampah, dampak negatif sampah organik terhadap lingkungan jika tidak diolah, serta manfaat pengolahan sampah menjadi kompos. Sesi ini disampaikan secara interaktif dengan menggunakan bantuan visual agar siswa lebih mudah memahami konsep yang diberikan. Dalam sesi ini juga dilakukan pretest untuk mengukur pemahaman awal terhadap materi yang akan disampaikan. Gambar 2. Penyuluhan dan Edukasi Sampah Organik Gambar 1. Tahap Persiapan Diskusi Dengan Pihak Sekolah Pada tahap ini, disusun jadwal kegiatan yang disesuaikan dengan waktu belajar kebutuhan logistik seperti alat bantu penyuluhan, bahan praktik komposter . mber bekas, sisa organik, daun kerin. Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi demonstrasi dan praktik langsung pembuatan komposter Dalam praktik ini, siswa diperkenalkan pada metode pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan EM4 (Effective Microorganisms . sebagai EM4 berfungsi mempercepat proses dekomposisi bahan organik dengan bantuan mikroorganisme yang bekerja secara aktif dalam menguraikan limbah Langkah-langkah yang dilakukan dalam praktik ini antara lain adalah pemilahan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering, pencacahan bahan organik agar mudah terurai, serta pencampuran bahan tersebut dengan larutan EM4 yang Campuran kemudian dimasukkan ke dimodifikasi menjadi komposter, dengan lubang-lubang kecil sebagai sirkulasi Siswa dari kelas 7 dan 8 secara aktif terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari penyusunan lapisan bahan kompos, penyemprotan larutan EM4, hingga penutupan komposter untuk proses Praktik ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman praktis mengenai peran sampah dan produksi pupuk kompos yang ramah lingkungan. Hasil dari praktik ini diharapkan menjadi contoh nyata yang dapat diterapkan kembali di lingkungan rumah masing-masing. Evaluasi dilakukan melalui posttest dan diskusi reflektif setelah sesi praktik selesai. Hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah organik dan fungsi komposter yaitu skor rata-rata nilai posttest siswa adalah 8,36 sedangkan skor rata-rata nilai pretest siswa adalah 6,86. Berikut adalah grafik nilai pretest dan posttest siswa yang menjadi peserta pelatihan pembuatan komposter : Gambar 4. Grafik Pretest dan Posttest Gambar 3. Demonstrasi Pembuatan Komposter Selama proses praktik, tim pengabdian membuka sesi tanya jawab guna mengatasi kendala teknis yang dihadapi siswa, seperti bahan yang sulit terurai atau komposter yang menimbulkan bau. Siswa terlihat antusias dan aktif berdiskusi, keterlibatan mereka terhadap kegiatan ini. Dampak positif kegiatan ini tidak hanya terlihat dari berkurangnya sampah organik di lingkungan sekolah, tetapi juga dari terbentuknya kebiasaan baru dalam mengelola sampah secara mandiri. Hal ini sejalan dengan upaya sekolah dalam Lebih jauh, perubahan perilaku ini juga berkontribusi langsung terhadap mitigasi bahaya penumpukan sampah, yang selama ini menjadi sumber berbagai pencemaran tanah dan air, munculnya bau tidak sedap, serta berkembangnya vektor Dengan mengolah sampah organik menjadi kompos, peserta kegiatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mengurangi emisi gas rumah kaca dari proses pembusukan sampah, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Selanjutnya kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dan ditularkan oleh siswa ke lingkungan keluarga dan masyarakat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menciptakan perubahan di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi katalis penyebarluasan budaya pengomposan di masyarakat. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat di SMP IT Ar-Raudhoh Albantani berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam mengelola sampah organik melalui pembuatan bioaktivator EM4. Melalui pendekatan memahami pentingnya pengolahan sampah dan mampu mempraktikkan pembuatan kompos secara mandiri. Dampak positif dari kegiatan ini terlihat dari berkurangnya volume sampah organik di sekolah serta munculnya kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. Program berkelanjutan di masyarakat sekitar. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih dihaturkan kepada semuan pihak yang telah mendukung dan PkM khususnya kepada Bapak Ijet Supardi. Pd selaku Kepala Sekolah SMP IT ArRaudhoh Al-Bantani kec Baros kab Serang beserta jajarannya, dewan guru dan siswa kelas 7 dan 8. DAFTAR PUSTAKA