Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer Volume 4 Issue 1 . Pages 83-99 Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab E-ISSN DOI : 3031-0245 : https://doi. org/10. 59829/raxb3r68 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer Zulfida1. Anwar Sidik2 Institut Sains Al-qurAoan Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian. Indonesia Email: zulfidaguchi61@gmail. com, sidikanwarzipone@gmail. ABSTRAK Kajian ini membahas tentang betapa pentingnya peran ilmu balaghah dalam menjaga keaslian bahasa Arab, serta melihat kembali sejarah awalnya sebagai cara mempertahankan gaya bicara bangsa arab. Munculnya ilmu ini bermula dari keinginan para ahli untuk menjaga agar pesan dalam al-Quran tidak salah dipahami akibat masuknya pengaruh asing yang merusak tata bahasa. Pembahasan utama dalam tulisan ini adalah tentang gaya bahasa tasybih yang sering digunakan untuk membandingkan dua hal dalam ilmu bayan. Dengan menggunakan cara penjelasan yang sederhana dan mengambil dasar dari pemikiran tokoh besar seperti Abdul Qahir al-Jurjani tulisan ini mengupas bagian dalam tasybih seperti benda yang dibandingkan serta alasan Hasil dari pembahasan ini menunjukkan bahwa tasybih bukan sekadar hiasan agar kalimat terdengar indah saja tetapi juga berfungsi untuk menjelaskan ide yang sulit agar lebih mudah dimengerti lewat contoh nyata. Memahami sejarah dan jenis tasybih merupakan kunci utama agar seseorang bisa tetap lancar dan benar dalam berbahasa Arab. Maka ilmu balaghah adalah penjaga abadi bagi keindahan dan kebenaran makna bahasa arab agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. Kata kunci: Kemurnian Bahasa Arab. Sejarah Balaghah. Tasybih. ABSTRACT This study discusses the importance of the role of Balaghah science in preserving the authenticity of the Arabic language, while also reviewing its early history as a means of maintaining the speaking style of the Arab people. The emergence of this discipline began with the desire of scholars to prevent the messages of the Qur'an from being misunderstood due to the influence of foreign elements that could damage the structure of the language. The main discussion in this paper focuses on the figurative style of tasybih . , which is frequently used in Ilm al-Bayan to compare two things. By using a simple explanatory method and drawing upon the thoughts of prominent scholars such as Abdul Qahir alJurjani, this paper examines the elements of tasybih, including the compared objects and the reasons for their similarity. The results of this discussion show that tasybih is not merely an ornament to beautify sentences, but also functions to clarify complex ideas so they can be more easily understood through concrete examples. Understanding the history and types of tasybih is a key factor in enabling someone to speak Arabic fluently and correctly. Therefore. Balaghah remains an eternal guardian of the beauty and accuracy of the meanings of the Arabic language amid the development of the modern era. Keywords: Purity of the Arabic Language. History of Balaghah. Tasybih. Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 83 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer PENDAHULUAN Dalam kajian bahasa Arab, retorika disebut dengan balaghah. Secara ilmiah, balaghah merupakan disiplin ilmu yang mengarahkan pembelajarnya untuk bisa mengungkapkan ide pikiran dan perasaan seseorang berlandaskan kejernihan jiwa dan ketelitian dalam menangkap keindahan (Glosari Bahasa dan Kesusteraan Arab. Maka, kemampuan membedakan berbagai uslub . adalah tujuan utama pembelajaran ilmu balaghah adalah pada akhirnya seseorang bisa mengetahui kemukjizatan bahasa alQur'an dan al-Hadits lalu ia mengimaninya (Taufiqrohman, 2. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap bidang ilmu tidak pernah muncul sekaligus secara sempurna pada suatu masa tertentu. Melainkan ia mengalami perkembangannya secara bertahap di tangan para pakar bidang ilmu tersebut melalui karya-karya mereka masing masing. Begitu juga dengan ilmu balaghah, ia berkembang di tangan para ahli terus-menerus kaidah/nadham dalam disiplin ilmu tersebut, hingga dapat dinikmati saat ini. Oleh karena itu, untuk melihat peranan sosok tokoh perintis tersebut perlu mengkaji sejarah awal munculnya ilmu tersebut. Salah satu tokoh yang telah berkonstribusi dalam ilmu balaghah adalah Ibn MuAotazz (Ahmad, 2. Ia dianggap sebagai peletak dasar ilmu badiAo, sekaligus tokoh sastra arab yang pertama kali memiliki metodologi dalam analisa teks sastra oleh kalangan ulama bahasa. Ia memberi nama buku karangannya dengan alBadiAo, sebagai sebuah metodologi dan kriteria kajian teks. llmu Balaghah terbagi atas 3 cabang ilmu, yakni : ilmu bayan, ilmu mani, dan ilmu badiA. Dari ke tiga cabang ilmu tersebut, masing-masing memiliki keunikan dan kekhususan gaya bahasanya. namunyang menjadi fokus kajian kali ini adalah kajian dari cabang ilmu bayan. Ilmu bayan merupakan sebutan untuk cabang ilmu balaghah yang titik fokusnya berada pada bagian memberi kejelasan terhadap gaya bahasa suatu ungkapan untuk menyimpulkan makna yang tersirat. Makna yang tersimpan pada suatu ayat bisa saja didapati penjelasan maknanya dengan gaya ayat yang kadar kekuatannya berbeda satu dengan lainnya. Sebagai contoh adalah tasybih dhimni yang merupakan salah satu permisalan gaya bahasa yang dimaksud sebelumnya. Ilmu Bayan sebagai bagian dari Balaghah yang berkembang sebagai studi untuk Al-Quran, mengungkapkan makna melalui perbandingan . , majas . , dan kinayah . Perekembangannya seiring dengan ilmu Balaghah yang dimana memiliki Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 84 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer tujuan untuk memahami keindahan dan kemukjizatan yang terdapat dalam Al- QurAoan. Ilmu Bayan, sebagai bagian dari Balaghah, memiliki peran penting dalam memahami keindahan dan kedalaman bahasa Al-Qur'an. Ilmu ini membantu mengungkap berbagai gaya bahasa yang digunakan dalam Al-Qur'an, seperti tasybih . , majaz . , dan kinayah . , sehingga memperkaya pemahaman terhadap pesan-pesan Al-Qur'an. Perkembangan kajian Ilmu Bayan seiring waktu menunjukkan perhatian yang terus menerus terhadap aspek bahasa dalam AlQur'an, yang pada gilirannya memperkuat pemahaman akan keunikan dan Ilmu Bayan adalah bagian dari Balaghah. Yang dimana Ilmu Bayan adalah salah satu cabang dari ilmu Balaghah yang secara khusus mempelajari gaya bahasa dalam penyampaian makna. Balaghah secara umum adalah ilmu yang mempelajari keindahan bahasa dan cara menyampaikan pesan dengan tepat sesuai konteks. Sebagian besar bahasa yang tersebar di berbagai belahan dunia mengandalkan perbandingan yang awam dipahami dalam lingkungan mereka dan perbandingan itu sendiri bisa menjelaskan maksud atau makna yang ingin dituju sehingga bisa menyampaikan makna yang diinginkan secara optimal. Para ahli balaghah sepakat bahwa kajian ilmu bayan mencakup tiga hal yaitu Tasybih. Majaz dan Kinayah (Felix, 2. Tasybih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tasybih adalah perbandingan, persamaan/ibarat, sindiran atau analogi. Dalam konteks pengertian singkat tersebut, gaya bahasa dalam bahasa ilmu bayan pada dasarnya dibentuk berdasarkan perbandingan analogi karna memiliki kesamaan atau hubungan yang satu dengan yang Ungkapan tasybih populer dipakai oleh kalangan pujangga arab sejak masa keemasan karya sastra terukir dalam sejarah di periode jahiliyah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka untuk membedah sejarah ilmu balaghah dan gaya bahasa tasybih. Fokus utama dalam metode ini adalah mengumpulkan data melalui penelaahan berbagai literatur tertulis yang mencakup kitab klasik maupun jurnal ilmiah kontemporer yang relevan dengan objek kajian (Assingkily, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mendokumentasikan pandangan para pakar bahasa arab seperti Abdul Qahir al Jurjani dan Ali al Jarimi guna mendapatkan landasan teoretis yang kuat. Setelah data terkumpul peneliti melakukan analisis isi secara mendalam terhadap rukun tasybih serta Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 85 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer Langkah mengklasifikasikan data sejarah kemudian menguraikan struktur analogi bahasa secara sistematis untuk mendapatkan kesimpulan yang utuh. Seluruh tahapan penelitian ini bertujuan untuk menyajikan pemahaman yang komprehensif mengenai peran retorika dalam mempertahankan kemurnian bahasa al Quran dan komunikasi bangsa Arab. HASIL DAN PEMBAHASAN Al-Qur'an merupakan salah satu mukjizat terbesar yang dimiliki nabi Muhammad Saw. Hal ini terkandung pada aspek bahasa dan isinya, jika ditinjau dari segi bahasa, alQur'an memiliki tingkatan fashahah dan balaghoh yang sangat tinggi. Sedangkan jika ditinjau dari segi isi . , pesan dan kandungan maknanya melampaui batasanbatasan manusia. Sejak al-Qur'an itu diturunkan banyak hal- hal yang kandungan didalamnya yang tidak bisa ditangkap oleh manusia, bahkan pada masa modern ini. Kalimat-kalimat dan isinya dibaca, dipelajaridan dijadikan rujukan serta merupakan segala sumber munculnya inspirasi dan bekembangnya berbagai macam ide serta karya-karya jutaan ummat manusia. Al-Qur'an ini sangatlah dicintai oleh kaum muslimin, karena padanya ummat muslim banyak yang membaca dan menelaahnya . baik dengan tujuan ibadah maupun memperoleh pengetahuan darinya. Atas dasar dorongan al-Qur'an itulah banyak para ulama' dan ilmuan untuk menterjemah dan mengarang berbagai macam ilmu pengetahuan, baik berkaitan dengan keislaman seperti bahasa Arab, syari'at, akhlaq, filsafat maupun bersifat umum seperti sejarah, kesenian dan Hanya dalam masa kurang lebih 1 abad, inspirasi yang dibawa al-Qur'an telah membuat penuh berbagai perpustakaan di kota-kota besar islam pada masa itu seperti. Mesir. Bagdadh. Cordova dan lain lain sebagainya. Hal ini muncul karena ayat-ayat al- Qur'an yang mendorong kaum muslim membaca. Sebagaimana dapat kita lihat dalam firman Allah Swt surah (Al-Alaq: 1-. Pada saat turunnya al-Qur'an, bahasa Arab merupakan bahasa yang murni dan Bahasa Arab belum terkombinasi dengan bahasa asing. Namun seiring dengan meningkatnya peran agama, sosial dan politik, bahasa Arab mulai berbaur dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia, seperti bahasa Persia, bahasa Yunani. India dan lain lainnya. Percampuran ini muncul karena bangsa Arab banyak melakukan pernikahan dengan bangsa Persia, sehingga sedikit banyak bahasa Arab terwarnai dengan bahasa tersebut. Selain itu banyak menempati posisipenting baik dibidang politik, militer, ilmu Persia pengetahuan dan Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 86 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer Terutama masa kekhalifahan daulah Bani Abbasiyah. Dengan berbaurnya dengan orang Persia kedalam masyarakat Arab dan Islam, mulailah bahasa Arab mengalami kemunduran. Apalagi pemimpin- pemimpin yang berkuasa bukan lagi orang-orang Arab sehingga timbullah satu bahasa pasar yang banyak menyimpang dari bahasa aslinya. Kondisi ini terjadi dibeberapa wilayah Islam seperti Mesir. Banghdad, dan Damaskus terutama di Pesrsia. Timbulnya kemunduran-kemunduran pada bahasanya, membuat bangsa Arab merasa prihatin dan mulai berfikir untuk mengembalikan bahasa Arab pada kemurniaanya. Mereka kemudian menyusun ilmu Nahwu dan Shorof. Sedangkan para pakar bahasa Arab mulai menyusun ilmu Balaghah yang mencakup ilmu Bayan. Ma'ani dan Badhi'. Ilmu ini disusun belakangan, setelah muncul dan berkembangnya ilmu Nahwu dan Shorof (Wahab, 2. Sebuah ilmu tidaklah muncul sekaligus sempurna dalam satu masa. Namun setiap ilmu mengalami fase sejarah perkembangannya, demikian pula dengan ilmu balaghah, mengalami proses yang sama, yaitu mulai dari masa kemunculannya, perkembangnya dan kemajuanya. Pada awalnya tidak dikenal istilah ilmu balaghah sebagai salah satu cabang ilmu dalam bahasa Arab. Namun dalam perkembangannya ilmu bahasa Arab dimaksud, mengalami proses transformasi wujud dari yang semula hanya terkonsentrasi pada sastra dan tata bahasa Arab, kemudian berkembang menjadi ilmu maAoani, ilmu bayani dan ailmu badiAo. Dengan demikian, sejarah kehadiran ilmu balaghah secara garis besar dapat diklasifikasi ke dalam tiga fase yaitu, fase sebelum turunnya Al-QurAoan, fase setelah turunnya Al-QurAoan dan fase perkembangannya hingga saat ini (Gasim, 2. Secara etimologi, kata balaghah(A )EEAberasal dari akar kata . alagha, yablughu, buluugha. yang berarti AusampaiAy atau AumenyampaikanAy. Menurut Al- Hasyimi balaghah jika ditinjau dari kesusastraan ialah penunjukkan makna dan pengertian kalimat yang jelas, sampai tertanam pada hati pembaca dan pendengarnya (Khotimah, 2. Balaghah memiliki beberapa fungsi penting, khususnya dalam konteks kajian AlQurAoan dan komunikasi yaitu . Menjelaskan makna secara tepat dan sesuai konteks Balaghah membantu memilih ungkapan yang paling sesuai untuk menyampaikan makna secara akurat. Memperindah dan memperkuat pesan Dengan gaya bahasa yang indah, pesan menjadi lebih menarik dan mengesankan bagi pembaca atau pendengar. Membantu pemahaman tafsir Al-QurAoan Banyak ayat dalam Al-QurAoan menggunakan gaya balaghah. Membangkitkan emosi dan kesadaran moral bahasa yang memiliki kekuatan retoris mampu menyentuh hati dan menggugah pembaca untuk merenung dan bertindak. Menyesuaikan Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 87 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer pesan dengan kondisi audiens balaghah memperhatikan aspek situasional . , sehingga memungkinkan komunikasi yang lebih efektif dan tepat sasaran (Sidik, 2. Sedangkan secara terminology balaghah ialah sampainya maksud hati atau pikiran yang ingin diungkapkan pembicara kepada lawan bicara dengan menggunakan bahasa yang benar, jelas, berpengaruh terhadap bahasa atau pikiran pendengar melalui diskusi yang tepat. Disisi lain pengertian balaghah secara ilmiah, yaitu suatu disiplin ilmu yang berlandaskan kepada kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbeedaan yang samar diantara macam-macam uslub . Ilmu balaghah mengajarkan bagaimana cara mendalami Al-qurAoan, memahami keetisan komunikasinya, kemuliaannya, kandungan maknanya yang saling berhubungan, bersesuaian kalimatkalimatnya, sehingga merasa takjub bagi setiap individu mendengarnya baik manusia maupun jin. Seperti firman Allah dalam Al- qurAoan surah jin:1. AyA ACaE aOO EO INa I IA IaaI EIaa ACEaOaa I II Ca eIU U A Artinya: Katakanlah (Nabi Muhamma. AuTelah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-QurAoan yang kubac. Ay Lalu, mereka berkata. AuKami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan. (Q. S Al-Jinn:. Ayat ini menunjukkan bahwa kemukjizatan Al-QurAoan bukan hanya dalam isinya, tetapi juga dalam keindahan retorika, daya tarik bunyi, dan susunan kalimatnya yang dapat memukau pendengar termasuk dari kalangan jin. Ilmu balaghah secara umum terdiri dari tiga cabang utama, yaitu ilmu al-maAoani, ilmu al-bayan dan ilmu al-badiAo. Masing-masing cabang memiliki objek kajian yang berbeda namun saling melengkapi. Berikut penjelasan tentang tiga cabang utama ilmu balaghah ialah: Ilmu Bayan Ilmu Bayan adalah berasal dari bahasa arab yang artinya yang dimana sebagai penjelas makna daripada makna ayat Al-Quran. Ilmu bayan juga bagian dari pada balaghah yang dimana ilmu ini mempelajari bagaimana cara mengungkapkan makna yang terkandung dalam Al-Quran melalu berbagai gaya bahasa seperti Tasybih . Majaz . , dan Kinayah . Perkembangan dalam Balaghah Al-Quran untuk memahami dan mengapresiasikan keindahan serta kedalaman makna ayat-ayat Al-QurAoan yang menggunakan gaya bahasa tersebut. Ilmu bayan adalah salah satu ilmu dari tiga cabang ilmu Balaghah selain dari pada ilmu MaAoani dan BadiAo. Ilmu bayan juga berfokus kepada bagaimana cara Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 88 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer mengungkapkan makna dan variasi gaya bahasa yang berbeda seperti tasybih, majaz, dan kinayah. Tasybih adalah suatu ungkapan yang menyerupai sesuatu dengan yang lain, dengan menggunakan kata-kata AusepertiAy atau Auseakan-akanAy. Dan Majaz adalah suatu ungkapan yang menggunakan kiasan bukan makna Sedangkan Kinayah adalah ungkapan atau ucapan yang mengandung makna lebih daripada satu dan makna tersebut tersirat. Peran Ilmu bayan dalam balaghah Al-Quran yaitu membantu memperjelas keindahan dan kedalaman makna ayat-ayat Al-Quran dengan menggunakan bahasa yang Dengan mempelajari ilmu bayan seorang mufassir akan lebih mudah untuk mengapresiasikan keunikan bahasa Al-Quran dan mengungkapkan makna ayat-ayat Al-Quran yang tersembunyi maknanya dibalik gaya bahasanya. Ilmu bayan juga berperan penting dalam memahami konteks dan tujuan daripada penggunaan gaya bahasa tertentu dalam Al-Quran. Para ulama telah mengembangkan ilmu bayan sejak awal perkembangan ilmu balaghah yang berfokus pada analisis gaya bahasa dalam Al-Quran. Beberapa tokoh penting dalam perkembangan ilmu bayan adalah Abu Ubaidah Ibn al- Matsani dalam karya beliau yang berjudul Majaz Al-Quran. Kajian ilmu bayan terus berkembang hingga pada saat ini, dengan berbagai pendekatan dan berbagai analisis terhadap gaya bahasa dalam Al-Quran. Ada beberapa kitab penelitian yang membahas tentang ilmu bayan dalam konteks balaghah Al-Quran (Maryam, 2. Ilmu MaAoani Sebagai cabang dari ilmu balaghah, ilmu maAoani dimaknai sebagai salah satu bagian ketidaksesuaian antara maksud pembicara dengan pemahamam pendengar. Ilmu ini memandang bahwa kalimat yang tepat tidak hanya berdasarkan ketepatan kalimat secara gramatika, namun juga berdasarkan kesesuaian kalimat itu dengan kondisi yang melingkupinya . uqtadh al-ha. (Fathoni, 2. Secara singkat ilmu Ma'ani membahas macam-macam uslub dari segi "struktur kalimat", pembahasan struktur kalimat, hubungan antar kalimat dengan menganalisis hubungan . satu kalimat dengan kalimat lain, baik sebelum atau sesudahnya. Ilmu BadiAo Istilah kata badiAo telah lama dikenal dan digunakan oleh para penyair jahiliyyah dan para cendikiawan sebelum masa ibn muAotazz, dan kata badiAo telah banyak disebut dalam al qurAoan dan hadits-hadits Rasulullah yang mana pada saat itu al-badiAo belum Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 89 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer disebut secara khusus sebagai disiplin ilmu balaghah dari bagian serta macam-macam belum dibatasi maknanya. Kata al-BadiAo secara etimologi berarti Ausesuatu yang diciptakan dan diwujudkan tanpa ada contoh yang mendahuluinyaAy. Kata badiAo mengikuti wazn mifAoalun (Isim ala. , karena sebagai alat untuk memperindah ungkapan kata, ada juga yang mengikuti wazn faiAoilun (Isim faAoi. , sebagaimana makna pencipta sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya, senada dengan makna badiAo yang disebutkan dalam al QurAoan: e AO aA AyA AEIe O OEa O eCO I U AII OCaO aE EN aEI AO aEO aIA Artinya: (Alla. pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu. Dia berkata kepadanya. AuJadilah!Ay Maka, jadilah sesuatu itu. Urutan penyebutan ketiga cabang ilmu balaghah tersebut dikalangan para pakar balaghah ternyata ditemukan perbedaan. Ali Al-Jarimi dan Mushthafa Amin menempatkan ilmu bayan pada urutan pertama, setelah itu disusul oleh ilmu maAoani dan terakhir adalah ilmu badiAo. Sedangkan Al-Hasyimi mendahulukan kajian ilmu maAoani pada urutan pertama, setelah itu ilmu bayan dan terakhir ilmu badiAo. Walaupun terdapat perbedaan dalam hal urutan penyebutan, namun semuanya sepakat bahwa cabang ilmu balaghah adalah berkisar pada ketiga kajian diatas (Rohman, 2. Berikut pembahasan tentang macam-macam tasybih dalam ilmu Tasybih merupakan sebuah gaya bahasa yang memiliki unsur perbandingan yang mudah dipahami. Secara etimologi tasybih adalah gaya bahasa yang memiliki unsur perbandingan atau perumpamaan kata maupun penjelasan untuk fakta bahwa satu hal dibantu dengan cara tertentu dan memiliki karakteristik yang sama dengan yang lain. Dapat penyerupaan/perumpamaan/perbandingan suatu hal dengan hal yang lain (Fadhillah. Rukun-rukun tasybih ada empat, yaitu musyabbah, musyabbah bih, wajhu syibhi, dan adat tasybih. Musyabbah, yaitu sesuatu yang hendak diserupakan dengan yang lain. Musyabbah bih, yaitu sesuatu menjadi persamaan musyabbah. Kedua unsur ini . usyabbah dan musyabbah bi. disebut tharafai tasybih . edua pihak yang diserupaka. Wajhu syibhi, yaitu sifat yang sama antara musyabbah dan musyabbah bih. Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 90 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer Biasanya sifat pada musyabbah bih lebih kuat daripada sifat yangada pada Terkadang wajhu syibhi itu disebut dalam kalam dan terkadang . Adat tasybih, yaitu lafazh yang menunjukkan adanya penyerupaan dan hubungan antara musyabbah dengan musyabbah bih. Adat tasybih adakalanya berupa isim yang beriringan dengan musyabbah bih seperti syibhun, mitslun, mumaatsil, dan lafaz-lafaz yang semakna. Adakalanya berupa fiAoil, seperti yusybihu, yumaatsilu, yudhaariAou, yuhaakii, dan yusyaabihu. Dan adakalanya huruf, seperti kaf dan kaanna. Unsur-Unsur Tasybih: Musyabbah (A) EINA Musyabbah adalah sesuatu yang diserupakan. Dalam sebuah kalimat tasybih, musyabbah dapat ditelusuri dengan menggunakan pertanyaan, seperti Auhal apa yan di merupakan? maka jawabannya sudah pasti menunjukkan sebagai musyabbah. Hal ini dapat dilihat pada contoh: Auilmu seperti samudera dalam segi luas AuMaka pertanyaan dalam diserupakan? maka jawabannya sudah pasti menunjukkan sebagai Hal ini dapat dilihat pada contoh: Auilmu seperti samudera dalam segi luas AuMaka pertanyaan dalam menulusuri musyabbah adalah Auapa yang diserupakan pada kalimat diatas?Ay jawabannya Adalah AuilmuAy. Dengan demikian AuilmuAy disebut musyabbah karena ia merupakan sesuatu yang diserupakan. Musyabbah bih( A )EIN NAdan Wajhu Syabah ( A)ON ENA Musyabbah bih merupakan perkara yang menyerupai, adapun Wajhu syabah merupakan sifat atau sisi keserupaan dari arah keduanya . ari arah musyabbah dan musyabbah bih ny. Adawat tasybih( A) O ENA Adawat tasybih adalah lafaz-lafaz yang menunjukkan makna penyerupaan, seperti huruf "A( "EAsepert. , "A( "EIAseakan-aka. , "A( "IEAsepert. , "A( "NAserup. , dan selainnya, termasuk kata-kata yang mengandung makna penyerupaan seperti "A"INA . enyerupaan "A"IIEA "A"IEA . , "A"INA . , . , "A( "IOAsepert. , dan juga yang berasal dari kata "A( " IEAmenyerupa. dan "A( " NAmiri. , atau yang bermakna serupa. Adat tasybih, yaitu lafazh yang menunjukkan adanya penyerupaan dan hubungan antara musyabbah dengan musyabbah bih. Adat tasybih adakalanya berupa isim yang beriringan dengan musyabbah bih seperti syibhun, mitslun, mumaatsil, dan Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 91 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer lafaz-lafaz yang semakna. Adakalanya berupa fiAoil, seperti yusybihu, yumaatsilu, yudhaariAou, yuhaakii, dan yusyaabihu. Dan adakalanya huruf, seperti kaf dan Contoh sederhana kalimat tasybih yaitu : : AI aEEacIO aAO aNONA Auilmu seperti cahaya dalam memberi petunjukAy AEEA AE acIOA AENOA (Wajhu Syaba. (Musyabbah AEA AEE IA (Huruf Tasybi. (Musyabba. Bi. Macam-macam Tasybih Tasybih Tamtsil Tasybih Tamtsil, adalah AAOy IIy II Iaa A IOI O EA ANO I EI ON EN AONA. Artinya, tasybih di mana wajah Ash-Syibah merupakan gabungan dari dua bentuk gambaran atau lebih. Contohnya, sebuah syair yang ditulis oleh tokoh penyair jahiliyah. Tasybih Ghair Tamtsil yaitu kebalikan dari tasybih tamtsil. Tasybih yang wajh as syibhnya tidak terdiri dari banyak gambaran beberapa hal. Tasybih ghair tamtsil adalah jenis tasybih yang wajh as-syibhnya terdiri dari satuan yang berbeda dalam bentuk karakteristik yang menjadi unsur kesamaan. Wajh as-syibh dalam tasybih ghair tamtsil hanya terdiri dari satu hal atau mufrad. Contohnya. AIN aI aE EN aAO EEOA AaEEA. Artinya, ucapannya manis bagai maduAy Dalam kalimat tersebut musyabbahnya adalah ucapan seseorang. Musyabbah adalah madu. Adat tasybihnya adalah bagai. Sementara wajh As-Syibhnya adalah rasa manis. Wajh as-syibh pada kalimat tersebut berupa sifat tertentu sebagai satuan yang tersendiri yaitu sifat manis. Tidak dihubungkan dengan sifat-sifat lain yang ada pada keduanya. Wajh as-syibh pada contoh tersebut adalah manis (Salsabila, 2. Tasybih Dhimny Tasybih dhimni Adalah tasybih yang tidak biasa yang bisa dipahami dengan memahami struktur dan konteks kalimat. Definisi tasybih dhimni Adalah: AAOA I OA A E OEII II eIA AEON EO E OO AON E IN OE IN N AOA Artinya: "Tasybih yang musyabbah dan musyabbah bihnya tidak tampil dalam bentuk Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 92 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer yang jelas, melainkan dipahami dari konteks kalimat. Tasybih Dhimni, adalah tasybih yang kedua tharafnya . usyabbah dan musyabbah bihny. tidak di rangkai dalam bentuk tasybih seperti yang sudah sebelumnya di jelaskan, dan bahwa susunan kalimatnya tidak di sertakan Aadat al- tasybih, hanya saja keduanya berdampingan susunan kalimat (Suryaningsih, et al. , 2. Berdasarkan definisi tersebut, tasybih pada umumnya dapat berbentuk mubtadakhobar, mudlaf-mudlaf ilaih, mashdar, hal, dan yang lainnya. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk tasybih dlimny karena tasybih ini tidak mengikuti pola atau bentuk yang disebutkan sebelumnya. Sehingga untuk mengidentifikasi tasybih diperlukan telaah pada makna kalimat. Oleh karana itu, dinamakan tasybih dlimny karena tasybih ini tidak sebutkan dengan jelas. Adapun contoh dari tasybih dhimni ini dapat dilihat pada syair berikut: A uI EAOI E O EO EOA- A O EI OEI EE IEENA Engkau mengharap kesuksesan. Musyabbah padahal engkau belum menempuh jalan-jalannya Musyabbah Bih Sesungguhnya kapal laut tidak akan berlayar di atas daratan Ketidakmungkinan mencapai hasil Wajh Syibh atau tujuan tanpa menggunakan sarana dan lingkungan yang sesuai Tasybih Maqlub Tasybih maqlub yaitu. A AE aA eO aN eE I AacN I Aac UN a aN aE aa aa A a A acI AOeNA EacA aN Aa eO aN A eC AOO AOA e AN A a AEac eaOeN EacaOA Artinya, tasybih maqlub adalah tasybih yang menjadikan musyabbah menjadi musyabbah bih berdasarkan pemikiran bahwa wajh as-syibh dalam musyabbah lebih kuat dari pada musyabbahh bih. Peran Ilmu Bayan dalam Memahami Makna Al-Quran Peran Ilmu bayan dalam balaghah Al-Quran yaitu membantu memperjelas keindahan dan kedalaman makna ayat-ayat Al-Quran dengan menggunakan bahasa yang figuratif. Dengan mempelajari ilmu bayan seorang mufassir akan lebih mudah untuk mengapresiasikan keunikan bahasa Al-Quran dan mengungkapkan makna ayatayat Al-Quran yang tersembunyi maknanya dibalik gaya bahasanya. Ilmu bayan juga Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 93 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer berperan penting dalam memahami konteks dan tujuan daripada penggunaan gaya bahasa tertentu dalam Al-Quran. Perkembangan Ilmu Bayan dalam Balaghah Al-Quran Para ulama telah mengembangkan ilmu bayan sejak awal perkembangan ilmu balaghah yang berfokus pada analisis gaya bahasa dalam Al-Quran. Beberapa tokoh penting dalam perkembangan ilmu bayan adalah Abu Ubaidah Ibn al- Matsani dalam karya beliau yang berjudul Majaz Al-Quran. Kajian ilmu bayan terus berkembang hingga pada saat ini, dengan berbagai pendekatan dan berbagai analisis terhadap gaya bahasa dalam Al-Quran. Ada beberapa kitab penelitian yang membahas tentang ilmu bayan dalam konteks balaghah Al-Quran. Contoh Penerapan Ilmu Bayan dalam Al-Quran Contoh Tasybih dalam QS. Al-Ankabut Ayat 41 AI aE EOaaI a O II aOI N EE OIO EaE IIEaO A aa Oa U AO I ONI IaOaO IO a IIEaO AIO E aNOA AOE aIOIA Artinya: AuPerumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui. Ay Tasybih . dalam QS. Al-'Ankabut ayat 41 adalah perumpamaan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung. Perumpamaan itu seperti laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, jika mereka tahu, niscaya mereka tidak akan Dalam adat Tasybih, yaitu: Musyabbah . ang diperumpamaka. : Orang-orang yang menyembah selain Allah dan berharap perlindungan dari selain-Nya. Mereka menganggap berhala atau entitas lain sebagai pelindung dan penolong. Musyabbah bih . ang menjadi perbandinga. : Laba-laba yang membuat Jaring laba-laba adalah sarang yang rapuh dan lemah. Wajhus Syibh . egi persamaa. : Rumah laba-laba adalah perlindungan yang sangat lemah dan mudah hancur. Demikian pula, perlindungan yang dicari dari selain Allah itu rapuh dan tidak akan memberikan manfaat yang Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 94 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer Ayat ini bertujuan untuk menunjukkan kelemahan dan ketidakberdayaan orang-orang yang menyembah selain Allah. Mereka menyandarkan diri pada sesuatu yang tidak memiliki kekuatan dan manfaat. Perumpamaan ini juga menyindir bahwa jika mereka memahami hakikat perlindungan yang sejati, mereka tidak akan menyembah selain Allah. Ayat ini memberikan pelajaran bahwa perlindungan sejati hanya ada pada Allah. Menyandarkan diri pada selain-Nya adalah seperti berlindung pada rumah laba-laba yang rapuh dan mudah hancur. Ayat ini mengajak manusia untuk merenungkan hakikat perlindungan dan menyadari kelemahan dari segala sesuatu selain Allah, menurut tafsir Al-Quran. Contoh Majaz dalam QS. Al-Fatihah Ayat 7 aO EaIa O Eaa I IOA a a EOaaI NI EaIa AOa IIA Artinya: ". jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya. mereka yang dimurkai, dan bukan . ula jala. mereka yang sesat. Surah Al-Fatihah ayat 7 berbunyi: (AO EONI OEaa EE'OIA a A)uNI E a 'A E aICOI * A EOI II EONI OEIA Secara harfiah, ayat ini berarti AuTunjukkanlah kami jalan yang lurus, . jalan orang- orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan . mereka yang dimurkai dan bukan . ula jala. mereka yang sesat. Dalam ayat ini, terdapat beberapa unsur majaz . yang perlu dijelaskan: Pertama. Majaz Mursal dalam kata "an'amta 'alaihim" . rang-orang yang telah Engkau beri nikma. : Kata "nikmat" . n'amt. di sini tidak hanya terbatas pada kenikmatan duniawi, tetapi juga mencakup kenikmatan berupa taufik, hidayah, dan keimanan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Ini adalah majaz mursal karena penyebutan sebab . yang dimaksudkan adalah akibatnya . idayah, iman, dll. Kedua. Majaz dalam kata "magdubi 'alaihim" . rang-orang yang dimurka. : Kata "dimurkai" . di sini juga bukan sekadar murka dalam arti emosi, tetapi murka yang berkonsekuensi pada siksa dan azab Allah. Ini adalah majaz karena murka Allah tidak sama dengan murka manusia. Ketiga. Majaz dalam kata "dallin" . rang-orang yang sesa. : Kata "sesat" . Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 95 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer di sini tidak hanya berarti kehilangan arah, tetapi juga termasuk kesesatan dalam keyakinan dan perbuatan. Ini adalah majaz karena kesesatan yang dimaksud adalah kesesatan dalam agama dan jalan yang benar. Keempat. Pemisahan antara "ghairil magdubi 'alaihim wa laa d'dallin": Pemisahan ini juga merupakan majaz. Jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat dipisahkan dari jalan orang-orang yang diberi Ini menunjukkan bahwa ada dua jalan yang berbeda dan bertolak belakang dengan jalan yang lurus. Dengan memahami unsur-unsur majaz ini, kita dapat memahami bahwa Al- Fatihah ayat 7 tidak hanya berbicara tentang jalan lurus dalam arti fisik, tetapi juga jalan lurus dalam keyakinan, ibadah, dan Kita memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepada jalan yang benar, yaitu jalan orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan menjauhi jalan orang-orang yang ingkar dan sesat. Contoh Kinayah dalam QS. Al-Isra Ayat 31 aAOEaa CaEa eOaa OEaa Ea a O IEaa C AIIa I aCa aNI O O aE a A I CE aNI E I EOO A Artinya: "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar. Surat Al-Isra ayat 31, dalam konteks balaghah, menggunakan gaya bahasa Ayat ini melarang membunuh anak-anak karena takut miskin, dan Allah menjamin rezeki bagi mereka dan orang tua. Dalam hal ini, membunuh anak bukan hanya perbuatan keji, tetapi juga bentuk ketidakpercayaan pada Allah sebagai pemberi rezeki. Penjelasan Kinayah dalam Ayat 31 Surat Al-Isra: Kinayah adalah gaya bahasa yang menggunakan ungkapan yang tidak secara langsung menyebutkan maksudnya, tetapi maknanya dapat dipahami dari Dalam ayat ini, kinayah terlihat pada frasa "takut miskin" . hasyata Meskipun secara literal berarti takut menjadi miskin, maksud sebenarnya adalah kekhawatiran tentang masa depan dan ketidakpercayaan pada Allah sebagai pemberi rezeki. Ayat ini juga menggunakan gaya bahasa perumpamaan. Allah memberikan perumpamaan dengan menyatakan bahwa Dia-lah yang memberi rezeki kepada Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 96 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer anak-anak dan orang tua. Ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang rezeki tidak perlu menjadi alasan untuk membunuh anak. Ayat ini secara tegas melarang pembunuhan anak, khususnya anak perempuan, yang pada masa Jahiliyah sering dilakukan karena anggapan sebagai beban dan aib. Penekanan pada rezeki dari Allah: Ayat ini menegaskan bahwa rezeki itu berasal dari Allah, bukan dari usaha manusia semata. Kekhawatiran tentang rezeki seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan keji seperti membunuh anak. Ayat ini menutup dengan menyatakan bahwa membunuh anak adalah dosa besar. Ini menunjukkan betapa seriusnya larangan tersebut dan betapa pentingnya menjaga kehidupan. Ayat ini juga mengajarkan untuk memiliki iman yang kuat dan bertawakal kepada Allah dalam segala hal, termasuk dalam masalah rezeki. Ayat ini menekankan pentingnya menghargai kehidupan, bahkan kehidupan yang belum lahir, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merenggutnya. Dan Menghindari Prasangka Buruk Ayat ini juga memberikan pelajaran untuk menghindari prasangka buruk terhadap anak dan masa depan mereka, serta mempercayakan segala urusan kepada Allah. Dari penjelasan di atas dapat kita lihat betapa pentingnya ilmu bayan dalam balaghah Al-Quran untuk membantu memahami makna bahasa yang terkandung dalam Al-Quran. KESIMPULAN Kehadiran ilmu balagah menjadi bukti upaya para ulama dalam melestarikan keindahan dan keaslian bahasa Arab, melindunginya agar tidak memudar akibat akulturasi budaya luar. Sejarah membuktikan kalau ilmu ini sangat penting untuk membantu orang memahami keindahan isi al quran dengan benar sesuai dengan cara bicara bangsa arab yang asli. Di dalam ilmu ini ada bagian yang disebut tasybih yaitu cara membandingkan dua hal yang punya sifat mirip supaya pesan yang ingin disampaikan jadi lebih jelas. Tasybih bukan cuma sekadar hiasan kata kata agar terdengar bagus tapi juga punya manfaat besar untuk menjelaskan hal yang sulit dipahami melalui contoh contoh yang nyata. Berbagai jenis tasybih yang sudah dibahas tadi menunjukkan betapa hebatnya cara orang arab dalam menyampaikan sesuatu dengan penuh perasaan dan maksud yang dalam. Dengan mempelajari sejarah dan jenis jenis tasybih kita bisa lebih lancar dalam berkomunikasi dan tetap menjaga nilai keaslian bahasa arab tersebut. Pada akhirnya ilmu balaghah adalah penjaga utama yang Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 97 Dinamika Historis Ilmu Balaghah dan Analisis Gaya Tasybih Dalam Al QurAoan : Perspektif Ilmu Bayan Klasik dan Kontemporer memastikan keindahan dan kebenaran makna bahasa arab tidak hilang meskipun zaman terus berubah. Oleh karena itu menguasai ilmu ini adalah cara terbaik untuk mencintai dan merawat bahasa arab supaya tetap murni. DAFTAR PUSTAKA