AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 STRATEGI PEMBINAAN KESADARAN BERAGAMA WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II/B TELUK KUANTAN Andrizal. Helbi Akbar. Lasmiadi Universitas Islam Kuantan Singingi Email : andrizalguntor83@gmail. Abstrak: Penelitian ini di latar belakangi oleh rendanya motivasi dan kesadaran beragama warga binaan kelas II/B Teluk Kuantan, hal ini di tandai dengan masih adaanya kejahatan yang di lakukan oleh warga binaan meskipin berada dalam lembaga pemasyarakatan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana strategi yang di lakksanakan dalam pembinaan kesadaran beragama bagi warga binaan Kelas II/B Teluk Kuantan. Penelitian ini di laksanakan dalam bentuk kualitatif dengan tife fenomenologi yang mengungkap femomena pembinaan kesadaran beragamaa bagi warga binaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk wawancara dengan responden sebanyak 10 parsen dari 200 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pembinaan kesadaran beragama bagi warga binaan kelas II/B Teluk Kuantan di laksanakan dengan melakukan pembinaan rutin sekali dalam seminggu dalam bentuk kajian ke Islaman dengan materi yang tersesusn berdasarkan silabus yang telah di tetapkan, dengan harapan tercipta kesadaran beragama bagi warga binaan. Kata Kunci : Strategi. Kesadaran Beragama. Warga Binaan. Abstract: Research in the background by the poor motivation and religious awareness of the inmates of Class II/B of Teluk Kuantan, this is indicated by the fact that there is still a convention carried out by the inmates even though there is an institution of debate. According to this research, the goal is to figure out how the strategy is carried out in the Development of Religious Awareness of Class II/B of Teluk Kuantan. This study was conducted in the form of a qualitative with typhenomenology that Capsulates the femomena of Religious Awareness for the inmates. Data collection in the language of this study was conducted in the language of interviews with respondents as many as 10 percent out of 200 people. The results of this study show that the strategy of fostering religious awareness of the inmates of Class II/B of Teluk Kuantan is carried out by conducting routine coaching once a week in the form of studies to Islam with materials based on fixed syllabus, with the hope of creating religious awareness for the inmates. Key Word : Strategy. Religious Consciousness. Developed Residents. Pendahuluan Dalam kehidupan sehariAehari sering kita jumpai banyak manusia yang melakukan aktivitas maupun membuat keputusan dalam hidupnya secara berbedaAebeda. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia berbedaAe beda dalam menggunakan waktu atau kesempatan dalam hidupnya. Perbedaan manusia dalam menyikapi waktu atau kesempatan tersebut merupakan gejala kejiwaan yang cukup menarik untuk diperhatikan. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Andrizal. Helbi Akbar. Lasmiadi Dilihat dari kacamata psikologis tentunya menjadi hal menarik ketika ada pembahasan tentang manusia yang berbedaAebeda waktu dan pilihan dalam hidupnya. Manusia dalam melakukan segala pendorong yang menuntun manusia Pendorong tersebutlah yang sering dinamakan dengan motivasi. Motivasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut seseorang untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan. 1 Tentunya hal tersebut berlaku terhadap warga binaan LP Kelas II/B Teluk Kuantan. Dalam memutuskan sesuatu dalam hidupnya Hal itupun yang menjadi dasar atau alasan mengapa warga binaan berbedaAebeda Secara umum warga binaan adalah Warga Binaan Pemasyarakatan adalah Narapidana. Anak Didik Pemasyarakatan. Klien Pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan bukanlah tempat paling baik bagi warga Pelaksanaan pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan di bidang hukum pada khususnya dan pembangunan nasional bangsa pada umumnya tidak dapat dilepaskan pada pengaruh situasi lingkungan strategis dan perkembangan dari waktu ke waktu baik dalam skala nasional, regional maupun internasional. Syaiful Bahri Djamarah. Psikologi Belajar,(Jakarta. PT Rineka Cipta, 2. , hlm. 2 Undang Ae Undang nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjunjung tinggi hukum dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat terutama yang membutuhkan perlindungan hukum dan dijamin oleh Negara artinya setiap warga Negara sama di mata hukum ini menyatakan salah satu kaidah hukum. Warga Binaan bukan saja objek melainkan juga subyek yang tidak berbeda dari manusia lainnya yang sewaktu-waktu kesalahan atau kekhilafan yang dapat dikenakan sanksi pidana sehingga tidak harus diberantas, yang harus diberantas faktor-faktor menyebabkan narapidana berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum, kesusilaan, agama, atau kewajibankewajiban sosial lain yang dapat Dwidja Priyanto mengemukakan pengertian pemidaan, bahwa:3 AuPemidanaan adalah upaya untuk masyarakat yang baik, taat kepada hukum, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, sosial dan keagamaan, sehingga tercapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan damai. Ay Lembaga Pemasyarakatan adalah Lembaga Negara yang mempunyai bertanggungjawab dalam menangani kehidupan narapidana untuk dapat membina, merawat, dan memanusiakan narapidana setelah keluar dari LAPAS dapat diterima kembali oleh masyarakat dan menjadi manusia yang mempunyai Dwidja Priyanto. Sistem Pelaksanaan Pidana Penjara Di Indonesia. Refika Aditama. Bandung, 2006, hlm. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Strategi Pembinaan Kesadaran Beragama Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II/B Teluk Kuantan keahlian baru serta kepribadian baru yang taat hukum4 Lembaga Pemasyarakatan Kelas II/B Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi_Riau. Merupakan tempat warga binaan yang melakukan pelanggaran hukum dan hidup berbangsa dan Warga binaan berasal dari daerah yang berbedaAebeda. Namun disisi lain ada fenomena menarik bahwasannya ada program rutin Lembaga Pemasyarakatan Teluk Kuantan bekerja sama dengan Penyuluh Agama Non Pegawai Negeri Sipil Kecamatan Kuantan Tengah, kesibukan program lainnya binaan terus meluangkan waktu untuk mempeajari ilmu Ae ilmu agama, seperti kegiatan praktek ibadah, fiqih dan Secara psikologi hal tersebut khususnya kaitannya dengan psikologi Dari hasil wawancara Motivasi para warga binaan dalam mengikuti program ke-agama-an tentunya tidak jauh dari kebutuhan dan tujuan mereka. kalangan warga binaan secara umum terkenal dengan kegiatan keagaman, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II/B Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi-Riau. Berkaitan dengan hal tersebut, dari segi psikologi warga binaan berada pada fase orang dewasa. Secara umum orang dewasa sudah memiliki tanggung jawab serta menyadari makna hidup. Orang dewasa sudah memiliki identitas jelas dan kepribadian yang mantap yang terlihat dengan cara bertindak dan bertingkah laku yang agak bersifat tetap, serta pemikiran yang tegas terhadap Mereka juga mulai berfikir tentang tanggung jawab serta sosial moral, ekonomis dan keagamaan. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh warga binaan didasari atas kesadaran dan tanggung jawab, khususnya kaitan Keberagamaan memiliki ciriAeciri di antaranya adalah menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang bukan sekedar ikutAeikutan. Kemudian sikap keberagamaannya juga cenderung mengarah pada tipeAetipe kepribadian masingAemasing, sehingga terlihat adanya pengaruh kepribadian dalam menerima, memahami serta melaksanakan ajaran agama yang diyakininya. Oleh karena itu sebagai orang dewasa, motivasi dan berdasarkan atas pertimbangan yang matang dan telah memiliki kesadaran dan tanggung jawab. Secara umum keberagamaan orang dewasa memang demikian. Namun tingkat kesadaran beragama masingAe masing orang berbeda. Tentang tingkatan kesadaran beragama inilah yang akan mempengaruhi kematangan beragama. Kematangan puncak perkembangan rohani seseorang. Penggambaran beragama tentunya tidak terlepas dari kematangan kepribadian. Kesadaran beragama yang mantap hanya terdapat pada orang yang memiliki kepribadian Pasal 1 Angka 3 UU Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan 5 Wawancara dengan Ustadz Jabrius Jas (PA Non PNS) 11 Maret 2020 jam 19. 10 wib 6 Baharuddin dan Mulyono. Psikologi Agama dalam Perspektif Islam (Malang: UIN- Malang Press, 2. , hlm. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Andrizal. Helbi Akbar. Lasmiadi yang matang atau dewasa. Akan tetapi kepribadian yang matang belum tentu disertai kesadaran beragama yang Seseorang yang tidak beragama mungkin saja memiliki kepribadian yang kesadaran beragama. Namun sukar untuk dibayangkan adanya kesadaran beragama yang matang pada kepribadian seseorang yang belum matang. Berdasarkan kajian teoritis di atas, maka penulis dapat Bahwasannya motivasi dan kesaadaran beragama pada warga binaan lembaga pemasyarakatan kelas II/b Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi dapat meningkatkan motivasi dan kesadaran beragama warga Warga Binaan bukan saja objek melainkan juga subyek yang tidak berbeda dari manusia lainnya yang sewaktu-waktu kesalahan atau kekhilafan yang dapat dikenakan sanksi pidana sehingga tidak harus diberantas, yang harus diberantas faktor-faktor menyebabkan narapidana berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum, kesusilaan, agama, atau kewajibankewajiban sosial lain yang dapat dikenakan sanksi pidana, dengan tujuan agar narapidana setelah keluar dari LAPAS dapat diterima kembali oleh masyarakat dan menjadi manusia yang kepribadian baru yang taat hukum. Jika program tersebut dilaksanakan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II/B Teluk Kuantan, maka akan mempengaruhi motivasi dan kesadaran beragama kearah 7 Baharuddin dan Mulyono. Psikologi Agama dalam Perspektif Islam, hlm. yang lebih baik. Begitu juga sebaliknya, jika program pembinaan kesadaran beragama tidak dapat dilaksanakan dengan baik, maka hasilnya pun kurang mempengaruhi sikap dan tingkah laku Metodologi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. pada penelitian ini adalah Warga Binaan Lembaga Pemayarakatan Kelas II/B Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi-Riau yang berjumlah 200 orang dengan teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan Observasi. Wawancara. Dokumentasi. Teknik analisis deskriptif dilakukan berupa Organisasi data. Koding dan Analisis. Pembahasan Dari hasil penelitian ini bahwa, motivasi dan kesadaran beragama pada diri responden berada pada kategori mendekati baik. Hal tersebut disebabkan adanya pengaruh-pengaruh lain yang berpengaruh terhadap kehidupan warga binaan kelas II/B Teluk Kuantan tersebut. Pengaruh-pengaruh ini yang akan memberikan dampak lebih baik untuk masa depan meraka, khususnya dalam kehidupan keberagamaan. Dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik Tapi terkadang juga memberikan keberagamaan dalam diri warga binaan. Pembinaan kesadaran beragama pada kehidupan warga binaan sangat penting untuk diterapkan pada Lapas kelas II/B Teluk Kuantan mengantarkan manusia kepada fitrahnya. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Strategi Pembinaan Kesadaran Beragama Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II/B Teluk Kuantan Yaitu percaya kepada Allah SWT. Oleh karena itu pembinaan motivasi dan sikap keagamaan . esadaran beragam. harus diberikan secara berkelanjutan dan ditingkatakan, karena akan menentukan seorang tersebut apakah tetap dengan fitrahnya yang meyakini agama atau Dalam kajian teoritis yang penulis ungkapkan sebelumnya Kesadaran ialah melakukan sesuatu berdasarkan hati nuraninya sendiri tanpa adanya paksaan orang lain. Dan kesadaran beragama ialah aspek mental dari aktifitas agama, aspek ini merupakan bagian yang terasa dalam pikiran dan dapat diuji melalui Status dianggap sebagai orang yang jelek dan Masyarakat beranggapan demikian karena orang yang hidup lapas cenderung hidupnya tidak teratur dan mudah berbuat hal yang Dalam hal ini memberikan bimbingan keagamaan satu kali dalam seminggu dan melakkan kegiatan rutin ibadah di masjid/msallah sebagai fasislitas ibadah. akan mendapatkan bimbingan dan arahan terutama dalam pembinaan mental dan spiritual yang akan menambah keimanan mereka sebagai bekal di masa yang akan Dengan pembinaan keagamaan di dalam Lapas kelas II/B Teluk Kantan Tersebut. mereka akan mendapatkan bimbingan dan arahan untuk hidup yang lebih baik serta terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang merupakan kebutuhan manusia. Rondang Siahaan. AuKampanye Sosial Penanggulangan Anak Jalanan Study Penanganan Anak Jalanan oleh Direktoriat Kesejahteran Anak Departemen Sosial RIAy. Tesis Pascasarjana UI Jakarta. Adapun tercapainya tujuan pembinaan kesadaran beragama pada kehidupan warga binaan antara lain : . Lingkungan masyarakat yang kurang agamis. Tidak ada waktu dikarenakan menjalani proses hukuman berdasarkan ponis pengadialan atau sekedar malas. Penjaga lapas dan sesama warga binaan tidak mampu menciptakan lingkungan yang agamis dan harmonis. Masalah psikologis yang selalu menggagu kepribadaian warga binaan. Tuntuan hukum yang mengharuskan mereka mejalani sebagai bentuk penebus kesalahan. Dalam mengemukakan sebuah teori yang mempunyai pengaruh yang amat besar keberagamaan antara lain sebagai Faktor Intern Jiwa keagamaan memang bukan secara langsung sebagai faktor bawaan yang diwariskan secara turun temurun, melainkan terbentuk dari berbagai unsur lainnya yang mencakup kognitif, afektif dan konatif. Tingkat usia Meskipun tingkat usia bukan satu-satunya seseorang, tetapi kenyataan ini dapat dilihat dari perbedaan pemahaman agama dari tingkat usia yang berbeda. Kepribadian Kepribadian menurut pandangan psikologi terdiri dari dua unsur, yaitu (Jakarta: Perpustakaan Nasional Jakarta, 2. , h. 5152,t. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Andrizal. Helbi Akbar. Lasmiadi Hubungan antara unsur hereditas dengan pengaruh lingkungan inilah yang membentuk kepribadian, karena kepribadian pada diri anak lingkungan yang dinilai sangat jauh akan nilai agama yang akan membentuk kepribadian mereka. Kondisi jiwa seseorang Kondisi jiwa seseorang akan berpengaruh pada pandangan tentang agama, seseorang yang mengidap phobia akan dicekam rasa takut yang irrasional sehingga pandanganya terhadap agama akan dipengaruhi oleh hal yang demikian Sedangkan seseorang yang normal akan memandang agama secara sadar dan dapat berpikir sehat. Faktor ekstern, yaitu lingkungan yang seseorang, karena lingkungan merupakan tempat dimana seseorang itu hidup dan berinteraksi, lingkungan disini dibagi menjadi tiga, yaitu keluarga, instuisi dan Setelah diadakan penelitian, teori tersebut tidak hanya berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa keagamaan, akan tetapi pada kenyataannya faktor di atas juga dapat juga dijadikan sebagai faktor penghambat pada perkembangan jiwa keberagamaan pada kehidupan warga binaan. Contohnya faktor ekstern dari Keluarga yang acuh tak acuh terhadap pendidikan keagamaan ( Hasil wawacara AA (Inisia. , 12 Oktober 2. Orang tua dari keluarga seperti ini tidak mendorong ataupun melarang terhadap kegiatan-kegiatan bersikap acuh terhadap sikap keagamaan anak-anak mereka. 10 Hal ini kerap sekali terjadi pada kehidupan warga binaan. Mungkin teori tersebut tidak dapat diterima sepenuhnya karena masih ada faktor-faktor yang harus di tingkatkan yang berpengaruh terhadap kehidupan warga binaan khususnya dalam motivasi dan kesadaran beragama Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dari pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Pembinaan program keagamaan motivasi dan kesadaran beragama diselenggarakan berpengaruh pada tingkah laku kehidupan warga Efektivitas pembinaan kesadaran warga binaan dalam beragama pada lapas kelas II/B Teluk Kuantan menunjukan hasil yang baik, hal ini membuktikan bahwa pembinaan yang ada berpengaruh pada warga binaan khususnya dalam motivasi dan kesadaran beragama agar lebih ditingkatkan supaya hasil yang didapat lebih Berdasarkan analisia data mengenai pembinaan motivasi dan kesadaran beragama pada kehidupan anak jalanan yang diselenggarakan di lapas kelas II/B Teluk Kuantan menunjukan hasil yang cukup, hal ini menunjukan sebagai bukti bahwa teori yang penulis ajukan dapat diterima walaupun belum sepenuhnya faktor-faktor Inisial November 2020 AA, AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Strategi Pembinaan Kesadaran Beragama Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II/B Teluk Kuantan Harun Natusion. Islam ditinjau dari berbagai Aspeknya, (Jakarta: UI Press, 1. Ramayulis. Psikologi Agama,(Jakarta:Kalam Mulia,2. Jalaludin. Teologi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. Departemen Agama. Mushaf Al-QurAoan Terjemah, (Jakarta: Gema Insani, 2. QS. AAoraaf: 172. Abudin Nata. Metodologi Study Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. Jalaludin. Psikologi Agama, (Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada, 2. Abdul. Mujib, dkk. Nuansa-nuansa Psilkologi Islam, ( jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Zakiah Daradjat. Pendidikan Islam dalam keluarga dan Sekolah, (Jakarta: Ruhama,1. Djamaluddin Ancok dan Fuad Nashori Suroso. Psikologi Islam . Solusi Islam akan Problem Psikologi. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Nana Syaodih Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya,2. Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif . disi revis. , (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013 Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial, (Jakarta: Referensi, 2. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV. Alfabeta, 2. Kristi Poerwandari. Pendekatan Kualitaif dalam Penelitian Psikologi, (Jakarta: LPSP3, 1. Daftar Pustaka