Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Pertumbuhan Aset. Struktur Aset. Tingkat Utang, dan Likuiditas Terhadap Profitabilitas Muhamad Naufal Lukman Hakim 1. Eny Purwaningsih2 Universitas Esa Unggul naufallukman1810@student. id1, eny. purwaningsih@esaunggul. ABSTRACT Company size, asset growth, asset structure, debt ratio, and liquidity are the variables analyzed in this study to determine their impact on profitability. Companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) that produce consumer goods from 2019 to 2023 are the objects of this study. Several factors are considered independent variables, including company size . atural logarithm of total asset. , asset growth rate, asset structure . atio of fixed assets to total asset. , debt level (Debt to Asset Rati. , and liquidity ratio (Current Rati. ROE is used as the dependent variable to measure profitability. The study sample consists of 30 companies with five years of data, resulting in a total of 150 observations. However, an outlier occurred, resulting in 28 companies with a total of 140 observations. Multiple linear regression was used in this study. The test findings show that all five independent factors significantly influence profitability While asset structure, debt level, and liquidity have a negative and significant impact, only asset growth has a positive and significant impact. There is no significant impact of company size. This study provides a clear understanding of the role of financial structure and asset management in improving corporate profitability, which is beneficial for both management and investors. Keywords: Company Size. Asset Growth. Asset Structure. Debt Level. Liquidity. Profitability. ABSTRAK Ukuran perusahaan, pertumbuhan aset, struktur aset, rasio utang, dan likuiditas ialah variabel yang hendak dianalisa pada penelitian ini guna menentukan pengaruhnya terhadap Perusahaan yang tercatat di BEI yang memproduksi barang konsumen dari tahun 2019 hingga 2023 menjadi objek penelitian ini. Beberapa faktor dianggap sebagai variabel independen, termasuk ukuran perusahaan . ogaritma natural total ase. , laju pertumbuhan aset, struktur aset . asio aset tetap terhadap total asse. , tingkat utang (Debt to Asset Rati. , dan rasio likuiditas (Current Rati. ROE dipergunakan sebagai variabel dependen untuk mengukur profitabilitas. Sampel studi terdiri dari 30 perusahaan dengan data lima tahun, menghasilkan total 150 observasi. Namun terjadi outlier sehingga menjadi 28 perusahaan dengan total 140 data. Regresi linier berganda digunakan dalam studi ini. Temuan uji memperlihatkan bahwasanya kelima faktor independen secara signifikan memengaruhi profitabilitas secara bersamaan. Sementara struktur aset, tingkat utang, dan likuiditas memiliki dampak negatif dan signifikan, hanya pertumbuhan aset yang memiliki dampak positif serta signifikan. Tidak terdapat dampak yang signifikan dari ukuran perusahaan. Studi ini memberikan pemahaman yang jelas tentang peran struktur keuangan dan manajemen aset dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan, yang bermanfaat bagi manajemen dan 3633 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Kata kunci: Ukuran Perusahaan. Pertumbuhan Aset. Struktur Aset. Tingkat Utang. Likuiditas. Profitabilitas. PENDAHULUAN Profitabilitas merupakan aspek penting yang mencerminkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan nilai serta menjaga kelangsungan Kajian mengenai profitabilitas menjadi menarik bagi berbagai pihak, terutama dalam konteks pengambilan keputusan ekonomi. Informasi ini bermanfaat, misalnya, bagi investor untuk menilai kelayakan penanaman moda di sebuah perusahaan, serta bagi manajemen perusahaan dalam mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi tingkat profitabilitas (Abdulla, 2. Fenomena terkait kinerja perusahaan terlihat didalam ranah industri barang konsumsi di BEI tahun 2019-2023. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan ROE sebesar 20,70% pada tahun 2019 yang kemudian meningkat menjadi 21,23% di PT. Merck Tbk. (MERK) juga menunjukkan tren positif dengan ROE meningkat dari 13,17% . menjadi 22,40% . Sedangkan PT. Akasha Wira International Tbk. (ADES) mengalami peningkatan ROE dari 14,77% . menjadi 22,88% . Ukuran perusahaan yang dijadikannya suatu faktor utama yang berpengaruh akan tingkat profitabilitas serta kinerja perusahaan secara keseluruhan (Oyelade. Oleh karena itu, perusahaan cenderung berupaya memperbesar skala usahanya untuk meningkatkan kinerjanya (Oyelade, 2. Menurut Afrianti & Purwaningsih . kemampuan suatu perusahaan guna menciptakan uang meningkat dengan seimbang pada ukurannya. Pertumbuhan akiva mencerminkan perkembangan serta perluasan aktivitas perusahaan, yang dapat berdampak langsung pada kinerja operasionalnya (Akhmadi. Investor serta pemangku kepentingan melihat laju pertumbuhan ini sebagai indikasi positif bagi profitabilitas perusahaan di masa mendatang serta sebagai ukuran seberapa efektif perusahaan menjalankan operasionalnya. Selain itu, peningkatan kapasitas aset perusahaan sering digunakan sebagai salah satu ukuran utama dalam menilai keberhasilan kinerja perusahaan (Akhmadi, 2. Bila asset yang tumbuh ditemani dengan meningkatnya laba, hal ini menghasilkan keyakinan dari investor terhadap kredibilitas dan prospek perusahaan (Ariyasa et al. , 2. Struktur aset memiliki peranan penting dalam mendukung efektivitas investasi yang bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan (Kusumi & Eforis, 2. Pemilikan aset fisik yang signifikan, terutama aset tetap, terkait dengan peningkatan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Perusahaan dapat memaksimalkan efisiensi operasional dan output ketika mereka memiliki porsi besar aset tetap. Jika peningkatan pendapatan ini diimbangi dengan pengelolaan biaya yang efisien, maka keuntungan perusahaan pun akan meningkat (Kusumi & Eforis, 2. 3634 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Tingkat utang strategi yang dipakai perusahaan guna mengelola dana maupun aset mempunyai biaya tetap, dengan maksud meningkatkan laba (Arifin et al. , 2. Leverage suatu perusahaan memperlihatkan potensi guna menghasilkan pendapatan lebih besar dengan memanfaatkan sumber daya tetapnya. Penurunan keuntungan akibat pembayaran bunga tetap yang tinggi dapat disebabkan oleh pengelolaan utang yang buruk. Leverage adalah ukuran kesehatan keuangan perusahaan yang menunjukkan seberapa baik perusahaan dapat membayar kewajibannya, baik saat ini maupun di masa depan. Pembayaran bunga yang signifikan bisa menurunkan keuntungan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan kinerja perusahaan dengan leverage yang tinggi (Afrianti & Purwaningsih, 2. Likuiditas perusahaan menunjukkan ukuran kinerja keuangan yang sehat, karena menunjukkan kemampuannya guna memenuhi seluruh komitmen tanpa kehilangan uang (Rahmawati et al. , 2. Perusahaan yang sangat likuid biasanya memiliki banyak kas dan aset likuid lainnya, sehingga dapat dengan cepat memanfaatkan peluang yang berpotensi menguntungkan. Dengan kemampuan ini, aktivitas operasional dapat ditingkatkan, yang mungkin mengarah pada peningkatan Selain itu, perusahaan yang memiliki banyak kas tunai dianggap dapat diandalkan dan mampu membayar tagihan baik saat ini maupun di masa mendatang (Nguyen et al. , 2. Berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh Amponsah-Kwatiah & Asiamah . mengatakan ada korelasi positif antara ukuran perusahaan dan profitabilitas, namun profitabilitas menurun ketika leverage digunakan. Selain itu, penelitian Afrianti & Purwaningsih . menunjukkan bahwa profitabilitas dipengaruhi negatif oleh leverage dan dipengaruhi positif oleh likuiditas dan ekspansi Lim & Rokhim . menemukan korelasi positif antara profitabilitas dan likuiditas serta pertumbuhan aset. AuPengaruh faktor internal perusahaan terhadap profitabilitasnya: Bukti dari YordaniaAy (Dahmash et al. , 2. merupakan peneliti terdahulu yang telah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas. Studi tersebut menggunakan variabel ukuran bisnis, pertumbuhan aset, struktur aset, dan leverage untuk menyelidiki faktor-faktor yang memicu profitabilitas. Namun penelitian ini menyertakan variabel likuiditas, membedakan penelitian ini dari peneliti terdahulu. Dan menggunakan data perusahaan barang konsumsi yang tercatat di BEI selama periode 2019Ae2023. Menyertakan variabel likuiditas didasarkan pada keyakinan bahwa likuiditas sangat penting bagi potensi perusahaan guna melaksanakan komitmen jangka pendek dan mengelola modal kerja secara Kinerja korporat yang baik ditunjukkan ketika perusahaan mampu memenuhi semua kewajibannya tanpa mengalami kerugian. Penelitian ini akan fokus pada perusahaan manufaktur yang bergerak di sektor produk konsumen dari tahun 2019 hingga 2023, dengan tujuan menganalisis dampak ukuran perusahaan, pertumbuhan aset, struktur aset, leverage, dan likuiditas pada kinerja. Analisis ini diharapkan bisa menyalurkan andil pada Perusahaan guna dapat menjaga profitabilitasnya dan kepada investor sebagai informasi ini sebagai dasar untuk mengambil keputusan investasi. 3635 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. METODE PENELITIAN Menemukan hubungan antara penyebab dan akibat dalam dua atau lebih variabel merupakan tujuan dari studi ini, yang menggunakan metode penelitian Semua variabel dalam studi ini harus diukur atau memiliki proxy agar pendekatan kuantitatif dapat digunakan. Variabel independen terdiri dari ukuran perusahaan, dihitung menggunakan logaritma alami dari total aset (Arifin et al. , pertumbuhan aset, dihitung menggunakan rasio total aset saat ini dikurangi total aset tahun sebelumnya dibagi total aset tahun sebelumnya (Chandra et al. , struktur aset dihitung menggunakan tangibility yang sama dengan total aset tetap dibagi total aset (Chandra et al. , 2. , tingkat utang dihitung menggunakan Rasio Utang terhadap Aset (DAR), yang merupakan rasio total liabilitas dibagi total asset (Supitriyani et al. , 2. , likuiditas dihitung menggunakan Rasio Lancar (CR), yaitu rasio aset lancar dibagi dengan liabilitas lancar (Chandra et al. , 2. , dan variabel dependen adalah profitabilitas, yang dihitung menggunakan Return on Equity (ROE) caranya perbandingan laba bersih setelah pajak dengan total ekuitas (Abdulla, 2. Produsen barang konsumen yang tergabung dalam BEI antara tahun 2019 dan 2023 membentuk populasi studi ini. Selama periode penelitian lima tahun, terdapat total 540 observasi yang dilakukan oleh 108 perusahaan yang membentuk populasi keseluruhan. Metode sampling purposive dan non-probabilitas digunakan untuk memperoleh data. Tidak semua perusahaan dalam populasi memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari sampel, sehingga metode ini digunakan sebagai gantinya. Perusahaan yang dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam sampel harus memenuhi kriteria laba positif dan melaporkan laporan keuangan secara tahunan dari tahun 2019 hingga 2023. Sampel penelitian terdiri dari 30 perusahaan yang dipilih berdasarkan kriteria tersebut. Jumlah data yang digunakan adalah 150, dengan periode pengamatan selama lima tahun. Tetapi terjadi outlier sehingga sampel penelitian menjadi 28 perusahaan dengan 140 data. Analisis statistik deskriptif diterapkan pada data yang digunakan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran umum tentang sifat-sifatnya. Setelah itu, model regresi diperiksa untuk normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, di antara uji asumsi tradisional lainnya, untuk memastikan keabsahan Selanjutnya, untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor independen mempengaruhi variabel dependen, dilakukan uji hipotesis. Di antara uji yang dilakukan adalah uji F untuk mengevaluasi efek gabungan, uji t untuk mengevaluasi efek parsial variabel individu, uji R-squared untuk menentukan sejauh mana variabel independen menjelaskan variabel dependen, dan pengembangan model regresi linier ROE = 1. SIZE 2. GA 3. SA - 4. DAR 5. CR A Keterangan: ROE = Return On Equity (Profitabilita. 3636 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. = Konstanta 1, 2, 3, 4, 5 = Koefisien Regresi SIZE = Ukuran Perusahaan = Pertumbuhan Aset = Struktur Aset DAR = Debt to Asset Ratio (Tingkat Utan. = Current Ratio (Likuidita. = error HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Sumber: Data diolah penulis . Profitabilitas Ukuran Perusahaan 140 Pertumbuhan Aset 140 Struktur Aset Tingkat Utang Likuiditas Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Analisis data menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan sampel memiliki tingkat pengembalian ekuitas (ROE) sekitar 14,93%, dengan nilai rata-rata variabel keuntungan sebesar 0,1493. Terdapat rentang keuntungan yang cukup besar di antara perusahaan-perusahaan, dengan nilai terendah mencapai 0,001 . ,1%) yang terjadi pada PT. Sekar Bumi Tbk pada tahun 2019 dan nilai tertinggi mencapai 0,39 . %) yang terjadi pada PT. Handjaya Mandala Sampoerna Tbk pada tahun 2019. Dengan nilai rerata 28,8109, bisa terlihat bahwasanya sebagian besar ukuran perusahaan yang diteliti memiliki total aset yang cukup besar. Rentang nilai yang mungkin berkisar antara dengan minimum 10,62 pada PT. Merck Tbk tahun 2019 hingga maksimum 32,86 pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk tahun 2023. Pertumbuhan aset perusahaan rata-rata sebesar 0,0965 atau sekitar 9,65%, menunjukkan adanya pertumbuhan aset yang cukup baik. Namun, terdapat perusahaan yang mengalami penurunan aset, terlihat dari nilai minimum sebesar 0,29 yang terjadi pada PT. Merck Tbk tahun 2019, sedangkan pertumbuhan tertinggi tercatat sebesar 1,68 yang terjadi pada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tahun Pada variabel struktur aset, rata-rata sebesar 0,4045 berarti sekitar 40,45% dari total aset perusahaan berupa aset tetap. Nilai ini bervariasi antara dengan 3637 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. minimum 0,05 pada PT. Hartadinata Abadi Tbk tahun 2019 hingga maksimum 0,84 pada PT. Sariguna Primatirta Tbk tahun 2022, yang menunjukkan tingkat investasi pada aset tetap cukup bervariasi antar perusahaan. Tingkat utang perusahaan dalam sampel mempunyai rerata sebanyak 0,3401, yang berarti bahwa sekitar 34,01% dari struktur modal perusahaan berasal dari Nilai ini berkisar antara degan minimum 0,10 pada PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk tahun 2022 hingga maksimum 0,64 pada PT. Smart Tbk tahun 2021 mencerminkan perbedaan dalam strategi pendanaan. Skor likuiditas rerata perusahaan sebanyak 3,3424, menunjukkan bahwa perusahaan secara umum dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Perbedaan yang signifikan dalam pengelolaan likuiditas antar organisasi terlihat dari rentang nilai yang luas, yang berkisar antara dengan minimum 0,94 pada PT. Phapros Tbk tahun 2020 hingga maksimum 13,31 pada PT. Campina Ice Cream Industry Tbk tahun Secara umum, simpangan baku dari semua variabel lebih kecil dari reratanya, yang menunjukkan bahwa data terdistribusi secara merata serta tidak termasuk outlier ekstrem. Oleh karena itu, data ini dianggap memenuhi syarat untuk digunakan dalam analisis regresi lebih lanjut. Tabel 2. Hasil Uji Asumsi Klasik Sumber: Data diolah penulis . Pengujian Normalitas Indikator Asymp. Sig . -taile. Tolerance / VIF Multikolinearitas Uji Park Heteroskedastisitas (Sig. 3638 | Volume 7 Nomor 11 2025 Hasil 0,200 Ukuran Perusahaan = 0,925 / 1,081 Pertumbuhan Aset = 0,912 / 1,096 Struktur Aset = 0,743 / 1,346 Tingkat Utang = 0,660 / 1,514 Likuiditas = 0,561 / 1,781 Ukuran Perusahaan = 0,377 Pertumbuhan Aset = 0,551 Struktur Aset = 0,299 Tingkat Utang = 0,055 Keterangan Terdistribusi Tidak ada Tidak ada Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Likuiditas = 0,976 Autokorelasi Durbin Watson DW = 2,291 Tidak ada Menurut tabel di atas, perolehan uji normalitas, nilai signifikansi adalah 0,200, yang lebih besar dari batas ambang 0,05. Syarat normalitas terpenuhi, sehingga penelitian dapat dilanjutkan karena hal ini menunjukkan bahwa data residu terdistribusi secara normal. Selanjutnya, pengujian multikolinearitas mengindikasikan bahwasannya seluruh variabel independen mempunyai skor Variance Inflation Factor (VIF) di bawah 10 serta skor tolerance di atas 0,10. Dengan demikian, tidak ditemukan indikasi adanya multikolinearitas antar variabel bebas dalam model. Hasil uji heteroskedastisitas mengindikasikan bahwasannya semua variabel independen mempunyai skor signifikansi lebih besar dari 0,05. Temuan ini heteroskedastisitas, sehingga varians residual dapat dianggap konstan. Pada pengujian autokorelasi, nilai Durbin-Watson sebesar 2,291, mengindikasikan tidak adanya autokorelasi antar residual. Karena, nilai DurbinWatson juga berada dalam rentang nilai kritis yang menunjukkan bahwa residual bersifat independen. Secara keseluruhan, model regresi memenuhi semua asumsi klasik, sehingga layak untuk digunakan dalam pengujian regresi lanjutan. Berlandaskan perolehan dari pengujian menganalisis regresi berganda sehingga didapatkan persamaan regresinya yaitu: Y = -0. 034 SIZE 0. 046 GA - 0. 066 SA - 0. 141 DAR - 0. 085 CR A Nilai konstan -0. 250 memperlihatkan bahwasanya keuntungan perusahaan akan negatif sebanyak 0. 250 ketika semua variabel independen ditetapkan ke nol atau tetap tidak berubah. Dengan kata lain, profitabilitas perusahaan cenderung menurun ketika faktor-faktor penjelas tidak ada. Ketika mengontrol semua faktor lain, peningkatan satu unit dalam ukuran perusahaan menyebabkan peningkatan profitabilitas sebesar 0,034 unit . oefisien regresi ukuran perusahaan = 0,. Selain itu, peningkatan pertumbuhan aset akan berdampak positif pada profitabilitas bisnis, seperti yang ditunjukkan oleh koefisien pertumbuhan aset sebanyak 0. Sebaliknya, koefisien negatif -0. 066 dari SA menunjukkan bahwa penurunan profitabilitas mungkin terjadi ketika rasio aset tetap terhadap total aset meningkat. Koefisien -0. 141 menunjukkan bahwa rasio utang terhadap aset (DAR) juga memiliki dampak negatif terhadap profitabilitas. Jika struktur modal perusahaan sangat bergantung pada utang, profitabilitasnya akan terganggu. Rasio likuiditas (CR) mempunyai koefisien -0. Profitabilitas biasanya menurun sebesar 0. 085 unit untuk setiap peningkatan satu unit likuiditas. Hal ini bisa terjadi apabila kelebihan 3639 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. aset lancar tidak dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif. Secara keseluruhan, beberapa variabel seperti ukuran perusahaan dan pertumbuhan aset memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas, sedangkan struktur aset, tingkat utang, dan likuiditas menunjukkan pengaruh negatif. Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Sumber: Data diolah penulis . Keterangan Beta Sig. Ukuran Perusahaan (HCA) 0,034 1,464 0,146 Pertumbuhan Aset (HCC) 0,046 1,987 0,049 Struktur Aset (HCE) -0,066 -2,527 0,013 Tingkat Utang (HCE) -0,141 -4,410 0,000 Likuiditas (HCI) -0,085 -2,807 0,006 Hasil Ditolak Diterima Ditolak Diterima Ditolak Hasil uji parsial . -tes. menunjukkan adanya tren signifikan yang signifikan. Tingkat signifikansi sebesar 0,146 (> 0,. dan nilai t sebesar 1,464 . ebih kecil dari nilai t tabel sebesar 1. terkait dengan variabel ukuran perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang kecil terhadap Di sisi lain, profitabilitas dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh perluasan aset, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t sebesar 1. 987 (> 1. dan tingkat signifikansi 0. 049 (< 0. Dengan nilai t sebanyak -2. 527 (< -1. serta tingkat signifikansi 0. 013, hasil uji memperlihatkan bahwa struktur aset memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap profitabilitas. Selain itu, profitabilitas berkorelasi negatif dan signifikan dengan rasio utang (DAR) . ilai t: -4. signifikansi: 0. Selain itu, likuiditas (Rasio Lanca. memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t sebesar -2,807 dan tingkat signifikansi 0,006 Pada saat yang sama, ambang batas signifikansi 0. 000 (< 0. digunakan dalam uji simultan (F-tes. , yang menghasilkan nilai F sebesar 5. 500, melebihi nilai F tabel sebesar 2. Sebagai hasilnya, faktor-faktor ukuran perusahaan, pertumbuhan aset, struktur aset, tingkat utang, likuiditas, dan profitabilitas keseluruhan . iukur dengan Return on Equity/ROE) sangat saling terkait. Karena nilainya lebih dari 0,30, nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0,413 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan atau korelasi antara variabel independen dan profitabilitas. Pada saat yang sama, lima variabel independen tersebut menjelaskan 13,9% variasi dalam profitabilitas perusahaan . ebagaimana diukur oleh nilai Adjusted RA sebesar 0,. Variabel-variabel eksternal yang tidak dipertimbangkan dalam studi ini menjelaskan sisanya sebesar 86,1%. 3640 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pembahasan Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Berdasarkan HCA yakni firm size tidak berpengaruh signifikan pada profitabilitas, karena nilai signifikansi adalah 0,15 yang melebihi dari 0,05. Keadaan ini membuktikan besar kecilnya aset perusahaan tidak menjadi penentu utama kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga dikategorikan ditolak. hasil ini bertentangan dengan pendapat Oyelade . dan Julia & Purwaningsih . berargumen bahwa perusahaan yang lebih besar cenderung lebih Dengan begitu nilai ini akan menjadi sinyal kepada investor bahwasanya investasi di perusahaan besar juga harus dipertimbangkan karena tidak selalu perusahaan besar mengalami profit. Ketidaksesuaian ini bisa disebabkan oleh efisiensi operasional yang belum optimal pada perusahaan besar atau tingginya biaya tetap yang mengurangi laba bersih perusahaan. Pengaruh Pertumbuhan Aset Terhadap Profitabilitas Berdasarkan HCC yaitu firm growth berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas dengan signifikan 0,05. Ini berarti meningkatnya pertumbuhan aset perusahaan, meningkat juga kemampuan perusahaan dalam menciptakan laba sehingga dikategorikan diterima. Temuan ini sejalan dengan pernyataan Afrianti & Purwaningsih . serta Akhmadi . yang menyatakan bahwa aset yang dikelola dengan baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan laba Peningkatan pertumbuhan aset perusahaan memberikan sinyal pada investor tentang masa depan bisnis tersebut. Pengaruh Struktur Aset Terhadap Profitabilitas HCE menyatakan adanya dampak negatif yang signifikan dari struktur aset terhadap profitabilitas dengan nilai signifikan 0,01. Artinya, meningkatnya nilai aset tetap dalam total aset perusahaan, maka menurun tingkat profitabilitas perusahaan sehingga HCE ditolak. Hasil ini bertentangan dengan pendapat Kusumi & Eforis . dan lta & Demirgyne . yang menyatakan Tangibility berperan menjadi jaminan yang menurunkan biaya pinjaman sehingga berdampak positif terhadap Berdasarkan analisis ini, aset tetap perusahaan kemungkinan besar tidak memanfaatkan potensi maksimalnya untuk mendukung produksi dan menghasilkan pendapatan. Pengaruh Tingkat Utang Terhadap Profitabilitas HCE menunjukkan adanya korelasi negatif antara tingkat utang dan keuntungan karena signifikansi 0,000. Maknanya, meningkatnya tingkat utang yang dimiliki perusahaan, akan mengakibatkan menurunnya tingkat profitabilitasnya sehingga HCE diterima. Temuan ini konsisten dengan penelitian Samo & Murad . Supitriyani et al. , dan (Arifin et al. , 2. menunjukkan penggunaan utang yang besar bisa membebani perusahaan dengan bunga tetap, yang pada akhirnya menurunkan laba bersih. 3641 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3633 Ae 3644 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengaruh Likuiditas Terhadap Profitabilitas Dengan tingkat signifikansi sebanyak 0,006. HCI menunjukkan bahwa likuiditas secara signifikan mengurangi profitabilitas. Temuan ini bertolak belakang dengan teori umum bahwa likuiditas yang tinggi mencerminkan kondisi keuangan yang baik sehingga HCI ditolak. Menurut Chandra et al. dan Nguyen et al. , likuiditas yang tinggi biasanya membantu perusahaan untuk memanfaatkan peluang investasi dan memenuhi kewajiban jangka pendek. Namun dalam konteks penelitian ini, likuiditas yang terlalu tinggi justru menunjukkan adanya aset lancar yang tidak digunakan secara produktif, sehingga tidak menghasilkan laba dan bahkan dapat menurunkan efisiensi operasional perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Dua puluh delapan perusahaan barang konsumen yang tercatat di BEI antara tahun 2019 dan 2023 diteliti, dan di antara faktor-faktor yang dengan signifikan mempengaruhi profitabilitas mereka yang diukur dengan ROE ialah ukuran perusahaan, pertumbuhan aset, struktur aset, rasio utang, serta likuiditas. Namun, hanya ekspansi aset yang mempunyai dampak positif serta signifikan secara statistik terhadap profitabilitas ketika hanya sebagian data yang dianalisis. Pada saat yang sama, profitabilitas dipengaruhi secara negatif dan signifikan oleh struktur aset, tingkat utang, dan likuiditas. Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara ukuran perusahaan dan profitabilitas. Perusahaan perlu memperhatikan hasil ini. Pengelolaan yang hati-hati terhadap struktur aset dan pembiayaan utang diperlukan untuk menghindari penurunan laba. Untuk meningkatkan laba lebih lanjut, perusahaan harus terus mendorong ekspansi aset. Meskipun kas tunai sangat penting untuk operasional, efisiensi laba dapat terganggu jika aset lancar disimpan dan tidak digunakan dengan Temuan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi investor saat mempertimbangkan pilihan mereka. Rencana pengembangan aset dan rasio likuiditas perusahaan harus dipertimbangkan dengan cermat oleh investor saat mengevaluasi prospek keuangan mereka. Karena fokusnya yang sempit pada barang konsumen dan jangka waktu lima tahun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Karenanya, diperlukan studi lebih lanjut yang memperhitungkan faktor eksternal seperti suku bunga, inflasi, dan kondisi makroekonomi, serta memperluas cakupan untuk mencakup industri lain seperti perbankan dan properti. DAFTAR PUSTAKA