Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal HUBUNGAN METODE BIRTH BALL TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI KLINIK PRATAMA BIDAN DELIANA TAHUN 2025 DIANA RIFKA YULIA WAHYUNI1. UMMU LUTHFIYAH2. SITI HALIMAH3, TIFFANY ATIA ARISTY4 Jurusan Kebidanan. STIKes Tengku Maharatu1,2,3,4 Email: dianarifka. yw@gmail. com1 , luthfiyahummu@gmail. sitihalimah003@yahoo. Abstract: Labor is the birth of a baby, placenta, and amniotic membranes from the uterus to the outside world. The cause of complications in childbirth that causes increased mortality and morbidity in the mother and fetus is prolonged labor. The high number of old events during the active phase I in Pekanbaru. This study uses a quasi-experimental research method. The population in this study were all third trimester pregnant women in the working area of Sidomulyo Health Center. The sample in this study were 30 respondents with purposive sampling technique. This research instrument uses partographs and observation sheets to assess the length of the first stage of the active Data analysis was univariate, bivariate and multivariate. The results showed that there was no effect between maternal age and the length of the first stage . = 0. , there was an influence between maternal age and the length of the first stage . = 0. There is an effect of Birthball and parity intervention on the length of the first stage in the Work Area of the Sidomulyo Public Health Center. Based on the results of this study, the most influential is parity on the length of the first stage. The conclusion of this study is that there is no influence between maternal age and the length of the first stage, there is an influence between maternal age and the length of the 1st stage. is hoped that it can be a reference for midwives in providing midwifery care to improve the skills of midwives in carrying out normal delivery assistance in order to reduce morbidity and mortality rates. pregnant women and neonates. Keywords: Birthball. First Kala Lama. Parity Abstract: Persalinan merupakan peristiwa lahirnya bayi, plasenta, dan selaput ketuban dari uterus ke dunia luar. Penyebab komplikasi dalam persalinan yang menyebabkan meningkatnya mortalitas dan morbiditas pada ibu dan janin adalah partus lama. Masih tingginya angka kejadian lama kala I fase aktif di Klinik Pratama Deliana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasy experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester i di Klinik Pratama Deliana. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan partograf dan lembar observasi untuk menilai lama kala I fase aktif. Analisa data secara univariat, bivariate dan multivariate. Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada pengaruh antara usia ibu dengan lama kala I . =0,. , ada pengaruh antara usia ibu dengan lama kala I . =0,. Terdapat pengaruh intervensi birth ball dan paritas terhadap lama kala I di Klinik Pratama Deliana. Berdasarkan hasil penelitian ini yang paling berpengaruh adalah paritas terhadap lama kala I. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada pengaruh antara usia ibu dengan lama kala I, ada pengaruh antara usia ibu dengan lama kala I. Diharapkan dapat menjadi acuan bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan untuk meningkatkan keterampilan bidan dalam melakukan pertolongan persalinan normal guna menurunkan angka morbilitas dan mortalitas ibu hamil dan neonatal. Kata Kunci : Birthball. Lama Kala I. Parita Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Pendahuluan Persalinan merupakan peristiwa lahirnya bayi, plasenta, dan selaput ketuban dari uterus ke dunia luar. Persalinan normal terjadi pada usia cukup bulan tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan dimulai sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks . embuka dan menipi. dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap (Affandi. Menurut World Health Organization (WHO) lebih dari 85% proses persalinan yang dilakukan secara normal dan 15-20% meninggal akibat penyakit dan komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan dari 295. 000 kematian ibu, yang mayoritas terbesarnya . %) terdapat di Negara berkembang (WHO, 2. Data dari Kementerian Republik Indonesia, jumlah ibu bersalin di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 5. 078 jiwa yang mengalami komplikasi persalinan sebanyak 23,2% ibu bersalin (Kementerian Kesehatan Indonesia, 2. Laporan Nasional Riskesdas . terdapat beberapa penyebab komplikasi persalinan terbesar yaitu ketuban pecah dini . ,6%), partus lama . ,3%), posisi janin . ,1%), lilitan tali pusat . ,9%), hipertensi . ,7%), perdarahan . ,4%), dan lainnya . ,6%). Penyebab komplikasi dalam persalinan yang menyebabkan meningkatnya mortalitas dan morbiditas pada ibu dan janin adalah partus lama. Pada ibu dengan partus lama lebih beresiko terjadi perdarahan karena atonia uteri . %), laserasi jalan lahir . %), infeksi . %), kelelahan . %) dan syok . %). Sedangkan pada janin dapat meningkatkan resiko asfiksia berat, trauma cerebral, infeksi dan cedera akibat tindakan (Wiliandari. Meri & Sagita, 2. Kejadian partus lama disebabkan oleh beberapa faktor seperti letak janin, kelainan panggul, kelainan his, pimpinan partus yang salah, janin besar, kelainan kongenital, grandemultipara,dan ketuban pecah dini (Umu Qonitun, 2. Ada beberapa upaya fisiologis yang dapat dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan serviks, seperti banyak berjalan kaki, mengosongkan kandung kemih, duduk di atas birth ball, merangsang puting susu, melakukan hubungan intim, menenangkan diri, mengkonsumsi buah-buah yang dapat menstimulasi pembukaan serviks (Sriwenda, 2. Salah satu upaya untuk mencegah partus lama dengan metode birth ball, karena dengan cara duduk di atas birth ball dapat merangsang refleks postural dan menjaga postur tulang belakang dalam keadaan baik, sehingga memfasilitasi penurunan kepala janin, mengurangi lamanya kala 1 (Sriwenda, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Ani Purwati & Tut Rayani, 2. terdapat pengaruh metode birth ball terhadap persalinan kala I Fase aktif. Birth ball memiliki arti bola lahir yang dapat digunakan ibu inpartu kala 1 ke posisi yang membantu kemajuan persalinan . erakan pelvic rockin. Adapun keuntungan dari pemakaian birth ball ini adalah meningkatkan aliran darah ke rahim lalu plasenta dan bayi, meredakan tekanan dan dapat meningkatkan output panggul sebanyak 30%, memberikan rasa nyaman untuk lutut dan pergelangan kaki, memberikan kontra-tekanan pada perineum dan paha. Postur ini bekerja dengan gravitasi mendorong turunnya bayi sehingga mempercepat proses persalinan (Tri Maryani, 2. Hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Klinik Pratama Deliana pada bulan April 2025 terdapat 33 ibu inpartu. Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Klinik Pratama Deliana dengan judul Hubungan Metode Birth Ball Terhadap Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di Klinik Pratama Bidan Deliana Tahun 2024. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Metedologi Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu . uasy experimen. yaitu dengan melihat lama kala I fase aktif menggunakan lembar observasi. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah two group only post test desain. Pada kelompok intervensi penelitian menggunakan metode birth ball, sedangkan pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode berjalan ringan di ruangan. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu bersalin, yang dibagi menjadi 15 sebagai kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan memilih sampel sesuai dengan yang diinginkan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling diambil dari populasi penelitian yaitu ibu bersalin normal di Klinik Pratama Deliana yang memenuhi pembatasan dengan kriteria. Adapun kriteria inklusi pada penelitian ini adalah ibu hamil normal di Klinik Pratama Deliana. Inpartu dengan usia kehamilan 37-42 minggu, inpartu kala I fase aktif dengan pembukaan dimulai dari 4 cm, janin tunggal hidup serta presentasi kepala, cairan amnion masih utuh dan kontraksi lebih dari 2 kali dalam 10 menit dengan durasi 45-60 detik. Sedangkan kriteria eksklusi dari penelitian ini adalah terdapat Riwayat penyakit/komplikasi kehamilan, terjadi penyulit persalinan dan mendapat terapi analgesic dan induksi selama proses persalinan. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis Univariat Analisis univariat bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik variabel penelitian dengan menggunakan statistik deskriptif. Variabel yang dianalisis adalah usia dan paritas ibu serta distribusi lama kala I fase aktif. Tabel 1 Distribusi Frekuensi usia ibu dan paritas di Klinik Pratama Deliana Klp Birthball (N=. Klp Berjalan (N=. Variabel Frekuensi Persen Frekuensi Persen Usia Ibu < 20/ >35 Paritas Primipara Multipara Grandemultipara Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa dari 15 responden pada kelompok birthball hampir seluruh responden . 3%) berusia 20-35 tahun dan pada kelompok berjalan sebagian besar . 7%) juga berusia 20-35 tahun. Selanjutnya lebih dari setengah responden pada kelompok birthball . 3%) berstatus primigravida, sedangkan pada kelompok berjalan hamper sebagian responden . 7%) adalah primipara dan multipara. Tabel 2 Distribusi Lama Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Antara Kelompok Intervensi Dan Kelompok Kontrol di Klinik Pratama Deliana Variabel Min Max Mean Median Lama Kala Fase Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Aktif Birthba - Berjalan Ensiklopedia of Journal Tabel 2 menunjukkan rata-rata lama kala I pada kelompok intervensi . irth bal. adalah 203 menit . Jam 38 meni. dan kelompok kontrol 248 menit . jam 13 meni. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui perbedaan lama kala I antara kelompok intervensi dan kontrol serta mengetahui pengaruh usia dan paritas terhadap lama kala I. Analisa bivariat menggunakan uji T-Test Independent karena data berdistribusi normal. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3 Perbedaan Lama Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Antara Kelompok Intervensi Dan Kelompok Kontrol Di Klinik Pratama Deliana Selisih Variabel Mean Mean Kelompok Intervensi (Birth Bal. 45,07 0,024 Kelompok Kontrol (Berjala. *Mann Whitney Berdasarkan Tabel 3 rerata skor lama kala 1 kelompok intervensi dan kelompok pembanding didapatkan perbedaan rata-rata 45,07 menit. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,024 lebih kecil dari nilai =0,05 artinya ada perbedaan lama kala I fase aktif pada ibu bersalin antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Klinik Pratama Deliana. Tabel 4 Pengaruh Usia dan Paritas Terhadap Lama Kala I Pada Ibu Bersalin di Klinik Pratama Deliana Selisih Variabel N . Mean Mean Lama kala I Usia <20 dan >35 tahun 0,322 Usia 20-35 tahun Lama kala I Primipara 0,014 Multi dan Grande Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa rerata lama kala I pada kelompok usia <20 dan >35 dan usia 20-35 tahun terdapat perbedaan sebesar 34. 29 menit. Hasil uji statistic didapatkan nilai p=0,322 lebih besar dari nilai =0,005 artinya tidak ada pengaruh usia terhadap persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di Klinik Pratama Deliana tahun 2025. Hasil uji juga didapatkan bahwa rerata lama kala I pada kelompok primi dan Multi/Grande terdapat perbedaan sebesar 48. 8 menit. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,014 lebih kecil dari nilai =0,005 artinya ada pengaruh paritas terhadap persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di Klinik Pratama Deliana tahun 2025. P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Analisis Multivariat Analisis mutivariat bertujuan untuk mengetahui faktor mana yang paling dominan berhubungan dengan kemajuan persalinan Kala I Fase Aktif pada ibu bersalin normal. Uji statistic yang digunkan adalah analisa ANCOVA. Tabel 5 Pengaruh Intervensi Birthball terhadap lama kala I setelah mengontrol variabel Usia dan Paritas di Klinik Pratama Deliana Source Type i Sum of Squares Df Mean Square Sig. 15880,112 1 15880,112 7,585 ,011 Paritas 18065,910 1 18065,910 8,629 ,007 Intervensi Birthball 1616478,000 30 Total Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa tidak hanya intervensi Birthball yang mempengaruhi lama kala I pada ibu bersalin di Klinik Pratama Deliana tetapi juga variabel paritas dengan p value untuk Birthball sebesar 0. 07 dan nilai p value paritas sebesar 0,011. Pembahasan Usia Dan Paritas Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Di Klinik Pratama Deliana Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat dari 30 responden hampir seluruh responden yang berusia 20-35 tahun dan sebagian kecil dari responden berusia <20 tahun dan >35 tahun. Kemudian setengah dari responden yang berstatus primigravida, hampir sebagian responden yang berstatus multipara dan sebagian kecil dari responden berstatus Pada penelitian ini peneliti tidak menyamakan semua sampel pada status paritas yang sama karena waktu persalinan yang berbeda-beda antar responden dengan rentang yang cukup jauh sedangkan peneliti mempunyai keterbatasan waktu untuk melakukan Pada penelitian ini didapatkan bahwa ibu bersalin di Klinik Pratama Deliana berusia Ibu berumur < dari 20 tahun dan >35 tahun di anggap beresiko terhadap kelainan Usia < 20 tahun kontrakasi uterus merespon hormonal tubuh belum berfungsi maksimal oleh karena fungsi sistem reproduksi yang belum siap menerima kehamilan. Induksi persalinan meningkat pada kasus multipara < 20 tahun oleh karena uterus kurang siap untuk persalinan karena serviks belum matang. Usia > 35 tahun dapat menyebabkan kelainan his oleh karena adanya kemunduran fungsi dan efisiensi kontraksi spontan miomametrium oleh karena menuanya jaringan reproduksi sehingga menyebabkan terjadinya persalinan lama. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa setengah dari responden berstatus Multipara. Jumlah anak . yang dilahirkan juga berpengaruh terhadap persalinan, paritas 2-3 merupakan paritas paling aman untuk kehamilan dan persalinan, bila ditinjau dari kejadian kematian maternal, paritas tinggi . ebih dari 3 ana. mempunyai angka kejadian lebih tinggi daripada paritas rendah . empunyai 1 ana. Pengalaman melahirkan yang tidak menyenangkan, akan memberikan dampak pada persalinan berikutnya, sedangkan pada wanita yang pertama mengalami hamil, biasanya menjelang persalinan akan di hantui oleh bayangan seputar nyeri saat persalinan dan ketakutan yang tidak beralasan saat yang membuat ibu cemas (Dwi et al. , 2. Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Perbedaan Lama Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol di Klinik Pratama Deliana Dari hasil penelitian didapatkan nilai p=0,024 lebih kecil dari nilai =0,05 artinya ada perbedaan lama kala I fase aktif pada ibu bersalin antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Klinik Pratama Deliana. Hasil penelitian ini didukung oleh (Setyorini et al. , 2. yang menyatakan bahwa adanya pengaruh pelvick rocking exercise terhadap kemajuan persalinan, hal ini disebabkan oleh karena dengan melakukan gerakan memutar pada panggul maka dapat membantu proses penurunan janin dimana serviks berdilatasi lebih cepat, selain itu bidang luas panggul lebih lebar sehingga memudahkan kepala bayi turun ke dasar panggul. Adanya gerakan tersebut dapat mengurangi rasa sakit saat kontraksi. Posisi duduk diatas bola dengan pelvic rocking lebih disukai karena ibu lebih rileks dan tidak mudah lelah, dengan duduk ibu tetap dapat membantu penurunan kepala dengan gravitasi tetapi tidak lelah karena tidak membawa beban perut sehingga posisi ini membuat ibu lebih bertahan lama. Melakukan gerakan duduk di atas bola dan bergoyang-goyang membuat rasa nyaman dan membantu kemajuan persalinan dengan menggunakan gravitasi sambil meningkatkan pelepasan endorphin karena elastisitas dan lengkungan bola merangsang reseptor di panggul yang bertanggung jawab untuk mensekresi endorphin, dengan demikian maka pelvick rocking exercise merupakan salah satu metode yang sangat membantu merespon rasa sakit dengan cara aktif dan mengurangi lama persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Gemini, 2. yang menyatakan bahwa ada pengaruh birthing ball terhadap lama kala I fase aktif pada primigravida. Birthing ball dapat berpengaruh terhadap lama kala I fase aktif pada primigravida dikarenakan oleh adanya penerapan posisi tegak . pright positio. yang dikombinasikan dengan gerakan-gerakan diatas Ketika responden menggunakan birthing ball, responden tidak hanya mendapat keuntungan dari posisi tegak yang memungkinkan gaya gravitasi membantu penurunan kepala janin, tetapi juga gerakan- gerakan yang dilakukan dapat menjadikan kontraksi uterus lebih kuat dan efisien untuk membantu penurunan kepala janin dan terjadinya pembukaan serviks, sehingga lama kala I fase aktif menjadi lebih cepat. Hal ini juga sejalan dengan penelitian (Darma et al. , 2. yang menyatakan bahwa lebih cepat kemajuan persalinan kala 1 dengan penggunaan Birth Ball dibandingkan Birthball membantu mempercepat lamanya inpartu kala I. Dengan melakukan gerakan seperti duduk dibola dan bergoyang-goyang, akan menggerakan paha, memutar. Hal ini akan mendorong kepala bayi menekan serviks dan membantu mempercepat inpartu pada kala I. Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Wiliandari & Sagita, 2. menyatakan bahwa dalam proses persalinan, bola . irth bal. bisa menjadi media/alat untuk digunakan dalam berbagai posisi. Duduk di atas bola sambil mendorong sepeti ayunan atau membuat gerakan memutar panggul dapat membantu proses penurunan janin ke dalam dasar panggul. Bola memberikan dukungan pada perineum tanpa banyak tekanan dan membantu mempercepat proses persalinan. Selain itu keuntungan posisi duduk tegak di atas bola dapat meningkatkan aliran darah ke rahim, plasenta dan bayi, postur ini membuat gaya gravitasi mendorong turunnya kepala bayi. Sejalan dengan penelitian (Purwati, 2. yang menyatakan bahwa Penggunaan bola kelahiran selama persalinan mencegah ibu dalam posisi terlentang secara terus menerus. Bola kelahiran mendorong ibu dalam posisi tegak baik itu dalam posisi duduk, berlutut atau berdiri. Posisi ini berguna untuk membuka rongga panggul dan mendorong bayi turun. Perubahan P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal posisi selama persalinan dapat merubah bentuk dan ukuran rongga panggul yang akan membantu kepala bayi turun ke posisi optimal selama kala I persalinan dan membantu bayi rotasi dan turun pada kala II persalinan. Penelitian ini didukung oleh (Batubara & Lia, 2. yang menyatakan bahwa posisi upright dengan duduk diatas birthing ball atau disebut teknik pelvic rocking dan berjalan Ae jalan, berdiri, sama Ae sama dalam posisi tegak. Keduanya memberikan efek mempercepat proses persalinan. Namun, posisi duduk diatas bola dengan pelvic rocking lebih disukai karena ibu lebih rileks dan tidak mudah lelah. Dengan duduk ibu tetap dapat membantu penurunan kepala dengan gravitasi tetapi tidak lelah karena tidak membawa beban perut. Sehingga posisi ini membuat ibu lebih bertahan lama untuk dalam posisi upright. Semua posisi diatas memiliki pengaruh baik dalam proses mempercepat lama persalinan, namun sisi kenyamanan menjadi alasan dalam memilih posisi upright. Penambahan ukuran rongga panggul saat melakukan pelvic rockingmenjadikan ibu menjadi rileks dan melatih otot-otot polos yang terdapat di dalam rongga panggul. Ligamentum sakrotuberosum dan ligamentum sakrospinosum yang terlentang dari bagian lateral sakrum dan koksigis menuju spina iskiadika mempengaruhi persendian pada tulang Duduk diatas bola dapat diasumsikan dengan berjongkok membuka panggul, sehingga membantu proses penurunan kepala janin. Gerakan lambat goyangan panggul dapat mengurangi rasa sakit saat kontraksi. Selain itu gerakan bersandar, menggoyang panggul, berlutut dan bertumpu diatas bola dapat diasumsikan dengan gerakan mobilisasi yang nyaman. Pengaruh Usia dan Paritas terhadap Lama Kala I di Klinik Pratama Deliana Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paritas memengaruhi lama kala I pada ibu bersalin di Klinik Pratama Deliana Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Batubara & Lia, 2. yang menyatakan bahwa bahwa wanita dengan paritas tinggi berisiko mengalami persalinan lama karena disebabkan uterus mengalami pelemahan pada dinding rahim, jika dalam penelitian ini ditemukan ibu yang paritas tinggi tergolong dalam multipara atau ibu yang melahirkan sampai 5 kali stadium hidup. Pelemahan pada dinding perut, tampak ibu dengan perut menggantung dan kekendoran pada dinding rahim, kelainan his, . tonia uter. , perdarahan post partum . asca persalina. , persalinan lama, kelainan letak dan lain-lain. Ibu primigravida sangat kompleks masalahnya, disamping alat reproduksinya yang belum siap, sehingga terjadi gangguan pada power . enaga ibu sendir. dan ada kemungkinan gangguan psikologi belum siap hamil, misalnya pada kasus akibat seks bebas atau yang dikatakan dengan hamil diluar nikah. Pengaruh Intervensi Birthball terhadap lama kala I Fase Aktif Setelah Mengontrol Variabel Usia dan Paritas di Klinik Pratama Deliana Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak hanya intervensi Birthball yang mempengaruhi lama kala I pada ibu bersalin di Kinik Pratama Deliana tetapi juga variabel paritas dengan p value untuk Birthball sebesar 0. 07 dan nilai p value paritas sebesar 0,011. Hal ini menunjukkan walaupun intervensi Birth ball diberikan namun paritas dari ibu bersalin juga diperhatikan, ibu yang bersalin dengan paritas multi atau grande kemungkinan akan lebih cepat walaupun tidak diberikan intervensi birth ball, namun jika diberikan intervensi birth ball maka akan menjadi lebih cepat. Penutup Berdasarkan Hasil Penelitian Mengenai Hubungan Metode Birth Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Di Klinik Pratama Deliana Tahun 2025, maka dapat di simpulkan Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Hampir seluruh responden pada kelompok Birthball berusia 20-35 tahun dan sebagian besar responden pada kelompok Berjalan berusia 20-35 tahun. Lebih dari setengah responden pada kelompok birthball adalah primigravida sedangkan pada kelompok berjalan kecil hampir sebagian responden adalah primi dan multi. Rata-rata lama kala I pada kelompok intervensi . irth bal. adalah 203 menit . Jam 38 meni. dan kelompok kontrol 248 menit . jam 13 meni. pada ibu bersalin di Klinik Pratama Deliana Terdapat perbedaan rata-rata lama kala I fase aktif pada ibu bersalin antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Klinik Pratama Deliana. Tidak ada pengaruh usia terhadap lama kala I fase aktif di Klinik Pratama Deliana Ada pengaruh paritas terhadap lama kala I fase aktif di Klinik Pratama Deliana Terdapat pengaruh intervensi Birthball dan paritas terhadap lama kala I di Klinik Pratama Deliana Dafar Pustaka