ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam (IJPI) P-ISSN: 2502-573. E-ISSN: 2541-0970 Vol. 10 No. http://journal. id/index. php/istawa/ Revitalisation of the Tahfidz Curriculum Based on Tarbawi Interpretation: A Study of Surah al-Muzzammil and Its Implications for Teaching Methods Dzaky Hafizh Muttaqien Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia dzakyhafizhmuttaqien2205@gmail. Yusuf Baihaqi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia baihaqi@radenintan. Masruchin Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia masruchin80@radenintan. Andieni Putri Olivia Arifin Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia andieniputriolivia74@gmail. ABSTRACT: Tahfidz Al-QurAoan learning in Islamic educational institutions has predominantly emphasized quantitative memorization outcomes, while the integration of meaning, educational values, and pedagogical orientation derived from the QurAoan remains underdeveloped at the curricular level. This study examines the revitalization of the tahfidz curriculum based on tafsir tarbawi through an analysis of Surah al-Muzzammil and its implications for teaching methods. Employing a qualitative library research approach, data were drawn from the QurAoan, classical and contemporary tafsir works, and scholarly literature on Islamic education and tahfidz pedagogy, and analyzed using qualitative content analysis. The findings reveal that Surah Revitalisation of the Tahfidz Curriculum Based on Tarbawi Interpretation. Ae Dzaky Hafizh Muttaqien. Andieni Putri Olivia Arifin. Yusuf Baihaqi, and Masruchin 34 al-Muzzammil contains core educational values . amely spiritual discipline . iyAm al-lay. , gradual learning, tartlbased recitation, patience, and consistenc. which can be systematically translated into curricular objectives, learning content, and instructional strategies in tahfidz education. The study further identifies a conceptual shift from memorizationoriented instruction toward a meaning . ased, reflective, and characte. formative tahfidz model grounded in tafsir This research fills a conceptual gap by offering a structured framework for integrating QurAoanic educational interpretation into tahfidz curriculum design, thereby contributing to the development of a more holistic and pedagogically grounded model of QurAoanic learning aligned with the broader aims of Islamic education. Keyword: Islamic Education. Surah Al-Muzzammil. Tafsir Tarbawi. Tahfidz Curriculum Pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di lembaga pendidikan Islam selama ini lebih banyak menekankan pada hasil hafalan secara kuantitatif, sementara integrasi makna, nilai-nilai pendidikan, dan orientasi pedagogis yang bersumber dari Al-Qur'an masih kurang dikembangkan di tingkat kurikuler. Penelitian ini mengkaji revitalisasi kurikulum tahfidz berbasis tafsir tarbawi melalui analisis surat al-Muzzammil dan implikasinya terhadap metode pengajaran. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan kualitatif, data diambil dari alQur'an, karya-karya tafsir klasik dan kontemporer, dan literatur ilmiah tentang pendidikan Islam dan pedagogi tahfidz, dan dianalisis dengan menggunakan analisis isi Hasil penelitian menunjukkan bahwa surat al-Muzzammil mengandung nilai-nilai pendidikan inti . aitu disiplin spiritual . iyAm al-lay. , pembelajaran bertahap, hafalan berbasis tartl, kesabaran, dan konsistens. yang secara sistematis dapat diterjemahkan ke dalam tujuan kurikuler, konten pembelajaran, dan strategi instruksional dalam pendidikan tahfidz. Penelitian ini lebih lanjut mengidentifikasi pergeseran konseptual dari instruksi yang berorientasi pada hafalan menuju model tahfidz formatif yang berbasis makna, reflektif, dan berkarakter yang didasarkan pada tafsir tarbawi. Penelitian ini mengisi kesenjangan 35 ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam (IJPI) | p-ISSN: 2502-573 e-ISSN: 2541-0970 Volume 10. Issue 1 | January - June 2025 konseptual dengan menawarkan kerangka kerja terstruktur untuk mengintegrasikan tafsir pendidikan Al-Qur'an ke dalam desain kurikulum tahfidz, sehingga pembelajaran Al-Qur'an yang lebih holistik dan berlandaskan pedagogis yang selaras dengan tujuan yang lebih luas dari pendidikan Islam. Kata Kunci: Kurikulum Tahfidz. Pendidikan Islam. Surah al-Muzzammil. Tafsir Tarbawi. Received: March 20, 2025. Revised: May 3, 2025. Accepted: May 28, 2025 INTRODUCTION Kurikulum tahfidz Al-QurAoan merupakan salah satu komponen pendidikan agama Islam yang esensial dalam pembentukan kompetensi spiritual dan kognitif peserta didik, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan dalam konteks pembelajaran kontemporer (Malik et al. , 2. Pada praktiknya, pendidikan tahfidz seringkali berfokus pada hafalan semata sehingga aspek pemahaman makna dan nilai-nilai QurAoani tidak terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum yang berlaku (Hidayah, 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian kritis terhadap struktur dan orientasi kurikulum, terutama agar tujuan pembelajaran tidak hanya sebatas menghafal tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai ajaran Islam (Aini et al. , 2. Selain itu, pendekatan pedagogis yang digunakan dalam pembelajaran tahfidz perlu ditinjau ulang agar lebih responsif terhadap kebutuhan pembelajar masa kini, termasuk integrasi konteks tafsir dalam proses pembelajaran (Radjendra et al. , 2. Tafsir tarbawi sebagai kajian penafsiran Al-QurAoan yang menekankan nilai-nilai pendidikan Islam memiliki kontribusi signifikan dalam memperkaya wawasan kurikulum pendidikan Islam, khususnya dalam membangun landasan filosofis dan pedagogis pembelajaran QurAoani (Kerwanto, 2. Tafsir tarbawi menggali makna ayat-ayat Al-QurAoan dengan tujuan pendidikan dan pembinaan praktis sehingga relevan jika diintegrasikan ke dalam kurikulum tahfidz untuk memperkuat makna hafalan dan keterkaitan ayat dengan kehidupan peserta didik (Aini et al. , 2. Studi-studi terkini menegaskan bahwa implementasi tafsir tarbawi dalam konteks pendidikan dapat meningkatkan pemahaman spiritual dan kecakapan pedagogis, namun penelitian tentang integrasi tafsir tersebut dalam Revitalisation of the Tahfidz Curriculum Based on Tarbawi Interpretation. Ae Dzaky Hafizh Muttaqien. Andieni Putri Olivia Arifin. Yusuf Baihaqi, and Masruchin 36 kurikulum tahfidz secara eksplisit masih terbatas (Mulyana & Mirza. Surah al-Muzzammil merupakan salah satu surah Makkiyah yang memiliki pesan fundamental tentang pembinaan spiritual melalui salat malam, pembacaan Al-QurAoan yang tartil, serta dzikir dan kesabaran, yang secara implisit memiliki nilai-nilai pendidikan QurAoani (Khodabakhshi et al. , 2. Tafsir pendidikan terhadap ayat-ayat Surah al-Muzzammil menunjukkan bahwa penekanan pada pembacaan yang baik, tadabbur, dan tartil memiliki relevansi strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi religius peserta didik tahfidz (Saefudin & Afroh, 2. Di sisi lain, beberapa studi empiris pada implementasi Surah al-Muzzammil dalam kegiatan tahsin dan tahfidz menunjukkan bahwa pembelajaran praktis masih berfokus pada aspek teknik bacaan sedangkan pembentukan makna spiritual belum terintegrasi secara sistematis dalam proses pembelajaran (Shanjaya et al. , 2. Pada ranah pendidikan QurAoani, berbagai penelitian baru menunjukkan bahwa strategi pengajaran dan pendekatan kurikulum memiliki dampak signifikan terhadap hasil pembelajaran tahfidz, termasuk kualitas hafalan, kemampuan membaca dengan tajwid yang benar, serta internalisasi nilai spiritual (Sari et al. , 2. Kajian literatur terkini juga menyoroti praktik murajaAoah . engulangan hafala. sebagai komponen krusial dalam pendidikan tahfidz yang memerlukan pemahaman teori dan pendekatan pembelajaran yang holistik (Yusup et al. , 2. Penelitian-penelitian ini sekaligus mempertegas perlunya revitalisasi kurikulum yang tidak hanya mempertimbangkan aspek hafalan tetapi juga pembentukan nilai-nilai religius secara utuh. Meskipun demikian, literatur empiris yang menghubungkan langsung antara tafsir tarbawi, kajian Surah al-Muzzammil, dan rekomendasi kurikulum tahfidz berbasis tafsir sebagai suatu model pedagogis masih terbatas, sehingga menciptakan celah pengetahuan dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang benar-benar holistik (Kurahman et al. , 2. Kesenjangan ini mencerminkan kebutuhan penelitian yang mengintegrasikan dimensi tafsir QurAoani dalam desain kurikulum tahfidz, serta implikasinya terhadap metode pembelajaran yang dapat memperkaya pengalaman pembelajaran peserta didik secara menyeluruh dari aspek spiritual, kognitif, dan Pendekatan tradisional dalam pembelajaran tahfidz seringkali kurang mampu menjawab tuntutan pendidikan kontemporer yang menuntut integrasi nilai, makna, dan keterampilan kehidupan dalam 37 ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam (IJPI) | p-ISSN: 2502-573 e-ISSN: 2541-0970 Volume 10. Issue 1 | January - June 2025 pembelajaran Al-QurAoan. Selain itu, pola pembelajaran yang mengutamakan hafalan mekanis tanpa pembinaan tafsir dapat berdampak pada pemahaman yang dangkal terhadap makna dan relevansi ayat-ayat Al-QurAoan dalam konteks kehidupan peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, kajian yang lebih terfokus pada tafsir tarbawi dan Surah al-Muzzammil berpotensi membuka arah baru dalam pembentukan kurikulum tahfidz yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemaknaan dan aplikasi nilai-nilai QurAoani dalam Akibatnya, masih ada kekurangan model integratif yang secara eksplisit menghubungkan tafsir tarbawi . hususnya surah-surah Al-Qur'an tertent. dengan revitalisasi kurikulum yang sistematis dalam pendidikan tahfidz. Kesenjangan ini memerlukan penyelidikan terfokus yang menjembatani tafsir tarbawi dan desain kurikulum, yang akan dibahas dalam penelitian ini melalui analisis mendalam terhadap Surah al-Muzzammil. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini diarahkan untuk memformulasikan revitalisasi kurikulum tahfidz berbasis tafsir tarbawi dengan fokus kajian Surah al-Muzzammil serta mengidentifikasi implikasi terhadap metode pembelajaran yang efektif dan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana tafsir tarbawi dapat menjadi landasan teoritis revitalisasi kurikulum tahfidz, menganalisis nilai-nilai pendidikan QurAoani yang terkandung dalam Surah al-Muzzammil, serta mengevaluasi implikasi integratifnya terhadap metode pembelajaran tahfidz yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik masa kini. METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian kepustakaan . ibrary researc. , yang bertujuan untuk memahami, menafsirkan, dan mensintesis konsep-konsep pendidikan Islam secara mendalam melalui analisis teks dan sumber-sumber ilmiah yang relevan. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti menggali makna, nilai, dan konstruksi konseptual yang terkandung dalam teks keagamaan serta literatur pendidikan secara komprehensif dan kontekstual (Creswell, 2013. Creswell & Poth, 2018. Pertiwi et al. , 2025. Sufian et al. , 2024. Weyant, 2. Kajian kepustakaan dinilai tepat dalam penelitian berbasis tafsir dan kurikulum karena fokusnya pada penelaahan sistematis terhadap gagasan, teori, dan temuan konseptual yang berkembang dalam diskursus ilmiah (Zed, 2. (Snyder, 2. Sumber data penelitian terdiri atas sumber primer dan Sumber primer meliputi Al-QurAoan, khususnya Surah al- Revitalisation of the Tahfidz Curriculum Based on Tarbawi Interpretation. Ae Dzaky Hafizh Muttaqien. Andieni Putri Olivia Arifin. Yusuf Baihaqi, and Masruchin 38 Muzzammil, beserta kitab-kitab tafsir yang relevan untuk mendukung analisis tafsir tarbawi, sedangkan sumber sekunder mencakup artikel jurnal ilmiah bereputasi, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang berkaitan dengan kurikulum tahfidz, tafsir pendidikan, dan metode pembelajaran Al-QurAoan. Pemilihan sumber dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kredibilitas akademik, relevansi substansi, serta keterkinian publikasi untuk memastikan validitas konseptual penelitian (Machi & McEvoy, 2. (Hart, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, yaitu dengan mengidentifikasi, menginventarisasi, dan menelaah secara sistematis teks-teks tafsir, literatur pendidikan Islam, serta kajian kurikulum yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik dokumentasi memungkinkan peneliti memperoleh data konseptual yang stabil dan dapat ditelusuri kembali, sehingga mendukung ketepatan analisis dalam penelitian kualitatif berbasis teks (Bowen. Seluruh dokumen yang dianalisis dibaca secara kritis dan berulang untuk memastikan pemahaman yang mendalam terhadap konteks, makna, dan implikasi pendidikan yang terkandung di Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi kualitatif . ualitative content analysi. , yang bertujuan untuk mengidentifikasi tema, kategori, dan pola makna yang relevan dengan nilai-nilai pendidikan dalam Surah al-Muzzammil serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran tahfidz. Analisis isi dipilih karena mampu menghubungkan teks normatif dengan konteks pendidikan secara sistematis dan interpretatif, tanpa melepaskan keutuhan makna teks (Krippendorff, 2. Proses analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi makna, dan sintesis konseptual agar diperoleh pemahaman yang koheren dan mendalam. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menerapkan validitas konseptual melalui triangulasi sumber, yaitu dengan membandingkan berbagai pandangan tafsir dan literatur pendidikan yang memiliki relevansi tematik. Triangulasi sumber dalam penelitian kualitatif berfungsi untuk memperkuat keandalan interpretasi dan meminimalkan bias subjektivitas peneliti (Flick, 2. Selain itu, peneliti juga menerapkan prinsip keterlacakan data dengan mencantumkan rujukan secara eksplisit pada setiap temuan konseptual sehingga proses analisis dapat diuji secara akademik. Melalui pendekatan metodologis tersebut, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan formulasi konseptual yang sistematis mengenai revitalisasi kurikulum tahfidz berbasis tafsir 39 ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam (IJPI) | p-ISSN: 2502-573 e-ISSN: 2541-0970 Volume 10. Issue 1 | January - June 2025 tarbawi, khususnya melalui kajian Surah al-Muzzammil, serta memberikan dasar akademik yang kuat bagi pengembangan metode pembelajaran Al-QurAoan yang bermakna, reflektif, dan kontekstual dalam pendidikan Islam. FINDINGS AND DISCUSSION Internalisasi Nilai Tafsir Tarbawi dalam Struktur Kurikulum Tahfidz Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah al-Muzzammil mengandung nilai-nilai pendidikan yang sangat relevan untuk dijadikan landasan pengembangan kurikulum tahfidz yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan hafalan, tetapi juga pembinaan spiritual dan kedalaman pemahaman peserta didik. Ayat-ayat dalam surah ini menekankan pentingnya pembiasaan ibadah malam, pembacaan Al-QurAoan secara tartil, serta penguatan kesabaran dan keteguhan jiwa, yang secara pedagogis mencerminkan proses pendidikan bertahap dan berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa kurikulum QurAoani idealnya memadukan aspek kognitif, afektif, dan spiritual secara integratif agar pembelajaran AlQurAoan tidak tereduksi menjadi aktivitas mekanis semata (Husna. Yuspitasari, 2. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, hasil kajian ini memperluas temuan (Sa & Hamid, 2. yang menyatakan bahwa pembelajaran tahfidz di banyak lembaga pendidikan masih terfokus pada target jumlah hafalan tanpa perencanaan kurikulum yang berbasis nilai tafsir. Studi lain juga mengungkap bahwa ketiadaan integrasi makna ayat dalam kurikulum tahfidz berdampak pada lemahnya internalisasi nilai-nilai QurAoani dalam perilaku peserta didik (Widodo & Maduerawae, 2. Sementara itu, penelitian (Hanifah, 2. menegaskan bahwa pendekatan berbasis tafsir tematik mampu meningkatkan kesadaran reflektif peserta didik dalam pembelajaran Al-QurAoan, meskipun belum secara spesifik diarahkan pada desain kurikulum tahfidz. Berbeda dari penelitian-penelitian tersebut, temuan dalam kajian ini menempatkan tafsir tarbawi Surah al-Muzzammil sebagai kerangka konseptual yang dapat mengarahkan tujuan, isi, dan pengalaman belajar dalam kurikulum tahfidz. Integrasi nilai qiyamullail, tartil, dan kesabaran dalam struktur kurikulum menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari hafalan kuantitatif menuju pembelajaran QurAoani yang bermakna. Pendekatan ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan Revitalisation of the Tahfidz Curriculum Based on Tarbawi Interpretation. Ae Dzaky Hafizh Muttaqien. Andieni Putri Olivia Arifin. Yusuf Baihaqi, and Masruchin 40 kurikulum tahfidz yang lebih kontekstual dan selaras dengan tujuan pendidikan Islam yang holistik. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa kurikulum tahfidz berbasis tafsir tarbawi berpotensi memperkuat fungsi AlQurAoan sebagai sumber pembentukan karakter dan kesadaran spiritual peserta didik. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena bersifat konseptual dan belum menguji implementasi kurikulum secara empiris di lembaga pendidikan tertentu, sehingga efektivitas praktisnya masih memerlukan pengujian lebih lanjut. Implikasi Tafsir Surah Pembelajaran Tahfidz al-Muzzammil Metode Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam Surah al-Muzzammil memiliki implikasi langsung terhadap metode pembelajaran tahfidz, khususnya dalam penguatan kualitas proses belajar menghafal Al-QurAoan. Penekanan pada pembacaan secara tartil mengisyaratkan bahwa proses tahfidz idealnya dilakukan secara perlahan, terstruktur, dan reflektif, bukan sekadar mengejar kuantitas hafalan. Hal ini mendukung pendekatan pembelajaran yang menekankan kualitas bacaan, pemahaman makna, serta penghayatan spiritual dalam setiap sesi tahfidz. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Fatmala & Anas, 2. yang menyatakan bahwa pembelajaran tahfidz yang mengintegrasikan pemaknaan ayat cenderung menghasilkan hafalan yang lebih kuat dan bertahan lama. Studi lain juga menemukan bahwa metode tahfidz berbasis tadabbur mampu meningkatkan keterlibatan emosional dan motivasi intrinsik peserta didik (Ruwadi et al. , 2. Penelitian (Nasir et al. , 2. menambahkan bahwa pembelajaran tahfidz yang dikaitkan dengan konteks spiritual ayat dapat membentuk kedisiplinan dan ketekunan belajar peserta didik secara signifikan. Namun demikian, sebagian penelitian masih menunjukkan bahwa praktik pembelajaran tahfidz di lapangan cenderung mengandalkan metode repetisi tanpa integrasi refleksi makna (Boyle. Widodo & Maduerawae, 2. Temuan dalam kajian ini melengkapi penelitian tersebut dengan menawarkan kerangka konseptual yang mengaitkan metode tahfidz dengan nilai pedagogis Surah al-Muzzammil, sehingga metode pembelajaran tidak berdiri sendiri, melainkan berakar pada pesan pendidikan Al-QurAoan. Kontribusi penting dari hasil penelitian ini terletak pada penegasan bahwa metode pembelajaran tahfidz dapat dikembangkan secara lebih bermakna melalui integrasi nilai tafsir tarbawi, tanpa harus meninggalkan tradisi hafalan yang telah mapan. Pendekatan ini 41 ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam (IJPI) | p-ISSN: 2502-573 e-ISSN: 2541-0970 Volume 10. Issue 1 | January - June 2025 membuka ruang bagi inovasi pedagogis yang tetap berpijak pada sumber normatif Islam. Meski demikian, keterbatasan penelitian ini terletak pada belum adanya data empiris mengenai respons pendidik dan peserta didik terhadap penerapan metode berbasis tafsir tarbawi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan berbasis lapangan. Relevansi Revitalisasi Kurikulum Tahfidz dalam Pendidikan Islam Kontemporer Hasil penelitian menegaskan bahwa revitalisasi kurikulum tahfidz berbasis tafsir tarbawi memiliki relevansi kuat dengan tuntutan pendidikan Islam kontemporer yang menekankan keseimbangan antara kompetensi intelektual, spiritual, dan karakter. Dalam konteks ini. Surah al-Muzzammil memberikan kerangka normatif yang menekankan proses pendidikan yang bertahap, konsisten, dan berorientasi pada pembinaan jiwa, yang selaras dengan prinsip pembelajaran berkelanjutan dalam pendidikan modern. Temuan ini sejalan dengan (Umam, 2. yang menekankan perlunya reformulasi kurikulum pendidikan Islam agar lebih kontekstual dan responsif terhadap tantangan zaman. Studi lain juga menunjukkan bahwa kurikulum QurAoani yang tidak mengalami pembaruan berisiko kehilangan relevansi pedagogisnya di tengah dinamika peserta didik masa kini (Sari et al. , 2. (Mahmudi et al. menegaskan bahwa integrasi nilai QurAoani dalam kurikulum dapat memperkuat identitas pendidikan Islam tanpa mengabaikan pendekatan pedagogi modern. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang lebih banyak menyoroti aspek manajerial atau teknis pembelajaran tahfidz, kajian ini memberikan perspektif konseptual yang menekankan pentingnya landasan tafsir tarbawi dalam proses revitalisasi kurikulum. Pendekatan ini memperkaya diskursus pendidikan Islam dengan menawarkan sintesis antara teks Al-QurAoan dan kebutuhan pedagogis Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum tahfidz berbasis tafsir tarbawi dapat menjadi rujukan konseptual bagi lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan pembelajaran Al-QurAoan yang lebih bermakna dan transformatif. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal ruang lingkup kajian yang masih terfokus pada satu surah, sehingga generalisasi nilai pendidikan ke seluruh kurikulum tahfidz perlu dilakukan secara hatihati dan melalui kajian lanjutan yang lebih luas. Revitalisation of the Tahfidz Curriculum Based on Tarbawi Interpretation. Ae Dzaky Hafizh Muttaqien. Andieni Putri Olivia Arifin. Yusuf Baihaqi, and Masruchin 42 Transformasi Orientasi Pembelajaran Tahfidz dari Hafalan ke Pemaknaan Edukatif Temuan lanjutan dari penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum tahfidz berbasis tafsir tarbawi secara konseptual mendorong terjadinya transformasi orientasi pembelajaran, dari yang semula menekankan aspek kuantitatif hafalan menuju pembelajaran yang lebih bermakna dan reflektif. Surah al-Muzzammil menegaskan pentingnya proses pembinaan spiritual yang dilakukan secara bertahap dan penuh kesadaran, yang dalam konteks pendidikan tahfidz dapat dimaknai sebagai kebutuhan untuk menyeimbangkan hafalan dengan pemahaman, penghayatan, dan internalisasi nilai. Transformasi orientasi ini selaras dengan pandangan pendidikan Islam yang menempatkan Al-QurAoan tidak hanya sebagai objek hafalan, tetapi sebagai sumber nilai dan pedoman hidup yang harus dipahami secara Hasil kajian ini sejalan dengan penelitian (Ruwadi et al. , 2. yang menegaskan bahwa pembelajaran tahfidz yang berorientasi pada pemaknaan ayat cenderung menghasilkan keterikatan emosional peserta didik terhadap Al-QurAoan. Temuan serupa juga diungkapkan oleh (Weni et al. , 2. yang menyatakan bahwa integrasi pemahaman makna dalam pembelajaran Al-QurAoan dapat meningkatkan kualitas spiritual learning experience peserta didik. Di sisi lain, penelitian (Rahmat, 2. menunjukkan bahwa pembelajaran tahfidz yang terlalu menekankan target hafalan berpotensi menurunkan motivasi intrinsik dan kedalaman relasi peserta didik dengan Al-QurAoan. Berbeda dari penelitian-penelitian tersebut, kajian ini menempatkan tafsir tarbawi Surah al-Muzzammil sebagai kerangka normatif yang mampu mengarahkan perubahan orientasi pembelajaran secara sistematis dalam kurikulum. Nilai tartil, kesungguhan ibadah, dan penguatan jiwa yang terkandung dalam surah ini memberikan justifikasi pedagogis bagi pembelajaran tahfidz yang menekankan proses, bukan sekadar hasil. Pendekatan ini memperkaya diskursus pendidikan Al-QurAoan dengan menghadirkan perspektif yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan pedagogis secara simultan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa perubahan orientasi pembelajaran tahfidz berpotensi menciptakan proses belajar yang lebih humanis dan transformatif. Namun demikian, kajian ini masih bersifat konseptual dan belum mengeksplorasi secara mendalam dinamika psikologis peserta didik dalam penerapan pembelajaran berbasis tafsir tarbawi, sehingga membuka ruang bagi penelitian lanjutan yang bersifat empiris. 43 ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam (IJPI) | p-ISSN: 2502-573 e-ISSN: 2541-0970 Volume 10. Issue 1 | January - June 2025 Kontribusi Tafsir Tarbawi terhadap Penguatan Karakter dan Disiplin Spiritual Peserta Didik Temuan selanjutnya mengungkap bahwa integrasi tafsir tarbawi Surah al-Muzzammil dalam kurikulum tahfidz memiliki kontribusi penting terhadap penguatan karakter dan disiplin spiritual peserta didik. Nilai-nilai seperti kesabaran, konsistensi, keikhlasan, dan kesungguhan ibadah yang terkandung dalam surah ini secara implisit mencerminkan prinsip-prinsip pendidikan karakter dalam Islam. Dalam konteks pembelajaran tahfidz, nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan pedagogis untuk membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan ketekunan peserta didik dalam proses menghafal dan mengamalkan Al-QurAoan. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Hamdi et al. , 2. yang menunjukkan bahwa pembelajaran Al-QurAoan berbasis nilai mampu memperkuat karakter religius peserta didik secara (Mukti, 2. juga mengungkap bahwa pendekatan tafsir dalam pendidikan Al-QurAoan berkontribusi pada pembentukan kesadaran moral dan spiritual peserta didik. Selain itu, studi oleh (Sukma et al. , 2. menegaskan bahwa internalisasi nilai QurAoani dalam pembelajaran tahfidz berpengaruh positif terhadap sikap disiplin dan komitmen belajar. Namun, sebagian penelitian masih menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran tahfidz seringkali bersifat implisit dan tidak terstruktur dalam (Ismaraidha et al. , 2024. Tarso et , 2. Dalam konteks ini, hasil kajian ini menawarkan pendekatan konseptual yang lebih terarah dengan menjadikan tafsir tarbawi sebagai dasar penguatan karakter dalam kurikulum tahfidz. Dengan demikian, pembentukan karakter tidak hanya bergantung pada keteladanan guru, tetapi juga terinternalisasi melalui desain kurikulum dan metode pembelajaran. Kontribusi konseptual dari temuan ini terletak pada penegasan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran tahfidz dapat diperkuat melalui integrasi tafsir tarbawi secara sistematis. Meskipun demikian, penelitian ini masih terbatas pada analisis teks dan belum mengkaji secara langsung dampak implementasi kurikulum terhadap perubahan perilaku peserta didik, sehingga diperlukan kajian lanjutan berbasis observasi dan evaluasi longitudinal. Temuan dari penelitian ini memperluas keilmuan yang sudah ada dengan bergerak di luar diskusi deskriptif atau berorientasi pada praktik pembelajaran tahfidz menuju konseptualisasi yang berpusat pada kurikulum yang didasarkan pada tafsir tarbawi. Meskipun Revitalisation of the Tahfidz Curriculum Based on Tarbawi Interpretation. Ae Dzaky Hafizh Muttaqien. Andieni Putri Olivia Arifin. Yusuf Baihaqi, and Masruchin 44 penelitian sebelumnya telah mengakui pentingnya mengintegrasikan makna dan spiritualitas ke dalam hafalan Al-Qur'an (Fatmala & Anas. Ruwadi et al. , 2. , penelitian-penelitian tersebut belum secara sistematis menunjukkan bagaimana nilai-nilai pendidikan Al-Qur'an dapat menginformasikan struktur kurikulum dan arah pedagogis. Penelitian mengartikulasikan hubungan yang jelas antara pesan-pesan pendidikan Surat al-Muzzammil dan komponen-komponen kurikulum tahfidz, termasuk orientasi pembelajaran, langkah pembelajaran, dan pembentukan karakter. Dengan demikian, penelitian ini mengisi kesenjangan konseptual dalam literatur pendidikan Islam dan menawarkan landasan teoritis untuk studi empiris di masa depan tentang implementasi kurikulum dan hasil pembelajaran di lembagalembaga tahfidz. CONCLUSION Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif dalam pengembangan kurikulum tahfidz Al-QurAoan yang tidak hanya menekankan aspek hafalan, tetapi juga memperhatikan dimensi pedagogis, spiritual, dan nilai-nilai pendidikan QurAoani. Pendekatan tafsir tarbawi memberikan landasan konseptual yang kuat untuk memahami Al-QurAoan sebagai sumber pendidikan yang utuh, sehingga pembelajaran tahfidz dapat diarahkan pada proses pembinaan kesadaran religius, kedalaman makna, dan pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan. Kajian terhadap Surah alMuzzammil menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-QurAoan memiliki relevansi pedagogis yang signifikan untuk dijadikan rujukan dalam merumuskan orientasi kurikulum dan metode pembelajaran tahfidz yang lebih reflektif dan kontekstual. Melalui perspektif tersebut, kurikulum tahfidz diposisikan sebagai bagian dari sistem pendidikan Islam yang berfungsi mentransmisikan nilai, membentuk etos spiritual, serta menumbuhkan keterhubungan peserta didik dengan Al-QurAoan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuka ruang bagi pengembangan pembelajaran tahfidz yang lebih bermakna, humanis, dan responsif terhadap dinamika pendidikan Islam Dengan demikian, kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran tahfidz di berbagai lembaga pendidikan Islam, sekaligus mendorong penelitian lanjutan yang bersifat empiris dan implementatif untuk memperkaya khazanah studi pendidikan AlQurAoan. 45 ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam (IJPI) | p-ISSN: 2502-573 e-ISSN: 2541-0970 Volume 10. Issue 1 | January - June 2025 REFERENCES