PENDAMPINGAN RUMAH YANG ERGONOMIS DI RW 8 KELURAHAN KEMBANGAN UTARA Resa Taruna Suhada. Herry Agung Prabowo. Titia Izzati Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Mercu Buana Jakarta Email:resatarunas03@gmail. com,herry. agung@mercubuana. id, titia. izzati@mercubuana. ABSTRAK Rumah Sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Keyword : Rumah Sehat. Kebersihan PENDAHULUAN 1 AnalisisSituasi Ketentuan Rumah Sederhana Sehat (Rs Seha. Kebutuhan Minimal Masa . dan Ruang . uar-dala. Kebutuhan ruang per orang dihitung berdasarkan aktivitas dasar manusia di dalam rumah. Aktivitas seseorang tersebut meliputi aktivitas tidur, makan, kerja, duduk, mandi, kakus, cuci dan masak serta ruang gerak lainnya. Dari hasil kajian, kebutuhan ruang per orang adalah 9 m2 dengan perhitungan ketinggian rata-rata langit-langit adalah 2. 80 m. Rumah sederhana sehat memungkinkan penghuni untuk dapat hidup sehat, dan menjalankan kegiatan hidup sehari-hari secara layak. Kebutuhan minimum ruangan pada rumah sederhana sehat perlu memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut: Kebutuhan luas per jiwa, kebutuhan luas per Kepala Keluarga (KK), kebutuhan luas bangunan per kepala Keluarga (KK), kebutuhan luas lahan per unit bangunan 3. Kebutuhan Kesehatan dan Kenyamanan rumah sebagai tempat tinggal yang kenyamanan dipengaruhi oleh 3 . aspek, yaitu pencahayaan, penghawaan, serta suhu udara dan kelembaban dalam Aspek-aspek tersebut me- rupakan dasar atau kaidah perencanaan rumah sehat dan nyaman. Pencahayaan Penghawaan Suhu udara dan kelembaban Kebutuhan Minimal Keamanan dan Keselamatan Pada dasarnya bagian-bagian struktur pokok untuk bangunan rumah tinggal sederhana adalah: pondasi, dinding . an banguna. , atap serta lantai. Sedangkan bagian-bagian lain seperti langit-langit, merupakan estetika struktur bangunan saja. Jurnal Abdi Masyarakat (JAM). Volume 4 Nomor 1. September 2018, hlm. 19 - 22 2 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN Memiliki sebuah rumah, merupakan sebuah kewajiban bagi manusia. Terlepas dari besar kecil, mewah atau tidak, yang namanya rumah telah menjadi kebutuhan hakiki baik bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun Rumah adalah tempat setiap insan tinggal, bernaung dan menjalani kehidupannya secara normal. Meski kebutuhan dasar yang hakiki, namun tak semua masyarakat bisa mendesain kediamannya menjadi layak huni. Sehingga kesan yang muncul dari sebuah rumah, baru sekadar asal punya. Aspek kesehatan, keindahan dan berbagai aspek pendukung lainnya kerap terabaikan. Sehingga penghuni rumah, nyaris selalu kebingungan menjawab pentingnya menghadirkan rumah sehat, apakah sudah menjadi kebutuhan atau baru menjadi pilihan kalangan tertentu. Rumah menyangkut luas bangunan dan ragam interior di dalamnya. Namun yang terpenting, bisa memenuhi berbagai aspek yang bisa menunjang hidup sehat bagi para penghuninya. Rumah sehat, juga harus didukung konstruksi memadai dan berkualitas. Misalnya sebuah rumah direncanakan untuk ditambahkan ruang-ruang dengan ditingkat, maka selaku pemilik, kita jangan sampai lupa untuk memperkuat pondasi dan struktur kolom agar mendukung untuk dibangun dua tingkat. Hal ini agar menghindari penambahan biaya karena harus membongkar konstruksi yang sudah ada. 3 TUJUAN KEGIATAN Adapun pengabdian masyarakat ini adalah : Memperkenalkan rumah sehat kepada masyarakat di lingkungan pemukiman Kelurahan Kembangan Utara. Memberikan pengetahuan tentang apa itu rumah sehat dan bagaimana syarat-syarat rumah sehat. Memberikan masukan bagi aparat terkait mengenai pentingnya sosialisasi rumah 4 Target Kegiatan Target sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di pemukiman sekitar rw 8 Kelurahan Kembangan Utara khususnya ibu rumah tangga yang dapat mencapai tujuan sebagai Memperkenalkan kepada masyarakat mengenai cara menciptakan rumah sehat dan material bangunan apa saja yang baik untuk Melihat sejauh mana kepekaan masyarakat terhadap lingkungan rumah mereka Mengingatkan kembali kepada masyarakat pentingnya menjaga kesehatan rumah dan lingkungan sekitarnya. Metode TIM PELAKSANA Kegiatan ini akan melibatkan para dosen tetap dari Program Studi Teknik Industri yang akan berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan pengabdian ini. Pihak lainnya yang juga akan terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Teknik Industri yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Industri. Para mahasiswa ini akan bertanggung jawab pada penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan. Mereka bertanggung penjadwalan dan penghimpunan target sasaran, serta bertanggung jawab terhadap penyediaan materi ajar. TARGET PELAKSANA Program penyuluhan rumah sehat ini akan ditargetkan pada masyarakat dipemukiman sekitar pabrikt ahu di pinggir kali di kelurahan Kembangan Utara RW 8, khususnya kepada ibu-ibu rumah tangga dimana kegiatan sehari-harinya adalah menjaga kebersihan dan merawat rumah. HasildanPembahasan Rumah yang ergonomis Pendampingan Rumah Yang Ergonomis Di Rw 8 Kelurahan Kembangan Utara terbentuk dari dasar konsep sehat pada setiap Rumah sehat tentunya berkaitan dengan penanganan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat. Acara sosialisasi tentang upaya sanitasi dan ditengah-tengah waktu istirahat warga. Sosialisasi diawali dengan pembagian leaflet yang kemudian disampaikan materinya dijelaskan secara lengkap. Hampir 80 orang warga masyarakat Kelurahan Kembangan Utara RW 8 yang mengikuti acara tersebut. Peserta kebanyakan adalah ibu-ibu, tetapi bapak-bapak dan anak-anak muda juga tidak mau ketinggalan. Saat disampaikan materi, masih banyak warga yang masih kurang memahami bagaiman acara mengupayakan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang baik. Para peserta sosialisasi telihat antusias mendengarkan penjelasan-penjelasan yang disampaikan, dan kadang-kadang Dari sesi tanya jawab banyak dilontarkan pertanyaan tentang bagaimana mengelola sampah yang baik. Salah satu pertanyaan yang paling menarik adalah Aumengapa tidak diperbolehkan membakar sembaranganAy. Informasi berbahaya dari pembakaran sampah plastik pun sudah disampaikan, yang mana asap dari pembakaran plastik mengandung senyawa khlorida yang sangat berbahaya bagi Pemilahan sampah menjadi sampah organic dan non organic menjadi pilihan yang Pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan kompos sungguh menarik hati bagi salah seorang warga Kelurahan Kembangan Utara RW 8 yang mempunyai kebun sayur-mayur di halaman rumahnya. Keinginan untuk memproses sampah rumah tangganya untuk dijadikan pupuk bagi tanaman sayurnya menyediakan tiga buah tong sampah yang masing-masing akan digunakan untuk sampah organik yang bisa busuk, sampah kaca dan sampah plastik. Sampah organic yang bisa busuk akan diproses untuk dijadikan kompos, sedangkan sampah platik dan sampah kaca akan di salurkan ketempat pembuangan akhir Ada kendala sebenarnya yang dihadapi oleh warga dalam penyaluran sampah non organik yang tidak bisa busuk. Di wilayah tersebut belum memiliki suatu badan yang mengurusi penghantaran sampah non organik ketempat pembuangan akhir. Sempat kami usulkan untuk berkerja sama dengan pemerintah setempat untuk mengatasi hal Terlontar pula warga dusun ingin mendirikan bank sampah yang selain akan mendukung upaya sanitasi dan kebersihan lingkungan juga akan memberikan hasil tambahan penghasilan dari menukarkan sampah dengan sesuatu yang bermanfaat. Selain pengelolaan sampah yang benar, ada beberapa masyarakat yang menayakan tentang bagaimanakah rumah yang sehat. Dari tanya jawab terlontar pertanyaan tentang bahaya asap dapur bagi kesehatan. Menjawab pertanyaan tersebut dijelaskan bahwa asap dapur akan membawa dapak buruk bagi kesehatan pernafasan. Penyakit-penyakit gangguan pernafasanakan sering muncul seperti batuk, pilek, bahkan asma akan sering menyerang bagi orang yang sering terpapar oleh udara yang tidak bersih. Untuk memisahkan dapur dengan ruang keluarga sehingga asap dapur tidak mengganggu penghuni rumah. Selain itu disarankan kepadawargauntukmemberiventilasi yang baik pada dapur rumahnya, sehingga asap dapur bisa segera keluar rumah dan tidak memenuhi ruangan dapur serta ruangan lainnya. Dengan demikian, penghuni rumah akan terhindar dari penyakit-penyakit saluran pernafasan. Kesimpulandan Saran 1 Kesimpulan Jurnal Abdi Masyarakat (JAM). Volume 4 Nomor 1. September 2018, hlm. 19 - 22 Pengabdian masyarakat di Kelurahan Kembangan Utara RW 8 ini telah terlaksana dengan baik. Sambutan masyarakat sangat baik dan mengharapkan kegiatan serupa dengan topik lain yang lebih bervariasi, seperti sosialisasi tentang penyakit-penyakit geriatri, ingin dilaksanakan lebih sering lagi. Selain itu, dengan adanya pendampingan rumah yang ergonomis ini warga menjadi lebih kepedulian terhadap kebersihan di tempat tinggalnya masing-masing. 2 Saran Berdasarkan dari urut-urutan kegiatan sampai pada penyelesaian kegiatan, maka saran yang dapat kami berikan yaitu: Kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat sekitrnya, maka harus terus dikembangkan secara berkelompok dan Perlu ada kegiatan lanjutan yang terorganisir untuk melihat dampaknya kepada peserta pelatihan, baik positif maupun negatif untuk menjadi pembelajaran bagi DAFTAR PUSTAKA