Jurnal E-Bis:Ekonomi Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Sikap Keuangan. Perilaku Keuangan dan Pengetahauan Keuangan Terhadap Kepuasan Keuangan Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 Manajemen. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia *Email:muh. ridhoi17@gmail. com1,d. prapanca@umsida. herlindamayakumala@umsida. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-07-04 Diperbaiki : 2025-07-10 Disetujui : 2025-07-11 ABSTRAK Sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat, dan Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam subsektor hortikultura, khususnya buah mangga. Namun berdasarkan pra-survei menunjukkan banyak petani yang masih kurang puas secara finansial meskipun pendapatan panen meningkat tiap tahun. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh Sikap Keuangan. Perilaku Keuangan, dan Pengetahuan Keuangan terhadap Kepuasan Kuangan. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 82 petani mangga di Desa Oro-Oro Ombo Wetan. Pasuruan, yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan random sampling dan dianalisis menggunakan SmartPLS 3. Hasilnya menunjukkan bahwa Sikap Keuangan tidak berpengaruh terhadap Kepuasan Keuangan, sementara Perilaku Keuangan dan Pengetahuan Keuangan berpengaruh terhadap Kepuasan Keuangan Kata Kunci : Sikap Keuangan. Perilaku Keuangan. Pengetehuan Keuangan. Kepuasan Keuangan ABSTRACT Keywords: Financial Attitude. Financial Behavior. Financial Knowledge. Financial Satisfaction Alamat Korespondensi The agricultural sector is the main livelihood of the community, and Pasuruan Regency is one of the largest contributors to the horticulture subsector, especially mangoes. However, based on a pre-survey, many farmers are still financially dissatisfied even though harvest income increases every year. This study aims to examine the influence of Financial Attitudes. Financial Behavior, and Financial Knowledge on Financial Satisfaction. The approach used is a quantitative approach involving 82 mango farmers in Oro-Oro Ombo Wetan Village. Pasuruan, selected through probability sampling techniques with random sampling and analyzed using SmartPLS 3. The results show that Financial Attitude has no effect on Financial Satisfaction, while Financial Behavior and Financial Knowledge affect Financial Satisfaction. Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 PENDAHULUAN Sektor pertanian salah satu bagian terpenting dari industri di Indonesia dan biasanya dilihat sebagai salah satu jenis pekerjaan pokok bagi masyarakat. Jumlah pekerja yang terlibat dalam sektor pertanian pada bulan Februari 2016 sebanyak 35,27 juta dan mengalami kenaikan menjadi 36,91 juta di bulan Februari 2017 (Demmy, 2. Kabupaten Pasuruan sebagai salah Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 satu penghasil komoditas di bidang pertanian holtikultura yaitu buah mangga. Buah mangga bernilai ekonomi tinggi dan salah satu buah-buahan yang penting dikonsumsi setelah pisang bagi masyarakat yang bermukim di daerah tropis dan menjadi salah satu faktor meningkatnya permintaan produksi buah mangga di setiap tahunnya. Dengan meningkatnya permintaan produksi buah mangga seharusnya mampu untuk merubah perekonomian di Kabupaten Pasuruan terutama di desa oro-oro ombo wetan yang dimana salah satu penghasil produksi buah mangga terbanyak yang ada di Kabupaten Pasuruan. Hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh data Badan Pusat Statistik yang menujukkan produksi mangga di kecamatan rembang pada 5 tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan Hasil Panen Gambar 1. Data BPS Kabupaten Pasuruan. https://pasuruankab. id/id/statistics-table/3/ Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Pasuruan 2024 diatas menunjukkan bahwa tingkat produksi mangga cenderung meningkat dari tahun 2019 hingga 2023 antara lain: 368. kuintal, 637. 741 kuintal, 647. 547 kuintal, 843. 133 kuintal, dan 810. Dari total produksi tersebut tentu saja mempengaruhi perokonomian petani khususnya pada wilayah Kecamatan rembang salah satunya di Desa oro-oro ombo wetan yang dimana desa tersebut merupakan salah satu penyumbang hasil produksi mangga terbanyak di Kabupaten Pasuruan. Namun berdasarkan pra survey yang dilakukan masih banyak petani yang merasa kurang puas terhadap keuangannya, hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah produksi dan pendapatan yang setiap tahunnya meningkat. Salah satu penyebab minimnya pengetahuan terhadap sikap keuangan petani yang kecenderung konsumtif yang berlebihan serta kurangnya aktivitas menabung, berinvestasi, merencanakan dana darurat, dan menyusun anggaran untuk masa depan (Putri et al. , 2. Selain itu kurang baiknya dalam pengelolaan anggaran hutang salah satu faktor masih belum tercapainya kepuasan keuangan. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif, seperti stres, depresi, bahkan kesulitan dalam memenuhi modal kebutuhan perawatan tanaman yang esensial bagi kelangsungan usaha pertanian mereka (Heo et al. , 2. Masalah ketidakpuasan keuangan ini penting untuk diteliti lebih lanjut, karena selain berhubungan dengan kondisi mental dan emosional serta finansial petani, dan juga mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup petani mangga yang berdomisili di Desa Oro-Oro Ombo Wetan. Sebab itu, penelitian terkait kepuasan keuangan dan pengaruh yang mendukungnya sangat Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 penting untuk dilakukan, guna membantu petani mangga dalam mencapai kepuasan keuangan yang lebih baik. Fenomena diatas dapat menyatakan kepuasan keuangan dapat di pengaruhi sejumlah faktor salah satunya ialah sikap keuangan. Hasil dari dua studi sebelumnya mengindikasikan jika sikap keuangan pengaruh positif pada kepuasan keuangan (Wahyu Prihantono, 2. (Nathan Austin & Nuryasman MN, 2. Namun, di penelitian lain menjelaskan bahwa sikap keuangan memiliki dampak negatif terhadap kepuasan keuangan (Andika & Widodo, 2. Sehingga dari beberapa hasil studi sebelumnya menyatakan bahwa sikap keuangan yang berkaitan dengan meningkatnya rasa aman dan kepuasan terhadap kondisi keuangannya. Sebaliknya, sikap yang kurang peduli terhadap keuangannya bisa menyebabkan kesulitan dalam mencapai tujuan keuangannya dan menyebabkan ketidakpuasan akan keuangannya (Fhelisia. Kepuasan keuangan juga dapat di pengaruhi oleh perilaku keuangan. Dalam penelitian sebelumnya ditemukan hubungan yang menguntungkan antara perilaku keuangan dengan kepuasan keuangan (Wahyu Utami, 2. , penelitian ini didukung oleh penelitian lain terdapat pengaruh signifikan antara perilaku keuangan dengan kepuasan keuangan (Nur Hidayah & Agustin, 2. Namun hasil dari kedua studi tersebut berlawanan dengan penelitian yang mengungkapkan tidak adanya pengaruh signifikan antara perilaku keuangan dengan kepuasan keuangan (Cici & Hendra, 2. Sehingga dengan adanya penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perilaku keuangan merujuk pada bagaimana petani mengelola pendapatannya seperti mengalokasikan kebutuhan masa depan seperi invetasi, menabung guna mengantisipasi situasi darurat salah satunya jika terjadi kegagalan panen (Iqbal et al. , 2. Faktor lain yang mempengaruhi kepuasan keuangan yaitu pengetahuan keuangan. Penelitian terdahulu menjelaskan adanya dampak penting antara pengetahuan keuangan terhadap kepuasan keuangan (Nabila Andre et al. , 2. , hal tersebut di dukung oleh penelitian lain bahwa pengetahuan keuangan memberi dampak positif terhadap kepuasan keuangan (Rusita et al. , 2. , namun pernyataan tersebut bertentangan dengan studi lain yang munjukkan bahwa pengetahuan keuangan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kepuasan keuangan (Preshella Sulistio & Hendra Wiyanto, 2. Dari penelitaian terdahulu menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan cenderung pada perasaan puas terhadap pengelolaan keuangannya. Seseorang yang memahami pengetahuan yang baik tentang keuangan lebih berpotensi dalam membuat keputusan finansial yang bijak dan rencana (Lidya Martha & M. Alhadi, 2. Hal ini penting bagi petani karena pengetahuan yang baik dapat membantu meraka dalam mengelola pendapatan yang tidak tetap dan mengatur pengeluaran serta merencakan investasi guna meningkatkan hasil bisnis mereka (Maya Novianti & Abdul Salam, 2. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya diketahui terdapat adanya perbedaan antara hasil penelitian terdahulu mengenai Sikap Keuangan. Perilaku Keuangan, dan Pengetahuan Keuangan terhadap Kepuasan Keuangan. Namun diketahui variabel sikap keuangan dan perilaku keuangan memiliki kemiripan makna yang hampir sama. Akan tetapi keduanya memiliki makna yang berbeda meskipun saling terkait. Sikap keuangan sendiri merujuk pada perasaan atau pemikiran seseorang terhadap keuangannya. Sedangkan perilaku keuangan berfokus pada tindakan nyata seseorang dalam mengelola keuangannya (Lucya ReyJurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 Ares a, 2. Diperkuat dari penelitian terdahulu bahwa sikap keuangan mencerminkan persepsi seseorang terhadap uang dan metode yang digunakan dalam mengelola kondisi finansialnya, sedangkan perilaku keuangan mengacu cara seseorang mengelola sumber keuangannya sebagai dasar pengambilan keputusan terkait alokasi dana, menentukan sumber dana, merancang rencana keuangan di masa mendatang (Andika Nurdinsyah Yudhin & Eko Widodo, 2. Sehingga hal tersebut dapat mendorong untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan mengetahui keterbaruan hasil mengenai AuSikap Keuangan. Perilaku Keuangan, dan Pengetahuan Keuangan Terhadap Kepuasan Keuangan Studi Kasus Pada petani mangga di desa Oro-oro Ombo Wetan Kabupaten PasuruanAy. KAJIAN PUSTAKA Sikap Keuangan Sikap keuangan dapat diartikan sebagai sikap, pemikiran, serta keputusan yang seseorang tunjukkan oleh individu dalam mengatur keungan pribadinya. Sikap Keuangan mencerminkan cara menerapankan untuk menjaga nilai dengan membuat Keputusan yang cermat dan pemanfaatan sumber daya yang efisien (Detak Prapanca, 2. Sikap keuangan dapat merupakan kecenderungan psikologis seseorang dalam menilai praktik keuangan yang telah dilakukan baik yang telah dirancang sebelumnya maupun belum dirancang sebelumnya. Sikap Keuangan seseorang berperan dalam menentukan sikap dan perilaku individu tersebut dalam mengatur keuangan. Menyusun anggaram pribadi atau bagaimana seseorang memutuskan jenis investasi yang akan dipilih (Dasriyan et al. , 2. Terdapat 4 hal yang menjadi indikator sikap keuangan yaitu sikap mengenai Keputusan keuangan, sikap tentang pengeluran, sikap mengenai pendapatan tidak tetap, dan sikap terhadap pengelolaan hutang sesuatu tertentu (Estuti, 2. Perilaku Keuangan Perilaku keuangan merupakan disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana individu memperlakukan, mengelola, mengatur, dan memanfaatkan sumber daya keuangannya (Alexander & Pamungkas, 2. Perilaku keuangan juga mencakup bagaimana sumber daya keuangan yang diperoleh, didisitribusikan, dan digunakan. Individu yang mempraktikkan perilaku keuangan bertanggung jawab, seperti membuat anggaran, menyisihkan uangnya untuk tabungan, mengelola pengeluaran, dan melakukan pembayaran hutang dengan tepat waktu. Perilaku keuangan seseorang tercermin dari empat aspek utama, yaitu pengelolaan arus kas, aktivitas menabung dan investasi, pengelolaan keuangan, serta pola konsumsi (Tirani & Lutfi. Konsumsi mencakup pengeluaran atas barang dan jasa, manajemen arus kas menunjukkan kemampuan membayar biaya, tabungan dan investasi untuk masa depan, dan manajemen hutang untuk mencegah kerugian dan kebangkrutan. Semua ini mencerminkan cara seseorang mengelola keuangan mereka sehari-hari. Adapun beberapa indikator dari perilaku keuangan antara lain pengelolaan pendapatan, menabung dan investasi, manajemen hutang, dan perencanaan anggaran keuangan (Apriyani et , 2. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 Pengetahuan Keuangan Pengetahuan keuangan mencakup keterampilan dalam mengendalikan, mengelola, dan bereaksi terhadap resiko sumber daya keuangan seseorang saat ini dalam mengambil Keputusan keuangan yang bijak (Ayu Hanasri, 2. Pengetahuan keuangan mengacu pada tingkat pemahaman seseorang yang berkaitan tentang masalah keuangan pribadi terhadap pengetahuan Di karenakan ada sumber pengetahuan yang mencakup pengetahuan keuangan tentang informasi yang berguna untuk mempraktikan manajemen keuangannya, masyarakat harus benar-benar memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep keuangan dengan baik (Eka Desy Purnama, 2. Pengetahuan keuangan yang baik dapat dimiliki melalui pembelajaran tentang penggunaan alat keuangan serta pengembangan kemampuan finansial. Adapun beberapa indikator dari pengetahuan keuangan meliputi pengetahuan informasi mengenai keuangan pribadi, pemahaman tentang simpan pinjaman, pemahaman tentang keuangan yang berkaitan asuransi, dan wawasan mengenai investasi (Azzahiri Fadlianur, 2. Kepuasan Keuangan Kepuasan keuangan mengacu pada tingkat kepuasan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor kondisi keuangan yang dimiliki. Kepuasan keuangan adalah tingkat kompetensi keuangan yang mencakup unsur-unsur subjektif dan objektif yang berkaitan dengan situasi keuangan seseorang memuaskan, baik, atau tidak (Hikmah, 2. Kepuasan keuangan bermula dari perilaku seseorang yang terkait dengan cara mereka mengelola pendapatan keuangannya. Kepuasan keuangan dinyatakan berhasil jika seseorang mampu memenuhi semua keinginannya baik dalam periode waktu singkat maupun waktu yang lebih lama tanpa masalah atau kekurangan apapun (Natasya, 2. Kepuasan keuangan dianggap sebagai komponen penting dalam kehidupan dan menjadi topik penelitian kesehatan mencakup faktor setres yang berkaitan dengan isu-isu seperti ketimpangan finansial, pengelolaan resiko, locus of control, dan serta permasalahan ketenagakerjaan (Indra Mulia, 2. Adapun beberapa indikator dari kepuasan keuangan yaitu keadaan keuangan saat ini, kemampuan mengelola uang, tabungan yang dimiliki, kemampuan memenuhi kebutuhan jangka panjang, dan dana untuk keadaan darurat (Shafwah et al. , 2. METODE Lokasi penelitian ini terletak di Desa Oro-Oro Ombo Wetan yang berada dalam Kecamatan Rembang. Kabupaten Pasuruan di Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada pengumpulan data primer maupun sekunder. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi petani mangga di desa oro-oro ombo wetan. Dari jumlah 104 petani, sebanyak 82 orang dijadikan sebagai sampel. Pengumpulan data primer dengan menggunakan metode kuesioner yang dibagikan kepada responden. Data yang didapat dengan melakukan penyebaran kuesioner penelitian. Teknik yang digunakan dalam studi ini adalah probability sampling dimana pengambilan sampel yang dihitung menggunakan rumus slovin n = N/. (N x e. ) dan margin of error 5% serta jumlah sampel yang diambil sebanyak 82 individu (Astuti Yulianingrum, 2. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan via Google Form dengan Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 alat ukur berupa Skala Likert (Arif Rachman, n. Sampel yang dipilih yaitu petani mangga di Desa Oro-Oro Ombo Wetan dengan kriteria berpendapatan kurang lebih Rp. pertahun dan memiliki kurang lebih 50 pohon mangga. Metode yang diterapkan dalam studi ini yaitu Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS. Adapun beberapa uji yang dilakukan dalam pengujian data antara lain uji outer model, uji inner mode, dan uji hipotesis (Apriyani et al. , 2. ANALISA DAN PEMBAHASAN Pengujian Model Pengukuran (Outer Mode. Setelah dilakukan uji coba pada model pengukuran yang memiliki tujuan menilai seberapa valid serta dapat diandalkan konstruk atau indikator yang digunakan. Proses pengujian ini melibatkan penilaian evaluasi konsistensi internal . omposite reliabilit. , reliabilitas indikator, validitas konvergen . verage variance extracte. , serta validitas diskriminan. Konsistensi internal dianggap valid jika korelasi antara indikator > 0,7. Semakin tinggi nilai loading factor, semakin banyak kesamaan yang dimiliki oleh indikator pada konstruk tersebut. Gambar 2. Hasil Outer Loading SmartPLS Merujuk pada Gambar 2 setiap indikator dari variabel menunjukan nilai loading factor di atas 0,7. Validitasnya dibenarkan karena telah memenuhi standar korelasi yang telah ditetapkan. Selain memperlihatkan nilai outer loading, tetapi juga dapat di analisis melalui nilai convergent validitas (Average Variance Extracte. Tabel 1. Validitas Konvergen (AVE) Variabel Sikap Keuangan Perilaku Keuangan Pengetahuan Keuangan Kepuasan Keuangan Sumber : Olah Data SmartPLS . Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AVE A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 Nilai AVE yang melebihi 0,5 menyatakan adanya validitas konvergen yang signifikan, dan AVE di atas 0,5 menyatakan bahwa struktur tersebut mampu menjelaskan lebih dari setengah . %) dari variasi masing-masing indikatornya. Kesimpulan ini dapat ditarik berdasarkan data yang ada di Tabel 2. Setelah proses pengujian validitas selesai, langkah berikutnya adalah menilai reliabilitas konsistensi internal konstruk dengan menerapkan metode reliabilitas komposit, cronbach's alpha, dan rho_A. Nilai minimalnya adalah 0,7. Tabel 2. Hasil Uji Reabilitas Variabel Cronbach's Alpha Reliabilitas Komposit Sikap Keuangan Perilaku Keuangan Pengetahuan Keuangan Kepuasan Keuangan Sumber : Olah Data SmartPLS . Tabel 2 diatas memperlihatkan keseluruhan variabel memiliki nilai lebih dari 0,7, yang menandakan disetiap variabel telah memenuhi kriteria reliabilitas konsistensi internal. Dengan demikian, kita bisa melanjutkan ke tahap pengujian model pengukuran (Inner mode. Tabel 3. Uji R-Square Variabel Kepuasan Keuangan Sumber : Olah Data SmartPLS . R Square Adjusted R Square Merujuk pada data yang ditampilkan pada Tabel 3 di atas, disimpulkan hasil koefisien determinasi (R squar. untuk variabel Y adalah 0,940. Artinya, sekitar 94% dari variasi dalam variable Y dapat dijelaskan oleh faktor variable X1. X2, dan X3, sedangkan sisanya 6% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak mencakup dalam hipotesis. Tabel 4. Uji Hipotesis Variabel Sikap Keuangan Ie Kepuasan Keuangan (H. Perilaku Keuangan Ie Kepuasan Keuangan (H. Pengetahuan Keuangan Ie Kepuasan Keuangan (H. Sumber : Olah Data SmartPLS . Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Statistics (|O/STDEV|) Values Variabel sikap keuangan (X. menunjukkan koefisien parameter sebesar 0,115 terhadap kepuasan keuangan (Y), dengan koefisien parameter sebesar 0. 115, nilai T-statistik < nilai TJurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 tabel . 716 dan untuk nilai-P > 0,05, yaitu 0,087. Dengan demikian, dimungkinkan untuk menyatakan bahwa H1 ditolak karena sikap keuangan tidak signifikan mempengaruhi kepuasan keuangan. Variabel perilaku keuangan (X. terhadap variabel kepuasan keuangan (Y) menunjukkan nilai koefisien parameter 0,493, pada nilai T-statistik > dari nilai T-tabel . , yaitu sebesar 7. 232 dan untuk nilai-P < 0,05 yakni sebesar 0,000. Dengan demikian, dimungkinkan untuk menyatakan H2 diterima. Sedangkan untuk variabel pengetahuan keuangan (X. pada kepuasan keuangan (Y) memperlihatkan nilai koefisien parameter 0. 411, nilai Tstatistik > nilai T-tabel . 5,975 dan untuk nilai-P < 0,05 yakni 0,000. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pengetahuan keuangan berperan penting terhadap kepuasan keuangan, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil dari hipotesis H3 diterima. Pembahasan Sikap Keuangan Tidak Berpengaruh Terhadap Kepuasan Keuangan Dari analisa pengolahan data diketahui sikap keuangan tidak memengaruhi terhadap kepuasan keuangan bagi petani mangga di Desa Oro-Oro Ombo Wetan. Hal ini dapat dilihat dari T-statistik < nilai T-tabel . 716 dan untuk nilai-P > 0,05, yaitu 0,087, sehingga dapat disimpulkan H1 ditolak. Temuan dalam penelitian mengungkapkan bahwa para responden menunjukkan sikap yang kurang baik dalam mengambil keputusan keuangan pribadinya serta dalam mengatur anggaran pengeluaran keuangannya yang mengakibatkan rasa kepuasan terhadap keuangan masih belum terpacai. Hasil dari penelitian ini tidak mendukung pendapat yang mengemukakan bahwa sikap positif terhadap keuangan seseorang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, serta memungkinkan individu menjaga nilai tersebut melalui pengelolaan dan keputusan yang baik. (Parham et al. , 2021. Penelitian ini menunjukkan hasil studi sebelumnya yang menyatakan sikap keuangan tidak berdampak pada kepuasan keuangan. Temuan studi lain menunjukkan sikap keuangan tidak memiliki dampak signifikan pada kepuasan keuangan, disebabkan cenderung berfokus pada kebutuhan dasar dan mendesak, seperti biaya hidup sehari-hari dari pada investasi atau menabung (Raja et al. , 2. Sehingga hal tersebut tidak secara signifikan mempengaruhi kepuasan keuangan petani. Berdasarkan hasil analisis data di atas, membuktikan sikap keuangan tidak adanya pengaruh kepuasan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa pendapatan hasil panen yang melimpah belum sepenuhnya bisa mengontrol sikap keuangan para petani. Perilaku Keuangan Berpengaruh Positip Terhadap Kepuasan Keuangan Dari hasil analisis menunujukkan bahwa perilaku perilaku keuangan berdampak positif pada kepuasan keuangan terhadap petani mangga di Desa Oro-Oro Ombo Wetan. Hal ini dilihat dari nilai T-statistik > dari nilai T-tabel . , sebesar 7. 232 sedangkan untuk nilai-P < 0,05 yaitu 0,000, sehingga dapat disimpulkan H2 diterima. Hasil tersebut menyatakan perilaku petani dalam pengambilan keputusan terhadap keuangannya dilakukan dengan baik dan cenderung berfikir ke arah jangka panjang. Sebagian besar petani berpikir perlu mengetahui hal-hal dalam mengelola keuangannya untuk kesiapan pada masa depan dengan menabung dan berinvestasi. Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 Penelitian ini menghasilkan temuan yang selaras dengan teori perilaku keuangan mencerminkan kasus tentang psikologi terhadap keputusan finansial individu dan pengelolaan keuangan yang berkontribusi terhadap keputusan keuangan yang berpengaruh pada pola pikir dan perilaku orang (Eileen et al. , 2. Penelitian sebelumnya mendukung teori ini dengan menunjukkan adanya pengaruh perilaku keuangan terhadap kepuasan keuangan (Wijaya et al. Temuan dari penelitian lain mengindikasikan dampak positif signifikan perilaku keuangan terhadap kepuasan keuangan (Uni Sasti Hadiah, 2. Pengetahuan Keuangan berpengaruh positif terhadap Kepuasan Keuangan Temuan dari analisis data mengungkapkan pengetahuan keuangan berdampak positif pada kepuasan keuangan produsen mangga di Desa Oro-Oro Ombo Wetan. Hal ini dilihat dari nilai koefisien parameter 0. 411, nilai T-statistik > nilai T-tabel . 5,975 dan untuk nilai-P < 0,05 yakni 0,000, sehingga dapat disimpulakn H3 diterima. Berdasarkan temuan ini, terlihat bahwa seseorang yang berprofesi sebagai petani mangga mampu memahami dan menerapkan literasi keuangan secara efektif. Responden yang mendapati pemahaman finansial yang tertata tentunya akan merasa puas dengan situasi finansial mereka. Temuan analisis penelitian ini konsisten dengan gagasan yang menyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan dan mengelola uang dengan baik akan mengurangi kemungkinan kesulitan keuangan dan meningkatkan tingkat kesenangan mereka (Ida et al. , 2. Temuan penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan mempengaruhi kepuasan keuangan dan memberikan kepercayaan pada teori ini (Fhelisia Trixie1, 2. Temuan dari penelitian lain mengindikasikan pengetahuan keuangan terdapat hubungan positif pada kepuasan keuangan (Devi et al. , 2. SIMPULAN Simpulan dari penelitian ini menyatakan sikap keuangan tidak berdampak terhadap kepuasan keuangan. Hasil analisis menyatakan bahwa sikap petani dalam pengambilan keputusan keuangan belum sepenuhnya dapat memberikan rasa puas serta kecenderungan psikologis yang mempengaruhi sikap setiap individu dalam menyusun anggaran keuangan dan memanage keuangannya belum sepenuhnya optimal. Selain itu perilaku keuangan berdampak positif pada kepuasan keuangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perilaku petani dalam mengambil keputusan keuangannya dilakukan cenderung berfikir ke arah jangka panjang dan sebagian besar para petani mengetahui hal-hal demi kesiapan pada masa depan dengan menabung dan investasi. Sedangkan pengetahuan keuangan memiliki pengaruh positif pada kepuasan keuangan. Hasil ini mengindikasikan bahwa para petani memiliki tingkat pengetahuan keuangan mengenai simpan pinjam, invetasi, dan keuangan pribadi dengan baik. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan keungan. Sehingga dapat dijadikan pertimbangan bagi para petani dalam mengelola keuangannya lebih baik dan mewujudkan kepuasan keuangan yang diharapkan. Selain itu, penelitian ini masih banyak keterbatasan dalam proses pengambilan data karena hanya dilakukan kepada petani khususnya di desa Oro-Oro Ombo Wetan dan berkomoditas mangga. Sehingga pada penelitian berikutnya disarankan untuk memperluas jangkauan populasi tidak Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis A Muhammad Ridhoi1. Detak Prapanca2*. Herlinda Maya Kumala Sari3 hanya di tujukan pada petani mangga akan tetapi bisa mencakup pada petani dengan komoditas REFERENSI