Vol. 7 No. 2 Desember 2018 Hospitality 1 a. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN GERAK DASAR SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PECANGAAN WETAN JEPARA Oleh Olivia Dwi Cahyani. Mohamad Afrizal. & Vesti Dwi Cahyaningrum. 1,2,3Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Email: 2mohamadafrizal@gmail. Abstract This research is quantitative research. In this research, the number of 5th grade Students of SD Negeri 1 Pecangaan Wetan are 23 students who are consisted of 10 boys and 13 girls by applying the inquiry learning model in soccer learning. Before this research, researcher used t-test to assess the first ability of 5th grade Students of SD Negeri 1 Pecangaan Wetan. Based on the calculations obtained in the second cycle, the results are found that the target reached where students are 20 students . %) as categorized completed and 3 students . %) were not yet completed, it can be concluded, there is an increase in the results of student learning before and after being given the inquiry learning model. The suggestion in this research is the learning needs a lot of fun atmosphere, so that the students do not feel bored. The inquiry learning model is an alternative way which can be applied by the teacher as learning material. Keywords: Learning Outcomes. Inquiry & Soccer Passing PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penentu keberhasilan suatu bangsa atau negara. Pentingnya pendidikan bagi masyarakat indonesia sudah ditekankan pada masa sebelum Pada pembukaan Undang Ae Undang Dasar 1945 pada alinea keempat, disebutkan sepenggal kalimat yang menyatakan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah sangat mengedepankan pendidikan. Pemerintah melalui dinas pendidikannya selalu berusaha untuk mempebaruhi sistem pendidikan agar pendidikan di indonesia semakin baik, dan tidak kalah dengan Negara maju seperti Korea Selatan. Jepang. Singapura, dan Hongkong. Proses pendidikan, kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan suatu usaha yang amat strategis untuk mencapai tujuan yang Kegiatan belajar dilakukan oleh siswa, dan melalui kegiatan itu akan ada perubahan prilakunya, sementara kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru untuk memfasilitasi proses belajar, kedua peranan itu tidak akan terlepas dari situasi saling mempengaruhi dalam pola hubungan antara dua subjek, meskipun di sini guru lebih berperan sebagai pengelola atau moderator. Keterampilan pembelajaran sangat berpengaruh terhadap perhatian dan konsentrasi serta motivasi Pada saat anak mengalami penurunan konsentrasi yang ditandai dengan mengantuk, mengobrol atau bercanda dengan temannya, izin ke luar kelas, atau dengan sengaja memancing keributan, guru perlu segera melakukan intropeksi guna mendapatkan kenapa kondisi tersebut terjadi. Segera setelah mendapatkan jawaban guru menyesuaikan gaya mengajar atau merubah komponen mengajar lainnya, agar lebih tepat. Semua perubahan aktivitas yang dilakukan oleh guru bertujuan untuk menghilangkan rasa bosan, mengantuk atau mengalami penurunan motivasi belajar yang disebut variasi dalam Sanjaya . menyatakan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 2 Hospitality Vol. 7 No. 2 Desember 2018 a. Hal tersebut selaras dengan pendapat Susilastuti . dikatakan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari mengupayakan suatu pengembangan dalam aspek kebugaranjasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosi, moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepakbola yang paling dominan. Pemain yang memiliki teknik menendang dengan baik akan dapat bermain secara efisien. Tujuan menendang bola ialah untuk mengumpan . , menembak ke . , menggagalkan serangan lawan . Tendangan bebas ke gawang . ree kic. (Sucipto dkk,2. Sedangkan pengertian dari teknik dasar mengumpan memindahkan momentum bola dari satu pemain kepemain lain (Danny M, 2. Penguasaan teknik dasar merupakan syarat yang harus dikuasai oleh setiap pemain agar permainannya dapat dilakukan dengan Pengertian dari teknik menggiring itu sendiri adalah penguasaan bola dengan kaki saat kita bergerak dilapangan (Danny M, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada siswa kelas V SDN 1 Pecangaan Wetan pembelajaran Passing dalam permainan sepak bola, pada saat pembelajaran guru terlihat menyampaikan materi ajar kurang menarik minat siswa, guru juga tidak menggunakan media saat pelaksanaan Passing, menendang bola ke arah siswa tanpa memperhatikan arah bola dan tinggi rendahnya bola tersebut. Meningkatkan ketepatan teknik passing dalam permainan sepak bola, penulis mencoba menggunakan media gawang kecil yang di taruh dihadapan dua siswa yang praktek, sebagai acuan untuk meningkatkan ketepatan Passing dalam permainan sepak bola. Penggunaan media bantu sederhana tersebut, diharapkan agar siswa bisa lebih tertarik dan tepat sasaran ketika melakukan passing dalam permainan sepak bola. Selain itu, media bantu sederhana dapat merangsang kemampuan berfikir siswa, dan untuk meningkatkan ketrampilan dan ketepatan siswa dalam melakukan passing, sehingga media bantu peningkatan hasil belajar siswa. Media bantu sederhana yang digunakan adalah media yang di tinjau dari cara penggunaannya yang tidak Berdasarkan uraian di atas maka penulis AuPengaruh pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar keterampilan gerak dasar sepak bola pada Siswa Kelas V di SD Negeri 1 Pecangaan WetanAy. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researc. Suharsimi Arikunto . mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian kolaborasi, yaitu pihak yang melakukan tindakan adalah guru mata pelajaran gambar teknik itu sendiri, sedangkan yang melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan adalah peneliti bukan seorang guru yang sedang melakukan Oleh karena itu, dijelaskan oleh Pardjono, dkk . bahwa dalam PTK peneliti harus berkolaborator dengan guru, sehingga peneliti dan guru melakukan tindakan sampai pada tahap analisis dan refleksi. Teknik yang digunakan penelitian ini adalah teknik pengolahan data kualitatif, dilakukan saat pelaksanaan refleksi dari setiap siklus pemerolehannya berdasarkan setiap tindakan. Pengolahan data ini dilakukan setelah data terkumpul yang diperoleh dari seluruh instrumen penelitian hasil observasi, wawancara, catatan lapangan, tes unjuk kerja dan data hasil dibaca, dipelajari dan ditelaah. Pengembangan metode dan penelitian ini menggunakan validasi data dalam penelitian ini berdasarkan pendapat Hopskin . alam Wiriaatmadja, 2. sebagai berikut. Member Check, keterangan-keterangan informasi data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dengan cara a. http://stp-mataram. e-journal. id/JHI P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 Vol. 7 No. 2 Desember 2018 Hospitality 3 a. mengkonfirmasikan dengan guru dan siswa melalui diskusi pada akhir pembelajaran. Adapun memeriksa daftar hadir kelas V SDN 1 Pecangaan Wetan. Nomor Induk Siswa, dan jadwal pelajaran. Triangulasi, yakni memeriksa kebenaran data yang diperoleh peneliti, dengan membandingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra peneliti secara kolaboratif. Maka peneliti melakukan kegiatan sebagai Menentukan materi media gawang kecil sebagai sasaran untuk meningkatkan ketepatan teknik dasar passing sepakbola \pada permainan sepak bola. Peneliti mengadakan diskusi dengan guru Penjas SDN 1 Pecangaan Wetan, (Panti O. Pd. Audit Trail, untuk mengecek kebenaran prosedur dan metode pengumpulan data dengan cara mendiskusikannya dengan teman sejawat yang berpengalaman dalam pembimbing yang bersangkutan. Kegiatan tersebut harus tetap mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran tentang. Data awal . asil observas. ketepatan menggunkan media pada permainan sepak bola. Data akhir hasil observasi nilai aktivitas siswa, dan nilai akhir belajar siswa pada setiap siklus dalam penerapan media gawang kecil sebagai sasaran untuk meningkatkan ketepatan teknik dasar passing sepakbola pada permainan sepak Membandingkan mendiskusikan serta menganalisis data tersebut. Expert Opinion, yaitu pengecekan terakhir terhadap kesahihan temuan- temuan penlitian kepada pakar yang professional dalam bidang ini. Dalam hal ini penulis mengkonsultasikan temuan penelitian kepada pembimbing untuk memperoleh arahan dan masukan sehingga validasi temuan penelitian dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Pada bagian ini akan dibahas mengenai temuan peneliti selama penelitian, yang dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran teknik dasar passing pada permainan sepak HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi data awal yang dilakukan peneliti terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran ketepatan passing pada permainan sepak bola masih banyak siswa yang nilainya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Berdasarkan tabel 4. 1 diketahui bahwa ada 6 siswa yang nilainya sudah memenuhi KKM yaitu 24%, sedangkan 17 siswa nilainya belum memenuhi KKM 76%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran ketepatan passing pada permainan sepak bola masih jauh dari target yang ditentukan yaitu ada perbaikan pembelajaran guna meningkatkan kemampuan siswa dalam gerak dasar pada permainan Tabel 1. Data Hasil Tes Awal a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 4 Hospitality Vol. 7 No. 2 Desember 2018 a. Tabel 2. Data Hasil Belajar Siklus I Tabel 4. Rekapitulasi Data Peningkatan Secara Keseluruhan Hasil belajar Aspek Belum Tuntas Tuntas Data Awal Siklus I Siklus II Tabel 3. Hasil Belajar Siswa pada Siklus II PENUTUP Kesimpulan Pembelajaran melalui media gawang kecil sebagai sasaran. Didapatkan hasil belajar Hasil belanjar pada data awal, siswa yang mendapatkan kategori tuntas sebanyak 6 siswa . %), sedangkan siswa yang mendapatkan kategori belum tuntas pada perolehan data awal sebanyak 17 siswa . %). Pada pembelajaran siklus I, siswa yang mendapatkan kategori tuntas sebanyak 15 siswa . %), sedangkan siswa yang mendapatkan kategori belum tuntas sebanyak 8 siswa . %). Sedangkan pada siklus II hasil yang didapatkan sudah melewati dimana siswa yang dikategorikan tuntas sebanyak 20 siswa . %) dan yang belum tuntas sebanyak 3 siswa . %). Dapat disimpulkan bahwa melalui Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar keterampilan gerak dasar sepak bola mampu meningkatkan ketepatan passing a. http://stp-mataram. e-journal. id/JHI P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 Vol. 7 No. 2 Desember 2018 Hospitality 5 a. pada siswa kelas V SDN 1 Pecangaan Wetan. Kecamatan Pecangaan. Kabupaten Jepara DAFTAR PUSTAKA