Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index MEMBENTUK GENERASI CINTA LAUT MELALUI PENDIDIKAN OCEAN LITERACY BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA JEROWARU. LOMBOK TIMUR Ibadur Rahman*. Wiwid Andriyani Lestariningsih. Sadikin Amir. Edwin Jefri. Baiq Hilda Astriana. Nurliah. Chandrika Eka Larasati. Saptono Waspodo. Paryono. Rhojim Wahyudi. Sholihati Lathifa Sakina. Mahardika Rizqi Himawan. Soraya Gigentika. Ayu Adhita Damayanti. Sitti Hilyana. Salvina Herawati Puna. Siti Asiah Z. Program Studi Ilmu Kelautan. Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Nusa Tenggara Barat, 83125 *korespondensi: ibadur. rahman@unram. Artikel history Received Revised Published : 26 Agustus 2023 : 15 Oktober 2023 : 30 Oktober 2023 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. Abstrak: Laut adalah sumber daya alam yang memiliki potensi melimpah, baik keanekaragaman hayati laut dan mineral berharga seperti minyak, gas, dan logam. Namun, potensi ini kini dihadapkan pada tantangan serius akibat eksploitasi berlebihan dan degradasi lingkungan. Penangkapan ikan berlebihan, pencemaran, dan pembangunan pesisir yang tidak terkendali telah mengancam populasi ikan dan ekosistem laut. Ditambah adanya fenomena perubahan iklim juga meningkatkan tekanan pada sumber daya laut. Diperlukan upaya serius untuk menahan dan mengatasi laju kerusakan sumber daya laut, salah satunya yaitu dengan meningkatkan kemampuan literasi laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupaya untuk meningkatkan kemampuan literasi laut . cean literac. kepada masyarakat, khususnya para siswa sekolah dasar di Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur. Terdapat beberap bentuk kegiatan dan media yang digunakan dalam penyampaian materi liteasi laut pada kegiatan pengabdian ini, yaitu: . menonton video, kemudian menceritakan kembali . video yang telah ditonton. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan, diketahui bahwa antusias para siswa sekolah dasar dalam mengikuti kegiatan sangat tinggi. Para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan bersemangat, melaksanakan seluruh arahan dengan baik, mampu memberikan umpan balik dengan menjawab seluruh pertanyaan yang ditanyakan seputar materi literasi laut dengan baik dan benar. Kata Kunci: literasi laut, siswa, sekolah dasar, antusias Abstract: The ocean is a natural resource with abundant potential, encompassing both marine biodiversity and valuable minerals such as oil, gas, and metals. However, this potential is currently facing serious challenges due to overexploitation and environmental degradation. Overfishing, pollution, and uncontrolled coastal development have threatened fish populations and marine ecosystems. Additionally, the phenomenon of climate change has increased pressure on ocean resources. Serious efforts are needed to curb and address the rate of ocean resource degradation, and one of them is by enhancing ocean literacy. This community engagement activity aims to enhance ocean literacy among the community, especially elementary school students in the Jerowaru District. East Lombok Regency. Various forms of activities and media that are used to convey ocean literacy content in this community engagement, i. drawing workshop, watching videos, retelling watched videos, and Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Based on the conducted community engagement activities, it is evident that the enthusiasm of elementary school students in participating is very high. The students enthusiastically followed all the activities, executed all instructions well, and were able to provide feedback by answering questions about ocean literacy materials accurately and effectively. Key Word: ocean literacy, elementary student, enthusiasm PENDAHULUAN Laut merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi luar biasa dan berlimpah. Kekayaan alam yang terdapat di dalamnya menjadi daya tarik bagi banyak negara dan masyarakat untuk dimanfaatkan dalam berbagai sektor. Laut menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis organisme, termasuk ikan, moluska, karang, dan alga laut, yang menjadi sumber pangan bagi masyarakat dan industri perikanan. Selain itu, wilayah pesisir dan laut Indonesia juga menyediakan jasa-jasa lingkungan yang beragam, seperti minyak dan gas, mineral, sumberdaya perikanan, ekosistem terumbu karang dan mangrove, maupun pariwisata (Pramudyanto, 2. Sumber daya laut yang melimpah dan beranekaragam tersebut terus mengalami tantangan serius akibat kegiatan ekploitasi berlebihan dan degradasi lingkungan. Aktivitas manusia, seperti penangkapan ikan berlebihan (Tarigan, 2. , pencemaran, dan pembangunan pesisir yang tidak terkendali (Pramudyanto, 2. , telah menyebabkan penurunan drastis populasi beberapa spesies ikan dan ekosistem laut lainnya. Ekploitasi berlebihan terhadap sumber daya laut menyebabkan penurunan stok ikan, mengancam mata pencaharian nelayan, serta menyebabkan ketidakseimbangan ekologis yang berdampak pada seluruh rantai makanan laut. Selain itu, degradasi lingkungan laut, seperti kerusakan terumbu karang dapat terjadi akibat perubahan suhu dan polusi yang mengancam keberagaman hayati dan kesehatan ekosistem laut secara keseluruhan. Perubahan iklim turut menjadi faktor yang meningkatkan tekanan pada sumber daya laut dengan meningkatkan suhu dan asam laut, serta mengakibatkan naiknya permukaan air laut yang mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir (Sari & Muslimah, 2. Diperlukan upaya serius untuk menahan dan mengatasi laju kerusakan sumber daya laut, salah satunya yaitu dengan meningkatkan kemampuan literasi laut di kalangan masyarakat. Literasi laut menjadi fondasi penting dalam memahami kompleksitas dan keterkaitan antara manusia dan laut. Dengan membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang ekosistem laut dan pentingnya keberlanjutan sumber daya laut, masyarakat akan lebih peka terhadap dampak dari tindakan-tindakan mereka terhadap laut dan lingkungannya. Dengan kemampuan literasi laut yang meningkat, masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya melindungi dan menjaga sumber daya laut secara Masyarakat akan lebih memahami pentingnya mengurangi konsumsi ikan yang terancam punah, mematuhi aturan-aturan penangkapan ikan yang berkelanjutan, dan menghindari menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari laut. Selain itu, masyarakat juga akan lebih berperan aktif dalam mendukung kebijakan dan program konservasi laut serta partisipatif dalam usaha pemulihan ekosistem laut yang telah terdegradasi. Peningkatan kemamapuan literasi laut dapat dilakukan secara masif dan berskala nasional, dengan memuat kurikulum kemaritiman di sekolah-sekolah (Hindrasti, 2. Namun, jika berharap pada perubahan kurikulum secara nasional, maka dibutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang, sedangkan permasalahan keterbatasan literasi laut . cean literac. penting untuk segera dicarikan upaya pengentasannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupaya untuk meningkatkan kemampuan literasi laut . cean literac. kepada masyarakat, khususnya para siswa sekolah dasar di Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya minat para siswa sekolah dasar dalam membaca. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index menulis, bertanya, mengemukakan pendapat/gagasan seputar isu kelautan, sehingga akan muncul rasa cinta terhadap laut. Karakter cinta lautan yang dibangun sejak usia dini diharapkan dapat terus dikembangkan, sehingga di masa mendatang para siswa sekolah dasar akan menjadi penggerak dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumberdaya kelautan yang berkelanjutan. METODE KEGIATAN Waktu dan Tempat Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2023 di SDN 4 Jerowaru. Desa Jerowaru. Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur, meliputi: kegiatan survei lokasi dan perizinan, studi literatur dan penetapan konsep kegiatan pengabdian, persiapan materi dan media pelatihan, pelaksanaan kegiatan pengabdian, evaluasi kegiatan, dan penyusunan laporan kegiatan pengabdian. Tahapan kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi 6 . tahapan, sehingga dalam pelaksanaannya dapat lebih tertata dan terukur. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu: Survei lokasi dan perizinan Survei lokasi dilakukan dengan melakukan peninjauan di lokasi pengabdian, mengumpulkan informasi tentang masalah yang dihadapi oleh masyarakat melalui wawancara langsung, serta melakukan studi literatur tentang penelitian atau pengabdian sebelumnya di Desa Jerowaru. Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur, khususnya mengenai upaya peningkatan literasi laut . cean literac. yang menyasar anak-anak siswa sekolah dasar. samping itu, dalam kegiatan survei lokasi juga dilakukan pendataan terhadap jumlah siswa di SDN No. 4 Jerowaru, jumlah guru, ketersediaan sarana-prasarana pendukung, dan bagaimana pemahaman siswa sejauh ini tentang literasi laut. Kegiatan perizinan yang dilakukan meliputi kegiatan surat-menyurat kepada pihak sekolah yang didatangi untuk kegiatan survei lokasi, dan juga kepada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jerowaru. Perizinan kepada UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jerowaru penting untuk dilakukan dikarenakan siswa sekolah dasar yang menjadi sasaran dalam kegiatan penelitian ini berada di bawah pengawasan dan pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga perlu dipastikan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tepat sasaran. Studi literatur dan penetapan konsep kegiatan pengabdian Studi literatur dilakukan untuk mengkaji sejumlah metode yang biasa digunakan dalam kegiatan pelatihan, penyuluhan, atau pendidikan yang berupaya meningkatkan kemampuan literasi laut . cean literac. pada siswa sekolah dasar. Dari beberapa alternatif metode atau bentuk kegiatan tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi siswa yang ada di lokasi pengabdian, meliputi: motivasi dan gaya belajar, dukungan keluarga, lingkungan belajar, dan kemudahan mengakses materi pembelajaran. Setelah menganalisis kekurangan dan kelebihan masing-masing metode tersebut, maka dipilihlah metode atau bentuk kegiatan yang paling sesuai untuk diterapkan di lokasi pengabdian, yang berdampak paling besar dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi laut siswa. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Jumlah siswa yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian ini dibatasi hanya sejumlah 40 orang, yang berada pada tingkat/kelas 5, dengan rentang usia 10-11 tahun. Pembatasan jumlah siswa dilakukan untuk menjaga kualitas dan efektivitas kegiatan pengabdian. Apabila jumlah peserta terlalu banyak, dapat mengakibatkan suasana kelas menjadi gaduh dan tidak kondusif, sehingga materi yang disampaikan sulit diterima dengan baik. Di samping itu, pada usia tersebut, anak-anak sudah mampu mengikuti arahan dengan baik, berkomunikasi secara efektif, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, mereka dianggap sebagai kelompok yang cocok untuk dijadikan target evaluasi dalam studi literasi laut. Persiapan materi dan media pelatihan Persiapan materi dilakukan dengan memperhatikan target yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian, lama waktu . materi pelatihan yang sesuai dengan sasaran kegiatan pengabdian, bentuk kegiatan, sarana-prasarana dan media yang digunakan dalam kegiatan Dengan mempertimbangkan beberapa aspek tersebut, maka ditetapkanlah beberapa materi yang akan disampaikan dalam kegiatan pengabdian, yaitu: . keanekaragaman jenis makhluk hidup yang hidup di laut. interaksi antar makhluk hidup yang berada di laut. keberadaan sampah yang mengancam kelangsungan hidup makhluk hidup di lautan. Adapun bentuk kegiatan dan media yang digunakan dalam kegiatan pengabdian, yaitu: . menonton video, kemudian menceritakan kembali . video yang telah ditonton. Pelaksanaan kegiatan pengabdian Kegiatan pengabdian dimulai dengan penyampaian arahan . terkait rundown dan teknis kegiatan kepada para guru dan siswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian. Sambil menyampaikan briefing tersebut, sebagian tim pengabdian dibantu dengan penanggungjawab ruangan dari pihak sekolah mengecek kembali persiapan sarana-prasarana dan media yang Berikutnya yaitu penyampaian materi pengabdian terkait literasi laut . cean literac. dengan menggunakan beragam bentuk kegiatan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Setiap momen yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian didokumentasikan dengan baik, sebagai bahan laporan dan evaluasi kegiatan pengabdian. Evaluasi kegiatan Kegiatan evaluasi diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, dan seberapa besar dampak yang diberikan dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait literasi laut . cean literac. Terdapat 2 . bentuk kegiatan evaluasi yang dilakukan, yaitu secara langsung saat pelaksanaan kegiatan pengabdian dan secara tidak langsung, setelah selesai kegiatan pengabdian. Evaluasi secara langsung dilakukan dengan meminta perwakilan siswa untuk menceritakan kembali . etelling stor. video yang diberikan, atau dengan menjawab pertanyaan yang diberikan saat kegiatan dongeng, untuk mengkonfirmasi pemahaman siswa terkait materi yang telah disampaikan. Adapun evaluasi tidak langsung dilakukan dengan menganalisis hasil gambar yang telah dibuat para siswa, untuk melihat bagaimana pemahaman literasi laut yang dimiliki setiap siswa. Penyusunan laporan kegiatan Seluruh rangkaian dan tahapan kegiatan pengabdian haruslah didokumentasikan dengan baik dan disusun dalam bentuk laporan. Laporan kegiatan tersebut disusun sedemikian rupa sehingga seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyusunan konsep hingga pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, dapat tergambarkan secara rinci. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index HASIL DAN PEMBAHASAN Literasi laut . cean literac. merupakan pemahaman dan pengetahuan individu mengenai berbagai aspek terkait laut dan lingkungan maritim meliputi pemahaman tentang keanekaragaman hayati laut, dampak aktivitas manusia terhadap laut, pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, dan upaya pelestarian lingkungan laut. Literasi laut sangat penting untuk membentuk kesadaran dan tanggung jawab terhadap laut, misalnya dengan tidak membuang sampah ke laut, menggunakan alat pancing sesuai ukuran biota target, tidak menggunakan alat pancing yang dapat merusak eksosistem perairan seperti pukat harimau, dan lain sebagainya. Dengan adanya kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap laut, maka potensi sumberdaya laut dapat terjaga kelestariannya. Sebaliknya, tanpa adanya literasi laut yang baik, masyarakat akan cenderung abai terhadap upaya pelestarian lingkungan laut yang dapat mengakibatkan kerusakan dan hilangnya potensi sumberdaya Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SDN No. 4 Jerowaru. Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur, dengan menyasar siswa kelas 5 yang berjumlah 40 orang. Hal yang mendasari pelibatan siswa sekolah dasar sebagai sasaran dari kegiatan tentang peningkatan literasi laut ini yaitu: Siswa sekolah dasar masih sangat terbuka untuk menerima informasi dan memiliki kemampuan belajar yang cepat. Anak-anak pada usia sekolah dasar cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cenderung bersikap aktif untuk menggali informasi-informasi yang bersifat baru bagi . Siswa sekolah dasar cenderung lebih mudah untuk diarahkan dan ditanamkan mengenai nilai-nilai positif dan sikap peka terhadap lingkungan sebagai bentuk pembentuk karakter cinta Pelibatan siswa sekolah dasar dapat kegiatan pendidikan atau pelatihan literasi laut akan menghasilkan generasi masa depan yang memiliki kesadaran dan tanggungjawab yang tinggi dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan laut dan potensi sumberdaya lautan yang terkandung di Tidak hanya di Indonesia, pelibatan siswa sekolah dasar dalam kampanye pendidikan literasi laut juga telah dilakukan di berbagai negara, diantaranya yaitu: Italia. Kroasia. Yunani, dan Amerika (Mogias et al. , 2. Hal tesebut dikarenakan anak-anak usia sekolah dasar merupakan perwakilan dari warga negara, dan akan menjadi konsumen di masa mendatang yang kelak mengembangkan sikap dan mengambil keputusan seputar isu kelestarian lingkungan. Hartley et al. menambahkan bahwa anak-anak merupakan agen perubahan sosial di masyarakat yang berpotensi membawa perubahan terkait pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap lingkungan kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat. Melibatkan anak-anak siswa sekolah dasar dalam sebuah kegiatan pengabdian tidak selalu mudah, dan seringkali dihadapkan pada beberapa kendala, diantaranya: . Perhatian dan fokus anakanak yang mudah terbagi, terutama jika suasana pembelajaran kurang menarik. Adanya kendala bahasa, baik dari sisi pemateri maupun dari siswa, sehingga materi yang disampaikan tidak dapat diterima oleh siswa secara optimal. Kurangnya motivasi, sehingga diperlukan usaha dan kegigihan untuk menjaga dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Maka dari itu, diperlukan metode penyampaian materi pembelajaran yang menarik, kreatif, dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pendidikan literasi laut . cean literac. yang dilakukan di SDN No. 4 Jerowaru Lombok Timur ini menggunakan beberapa metode, yaitu: menggambar, menonton video, dan penyampaian cerita dalam bentuk dongeng. Pada kegiatan menggambar, anak-anak siswa kelas 5 sekolah dasar SDN No. 4 Jerowaru diminta untuk mendeskripsikan pengetahuan mereka mengenai lingkungan laut dalam bentuk gambar pada kertas gambar dengan menggunakan alat tulis dan alat gambar yang telah disediakan tim pengabdian (Gambar 1. Para siswa tidak mendapatkan arahan atau informasi apapun terkait literasi laut sebelum memulai menggambar, karena informasi yang mereka terima sebelum menggambar dapat mempengaruhi pandangan dan perspektif mereka terhadap laut, sehingga hasil karya mereka berupa informasi tentang pemahaman literasi laut yang ingin dievaluasi tidak lagi bersifat orisinil. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 1. Kegiatan menggambar yang dilakukan para siswa sekolah dasar, . salah satu hasil gambar para siswa, . karangan/deskripsi gambar yang dibuat siswa Hasil gambar yang telah dibuat oleh para siswa perlu untuk dikonfimasi, sehingga kesalahan dalam menginterpretasi gambar dapat dihindari atau diminimalisir. Maka dari itu, tim pengabdian menyediakan lembar khusus agar para siswa dapat menjelaskan apa yang mereka telah gambar dalam bentuk sebuah karangan (Gambar 1. Hasil gambar dan karangan yang dibuat oleh masing-masing siswa kemudian dikumpulkan dan dievaluasi untuk menilai bagaimana pemahaman literasi laut yang dimiliki oleh para siswa. Adapun metode evaluasi yang dilakukan yaitu dengan melihat dan menginterpretasi gambar dan karangan penjelasan dari gambar yang telah dibuat oleh para siswa. Jumlah . dan kualitas ekosistem, biota, dan lingkungan laut yang tergambar pada kertas gambar, dan ketepatan siswa dalam mendeskripsikan bentuk biota, ekosistem, dan lingkungan laut dalam bentuk gambar dapat menunjukkan apakah siswa tersebut memiliki pemahaman literasi laut yang baik terhadap laut dan sumberdaya hayati yang terdapat di dalamnya. Metode kedua yang digunakan dalam kegiatan pengabdian tentang pendidikan literasi laut ini yaitu dengan menonton cuplikan video (Gambar 2. Para siswa diminta untuk duduk di ruang kelas, kemudian tim pengabdian menampilkan beberapa video seputar lingkungan kelautan, seperti: bahaya sampah di laut bagi organisme laut, keanekaragaman jenis . biota laut, dan sebagainya. Kegiatan menonton video merupakan jenis kegiatan yang sangat digemari oleh para siswa, di ataranya disebabkan oleh: . video menyajikan informasi dalam bentuk visual yang berwarna-warni dan . informasi disajikan tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga melalui gambar, suara, dan gerakan. Pengalaman multisensori ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan . Konsep-konsep abstrak atau sulit dipahami seringkali dapat dijelaskan dengan lebih baik melalui visualisasi dalam bentuk video. Ini membantu siswa dalam memahami materi yang kompleks dengan lebih baik. video edukatif yang menarik dapat menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan dalam pembelajaran. Siswa dapat belajar sambil menikmati tontonan yang menghibur. Gambar 2. Kegiatan menggambar menonton video dengan muatan materi literasi laut. Siswa diminta maju ke depan kelas untuk menceritakan kembali . video yang telah ditonton Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Informasi terkait literasi laut yang diberikan kepada siswa melalui media video perlu untuk dikonfirmasi kembali, sehingga tim pengabdian dapat mengetahui apakah materi literasi laut yang disampaikan telah diterima secara baik dan benar oleh para siswa. Maka dari itu, pada setiap akhir sesi pemutaran cuplikan video, para siswa diminta untuk menceritakan kembali . isi atau konten mengenai literasi laut yang telah ditonton (Gambar 2. Sebagai stimulus agar para siswa berani maju ke depan kelas dan menceritakan kembali . video yang telah ditonton, tim pengabdian memberikan iming-iming hadiah baik berupa makanan ringan, minuman kemasan, atau botol minum . Hal tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa yang tampil ke depan kelas untuk menceritakan kembali konten video yang diberikan terkait materi literasi Pada sesi retelling video tersebut, terdapat siswa yang mampu menceritakan isi video dengan baik dan benar, namun ada juga yang sedikit keliru. Kekeliruan tersebut langsung diperbaiki dan diluruskan oleh tim pengabdian, sehingga para siswa mendapat pemahaman yang benar terkait materi literasi laut. Metode terakhir yang dilakukan dalam penyampaian materi literasi laut yaitu dalam bentuk dongeng (Gambar . Kegiatan dongeng tersebut dilakukan oleh pendongeng profesional, yang sangat paham dengan tingkah laku dan kebiasaan belajar para siswa sekolah dasar, sehingga materi disampaikan dalam bahasa dan gesture yang sangat mudah dipahami oleh para siswa. Adapun materi literasi laut yang disampaikan dalam dongeng tersebut yaitu mengenai kehidupan lautan yang terancam keindahan dan kelestariannya akibat adanya sampah di laut. Metode dongeng sangat efektif untuk menyampaikan materi kepada para siswa sekolah dasar. Noor . menjelaskan, setidaknya terdapat beberapa manfaat dongeng bagi anak, yaitu: . mengajarkan nilai moral yang baik. mengembangkan daya imajinasi anak. menambah wawasan. meningkatkan kreativitas. menghilangkan ketegangan atau stress. Gambar 3. Penyampaian materi liteasi laut menggunakan metode dongeng Sanchezz et al. menambahkan bahwa kekuatan utama metode dongeng adalah menghubungkan rangsangan melalui penggambaran karakter, memperkuat imajinasi, memanusiakan individu, meningkatkan empati dan pemahaman, memperkuat nilai dan etika, dan merangsang proses pemikiran kritis dan kreatif. Lebih lanjut Borba . menjelaskan bahwa dongeng tentang suatu nilai positif dan dampaknya dalam membawa perubahan positif dalam dunia dapat mengajarkan anakanak tentang kekuatan nilai tersebut, serta mendorong mereka untuk merasa memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi kepada dunia. Dengan demikian, selain mendapatkan antusias yang tinggi dari para siswa, penyampaian materi literasi laut melalui metode dongeng dapat menanamkan pemahaman dan pemikiran kritis para siswa yang pada akhirnya akan mendorong mereka untuk aktif berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan laut. Materi literasi laut yang disampaikan dalam bentuk dongeng tersebut perlu untuk dievaluasi, apakah dapat diterima dan dipahami dengan baik atau tidak oleh para siswa. Maka dari itu, di selasela dongeng, tim pengabdian memberikan pertanyaan sebagai umpan balik . eed bac. seputar Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index materi yang disampaikan. Apabila jawaban yang diberikan benar, maka siswa tersebut akan mendapat hadiah sebagai apresiasi, sedangkan apabila jawaban yang disampaikan belum benar, tim pengabdian akan meluruskan jawaban tersebut, sehingga informasi terkait literasi laut yang diterima oleh para siswa tidak keliru. Senada dengan hal tersebut. Gafur . menyatakan bahwa umpan balik . eed bac. yang efektif adalah umpan balik yang menyeluruh. Jika jawaban yang diberikan benar, akan ada konfirmasi untuk memastikan bahwa jawaban tersebut benar-benar tepat. Namun, ketika kesalahan ditemukan, informasi mengenai kesalahan tersebut serta alasan mengapa kesalahan terjadi disampaikan, dan kemudian dilakukan perbaikan. Penyampaian pendidikan mengenai literasi laut yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat diterima dengan baik dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para siswa. Hal tersebut terlihat dari partisipasi dan antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan pengabdian dari awal hingga berakhirnya kegiatan. Ditambah terdapat sejumlah siswa yang berani tampil ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang diberikan seputar materi literasi laut yang telah Meskipun demikian, terdapat catatan yang menjadi kekurangan dan keterbatasan dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan, yaitu tidak dilakukannya evaluasi dalam bentuk tes, baik sebelum . re-tes. maupun setelah kegiatan pengabdian berlangsung . ost-tes. kepada seluruh siswa. Evaluasi dalam bentuk pre-test dan post-test penting untuk dilakukan karena dapat memberikan informasi mengenai jumlah . dan tingkat pemahaman . para siswa dalam menangkap materi literasi laut yang diberikan dari serangkaian kegiatan pengabdian. Pendidikan literasi laut merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam upaya memahami, merawat, dan melestarikan ekosistem laut yang semakin rentan akibat aktivitas manusia termasuk adanya fenomena perubahan iklim. Pendidikan literasi laut yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini, meskipun berjalan baik dan efektif, tentunya tidak dapat mengatasi permasalahan kemampuan literasi laut yang cenderung rendah di tengah masyarakat. Pendidikan literasi laut harus menjadi inisiatif berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi lingkungan, dan masyarakat luas. Salah satu cara yang cukup efektif untuk menjadikan literasi laut sebagai bagian integral dari kesadaran masyarakat adalah dengan memasukkan materi literasi laut pada kurikulum pendidikan wajib di sekolah-sekolah, atau setidaknya dengan memasukkan materi tersebut pada mata pelajaran terkait seperti biologi dan geografi (Cudaback, 2. Dengan demikian, setiap generasi bangsa Indonesia akan memiliki kesempatan untuk belajar tentang keanekaragaman hayati laut, pentingnya menjaga lingkungan laut, dan langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk berkontribusi pada pelestarian sumber daya Peran guru menjadi sangat krusial jika pendidikan literasi laut menjadi kurikulum wajib di Para guru tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga inspirator dan pembimbing bagi siswa dalam memahami peran penting laut dalam kehidupan. Maka dari itu, para guru harus dipersiapkan dan dibekali dengan pelatihan dan pendidikan yang mumpuni di bidang literasi kelautan. Dengan bimbingan yang tepat, siswa dapat mengembangkan keterampilan dan kesadaran yang kuat terkait dengan masalah lingkungan laut, yang akan membentuk pandangan mereka tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pendidikan literasi laut yang diterapkan dalam kurikulum pendidikan wajib di sekolah-sekolah akan memastikan bahwa pesan ini tidak hanya sampai kepada mereka yang memiliki minat khusus dalam lingkungan laut, tetapi juga kepada seluruh generasi yang akan datang. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index KESIMPULAN DAN SARAN Pendidikan literasi laut yang menjadi tema dalam kegiatan pegabdian kepada masyarakat ini disampaikan dalam 3 . bentuk kegiatan, yaitu: . menonton video. menceritakan kembali . video yang telah ditonton. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para siswa yang menjadi sasaran/objek kegiatan pengabdian, dan cukup efektif dalam upaya meningkatkan tingkat pemahaman para siswa terkait materi literasi laut. Meskipun demikian, tidak adanya instrument evaluasi berupa pre-test dan posttest menjadi kendala untuk mengevaluasi efektifitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan pemahaman para siswa terkait materi literasi laut. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada Universitas Mataram yang telah membiayai sepenuhnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini melalui skema DIPA PNBP Universitas Mataram. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah dan segenap jajaran guru serta para siswa kelas 5 SDN No. 4 Jerowaru. Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur atas partisipasi dan bantuannya dalam mensukeskan kegiatan PkM ini, juga kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jerowaru atas perizinan yang diberikan, serta kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Mataram yang turut menjadi tim pelaksana kegiatan PkM, yaitu Fida Fahmi Robbani (C1N021. dan Carlen Aufa Harman (C1N021. DAFTAR PUSTAKA