Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Edukasi Kesehatan Melalui Media Bermain Ular Tangga dan Sikat Gigi Massal pada Siswa/i SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang Intan Aritonang1. Yenny Lisbeth Siahaan2. Winny Sunfriska Limbong3 1,2 Poltekkes Kemenkes Medan. Indonesia 3 Universitas Sari Mutiara. Indonesia Corresponding Author : intan4ri@gmail. ABSTRACT Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang dapat dilakukan dengan tindakan pencegahan penyakit gigi, pengobatan gigi serta pemulihan kesehatan gigi yang dilaksanakan oleh Pemerintah setempat dan dapat juga dilakukan melalui pelayanan kesehatan gigi perseorangan, dan masyarakat. Upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut dapat dilakukan melalui UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekola. dan Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM) dengan melakukan promotif dan preventif. Perilaku dapat dirubah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan gigi dengan berbagai metode dan media bermain yang menyenangkan, sehingga dapat mempermudah pemahaman Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan media bermain ular tangga Kesehatan gigi dan mulut siswa Ae siswi SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang. Media bermain ular tangga kesehatan dapat menyampaikan pesan dimana siswa dapat bermain dan membaca pesan dalam gambar, memberikan peran aktif. Edukasi media bermain ular tangga Kesehatan gigi dan sikat gigi massal telah terlaksana, pengetahuan cara menyikat gigi yang baik dan benar meningkat dilihat dari evaluasi yang dilakukan dari hasil kuesioner. Pengetahuan siswa meningkat. Kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi kepada masyarakat terlaksana dengan baik dan sesuai yang direncanakan. Keywords Edukasi. Media Bermain Ular Tangga Kesehatan Gigi. Sikat Gigi Massal PENDAHULUAN Kesehatan merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia, sama halnya dengan kesehatan gigi dan mulut. Kebersihan gigi dan mulut secara tidak langsung menjadi bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara umum sehingga merupakan investasi seumur hidup. Kerusakan pada gigi dapat mempengaruhi kesehatan anggota tubuh lainnya, aktivitas sehari-hari pun terganggu (Nurlila et al. , 2. Perkembangan karies gigi (Setyaningsih et al. , 2. Karies gigi merupakan salah satu masalah yang sering dialami anak-anak selama Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 pertumbuhan gigi mereka, sehingga menjaga kesehatan gigi dan mulut harus ditanamkan sejak usia dini (Fauzi and Lestari, 2. Meskipun karies gigi pada dasarnya adalah masalah kesehatan kronis yang dapat dicegah (Peres et al. , 2. , laporan global terbaru menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut belum membaik selama 25 tahun terakhir dengan 573 juta anak diperkirakan memiliki karies gigi yang tidak diobati pada gigi primer pada tahun 2015. Di banyak negara berkembang, prevalensi karies terus meningkat, sebagian besar disebabkan oleh perubahan gaya hidup, kurangnya layanan pencegahan kesehatan gigi dan mulut, dan kurangnya akses terhadap perawatan gigi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karies gigi mempengaruhi 60-90% anak sekolah di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2. melaprokan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah 45,3% gigi berlubang maupun sakit dan 14% gusi bengkak maupun abses (Riskesdas, 2. Berdasarkan Hasil Riset Dasar Kesehatan (Kementerian Kesehatan RI, 2. menyatakan bahwa sebanyak 57,6% mengalami masalah gigi dan mulut, rata-rata yang menyikat gigi setiap hari sebesar 94,7% dan hanya 2,8% masyarakat Indonesia yang menyikat gigi pada waktu yang benar. Masyarakat di provinsi Sumatera Utara yang bermasalah gigi dan mulut sebanyak 54,6%, masyarakat yang menyikat gigi setiap hari lebih rendah dibandingkan proporsi penduduk Indonesia sebesar 92,9% dan hanya 1,6% yang menyikat gigi pada waktu yang benar. Masalah karies tidak dapat dibiarkan dan kecenderungan peningkatannya di masa mendatang tidak dicegah, akibatnya akan sangat merugikan. Dampak karies bagi anak-anak sangat besar, antara lain: rasa sakit, gangguan fungsi kunyah yang menghambat konsumsi makanan atau nutrisi, anemia, gangguan kenyamanan berupa kurang tidur dan berujung pada menurunnya kualitas hidup anak tersebut. Dampak lainnya adalah gangguan konsentrasi belajar yang akan berpengaruh pada prestasi belajar. Masalah gigi memang tidak masuk dalam daftar penyakit mematikan. Kondisi inilah yang membuat sebagian masyarakat mengesampingkan upaya mencegah bahkan juga mengobati penyakit gigi dan mulut (Nubatonis, 2. Mengganti sikat gigi secara teratur adalah suatu hal yang sangat penting, sebaiknya sikat gigi diganti setelah 3 bulan pemakain atau jika kondisi bulu sikat mulai mekar atau menyebar, dimana kondisi bulu sikat seperti ini tidak dapat menyikat gigi dengan efektif. Hal ini juga dikemukakan oleh John Bestford . bahwa keakuratan dalam penyikatan gigi, dapat dikatakan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 bahwa sikat gigi tidak akan bisa menjangkau daerah permukaan gigi yang tersembunyi jika bulu sikatnya sudah mekar atau menyebar. Perubahan perilaku yang dapat dilakukan dengan berbagai macam strategi, yang didahului oleh perubahan pengetahuan dan sikap. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Penyuluhan dapat dilakukan dengan berbagai media, salah satunya dengan menggunakan media ular tangga. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Intan dkk . AuDampak pemberian medi Leaflet dan Bermain Ular tangga Terhadap Peningkatan Pengetahuan Cara menyikat Gigi dan Mulut Pada Siswa Sekolah Dasar 065015 Kec. Medan TuntunganAu menunjukkan bahwa rata rata pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi pada kelompok intervensi dan Kontrol sama sama mengalami peningkatan pengetahuan yang Signifikan. Terdapat perbedaan skor rata rata pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberi intervensi melalui media Leaflet dan media ular tangga . <0,. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Tanpa pengetahuan seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting bagi terbentuknya tindakan seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan atau ranah kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Tingkat pengetahuan di dalam domain kognitif pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan: yaitu : tahu . Memahami . Aplikasi . Analisis . Sintesis . Evaluasi . , (Adventus et al. Faktor-faktor yang Memengaruhi Pengetahuan Menurut (Rini and Fadlilah, 2. ada tujuh faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang, yaitu : Faktor Internal (Pendidikan. Pekerjaan. Umu. Faktor Internal (Kebudayaan,Informasi ) Pengukuran Pengetahuan Pengetahuan dibedakan menjadi tiga kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Dinyatakan baik apabila seseorang mampu menjawab dengan benar 75-100% dari jumlah pertanyaan. Dinyatakan cukup apabila seseorang mampu menjawab dengan benar 56-75% dari jumlah Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 pertanyaan, sedangkan dinyatakan kurang apabila seseorang mampu menjawab dengan benar 40-50% dari jumlah pertanyaan. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan melalu pengisisan angket atau wawancara tentang materi yang akan diukur pada subjek penelitian atau yang biasa disebut responden. Pengertian dan Tujuan Menyikat Gigi menyikat gigi adalah kegiatan menghilangkan sisa-sisa makanan dan kotoran lainnya yang menempel pada permukaan gigi (Hanum et al. , 2. Tujuan menyikat gigi ialah menghilangkan dan menghambat pembentukan plak, membersihkan gigi dari sisa makanan dan debris dengan pasta gigi, yang berisi suatu bahan khusus untuk mencegah terjadinya karies. Lama dan Waktu Menyikat Lama menyikat gigi sekitar 2 menit namun rata-rata orang menyikat gigi hanya 1-2 menit, waktu tersebut sudah dapat memenuhi syarat ideal lama waktu menyikat gigi. Waktu menyikat gigi yang baik dan benar adalah : Sebelum tidur malam, sisa makanan yang terselip dan menempel dicela gigi di dalam rongga mulut dibersihkan dengan menyikat gigi, untuk menahan perkembangbiakan bakteri dalam mulut karena dalam keadaan tidur tidak diproduksi ludah yang berfungsi membersihkan gigi dan mulut secara alami. Setelah sarapan, ketika bangun pagi gigi masih relatif bersih, sehingga menyikat gigi dapat dilakukan setelah selesai sarapan (Obi, 2. Syarat-syarat Sikat Gigi yang Baik Menurut (Machfoedz, 2. sikat gigi yang baik memenuhi syarat sebagai berikut: Tangkai lurus dan mudah dipegang, sehingga dapat mencapai seluruh permukaan gigi dan jaringan sekitar terutama daerah-daerah yang sulit Kepala sikat gigi kecil dan semakin ke ujung semakin mengecil, sebagai patokan panjang kepala sikat harus sama dengan jumlah lebar keempat gigi depan rahang bawah. Bulu sikat gigi harus lembut dan datar, sikat gigi yang baik adalah dengan bulu sikat yang berderet tiga, dan bulu sikat terbuat dari nilon yang tidak Cara menyikat gigi yang baik dan benar Posisikan sikat gigi senyaman mungkin, kemudian gosok gigi secara lembut dan perlahan. Untuk bagian luar gigi depan . enghadap bibi. sikat dengan gerakan keatas dan kebawah. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 Menyikat dengan gerakan memutar . pada semua permukaan bagian luar gigi yang menghadap pipi secara perlahan. Sikat semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah, yaitu gigi geraham dengan gerakan maju-mundur. Bersihkan permukaan gigi bagian dalam dengan gerakan menarik keluar secara perlahan atau menyapu keluar, baik gigi atas maupun bawah. Sikatlah lidah dengan gerakan satu arah keluar secara perlahan. Tidak lupa untuk berkumur setelah menyikat gigi (Erwana, 2. Takaran Pasta Gigi Selain teknik menyikat gigi harus benar dan tepat, pemberian pasta gigi juga harus diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan. Pemberian pasta gigi kira-kira 0,5 cm atau sebesar biji kacang polong. Pasta gigi yang sebaiknya digunakan ialah pasta gigi yang mengandung fluoride, yang merupakan mineral yang terjadi secara alami dan membatu untuk mencegah Pemeliharaan Sikat Gigi (Machfoedz, 2. Bahaya Tidak Menyikat Gigi Penghilangan sisa makanan . pada gigi dan gusi adalah langkah pertama dan terpenting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Apabila seseorang tidak menyikat gigi, maka akan terjadi penumpukan sisa makanan . pada gigi dan gusi, bila dibiarkan akan menjadi plak yang Bau Mulut (Halitosi. Bau mulut terjadi akibat terjadinya proses pembusukan sisa makanan dan bercampurnya produk dari bakteri dalam plak. Karies gigi Plak dan sisa makanan berproses membentuk asam sehingga terjadi demineralisasi yang merusak gigi. Bila karies meluas sampai ke pulpa . maka dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi, seperti pembengkakan pada kelenjar getah bening. Peradangan Gingiva (Gingiviti. Plak yang menetap cukup lama pada permukaan gigi akan mengeras membentuk karang gigi. Semakin banyak plak menumpuk semakin banyak penumpukan karang gigi, dan karang gigi menginfeksi dapat menginfeksi gingiva sehingga menyebabkan keradangan gingiva . pada penderita Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol, karena faktor respon imun yang rendah maka sering ditemukan gingivitis yang Infeksi penyakit sistemik Mulut merupakan cerminan kesehatan dalam tubuh. Bakteri yang menginfeksi mulut menyebabkan radang gusi dan penyakit gusi dapat Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 masuk menyebar melalui aliran darah. Ketika bakteri masuk ke jantung dan menempel pada area yang rusak, menciptakan peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan peningkatan risiko penyakit termasuk penyakit jantung dan endokarditis (Hanum et al. , 2. Mengajarkan anak-anak tentang kebiasaan menyikat gigi dan mulut di sekolah dasar penting dilakukan karena pada saat anak membentuk kebiasaan yang akan mereka pertahankan hingga dewasa. Untuk itu perlu pengetahuan dengan pemberian penyuluhan dengan menggunakan media. Media dapat memberikan informasi tentang kesehatan termasuk kesehatan giginya. Menurut penelitian Luthfiana Dewi, dkk, 2014 bahwa faktor yang berhubungan ialah paparan informasi dan dukungan petugas kesehatan sedangkan faktor yang lebih dominan berhubungan dengan perilaku pemeriksaan IVA ialah paparan informasi. Penelitian Sitanaya et al. , 2021. AuSimulasi Permainan Ular Tangga Sebagai Media Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah DasarAy didapatkan hasil rata-rata pre test sebesar 7,1 dan post test sebesar 9,2. sehingga terlihat bahwa diberikan permainan simulasi ular tangga tentang kesehatan gigi dan mulut di SD Negeri Gunung Sari I, terjadi peningkatan nilai rata-rata pegetahuan dibandingkan dengan sebelum dilakukan permainan simulasi ular tangga tentang kesehatan gigi dan mulut. Hal ini juga didukung oleh Hamdalah, 2013 dengan judul AuEfektivitas Media Cerita Bergambar Dan Ular Tangga Dalam Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa SDN 2 Patrang Kabupaten JemberAy terdapat perbedaan efektivitas antara metode ceramah dengan media cerita bergambar, metode ceramah dengan media permainan ular tangga dan kelompok kontrol yaitu media permainan ular tangga lebih efektif dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan gigi dan mulut serta praktik cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Prevalensi penyakit gigi masih tinggi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 memperlihatkan prevalensi gigi berlubang pada anak anak usia 5 Ae 6 tahun masih sangat tinggi yaitu 93%. Dari hasil penelitian Intan,dkk tahun 2023 adanya pengingkatan pengetahuan teknik menyikat gigi yang baik dan benar sebelum dan sesudah penggunaan media bermain ular Berdasarkan survey awal dan pengamatan langsung yang dilakukan oleh pengabdi, pada siswa SD Negeri 205298 Kabupaten Patumbak Kampung di dapatkan hasil dari 10 orang siswa, 8 orang siswa menyikat gigi dengan waktu dan teknik yang tidak tepat. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal, maka perlu dilakukan pengabdian masyarakat dengan kegiatan Edukasi Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 Penggunaan Media Bermain Ular tangga Dan Sikat Gigi Massal Pada Siswa/i SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang METODE PENELITIAN Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pengabdian masyarakat yaitu Edukasi Penggunaan Media Bermain Ular Tangga dan Sikat Gigi Massal Pada Siswa/i SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang. Pengabdi menetapkan langkah kerja dalam pengabdian masyarakat sebagai Melakukan pendekatan pada pihak sekolah SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Melakukan survei awal untuk analisis situasi/ pengambilan data awal Melakukan rencana pelaksanaan Melakukan pengabdian masyarakat diawali dengan pretest terlebih dahulu untuk mengukur pengetahuan siswa tentang teknik menyikat gigi yang baik dan benar. Melakukan penjelasan penggunaan media ular tangga dengan materi teknik menyikat gigi. Penyuluhan dilakukan oleh tim PKM dosen yang terdiri dari 3 orang staff dosen Jurusan Kesehatan Gigi dan 5 orang pembantu pengmas Poltekkes Kemenkes Medan. Siswa mendapat media ular tangga tentang teknik menyikat gigi yang baik dan Dengan demikian siswa dapat menggunakan media bermain ular tangga yang berisi tentang menyikat gigi sebagai pedoman dalam mengoptimalkan pengetahuan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. Melaksanakan sikat gigi massal Melakukan evaluasi pelaksanaan PKM. Mitra kegiatan pengabdian kepada Masyarakat adalah kepala UPT SDN 205298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang. Partisipasi mitra sangat baik dalam hal fasilitas tempat dan sarana prasarana edukasi seperti penyediaan tempat untuk kegiatan, pengeras suara dan mengumpulkan sasaran kegiatan. Pengabdian masyarakat dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 205298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juni s/d Juli Tahun 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu dari pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengabdian kepada Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 Masyarakat telah dilaksanakan pada siswa SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang tahun 2024. Hasil kegiatan yang diperoleh dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah sebagai berikut : Siwa /I diberikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan awal tentang pemeliharan Kesehatan gigi dan mulut serta cara menyikat sikat Edukasi dilakukan dengan menggunakan bermain ular tangga, model gigi untuk mempraktekkan cara menyikat gigi yang baik dan Melakukan kegiatan sikat gigi massal pada seluruh siswa. Dalam pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini dilakukan penyebaran kuesioner pretest dan post test untuk mengetahui pengetahuan siswa/I sebelum dan sesudah pemberian edukasi pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut dengan penggunaan media bermain ular tangga. Hasil yang didapat adalah Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Adapun hasil kegiatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 1. Hasil Kuesioner Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi dan mulut Sebelum Bermain Ular Tangga Sebelum Edukasi Kriteria Pengetahuan Jumlah . Persentase(%) Baik 11,11 Sedang 22,22 Buruk 66,67 Total Dari tabel 1 ini menunjukkan distribusi frekuensi Tingkat pengetahuan siswa/I SD 105298 Dusun V Patumbak Kampung pada tahun 2024, berdasarkan hasil kuesioner pre-test dari 90 siswa yang diuji, dapat diketahui bahwa pengetahuan sebelum edukasi melalui bermain ular tangga menunjukkan kriteria baik 10 orang . ,11%), kriteria sedang 20 orang . ,22%) dan kriteria buruk 60 orang . ,67%). Keseluruhan data menunjukan bahwa mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang buruk tentang materi yang diuji sebelum intervensi atau pemberian edukasi penggunaan media bermain ular Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 Tabel 2. Hasil Kuesioner Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Gigi dan mulut Sesudah Bermain Ular Tangga Sesudah Edukasi Kriteria Pengetahuan Jumlah . Persentase(%) Baik 88,89 Sedang 11,11 Buruk Total Dari tabel 2 ini menunjukkan distribusi frekuensi Tingkat pengetahuan siswa/I SD 105298 Dusun V Patumbak Kampung pada tahun 2024, berdasarkan hasil kuesioner post-test dari 90 siswa yang diuji, mayoritas menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dapat diketahui bahwa pengetahuan sesudah dilakukan edukasi kriteria baik 80 orang . ,89%), kriteria sedang 10 orang . ,11%) dan kriteria buruk tidak ada. Data ini menunjukkan bahwa setelah pemberian edukasi penggunaan media bermain ular tangga dan sikat gigi massal, hampir semua siswa memiliki pemahaman yang baik tentang materi yang diajarkan, menandakan keberhasilan pemberian edukasi dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan gigi dan mulut serta cara menyikat gigi. Pembahasan Salah satu cara dalam pemeliharan Kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi. Menyikat gigi adalah kegiatan menghilangkan sisa-sisa makanan dan kotoran lainnya yang menempel pada permukaan gigi (Hanum et al, 2. Tujuan menyikat gigi ialah menghilangkan dan menghambat pembentukan plak, membersihkan gigi dari sisa makanan dan debris dengan pasta gigi, yang mengandung flour untuk mencegah terjadinya karies. Permainan ular tangga merupakan permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak, tidak ada sumber yang jelas sejak kapan permainan ular tangga ditemukan. Konsep permainan ular tangga yaitu permainan yang dimainkan 2 anak atau lebih dengan melempar dadu, yang terdiri dari beberapa kotak yang didalamnya berisi gambar dan tulisan pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut, dalam permainan ada gambar ular dan tangga, apabila dalam permainan mendapatkan tangga berarti naik sesuai dengan tangga tersebut, dan apabila mendapatkan ular maka dalam permainan tersebut peserta harus turun sesuai jalan ular tersebut. Peserta dinyatakan menang apabila peserta sampai pada finis yang pertama. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Intan dkk . AuDampak pemberian medi Leaflet dan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 279-289 Bermain Ular tangga Terhadap Peningkatan Pengetahuan Cara menyikat Gigi dan Mulut Pada Siswa Sekolah Dasar 065015 Kec. Medan TuntunganAu menunjukkan bahwa rata rata pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi pada kelompok intervensi dan Kontrol sama sama mengalami peningkatan pengetahuan yang Signifikan. Usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Peran sekolah sangat diperlukan dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak, karena faktor lingkungan yang salah satunya adalah sekolah memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku kebiasaan menyikat gigi pada anak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada perasaan terpaksa. KESIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat dengan edukasi melalui bermain ular tangga kesehatan gigi dan sikat gigi massal pada siswa/i SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang dapat disimpulkan sebagai berikut : Edukasi dengan bermain ular tangga tentang cara menyikat gigi dan mulut dan pelaksanaan sikat gigi massal sudah terlaksana dengan baik. Sebagian siswa/i telah mengikuti sesuai anjuran. Kriteria pengetahuan menunjukkan adanya perubahan pada kategori buruk 60 orang . menjadi tidak ada. Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi telah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana. Saran Diharapkan kepada siswa/i untuk dapat terus memelihara Kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian yang harus diperhatikan oleh siswa/i, dan dianjurkan agar tetap menyikat gigi dengan benar sebanyak 2 kali sehari yakni setalah sarapan pagi dan hendak tidur pada malam hari minimal 2 menit dalam sekali penyikatan gigi. DAFTAR PUSTAKA