CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia https://doi. org/10. 25008/caraka. LUGAZH PRIYA HUTAMA Universitas Mercu Buana Jakarta - Indonesia ABSTRACT As communication media and marketing strategies evolve, companies must also develop strategies to remain competitive. Social media has become one of the innovations in the world of technology and communication. Goal. com Indonesia utilizes social media marketing to present a content strategy that features more varied and provocative news related to football, aimed at attracting the interest of its followers and readers. This research aims to explain the existence of a relationship between Social Media Marketing and Social Media Engagement among the followers of Instagram @goalcomindonesia. This study employs a quantitative approach, using explanatory survey methods and a positivistic paradigm. The population for this research consists of the followers of Instagram @goalcomindonesia, which totaled 769,000 followers in May 2025, with purposive sampling techniques used. The results indicate a relationship between the variable of Social Media Marketing and Social Media Engagement. Based on the correlation test results, the relationship between Social Media Marketing and Social Media Engagement is strong, with a correlation coefficient of 0. 838 and a positive direction. The conclusion of this study is that the relationship between the variable of Social Media Marketing and the variable of Social Media Engagement falls into the strong category with a positive direction. Therefore, as the use of Social Media Marketing on the @goalcomindonesia account increases. Social Media Engagement also rises. Keywords: Social Media Marketing. Social Media Engagement. Instagram. Media Sosial. Followers. ABSTRAK Seiring berkembangnya media komunikasi dan strategi marketing membuat perusahaan-perusahaan juga harus membuat strategi agar bisa bersaing. Social media menjadi salah satu bentuk inovasi dalam dunia teknologi dan komunikasi. Goal. com Indonesia juga memanfaatkan social media marketing untuk menghadirkan strategi konten berita seputar sepak bola yang lebih variatif dan provokatif untuk menarik minat followers pembacanya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada followers Instagram @goalcomindonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survey explanative dan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah followers Instagram @goalcomindonesia yang diambil pada bulan Mei 2025 sebanyak 769. 000 followers dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan, ada hubungan variabel Social Media Marketing dengan Social Media Engagement. Berdasarkan hasil uji korelasi, hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement adalah kuat dengan nilai koefisien korelasi 838 dan arah hubungannya positif. Kesimpulan penelitian ini adalah hubungan variabel Social Media Marketing dengan variabel Y Social Media Engagement masuk dalam kategori kuat Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 dengan arah yang positif. Sehingga, apabila semakin tinggi penggunaan Social Media Marketing di akun @goalcomindonesia maka Social Media Engagement juga semakin tinggi. Kata Kunci: Social Media Marketing. Social Media Engagement. Instagram. Media Sosial. Followers. AuthorAos email correspondent: hutama. lugazh@gmail. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2025 (Lugazh Priya Hutam. Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: August 16, 25. Revised: September 18, 2025. Accepted: December 1, 2025 PENDAHULUAN Sepak bola merupakan olahraga paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hasil survei dari Nielsen menunjukkan Indonesia menempati urutan ketiga di antara 12 negara Asia dengan 69% responden antusias terhadap sepak bola. Euforia positif ini semakin meningkat seiring dengan persiapan Piala Dunia, di mana tim nasional Indonesia berkompetisi dalam kualifikasi. Hal ini menciptakan kebutuhan yang signifikan bagi penggemar untuk mendapatkan informasi terkini mengenai berita, hasil pertandingan, dan perkembangan lainnya. Di Indonesia, terdapat beragam portal berita online yang menyajikan informasi sepak bola, seperti Goal. com, bola. com, dan bola. Anshari & Prasatya . mengungkapkan saat ini hampir semua media di Indonesia, baik itu cetak, elektronik, maupun online memiliki rubrik olahraga. Rubrik bisa bertambah ketika ada event besar seperti Piala Dunia. Piala Eropa, atau kejuaraan di mana Indonesia ambil bagian di dalamnya. Namun, dengan banyaknya media online yang bersaing. Goal. com Indonesia harus menghadapi tantangan untuk menarik perhatian audiens. Menurut survei yang dilakukan oleh Ipang Wahid Stratejik (IPWS). Goal. com hanya menduduki peringkat ke-13 sebagai referensi media bacaan olahraga dengan perolehan suara 1,40%. Fenomena ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih dalam mengenai strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Goal. com, khususnya di platform media sosial Instagram. Komunikasi pemasaran selalu mengalami dinamika dan perkembangan dan menciptakan inovasi serta kreatifitas-kreatifitas dari para pelakunya. Masalah demi masalah membuat orang-orang yang terlibat didalamnya berpikir kreatif. Seiring berkembangnya media komunikasi dan strategi marketing sehingga membuat perusahaan-perusahaan juga harus membuat strategi agar bisa bersaing. Social media menjadi salah satu bentuk inovasi dalam dunia teknologi dan komunikasi. Media sosial, terutama Instagram, telah menjadi saluran utama untuk mengakses informasi dan berinteraksi dengan konten. Dengan lebih dari dua miliar pengguna aktif bulanan. Instagram menawarkan peluang besar bagi perusahaan untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan audiens. Goal. com Indonesia memanfaatkan media sosial untuk menyajikan konten yang lebih interaktif dan menarik, dengan tujuan untuk meningkatkan engagement followers mereka. Berdasarkan uraian dan penjelasan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah: AuAdakah hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada followers Instagram @goalcomindonesia? Adapun tujuan Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 penelitian ini untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada followers Instagram @goalcomindonesia KERANGKA TEORI Komunikasi Pemasaran. Menurut Kotler dan Keller . , komunikasi pemasaran adalah proses yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen tentang produk dan merek yang dijual. Ini mencakup berbagai strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran. Kenedy dan Soemanegara . mengatakan tujuan dari komunikasi pemasaran adalah untuk mencapai tiga tahap perubahan, yaitu: . Perubahan pengetahuan. Di tahap awal ini perusahaan memberikan suatu pengetahuan atau informasi kepada konsumen tentang hal-hal seperti keberadaan produk, bentuk produk, untuk apa produk itu diciptakan dan sasaran produk itu ditujukan untuk siapa. Perubahan Sikap/Perilaku: berarti mengarah kepada keinginan untuk mencoba sebuah produk. Dalam tahap ini, pertama ditentukan oleh efek kognitif, yaitu membentuk kesadaran informasi yang mampu mengakibatkan perubahan pada aspek pengetahuan, kepercayaan, atau sebuah keyakinan. Kedua, efek afeksi, yaitu memberikan suatu pengaruh agar melakukan sesuatu yang diharapkan dalam realisasi pembelian. Ketiga, efek konatif, ialah membentuk pola-pola khalayak menjadi perilaku selanjutnya. Dalam hal ini yang diharapkan adalah pembelian ulang. Perubahan perilaku, dimaksudkan di sini agar konsumen itu tidak berpindah kepada produk lain apalagi sampai terbiasa menggunakannya. New Media. Teori new media dikembangkan Pierre Levy. Dia mengemukakan media baru merupakan teori yang bertitik pada pembahasan mengenai perkembangan media. Media baru merujuk pada platform digital yang memungkinkan interaksi dan keterlibatan antara pengguna. Media sosial, termasuk Instagram, telah menjadi alat penting dalam komunikasi pemasaran, memungkinkan perusahaan untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Social Media Marketing. Merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan platform media sosial untuk mempromosikan produk dan layanan. As'ad dan Alhadid . menyatakan social media marketing memiliki beberapa dimensi, yaitu: Online Communities, pemasaran perusahan atau bisnis dengan menggunakan social media mampu menciptakan sebuah komunitas atas produk dan bisnis tersebut yang dapat menciptakan sebuah sikap loyalitas dan mampu mendorong terjadinya perkembangan bisnis. Interaction, dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook dan twitter, ini berarti sama dengan memberikan suatu notifikasi kepada seluruh followers dalam hal ini pelanggan atau suatu subjek dengan cepat dan terus menerus (Berselli. Burger, & Close. Jaringan sosial menjadikan kemudahan interaksi dengan komunitas online dengan broadcasting yang up-to-date, sehingga konsumen dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang diinginkannya (Fischer & Reuber, 2. Sharing of content, dimensi yang digunakan sebagai media untuk pertukaran informasi, distribusi, dengan mendapatkan konten melalui media sosial, seperti newsletter, fitur pesan, dan sebagainya. Accessibility, sifat media sosial yang dapat diakses dengan mudah dan dengan biaya yang relatif murah bahkan tanpa mengeluarkan biaya dalam penggunaannya. Selain itu. Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 media sosial juga sangat mudah digunakan dan juga tidak memerlukan keterampilan khusus untuk mengakses situs tersebut (Taprial & Kanwar, 2. Credibility, berhubungan mengenai bagaimanakah suatu perusahaan membuat dan menyampaikan pesan dengan jelas kepada konsumennya, mampu membangun kredibilitas tentang apa yang dikatakan perusahaan dan berusaha membangun hubungan emosional dengan target pasar, memotivasi terjadinya pembelian dan meningkatkan loyalitas Social Media Engagement. Merupakan interaksi pengguna dengan konten yang dibagikan oleh merek di media sosial. Tsai & Men . mengungkapkan social media engagement terdiri dari tiga dimensi, yaitu: . Konsumsi . , adalah tingkat keterlibatan media sosial yang paling rendah, indikatornya terdiri dari membaca komentar, melihat gambar dan video. Kontribusi . , merupakan tingkat keterlibatan media sosial yang moderat, indikatornya terdiri dari bertanya dan menjawab pertanyaan melalui media sosial. Kreasi . , dimensi kreasi adalah level tertinggi dari social media engagement, indikatornya terdiri dari penerbitan dan berbagi video dan gambar yang dikonsumsi dan kontribusi orang lain (Tsai & Men, 2. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatif dan berlandaskan paradigma positivistik untuk menjelaskan hubungan . antara Social Media Marketing (X) dan Social Media Engagement (Y). Penelitian menggambarkan terjadinya fenomena tetapi juga menganalisis hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada followers Instagram @goalcomindonesia. Populasi penelitian adalah seluruh pengikut akun Instagram @goalcomindonesia yang 000 pada Mei 2025. Dengan menggunakan rumus Taro Yamane dengan presisi atau margin of error sebanyak 5%, diperoleh sampel sebesar 399,7 yang dibulatkan menjadi 400 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pada Teknik ini peneliti menentukan kualifikasi responden terlebih dahulu. Adapun kriterianya: . Followers akun instagram @goalcomindonesia. Pernah melihat konten Instagram @goalcomindonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada responden menggunakan google form. Untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner, dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Data primer diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner, sedangkan data sekunder didapatkan dari studi kepustakaan dan dokumen Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi untuk mengetahui tingkat hubungan antar variabel, serta uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini peneliti menguraikan hasil penelitian yang di peroleh dari hasil penyebaran kuesioner pada 18 Juni 2025 kepada obyek penelitian yang berjumlah 400 Dari hasil penyebaran kuesioner, peneliti mendapatkan data untuk menggambarkan latar belakang responden dari usia, jenis kelamin dan lama me-follow akun @goalcomindonesia. Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Usia < 18 Tahun 19-35 Tahun 36-55 Tahun Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Tabel 1. Usia Responden Jumlah Persentase 71,5% Tabel 2. Jenis Kelamin Jumlah Persentase 82,75% 17,25% Tabel 3. Lama Memfollow Akun @goalcomindonesia Lama Memfollow Akun Jumlah 1-3 Bulan 4-6 Bulan 7-9 Bulan 10-12 Bulan > 12 Bulan Jumlah Persentase 16,25% 12,25% 23,25% 24,25% Dari tabel di atas diketahui bahwa responden paling banyak berada pada rentang usia 19-35 tahun sebesar 71,5%, didominasi oleh responden laki-laki dengan persentase 82,75%, dan mayoritas 24,25% responden memfollow akun @goalcomindonesia selama >12 bulan. Karakteristik respoden lainnya konten yang dikonsumsi, konten yang diberikan Like, comment yang pernah diberikan, hingga konten yang di bagikan ulang. Tabel 4. Konten @goalcomindonesia yang Dikonsumsi Konten Jumlah Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Berita Pemain Update Transfer Berita Liga Inggris Berita Tim Liga Italia Berita Tim Liga Spanyol Berita Piala Dunia Antar Club Pilih Pemain Champions League Europa League Conference League Bundesleague Liga 1 Classic Player MLS Liga Arab League One Eradivisie Sejarah Pemain Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Karakteristik responden di atas menunjukan konten @goalcomindonesia yang dikonsumsi oleh para responden. Pilihan terbanyak adalah konten tentang hasil pertandingan dipilih sebanyak 266 responden. Tabel 5. Konten @goalcomindonesia yang Sering Diberikan Like Konten Jumlah Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Berita Pemain Update Transfer Berita Liga Inggris Berita Tim Liga Italia Berita Tim Liga Spanyol Berita Piala Dunia Antar Club Pilih Pemain Champions League Europa League Bundesleague Conference League Liga 1 Classic Player MLS Liga Arab League One Eradivisie Sejarah Pemain Umpan dan Gol Terbaik Tidak Ada Tabel di atas menunjukan karakteristik responden terhadap konten @goalcomindonesia yang sering diberikan Like. Konten hasil pertandingan masih menjadi pilihan mayoritas dengan 242 responden. Tabel 6. Commnet yang Pernah Diberikan di Instagram @goalcomindonesia Konten Jumlah Dukungan Untuk Club Favorit Seputar Hasil Pertandingan Menyemangati Timnas Mengejek Club lain Membandingkan Pemain Tidak Berkomentar Mendebat caption admin Pada karakteristik comment yang pernah diberikan di Instagram @goalcomindonesia terlihat dari tabel di atas comment dukungan untuk club favorit menjadi pilihan terbanyak dengan 134 responden. Tabel 7. Konten @goalcomindonesia yang Dibagikan Ulang Konten Jumlah Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Berita Pemain Update Transfer Berita Liga Inggris Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Berita Tim Liga Italia Pilih Pemain Berita Tim Liga Spanyol Berita Piala Dunia Antar Club Champions League Tidak Ada Europa League Bundesleague Classic Player Liga 1 Conference League MLS Liga Arab League One Eradivisie Sejarah Pemain Karakteristik responden terakhir yaitu konten @goalcomindonesia yang dibagikan ulang di instagram, terlihat dari pada tabel 7, bahwa konten Hasil pertandingan yang paling banyak dibagikan ulang dengan 237 responden. Deskriptif Variabel Social Media Marketing (X) pada dimensi online communities mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama. Ausaya mengikuti akun @goalcomindonesia untuk mendapatkan informasi tentang sepak bolaAu. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 172 responden atau 43% dan 160 responden atau 40% menjawab sangat setuju. 10 responden atau 2,5% menjawab tidak setuju dan hanya 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Kedua. Ausaya merasa jadi bagian komunitas followers instagram @goalcomindonesiaAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu dengan 146 responden atau 36,5%, 144 responden atau 36% menjawab setuju, 73 responden atau 18,25% menjawab sangat setuju, 34 responden atau 8,5% menjawab tidak setuju dan hanya 3 responden atau 0,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketiga. Ausaya merasa tidak jadi bagian komunitas followers instagram @goalcomindonesiaAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 154 responden atau 38,5%, 85 responden atau 21,25% menjawab sangat tidak setuju, 81 responden atau 20,25% menjawab tidak setuju, 63 responden atau 15,75% menjawab setuju dan 17 responden atau 4,25% menjawab sangat setuju. Keempat, akun tersebut menyediakan beragam informasi sepakbola. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 191 responden atau 47,75%, 150 responden atau 37,5% menjawab sangat setuju, 54 responden atau 13,5% menjawab raguragu, 3 responden atau 0,75% menjawab tidak setuju, dan 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kelima, akun tersebut memenuhi kebutuhan saya akan informasi sepak bola. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 198 responden atau 49,5%, 123 responden atau 30,75% menjawab sangat setuju, 70 responden atau 17,5% menjawab ragu-ragu, 2 responden atau 2% menjawab tidak setuju dan hanya 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Untuk dimensi interaction mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama, konten akun tersebut selalu mendapat banyak respon. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 201 responden atau 50,25%, 102 responden atau 25,5% menjawab ragu-ragu, 91 responden atau 22,75% menjawab sangat Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 setuju, 5 responden atau 1,25% menjawab tidak setuju, dan hanya 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju Kedua. Ausaya memberikan respon di setiap konten yang diunggah akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 141 responden atau 35,25%, 107 responden atau 26,75% menjawab setuju, 77 responden atau 19,25% menjawab sangat setuju, 57 responden atau 14,25% menjawab tidak setuju, dan 18 responden atau 4,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketiga. Ausaya berkomentar di akun tersebut 5 kali per mingguAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 146 responden atau 36,5%, 99 responden atau 24,75% menjawab setuju, 58 responden atau 14,5% menjawab tidak setuju, 51 responden atau 12,75% yang menjawab sangat tidak setuju, 46 responden atau 11,5% menjawab sangat setuju. Keempat, akun tersebut membalas komentar saya 5 kali per minggu. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 158 responden atau 39,5%, 76 responden atau 19% menjawab setuju dan 57 responden atau 14,25%, 58 responden atau 14,5% menjawab tidak setuju, 57 responden atau 14,25% menjawab sangat setuju dan 51 responden atau 12,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Kelima. Ausaya terlibat diskusi di komentar dengan followers akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 170 responden atau 5%, 94 responden atau 23,5% menjawab ragu-ragu, 61 responden atau 15,25% menjawab sangat setuju, 43 responden atau 10,75% yang menjawab sangat tidak setuju dan 2 responden atau 8% menjawab tidak setuju. Keenam, akun tersebut aktif membalas komentar followers lain. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 141 responden atau 35,25%, 125 responden atau 31,5% menjawab ragu-ragu, 61 responden atau 15,25% menjawab tidak setuju, 59 responden atau 14,25% menjawab sangat setuju dan 14 responden atau 3,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketujuh, akun tersebut aktif membalas komentar followers lain. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 137 responden atau 34,25%, 87 responden atau 21,75% menjawab setuju, 73 responden atau 18,25% yang menjawab sangat tidak setuju, 62 responden atau 15,5% menjawab tidak setuju dan 41 responden atau 10,25% menjawab sangat setuju. Kedelapan, konten akun tersebut mengajak followers untuk memberikan respon. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju 175 responden atau 43,75%, 129 responden atau 32,25% menjawab ragu-ragu, 74 responden atau 18,2% menjawab sangat setuju, 14 responden atau 3,5% menjawab tidak setuju, dan 8 responden atau 2% yang menjawab sangat tidak setuju. Kesembilan, akun tersebut mengajak followers untuk memberikan respon. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 174 responden atau 43,75%, 139 responden atau 34,75% menjawab ragu-ragu, 66 responden atau 16,5% menjawab sangat setuju, 19 responden atau 4,75% menjawab tidak setuju dan 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kesepuluh, akun tersebut memposting konten dengan fitur polling Instagram 3 kali per Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 186 responden atau 46,5%, 107 responden atau 26,75% menjawab setuju, 79 responden atau 19,75% menjawab sangat setuju, 27 responden atau 6,75% menjawab tidak setuju dan hanya 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Untuk dimensi sharing of content mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama, konten yang disajikan akun tersebut informatif. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju 214 responden atau 53,5%, 109 responden atau 27,25% menjawab sangat setuju, 70 responden atau 17,5% menjawab ragu-ragu, 5 responden atau 1,25% menjawab tidak setuju, dan Hanya 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju Kedua, konten yang disajikan akun tersebut menarik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 206 responden atau 51,5%, 114 responden atau 28,5% menjawab sangat setuju, 72 responden atau 18% menjawab ragu-ragu, 6 responden atau 1,5% menjawab tidak setuju dan 2 responden atau ,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketiga, konten yang disajikan akun tersebut tidak informatif. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 124 responden atau 31%, 99 responden atau 24,75% yang menjawab sangat tidak setuju dan tidak setuju, 61 responden atau 15,25% menjawab setuju, dan 17 responden atau 4,25% menjawab sangat setuju. Keempat. Ausaya bertukar informasi dengan followers lainAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 184 responden atau 46%, 94 responden atau 23,5% menjawab ragu-ragu, dan 68 responden atau 17% menjawab sangat setuju, 36 responden atau 9% menjawab tidak setuju, dan 18 responden atau 4,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kelima. Ausaya melihat followers lain membagikan ulang konten akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 167 responden atau 41,75%, 134 responden atau 33,5% menjawab ragu-ragu, 70 responden atau 17,5% menjawab sangat setuju, 22 responden atau 5,5% menjawab tidak setuju dan 7 responden atau 1,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Keenam, konten akun tersebut bisa dibagikan melalui aplikasi lain. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 197 responden atau 49,25%, , 96 responden atau 24% menjawab ragu-ragu, 92 responden atau 23% menjawab sangat setuju, 11 responden atau 2,75% menjawab tidak setuju, dan 4 responden atau 1% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketujuh. Aysaya membagikan konten akun tersebut lewat direct message 5 kali per mingguAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu 145 responden atau 36,25%, 94 responden atau 23,5% menjawab setuju, 60 responden atau 15% menjawab tidak setuju, 58 responden atau 14,5% menjawab sangat setuju dan 43 responden atau 10,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Kedelapan. Aysaya membagikan konten akun tersebut melalui instagram story 5 kali per mingguAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 154 responden atau 38,5%, 91 responden atau 38,5% menjawab setuju, 58 responden atau 14,5% menjawab tidak setuju, 52 responden atau 13% menjawab sangat setuju, dan 45 responden atau 11,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Untuk dimensi accessibility mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama, akun tersebut dapat diakses selain di smartphone. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju 207 responden atau 51,75%, 101 responden atau 25,25% menjawab sangat setuju, 78 responden atau 19,5% menjawab ragu-ragu, 8 responden atau 2% menjawab tidak setuju, 6 responden atau 1,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Kedua. Aykonten akun tersebut selalu muncul di halaman home instagram sayaAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 195 responden atau 48,75%, 100 responden atau 25% menjawab ragu-ragu, 81 responden atau 20,25% menjawab sangat setuju, 18 responden atau 4,5% menjawab tidak setuju, dan 6 responden atau 1,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketiga. Aysaya melihat konten akun tersebut 3 kali sehari saat saya scrolling InstagramAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 173 responden atau 43,25%, 121 responden atau 30,25% menjawab setuju, 61 responden atau 15,25% menjawab sangat setuju, 32 responden atau 8% menjawab tidak setuju dan 13 responden atau 3,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Keempat, konten akun tersebut tidak muncul di halaman home instagram saya. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 138 responden, 89 responden atau 22,25% menjawab setuju, 75 responden atau 18,75% menjawab tidak setuju, 64 responden atau 16% yang menjawab sangat tidak setuju dan 34 responden atau 8,5% menjawab sangat setuju Kelima, mengenai konten di akun tersebut dapat diperoleh gratis. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 201 responden atau 50,25%, 125 responden atau 31,25% menjawab sangat setuju, 68 responden atau 17% menjawab raguragu, 5 responden atau 1,25% menjawab tidak setuju, dan 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Keenam, mengenai tidak ada biaya tambahan untuk mendapat konten akun tersebut. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 189 responden atau 47,25%, 133 responden atau 33,25% menjawab sangat setuju, 72 responden atau 18% menjawab ragu-ragu, 5 responden atau 1,25% menjawab tidak setuju dan 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Untuk dimensi credibility mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama, akun tersebut memberikan informasi yang akurat. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 210 responden atau 52,5%, 104 responden atau 26% menjawab sangat setuju, 82 responden atau 20,5% menjawab ragu-ragu, 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setujudan tidak setuju. Kedua. Aysaya lebih mempercayai konten sepakbola dari akun tersebut dibanding akun lainAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 140 responden atau 35%, 138 responden atau 34,5% menjawab ragu-ragu, 97 responden atau 24,5% menjawab sangat setuju, 24 responden atau 6% menjawab tidak setuju, dan 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketiga, informasi yang diberikan akun tersebut tidak akurat. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 149 responden atau 37,25%, 101 responden atau 25,25% yang menjawab sangat tidak setuju, 90 responden atau 22% menjawab tidak setuju, 41 responden atau 10,25% menjawab setuju dan 19 responden atau 4,75% menjawab sangat setuju. Keempat, akun tersebut memberikan informasi sesuai fakta. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 200 responden atau 50%, 98 responden atau 24,5% menjawab sangat setuju, 93 responden atau 23,25% menjawab raguragu, 7 responden atau 1,75% menjawab tidak setuju, dan 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kelima, akun tersebut memiliki reputasi yang baik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 187 responden atau 46,75%, 105 responden Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 atau 26,25% menjawab ragu-ragu, 104 responden atau 26% menjawab sangat setuju, 3 responden atau 0,75% menjawab tidak setuju dan Hanya 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Deskriptif Variabel Social Media Engagement (Y) pada dimensi konsumsi mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama, saya membaca caption di postingan konten akun tersebut. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 141 responden atau 35,25%, 128 responden atau 32% menjawab sangat setuju, 106 responden atau 26,5% menjawab ragu-ragu, 23 responden atau 5,75% menjawab tidak setuju dan 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kedua, caption pada konten akun tersebut menarik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 166 responden atau 41, 5%, 131 responden atau 32,75% menjawab ragu-ragu, 79 responden atau 19,75% menjawab sangat setuju, 22 responden atau 5,5% menjawab tidak setuju dan 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketiga. Ausaya tidak membaca caption di postingan konten akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 142 responden atau 35,5%, 105 responden atau 26,25% menjawab tidak setuju, 87 responden atau 21,5% yang menjawab sangat tidak setuju, 44 responden atau 11% menjawab setuju dan 22 responden atau 5,5% menjawab sangat setuju. Keempat. Ausaya membaca komentar pada konten akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 165 responden atau 41,25%, 118 responden atau 29,5% menjawab ragu-ragu, 81 responden atau 20,25% menjawab sangat setuju, 33 responden atau 8,25% menjawab tidak setuju, 3 responden atau 0,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Kelima, komentar pada konten akun tersebut menarik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 171 responden atau 42,75%, 128 responden atau 32% menjawab ragu-ragu, 72 responden atau 18% menjawab sangat setuju, 26 responden atau 6,5% menjawab tidak setuju dan 3 responden atau 0,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Keenam, konten gambar di akun tersebut menarik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 164 responden atau 41%, 115 responden atau 28,75% menjawab ragu-ragu, dan 112 responden atau 28% menjawab sangat setuju, 7 responden atau 1,75% menjawab tidak setuju dan Hanya 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketujuh. Aysaya melihat konten gambar pada akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 184 responden atau 46%, 116 responden atau 29% menjawab sangat setuju, 96 responden atau 24% menjawab ragu-ragu, 3 responden atau 0,75% menjawab tidak setuju dan 1 responden atau 0,25% yang menjawab sangat tidak setuju. Kedelapan, konten gambar akun tersebut tidak menarik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 142 responden atau 26,25%, 105 responden atau 26,25% menjawab tidak setuju, 88 responden atau 22% yang menjawab sangat tidak setuju, 40 responden atau 10% menjawab setuju dan 25 responden atau 6,25% menjawab sangat setuju. Kesembilan, konten video di akun tersebut menarik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 181 responden atau 42,25%, 107 responden atau 26,75% menjawab ragu-ragu, 103 responden atau 25,75% menjawab sangat setuju, 7 Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 responden atau 1,75% menjawab tidak setuju dan Hanya 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kesepuluh. Aysaya menonton konten video pada akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 178 responden atau 44,5%, 113 responden atau 28,25% menjawab ragu-ragu, 105 responden atau 26,25% menjawab sangat setuju, 2 responden atau 0,5% yang menjawab sangat tidak setuju dan tidak setuju. Kesebelas, konten video akun tersebut tidak menarik. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 137 responden atau 34,25%, 116 responden atau 29% menjawab tidak setuju, 80 responden atau 20% yang menjawab sangat tidak setuju, 42 responden atau 10,5% menjawab setuju dan 25 responden atau 6,25% menjawab sangat setuju. Untuk dimensi kontribusi mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama. Aysaya memberikan like 5 kali per minggu di akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 186 responden atau 46,5%, 92 responden atau 23% menjawab setuju, 67 responden atau 16,75% menjawab sangat setuju, 37 responden atau 9,25% menjawab tidak setuju dan 18 responden atau 4,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kedua. Ausaya memberikan like hanya pada konten yang saya sukaAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 207 responden atau 51,75%, 119 responden atau 29,75% menjawab sangat setuju, 62 responden atau 15,5% menjawab raguragu, 9 responden atau 2,25% menjawab tidak setuju dan 3 responden atau 0,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Ketiga. Ausaya memberikan like hanya pada konten yang informatifAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 193 responden, 48,25% menjawab setuju dan 126 responden atau 31,5% menjawab sangat setuju, 70 responden atau 17,5% menjawab ragu-ragu, 8 responden atau 2% menjawab tidak setuju dan Hanya 3 responden atau 0,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Keempat. Asaya memberikan pertanyaan pada konten akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 149 responden atau 37,25%. , 118 responden atau 29,5% menjawab ragu-ragu, 74 responden atau 18,5% menjawab sangat setuju, 33 responden atau 8,25% menjawab tidak setuju dan 26 responden atau 6,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Kelima. Aysaya berkomentar di konten akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 174 responden atau 43,5%, 115 responden atau 28,75% menjawab ragu-ragu, 67 responden atau 16,75% menjawab sangat setuju, 26 responden atau 6,5% menjawab tidak setuju dan 18 responden atau 4,5% yang menjawab sangat tidak setuju. Keenam. Aysaya tidak berkomentar pada konten akun tersebutAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 129 responden atau 32,25%, 98 responden atau 24,5% menjawab setuju, 63 responden atau 15,75% menjawab tidak setuju, 56 responden atau 14% yang menjawab sangat tidak setuju, dan 54 responden atau 13,5% menjawab sangat setuju. Ketujuh. Ausaya membalas komentar followers akun tersebut 5 kali per mingguAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 171 responden atau 42,75%. , 76 responden atau 19% menjawab setuju, 55 responden atau 13,75% menjawab sangat setuju 51 responden atau 12,75% menjawab tidak setuju, dan 47 responden atau 11,75% yang menjawab sangat tidak setuju. Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Kedelapan. Ausaya menjawab pertanyaan followers akun tersebut 5 kali permingguAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 161 responden atau 40,25%, 98 responden atau 24,5% menjawab setuju, 50 responden atau 12,5% menjawab tidak, 47 responden atau 11,75% menjawab sangat setuju dan 44 responden atau 11% yang menjawab sangat tidak setuju. Untuk dimensi kreasi mencakup beberapa indikator sebagai berikut: Pertama. Ausaya membagi konten gambar akun tersebut melalui direct message 3 kali per mingguAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu yaitu sebanyak 171 responden atau 42,75%, 94 responden atau 23,5% menjawab setuju, dan 59 responden atau 14,75% menjawab sangat setuju, 38 responden atau 9,5% yang menjawab sangat tidak setuju dan tidaka setuju. Kedua. Ausaya membagi konten gambar akun tersebut menggunakan aplikasi lainAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 168 responden atau 42%, 111 responden atau 27,75% menjawab ragu-ragu, 65 responden atau 16,25% menjawab sangat setuju, 32 responden atau 8% yang menjawab sangat tidak setuju, 24 responden atau 6% menjawab tidak setuju. Ketiga. Ausaya membagikan konten video akun tersebut melalui direct messageAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 145 responden atau 36,25%, 135 responden atau 33,75% menjawab ragu-ragu, 63 responden atau 15,75% menjawab sangat setuju, 32 responden atau 8% yang menjawab sangat tidak setuju dan 25 responden atau 6,25% menjawab tidak setuju. Keempat. Ausaya membagikan konten video akun tersebut melalui aplikasi lainAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab setuju sebanyak 149 responden atau 37,25%, 123 responden atau 30,75% menjawab ragu-ragu, 61 responden atau 15,25% menjawab sangat setuju. Sebanyak 34 responden atau 8,5% yang menjawab sangat tidak setuju dan 33 responden atau 8,25% menjawab tidak setuju. Kelima. Aysaya mengunggah ulang konten video di akun tersebut melalui insta story 3 kali per mingguAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 180 responden atau 45%, 89 responden atau 22,25% menjawab setuju, 63 responden atau 15,75% menjawab sangat setuju, 38 responden atau 9,5% yang menjawab sangat tidak setuju dan , 30 responden atau 7,5% menjawab tidak setuju. Keenam. Aysaya tidak mengunggah ulang konten gambar di akun tersebut melalui insta storyAy. Hasil dari statistik deskriptif mayoritas responden menjawab ragu-ragu sebanyak 139 responden atau 34,75%, 78 responden atau 19,5% menjawab tidak setuju, 77 responden atau 19,25% menjawab setuju, 61 responden atau 15,25% yang menjawab sangat tidak setuju, 45 responden atau 11,25% menjawab sangat setuju. Tabel 8. Hasil Uji Korelasi SpearmanAos Rho Variabel X dan Y Variabel Correlation Coefficient Sig. -taile. Social Media Marketing Social Media Engagement Pada hasil uji korelasi SpearmanAos Rho variable X dengan Y, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,838. Peneliti juga melakukan uji korelasi dimensi dari variabel Social Media Marketing terhadap variabel Social Media Engagement untuk mengetahui dimensi variable X mana yang berkontibusi pada hubungan dengan variable Y. Adapun hasilnya peneliti sajikan dalam Tabel berikut: Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Tabel 9. Hasil Uji Korelasi Per Dimensi X Dengan Variabel Y Variabel Correlation Coefficient Online Communities Interaction Sharing of Content Accessibility Credibility Sig. -taile. Berdasarkan tabel 9 didapat hasil nilai koefisien korelasi antara dimensi online communities dengan Social Media Engagement sebesar 0,388, antara dimesi interaction dengan Social Media Engagement sebesar 0,813, antara dimensi sharing of content dengan Social Media Engagement sebesar 0. 842, antara dimensi accessibility dengan Social Media Engagement sebesar 0. 630, dan antara dimensi credibility dengan Social Media Engagement Sehingga didapatkan hasil bahwa dimensi sharing of content memiliki nilai koefisiensi paling tinggi yaitu sebesar 0,842, sementara dimensi online communities memiliki nilai koefisien korelasi paling rendah yaitu sebesar 0,388. Muhidin . menyatakan, untuk mengetahui kuat lemahnya tingkat atau derajat keeratan hubungan antara variabel X dan Y, secara sederhana dapat diterangkan berdasarkan tabel nilai koefisien korelasi dari Guilford Empirical Rules. Koefisien korelasi variable X dengan Y sebesar 0,838 masuk dalam rentang > 0,70 Ae < 0,90. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat hubungan variabel Social Media Marketing dan Social Media Engagement adalah kuat. Jika dilihat nilai koefisien korelasi per dimensinya, maka dimensi online communities dengan Social Media Engagement hubungannya dinyatakan lemah, dimensi interaction dengan Social Media Engagement hubungannya dinyatakan kuat, dimensi sharing of content dengan Social Media Engagement hubungannya dinyatakan kuat, dimensi accessibility dengan Social Media Engagement hubungannya dinyatakan cukup, dan dimensi credibility dengan Social Media Engagement hubungannya dinyatakan cukup. Untuk arah korelasinya, melihat dari besarnya nilai koefisien korelasi tersebut terletak antara 1 sampai dengan -1. Maka dapat dikatakan bahwa hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement adalah positif. Hal ini menjelaskan bila adanya peningkatan penggunaan Social Media Marketing, akan diikuti dengan peningkatan Social Media Engagement pada followers instagram @goalcomindonesia. yc= yuUOoycu Oe 2 Oo1 Oe yuU2 Dengan rumus tersebut, diperoleh nilai yc hitung sebesar 30,638. dibandingkan dengan harga yc tabel dengan taraf signifikansi . 5%, untuk uji dua sisi maka yu/2 = 0,025. Dengan dk = 400-2 = 398. Nilai t tabel untuk signifikansi 5% = 1,966. Didapatkan hasil 30,638 . c hitun. > 1,966 . , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan statistik yang diperoleh yaitu: ada hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada followers @goalcomindonesia. Jika dilihat dari analisis per dimensi dan uji korelasinya dari variabel Social Media Marketing (X) terdapat dimensi sharing of content, accessibility, dan credibility serta dimensi dari variabel Social Media Engagement, yaitu konsumsi yang saling berhubungan. Pada dimensi sharing of content dengan indikator pernyataan bahwa konten yang disajikan @goalcomindonesia informatif, terlihat bahwa responden menjawab setuju sebanyak 214 dan sangat setuju sebanyak 109 responden. Lalu dengan indikator pernyataan konten yang Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 disajikan @goalcomindonesia menarik, juga mendapatkan hasil mayoritas setuju 206 responden dan sangat setuju 114 responden. Sementara itu di dimensi konsumsi dari variabel Social Media Engagement, terdapat indikator pernyataan konten gambar di akun tersebut menarik, terlihat hasil dari mayoritas pilihan responden adalah setuju dengan 164 responden. Pada hasil uji korelasi dimensi sharing of content terhadap variable Social Media Engagement, juga diperoleh hasil nilai koefisien korelasi yang paling tinggi diantara dimensi lainnya, yaitu sebesar 0,842. Hal ini menujukkan bahwa dimensi tersebut berkontribusi untuk membuat hubungan variable Social Media Marketing dengan variable Social Media Engagement menjadi kuat. Jika dianalisa lebih dalam lagi menggunakan teori Social Media Marketing, dimana kegiatan Social Media Marketing di Instagram dapat mempermudah perusahaan dalam, hal ini @goalcomindonesia mendekatkan produknya berupa informasi tentang sepakbola dimana salah satu bentuk kontennya adalah hasil pertandingan dengan konsumen dan calon konsumen baru, sehingga tiap informasinya dapat mudah diperoleh dan ditemukan oleh Dalam teori Social Media Engagement, comment dan like merupakan salah satu bentuk dari engagement atau interaksi yang dilakukan oleh pengguna dengan konten yang dibagikan oleh individu, merek, atau organisasi di platform media sosial. Dimensi variabel Social Media Marketing yang menunjukan hal tersebut adalah dimensi interaction dari indikator pernyataan Ausaya memberikan respon di setiap konten yang diunggah akun tersebutAy. Mayoritas jawaban responden adalah ragu-ragu dengan 141 responden, pilihan responden juga menunjukan adanya 57 responden yang tidak setuju dan 18 responden yang sangat tidak setuju bahwa mereka memberikan respon di setiap konten yang diunggah. Indikator pernyataan di variabel Social Media Marketing lainnya adalah Ausaya berkomentar di akun tersebut 5 kali per mingguAy yang juga mendapatkan mayoritas jawaban ragu-ragu dari responden sebanyak 146 responden. Indikator pernyataan lainnya adalah Auakun tersebut memposting konten dengan fitur polling Instagram 3 kali per mingguAy mayoritas jawaban yang diperoleh adalah ragu-ragu sebanyak 186 responden. Berikutnya indikator pernyataan Ausaya berkomentar di konten akun tersebutAy meskipun bukan hasil mayoritas, tapi menunjukkan bahwa 115 responden menjawab ragu-ragu. Hasil tersebut jika dihubungkan dengan karakteristik responden tentang konten yang paling banyak diberikan like, mayoritas pilihan responden adalah konten hasil pertandingan yang mendapat jawaban sebanyak 242 responden, dan comment yang pernah diberikan pada akun @goalcomindonesia. Dengan hasil jawaban mayoritas ada di comment tentang dukungan untuk club favorit, serta melihat kembali hasil dari uji korelasi dari kedua variabel ini, memiliki hubungan kuat dengan arah positif, maka pemilihan peningkatan Social Media Marketing dalam bentuk strategi konten tentang hasil pertandingan dan juga konten tentang club sepak bola yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia, dapat menjadi salah satu amunisi untuk dapat meningkatkan jumlah engagement like dan comment di akun @goalcomindonesia. Dimensi lain dari variabel Social Media Marketing yang peneliti bahas selanjutnya adalah online communities. Dimensi ini mendapat nilai koefisien korelasi paaling rendah diantara dimensi variable Social Media Marketing lainnya yaitu sebesar 0,388. Indikator pernyataan yang digunakan dalam dimensi ini adalah Ausaya merasa jadi bagian komunitas followers @goalcomindonesiaAy mendapat mayoritas hasil jawaban sebanyak 146 responden memilih ragu-ragu. Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Menurut penjelasan yang dikutip dari As'ad dan Alhadid . , online communities adalah pemasaran perusahan atau bisnis dengan menggunakan social media, ini nyatanya mampu menciptakan sebuah komunitas atas produk dan bisnis tersebut yang di dalam komunitas tersebut suatu kelompok dapat menciptakan sebuah sikap loyalitas dan mampu mendorong terjadinya perkembangan bisnis. Dalam konteks ini online communities yang dimaksud diharapkan dapat menjadi kelompok yang memiliki loyalitas terhadap brand @goalcomindonesia dan mampu mempengaruhi pengguna Instagram lainnya agar dapat menjadi followers dari @goalcomindonesia. Jika melihat kembali data kuantitatif tersebut tentang indikator pernyataan di atas, yang memperoleh mayoritas jawaban ragu-ragu, maka dalam hal ini akun Instagram @goalcomindonesia belum dapat meyakinkan followers bahwa mereka adalah bagian dari komunitas yang coba dibentuk oleh brand. Menurut peneliti jika coba didasarkan pada data penelitian, maka ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama bahwa akun @goalcomindonesia kurang cepat tanggap dalam membalas comment dari para followersnya. Ini tergambar dari hasil indikator pernyataan Auakun tersebut membalas komentar saya 5 kali per mingguAy yang mendapatkan mayoritas jawaban ragu-ragu dari 158 responden. Juga pada indikator pernyataan Auakun tersebut aktif membalas komentar followers lainAy yang mendapatkan 61 responden jawaban tidak setuju dan 14 responden dengan jawaban sangat tidak setuju. Akun @goalcomindonesia sebenarnya sudah memiliki landasan yang kuat dalam membangun komunitasnya. Hal ini dijelaskan dari data yang diperoleh melalui indikator pernyataan Ausaya mengikuti akun @goalcomindonesia untuk mendapatkan informasi tentang sepak bolaAy dengan hasil mayoritas jawaban setuju dengan jumlah 172 responden dan sangat setuju 160 responden. Didukung juga dengan indikator pernyataan lainnya, yaitu Auakun tersebut memenuhi kebutuhan saya akan informasi sepak bolaAy dengan mayoritas jawaban setuju dari 198 responden. Ini menunjukan bahwa para responden ini memfollow akun tersebut karena ingin mendapatkan informasi tentang sepak bola dan akun tersebut sudah memenuhi kebutuhan mereka akan informasi yang dibutuhkan. Jika dianalisis menggunakan teori komunikasi pemasaran, menurut Tjiptono . inti dari tujuan komunikasi pemasaran adalah untuk mendapatkan keuntungan . Namun, tujuan lainnya dari komunikasi pemasaran adalah informasi, persuasi dan menjaga kesetiaan. Dalam konteks dimensi online communities ini, dapat dikaitkan dengan tujuan yang ketiga yaitu menjaga kesetiaan, yang didefinisikan sebagai mengingatkan khalayak untuk melakukan pembelian ulang. Berdasarkan data di atas, meyakinkan followers bahwa mereka adalah bagian dari komunitas akun tersebut adalah penting untuk menjaga kesetiaan para followers. Selain itu karena berdasarkan hasil uji korelasinya baik variabel Social Media Marketing dengan Social Media Engagement memiliki arah hubungan yang positif, maka dengan peningkatan dalam hal memperbaiki respon untuk berbalas komentar dengan followers akan berhubungan dengan peningkatan engagement yang didapat. KESIMPULAN Berdasarkan dari penelitian dan analisis yang dilakukan, maka kesimpulan dapat dipaparkan sebagai berikut: . Terdapat hubungan variabel X (Social Media Marketin. dengan variabel Y (Social Media Engagemen. dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,838. Hubungan variabel X (Social Media Marketin. dengan variabel Y (Social Media Hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement pada Followers Instagram @goalcomindonesia CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 343-361 Engagemen. masuk dalam kategori kuat dengan arah yang positif yang mengindikasi adanya hubungan di mana dua variabel cenderung bergerak ke arah yang sama. Artinya, jika satu variabel meningkat nilainya, maka variabel lainnya juga cenderung meningkat, dan sebaliknya, jika satu variabel menurun, maka variabel lainnya juga cenderung menurun. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan uji korelasi per dimensi, dimensi sharing of content adalah dimensi yang berkontribusi membuat hubungan variabel Social Media Marketing dengan Social Media Engagement menjadi kuat dengan nilai koefisien korelasi sebensar 0,842. Sharing of content yang dimaksud adalah konten yang disajikan oleh akun Instagram @goalcomindonesia informatif dengan mayoritas responden menjawab setuju 214 responden atau 53,5% dan 109 responden atau 27,25% menjawab sangat setuju. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dijelaskan, peneliti dapat memberikan beberapa saran antara lain: Demensi online commumities adalah dimensi yang memiliki hubungan paling lemah terhadap variabel Social Media Engament, maka perlu ditingkatkan kembali kegiatan Social Media Marketing yang dapat membuat para followers merasa menjadi bagian dari online community yang ada. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan memberikan respon balasan komentar followers. Jika ada penelitian lebih lanjut mengenai hubungan Social Media Marketing dengan Social Media Engagement, disarankan agar penelitian lebih mendalam. Seperti melihat pengaruh dan juga bisa memperluas platform social media yang menjadi objek, serta bisa lebih fokus kepada penggunaan fitur-fitur terbaru dari social media tersebut berdasarkan perkembangan teknologi yang juga semakin pesat. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang signifikan dalam mencapai asumsi normalitas data ketika menggunakan google form sebagai alat utama penyebaran kuesioner. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data yang dikumpulkan melalui google form cenderung tidak terdistribusi secara normal, yang dapat membatasi validitas uji statistik parametrik dan interpretasi hasil penelitian. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih mengeksplorasi alternatif metode pengumpulan data yang digunakan untuk mencapai normalitas. DAFTAR PUSTAKA