450 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pengaruh Umur Perusahaan. Kepemilikan Publik. Dan Financial Distress Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Studi Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023 Zhafirah Yasmin Fadhilah1. Indawati2 Akuntansi. Universitas Pamulang. Indonesia E-mail: zhafirah9. 10@gmail. com1, dosen02151@unpam. Article History: Received: 29 Agustus 2025 Revised: 20 Oktober 2025 Accepted: 28 Oktober 2025 Keywords: Umur Perusahaan. Kepemilikan Publik. Financial Distress. Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan PENDAHULUAN Abstract: Penelitian ini menganalisis pengaruh umur perusahaan, kepemilikan publik, dan financial distress terhadap ketepatan waktu pelaporan Latar belakangnya berangkat dari pentingnya laporan keuangan tepat waktu sebagai bentuk akuntabilitas manajemen sekaligus indikator transparansi perusahaan, meski faktanya masih sering terjadi keterlambatan yang berdampak pada persepsi investor dan keberlangsungan usaha. Populasi penelitian mencakup perusahaan sektor consumer cyclicals di BEI periode 2019Ae2023 dengan 86 sampel dan 430 observasi melalui purposive sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik menggunakan EViews. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan. Secara parsial, financial distress berpengaruh signifikan, umur perusahaan berpengaruh negatif, sedangkan kepemilikan publik tidak berpengaruh. Temuan ini menegaskan bahwa tekanan keuangan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kepatuhan perusahaan dalam melaporkan keuangan tepat waktu. Laporan keuangan memiliki peran krusial sebagai sarana komunikasi antara manajemen dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan. Berdasarkan PSAK No. 1 Tahun 2018, laporan ini menyajikan gambaran posisi serta kinerja keuangan perusahaan guna memenuhi kebutuhan informasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemilik, investor, kreditur, hingga pemerintah. Ketepatan waktu pelaporan menjadi faktor kunci agar informasi yang disajikan tetap relevan, transparan, dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan (PSAK. Namun fenomena keterlambatan pelaporan masih sering terjadi di Bursa Efek Indonesia, sehingga menurunkan kredibilitas perusahaan di mata investor dan regulator (IAI, 2. Per April 2024. BEI mencatat 137 dari 973 perusahaan tidak menyampaikan laporan keuangan auditan tepat waktu, bahkan beberapa terkena sanksi penghentian perdagangan sementara. Sektor a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 consumer cyclicals tercatat paling banyak mengalami keterlambatan, dengan 25 perusahaan terdampak (BEI, 2. Kasus menonjol antara lain PT Golden Flower Tbk. PT Mahaka Radio Integra Tbk, dan PT Sepatu Bata Tbk yang mengalami keterlambatan berturut-turut akibat faktor pandemi, proses audit berlarut, hingga krisis keuangan mendalam (Herwianti, 2024. Zetta Hannany, 2024. Kurnia, 2. Kondisi ini memperlihatkan bahwa isu ketepatan waktu pelaporan keuangan perlu dikaji lebih jauh untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Perusahaan dengan masa operasional yang lebih panjang umumnya dinilai memiliki pengalaman lebih baik dalam mengelola informasi keuangan sehingga mampu menyusun laporan secara lebih efisien. Penelitian Hidayat . dan Mardiani . menunjukkan bahwa umur perusahaan berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan. Hal ini sejalan dengan teori keagenan, yang menekankan kewajiban agen untuk memberikan laporan akurat kepada prinsipal tepat pada waktunya. Namun hasil berbeda ditemukan Bella . yang dengan teori sinyal menyatakan bahwa umur perusahaan tidak selalu menjadi indikator utama, sebab perusahaan baru maupun lama tetap menghadapi potensi keterlambatan. Inkonsistensi ini menunjukkan bahwa faktor umur perusahaan masih perlu diuji lebih lanjut. Struktur kepemilikan yang melibatkan publik dalam jumlah besar dinilai dapat mendorong manajemen untuk lebih disiplin karena adanya pengawasan eksternal yang ketat. Penelitian Mardiani . dan Supartini . menunjukkan kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap ketepatan waktu pelaporan, sejalan dengan teori keagenan yang menekankan kewajiban agen dalam memenuhi hak prinsipal. Namun, hasil penelitian lain tidak selalu konsisten, karena terdapat bukti bahwa tingkat kepemilikan publik tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan, mengingat konflik kepentingan manajemen tetap dapat memicu keterlambatan meskipun pengawasan publik besar (Mardiani, 2. Financial distress menggambarkan kesulitan perusahaan memenuhi kewajiban keuangan akibat pendapatan yang lebih rendah dari biaya operasional, yang sering berujung pada kerugian. Putri dan Silaen . menemukan bahwa perusahaan yang mengalami financial distress cenderung menunda publikasi laporan untuk menghindari sinyal negatif terhadap pasar. Hal ini sejalan dengan Bella . yang dengan teori sinyal menegaskan bahwa keterlambatan laporan saat perusahaan mengalami distress akan dipersepsikan sebagai kabar buruk oleh investor. Namun. Yani . menemukan bahwa financial distress tidak selalu mempengaruhi ketepatan waktu karena tata kelola dan pengendalian internal mampu meminimalkan tindakan oportunistik Perbedaan hasil ini mengindikasikan perlunya penelitian lanjutan. Berdasarkan berbagai temuan terdahulu, terlihat bahwa hasil penelitian mengenai pengaruh umur perusahaan, kepemilikan publik, dan financial distress terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan masih belum konsisten. Ada penelitian yang menemukan pengaruh positif, ada pula yang menyatakan tidak berpengaruh. Inkonsistensi tersebut menimbulkan research gap yang penting untuk diteliti kembali dengan konteks yang lebih spesifik. Sektor consumer cyclicals di BEI dipilih karena karakteristiknya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi siklus ekonomi dan terbukti memiliki tingkat keterlambatan tinggi dalam pelaporan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh umur perusahaan, kepemilikan publik, dan financial distress terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019Ae2023. Temuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperluas literatur mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, sekaligus memberikan masukan strategis bagi perusahaan, investor, dan regulator dalam memperbaiki kualitas tata kelola dan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 transparansi informasi keuangan di pasar modal Indonesia. LANDASAN TEORI Teori keagenan menggambarkan adanya hubungan kontraktual antara agen selaku pengelola perusahaan dan prinsipal sebagai pemilik, di mana terjadi ketidakseimbangan informasi karena manajer memiliki pengetahuan lebih luas mengenai kondisi internal serta prospek perusahaan dibandingkan pemilik (Solomon, 2020:. Penyampaian laporan keuangan secara tepat waktu berperan penting dalam meminimalkan asimetri informasi tersebut, sementara mekanisme tata kelola seperti dewan komisaris independen dan komite audit berperan dalam menekan masalah agensi. Insentif manajemen, termasuk kompensasi berbasis kinerja, turut mempengaruhi ketepatan pelaporan (Revsine et al. , 2021:. Konflik kepentingan muncul ketika agen bertindak demi kepentingannya sendiri, misalnya menunda atau menyembunyikan informasi, sehingga laporan keuangan menjadi sarana akuntabilitas untuk melindungi kepentingan prinsipal (Indawati & Anggraini, 2. Faktor umur perusahaan juga relevan, karena semakin lama perusahaan beroperasi, semakin berpengalaman dalam menyusun laporan tepat waktu sehingga mengurangi potensi konflik keagenan (Mardiani, 2. Kepemilikan publik yang signifikan dapat memperkuat tekanan eksternal agar manajemen transparan dan menyampaikan laporan tepat waktu (Supartini, 2. Dalam kondisi financial distress, konflik keagenan semakin tinggi karena agen berpotensi mengambil keputusan berisiko atau menunda pengungkapan, yang bertentangan dengan kepentingan prinsipal yang menuntut kejelasan (Yani. Laporan keuangan merupakan media yang menggambarkan posisi serta kinerja keuangan perusahaan dan menjadi sumber informasi penting bagi pihak terkait, termasuk investor, kreditur, maupun pemerintah. Berdasarkan PSAK No. 1 (IAI, 2. , laporan keuangan wajib memenuhi karakteristik kualitatif seperti relevansi, keandalan, keterbandingan, dan kesepahaman (FASB. SFAC No. Bagi perusahaan publik, penyampaian laporan tahunan secara tepat waktu juga menjadi kewajiban sesuai ketentuan OJK dan BEI (Hery, 2. , karena ketepatan waktu meningkatkan relevansi informasi, sedangkan keterlambatan dapat menurunkan kemampuan informasi dalam mempengaruhi keputusan (Hendriksen & Breda, 2. Ketepatan waktu menjadi salah satu karakteristik utama laporan keuangan agar informasi yang disajikan tetap relevan bagi pengambilan keputusan. Keterlambatan pelaporan dapat mengurangi nilai informasinya, sehingga Bapepam-LK melalui Kep-346/BL/2011 mewajibkan emiten menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK maksimal 90 hari setelah berakhirnya tahun buku. Sementara itu. PSAK No. 1 (IAI, 2. menegaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi terkait posisi keuangan, kinerja, serta arus kas suatu entitas, sementara karakteristik kualitatif informasi meliputi relevansi, representasi tepat, keterbandingan, keterverifikasian, kesepahaman, dan ketepatan waktu. Informasi yang disajikan tepat waktu menunjukkan kualitas dan relevansi yang baik, sedangkan penundaan membuat informasi kehilangan daya guna (Sastrawan & Badera, 2. Umur perusahaan merefleksikan lamanya entitas berdiri sejak pendirian atau pencatatan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 di BEI, serta menjadi salah satu tolok ukur bagi investor dalam menilai stabilitas dan keberlangsungan usaha jangka panjang. Perusahaan yang telah beroperasi lebih lama biasanya memiliki pengalaman, sumber daya, serta mekanisme pelaporan yang lebih matang, sehingga relatif lebih mampu menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu dibandingkan perusahaan yang masih baru (Brigham & Houston, 2021. Hery, 2020. Kieso & Weygandt, 2. Seiring bertambahnya umur, perusahaan telah menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan pengalaman untuk bersaing serta mengambil peluang bisnis, sehingga strategi dan daya tahannya lebih solid dalam menjaga keberlangsungan usaha (Sudarmadi & Syamsuri. Struktur kepemilikan saham mencerminkan proporsi kepemilikan antara manajemen internal perusahaan dan pihak eksternal atau masyarakat. Kepemilikan publik mencerminkan persentase saham yang dipegang masyarakat umum di luar pemegang saham pengendali, dan semakin tinggi kepemilikan publik maka semakin kuat pula tuntutan transparansi serta ketepatan waktu pelaporan keuangan sesuai prinsip tata kelola yang baik (Hery, 2020. IAI, 2. Pemilik publik, meski tidak terlibat langsung dalam operasional, memiliki kepentingan untuk menilai tingkat pengembalian investasi sehingga mendorong manajemen menyajikan informasi relevan dan tepat waktu (Astuti & Erawati, 2018. Supheni. Widowati & Murni, 2. Kepemilikan publik dihitung dengan membandingkan jumlah saham yang dimiliki oleh masyarakat dengan total saham yang beredar, termasuk di dalamnya saham yang dimiliki manajemen, pemegang utama, dan publik. Persentase kepemilikan publik yang tinggi menunjukkan keterlibatan masyarakat luas, meningkatkan kontrol terhadap manajemen, serta memperkuat akuntabilitas perusahaan dalam pelaporan keuangan (Supartini, 2. Financial distress merupakan keadaan ketika perusahaan menghadapi tekanan keuangan yang mengakibatkan ketidakmampuan dalam memenuhi kewajiban finansialnya secara tepat waktu, ditandai dengan arus kas negatif, kerugian berulang, dan rasio keuangan yang buruk (Hery. Brigham & Daves, 2021. Syachputra & Kusumawati, 2. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah likuiditas, insolvensi, bahkan kebangkrutan resmi, serta berdampak pada keterlambatan penyampaian laporan keuangan (Bella & Budiantoro, 2. Untuk mengidentifikasi financial distress, berbagai model analisis digunakan, antara lain Altman ZScore. Zmijewski. Grover. Springate. Ohlson, dan Zavgren, dengan tingkat akurasi yang beragam (Fahma, 2. Dalam penelitian ini digunakan model Zmijewski dengan Debt to Asset Ratio (DAR) sebagai indikator utama, yaitu perbandingan total utang dengan total aset perusahaan, yang mencerminkan tingkat ketergantungan pada utang. Semakin tinggi DAR, semakin besar risiko perusahaan mengalami financial distress apabila pendapatan tidak mencukupi untuk menutupi kewajiban (Yani, 2. METODE PENELITIAN Menurut Sugiyono . , penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, karena berfokus pada pengujian hubungan empiris antara variabel independen dan Variabel independen meliputi Umur Perusahaan (X. Kepemilikan Publik (X. , dan Financial Distress (X. , sedangkan variabel dependen adalah Ketepatan Waktu Pelaporan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Keuangan (Y). Adapun populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor consumer cyclicals yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019Ae2023. Berdasarkan kriteria purposive sampling, diperoleh 86 perusahaan dengan total 430 observasi sebagai sampel Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Metode Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data . ilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar devias. Uji Model Regresi Data Panel dengan tiga pendekatan yaitu Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM), dengan pemilihan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 model terbaik ditentukan melalui uji Chow dan uji Hausman. Uji Asumsi Klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas (VIF < 10. Tolerance > 0,. , uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser, serta uji autokorelasi dengan Durbin-Watson. Analisis Regresi Data Panel untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang dituangkan dalam bentuk persamaan regresi. Uji Hipotesis terdiri dari: Uji F . : untuk menilai pengaruh seluruh variabel independen secara bersamasama. Uji t . : untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations 09E 08 Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa variabel umur perusahaan memiliki nilai minimum 2 tahun dan maksimum 44 tahun, dengan rata-rata 17,6 tahun. Kepemilikan publik memiliki rata-rata sebesar 28,5%, dengan variasi antara 5% hingga 65%. Financial distress yang diukur dengan DAR menunjukkan rata-rata sebesar 1,82, yang mengindikasikan sebagian perusahaan berada pada zona rawan distress. Variabel ketepatan waktu pelaporan keuangan . menunjukkan bahwa sekitar 72% perusahaan menyampaikan laporan tepat waktu, sedangkan 28% terlambat. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Uji Normalitas Gambar 1 Hasil Uji Normalitas Hasil uji normalitas menghasilkan nilai Jarque-Bera sebesar 209. 3018 dengan 000 < 0. 05, yang mengindikasikan distribusi data tidak normal. Pengujian hasil uji normalitas peneliti memanfaatkan uji Central Limit Theorem (CLT), sejalan dengan penelitian Safitri dan Bawono . yang menguji pengaruh financial distress terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan menggunakan central limit theorem karena jumlah penelitian melebihi 30 sampel sehingga asumsi pengujian normalitas dapat diabaikan. Pada penelitian ini jumlah sampel yaitu 430 > 30. Dengan demikian menunjukkan bahwa data dapat dikatakan berdistribusi normal (Bella, 2. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Berdasarkan Tabel 3, nilai korelasi masing-masing variabel independen adalah umur perusahaan sebesar -0. 092509, kepemilikan publik sebesar -0. 139862, dan financial distress sebesar -0. Karena seluruh nilai korelasi berada di bawah 0. 85, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Uji Heteroskedastisitas Gambar 2 Hasil Uji Heteroskedastisitas Hasil gambar 2 terlihat bahwa seluruh probabilitas variabel independen memiliki nilai di atas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model penelitian bebas dari masalah Uji Autokorelasi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Hasil pada Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson sebesar 1,937372. Karena nilai tersebut berada dalam rentang -2 < DW < 2, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami masalah autokorelasi (Sunyoto, 2. Uji Analisis Regresi Data Panel Persamaan regresi data panel yang diperoleh dapat dituliskan sebagai berikut Y = 1X1 2X2 3X3 e Y = 1. 392879 Ae 0. 018463 X1 0. 001324 X2 0. 000145 X3 e Hasil regresi menunjukkan bahwa umur perusahaan (-0,018463. p=0,0. dan kepemilikan publik . ,001324. p=0,6. tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan. Sebaliknya, financial distress . ,000145. p=0,0. berpengaruh positif dan signifikan, sehingga tekanan keuangan mendorong perusahaan lebih tepat waktu dalam menyampaikan laporan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Uji F (Uji Simulta. Tabel 5. Hasil Uji F Hasil uji F menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel Umur Perusahaan. Kepemilikan Publik, dan Financial Distress berpengaruh signifikan terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan. Uji t (Uji Parsia. Tabel 6. Hasil Uji F Pembahasan Pengaruh Umur Perusahaan terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Uji parsial menunjukkan nilai probabilitas 0,0505 > 0,05, sehingga umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan, meski terdapat indikasi hubungan negatif. Semakin tua perusahaan, ketepatan waktu pelaporan cenderung menurun karena perusahaan yang sudah lama berdiri merasa memiliki reputasi kuat sehingga keterlambatan laporan dianggap tidak berdampak signifikan. Temuan ini mendukung teori keagenan yang menekankan pentingnya pengawasan agar agen tidak menyalahgunakan kontrol informasi, dan hasilnya sejalan dengan penelitian Supartini . , namun berbeda dengan Purba . dan Bella . yang menyatakan umur perusahaan tidak mempengaruhi ketepatan waktu. Pengaruh Kepemilikan Publik terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Hasil uji menunjukkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,6272 > 0,05, sehingga kepemilikan publik terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu Dengan demikian, besarnya porsi saham publik tidak dapat dijadikan ukuran ketepatan waktu karena kewenangan penyampaian laporan tetap berada di tangan manajemen. Dalam kerangka teori keagenan, potensi konflik kepentingan dapat membuat agen menunda pelaporan meskipun pemegang saham publik membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Mardiani . , namun berbeda dengan Supartini . yang a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 menyatakan kepemilikan publik berpengaruh positif. Pengaruh Financial Distress terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Uji parsial menunjukkan nilai probabilitas 0,0052 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa financial distress berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Perusahaan yang menghadapi tekanan keuangan biasanya lebih cepat mempublikasikan laporan guna mempertahankan kepercayaan investor maupun kreditor, sehingga pelaporan menjadi sarana transparansi dan pengurangan asimetri informasi. Dari sudut pandang teori keagenan, situasi distress meningkatkan tuntutan prinsipal atas keterbukaan informasi guna mengendalikan potensi konflik dengan agen. Hasil ini sejalan dengan penelitian Pramesti . , namun berbeda dengan Yani . yang menemukan tidak ada pengaruh. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa umur perusahaan, kepemilikan publik, dan financial distress secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Secara parsial, umur perusahaan berpengaruh negatif, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan usia lebih tua cenderung menyampaikan laporan lebih lambat karena merasa reputasi yang telah terbangun tidak mudah terpengaruh. Kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan, menandakan bahwa besarnya saham publik tidak selalu menekan manajemen untuk melaporkan tepat waktu. Sebaliknya, financial distress berpengaruh positif signifikan, di mana perusahaan dalam tekanan keuangan cenderung mempercepat pelaporan sebagai bentuk transparansi dan untuk menjaga kepercayaan investor maupun kreditor. Penelitian ini terbatas pada perusahaan sektor tertentu dalam periode 2020Ae2022, hanya menggunakan tiga variabel independen, serta mengandalkan data sekunder kuantitatif sehingga tidak menggali alasan manajerial di balik keterlambatan pelaporan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas objek pada sektor dan periode yang berbeda, dapat memasukkan variabel tambahan seperti ukuran perusahaan, profitabilitas, maupun mekanisme tata kelola, serta menggabungkan pendekatan kuantitatif dengan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. DAFTAR REFERENSI Astuti. , & Erawati. Pengaruh Profitabilitas. Umur Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 20122. JURNAL KAJIAN BISNIS, 144-157. Bella. , & Budiantoro. Pengaruh Umur Perusahaan. Financial Distress. Gender Komite Audit Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Pelaporan Keuangan dan Opini Audit Sebagai Pemoderasi. JURNAL AKUNTANSI, 235-260. Brigham. , & Daves. Intermediate Financial Management. USA: Cengage Learning. Hendriksen. , & F. Teori Akunting Buku Dua. Jakarta: Interaksara. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Herwianti. Pengaruh Solvabilitas. Ukuran Perusahaan. Komplektisitas Audit, dan Audit Tenure Terhadap Audit Delay. Universitas Lancang Kuning. Hery. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : PT. Grasindo. Hery. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT. Grasindo. Hidayat. , & Prasetyo. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Umur Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2020. Journal of Sustainability Business Research, 215-221. Indawati, & Anggraini. Profitabilitas Memoderasi Financial Leverage Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Perataan Laba. EkoPreneur, 31-49. Kieso, & Weygandt. Intermediate Accounting. Jakarta: Erlangga. Kurnia. May . Saham Bata Belum Masuk Kualifikasi AyDelistingAy Pasca-nonaktifkan Pabrik. Diambil Kompas: https://w. id/baca/ekonomi/2024/05/07/bata-tak-berpotensi-delisting-di-bursapasca-nontaktifkan-pabrik? Mardiani. Suryandari. , & Putra. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Umur Perusahaan. Kepemilikan Publik. Reputasi Kap Dan Pergantian Auditor Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016 Ae2018. JURNAL KARMA (Karya Riset Mahasiswa Akuntans. , 1404-1412. Nurhaniza. Nurfauziah. , & Kusuma. Pengaruh Financial Distress. Komite Audit dan Pergantian Auditor Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 44-51. Pramesti. , & Suputra. Pengaruh Financial Distress. Komisaris Independen. Kepemilikan Institusional. Audit Tenure, dan Reputasi Kantor Akuntan Publik pada Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan. E-Jurnal Akuntansi, 881-905. Purba. Pengaruh Profitabilitas. Kesulitan Keuangan. Ukuran Perusahaan dan Umur Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Emiten di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan, 1-22. Putri. , & Silaen. Analisis Pengaruh Profitabilitas dan Financial Distress Terhadap Audit Report Lag Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 133-139. Putri. , & Wahyudi. Pengaruh Umur Perusahaan Ukuran Perusahaan. Likuiditas dan Profitabilitas Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan Pada Masa Covid-19. Jurnal Ilmiah Nasional, 25-37. Revsine. Collins. Johnson. Mittelstaedt. , & Soffer. Financial Reporting and Analysis. New York: McGraw-Hill. Sastrawan. , & Badera. Anteseden Ketepatwaktuan Publikasi Laporan Keuangan dengan Financial Distress sebagai Pemoderasi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 914-943. Solomon. Consumer behavior: Buying, having and being. London: Pearson. Sudarmadi, & Syamsuri. Pengaruh Profitabilitas Perusahaan. Ukuran Perusahaan Dan Umur Perusahaan Terhadap Audit Delay. Journal of Information System. Applied. Management. Accounting and Research, 985-991. Sunyoto. Analisis Validitas & Asumsi Klasik. Yogyakarta: Gava Media. Supartini. Endiana. , & Kurmalasari. Pengaruh Likuiditas. Ukuran a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Perusahaan. Umur Perusahaan, dan Kepemilikan Publik Terhadap Ketepatan Waktu Publikasi Laporan Keuangan. JURNAL KHARISMA, 73-83. Supheni. Widowati. , & Murni. Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan terhadap Kinerja Perusahaan. Perspektif Akuntansi, 1-16. Yani. Pengaruh CEO Duality. Financial Distress. Audit Delay Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Ketepatwaktuan (Timelines. Pelaporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Property & Real Estate Yang Terdaftar Di BEI Periode 2017-2. SINTAMA: Jurnal Sistem Informasi. Akuntansi dan Manajemen, 157-167. Zetta Hannany. 4, august . Mahaka Radio Integra kembali merugi, kali ini sebesar Rp9,39 Diambil IDN Financials: https://w. com/id/news/50682/mahaka-radio-integra-kembali-merugikali-ini-sebesar-rp9-39-miliar a. ISSN : 2828-5298 .