Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol. 11 I No. 1, hal 17-28 Pengaruh Inovasi Produk. Fasilitas, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi Tangerang Dian Esha, 2Putra Pratama Fakultas Ekonomi & Bisnis. Universitas Muhammadiyah Tangerang dianesha025@gmail. com, 2putrapratama@umt. Keyword Abstract Inovasi Produk. Fasilitas. Kualitas Pelayanan. Loyalitas Pelanggan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Inovasi Produk. Fasilitas dan Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi di Tangerang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non-probability sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan asumsi klasik, analisis menggunakan software SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini secara parsial Inovasi Produk (X. berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) terbukti thitung > ttabel . ,990 > 1,98. , lalu Fasilitas (X. juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) terbukti thitung > ttabel . ,798 > 1,98. Kualitas Pelayanan (X. juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) terbukti thitung > ttabel . ,153 > 1,98. Secara simultan Inovasi Produk (X. ,Fasilitas (X. dan Kualitas Pelayanan (X. juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) terbukti Fhitung > Ftabel . ,155 > 2,. Dengan persamaan nilai regresi linear berganda Y = 10,954 0. 346 X 1 0. 191 X2 0. 453 X3, dan nilai koefisien determinasi sebesar 57,2% dan sisanya 42,8% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. A 2021 JMB. All right reserved PENDAHULUAN rumah makan menjadi peluang bisnis yang paling Peluang usaha dengan skala besar seperti restoran bintang lima, maupun usaha kecil dan menengah seperti kedai makanan, rumah makan, maupun tenda kaki lima terbukti mampu menarik minat pelanggan mulai dari tempat hingga cita rasanya sehingga menimbulkan sifat loyalitas pelanggan terhadap usaha tersebut. Peran pelaku usaha menjadi penting mengingat kepuasan pelanggan merupakan faktor utama penentu keberhasilan suatu usaha. Pelanggan akan merasa puas apabila produk atau jasa yang diterima dirasa mampu memenuhi kebutuhan dan keinginannya sehingga terciptanya rasa loyalitas dari pelanggan. Inovasi produk merupakan salah satu strategi dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. Persaingan yang semakin ketat dalam dunia industri kuliner merupakan hal yang tak dapat dihindari oleh setiap pelaku usaha sehingga para pelaku usaha dituntut untuk dapat memahami Indonesia merupakan Negara yang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi terhadap barang dan Hal ini didukung dengan semakin meningkatnya pertumbuhan dalam bidang Industri makanan dan minuman merupakan industri yang saat ini sedang berkembang sangat pesat dan diminati di Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, dimana tingkat mobilitas masyarakat kota Tangerang yang semakin tinggi, restoran atau rumah makan berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hal tersebut didukung dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat, dimana restoran atau rumah makan menjadi tempat yang tidak hanya bisa sebagai tempat untuk makan dan minum saja, melainkan tempat untuk rapat, berkumpul dengan keluarga atau kerabat, bahkan menjadi tempat untuk menyelenggarakan acara Atas fenomena tersebut restoran atau dan mengerti dinamika atau perubahan yang terjadi dipasar khususnya yang terkait dengan langkah-langkah inovasi yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta dalam upaya untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Selain berinovasi pada produk. Faktor lainnya yang tidak kalah penting dari kualitas pelayanan adalah mengenai fasilitas. Fasilitas dalam usaha harus diperhatikan terutama yang berkaitan dan berhubungan dengan apa yang dirasakan oleh pelanggan, karena dalam sebuah usaha khususnya di bidang kuliner, pelanggan menilai suatu usaha berdasarkan apa yang diterima dari pelaku usaha Fasilitas merupakan tolak ukur dari semua pelayanan yang diberikan, serta sangat penting pengaruhnya terhadap kepuasan Karena dengan adanya fasilitas, dapat memudahkan pelanggan dalam melakukan aktifitasnya sehingga menimbulkan sifat nyaman dan memberikan dorongan pada pelanggan untuk menumbuhkan rasa loyalitas pelanggan tersebut. Faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan yang diberikan pelaku usaha kepada pelanggan merupakan salah satu indikator penentu loyalitas Jika kualitas pelayanan yang diberikan pelaku usaha kepada pelanggan baik, maka akan membuat pelanggan beranggapan bahwa pelaku usaha tersebut sudah profesional dalam Faktor utama penentu loyalitas pelanggan adalah persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diterimanya sehingga menimbulkan kepuasan. Tingkat kepuasan pelanggan pun dapat diartikan seperti tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja pelayanan yang diterima dan yang diharapkan. Terletak di Jalan Raya Kutabumi. Kuta Baru. Pasar Kemis. Tangerang. Banten. Roti Bakar 88 Kutabumi adalah restoran atau rumah makan yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman dengan harga relatif Saat ini tujuan didirikannya Roti Bakar 88 Kutabumi adalah sebagai restoran atau rumah makan yang tidak hanya sebagai tempat untuk makan dan minum, melainkan tempat untuk berkumpul dengan keluarga atau kerabat, menjadi tempat untuk menyelenggarakan acara tertentu, bahkan juga sebagai tempat untuk beristirahat sejenak dari segala rutinitas yang padat, ditemani alunan musik dan suasana yang nyaman, serta dilengkapi spot untuk berfoto yang unik dan kekinian. II. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Pemasaran Pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial yang membuat individu atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. American Marketing Association (AMA) . alam Kotler & Keller, 2009:. mengemukakan definisi pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya. Pengertian lain juga dikemukakan oleh Gery Amstrong (Pearson Australia, 2. yang mengatakan bahwa manajemen pemasaran atau marketing adalah seni dan ilmu memilih pasar sasaran, mendapatkan, menjaga dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan, serta mengkomunikasikan nilai unggul kepada pelanggan. Inovasi Produk Menurut Tjiptono . alam Santoso dkk, 2017:. berpendapat bahwa inovasi produk adalah produk baru yang meliputi produk orisinil, produk yang sudah dimodifikasi, dan merek baru yang dikembangkan melalui usaha riset dan Inovasi produk dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan pelaku usaha untuk mengembangkan produk yang diproduksi selama Pengertian inovasi produk menurut Kotler & Keller . menyatakan inovasi produk adalah pengembangan produk yang berpusat pada pelanggan, fokus mencari cara baru untuk memecahkan permasalah pelanggan, dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pelanggan. Kotler & Keller . alam Sinurat dkk, 2. juga menambahkan bahwa inovasi tidak hanya terbatas pada pengembangan produk-produk atau jasa-jasa baru. Inovasi juga dipandang sebagai mekanisme perusahaan untuk beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis. Oleh sebab itu perusahaan atau organisasi diharapkan menciptakan pemikiran-pemikiran dan gagasan baru yang menawarkan produk inovatif serta memberikan pelayanan yang memuaskan bagi Fasilitas Fasilitas merupakan salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sebab hampir seluruh kegiatan memerlukan Fasilitas bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan suatu usaha atau pekerjaan. Fasilitas dapat pula diartikan segala hal yang dapat melancarkan maupun memudahkan pelaksanaan suatu usaha. Menurut Tjiptono . alam Amelia dkk, 2021:. fasilitas merupakan sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa ditawarkan kepada konsumen, sedangkan menurut Nirwana . alam Amelia dkk, 2021:. fasilitas merupakan bagian dari variabel pemasaran jasa yang memiliki peranan cukup penting, karena jasa yang disampaikan kepada pelanggan tidak jarang sangat memerlukan fasilitas pendukung dalam Haryanto . alam A. Annas dkk, 2019:. menyatakan bahwa fasilitas adalah segala sesuatu yang memudahkan konsumen dalam menggunakan jasa perusahaan tersebut. Dengan kata lain fasilitas merupakan alat atau segala sesuatu yang dipergunakan untuk mempermudah atau memperlancar suatu usaha atau pekerjaan. Kualitas Pelayanan Menurut Tjiptono & Chandra . alam Amelia dkk, 2021:. mendefinisikan kualitas jasa sebagai ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspetasi Kotler & Armstrong . alam Anggarawati, 2021:. mengatakan layanan mengacu pada perilaku atau aktivitas apapun yang dapat diberikan satu pihak kepada pihak lainnya. Pada dasarnya, layanan tidak berwujud dan tidak mengarah pada kepemilikan apa pun. Menurut Lewis & Booms . alam Sinurat dkk, 2. mendefinisikan kualitas pelayanan secara sederhana, yaitu ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspetasi pelanggan. Loyalitas Pelanggan Loyalitas adalah keputusan sukarela yang dibuat oleh pelanggan untuk menunjukkan kesetiannya pada suatu perusahaan atau organisasi tertentu dalam jangka waktu yang Dalam lingkungan bisnis, loyalitas dapat digunakan untuk menggambarkan kesediaan pelanggan untuk berlangganan pada suatu perusahaan atau organisasi dalam waktu yang lama, berulang kali membeli dan menggunakan produk atau jasa, dan secara sukarela merekomendasikannya kepada orang lain. Menurut Tjiptono . alam Amelia dkk, 2021:. menyatakan bahwa pengertian loyalitas pelanggan sebagai berikut: loyalitas pelanggan adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko, atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka Sedangkan menurut Kotler & Keller . alam Sinurat dkk, 2. menyatakan loyalitas pelanggan adalah komitmen yang dipegang secara mendalam untuk membeli atau mendukung kembali sebuah produk atau jasa yang disukai di masa depan meski pengaruh situasi dan usaha pemasaran berpotensi menyebabkan pelanggan i. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono . pendekatan deskriptif adalah metode pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di sebuah restoran/tempat makan yang bernama Roti Bakar 88 Kutabumi yang berlokasi di Jalan Raya Kutabumi. Kuta Baru. Pasar Kemis. Tangerang. Banten. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan populasi pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi. Karena populasi pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi tidak diketahui jumlah pastinya, penulis menentukan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow. Dari hasil perhitungan pada rumus Lemeshow, diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 96. 04 sampel yang penulis bulatkan menjadi 100 sampel. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh inovasi produk, fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi, perlu ditetapkan teknik analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai dan juga untuk menguji kebenaran Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi dan menggunakan software SPSS Versi 25. IV. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel untuk degree of freedom . = n2, dalam hal ini adalah jumlah sampel. Jika rhitung > rtabel maka butir soal tersebut valid, jika sebaliknya maka butir soal tidak valid. DAN Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner valid atau tidak. Uji validitas Tabel 1 Uji Validitas Variabel Inovasi Produk Inovasi Produk (= 0,. Keterangan X1. 0,627 Valid X1. 0,838 Valid X1. 0,804 Valid X1. 0,733 Valid 0,195 X1. 0,804 Valid X1. 0,637 Valid X1. 0,824 Valid X1. 0,730 Valid Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui rtabel yaitu 0,195 yang berarti semua butir bahwa rhitung dari setiap butir pertanyaan yang pernyataan untuk variabel Inovasi Produk diberikan kepada responden lebih besar dari nilai dinyatakan valid. Tabel 2 Uji Validitas Variabel Fasilitas Fasilitas (= 0,. Keterangan X2. 0,578 Valid X2. 0,676 Valid X2. 0,729 Valid X2. 0,635 Valid 0,195 X2. 0,703 Valid X2. 0,649 Valid X2. 0,759 Valid X2. 0,686 Valid Sumber : Data Diolah, 2021 Diketahui bahwa rhitung dari setiap butir semua butir pernyataan untuk variabel Fasilitas pertanyaan yang diberikan kepada responden dinyatakan valid. lebih besar dari nilai rtabel yaitu 0,195 yang berarti Tabel 3 Uji Validitas Variabel Kualitas Pelayanan Kualitas Pelayanan (= 0,. Keterangan X3. 0,879 Valid X3. 0,856 Valid X3. 0,893 Valid X3. 0,903 Valid 0,195 X3. 0,877 Valid X3. 0,413 Valid X3. 0,889 Valid Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui rtabel yaitu 0,195 yang berarti semua butir bahwa rhitung dari setiap butir pertanyaan yang pernyataan untuk variabel Kualitas Pelayanan diberikan kepada responden lebih besar dari nilai dinyatakan valid. Tabel 4 Uji Validitas Variabel Loyalitas Pelanggan Loyalitas Pelanggan (= 0,. Keterangan 0,603 Valid 0,559 Valid 0,602 Valid 0,643 Valid 0,555 Valid 0,195 0,791 Valid 0,829 Valid 0,771 Valid 0,816 Valid 0,742 Valid Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui pernyataan untuk variabel Loyalitas Pelanggan bahwa rhitung dari setiap butir pertanyaan yang dinyatakan valid. diberikan kepada responden lebih besar dari nilai rtabel yaitu 0,195 yang berarti semua butir Uji Reliabilitas Tabel 5 Uji Reliabilitas Variabel Inovasi Produk Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan hasil uji menggunakan SPSS dinyatakan bahwa Inovasi Produk (X. reliabel 25 bahwa nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,881 dan dikatakan masuk dalam kategori sangat baik. melebihi angka signifikasi 0,600. Maka dapat Tabel 6 Uji Reliabilitas Variabel Fasilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan hasil uji menggunakan SPSS dinyatakan bahwa Fasilitas (X. reliabel dan 25 bahwa nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,826 dikatakan masuk dalam kategori sangat baik. melebihi angka signifikasi 0,600. Maka dapat Tabel 7 Uji Reliabilitas Kualitas Pelayanan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan hasil uji menggunakan SPSS dinyatakan bahwa Kualitas Pelayanan (X. 25 bahwa nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,921 reliabel dan dikatakan masuk dalam kategori melebihi angka signifikasi 0,955. Maka dapat Tabel 8 Uji Reliabilitas Variabel Loyalitas Pelanggan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan hasil uji menggunakan SPSS 25 bahwa nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,881 melebihi angka signifikasi 0,600. Maka dapat dinyatakan bahwa Loyalitas Pelanggan (Y) reliabel dan dikatakan masuk dalam kategori sangat baik. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 9 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Normal Parametersa,b Sumber : Data Diolah, 2021 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa data Smirnov memiliki nilai signifikasi 0,113 melebihi tersebut normal karena signifikasi diatas 0,05. 0,05 yang berarti tidak terjadi perbedaan yang Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Uji Normalitas pada penelitian tersebut dengan Uji Multikolinearitas menggunakan metode one sample KolmogorovTabel 10 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Model Beta Sig. Tolerance VIF Error 1 (Constan. Inovasi Produk Fasilitas Kualitas Pelayanan Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Berdasarkan tabel diatas variabel independen X1. X2 dan X3, dapat diketahui nilai Tolerance pada variabel Inovasi Produk (X. adalah 0,533. Fasilitas (X. adalah 0,786 dan Kualitas Pelayanan (X. adalah 0,623. Sedangkam nilai VIF pada variabel Inovasi Produk (X. adalah 1,877. Fasilitas (X. adalah 1,272 dan Kualitas Pelayanan (X. adalah 1,606. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1 Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Dari grafik Scatterplot diatas, terlihat bahwa model regresi layak dipakai untuk memprediksi titik-titik menyebar secara acak serta tersebar tingkat loyalitas pelangan berdasarkan masukan baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu variabel independen inovasi produk, fasilitas dan Y, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi kualitas pelayanan. Uji Regresi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga Tabel 11 Uji Regresi Inovasi Produk terhadap Loyalitas Pelanggan Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Inovasi Produk Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Standardized Coefficients Beta Sumber : Data Diolah, 2021 Berdasarkan tabel diatas, pada tabel AuCoefficientsAy di kolom constant diperoleh nilai 16,998 dan nilai koefisien Inovasi Produk adalah 0,689 dan bernilai positif, sehingga persamaan regresi linier sederhana diperoleh Y = 16,998 0,689X1. Yang berarti dalam keadaan konstan . etap/no. untuk variabel Y adalah 16,998, dan Sig. setiap perubahan atau kenaikan nilai 1 dari variabel X1 akan mengubah kenaikan nilai Y . sebesar 0,689 . oefisien dari nilai X . Sehingga semakin tinggi nilai Inovasi Produk pada nilai tertentu maka semakin tinggi pula nilai Loyalitas Pelanggan pada nilai tertentu. Tabel 12 Uji Regresi Fasilitas terhadap Loyalitas Pelanggan Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Fasilitas Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Standardized Coefficients Beta Sig. perubahan atau kenaikan nilai 1 dari variabel X 2 akan mengubah kenaikan nilai Y . sebesar 0,525 . oefisien dari nilai X. Sehingga semakin tinggi nilai Fasilitas pada nilai tertentu maka semakin tinggi pula nilai Loyalitas Pelanggan pada nilai tertentu. Berdasarkan tabel diatas, pada tabel AuCoefficientsAy di kolom constant diperoleh 21,599 dan nilai koefisien Fasilitas adalah 0,525 dan bernilai positif, sehingga persamaan regresi linier sederhana diperoleh Y = 21,599 0,525 X2. Yang berarti dalam keadaan konstan . etap/no. untuk variabel Y adalah 21,599, dan setiap Tabel 13 Uji Regresi Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Kualitas Pelayanan Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Berdasarkan tabel diatas, pada tabel AuCoefficientsAy di kolom constant diperoleh 20,938 dan nilai koefisien Fasilitas adalah 0,720 dan bernilai positif, sehingga persamaan regresi linier sederhana diperoleh Y = 20,938 0,720X3. Yang berarti dalam keadaan konstan . etap/no. untuk variabel Y adalah 20,938, dan setiap perubahan atau kenaikan nilai 1 dari variabel X 3 akan mengubah kenaikan nilai Y . sebesar 0,720 . oefisien dari nilai X. Sehingga semakin tinggi nilai Kualitas Pelayanan pada nilai tertentu maka semakin tinggi pula nilai Loyalitas Pelanggan pada nilai tertentu. Tabel 14 Uji Regresi Simultan Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Std. Error Inovasi Produk Fasilitas Kualitas Pelayanan Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Dari tabel diatas, pada tabel AuCoefficientsAy kenaikan nilai Y sebesar 0,191, sedangkan diperoleh persamaan regresi linier berganda Y = kenaikan nilai 1 dari variabel X 3 akan mengubah 10,954 0,346X1 0,191X2 0,453X3. Yang kenaikan nilai Y sebesar 0,453. Dengan demikian, semakin tinggi nilai variabel X1 . X2 dan X3 pada berarti dalam keadaan konstan . etap/no. untuk nilai tertentu, maka akan diikuti kenaikan nilai variabel Y adalah 10,954, dan setiap perubahan atau kenaikan nilai 1 dari variabel X1 akan variabel Y, dalam artian semakin baik Inovasi mengubah kenaikan nilai Y sebesar 0,346. Produk. Fasilitas dan Kualitas Pelayanan maka kenaikan nilai 1 dari variabel X2 akan mengubah Loyalitas Pelanggan akan semakin baik pula. Tabel 15 Uji Koefisien Determinasi Inovasi Produk terhadap Loyalitas Pelanggan Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Inovasi Produk Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai R Square yang berarti 0,452 y 100% = 45,2%. Dengan . ) untuk koefisien determinasi Inovasi Produk demikian besarnya pengaruh atau kontribusi (X. terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) yaitu 0,452. Inovasi Produk (X. terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) adalah 45,2%. Rumus koefisien determinasi (KD) = r2 y 100% Tabel 16 Uji Koefisien Determinasi Fasilitas terhadap Loyalitas Pelanggan Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Fasilitas Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai R Square . untuk koefisien determinasi Fasilitas (X . terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) yaitu 0,190. Rumus koefisien determinasi (KD) = r2 y 100% yang berarti 0,190 y 100% = 19%. Dengan demikian besarnya pengaruh atau kontribusi Fasilitas (X. terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) adalah 19%. Tabel 17 Uji Koefisien Determinasi Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kualitas Pelayanan Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai R Square r2 y 100% yang berarti 0,461y 100% = 46,1%. untuk koefisien determinasi Kualitas Dengan demikian besarnya pengaruh atau Pelayanan (X. terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) kontribusi Kualitas Pelayanan (X . terhadap yaitu 0,461. Rumus koefisien determinasi (KD) = Loyalitas Pelanggan (Y) adalah 46,1%. Tabel 18 Uji Koefisien Determinasi Simultan Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kualitas Pelayanan. Fasilitas. Inovasi Produk Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai Adjusted determinasi (KD) = r2 y 100% yang berarti 0,572 R Square . 2 yang disesuaika. untuk koefisien y 100% = 57,2%. Dengan demikian besarnya determinasi Inovasi Produk (X. Fasilitas (X. pengaruh atau kontribusi Inovasi Produk (X. , dan Kualitas Pelayanan (X . terhadap Loyalitas Fasilitas (X. dan Kualitas Pelayanan (X. Pelanggan (Y) yaitu 0,572. Rumus koefisien terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) adalah 57,2%. Tabel 19 Uji Hipotesis 1 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Inovasi Produk Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Berdasarkan tabel diatas, nilai t hitung diperoleh 8,990 lebih besar dari ttabel 1,98498 atau 8,990 > 1,98498 dan Sig. 0,000 lebih kecil dari Sig. 0,05 atau Sig. 0,000 < Sig. 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis alternatif (H. yang menyatakan AuTerdapat pengaruh inovasi produk yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi di TangerangAy dapat diterima dan terbukti pada selang kepercayaan 95%. Tabel 20 Uji Hipotesis 2 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Std. Error Fasilitas Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Berdasarkan tabel diatas, nilai thitung diperoleh 4,798 lebih besar dari ttabel 1,98498 atau 4,798 > 1,98498 dan Sig. 0,000 lebih kecil dari Sig. 0,05 atau Sig. 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis Beta Sig. alternatif (H. yang menyatakan AuTerdapat pengaruh fasilitas yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi di TangerangAy dapat diterima dan terbukti pada selang kepercayaan 95%. Tabel 21 Uji Hipotesis 3 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Kualitas Pelayanan Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Berdasarkan tabel diatas, nilai thitung diperoleh 9,153 lebih besar dari ttabel 1,98498 atau 9,153 > 1,98498 dan Sig. 0,000 lebih kecil dari Sig. 0,05 atau Sig. 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis alternatif (H. yang menyatakan AuTerdapat pengaruh kualitas pelayanan yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi di TangerangAy dapat diterima dan terbukti pada selang kepercayaan 95%. Tabel 22 Uji F ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares df Mean Square Sig. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan Predictors: (Constan. Kualitas Pelayanan. Fasilitas. Inovasi Produk Berdasarkan tabel diatas, nilai F hitung diperoleh 45,155 lebih besar dari Ftabel 2,70 atau 45,155 > 2,70 dan Sig. 0,000 lebih kecil dari Sig. 0,05 atau Sig. 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha Dengan demikian hipotesis alternatif INTERPRETASI Pengaruh Inovasi Produk (X. Terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh nilai thitung dari Inovasi Produk (X. sebesar 8,990 dari ttabel 1,98498 sehingga dapat dijelaskan bahwa thitung > ttabel . ,990 > 1,98. yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, serta nilai signifikan lebih kecil dari nilai yang diisyaratkan . ,000 < 0,. Dengan demikian Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh inovasi produk terhadap loyalitas pelanggan sesuai dengan hipotesis. Artinya, semakin sering sebuah perusahaan melakukan inovasi produk, maka semakin tinggi tingkat loyalitas pelanggannya. Sebaliknya, jika perusahaan tidak melakukan inovasi produk, maka tingkat loyalitas pelanggannya juga rendah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Elinawati Susi Mentari Sinurat. Bode Lumanauw dan Ferdy Roring . yang berjudul Pengaruh Inovasi Produk. Harga. Citra Merek dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Mobil (H. yang menyatakan AuTerdapat pengaruh inovasi produk, fasilitas dan kualitas pelayanan yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi di TangerangAy dapat diterima dan terbukti pada selang kepercayaan 95%. Suzuki Ertiga yang menyatakan bahwa inovasi produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Pengaruh Fasilitas (X. Terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh nilai thitung dari Fasilitas (X. sebesar 4,798 dari ttabel 1,98498 sehingga dapat dijelaskan bahwa thitung > ttabel . ,798 > 1,98. yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, serta nilai signifikan lebih kecil dari nilai yang diisyaratkan . ,000 < 0,. Dengan demikian Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh fasilitas terhadap loyalitas pelanggan sesuai dengan hipotesis. Artinya, semakin sebuah perusahaan memiliki fasilitas yang baik, nyaman dan memuaskan, maka semakin tinggi tingkat loyalitas pelanggannya. Sebaliknya, jika perusahaan tidak memiliki fasilitas yang baik, nyaman dan memuaskan, maka tingkat loyalitas pelanggannya juga rendah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yesi Triyuliarlita Amelia dan Koko Safitri . yang berjudul Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan Konsumen Pada Cafy Hangout di Sampit yang menyatakan bahwa fasilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Pengaruh Kualitas Pelayanan (X. Terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh nilai thitung dari Kualitas Pelayanan (X. sebesar 9,153 dari ttabel 1,98498 sehingga dapat dijelaskan bahwa thitung > ttabel . ,153 > 1,98. yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, serta nilai signifikan lebih kecil dari nilai yang diisyaratkan . ,000 < 0,. Dengan demikian Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan sesuai dengan hipotesis. Artinya, semakin sebuah perusahaan memiliki kualitas pelayanan yang baik dan memuaskan, maka semakin tinggi tingkat loyalitas pelanggannya. Sebaliknya, jika perusahaan tidak memiliki kualitas pelayanan yang baik dan memuaskan, maka tingkat loyalitas pelanggannya juga rendah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Intan Rurieta Anggarawati . yang berjudul Pengaruh Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan PDAM Tirta Yogyakarta yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas Pengaruh Inovasi Produk (X. Fasilitas (X. dan Kualitas Pelayanan (X. Terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, diperoleh nilai Fhitung dari Inovasi Produk (X. Fasilitas (X. dan Kualitas Pelayanan (X . sebesar 45,155 dari Ftabel 2,70 sehingga dapat dijelaskan bahwa Fhitung > Ftabel . ,155 > 2,. yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, serta nilai signifikan lebih kecil dari nilai yang diisyaratkan . ,000 < 0,. Dengan demikian Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh inovasi produk, fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan sesuai dengan Artinya, loyalitas pelanggan yang dihasilkan akan dipengaruhi oleh inovasi produk, fasilitas dan kualitas pelayanan yang diberikan Hal tersebut akan mendorong pelanggan untuk menumbuhkan rasa loyalitas pelanggannya karena puas dengan inovasi produk, fasilitas dan kualitas pelayanan yang diberikan. PENUTUP Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Inovasi Produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Fasilitas memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kualitas Pelayanan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Inovasi Produk. Fasilitas dan Kualitas Pelayanan secara bersama-sama . memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan Roti Bakar 88 Kutabumi Tangerang. DAFTAR PUSTAKA