Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 . September 2023 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Hal : 320 Ae 327 Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Gejala Hot Flush Pada Wanita Menopause di Posyandu Lansia Melati 4 Kp Sepatan Kota Bekasi Tahun 2023 Siti Aisyah1 Riyen Sari Manullang2 Rupdi Lumban Siantar3 1,2,3 STIKes Medistra Indonesia Correspondence Author: riyen88@gmail. Riyen Sari Manullang DOI: https://doi. org/10. 37012/jik. Abstrak Menopause dapat terjadi karena penurunan kadar estrogen darah dan berkurangnya fungsi ovarium. Penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan terjadinya hot flush pada wanita menopause. Hot flush merupakan salah satu gejala vasomotor (VMS). Hot flush ditandai dengan perasaan panas pada bagian atas tubuh wanita yang meliputi, wajah, leher, dan bagian atas dada. Hot flush tidak berbahaya bagi tubuh tetapi akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Hot flush dapat menyerang 74% wanita Sebanyak 50% mengeluhkan nyeri hot flush selama lebih dari 2 tahun dan 36% selama lebih dari 5 tahun. Salah satu terapi gizi untuk meningkatkan hormon estrogen adalah susu kedelai. Susu kedelai adalah susu berbahan kedelai. Kedelai memiliki kandungan isoflavon didalamnya. Studi pendahuluan didapatkan bahwa di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi terdapat 15 wanita menopause yang mengalami nyeri hot flush. Untuk mengetahui efektivitas pemberian susu kedelai terhadap hot flush pada wanita menopause di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental dengan pre dan post-experimental design tipe one group pre test post test. Hasil analisa menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil signifikasi sebesar 0. <0. Hasil ini menunjukan adanya efektivitas pengurangan gejala hot flush pada Responden setelah diberikan susu kedelai selama 7 hari. Adanya efektivitas penurunan gejala hot flush setelah pemberian susu kedelai terhadap wanita Kata Kunci : Susu kedelai, hot flush, menopause Abstract Menopause can occur due to a decrease in blood estrogen levels and reduced ovarian function. decrease in the hormone estrogen can cause hot flushes in menopausal women. Hot flush is one of the vasomotor symptoms (VMS). Hot flush is characterized by a feeling of heat in the upper part of a woman's body which includes the face, neck and upper chest. Hot flushes are not dangerous for the body but will cause discomfort. Hot flushes can affect 74% of menopausal women. As many as 50% complained of hot flush pain for more than 2 years and 36% for more than 5 years. One nutritional therapy to increase the estrogen hormone is soy milk. Soy milk is milk made from soybeans. Soybeans contain isoflavones in them. Preliminary studies found that at Posyandu for the Elderly Melati 4 Kp. In Sepatan. Bekasi City, there were 15 menopausal women who experienced hot flush To determine the effectiveness of giving soy milk against hot flushes in menopausal women at Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Bekasi City in 2023. The research design used in this research is quasi-experimental with pre and post-experimental design type one group pre test post test. The results of analysis using the Wilcoxon test showed a significance result of 0. <0. These results show the effectiveness of reducing hot flush symptoms in respondents after being given soy milk for 7 days. The effectiveness of reducing hot flush symptoms after giving soy milk to menopausal women. Keywords : Soy milk, hot flush, menopause Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 . September 2023 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Hal : 320 Ae 327 PENDAHULUAN Proses kehidupan manusia salah satunya menjadi tua. Menjadi tua atau usia lanjut dapat adanya perubahan pada suatu orang. Perubahan tersebut bersifat umum dan tidak dapat Manusia lanjut usia mempunyai resiko dalam perkembangannya, salah satunya menopause pada wanita. Menopause pada wanita adalah waktu pada saat berhentinya menstruasi pada wanita dan merupakan sinyal berakhirnya fungsi reproduksi wanita (Suparni & Eko, 2. Wanita pada usia 45-55 tahun mengalami menopause. Menopause terjadi setelah 12 bulan tidak mengalami menstruasi. Menopause dapat terjadi karena penurunan kadar estrogen darah dan berkurangnya fungsi ovarium. Gejala menopause pada setiap wanita bervariasi, beberapa wanita memiliki gejala yang parah. Pada saat terjadinya menopause terdapat sindrom yang dapat mempengaruhi fisik, emosional, mental, dan sosial seorang wanita (WHO, 2. Hot flush merupakan salah satu gejala vasomotor (VMS). Hot flush dapat menyerang 74% wanita Sebanyak 50% mengeluhkan nyeri hot flush selama lebih dari 2 tahun dan 36% selama lebih dari 5 tahun(Lugo, 2. Menurut Francis . dalam jurnal Astuti . angka kejadian hot flush di Eropa yaitu 70-80%. Malaysia 57%. Cina 18%, dan Singapura Sindrom fisik menopause meliputi vagina yang mengering, sakit kepala dan terjadinya nyeri yang disebut semburan panas . ot flus. Hot flush muncul akibat adanya perubahan hormon yang signifikan pada saat menopause. Hot flush ditandai dengan perasaan panas pada bagian atas tubuh wanita yang meliputi, wajah, leher, dan bagian atas dada. Hot flush tidak berbahaya bagi tubuh tetapi akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Hot flush akan berbahaya bagi seorang wanita yang sulit menghasilkan keringat, wanita yang bertubuh kurus, dan wanita mengalami menopause dini (Waluyo, 2. Menurut Lugo . wanita dengan keluhan nyeri hot flush dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan osteoporosis dibanding wanita yang tidak memilikinya. Perubahan hormon pada menopause adalah penurunan dari hormon estrogen. Penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan terjadinya hot flush. Salah satu terapi gizi untuk meningkatkan hormon estrogen adalah susu kedelai. Susu kedelai adalah susu berbahan Kedelai memiliki kandungan isoflavon didalamnya. Isoflavon secara alami terdapat didalam tanaman dan strukturnya menyerupai hormon estrogen pada manusia. Isoflavon yang terdapat didalam kedelai dapat mencegah terjadinya hot flush (Desfita et al, 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 . September 2023 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Hal : 320 Ae 327 Pemberian susu kedelai dapat bermanfaat dalam mengatasi nyeri hot flush. Kandungan fitoestrogen dalam kedelai dapat meningkatkan hormon estrogen sehingga gejala terasa Hot flush yang tidak ditangani dapat menyebabkan resiko penyakit jantung dan osteoporosis, sehingga mengkonsumsi susu kedelai 250 ml sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari dapat mengurangi nyeri hot flush sesuai dengan penelitian oleh Nurfadilah et al . Berdasarkan studi pendahuluan pada lansia di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi terdapat 30 wanita menopause. Jumlah kunjungan lansia pada bulan Januari Desember 2022 sebanyak 81% dengan rata-rata 25 orang. Peningkatan jumlah kunjungan lansia terjadi pada bulan Januari - Juli 2023 meningkat 7% dari periode sebelumnya dengan rata-rata 28 orang. Wanita menopause yang terdaftar di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi terdapat 15 wanita menopause yang mengalami nyeri hot flush. Dari studi penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Gejala Hot Flush pada Wanita Menopausedi Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi tahun 2023. Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah terdapat efektivitas dari pemberian susu kedelai terhadap penurunan nyeri hot flush pada wanita menopause di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi tahun 2023?. Sedangkan, tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui efektivitas pemberian susu kedelai terhadap hot flush pada wanita menopause di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi tahun 2023. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam memberikan alternatif pengobatan komplementer untuk mengatasi hot flush pada wanita menopause. Bagi Institusi diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan keilmuan, memberi sumbangan positif dan mengembangkan teori. Khususnya dibidang kebidanan dalam pengobatan komplomenter yaitu dengan mengonsumsi susu kedelai untuk mengurangi hot flush. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan peneliti dan peneliti dapat menerapkan hasil penelitian yang peroleh untuk penelitian yang akan datang. METODE Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental dengan pre dan post-experimental design tipe one group pre test post test. Quasi-experimental merupakan eksperimen yang mempunyai pelakuan . dan dampak . utcome measure. Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 . September 2023 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Hal : 320 Ae 327 Pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas susu kedelai dalam mengurangi nyeri hot flush pada wanita menopause di Posyandu Lansia Melati 4 bertempat di Kp. Sepatan Kota Bekasi tahun 2023. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - September 2023. Responden penelitian diberikan perlakuan dengan mengonsumsi susu kedelai 250 ml x 2 selama 7 hari. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita menopause di Kp. Sepatan RT 002/RW 002 Kel. Sepanjang Jaya Kec. Rawalumbu Kota Bekasi yang berjumlah 15 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang. Adapun dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling total sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penilaian efektivitas susu kedelai pada wanita menopause yang memiliki gejala hot flush menggunakan kuisioner pre-test dan post-test. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Wanita Menopause di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi Tahun 2023. Total Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Total Lama Gejala <1 Tahun 1 Tahun >1 Tahun Usia <50 tahun 50 tahun >50 tahun Total Sumber :Kuisioner Siti Aisyah . Berdasarkan Tabel 1 diatas didapatkan hasil dari 15 Responden, memiliki usia <50 tahun sebanyak 7 orang . 66%), usia 50 tahun sebanyak 1 orang . ,66%) dan usia >50 tahun sebanyak 7 orang . 66%). Dari 15 Responden, 12 orang . %) masih bekerja dan 3 orang Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 . September 2023 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Hal : 320 Ae 327 . %) sudah tidak bekerja. Sedangkan, 15 orang . %) mengalami gejala hot flush selama 1 Grafik 1 Distribusi Frekuensi Sebelum dan Sesudah Pemberian Susu Kedelai Pada Wanita Menopause Terhadap Hot Flush Di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi Tahun 2023. Sumber :Kuisioner Siti Aisyah . Berdasarkan Grafik 1 diatas didapatkan, bahwa hasil dari penilaian gejala hot flush sebelum pemberian susu kedelai mendapatkan nilai rata-rata 7. %). Sedangkan, hasil dari penilaian gejala hot flush sesudah pemberian susu kedelai mendapatkan nilai rata-rata 4. %). Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Hasil Uji Normalitas Uji Nilai Pre-test Post-test Sumber : Hasil Uji Normalitas Siti Aisyah . Pada Tabel 2 didapatkan nilai signifikan untuk pre-test adalah 0,091 > 0,05 atau dapat dinyatakan berdistribusi normal dan untuk post-test adalah 0,011 < 0,05 yang dapat dinyatakan tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian ini dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 . September 2023 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Hal : 320 Ae 327 Tabel 3 Hasil uji Wilcoxon Uji Statistik Asymp. Sig. -teile. Sumber : Hasil Uji Normalitas Siti Aisyah . Hasil uji Wilcoxon pada Tabel 3 menunjukan bahwa didapatkan nilai signifikan 0,001 < 0,05, yang dapat disimpulkan hipotesis diterima. Hasil yang telah di analisa menunjukan Adanya efektivitas dalam pemberian susu kedelai pada wanita menopause di Posyandu Lansia Melati 4 bertempat di Kp. Sepatan Kota Bekasi tahun 2023. Hasil ini menunjukan Ha pada penelitian ini diterima atau adanya efektivitas pengurangan gejala hot flush pada Responden setelah diberikan susu kedelai selama 7 hari. Hasil penelitian yang telah dilakukan sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Nova et al . yang melaporkan bahwa dari 24 Responden menunjukan adanya pengaruh nyeri hot flush dengan nilai signifikasi p<0. 05 setelah pemberian pemberian susu kedelai selama 14 Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian oleh Sihotang . yang melaporkan 14 Responden menujukan adanya pengaruh nyeri hot flush setelah pemberian susu kedelai selama 7 hari dengan nilai signifikasi. Penelitian dari (Nurfadilah et al. , 2. juga menunjukan pengaruh penurunan gejala hot flush, setelah pemberian susu kedelai selama 7 Gejala hot flush yang dialami Responden adalah suatu akibat yang disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi pada periode perimenopause. Hot flush menyebabkan adanya rasa panas pada wajah hingga dada dan merasa terbakar (Ernawati dkk, 2. Selain gejala hot flush, gangguan tidur yang dialami Responden dapat menyebabkan kelelahan yang berdampak menurunnya produktifitas. Menurut Pratiwi . , terjadinya gangguan tidur salah satu gejala dari menopause. Gejala hot flush yang menyebabkan rasa panas bagi wanita menopause akan mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Wanita dengan gejala hot flush dapat meningkatkan resiko osteoporosis dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami nyeri tersebut (Lugo. Menurut Bansal . Meningkatnya suhu tubuh yang disebabkan oleh hot flush Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 . September 2023 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Hal : 320 Ae 327 karena kekurangan hormon esterogen dapat menyebabkan kelainan termogulasi pada hipotalamus dan beresiko gagal jantung. Nyeri yang disebabkan oleh hot flush dapat dikurangi dengan mengubah pola hidup. Biasanya nyeri hot flush akan hilang dalam waktu dua tahun. Berbagai cara dapat digunakan untuk mengurangi gejala menopause. Cara mengurangi gejala hot flush, yaitu dengan TSH (Farmakologi. Terapi . on-farmakologi. Terapi komplementer menopause adalah dengan mengonsumsi kedelai (Arini, 2. Perlakuan terapi susu kedelai kepada Responden yang mengalami gejala hot flush merupakan metode alternatif untuk mengurangi gejala vasomotorik. Susu kedelai dapat menjadi salah satu alternatif pengganti susu sapi karena nilai gizi pada susu kedelai yang tinggi. Kedelai memiliki kandungan isoflavon yang tinggi. Struktur molekul isoflavon menyerupai dengan struktur estrogen pada wanita. Struktur molekul isoflavon dapat berikatan dengan reseptor estrogen yang ada ditubuh. Sehingga pada wanita menopause yang kekurangan estrogen dapat distabilkan oleh isoflavon (Suparni & Eko, 2. SIMPULAN Hasil dari data yang telah didapatkan, dianalisa menggunakan uji Wilcoxon dan menghasilkan nilai signifikasi sebesar 0. <0. Hasil ini menunjukan adanya efektivitas pengurangan gejala hot flush pada Responden setelah diberikan susu kedelai selama 7 hari. Diharapkan untuk masyarakat dapat menjadi informasi kepada wanita menopause untuk mengonsumsi olahan kedelai secara rutin seperti susu kedelai untuk alternatif mengurangi gejala hot flush. Bagi institusi diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk petugas Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi dalam memberikan edukasi tentang manfaat susu kedelai dalam mengurangi gejala hot flush pada wanita menopause. Diharapkan juga untuk penelitian selanjutnya diperbanyak jumlah sampelnya agar dapat mewakili populasi dan menggunakan kontrol sebagai pembanding. REFERENSI