Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP PREFERENSI PENGGUNAAN QRIS DI KALANGAN GEN Z KOTA PASURUAN Sugeng Pradikto 1. Nurul Karisma2 Universitas PGRI Wiranegara1 Universitas PGRI Wiranegara 2 pos-el: sugengpradikto. stkip@gmail. com1, nurulkarisma1943@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan literasi digital terhadap preferensi penggunaan QRIS pada Generasi Z di Kota Pasuruan, mengingat meningkatnya kebutuhan transaksi non-tunai serta pesatnya adopsi teknologi finansial di kalangan generasi muda. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fakta bahwa Gen Z merupakan kelompok digital native dengan tingkat penggunaan gawai yang tinggi, namun masih memiliki variasi pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan digital yang dapat memengaruhi keputusan mereka dalam memilih metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 270 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator literasi keuangan dan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap preferensi penggunaan QRIS, serta model regresi mampu menjelaskan 52,4% variasi preferensi responden. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi pemahaman responden mengenai penganggaran, tabungan, pinjaman, investasi, serta kemampuan dalam mencari, mengevaluasi, dan mengolah informasi digital, semakin besar kecenderungan mereka memilih QRIS sebagai metode pembayaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami faktorfaktor penentu adopsi pembayaran digital di kalangan generasi muda. Kata kunci : Literasi Keuangan. Literasi Digital. Preferensi Penggunaan QRIS. Gen Z ABSTRACT This study aims to analyze the influence of financial literacy and digital literacy on QRIS usage preferences among Generation Z in Pasuruan City, given the increasing need for cashless transactions and the rapid adoption of financial technology among the younger generation. The background of this study stems from the fact that Gen Z is a digital native group with high levels of device usage, yet still has varying understandings of financial management and digital security, which can influence their decisions in choosing a payment method. The study used a quantitative approach with a causal design and involved 270 respondents selected through purposive sampling. The instrument, a Likert-scale questionnaire, was tested for validity and reliability, while data analysis was conducted using ordinal logistic regression. The results showed that all indicators of financial literacy and digital literacy significantly influenced QRIS usage preferences, and the regression model was able to explain 52. 4% of the variation in respondents' preferences. These findings confirm that the greater respondents' understanding of budgeting, savings, loans, investments, and their ability to search, evaluate, and process digital information, the greater their likelihood of choosing QRIS as a payment method. This research makes an important contribution to understanding the determinants of digital payment adoption among the younger generation. Keywords: Financial Literacy. Digital Literacy. QRIS Usage Preferences. Gen Z PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital di era Revolusi Industri 4. 0 telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk layanan Masyarakat semakin akrab dengan penggunaan gawai pintar dan internet untuk bertransaksi secara daring. Salah satu inovasi penting di bidang keuangan digital adalah Fintech . inancial technolog. , yang mengintegrasikan layanan keuangan dengan teknologi mutakhir untuk mempermudah akses, kepraktisan, kenyamanan, serta efisiensi biaya transaksi. Transformasi ini mendorong bergesernya pola pembayaran Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan tunai ke non-tunai. Sistem e-commerce dan penggunaan e-wallet, kini mendominasi perilaku konsumsi masyarakat. Bank Indonesia juga mendorong standarisasi metode pembayaran berbasis QR melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. , yang kini menjadi metode pembayaran digital nasional sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019 (QRIS. Hingga tahun 2024. QRIS mencatat pertumbuhan signifikan dengan 50,50 juta pengguna dan 32,71 juta merchant. Provinsi Jawa Timur, pertumbuhan merchant QRIS mencapai 3,73 juta, dengan dominasi 63% berasal dari usaha mikro (Purmadani. Di Kota Pasuruan, sebagai bagian dari ekosistem digital Jawa Timur, adopsi QRIS menunjukkan perkembangan positif. Nilai transaksi QRIS di Kota Pasuruan mencapai Rp16,9 miliar pada triwulan II tahun 2024 142 merchant aktif (Indrata. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Pasuruan juga mencapai 98,8%, mencerminkan keseriusan dalam membangun ekosistem keuangan digital (Rahman, 2. Secara Generasi merupakan kelompok yang sangat relevan dalam lanskap ekonomi digital. Berbagai ahli seperti (Barhate & Dirani, 2. mendefinisikan Generasi Z sebagai generasi yang lahir pada tahun 1995-2012. Pendapat yang sama dikemukakan (Gabrielova& Buchko, 2. , bahwa generasi Z lahir pada rentang tahun 1995-2012. Dalam buku The New Generation Z in Asia: Dynamics. Differences. Digitalisation, disebutkan bahwa generasi Z merupakan generasi yang lahir pada pertengahan 1990an sampai dengan akhir tahu 2000an (Gentina, 2. Sementara itu (Atika dkk, 2. mendefinisikan generasi Z sebagai generasi kelahiran tahun 1996-2010. Kemudian McCrindle . menyatakan bahwa generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1995-2009. Terdapat satu lagi pendapat yang berbeda mengenai rentang kelahiran Generasi Z, yaitu dari tahun 19952010 (Francis & Hoefel, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rentang kelahiran Generasi Z berada antara sekitar 1995 hingga 2012. Pada tahun 2025, kelompok ini berada pada usia 13Ae30 tahun, dan telah masuk dalam kategori usia produktif yang berpotensi menjadi sumber daya manusia unggul untuk mewujudkan Indonesia maju (Sawitri, 2. Berdasarkan data BPS . Generasi Z mendominasi komposisi penduduk Indonesia sebesar 27,94% dan dianggap sebagai kelompok digital native paling aktif dalam aktivitas ekonomi digital. Namun demikian, adopsi teknologi seperti QRIS tidak terlepas dari kesiapan individu, khususnya dari sisi literasi keuangan dan literasi digital. (Ameliah et al. , 2. menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia berada pada angka 3,54 dari skala 1Ae5 . ategori sedan. , dengan Gen Z mencatat skor tertinggi di antara kelompok usia lain. Sebaliknya, literasi keuangan nasional masih relatif rendah, menurut (Otoritas Jasa Keuangan, 2022. masih berada pada angka 49,68%, dengan variasi antarwilayah yang cukup signifikan. Kajian literatur terdahulu mempertegas pentingnya literasi keuangan dan literasi digital dalam memengaruhi adopsi fintech atau teknologi finansial. (Aditya & Mahyuni, 2. menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap minat penggunaan fintech di kalangan milenial Bali. (Tiffani, 2. juga menemukan pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi konsumen terhadap bank digital. (Palupi et al. , 2. menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh pada minat penggunaan emoney. (Nurdien & Galuh, 2. juga menemukan bahwa literasi keuangan dan literasi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi menggunakan QRIS dalam aplikasi BSI Mobile pada Gen Z di Kota Malang. Literasi keuangan dapat didefinisikan sebagai pemahaman dan keterampilan yang dimiliki seseorang dalam mengambil keputusan serta tindakan keuangan secara tepat untuk mencapai tujuan keuangannya, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal (Anisah & Crisnata. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan mencakup aspek pengetahuan . , keterampilan . , dan keyakinan . yang diperlukan agar individu mampu mengelola keuangannya secara bijaksana. OJK juga mengelompokkan tingkat literasi keuangan ke dalam empat kategori, yaitu Not Literate. Less Literate. Sufficient Literate, dan Well Literate (OJK, 2. Literasi keuangan merupakan kemampuan penting yang seharusnya dimiliki setiap individu karena keuangan terbukti memberikan dampak positif terhadap perilaku dan kesejahteraan finansial (Pradini, 2. Individu dengan tingkat literasi keuangan yang baik cenderung memiliki pola pengambilan keputusan keuangan yang lebih rasional, terencana, serta mampu memanfaatkan produk dan inovasi keuangan secara optimal. Dengan demikian, literasi keuangan tidak hanya berperan dalam menentukan kualitas keputusan finansial sehari-hari, tetapi juga perencanaan keuangan jangka panjang dan pemanfaatan layanan keuangan modern (Aditya & Mahyuni, 2. Literasi keuangan yang dimiliki membentuk pola pikir dan perilaku individu dalam memahami, mengelola, serta memanfaatkan sumber daya keuangan secara Tingkat literasi keuangan yang baik akan mendorong individu untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih rasional, termasuk dalam penggunaan produk dan inovasi keuangan berbasis teknologi atau financial technology (Pradini. Temuan ini diperkuat oleh berbagai penelitian sebelumnya. Aditya dan Mahyuni . menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap minat penggunaan fintech. Puspita dan Solikah . menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap masyarakat dalam menggunakan e-money. Tiffani . (Nurdien & Galuh, 2. mempertegas bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen dalam memilih layanan bank digital. Berdasarkan temuan empiris tersebut, maka hipotesis pertama yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 H1 : Ada pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan Literasi digital dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami, menilai, serta memanfaatkan informasi melalui teknologi digital secara efektif dalam kehidupan sehari-hari (Tiffani, 2. Definisi lain menyebutkan bahwa literasi digital merupakan seperangkat keterampilan yang memungkinkan individu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengakses, mengolah, serta menyampaikan informasi secara kognitif, yang mencakup dimensi teknis, intelektual, dan sosialemosional dalam lingkungan digital (Kustini et al. , 2. Kementerian Komunikasi Informatika (KOMINFO) menjelaskan bahwa literasi digital dikembangkan melalui empat pilar utama, yaitu: . digital skill, mengoperasikan perangkat atau sistem . digital ethics, yaitu kemampuan menerapkan etika dan tanggung jawab dalam aktivitas digital. digital safety, yaitu kemampuan menilai dan menjaga keamanan data serta privasi dalam penggunaan dan . digital culture, yaitu mengimplementasikan nilai-nilai budaya dalam ekosistem digital (KOMINFO, 2. Literasi digital yang dimiliki seseorang berperan penting dalam membentuk kemampuan individu untuk memahami, teknologi digital secara efektif dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam penggunaan produk keuangan digital seperti Pemahaman memungkinkan individu menilai informasi, memanfaatkan fitur teknologi keuangan Sugeng Pradikto . Nurul Karisma secara optimal dan aman. Tiffani . menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen dalam menggunakan layanan bank digital. Temuan serupa juga dikemukakan oleh Puspita dan Solikah . , yang menyatakan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif terhadap minat masyarakat dalam menggunakan emoney. Berdasarkan temuan empiris tersebut, maka hipotesis kedua yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah H2 : Ada pengaruh literasi digital terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah . apakah ada pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan? . apakah ada pengaruh literasi digital terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan?. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut. Kebaruan ilmiah dari penelitian ini terletak pada fokus geografis dan demografisnya, yakni Gen Z di Kota Pasuruan, yang hingga saat ini belum banyak Walaupun penggunaan QRIS meningkat dan kajian literasi terhadap preferensi fintech telah dilakukan di kota besar seperti Malang dan Bali, belum ada studi komprehensif yang mengukur pengaruh antara literasi keuangan dan literasi digital dengan preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z di Kota Pasuruan. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengisi memberikan bukti empiris yang relevan secara lokal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Desain ini dipilih untuk mengidentifikasi pengaruh literasi keuangan dan literasi digital terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Generasi Z di Kota Pasuruan. Populasi penelitian mencakup individu yang tergolong Generasi Z . sia 13Ae30 tahu. yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan berdomisili di Kota Pasuruan. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria responden memiliki pengalaman atau pengetahuan mengenai penggunaan QRIS. Sampel penelitian menggunakan rumus Lemeshow (Nursalam, 2. karena ukuran populasi Gen Z Kota Pasuruan cukup besar dan tidak diketahui secara pasti untuk tahun 2025 dengan parameter Z = 1,64 . eyakinan 90%), tingkat kesalahan 10% . = 0,. , serta proporsi p = 0,5 dan q = 0,5. Berdasarkan populasi tahun 2024 sebanyak 62. 446 jiwa, diperoleh kebutuhan sampel sebesar 267,81 yang dibulatkan menjadi 270 responden. Tabel 1. Estimasi Proporsi Penduduk Kel. Umur 10Ae14 15Ae19 20Ae24 25Ae29 30Ae34 Pendudu Propor Estimasi Gen Total Sumber: (BPS Kota Pasuruan, 2. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan skala Likert 1Ae5, mulai dari AuSangat Tidak SetujuAy hingga AuSangat SetujuAy. Instrumen terdiri atas 24 pernyataan yang terbagi ke dalam tiga variabel Tabel 2. Indikator Penelitian Literasi Keuangan (XCA) Penganggaran Tabungan Pinjaman Item Sumber: (Remund. Investasi Variabel Literasi Digital (XCC) Sumber: (Gilster. Preferensi Indikator Kemampuan Kemampuan memahami pandu arah hypertext Kemampuan konten informasi Kemampuan Memiliki Sugeng Pradikto . Nurul Karisma Penggunaan QRIS (Y) Sumber: (Bank Indonesia. Universal Mudah digunakan Menguntungkan Langsung JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Sumber: (Remund, 2. , (Gilster, 1. , (Bank Indonesia, 2. Peneliti mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form secara daring. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi logistik ordinal dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25 guna mempermudah proses pengolahan dan perhitungan data. Gambar 1. Karangka Berpikir keuangan (X. Jumlah Persentase Sumber: Pengolahan data primer . Tabel 3 menunjukkan distribusi responden berdasarkan jenis kelamin. Dari total 270 responden, sebanyak 124 responden . %) berjenis kelamin laki-laki. Sementara itu, responden perempuan berjumlah 156 orang atau sebesar 56%. Dengan demikian, komposisi responden dalam penelitian ini didominasi oleh Data tersebut menggambarkan bahwa partisipasi perempuan dalam penelitian mengenai preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tabel 4. Berdasarkan Usia preferensi penggunaan QRIS (Y) literasi digital (X. Tabel 3. Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Adapun hipotesis penelitian H1 dan H2 yaitu: Ada pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan Ada pengaruh literasi digital terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Pada penelitian ini, responden diperoleh melalui proses penyebaran kuesioner Google Form. Dari hasil pengumpulan data tersebut, terkumpul sebanyak 270 responden yang berpartisipasi dalam pengisian kuesioner. Para responden kemudian dikelompokkan ke dalam lima kategori karakteristik, yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, pendapatan per bulan, serta lama penggunaan QRIS. Adapun rincian karakteristik responden sebagai berikut: Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Usia 17Ae18 tahun 19Ae21 tahun 22Ae23 tahun 25Ae28 tahun Total Jumlah Persentase Sumber: Pengolahan data primer . Tabel 4 menunjukkan distribusi responden berdasarkan kelompok usia. Kelompok usia 19Ae21 tahun merupakan yang paling dominan, yaitu sebanyak 149 responden atau 55%. Selanjutnya, usia 22Ae23 tahun mencakup 77 responden . %), dan usia 17Ae18 tahun berjumlah 42 responden . %). Adapun kelompok usia 25Ae28 tahun merupakan yang paling sedikit, yakni hanya 12 responden atau 4%. Secara keseluruhan, data ini menggambarkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia produktif awal yang umum dikategorikan sebagai Generasi Z. Tabel 5. Berdasarkan Jenis Pekerjaan Pekerjaan Pelajar / Mahasiswa Wiraswasta / Pengusaha Freelancer /Pekerja Lepas Pegawai Honorer Pegawai Swasta Total Jumlah Persentase Sumber: Pengolahan data primer . Tabel 5 menunjukkan bahwa mayoritas responden berasal dari kalangan pelajar atau mahasiswa, yaitu sebanyak 232 orang atau Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Selanjutnya, responden yang bekerja sebagai wiraswasta atau pengusaha berjumlah 20 orang . %), diikuti oleh freelancer atau pekerja lepas sebanyak 16 orang . %). Sementara itu, pegawai honorer tercatat sebanyak 10 orang . %), dan pegawai swasta merupakan kelompok paling sedikit dengan hanya 2 responden atau 1%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada tahap pendidikan, sehingga sesuai dengan karakteristik Generasi Z yang menjadi fokus Tabel 6. Berdasarkan Pendapatan Pendapatan < Rp 1. 000 Ae 2. 001 Ae 3. 001 Ae 5. 001 Ae 7. > Rp 7. Total Jumlah Persentase Sumber: Pengolahan data primer . Tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan kurang dari Rp1. 000, yaitu sebanyak 170 orang atau 63%. Kelompok dengan pendapatan Rp1. 000Ae2. 000 berjumlah 47 orang . %). Rp2. 001Ae3. sebanyak 30 orang . %). Selain itu, terdapat 22 responden . %) dengan pendapatan Rp3. 001Ae5. Adapun kategori pendapatan Rp5. 001Ae7. 000 dan lebih dari Rp7. 000 masing-masing hanya mencakup 2 responden atau 1%. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori pendapatan rendah, sesuai dengan karakteristik pelajar dan mahasiswa yang mendominasi dalam penelitian ini. Tabel 7. Berdasarkan Lama Penggunaan QRIS Lama Penggunaan QRIS < 3 bulan 3 Ae 6 bulan 7 Ae 12 bulan 1 Ae 2 tahun > 2 tahun Total Jumlah Persentase kurang dari 3 bulan, yaitu sebanyak 116 orang atau 32%. Pengguna dengan durasi 3Ae 6 bulan berjumlah 67 orang . %), sedangkan mereka yang telah menggunakan QRIS selama 7Ae12 bulan sebanyak 35 orang . %). Adapun menggunakan QRIS selama 1Ae2 tahun tercatat sebanyak 50 orang . %), dan yang telah menggunakannya lebih dari 2 tahun sebanyak 12 orang . %). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden merupakan pengguna QRIS yang relatif baru, sejalan dengan tren adopsi meningkat di kalangan Gen Z. Hasil Analisis Data Uji Validitas & Reliabilitas Uji validitas dilakukan terhadap seluruh indikator pada variabel yang telah dinilai oleh 270 responden. Dengan jumlah responden tersebut, diperoleh nilai r tabel sebesar 0,100 pada derajat bebas . 268 dan tingkat signifikansi . Berdasarkan pengujian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai Tabel 8. Hasil Uji Validitas Variabel Literasi Keuangan (X. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Literasi Digital (X. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Keterangan 0,743 0,648 0,757 0,776 0,835 0,813 0,683 0,821 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,764 0,746 0,776 0,756 0,691 0,737 0,829 0,751 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Pengolahan data primer . Tabel 7 menunjukkan bahwa mayoritas responden telah menggunakan QRIS selama Berdasarkan hasil uji validitas pada variabel Literasi Keuangan (X. dan Literasi Digital (X. , seluruh item pernyataan dinyatakan valid. Hal ini terlihat dari nilai r hitung masing-masing indikator yang berada Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sumber: Pengolahan data primer . Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan pada rentang 0,648 hingga 0,835 untuk variabel X1, dan 0,691 hingga 0,829 untuk variabel X2. Seluruh nilai r hitung tersebut lebih besar dibandingkan r tabel sebesar 0,100 pada taraf signifikansi 10%. Dengan demikian, setiap butir pernyataan dalam instrumen penelitian mampu mengukur konstruk yang dimaksud secara tepat dan Artinya, seluruh 16 item pada variabel literasi keuangan dan literasi digital memenuhi syarat validitas dan layak digunakan dalam penelitian. Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Literasi Keuangan (X. Literasi Digital (X. Alpha 0,894 Alpha 0,60 Keterangan 0,895 0,60 Reliabel Reliabel Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada Tabel 9, terlihat bahwa variabel Literasi Keuangan (X. memiliki nilai Alpha Cronbach sebesar 0,894, sedangkan variabel Literasi Digital (X. memperoleh nilai Alpha sebesar 0,895. Kedua nilai > 0,60, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Artinya, seluruh item pernyataan pada variabel X1 dan X2 konsisten dan stabil dalam mengukur konstruk yang diteliti. Dengan demikian, instrumen penelitian dinyatakan reliabel dan layak digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Analisis Regresi Ordinal Pengujian Model Fitting Information Tabel 10. Hasil Uji Model Fitting Information Model Fitting Information Intercept Final -2 Log Likelihood 1279,903 Pengujian Goodness of Fit Tabel 11. Hasil Uji Goodness of Fit Goodness of Fit Pearson Deviance Sumber: Pengolahan data primer . Model bebas literasi keuangan dan literasi digital lebih baik dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen preferensi penggunaan QRIS dibandingkan model tanpa variabel independen atau model Intercept Only. Pada hasil perhitungan juga diperoleh nilai signifikansi model sebesar 0,000 < 0,10, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel literasi keuangan dan literasi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan. ChiSquare Sig. 197,755 ,000 Sumber: Pengolahan data primer . Berdasar Tabel 10 di atas, menunjukkan bahwa hasil perhitungan Model Fitting Information penurunan nilai Ae2 Log Likelihood sebesar 197,755, yaitu dari nilai Intercept Only sebesar 1279,903 menjadi nilai Final sebesar 1082,148. Penurunan ini mengindikasikan bahwa model yang memasukkan variabel Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Chi-Square 252759,656 1080,242 Sig. 1,000 1,000 Sumber: Pengolahan data primer . Berdasarkan Tabel 11 di atas, diperoleh hasil perhitungan Goodness of Fit yang menunjukkan bahwa nilai Chi-Square pada metode Pearson sebesar 252. 759,656 dengan derajat kebebasan . sebesar 712 dan nilai Sig. sebesar 1,000. Begitu pula pada metode Deviance yang menghasilkan nilai ChiSquare sebesar 1080,242 dengan derajat kebebasan . sebesar 712 serta nilai Sig. sebesar 1,000. Karena nilai signifikansi kedua metode tersebut lebih besar dari tingkat kesalahan penelitian sebesar 0,10, maka dapat dinyatakan bahwa model regresi ordinal dalam penelitian ini berada dalam kondisi fit dan layak untuk digunakan dalam analisis lebih lanjut. Pengujuan Koefisien Determinasi Tabel 12. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Fitting Information Cox and Snell Nagelkerke McFadden ,519 ,524 ,154 Sumber: Pengolahan data primer . Berdasarkan Tabel 12, nilai koefisien determinasi yang diperoleh dari uji Pseudo R-Square menunjukkan bahwa nilai Nagelkerke sebesar 0,524. Hal ini berarti bahwa model regresi ordinal yang digunakan mampu menjelaskan sebesar 52,4% variasi yang terjadi pada variabel preferensi Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan penggunaan QRIS. Dengan kata lain, variabel independen literasi keuangan dan literasi digital secara bersama-sama memiliki kemampuan menjelaskan perubahan pada variabel dependen sebesar 52,4%, sedangkan sisanya 47,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Nilai Cox and Snell sebesar 0,519 juga menunjukkan kecenderungan yang hampir sama, yaitu bahwa model memberikan kontribusi penjelasan sebesar 51,9% terhadap variasi preferensi penggunaan QRIS. Sementara itu, nilai McFadden sebesar 0,154 termasuk dalam kategori model dengan kelayakan yang cukup baik untuk model sosial dan perilaku, mengingat bahwa nilai McFadden 0,10Ae0,30 umumnya dianggap memadai dalam penelitian sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi ordinal yang digunakan memiliki kekuatan prediksi yang cukup kuat dan variabel literasi keuangan serta literasi digital memiliki kontribusi berarti dalam menjelaskan preferensi penggunaan QRIS di kalangan Gen Z Kota Pasuruan. Pengujian Parameter Estimate Tabel 13. Hasil Uji Parameter Estimate Location Threshold Estimate [Y=. [Y=. [Y=. 10,324 15,448 20,933 Std. Error 1,362 1,539 1,949 X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Wald Sign 118,688 178,228 157,258 ,000 ,000 ,000 ,026 ,052 ,011 ,009 ,065 ,066 ,091 ,035 ,000 ,034 ,093 ,000 ,073 ,028 ,079 ,000 Sumber: Pengolahan data primer . Berdasarkan tabel hasil Parameter Estimates, diperoleh nilai estimasi indikator dari masing-masing variabel Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 bebas yang membentuk persamaan model regresi ordinal sebagai berikut logit. = 10. 729 X1. 1 - 0. 054 X1. 686 X1. 704 X1. 039 X1. 080 X1. 6 - 0. 347 X1. 065 X1. (- 1. X2. 301 X2. 516 X2. 363 X2. 325 X2. 457 X2. 6 - 0. 420 X2. 168 X2. 1 p. = 15. 729 X1. 1 - 0. 054 X1. 686 X1. 704 X1. 039 X1. 080 X1. 6 - 0. 347 X1. 065 X1. (- 1. X2. 301 X2. 516 X2. 363 X2. 325 X2. 457 X2. 6 - 0. 420 X2. 168 X2. 1 p2 p. = 20. 729 X1. 1 - 0. 054 X1. 686 X1. 704 X1. 039 X1. 080 X1. 6 - 0. 347 X1. 065 X1. (- 1. X2. 301 X2. 516 X2. 363 X2. 325 X2. 457 X2. 6 - 0. 420 X2. 168 X2. Berdasarkan diperoleh nilai parameter estimate dari indikator pembentuk masing-masing variabel bebas, yaitu literasi keuangan (X. dan literasi digital (X. Dengan taraf signifikansi 10% ( = 0,. , maka interpretasi masingmasing variabel adalah sebagai berikut: Variabel Literasi Keuangan (X. Pada variabel literasi keuangan, seluruh indikator menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,10 sehingga dinyatakan signifikan. X1. 1 menunjukkan nilai signifikansi 0,026 < 0,10 sehingga indikator pemahaman penganggaran preferensi penggunaan QRIS. X1. memiliki nilai signifikansi 0,052 < 0,10, keuangan juga berpengaruh signifikan. X1. 3 dengan nilai signifikansi 0,011 < 0,10 menunjukkan bahwa kemampuan terhadap preferensi penggunaan QRIS. X1. 4 memperoleh nilai signifikansi 0,009 < 0,10 sehingga kemampuan pengelolaan tabungan berpengaruh signifikan. X1. menunjukkan nilai 0,065 < 0,10 sehingga dinyatakan signifikan. X1. 6 memiliki nilai signifikansi 0,066 < 0,10, sehingga indikator terkait kemampuan memahami utang juga signifikan. X1. 7 menunjukkan nilai signifikansi 0,091 < 0,10 sehingga indikator pemahaman risiko dinyatakan signifikan meskipun arah koefisien Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan X1. 8 dengan nilai signifikansi 0,035 < 0,10 juga signifikan sebagai indikator pemahaman investasi. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa seluruh indikator yang membentuk literasi keuangan (X. memiliki pengaruh penggunaan QRIS (Y) Variabel Literasi Digital (X. Pada variabel literasi digital, seluruh indikator juga menunjukkan nilai signifikansi berada di bawah 0,10 sehingga dinyatakan signifikan pada = X2. 1 memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,10, sehingga indikator kemampuan mencari informasi digital . eskipun koefisien negati. X2. 2 memperoleh nilai signifikansi 0,034 < 0,10, sehingga preferensi penggunaan QRIS. X2. dengan nilai signifikansi 0,093 < 0,10 dinyatakan signifikan sebagai indikator kemampuan mengevaluasi konten digital. X2. 4 menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,10, sehingga evaluasi informasi digital merupakan indikator dengan pengaruh yang sangat signifikan. X2. memiliki nilai signifikansi 0,073 < 0,10 informasi digital berpengaruh signifikan. X2. 6 memperoleh nilai signifikansi 0,028 < 0,10, sehingga indikator kemampuan komputasi lanjutan juga signifikan. X2. menunjukkan nilai signifikansi 0,079 < 0,10 sehingga indikator kemampuan digital tertentu dinyatakan signifikan. X2. 8 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,10 menunjukkan pengaruh yang sangat penggunaan teknologi digital. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa delapan indikator yang membentuk literasi digital (X. seluruhnya memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi penggunaan QRIS (Y) Pengujian Odds Ratio X1. 1= pemahaman 0,729 -0,054 X1. 2 = kemampuan mengelola informasi keuangan 0,686 X1. 3 = kebiasaan menabung 0,704 X1. 4 = pengelolaan tabungan 0,039 X1. 5 = pemahaman pinjaman 0,080 X1. 6 = pemahaman utang -0,347 X1. 7 = pemahaman risiko 0,065 X1. 8 = pemahaman investasi -1,219 X2. 1 = kemampuan mencari informasi digital 0,301 X2. 2 = memahami hyperlink 0,516 X2. 3 = mengevaluasi konten 1,363 X2. 4 = eksplorasi situs 0,325 X2. 5 = membedakan informasi valid/hoaks 0,457 X2. 6= memeriksa sumber -0,420 X2. 7 = merangkum informasi 1,168 X2. 8 = menggabungkan informasi teksAegambarAevideo Sumber: Pengolahan data primer . Ratio 2,073 0,947 1,986 2,022 1,040 1,083 0,707 1,067 0,296 1,352 1,675 3,909 1,384 1,580 0,657 3,215 Berdasar Tabel 14, menunjukkan hasil perhitungan nilai odds ratio dari masingmasing indikator variabel bebas yang memiliki nilai signifikansi < 0,10. Nilai odds ratio pada Pemahaman Penganggaran (X1. sebesar exp . = 2,073. Hal ini berarti bahwa seorang individu akan meningkatkan QRIS sebesar 2,073 kali. Nilai odds ratio pada Kemampuan Mengelola Informasi Keuangan (X1. sebesar exp(Ae0,. = 0,947. Artinya, setiap peningkatan satu unit kemampuan mengelola informasi QRIS menjadi 0,947 kali, meskipun penurunan ini relatif kecil. Nilai odds ratio pada Kebiasaan Menabung (X1. sebesar exp. = 1,986. Dengan demikian, setiap peningkatan satu unit kebiasaan Tabel 14. Hasil Uji Odds Ratio Estimate Odds Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sugeng Pradikto . Nurul Karisma JURNAL Edueco Universitas Balikpapan menggunakan QRIS sebesar 1,986 Nilai odds ratio pada Pengelolaan Tabungan (X1. sebesar exp. = 2,022. Ini berarti bahwa setiap peningkatan satu unit kemampuan menggunakan QRIS sebesar 2,022 Nilai odds ratio pada Pemahaman Pinjaman (X1. sebesar exp. = 1,040. Sehingga dapat diartikan bahwa setiap peningkatan satu unit menggunakan QRIS sebesar 1,040 Nilai odds ratio pada Pemahaman Utang (X1. sebesar exp. = 1,083. Artinya, peningkatan satu unit pemahaman utang akan meningkatkan QRIS sebesar 1,083 kali. Nilai odds ratio pada Pemahaman Risiko (X1. sebesar exp(Ae0,. = 0,707. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan satu unit pemahaman risiko akan menurunkan preferensi menggunakan QRIS menjadi 0,707 peningkatan kehati-hatian individu. Nilai odds ratio pada Pemahaman Investasi (X1. sebesar exp. = 1,067. Setiap peningkatan satu unit meningkatkan preferensi penggunaan QRIS sebesar 1,067 kali. Nilai odds ratio pada Kemampuan Mencari Informasi Digital (X2. sebesar exp(Ae1,. = 0,296. Ini berarti bahwa peningkatan satu unit kemampuan mencari informasi digital menggunakan QRIS menjadi 0,296 Hal kecenderungan responden lebih kritis dan berhati-hati. Nilai odds ratio pada Kemampuan Memahami Hyperlink (X2. sebesar exp. 1,352. Dengan demikian, peningkatan satu unit kemampuan memahami hyperlink menggunakan QRIS sebesar 1,352 Nilai odds ratio pada Kemampuan Mengevaluasi Konten Digital (X2. sebesar exp. = 1,675. Artinya, peningkatan satu unit kemampuan mengevaluasi konten digital akan preferensimenggunakan QRIS sebesar 1,675 kali. Nilai odds ratio pada Kemampuan Eksplorasi Situs (X2. sebesar exp. = 3,909, yang merupakan nilai tertinggi dalam model. Sehingga dapat diartikan bahwa peningkatan satu unit kemampuan eksplorasi situs menggunakan QRIS sebesar 3,909 Nilai odds ratio pada Kemampuan Membedakan Informasi Valid/Hoaks (X2. sebesar exp. = 1,384. Artinya, peningkatan kemampuan ini menggunakan QRIS sebesar 1,384 Nilai odds ratio pada Kemampuan Memeriksa Sumber Informasi (X2. sebesar exp. = 1,580. Dengan QRIS sebesar 1,580 kali. Nilai odds ratio pada Kemampuan Merangkum Informasi (X2. sebesar exp(Ae0,. = 0,657. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan merangkum informasi menurunkan preferensi menggunakan QRIS menjadi 0,657 kali. Nilai odds ratio pada Kemampuan Menggabungkan Informasi TeksAe GambarAeVideo (X2. = 3,215. Sehingga dapat diartikan bahwa peningkatan satu unit Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sugeng Pradikto . Nurul Karisma kemampuan ini akan meningkatkan QRIS sebesar 3,215 kali. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Preferensi Penggunaan QRIS Pengaruh yang terjadi menunjukkan bahwa responden Gen Z di Kota Pasuruan memiliki tingkat literasi keuangan yang cukup baik sebagai bekal pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keputusan sehari-hari. Pemahaman pinjaman, dan investasi mendorong individu untuk lebih rasional dalam memilih metode pembayaran digital yang aman, efisien, dan mudah digunakan seperti QRIS. Hal ini selaras dengan teori preferensi konsumen yang menyatakan bahwa konsumen akan memilih suatu produk atau jasa ketika manfaat yang diperoleh mencapai titik maksimal (Rahardja & Manurung, 2. Dengan keuangan yang dimiliki responden, semakin tinggi pula preferensi mereka untuk menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Temuan ini membuktikan bahwa literasi keuangan membentuk preferensi dan perilaku penggunaan inovasi keuangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu seperti Aditya & Mahyuni . yang menemukan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap minat penggunaan fintech, penelitian Puspita & Solikah . yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap minat penggunaan e-money, serta penelitian Tiffani . yang menunjukkan bahwa literasi preferensi konsumen terhadap bank Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bahwa literasi keuangan merupakan faktor yang signifikan dalam adopsi QRIS di kalangan generasi muda. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Pengaruh Literasi Digital terhadap Preferensi Penggunaan QRIS Berdasarkan responden Gen Z di Kota Pasuruan memiliki literasi digital yang baik, yang mencari, memahami, mengevaluasi, serta mengolah informasi digital dengan Hal ini sejalan dengan karakter Gen Z yang sejak dini telah hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi digital sehingga memiliki kesiapan tinggi dalam memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi. Kemampuan mengoperasikan perangkat digital, memahami navigasi informasi, preferensi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis dan Sesuai teori preferensi konsumen (Rahardja & Manurung, 2. , konsumen memilih produk ketika manfaat yang dirasakan mencapai tingkat maksimal. sehingga semakin baik literasi digital individu, semakin tinggi kecenderungan mereka memanfaatkan QRIS dalam aktivitas transaksi sehari-hari. Hasil penelitian ini sejalan dengan Tiffani . menemukan bahwa literasi digital penggunaan bank digital serta penelitian Puspita & Solikah . yang menjelaskan bahwa literasi digital berpengaruh terhadap minat penggunaan e-money. Penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa literasi digital keuangan berbasis teknologi, khususnya QRIS. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa baik literasi keuangan maupun literasi digital terbukti berpengaruh signifikan terhadap preferensi penggunaan QRIS di kalangan Generasi Z di Kota Pasuruan. Sugeng Pradikto . Nurul Karisma sehingga seluruh hipotesis penelitian dapat diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman individu pinjaman, risiko, investasi, serta semakin tinggi kemampuan digital seperti mencari, menilai, dan mengolah informasi, maka semakin besar peluang mereka untuk memilih QRIS sebagai metode transaksi Meskipun demikian, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain teknik pengambilan sampel yang bersifat purposive sehingga mengurangi generalisasi hasil, penggunaan kuesioner daring yang membuka potensi bias responden, keterbatasan variabel yang hanya mencakup literasi keuangan dan literasi digital, kategorisasi preferensi QRIS yang bersifat ordinal sehingga menyederhanakan kondisi aktual, serta keterbatasan data populasi Gen Z yang menyebabkan estimasi sampel bergantung pada rumus Lemeshow. Berdasarkan temuan dan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti persepsi risiko, kepercayaan, kepuasan, menggunakan teknik sampling yang lebih memadukan metode survei mempertimbangkan model analisis yang lebih komprehensif seperti SEM. Selain pendidikan, dan penyedia layanan QRIS perlu meningkatkan edukasi literasi keuangan dan literasi digital serta menyediakan fitur layanan yang lebih ramah pengguna agar adopsi QRIS di kalangan Generasi Z semakin optimal. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan DAFTAR PUSTAKA Aditya. , & Mahyuni. Pengaruh literasi keuangan, persepsi kemudahan, manfaat, keamanan dan pengaruh sosial terhadap minat penggunaan fintech. Forum Ekonomi, 24. , 245Ae258. https://doi. org/10. 30872/jfor. Ameliah. Negara. Minarto. Manurung. , & Akbar. Renewable EnergyStatus Literasi Digital di Indonesia 2022 (V. Zabkie. Iswara, & Windarti. Eds. https://cdn1. id/media/mic rosites/litdik/ReportSurveiStatusLiter asiDigitalIndonesia2022. Arief Waliyuddin. , & Aswin Rahadi, . The Effect of Financial and Digital Literacy Toward QRIS Usage. Journal of World Science, 2. , 278Ae284. https://doi. org/10. 58344/jws. Bank Indonesia. Bahan Sosialisasi QRIS. https://w. id/id/edukasi/Docu ments/Bahan-Sosialisasi-QRIS. Bank Indonesia. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). https://w. id/id/qris Bawden. Origins and Concepts of Digital Literacy (M. Lankshear. Colin. Knobel. Ed. Peter Lang. BPS. Satuan Jumlah Penduduk menurut Generasi Ukuran absolut dari penduduk menurut generasi , dinyatakan dalam jiwa Interpretasi Frekuensi Referensi