Ad-Daqqoq: Indonesian Journal of Religion and Social Movement Vol. 1 Issue 1, 2025 DOI: XX. x/x E-ISSN: x-x Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century Yayat Hidayat 1. Nurhanisah Binte Senin2 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Indonesia 1. Universitas Sains Islam Malaysia 2 Email correspondence: yayathidayat@fpb. Article History Received: 12-02-2025 Reviced: 17-03-2024 Accepted: 23-04-2025 Keywords: Knowledge movement. Educational MuhammadiyahAos second century Abstract: This article addresses two primary questions: the challenges of building a knowledge movement from the perspective of MuhammadiyahAos second-century education and the ideas behind the direction of MuhammadiyahAos educational transformation during this period. Based on data analysis, the study reveals that issues related to Islamic education, particularly within the context of Muhammadiyah education, have long been a significant discourse among Muslim communities. Muhammadiyah is motivated to revisit the existing epistemological framework of knowledge because the current paradigms are deemed insufficient to meet the needs of the ummah. Education serves as an inspiration for the emergence of Muhammadiyah's charitable and social service movements. The research method employed is descriptive qualitative, using a literature research approach, with document studies, observations, and interviews as data collection methods. The findings indicate that Muhammadiyah's education seeks to develop a variant of religious movement ideology based on socio-religious organizations, considering the increasingly blurred concept of holistic Islamic education. Enhancing students' reasoning ability becomes a primary agenda, with renewal, creativity, and freedom of thought as the objectives to be achieved in the implementation of Islamic education according to Islamic educational This is an open access article under CC BY-SA 4. 0 license. Copyright A 2024 by Author. Published by CV. Zamron Pressindo Available online at: https://journal. id/index. php/addaqqo/issue/archive Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century Abstrak: Artikel ini membahas dua pertanyaan utama: tantangan membangun gerakan ilmu dalam perspektif pendidikan Muhammadiyah abad kedua dan gagasan arah transformasi pendidikan Muhammadiyah dalam periode tersebut. Berdasarkan analisis data, penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu terkait pendidikan Islam, khususnya dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, telah lama menjadi diskursus penting di kalangan masyarakat Muslim. Muhammadiyah terdorong untuk meninjau kembali tatanan epistemologi ilmu yang ada karena paradigma ilmu saat ini dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan umat. Pendidikan menjadi inspirasi yang mendasari lahirnya gerakan amal dan khidmah sosial Muhammadiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, menggunakan studi dokumen, pengamatan, dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Muhammadiyah berupaya mengembangkan varian ideologi gerakan keagamaan yang berbasis pada organisasi sosial-keagamaan, mengingat semakin kaburnya konsep utuh pendidikan Islam. Pengembangan kemampuan bernalar peserta didik menjadi agenda utama, dengan tujuan pembaruan, kreativitas, dan kebebasan berpikir sebagai sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pendidikan Islam menurut filsafat pendidikan Islam. Kata kunci: Gerakan ilmu. Transformasi pendidikan abad kedua Muhammadiyah PENDAHULUAN Suatu hal yang tidak perlu disangkal dari pelaksaan pendidikan Islam selama ini adalah ketidakberdayaannya dalam memahami realitas modern pada sistem keilmuan mutakhir. Sistem pendidikan Islam pada tataran aplikasi hanya mencermati sisi moralitas-etik, dan untuk pengembangan dimensi ini, tidak perlu diragukan 1 Perdebatan dalam wacana pendidikan Islam selalu menarik untuk didiskusikan, baik pada tataran filososfis-konsep maupun praktis aplikatif. Pencermatan pada tataran filosofis jauh lebih mendasar dan elementer bagi tersusunnya paradigma pendidikan Islam yang lebih utuh. Kecenderungan menata bangunan aplikasi pendidikan tanpa didasarkan atas konsepsi teoritis yang bersifat Azyumardi Azra. Pendidikan Tinggi Islam Dan Kemajuan Sains (Jakarta: Logos, 1. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. filosofis akan berpotensi melahirkan bentuk atau forma aktual pendidikan yang Perkembangan masyarakat dunia dari waktu kewaktu terus berubah. Era ini ditandai dengan kemampuan menguasai dan mendayagunakan arus informasi, bersaing secara terus menerus dalam belajar, dan menguasai kemampuan menggunakan berbagai teknologi. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan, yang pada gilirannya menjadi tantangan yang harus dijawab oleh dunia pendidikan itu sendiri khususnya lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Pendidikan merupakan upaya sadar penyiapan peluang bagi manusia untuk menguasai IPTEKS berbasis wahyu tekstual . dan wahyu natural . alam semest. , mengembangkan kemampuan pemanfaatan alam semesta, menyerap seluruh prinsip perubahan peradaban bagi kesejahteraan seluruh umat manusia dalam bentangan masa depan sejarah. Pendidikan Islam lahir dan berkembang melalui proses historis yang sangat Pada tahap awal rumah Arqam dijadikan sebagai pusat pembelajaran yang kemudian meluas seiring dengan perkembangan zaman melahirkan suatu pendidikan Islam yang memiliki paradigma yang jelas secara keilmuan. Gagasan genial dari KH. Ahmad Dahlan yang melatarbelakangi lahir dan berdirinya Muhammadiyah merupakan pendorong Aurevolusi kebudayaanAy. Dari sini. Muhammadiyah tumbuh dan meluas ke seluruh wilayah Nusantara, serta mencakup semua bidang kehidupan, menciptakan tradisi baru dalam Islam. Walaupun demikian, gerakan ini bukannya tanpa masalah, ketika gagasan Kiai tersebut belum dipahami secara lebih tepat dan dikaji secara lebih kritis. Proyek pendidikan, ritual dan amal usaha Muhammadiyah adalah salah satu usaha dari usaha-usaha dan media dakwah Persyarikatan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (PHIWM, 2. Sejak tahun 1905. KH. Ahmad Dahlan telah banyak melakukan dakwah dan pengajian-pengajian yang berisi purifikasi dalam Islam, terlihat tema sentral yang menjadi titik tekan adalah amaliyah. Islam adalah agama amal suatu agama yang mendorong umatnya untuk banyak melakukan kerja dan berbuat sesuatu yang Atas dasar keyakinan itu KH. Ahmad Dahlan, pada tahun 1911 mendirikan AuSekolah MuhammadiyahAy yang menempati sebuah ruangan dengan meja dan papan tulis. 4 Kurikulum yang ditawarkan terintegrasi keagamaan dengan Abdurrahmansyah and Dkk. Rekonstruksi Dan Modernisasi Lembaga Pendidikan Islam (Yogyakarta: Global Pustaka Utama, 2. Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2. Musthafa Kamal Pasha and Ahmad Adaby Darban. Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam : Dalam Perspektif Historis Dan Ideologis (Yogyakarta: LPPI. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century memasukan pelajaran yang lazim diajarkan di sekolah-sekolah Belanda. Hal inilah yang kemudian lahirnya bibit-bibit pembaharuan dalam Islam yang kemudian melahirkan berdirinya gerakan Muhammadiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan tanggal 18 Nopember 1912 yang menurut Anggaran Dasar yang pertama kali bertujuan: AuMenyebarkan pengajaran kanjeng Nabi Muhammad saw kepada bumi-putera, di dalam residensi YogyakartaAy serta memajukan hal agama Islam kepada sekutu-sekutunyaAy. Antara tahun 1945-1975. Muhammadiyah berada dalam tahap reformulasi identitas pendidikan. Pada tahapan inilah Muhammadiyah melahirkan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang menjadi identitas khusus lembaga pendidikan Muhammadiyah. 5 Faktor sejarah dan motivasi KH. Ahmad Dahlan dalam mendirikan Pendidikan Islam modern dengan muatan ilmu agama Islam dan pengetahuan umum. Integrasi sistem dan hasil pendidikan yang menggabungkan ilmu agama Islam dan pengetahuan umum pada hakikatnya merupakan pemikiran filosofis serta visi misi pendidikan Muhammadiyah. Salah satu sebab didirikan Muhammadiyah ialah karena lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia sudah tidak memenuhi lagi kebutuhan zaman. Tidak saja isi dan metode pembelajarannya yang tidak sesuai, bahkan sistem pendidikannyapun harus diadakan perombakan yang mendasar. Maka dengan didirikan sekolah yang tidak lagi memisahkan antara pelajaran yang dianggap agama dan pelajaran yang dianggap ilmu umum, pada hakikatnya merupakan usaha yang sangat penting dan Karena dengan sistem tersebut bangsa Indonesia dididik menjadi bangsa yang utuh kepribadiannya, tidak terbelah menjadi pribadi yang berilmu umum atau yang berilmu agama saja. Proyek pendidikan, ritual dan amal usaha yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan saat itu, berakar pada ide tentang peran manusia, kebenaran dan kebaikan. Dari pemikiran dan aksi sosialnya bisa ditemukan cara memperoleh kebenaran dan Dari pemikiran dan aksi sosialnya bisa ditemukan cara memperoleh kebenaran dan kebaikan, model-model ritual yang diletakan pada kekuatan nalar dan kepercayaan atas kebebasan kreatif manusia. Untuk mengetahui nilai penting pemikiran KH. Ahmad Dahlan dalam konteks pemahaman kritis, ada baiknya jika kita bertolak pada asumsi bahwa dalam tradisi pemikiran ilmu-ilmu sosial humaniora, pemikiran Islam khususnya, terdapat hubungan simbiosis-mutualisme antara pemikir dan sejarah. Di satu sisi, manusia sebagai makhluk berfikir merupakan Mohammad Ali. AuMembedah Tujuan Pendidikan Muhammadiyah,Ay Profetika: Jurnal Studi Islam 17, no. Tasman Hamami. AuMembangkitkan Kembali Ruh Pendidikan Muhammadiyah,Ay Tajdidukasi: Jurnal Penelitian Dan Kajian Pendidikan 1, no. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. anak kandung sejarah, di sisi lain, sejarah merupakan kongkritisasi dari ekspresi berfikir manusia. Menjadi kenyataan bahwa lembaga-lembaga pendidikan pada masa itu terbagi ke dalam dua kutub: pertama, corak pendidikan yang bersistem pesantren. Sistem pendidikan ini umumnya dijalankan oleh umat Islam dan merupakan sistem pendidikan yang sudah tua yang menekankan pada ilmu-ilmu keagamaan saja. Kutub kedua, pendidikan yang bersistem sekolah. Sistem pendidikan ini dijalankan oleh pemerintah kolonial Belanda, hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum dan meniadakan pendidikan agama. Dengan kenyataan tersebut di atas KH. Ahmad Dahlan mengkombinasikan unsur-unsur yang baik dari kedua sistem yang ada. Maka didirikan sekolah Muhammadiyah pada tahun 1911, yang mengajarkan ilmu-ilmu umum dan ilmuilmu keagamaan dengan melakukan pembaharuan dalam menggunakan metode Dengan didirikannya Muhammadiyah, yang menyampaikan faham keagamaan secara lebih mudah dan dapat diterima baik oleh kaum terpelajar maupun khalayak awam, maka sedikit banyak Muhammadiyah telah berhasil mempertemukan syariat agama dengan alam pikiran modern. Sementara giatnya kaum Kristen-Katolik dengan usaha misi-misi keagamaanya, menyadarkan KH. Ahmad Dahlan untuk membangun organisasi dakwah yang kuat dan tertib. Sehingga dengan organisasi tersebut bisa mengimbangi dan melebihi usaha-usaha kristenisasi dan potensi-potensi kekufuran yang hadir ditengah-tengah umat Islam di Indonesia. Dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah yang luas dan besar itu, maka luas dan besar pula tantangan dan rintangan yang dihadapinya. Dalam konteks pendidikan modern mungkinkah efektivitas pendidikan dengan pola-pola pembelajaran dengan pengajian-pengajian dan tabligh-tablighnya masih cukup efektif dalam melakukan reformulasi pendidikan? Dalam tulisan ini berusaha mencari gagasan dan pola-pola baru pengajaran yang dikembangkan untuk menegakan Islam yang benar melalui pembacaan pola-pola terdahulu dalam melakukan transmisi pendidikan dalam konteks pendidikan Muhammadiyah. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. Dalam pendekatan ini, data dikumpulkan dari berbagai literatur yang relevan, baik sumber primer maupun sekunder, yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan pendidikan Muhammadiyah di abad Sumber primer mencakup dokumen resmi Muhammadiyah, laporan tahunan, serta teks-teks yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh utama Muhammadiyah, termasuk tulisan-tulisan KH. Ahmad Dahlan. Sementara itu, sumber sekunder diambil dari Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century berbagai penelitian sebelumnya, artikel jurnal, serta buku-buku yang mendiskusikan transformasi pendidikan dalam konteks Islam. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen, yang mencakup pengkajian mendalam terhadap teks-teks yang relevan, baik dari segi konten maupun konteks historisnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi . ontent analysi. , yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola, tema, dan ide kunci terkait gerakan pemikiran pendidikan Muhammadiyah di abad kedua. Penelitian ini juga mengkombinasikan observasi historis terhadap perkembangan Muhammadiyah sebagai organisasi pendidikan dan sosial, serta wawancara dengan beberapa pakar pendidikan Islam yang memahami transformasi Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan modernitas. Wawancara ini dilakukan untuk memperkaya perspektif dan memberikan konfirmasi empiris terhadap temuan yang dihasilkan dari kajian literatur. Dengan pendekatan ini, penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai arah gerak pendidikan Muhammadiyah, serta menganalisis upaya pembaruan dan integrasi nilai-nilai Islam tradisional dengan tuntutan Melalui metode ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap wacana pendidikan Islam, khususnya dalam konteks Muhammadiyah. PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN Landasan Historis dan Konseptual Cara berfikir dan pemikiran tertentu yang ditelorkan seorang tokoh besar KH. Ahmad Dahlan mampu Aumenggerakkan dan mengubahAy sejarah. Usaha yang pertama kali dilakukan adalah dengan banyak menekankan pada pemurnian tauhid dan ibadah dan kemudian mendirikan bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah Muhammadiyah. Pola transmisi pembelajaran Muhammadiyah dalam perkembangannya berada dalam pola dengan cara berfikir yang bijaksana, pemberian nasihat dan dialog yang paling baik dalam menyampaikan ajaran Islam. Nabi Muhammad mampu menggerakkan dan mengubah sejarah Arab, dari kehidupan jahiliyah yang politeis . ke kehidupan monoteis Islam yang mencerahkan. Bagi umat Islam yang hidup saat ini, terutama umat Islam Indonesia, sejarah masa lalu umat Islam, baik masa lalu umat Islam di dunia Arab maupun di Indonesia, disebut tradisi. Sedang setiap produk masa kini, terutama yang diproduk oleh peradaban Barat modern bisa disebut modernitas, baik yang bersifat material, seperti bangunan-bangunan gedung yang menjulang tinggi, teknologi informasi dan maupun maknawi, seperti berbagai disiplin keilmuan, baik sosial Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. maupun alam. Sejalan dengan fakta itu, bisa dikatakan, umat Islam Indonesia saat ini hidup dalam dua dunia: secara fisik hidup di dunia modern, tetapi dari sisi mental dan pemikirannya, mengacu pada dunia masa lalu umat Islam . Karena umat Islam sekarang ini adalah anak kandung sejarah Islam, sehingga selalu mengacu kepada pemikiran masa lalu untuk menghadapi pelbagai persoalan yang muncul pada masa sekarang. Karena itu, tentu saja banyak nilai penting yang bisa diambil dari para tokoh muslim yang telah menciptakan sejarah itu, diantaranya adalah menjadikannya sebagai AuinspirasiAy bagaimana mereka mencipta, menggerakkan dan mengubah Umat Islam sekarang harus bercermin pada mereka. Agar cermin itu bermakna, perlu AumenggaliAy pemikiran apa dari mereka yang mampu mencipta, menggerakkan dan mengubah sejarah. Hasil penggalian itu, nantinya AuditransformasikanAy agar menjadi bermakna bagi pengembangan pemikiran Islam di Indonesia, sehingga sejarah Indonesia juga mengalami perubahan ke arah yang benar. Tokoh intelektual sepertinya memiliki status akademik terhormat sejak lama. Untuk sekedar menyebut contoh -sekalipun belum sepenuhnya dapat disebut sebagai biografi intelektual- pada tahun 1952 telah terbit buku The Development of Economic Thought. Great Economists in Perspective yang diedit oleh Henry William Spiegel dan diterbitkan oleh John Wiley & Sons. New York. 7 Usaha serupa terus berlanjut, dan misalnya pada tahun 1971 terbit buku Masters of Sociological Thought yang merupakan karya fenomenal dari Lewis A. Coser. 8 Pada tahun 2011 Sylvia Nasar, penulis handal kelas dunia, menyelesaikan buku berjudul Grand Pursuit, disamping sebelumnya telah menulis buku yang berjudul A Beautiful Mind. 9 Tradisi tersebut berlangsung terus sampai sekarang, misalnya ditandai dengan terbitnya buku The Code Breaker. Jennifer Doudna. Gene Editing, and the Future of Human Race pada tahun 2021 yang dikerjakan oleh Walter Isaacson. Yang disebut terakhir tersebut benar-benar biografi intelektual untuk seorang cendekiawan. Untuk melengkapi contoh, pada tahun 1957 juga telah terbit buku biografi intelektual yang berjudul Ibn KhaldunAos Philosophy of History ditulis oleh Muhsin Mahdi yang ketika itu bekerja sebagai guru besar di Harvard University. 10 Ibn Khaldun juga mendapatkan perhatian dari Robert Irwin dan menulisnya dengan judul Ibn Khaldun. An Intelectual Biography yang terbit pada tahun 2018. 11 Buku biografi intelektual Ibn Dudley Dillard. AuThe Development of Economic Thought: Great Economists in Perspective, by Henry William Spiegel,Ay Political Science Quarterly 68, no. 2 (June 1, 1. : 276Ae78, https://doi. org/10. 2307/2144975. Lewis A. Coser. Masters of Sociological Thought (Ideas in Historical and Social Contex. (New York: Harcourt Brace Jovanovich. Inc, 1. Sylvia Nasar. AuSylvia NasarAos Grand Pursuit,Ay 2013, https://apo. au/node/35748. Muhsin S. Mahdi. AuIbn KhaldunAos Philosophy of HistoryAy (The University of Chicago, 1. , https://w. com/openview/7a9b9411954d62dbf452ab09864d0691/1. pdf?pqorigsite=gscholar&cbl=18750&diss=y. Robert Irwin. Ibn Khaldun: An Intellectual Biography (New Jersey: Princeton University Press, 2. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century Arabi, misalnya, juga terbit pada tahun 1999 dengan judul Ibn AoArabi in the Later Islamic Tradition, the Making of a Polemical Image in Medieval Islam. Dalam bentuk yang berbeda, terbit buku berjudul The Politics of Knowledge in Premodern Islam. Negotiating Ideology and Religious Inquiry dikerjakan oleh Omid Safi. 12 Dapat dipastikan akan lebih banyak dijumpai buku-buku serupa di tempat-tempat lain selain di Barat, mungkin di Timur Tengah. Pakistan, dan India, bahkan mungkin dalam usia yang . lebih Berdasar cuplikan contoh-contoh di atas yang nampak belum komplit, rasanya tidak perlu terkejut ketika Greene kemudian menegaskan bahwa AuBiography is and always has been one of the principal narrative modes of the history of science, and reflection on biography, and its role in scholarship is also an ongoing tradition of our discipline. Ay13 Biografi intelektual terasa telah memiliki status akademik yang relatif lebih mapan. Dalam bentuknya yang lebih riil, dinyatakan oleh Niels Abel, seorang ahli matematika klas dunia, bahwa AuIt appears to me that if one wants to make progress in mathematics, one should study the masters and not the pupilsAy dan segera ditambahkan bahwa AyWhat you have inherited from your fathers, you must earn in order to possesAy . ikutip dari Merton, 1977: Masa perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini - derajat maupun kecepatan - AuA. there is prime need for Audisciplined eclecticismAy close familiarity with with distinctive strengths and limitations of a plurality of theoretical orientation, rather than pursuit of the chimera of a single unified theory that would be competent to deal with the entire range ofAA problems. From this standpoint, it is important to introduce the student to as diverse an array of theoretical perspectives as feasible. The larger the are of choice provided, the better for both students and instructors. Ay Lebih diperjelas lagi oleh Coser . 7: x. bahwa AuIt occurred to me that for an American student really to understand the history of sociological theory more is required than a knowledge of formal propositions and theoretical Ay Membangun pola gerakan ilmu Ide-ide kreatif KH. Ahmad Dahlan sering mengandung reaksi keras dan tuduhan kekafiran. Idenya jelas dimaksudkan untuk membuktikan kegunaan praktis dan pragmatis ajaran Islam bagi kehidupan manusia. Dari sini KH. Ahmad Dahlan mengembangkan aksi sosial dan kebudayaan yang didasari oleh konsep kepararelan Omid Safi. The Politics of Knowledge in Premodern Islam. Negotiating Ideology and Religious Inquiry (Chapel Hill: The University of North Carolina Press, 2. Mott T. Greene. AuWriting Scientific Biography,Ay Journal of the History of Biology 40, no. : 727Ae59, https://doi. org/10. 1007/s10739-007-9124-x. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. kebenaran dan kebaikan nalar. Trilogi kebenaran dan kebaikan dalam gagasan KH. Ahmad Dahlan tampak berbeda dengan tradisi Islam yang belum bebas dari Studi Islam, pendidikan dan pengembangan masyarakat hingga saat ini terfokus pada skolatisisme Islam. Gagasan Kiai ini penting dan strategis dijadikan awal dan dasar pengembangan pemikiran baru Islam. Dari sini baru bisa dipahami dan dikembangkan fungsi pragmatis ajaran Islam bagi kehidupan manusia yang terus berubah semakin cepat dan mengglobal. Cara keagamaan umat telah sampai disuatu rasionalisasi praktek Islam. kesadaran tanggung jawab nasib duniawi, individual dan sosial anak yatim, hak sehat dan pendidikan di dalam kehidupan Umat telah meluas. Dari muktamar yogya 2010 melalui tanfidz Keputusan Muktamar satu Abad Muhammadiyah: Muktamar Muhammadiyah ke-46 (Yogyakarta, 20-25 Rojab 1431 H/3-8 Juli 2010 M. BRM no. 1/2010-2015 Syawwal 1431 H/ September 2010 M, hlm. Pendidikan merupakan upaya sadar penyiapan peluang bagi manusia untuk menguasai IPTEKS berbasis wahyu tekstual . dan wahyu natural . alam semest. , mengembangkan kemampuan pemanfaatan alam semesta, menyerap seluruh prinsip perubahan peradaban bagi kesejahteraan seluruh umat manusia dalam bentangan masa depan sejarah. Pendidikan Islam Unggul: Transformasi pendidikan berkemajuan di sekolah dan pesantren Muhammadiyah Saat ini praktek pelaksanan pembelajaran di Madrasah dan Pesantren masih berfokus pada praktek peningkatan sisi taAolim dan tarbiyah. Hasil dari proses pembelajaran itu menghasilkan kualifikasi yang masih sangat jauh diera keemasan masa lalu baik dari sisi kompetensi pengetahuan agama maupun umum. Di masa perjuangan kemerdekaan, setelah Jepang mengalahkan Rusia pada tahun 1905, yang mana Rusia dianggap mewakili Barat dan Jepang mewakili orang Timur, maka timbulah kesadaran bagi masyarakat Indonesia. Perubahan sosial yang terjadi di Nusantara ialah perjuangan dilaksanakan secara kedaerahan, dianggap tidak efektif lagi dalam mengusir kekuasaan Belanda. Oleh karena itu perlu disusun suatu kekuatan yang mengikat potensi yang ada diseluruh tanah air. Ide di atas timbul dari kalangan terpelajar yang pernah terdidik di negeri Dalam kancah perpolitikan Indonesia selanjutnya, pendidikan Barat kemudian melahirkan golongan yang disebut sebagai Aunasionalis sekulerAy. Golongan ini bertemu dengan golongan Aunasionalis MuslimAy yang kemudian saling bahu membahu dalam memperjuangkan pembebasan tanah air mereka bersama, meskipun sering terjadi persaingan ketat antara keduanya. Corak keberhasilan pendidikan umum nasionalis sekuler dengan sangat mudah melahirkan sarjana dan ilmuwan yang handal dibidangnya. Kualifikasi pengetahuan dengan kualifikasi ilmu yang cukup mendalam dengan sangat mudah kita jumpai. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan budaya. Dalam kaitannya dengan pendidikan agama Islam, maka usaha-usaha tersebut dapat dimaknai sebagai upaya sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh dan menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Karenanya, pendidikan agama Islam mempunyai tempat yang sangat strategis dan merupakan bidang ajaran kajian yang sangat penting dan fundamental dalam pembentukan manusia secara utuh, yaitu manusia yang berkembang akalnya, berwawasan ilmu pengetahuan tinggi, cerdas dan terampil, berakhlakmulia berkepribadian, memiliki semangat kebangsaan dan kegotong royongan. Pendidikan Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai tata nilai, pedoman, pembimbing dan pendorong atau penggerak untuk mencapai kualitas hidup yang lebih layak. Lembaga pendidikan dan lembaga Agama merupakan salah satu faktor pembentuk sikap sosial sebagai hasil dari proses interaksi sosial setiap individu. Lembaga pendidikan sebagai sebuah sistem mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dengan meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya. Karena konsep moral dan ajaran agama sangat menentukan sistem kepercayaan maka tidaklah mengherankan kalau pada gilirannya kemudian konsep tersebut ikut berperanan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dalam proses penyelenggaraannya tidak hanya terhenti pada aspek kognitif saja, tetapi juga meliputi aspek afektif dan Untuk mencapai hal itu maka UNESCO menyatakan bahwa proses pendidikan harus memenuhi 4 . pilar pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to live together . ith other. , dan learning to be, serta didukung dengan prinsip learning throughout life . elajar sepanjang haya. Untuk itulah proses pembelajaran . agama di Perguruan Tinggi harus diarahkan pada kelima pilar proses pendidikan tersebut, sehingga proses pembelajaran agama dapat mengantar mahasiswa tidak hanya mengetahui konsep moral, tetapi mampu menunjukkan dan melakukan konsep moral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara invidual maupun dalam kegiatan interaksi sosial dengan individu lainnya. Melihat sejarah pertumbuhan Muhammadiyah, sejak latar belakang didirikan, sampai berkembang meluas sekarang ini, nyata suatu ciri-ciri khusus yang melekat Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. pada dirinya, sehingga membedakan dirinya dengan gerakan-gerakan lain. Ciri-ciri dari perjuangan Muhammadiyah tersebut ialah bahwa Muhammadiyah merupakan suatu gerakan Islam, gerakan dakwah Islam dan gerakan tajdid. Gerakan disini dimaksudkan untuk terus bergerak aktif, selalu berada didepan, penuh inisiatif dan perencanaan serta menggunakan alat organisasi sebagai alat perjuangannya. Gerakan dimaksudkan sebagai subyek atau pelaku, bukan sebagai obyek atau yang dikenal tindakan orang lain. Muhammadiyah dalam melaksanakan dan memperjuangkan keyakinan dan cita-cita hidupnya senantiasa menurut cara yang ditetapkan Islam. Oleh dasar pendirian tersebut maka Muhammadiyah berjuang mewujudkan syariat Islam dalam kehidupan perseorangan, keluarga dan masyarakat. Segala yang dilakukan oleh Muhammadiyah, baik dalam bidang pendidikan, kemasyarakatan, kerumahtanggaan, perekonomian dan sebagainya tak bisa dilepaskan dari usaha untuk melaksanakan keyakinan Islam. memperjuangkan Islam dan mewujudkan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah yang berdasar dan menurut cara Islam. usaha-usaha yang dirintis dan dilaksanakan menunjukkan bahwa Muhammadiyah selalu berusaha memperbaharui dan meningkatkan faham agama dalam Islam. sehingga Islam lebih mudah diterima dan dimengerti oleh segenap lapisan masyarakat. Rangkaian untuk merajut pola gerak pendidikan Islam yang melahirkan pengajaran yang berkemajuan paling tidak harus melahirkan tiga konsepsi penting, yaitu konsepsi teknis operasional dengan memahami pendidikan adalah istilah yang berbeda dengan pengajaran dan pembelajaran. Diksi yang dipakai sebagai proses meraih dan mengantarkan pendidikan sebagai implementasi untuk tercapainya pada peradaban mulia adalah sebagai berikut: Mengajar . diksi yang dipakai untuk menggembirakan kehidupan sepanjang ajaran Islam. Pengetahuan merupakan instrumen kehidupan yang amat penting. Hubungan antara manusia dengan alam senantiasa menjadi materi pengajaran dan pendidikan sejak awal kehidupan manusia hingga sekarang. Untuk mencari penjelasan mengenani esensi dari hubungan ini maka manusia, semenjak awal pertumbuhannya memanfaatkan agama dan pengetahuan materil. Agama dan ilmu pengetahuan materil merupakan saudara kembar, yang dilahirkan dalam waktu yang bersamaan, dan berkembang bersama-sama, serta senantiasa saling membantu di dalam menapaki tangga-tangga pertumbuhan. Wilayah pengatahuan materil bagi manusia pertama sangat sempit, sementara wilayah agama sangat luas, sebab agama mencakup seluruh gejala kehidupan materil dalam lingkungan alam dan di luar materi, seluas yang diberikan oleh mimpi dalam tidur dan dibisikan oleh fantasi dalam keadaan terjaga. Agama hanya memberikan kepada ilmu pengetahuan posistifistik sebuah wilayah yang sedemikian sempit dan dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga dianggap tidak perlu dihormati. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century Kehadiran sekolah agama modern Muhammadiyah . menjadi trigger berdirinya organisasi Muhammadiyah . 14 Kejumudan keberagamaan serta terpuruknya pendidikan masyarakat Indonesia merupakan beberapa sebab kelahiran Muhammadiyah. Demikian juga dengan tingginya angka kemiskinan yang menjadikan bangsa Indonesia pada masa penjajahan saat itu. Keterkaitan Muhammadiyah dengan dunia pendidikan terasa begitu spesial dan unik. Di satu sisi Muhammadiyah bukanlah gerakan pendidikan. Akan tetapi manifestasi gerakannya yang paling menonjol dan mengakar justru bidang Secara normatif -konseptual, identitas atau ciri khas Muhammadiyah dialamatkan pada gerakan islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid (Sudarno Shobron, 2. Pola asuh Pendidikan Gerakan Muhammadiyah Seluruh kegiatan organisasi Muhammadiyah bisa disebut sebagai praktik Hampir tidak ada lembaga pendidikan Muhammadiyah yang dibangun berdasar perencanaan pimpinan persyarikatan. Lembaga pendidikan tumbuh dari kesepakatan beberapa orang disuatu tempat, setelah siap minta legalitas pimpinan Muhammadiyah. Pendidikan Muhammadiyah adalah penyiapan lingkungan yang memungkinkan seseorang tumbuh sebagai manusia yang menyadari kehadiran Allah swt sebagai Robb dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS). Laporan tahunan ke IX . PB Muhammadiyah 1924 hlm 43-49. Proposal HB Muhammadiyah pada kongres Islam Cirebon: agar di antara 40 orang Muslim bergotongroyong filantropi menyumbang pendopo, bangku, dingklik, papan tulis, makan guru, tempat tinggal guru, gaji guru bagi terelenggaranya pendidikan. Model gerakan pola asuh seperti ini telah banyak melahirkan dan mengesankan bahwa pendidikan merupakan pola gerak yang akan membawa perubahan dalam kehidupan Dengan kurikulum pengajaran yang aplikatif dengan kehidupan peserta didik dalam menempuh pengetahuan semakin memantapkan perjuangan lembaga pendidikan yang ada di Muhammadiyah untuk mengembangkan pendidikan yang berkemajuan pada saatnya. Pola gerak itu telah menghadirkan perubahan dengan hadirnya Jumlah institusi 164. Prodi 1. Dosen 17. Mahasiswa 554. Jumlah Doktor 2. 365, 132 Guru Besar. Kurikulum . inimal 8 SKS), dan PTMA memiliki asrama/rusunawa 38 dengan kapasitas sampai 8. 000 tempat tidur. Pendidikan Muhammadiyah merupakan pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan agama dengan kehidupan dan Ali. AuMembedah Tujuan Pendidikan Muhammadiyah. Ay Farid Setiawan and Kurnianto Tjahjono. AuCollective-Collegial: Leadership Model of Muhammadiyah Education,Ay The 28th International Business Information Management Association Conference, no. November 2016 . : 3595Ae99. Shobron Sudarno. Studi Kemuhammadiyahan (Surakarta: LPID Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. antara iman dan kemajuan yang holistik. Dari rahim pendidikan Islam lahir generasi muslim terpelajar yang kuat iman dan kepribadiannya, sekaligus mampu menghadapi dan menjawab tantangan zaman. Menggembirakan dengan Guru Desa Program guru Desa 1917-an itu bukan pendidikan sekolah tapi untuk maksud dakwah atau pengajian. Tugas utama bagian tabligh ialah mengajar masyarakat . ata mengajar lebih popular daripada kata dakwah atau pengajia. Muhammadiyah memulai gerakan dakwahnya dengan gerakan pendidikan. Awal abad ke-20 pendidikan umat Islam Indonesia mengalami tantangan yang sangat besar. Kiranya pilihan yang sangat tepat bagi arah perjuangan KH. Ahmad Dahlan yang menjadikan prioritas perjuangannya untuk memajukan bidang pendidikan di samping usahausaha sosial lainnya. Mungkin, pilihan ini terlahir bukan secara latah dengan tanpa melalui prosedur berpikir yang panjang dan mendalam. Akan tetapi, dapat dipastikan bahwa pilihan ini lahir melalui perenungan panjang dan mendalam yang disertai kecerdasan dalam membaca realitas serta ketepatan dalam memprediksi masa depan. Sejarah telah mencatat bahwa tidak sedikit tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia sempat merasakan duduk di bangku pendidikan Muhammadiyah. Pendidikan dengan unit sekolah diperankan bagian majlis sekolah lalu Dikdasmen dan Dikti. Pendidikan luar sekolah diperankan bagian tabligh. Permulaan abad ke-20 memang umat Islam Indonesia telah memiliki lembaga pendidikan model pesantren. Namun data sejarah menggambarkan bahwa penyelenggaraan pendidikan agama model pesantren tersebut terlihat sampai menjelang akhir abad ke-20 dapat dikatakan belum ada pengembangan sistem modern sama sekali bahkan ilmu-ilmu pengetahuan yang dirasa sangat berguna demi kemajuan hidup dan kesejahteraan hidup tidak diajarkan. Kemudian, pada tahun 1903 Belanda mulai mendirikan sekolah rendah yang dinamakan Volk School (Sekolah Des. dengan masa belajar tiga tahun yang kemudian dilanjutkan dengan program Verlvolg School (Sekolah Lanjuta. yang harus ditempuh selama dua tahun. Model sekolah yang demikian kemudian dilanjutkan untuk tahun-tahun selanjutnya yang kemudian dinamakan MULO (Meer Uitgebreid Leger Onderwij. yaitu sekolah yang jenjangnya setingkat SMP dan program AMS (Algemeene Middelbare Schoo. yaitu sekolah setingkat SMA. 19 Dengan demikian, nampak jelas pada masyarakat Islam Nusantara berkembang dikotomisasi Di satu pihak, pesantren berkonsentrasi terhadap objek ilmu-ilmu qauliyah semata, sedangkan sistem persekolahan yang diasuh Belanda banyak berkonsentrasi pada objek ilmu-ilmu kauniyah/pengetahuan dan teknologi dengan Winarno Surakhmad. Reformasi Pendidikan Muhammadiyah Suatu Keniscayaan (Yogyakarta: Pustaka Suara Muhammadiyah, 2. Mohammad Damami. Akar Gerakan Muhammadiyah (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2. Damami. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century mengasah keahlian fungsional tertentu yang kesejahteraan dan kemajuan hidup dunia saja. Permulaan abad ke-20 meski mulai ada beberapa pesantren yang mencoba mengadaptasi sistem persekolahan yang kemudian dikenal dengan istilah sistem Sebagai contoh, pesantren Mambaul Ulum di Surakarta yang didirikan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono X pada tahun 1906 merintis untuk menerima beberapa mata pelajaran umum. 21 Namun, belum ada tanda-tanda yang menunjukkan suasana pembaharuan pendidikan, sekalipun lembaga pesantren telah meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren pada waktu itu telah memberlakukan sistem madrasi. Namun, kegiatannya masih terkurung dalam tradisi pesantren, yaitu masih berputar-putar di sekitar masalah pendidikan dan pengajaran dalam ranah kognitif yang berujung pada pola keberagamaan yang bersifat teknis tanpa fungsi nyata. Kehadiran KH. Ahmad Dahlan dengan gerakan pembaharuan keagamaannya yang dituangkan dalam tajdid pendidikan menjadi hal yang sangat berarti bagi umat Islam untuk dapat merombak tradisi pada waktu itu. Keberhasilannya adalah dalam mengorganisasi kekuatan-kekuatan Islam untuk bangkit dari keterpurukan, bahkan berkompetisi dengan Barat yang memang harus ditempatkan pada posisi telah berhasil mendahului dunia Islam. Maka untuk menghadapinya, kaum muslimin harus paham dengan sejarah kemajuan bangsa-bangsa Barat dalam keberhasilannya mencapai kemajuan keilmuaan. Al-Islam Kemuhammadiyahan Persyarikatan (AIK) Perjalanan pendidikan saat ini cenderung parsial dan pragmatis. Dalam setiap tahapan modern itu ada kekuatan-kekuatan determinan yang membuat manusia hanya fokus pada titik tertentu. Teknologi tidak seharusnya menjadi kekuatan determinan yang menjadikan manusia sebagai korban. Dasar akal budinya menjadi tumpul ketika teknologi jadi kekuatan determinan. Herbert Marcuse pada tahun 1964 menulis buku One Dimensional Man yang menjabarkan tentang kecanggihan teknologi membuat dimensi kemanusian Hasil rakornas bidang AIK Perguruan Tinggi Muahammadiyah Aisiyah (PTMA) pada tanggal 18 Oktober 2019. Haidar Nasir konsep pendidikan holistik menjadi karakter dari pendidikan Muhammadiyah. Perspektif yang berangkat dari asumsi bahwa manusia itu dapat menemukan makna kehidupannya melalui jalinan interaksi dengan orang lain dan juga perkembangan akal budinya. Akhlak seseorang itu bertumpu pada perkembangan akal budinya. Pendidikan seharusnya melahirkan Damami. Damami. Damami. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. yang sesuai dengan fitrah kemanusiannya. Pendidikan holistik yang dijalankan secara terintegrasi dengan semua komponen dan lingkungan, akan mampu melahirkan harmoni sosial dan keadaan public. Pendidikan AIK harus masuk ke pendidikan holistik, pendidikan holistik dengan AIK sebagai basik. Pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah harus melahirkan manusia yang utuh dan tidak tercerabut dari akar budayanya. Selain pendidikan holistik, pendidikan Muhammadiyah adalah pendidikan Islam modern, yang menurut kuntowijoyo mengintegrasikan antara iman dan kemajuan. Kemajuan itu nilai duniawi yang profan, sementara iman itu wilayah transenden yang sifatnya Pendidikan Muhammadiyah juga harus memasukan ilmu logika dan ilmu PTMA berfungsi sebagai center of excellence within the region . swah hasanah, pusat keunggula. di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat serta sebagai driving force . ekuatan penggera. gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah yang melintasi zaman untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. PTMA bertanggungjawab berkembangnya potensi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, berakhlak mulia, cerdas, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarbenarnya. PTMA bertanggungjawab terwujudnya kemampuan penciptaan, pengembangan, dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, negara, dan umat manusia. PTMA bertanggungjawab terbinanya Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang mencerdaskan dan mencerahkan bagi seluruh civitas akademika dan kehidupan yang lebih luas AIK sebagai bahan pembelajaran yang diajarkan dan dididikkan kepada mahasiswa secara terprogram dalam pembelajaran semester AIK sebagai nilai, yakni kerangka rujukan perilaku warga kampus PTMA, baik perilaku praktis sehari-hari di dalam dan di luar kampus maupun perilaku akademik. AIK sebagai salah satu modal pelaksanaan darma ketiga, yaitu pengabdian masyarakat. Berkembangnya fungsi pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berbasis Al Islam-Kemuhammadiyahan, holistik integratif, bertata kelola baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan. Nilai-nilai Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Amal usaha Muhammadiyah (AUM) adalah salah satu usaha dari usaha-usaha dan media dakwah Persyarikatan untuk mencapai maksud dan tujuannya. Yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarbenarnya. Muhammadiyah. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Formulating the Educational Thought Movement of Muhammadiyah in the Second Century Dalam kajian terkait varian lembaga pendidikan yang ada di Yogyakarta, lembaga pendidikan Islam di Indonesia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat pesat. Perubahan dan perkembangan ini mempengaruhi terhadap varian dan idiologi termasuk di dalamnya lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Muhammadiyah. 24 Corak varian lembaga pendidikan Islam dapat dilihat dari coraknya yaitu pertama, varian gerakan keagamaan yang berbasis pada organisasi-organisasi sosial keagamaan. Kedua, varian yang berorientasi dakwah politik yang menjadikan politik sebagai jalan dakwah. Ketiga, varian bisnis yang menekankan keberadaan pendidikan sebagai ajang untuk meraih keuntungan, dan keempat varian korporasi yaitu pengelolaan lembaga pendidikan Islam berbasis pada ikatan keluarga. Afiliasi idiologi lembaga pendidikan Islam di Indonesia secara umum dapat dilihat dari empat varian yang berkembang saat ini dapat dikelompokan pada varian yang pertama, ideologi lembaga pendidikan Islam kompromis yang berusaha mengkompromikan, mensintesiskan praktek pengelolaan pendidikan. Kedua idiologi lembaga pendidikan Islam aswaja-tradisionalis yang menjadikan aswaja sebagai metode berpikir yang menjadikan tradisi sebagai akar gerakan yang dinamis. Ketiga idiologi lembaga pendidikan Islam modernis-reformis, yang mendorong modernisasi pendidikan Islam. Keempat, idiologi lembaga pendidikan Islam revivalis yang menjadikan pendidikan sebagai bagian dari gerakan politik. Varian afiliasi idiologi pendidikan Muhammadiyah diselenggarakan merujuk pada nilai-nilai yang bersumber pada Al-QurAoan dan Sunnah Nabi. Ruhul ikhlas untuk mencari ridha Allah swt, menjadi dasar dan inspirasi dalam ikhtiar mendirikan dan menjalankan amal usaha di bidang Pendidikan. Menerapkan prinsip kerjasama . dengan tetap memelihara sikap kritis. Selalu memelihara dan menghidup-hidupkan prinsip pembaruan . , inovasi dalam menjalankan amal usaha di bidang Pendidikan. Memiliki kultur untuk memihak kepada kaum yang mengalami kesengsaraan . huafa dan mustadhAoafi. dengan melakukan prosesproses kreatif sesuai dengan tantangan dan perkembangan yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Memperhatikan dan menjalankan prinsip keseimbangan . awasuth atau modera. dalam mengelola lembaga pendidikan antara akal sehat dan kesucian hati. Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisiyah (PTMA) adalah amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi yang dijiwai dan dilandasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada tataran ideologis-filosofis maupun praktis-aplikatif serta menjadi salah satu kekuatan untuk kelangsungan dan kesinambungan Muhammadiyah dalam mencapai tujuannya sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang melintasi zaman. Imam Machali. Antologi Pemikiran Dan Manajemen Pendidikan (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Yayat Hidayat et al. KESIMPULAN Pelaksanaan pendidikan di kalangan muslim memang telah terbangun secara dikotomistik pada skala formal di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Ketidakmampuan pendidikan, baik sebagai lembaga maupun konsep yang dijalankan, setidak-tidaknya berkaitan dengan tidak diakomodasinya beberapa prinsip yang justru menjadi kekuatan ampuh bagi keunggulan Islam pada peradaban Pendidikan di Muhammadiyah secara ideologi berusaha mengembangkan kemampuan bernalar peserta didik menjadi agenda utama, mengingat sudah terkaburnya konsep utuh pendidikan Islam. Dalam tinjauan filsafat pendidikan Islam, faktor pembaharuan, sifat baru, daya cipta, dan kebebasan berpikir merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh pelaksanaan pendidikan Islam. Hanya saja, prinsip-prinsip itu sering tidak diperdulikan, yang pada gilirannya menempatkan umat Islam pada posisi marginal dan tidak berkualitas, sebagaimana kondisi objektif masyarakat Islam pada hampir semua negara Muslim menunjukkan posisi tersebut. Ketidakberdayaan pendidikan yang diselenggarakan kaum muslim adalah penyebab utama kurang dinamisnya tradisi berpikir umat Islam. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan wacana tentang transformasi pendidikan dalam konteks Muhammadiyah dengan menawarkan pendekatan baru yang berbasis pada penggabungan nilai-nilai tradisional Islam dengan tantangan Studi ini menunjukkan bahwa pendidikan di Muhammadiyah harus lebih fokus pada pengembangan kemampuan bernalar dan kebebasan berpikir untuk menghadapi perubahan zaman. Saran untuk penelitian lebih lanjut mencakup eksplorasi lebih dalam tentang implementasi model pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman yang holistik, serta evaluasi dampak dari pendekatan ini terhadap peningkatan kualitas pendidikan di lembaga-lembaga Muhammadiyah. DAFTAR PUSTAKA