CULTIVATE: Journal of Agriculture Science https://journal. org/index. php/cultivate/index 3 . 2025: 93-99 DOI: 10. 34007/cultivate. Diterima: 07 Agustus 2025 Direview: 03 September 2025 Disetujui: 22 September 2025 ISSN 2987-3142 . Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals The Role of NGO in Agribusiness Community Development to Achieve Sustainable Development Goals Ahmad Fachri & Sultani Program Studi Agribisnis. Universitas Adzkia. Indonesia *Coresponding Email: ahmadfachri@adzkia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Non-Governmental Organization (NGO) dalam pengembangan masyarakat agribisnis serta kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. Agribisnis memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di pedesaan, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses modal, rendahnya literasi teknologi, lemahnya jaringan pemasaran, dan keterbatasan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan sistematis terhadap artikel ilmiah dan laporan penelitian relevan periode 2016Ae2025, yang ditelusuri melalui Google Scholar. Scopus, dan DOAJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NGO berperan dalam pemberdayaan petani melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi akses modal, penguatan kelembagaan, pendampingan pemasaran, serta advokasi kebijakan publik. Peran tersebut tidak hanya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat kontribusi sektor agribisnis terhadap pencapaian SDGs, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta kelembagaan yang tangguh. Dengan demikian. NGO berperan dalam pengembangan masyarakat agribisnis untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: NGO. Agribisnis. Pengembangan Masyarakat. SDGs Abstract This study aims to analyze the role of Non-Governmental Organizations (NGO. in the development of agribusiness communities and their contribution to achieving the Sustainable Development Goals (SDG. Agribusiness has a strategic role in improving community welfare, especially in rural areas, but still faces challenges such as limited access to capital, low technological literacy, weak marketing networks, and limited sustainable resource management. This study uses a literature study method with a systematic approach to scientific articles and relevant research reports for the period 2016Ae2025, which are searched through Google Scholar. Scopus, and DOAJ. The research findings show that NGOs play a role in empowering farmers through training, mentoring, facilitating access to capital, strengthening institutions, marketing assistance, and public policy advocacy. This role not only increases farmer independence and welfare but also strengthens the agribusiness sector's contribution to achieving the SDGs, particularly in poverty alleviation, food security, quality education, decent work and economic growth, reduced inequality, sustainable consumption and production, and strong institutions. Thus. NGO play a role in developing agribusiness communities to realize sustainable development goals. Keywords: NGO. Agribussiness. Community Development. SDGs How to Cite: Fachri. & Sultani. Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science, 3. 2025: 93-99 Ahmad Fachr & Sultani. Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals PENDAHULUAN Perkembangan sektor agribisnis memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih bergantung pada sektor pertanian (Surya, 2. Agribisnis bukan hanya mencakup kegiatan produksi, tetapi juga meliputi pengolahan, distribusi, dan pemasaran hasil pertanian. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, agribisnis dapat menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan (Barnard, 2. Hal ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDG. yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama pada tujuan pengentasan layak dan berkelanjutan, dan kelembagaan yang tangguh (Hak, 2. Vasavi . menunjukkan bahwa petani dan masyarakat agribisnis kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses modal, rendahnya literasi teknologi, lemahnya jaringan pemasaran, hingga keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Kondisi ini menuntut adanya peran aktor nonpemerintah yang mampu menjembatani kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dengan sumber daya yang tersedia. Non-Governmental Organization (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat hadir sebagai salah satu pihak yang berperan penting dalam mendukung pengembangan masyarakat agribisnis. Melalui berbagai program. NGO tidak hanya memberikan pendampingan teknis dan akses modal, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas petani, peningkatan literasi digital, serta membangun jejaring pasar yang lebih luas (Fachri & Rahman, 2. Peran NGO juga strategis dalam mendorong kesadaran lingkungan dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan yang selaras dengan prinsip SDGs (Rahman, 2. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran NGO dalam pengembangan masyarakat agribisnis, dengan menekankan kontribusinya terhadap pencapaian SDGs. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana NGO menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memberikan rekomendasi bagi penguatan kolaborasi multipihak di sektor agribisnis. http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 93-99 ISSN 2987-3142 (Onlin. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (Siregar & Fachri, 2. dengan pendekatan sistematis untuk mengkaji peran NGO dalam pengembangan masyarakat agribisnis guna mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG. Data yang digunakan bersumber dari artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional, serta laporan penelitian relevan dalam kurun waktu 2016 sampai Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran basis data daring seperti Google Scholar. Scopus, dan DOAJ dengan kata kunci AuNGO role in agribusiness developmentAy. Aucommunity empowerment agricultureAy, dan AuNGO sustainable development goalsAy. Artikel yang terpilih diseleksi menggunakan kriteria inklusi, yaitu membahas keterlibatan NGO dalam sektor agribisnis, relevan dengan konteks pembangunan berkelanjutan, dan memuat data empiris atau analisis teoritis yang dapat Setelah proses seleksi, artikel dianalisis menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. dengan menekankan pada tiga aspek utama: kontribusi NGO terhadap peningkatan kapasitas dan efisiensi petani, penguatan kelembagaan agribisnis masyarakat, dan relevansinya dengan pencapaian indikator SDGs. Hasil analisis dari berbagai penelitian kemudian disintesis untuk membangun pemahaman komprehensif mengenai peran NGO sebagai agen perubahan dalam pengembangan masyarakat agribisnis yang berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dentoni . menjelaskan NGO berperan dalam pengembangan masyarakat agribisnis dapat dilihat dari berbagai dimensi yang saling berkaitan, mulai dari aspek teknis, ekonomi, sosial, hingga kebijakan. Sebagai aktor nonAcpemerintah yang bekerja dekat dengan komunitas. NGO memiliki fleksibilitas dan kedekatan emosional yang memungkinkan mereka menjawab kebutuhan nyata petani sekaligus mendorong terciptanya agribisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. NGO tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat kontribusi sektor agribisnis terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Ahmad Fachr & Sultani. Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis Sebagai salah satu aktor dalam pembangunan. NGO memiliki beberapa peran khususnya yang bersinggungan langsung dengan petani ataupun Masyarakat pelaku Berikut penjabarannya lebih lengkap: Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani. Melalui program pelatihan dan pendampingan. NGO membantu petani memperoleh keterampilan teknis terkait budidaya pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Selain itu. NGO turut meningkatkan literasi digital dan keterampilan manajemen usaha tani, sehingga petani mampu mengakses informasi pasar, teknologi, serta peluang kerjasama yang lebih luas. Peningkatan kapasitas ini berkontribusi besar terhadap kemandirian petani dalam mengelola agribisnis (Fachri & Putra, 2. Fasilitator akses modal dan sarana produksi. Salah satu hambatan utama petani kecil adalah keterbatasan modal untuk membeli benih unggul, pupuk berkualitas, maupun alat pertanian modern. NGO hadir dengan menyediakan skema mikrofinansial, bantuan bergulir, serta menjembatani kerjasama dengan lembaga keuangan dan sektor swasta. Dengan adanya dukungan modal, petani dapat meningkatkan skala produksi dan kualitas hasil panen tanpa terbebani oleh keterbatasan sumber daya (Fachri, 2. Penguatan Kelembagaan Agribisnis. Dalam banyak kasus, petani kecil bekerja secara individual sehingga sulit mencapai daya tawar yang kuat di pasar. Melalui pembentukan kelompok tani, koperasi, atau asosiasi. NGO memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarpetani. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kolektif, tetapi juga memperbesar peluang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan agribisnis. Kelembagaan petani yang difasilitasi NGO lebih dinamis dan responsif dibandingkan yang hanya bergantung pada program pemerintah (Nuraini, 2. Pendampingan pemasaran dan rantai nilai agribisnis. Banyak petani yang mengalami kesulitan menyalurkan hasil panen ke pasar dengan harga yang adil. Untuk itu. NGO membantu membuka akses ke pasar yang lebih luas melalui kemitraan dengan pedagang, memfasilitasi pemasaran http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 93-99 ISSN 2987-3142 (Onlin. berbasis komunitas, hingga memanfaatkan platform e-commerce. Bahkan, beberapa NGO mengembangkan pelabelan produk untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk lokal (Aprilia & Widodo, 2. Agen advokasi kebijakan publik NGO berperan dalam menyuarakan kebutuhan dan aspirasi petani kepada pemerintah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak pada petani kecil. NGO juga aktif memberikan masukan terhadap regulasi di bidang ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan perlindungan lingkungan. Dengan peran ini. NGO membantu memastikan bahwa suara petani tidak terpinggirkan dalam proses pembangunan agribisnis (Unver, 2. Pencapaian Sustainable Development Goals. Peran NGO dalam pengembangan masyarakat agribisnis sangat erat kaitannya dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. Melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani. Kamal & Bablu . menjelaskan NGO membantu petani memperoleh keterampilan teknis, literasi digital, serta manajemen usaha tani yang lebih baik. Upaya ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualita. karena meningkatkan pengetahuan dan kompetensi, sekaligus SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom. dengan mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan Selanjutnya, melalui fasilitasi akses modal dan sarana produksi. NGO memberikan peluang kepada petani kecil untuk memperoleh input pertanian berkualitas serta akses pembiayaan yang adil (Shiferaw, 2. Hal ini secara langsung mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskina. dengan mengurangi hambatan ekonomi petani kecil, dan SDG 2 (Tanpa Kelapara. dengan meningkatkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi yang berkelanjutan. Peran lain yang tidak kalah penting adalah penguatan kelembagaan dan jaringan Dengan mendorong pembentukan kelompok tani, koperasi, dan asosiasi. NGO meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan serta memperkuat solidaritas sosial (Ata & Setiamandani, 2. Kontribusi ini relevan dengan SDG 10 (Mengurangi Ketimpanga. karena memperkuat posisi tawar petani kecil dalam rantai nilai, serta SDG 16 (Perdamaian. Keadilan, dan Kelembagaan yang Tanggu. dengan membangun struktur kelembagaan lokal yang lebih inklusif dan responsif. http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Ahmad Fachr & Sultani. Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals Di bidang pendampingan pemasaran dan rantai nilai agribisnis. Azizah . menjelaskan NGO berperan membuka akses petani ke pasar yang lebih luas, termasuk melalui platform digital dan e-commerce. Dengan begitu, produk petani memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan rantai pemasaran menjadi lebih efisien. Langkah ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom. melalui penciptaan peluang pasar yang adil serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. melalui promosi produk pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Terakhir, sebagai agen advokasi dan jembatan kebijakan publik. NGO berkontribusi menyuarakan kepentingan petani agar diakomodasi dalam kebijakan pembangunan pertanian (Isgren, 2. Melalui advokasi ini. NGO mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada petani kecil, mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta memastikan perlindungan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pentingnya pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat pencapaian target lintas sektor terkait keadilan sosial dan keberlanjutan pembangunan SIMPULAN NGO memegang peranan strategis dalam pengembangan masyarakat agribisnis melalui berbagai dimensi yang saling berkaitan, mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, hingga kebijakan. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. NGO bisa membantu dalam pemberdayaan petani, memfasilitasi akses modal dan sarana produksi, memperkuat kelembagaan agribisnis, membuka akses pemasaran dan rantai nilai yang lebih adil, serta menjadi agen advokasi dalam perumusan kebijakan publik yang berpihak pada petani kecil. Peran ini bisa berkontribusi di sektor agribisnis terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya terkait pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, serta konsumsi dan produksi berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada LLDIKTI Wilayah X dan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Adzkia (LPPM-UA) yang telah memberikan dukungan selama kegiatan penelitian baik itu dalam bentuk pendanaan, pelatihan, serta motivasi untuk bisa menghasilkan riset yang berkualitas. http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 93-99 ISSN 2987-3142 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA